Anda di halaman 1dari 17

TEKNIK PERAWATAN MESIN

TURBIN GENERATOR
Anggota Kelompok
1. Aditya Supriyanto

4313218216

2. Siti Hafittiyah

4313217176

3. Hanif Setiawan Wicaksono

4314217018

4. Muhammad Rizky

Pengertian Turbin Generator


Turbin adalah suatu mesin rotari yang berfungsi untuk mengubah energi potensial aliran fluida menjadi energi gerak yang bermanfaat. Fluida
yang digunakan untuk menggerakkan turbin antara lain adalah gas, air, uap air, dan angin.
Generator adalah alat yang digunakan untuk menghasilkan listrik dari putaran torsi.
Turbin dan generator merupakan suatu bagian dari pembangkit daya.

Turbin Air

Turbin Uap

Turbin Gas

Turbin air digunakan untuk mengubah energi hidro


menjadi energi listrik.

Turbin uap menggunakan media uap air sebagai fluida


kerjanya. Banyak digunakan untuk pembangkit tenaga
listrik dengan menggunakan bahan bakar batubara, solar,
atau tenaga nuklir. Prinsip dari turbin ini adalah untuk
mengkonversi energi panas dari uap air menjadi energi
gerak yang bermanfaat berupa putaran rotor.

Turbin jenis ini menggunakan fluida udara yang


dipanaskan secara cepat sebagai fluida kerjanya. Sebuah
kompresor yang berfungsi untuk mengkompres udara
dipasang satu poros dengan turbin (coupled).

Turbin uap

Klasifikasi Turbin Uap


Turbin Uap

Berdasarkan Prinsip Kerja

Turbin Impuls

Turbin Reaksi

Berdasarkan penurunan
tekanan dalam turbin

Turbin Tunggal

Turbin Bertingkat

Berdasarkan Proses Penurunan


Tekanan Uap

Turbin Kondensasi

Turbin Tekanan
Lawan

Turbin Ekstraksi

Prinsip Kerja Turbin Uap


Prinsip Kerja Turbin Uap
Turbin uap terdiri dari sebuah cakram yang dikelilingi oleh daun-daun cakram yang
disebut sudu-sudu. Sudu-sudu ini berputar karena tiupan dari uap bertekanan
yang berasal dari ketel uap, yang telah dipanasi terdahulu dengan menggunakan
bahan bakar padat, cair dan gas.
Uap tersebut kemudian dibagi dengan menggunakan control valve yang akan
dipakai untuk memutar turbin yang dikopelkan langsung dengan pompa dan juga
sama halnya dikopel dengan sebuah generator singkron untuk menghasilkan
energi listrik.
Setelah melewati turbin uap, uap yang bertekanan dan bertemperatur tinggi tadi
muncul menjadi uap bertekanan rendah. Panas yang sudah diserap oleh
kondensor menyebabkan uap berubah menjadi air yang kemudian dipompakan
kembali menuju boiler. Sisa panas dibuang oleh kondensor mencapai setengah
jumlah panas semula yang masuk. Hal ini mengakibatkan efisisensi
thermodhinamika suatu turbin uap bernilai lebih kecil dari 50%. Turbin uap yang
modern mempunyai temperatur boiler sekitar 5000C sampai 6000C dan
temperatur kondensor 200C sampai 300C.

