Anda di halaman 1dari 5

ARTIKEL

KTSP dan KURIKULUM 2013


(kelebihan dan kekurangan)

Oleh:
Muhammad Farid

14.0.06.01.0050

PROGRAM STUDI KEGURUAN OLAHRAGA


PROGRAM PASCA SARJANA
UNIVERSITAS NUSANTARA PGRI KEDIRI
2016

KTSP dan Kurikulum 2013


(kelebihan dan kekurangan)
*menurut Muhammad Farid, S.Pd

1. KTSP dan Kurikulum 2013


Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan
bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan
pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Sudah sekian lama, keberadaan
kurikulum di dunia pendidikan indonesia mengalami pengembangan-pengembangan
sedemikian rupa. Hingga saat ini, pengembangan kurikulum terbaru adalah kurikulum
2013.
KTSP
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan atau KTSP adalah kurikulum yang dirancang
oleh pemerintah sebagai pengembangan dari kurikulum 2004 yaitu Kurikulum Berbasis
Kompetensi (KBK). Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan dirancang sebagai imbas
adanya otonomi daerah. Sehingga tiap satuan pendidikan diberikan kewenangan untuk
menyusun dan melaksanakan kurikulum sesuai dengan keadan masing-masing institusi.
Namun demikian penyusunan kurikulum bagi tiap satuan pendidikan harus mengacu
kepada kurikulum inti yang disusun oleh pusat.
Acuan yang diberikan oleh pemerintah pusat dalam pengembangan kurikulum di
masing-masing lembaga pendidikan meliputi delapan komponen standar pendidikan,
yaitu: (1)standar isi, (2)standar proses, (3)standar kompetensi lulusan, (4)standar
pendidik dan tenaga kependidikan, (5)standar sarana dan prasarana, (6)standar
pengelolaan, (7) standar pembiayaan, dan (8)standar penilaian pendidikan.
Namun demikian keberadaan KTSP mengalami pengembangan kembali, hingga
disusun kurikulum baru yang sekarang telah diterapkan pada sistem pendidikan
Indonesia yang dikenal dengan Kurikulum 2013.
KURIKULUM 2013
Setelah pengembangan kurikulum yang dikembalikan kepada tiap satuan pendidikan
dilaksanakan dan diterapkan. Dan setelah dilakukan pengkajian tentang hasil yang
dicapai dari kurikulum tersebut, maka pemerintah pusat menyusun kurikulum baru yang
dimaksudkan untuk memperbaiki sistem pendidikan nasional. Sebagai pengganti dari
KTSP, pemerintah menyusun Kurikulum 2013. Perbedaan dari KTSP dan Kurikulum

baru ini sangatlah mencolok. Jika pada penerapan KTSP, masih melakukan pendekatan
dengan menggunakan mata pelajaran. Maka pada pelaksanaan Kurikulum 2013 ini, kita
tidak menemukan jadwal matapelajaran yang terpampang di ruang kelas maupun di
ruang belajar siswa. Kurikulum 2013 tidak mengenal mata pelajaran. Pelaksanaan
Kurikulum 2013 menggunakan sistem Tematik yang menggunakan metode scientific.
Namun demikian sesungguhnya mata pelajaran itu ada, namun tidak dimunculkan.
Hasil yang diharapakan dari pelaksanaan Kurikulum 2013 adalah sebagai berikut:
1) Manusia berkualitas yang mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu
berubah;
2) Manusia terdidik yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak
mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri;
3) Warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab.
Pengembangan kurikulum di Indonesia sudah sekian kali dilakukan. Perkembangan
kurikulum dari awal sampai saat ini tentunya dirancang sesuai dengan tujuan yang bagus,
untuk menciptakn SDM yang unggul untuk Negeri ini. Namun demikian, setiap kurikulum
tidaklah akan pernah sempurna. Pastilah memiliki kelebihan dan kekurangan pada masing
masing kurikulum. Tidak terkecuali dengan kurikulum yang saat ini digalakkan, yaitu
Kurikulum 2013. Pada perencanaan awal, Kurikulum 2013 diberlakukan untuk semua jenjang
sekolah di seluruh Indonesia tanpa terkecuali. Namun seiring dengan berjalannya penerapan
Kurikulum 2013 muncullah masalah baru, hingga akhirnya banyak dari Institusi Pendidikan
yang merasa keberatan untuk menerapkan Kurikulum 2013 kembali menerapkan kurikulum
2006 atau yang lebih dikenal dengan KTSP.
Berikut ini akan kami sampaikan beberapa keunggulan dan kekurangan dari Kurikulum
2013 dan juga KTSP.
2. Keunggulan dan Kekurangan Masing-masing Kurikulum
KTSP
Beberapa keunggulan dari KTSP adalah sebagai berikut:
1. Sekolah yang bersangkutan bebas melakukan pengembangan kurikulum yang
ditetapkan oleh pemerintah, dengan demikian beban yang diterima oleh tiap
sekolah lebih ringan. Karena tidak ada tuntutan untuk mengikuti standar nasional,
melainkan pengembangan dilakukan sesuai dengan kondisi masing-masing
sekolah.