Komponen Turbin Uap & Fungsinya


Komponen Utama Turbin Uap

Komponen Turbin Uap & Fungsinya


Cassing
Adalah sebagai penutup bagian-bagian utama turbin.
1. Rotor
Adalah bagian turbin yang berputar yang terdiri dari poros, sudu turbin atau deretan sudu yaitu Stasionary Blade dan Moving Blade. Untuk turbin bertekanan tinggi atau ukuran
besar, khususnya unuk turbin jenis reaksi maka motor ini perlu di balance untuk mengimbagi gaya reaksi yang timbul secara aksial terhadap poros.
2. Bearing Pendenstal
Adalah merupakan kekdudukan dari poros rotor.
3. Journal Bearing
Adalah Turbine Part yang berfungsi untuk menahan Gaya Radial atau Gaya Tegak Lurus Rotor.
4. Thrust Bearing
Adalah Turbine Part yang berfungsi untuk menahan atau untuk menerima gaya aksial atau gaya sejajar terhadap poros yang merupakan gerakan maju mundurnya poros rotor.
5. Main Oli Pump
Berfungsi untuk memompakan oli dari tangki untukdisalurkan pada bagian bagian yang berputar pada turbin .
Dimana fungsi dari Lube Oil adalah :
Sebagai Pelumas pada bagian bagian yang berputar.
Sebagai Pendingin ( Oil Cooler ) yang telah panas dan masuk ke bagian turbin dan akan menekan / terdorong keluar secara sirkuler
Sebagai Pelapis ( Oil Film ) pada bagian turbin yang bergerak secara rotasi.
Sebagai Pembersih ( Oil Cleaner ) dimana oli yang telah kotor sebagai akibat dari benda-benda yang berputar dari turbin akan terdorong ke luar secara sirkuler oleh oli yang masuk .

Komponen Turbin Uap & Fungsinya


6. Gland Packing
Sebagai Penyekat untuk menahan kebocoran baik kebocoran Uap maupun kebocoran oli.
7. Labirinth Ring
Mempunyai fungsi yang sama dengan gland packing.
8. Impuls Stage
Adalah sudu turbin tingkat pertama yang mempunyai sudu sebanyak 116 buah
9. Stasionary Blade
Adalah sudu-sudu yang berfingsi untuk menerima dan mengarahkan steam yang masuk.
10. Moving Blade
Adalah sejumlah sudu-sudu yang berfungsi menerima dan merubah Energi Steam menjadi Energi Kinetik yang akan memutar generator.
11. Control Valve
Adalah merupakan katup yang berfungsi untuk mengatur steam yang masuk kedalam turbin sesuai dengan jumlah Steam yang diperlukan.
12. Stop Valve
Adalah merupakan katup yang berfungsi untuk menyalurkan atau menghentikan aliran steam yang menuju turbin.
13. Reducing Gear
Adalah suatu bagian dari turbin yang biasanya dipasang pada turbin-turbin dengan kapasitas besar dan berfungsi untuk menurunkan putaran poros rotor
dari 5500rpm menjadi 1500 rpm.
Bagian-bagian dari Reducing Gear adalah :
Gear Cassing adalah merupakan penutup gear box dari bagian-bagian dalam reducing gear.
Pinion ( high speed gear ) adalah roda gigi dengan type Helical yang putarannya merupakan putaran dari shaft rotor turbin uap.
Gear Wheal ( low speed gear ) merupakan roda gigi type Helical yang putarannya akan mengurangi jumlah putaran dari Shaft rotor turbin yaitu dari 5500
rpm menjadi 1500 rpm.
Pinion Bearing yaitu bantalan yang berfungsi untuk menahan / menerima gaya tegak lurus dari pinion gear.
Pinion Holding Ring yaitu ring berfungsi menahan Pinion Bearing terhadap gaya radial shaft pinion gear.
Wheel Bearing yaitu bantalan yang berfungsi menerima atau menahan gaya radial dari shaft gear wheel.
Wheel Holding Ring adalah ring penahan dari wheel Bearing terhadap gaya radial atau tegak lurus shaft gear wheel.
Wheel Trust Bearing merupakn bantalan yang berfungsi menahan atau menerima gaya sejajar dari poros gear wheel ( gaya aksial ) yang merupakan gerak
maju mundurnya poros.

Jenis Kerusakan Pada Turbin Uap

Turbin uap bekerja pada putaran yang tinggi, sehingga seringkali mengalami gangguan. Adapun jenis gangguan yang
sering terjadi pada umumnya adalah :
1.
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.
i.

Turbin bergetar, disebabkan oleh :


Alignment poros tidak tepat
Clearance bantalan teralu besar
Kopling kering
Kopling aus atau rusak
Rotor rusak ( unbalance )
Rotor mengandung kerak,unbalance
Karbon ring longgar
Poros bengkok
Baut pengikat longgar atau patah

2.
a.
b.
c.
d.
e.
f.

Turbin tidak bisa di start up, adapun penyebabnya adalah :


Tekanan uap masuk tidak cukup tinggi kemungkinan ada tirisan uap dari katup
Ada gangguan dalam saringan uap ( steam strainer )
Katup gerak cepat ( quick action valve ) tidak terbuka
Katup uap masuk dalam keadaan tertutup
Trip valve tertutup
Salah stel pada alat kontrol

Jenis Kerusakan Pada Turbin Uap

3.
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.
i.

Putaran poros turbin tidak bisa naik akibatnya daya turbin tidak memadai, adapun penyebabnya adalah :
Governor tidak berfungsi
Kedudukan katup nozel ( hand nozel valve ) tidak tepat
Tekanan uap bekas terlalu tinggi
Terjadi beban lebih ( over load )
Tekanan dan temperatur uap masuk rendah
Roda sudu-sudu rusak
Sudu-sudu tetap ( group nozel ) dan sudu-sudu gerak tidak befungsi
Kerugian energi termal terlalu besar
Kapasitas uap masuk tidak cukup

4.
a.

Kelajuan putaran poros tidak dapat dikendalikan


Governor tidak berfungsi

5.
a.

Turbin berhenti sebelum waktunya, yaitu sebelum pembebanan. Adapun penyebabnya adalah :
Over speed trip mechanime, berbentuk cakra dengan baut dan perspiral

6.
a.
b.
c.

Turbin tidak kunjung dingin setelah katup uap di stop, adapun penyebabnya adalah :
Terdapat tirisan pada katup pemasuk uap
Ada tirisan uap dari katup uap bekas
Ada uap masuk turbin melalui pipa drain

7.
a.
b.
c.
d.
e.

Pemakaian uap terlalu banyak, adapun penyebabnya adalah :


Kedudukan katup nozel tangan tidak tetap
Kondisi uap masuk, rendah ( tekanan dan temperatur rendah )
Kondisi uap bekas terlalu tinggi ( tekanan dan temperatur uap bekas tinggi )
Terjadi over load
Group nozel sudu-sudu tetap tidak berfungsi

Jenis Kerusakan Pada Turbin Uap

8.
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.

Terlalu cepat terjadinya keausan bantalan, adapun penyebabnya adalah :


Terjadinya over heat ( temperatur bantalan naik di atas batas operasional )
Cincin oli rusak
Oli kurang
Oli kotor
Permukaan bantalan kasar
Terdapat kandungan air dalam oli
Fibrasi yang berlebihan dari poros
Alignment poros salah

9.
a.
b.
c.

Temperatur bantalan naik, adapun penyebabnya adalah :


Terjadi keausan pada bantalan
Air pendngin kurang lancar
Viskositas oli terlalu tinggi

10. Terdapat kandungan air dalam oli, adapun penyebabnya adalah :


a.
Terjadi ketirisan uap melalui cincin karbon ke dalam rumah bantalan
11.
a.
b.
c.
d.
e.

Terjadi tirisan uap melalui karbon, adapun penyebabnya adalah :


Cincin karbon aus atau rusak
Paking gland ( sealing ) kotor
Cincin penahan rusak atau lemah
Tekanan uap terlalu besar terhadap seal
Terjadi keausan poros pada bagian posisi paking

Jenis Kerusakan Pada Turbin Uap

12.
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h

Terjadi denyutan pada putaran poros, adapun penyebabnya adalah :


Terjadi kesalahan pada centering ( alignment )
Bantalan utama ( main bearing ) rusak
Terjadi penyimpangan pada bagian rotor karena shock oleh air kondensat dalam rotor
Roda tidak balance karena kekurangan sudu-sudu
Roda tidak balance karena terdapat kotoran melekat
Denyut putaran pada beban
Terjadi kerusakan pada bantalan peluru ( ball bearing ) dari roda gigi penggerak perlengkapan ( auxiliary ) turbin
Roda gigi utama ( main gear ) rusak

Maintenance Turbin Uap

Persiapan Dan Pemeriksaan Sebelum Start Up


Periksa dengan teliti semua pemasangan atau tindakan perawatan pada turbin, generator dan perlengkapannya apakah sudah semuanya selesai.
Periksa bahwa semua peralatan dalam kondis yang bagus dengan isolasi panas yang bagus dan lingkungan kerja bersih dari benda-benda yang tidak di
perlukan. Alat alat kerja harus di persiapkan di tempat kerja seperti, alat pengukur getaran, tachometer, alat untuk pembuka kran, stik untuk mendengarkan
suara bearing, dll.
Periksa semua panel dan instrumen dalam kondisi bagus dan dengan indikasi yang benar. Semua power instrumen sudah ON.
Minta bagian listrik untuk mengukur insulasi motor.
Periksa dan pastikan semua instrumen lokal dalam kondisi bagus, kran-kran utama dan kran secondary nya dalam keadaan terbuka.
Periksa kondisi generator, exsiter dan carbon brush.
Periksa dan pastikan turning gear dalam keadaan bagus dan kran olinya harus dalam keadaan terbuka. Dan periksa putaran motornya apakah dalam arah
yang benar.
Periksa sistem olinya sebagai berikut:
Hidupkan pompa oli dengan penggerak steam maupun dengan penggerak motor (AC/DC), dan matikan kembali jika ternyata kondisinya bagus.
Periksa pipa pada oli sistem semuanya dalam kondisi bagus dan tidak terdapat kebocoran.
Periksa kran pembuangan pada tangki oli dan pada oil cooler apakah dudah tertutup dengan rapat dan sudah terpasang label jangan di ganggu.
Buka kran masuk dan kluar pada oil cooler yang beroperasi, buka kran keluar dan tutup kran masuk oil cooler yang standby.
Periksa level oli di tangki dan indikatornya bisa bergerak dengan normal.

Maintenance Turbin Uap

Steam dan water sistem harus di periksa sebagai berikut:


Tutup kran auto steam utama, kran manual, kran dengan penggerak motor listrik dan kran ekstraksi.
Tutup kran pengatur tekanan (DP) dan kran suplai steam ke gland sistem (bearing).
Tutup steam masuk ke gland heater tapi tutup kran masuk dan kran keluar airnya. Buka kran steam dan waterbalance dari flash tank dan
tutup kran pembuangan airnya yang menuju kelantai dasar.
Tutup kran masuk steam turbo oil pump. Buka kran pembuangan air di steam lead.
Start Up
Buka kran pembuang air sebelu kran listrik steam utama (MV201). Buka kran by pass pada kran manual steam utama. Tambah temperaturnya
secara perlahan sampai pada temperatur normal secara bertahap, dan atur pembuka kran pembuangan air sesuai dengan temperaturnya.
Hidupkan turbo oil pump.
Ketika tekanan steam mencapai 2.0 Mpa, buka kran by pass masuk steam dan panaskan pompa selama kurang lebih 3-5 menit. Tambah tekanan
steamnya secara bertahap sampai pada tekanan normalnya, kemudian tutup kran pembuangan airnya.
Pengoprasian turning gear (jigger device).
Buka kran masuk. Putar roda pemutar berlawanan arah jarum jam dan putar handle sampai pada posisi ON. Mulai putar motor penggerak
dengan menekan tombom ON pada box panel. Setelah rotor berputar dengarkan suara bearing dan suara putaran motornya. Turning gear ini
harus di putar paling sedikit selama 2 jam.
Buka secara perlahan kran by pass pada kran listrik steam utama. Buka kran pembuangan airnya. Panaskan pipa steam sebelum pipa steam utama
(MSV) kurang lebih selama 20 menit pada tekanan 0.2-0.3 Mpa. Kemudian naikkan tekanan dengan kecepatan 0.1-0.15 Mpa/menit.laju
pertambahan temperaturnya tidak boleh melebihi 50 C/menit. Buka penuh kran listrik steam utama (MV201) setelah pemanasan di rasa cukup.
Periksa bahwa semua pipa steam, pemuaiannya, penyangga pipanya, serta penggantung pipanya, dalam kondisi yang bagus selama waktu
pemanasan dan selama naiknya tekanan.

Maintenance Turbin Uap

Hidupkan pompa air condenser untuk mengsirkulasikan air selama pemanasan.


Hidupkan pompa vakum dan mulai jalankan sistem vakum.
Beberapa hal yang perlu di perhatikan sebelum proses start up di mulai:
Buka kran utama pada gland steam sistem, dan buka sedikit kran steam lainnya. Bila dalam keadaan dingin vakum harus ada terlebih
dahulu baru steamnya bisa di alirkan. Tetapi bila dalam keadaan panas suplai steam dahulu baru kemudian atur vakumnya.
Temperatur air keluar pada oil cooler harus berkisar antara 25-35oC.
Vakuum di condenser harus di jaga pada kisaran 53-66 Kpa.
Pastikan bahwa semua temperatur dan tekanan oli pada kondisi yang normal, dan beri signal untuk siap di operasikan.
Reset sistem proteksi pada magnetik shuct off pilot valve, emergency governor, dan axial displacement. Kencangkan mur pada axial
displacement secara kuat.
Putar sedikit handle pemutar pada main starting steam valve, putar belawanan arah jarum jam, kira-kira putaran, kemudian secara
perlahan buka valve goernor LP dan HP. Steam valve harus tertutup jika handlenya sudah di buka penuh.
Setelah waktunya cukup, matikan turning gear. Putar handlenya searah jarum jam sampai pada posisi OFF, dan tutup kran oilnya. Kemudian
secara perlahan buka main stop valve. Pada saat rotor turbin mulai berputar, tutup main stop valve sampai pada keadaan rotor turbin berputar
pada kecepatan yang tetap. Periksa bahwa tidak terdapat keganjilan pada flow path, gland, dan main oil pump.
Pertahankan putaran turbin pada 300-500 RPM jika semuanya normal, panaskan turbin selama 20-30 menit dan periksa naiknya temperatur
bearing dan pemuaian pada beberapa titik yang berbeda.
Pertahankan vakum condenser pada 50-70 Kpa (375-525 mmHg) selama pemanasan turbin.
Mulai operasikan oil cooler ketika temperatur bearing mencapai 40-45oC dan temperatur keluar oil return pada 38-42oC.
Tambah kecepatan putar turbin secara perlahan sampai pada 1000-1200 RPM dan panaskan turbin selama 60-90 menit. Periksa bahwa
temperatur bearing, aliran oli kembali, temperatue oli, tekanan oli, level oli, gland steam leakage dalam kondisi baguss.

Maintenance Turbin Uap

500 KW Pemanasan selama 10menit


500 KW-3000 KW Pemanasan selama 20 menit
3000 KW Pemanasan selama 25 menit
3000 KW-6000 KW Pemanasan selama 30 menit

Turbin tidak boleh di start up atau di operasikan dalam beberapa kasus berikut:

Tacho meter tidak terpasang atau tacho meter tidak bekerja dengan baik.

Turbo oil pump tidak bekerja dengan baik atau ada beberapa bearing yang tidak terlumasi dengan baik.

Ada suara gesekan logam atau suara tidak normal lainnya selama dalam proses menambah kecepatan turbin.

Kunci/tombol protective rusak, misalnya emergency governor, axial displancement, dll.

Main steam valve, ekstraksi steam, dan governing valve tidak bisa bergerak dengan bebas.

Governing sistem tidak bisa menjaga putaran turbin ketika belum ada beban atau tidak bisa mengatur kecepatan di dalam batas
emergency governor setelah bebannya di lepas.

Getaran turbin mencapai 0.07 mm.

Kualitas, temperatur dan tekanan oli turbin tidak memenuhi standar

Maintenance Turbin Uap


No

Komponen

Jenis perawatan rutin

Governor

Check , cuci jika perlu


Check fungsi dan kebocoran
Check pengukuran

Quick Action Stop Valve

Check keausan dan pressure

Kopling ( generator & pompa minyak )

Cuci, ganti jika perlu

Saringan minyak ( elemen & spin on type

Check kebocoran O ring

Oil cooler

Cleaning

Saringan angin generator

Cleaning

Kabel instrument turbin

Check fungsi

Minyak pelumas

Check leveling

Maintenance Turbin Uap


No

Komponen

Jenis perawatan overhaul

Roda turbin

Check sudu-sudu kondisi permukaan

Pinion shaft

Check dimensi dan toleransi

Bearing

Check clearance

Sistem governor

Overhaul