2. Penyusunan laporan hasil belajar siswa bagi guru sangatlah ringan, karena
penilaiannya hanyalah berupa angka-angka tanpa memberikan deskripsi.
3. Dapat menciptakan tenaga pendidik yang kreatif.
Kelemahan dari KTSP ini adalah :
1. Sekolah yang memiliki kualitas menengah ke bawah sulit untuk menyamai
sekolah-sekolah unggulan yang berada pada level menengah ke atas. Hal ini
disebabkan karena sarana dan prasaran serta tenaga yang dimiliki oleh masingmasing sekolah tidak merata.
2. Output dari tiap sekolah memiliki perbedaan, karena adanya perbedaan standar
pendidikan yang dikembangkan oleh masing-masing sekolah.

Kurikulum 2013
Kelebihan dari Kurikulum 2013 adalah:
1. Memudahkan tenaga pendidik untuk menyusun rencana pembelajaran.
2. Kurikulum ini sangat jelas menilai mulai dari aspek rohani, sikap, pengetahuan
dan ketrampilan. Yang menjadi komponen penting dalam setiap manusia.
3. Memberikan pemerataan pendidikan, mulai sekolah di lingkungan kota hingga
sekolah di lingkungan pelosok.
4. Memudahkan siswa untuk belajar, tanpa adanya mata pelajaran secara khusus.
5. Memberikan pengalaman belajar kepada peserta didik, seolah-olah langsung
terjun pada kejadian atau fenomena yang sesungguhnya.
Sedangkan kekurangan dari Kurikulum 2013 ini adalah:
1. Penyusunan hasil belajar siswa yang berupa deskripsi membuat tenaga pendidik
sering kewalahan.
2. Pengacuan pembelajaran pada buku yang telah ditentukan dari pusat, berimbas
kepada pemenuhan sarana dan prasarana sekolah untuk dipenuhi. Sehingga
sekolah yang memiliki sarana dan prasarana kurang memadai akan sedikit
terbebani.
3. Pada pelaksanaan pendidikan jamani sering terjadi benturan, apalagi untuk
sekolah yang memiliki kelas paralel dan jumlah guru mapel yang terbatas.

3. Kurikulum untuk menunjang Pendidikan Nasional


Jika kita meninjau ulang dari setiap kurikulum yang diberlakukan dari periode ke
periode, disana pastilah kita akan menemukan kekurangan dan tidak sedikit pula
kelebihannya. Jika penulis ditanya tentang bagaimana kurikulum yang baik untuk
diberlakukan dalam sistem pendidikan Nasional, maka penulis akan memberikan jawaban
sebagai berikut:
Kurikulum yang seharusnya diberlakukan di Negara kita ini adalah
kurikulum yang menunjang kematangan individu, mulai dari tingkat dasar
hingga ke tingkat atas tanpa mengesampingkan disiplin ilmu rohani, dan

kebudayaan dan bahkan kita harus menjunjung tinggi kedua aspek


tersebut. Indonesia adalah negara dengan keanekaragam suku dan budaya.
Penyusunan kurikulum yang mencerminkan keagamaan dan kebudayaan
khas Indonesia nantinya diharapkan dapat menumbuhkan sikap
Nasionalisme yang tinggi, sehingga dapat mencerminkan kehidupan yang
sesuai dengan Pancasila yang memiliki 5 sila. Ketuhanan Yang Maha Esa;
kemanusiaan yang adil dan beradap; persatuan indonesia; kerakyatan yang
dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dlam permusyawaratan serta
perwakilan; keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Selain itu, pembekalan terhadap disiplin ilmu umum menjadi alat untuk
menuju kepada penerapan aspek rohani dan budaya. Sebagai bentuk
kesiapan SDM Indonesia untuk menghadapi MEA dan tingkat dunia
nantinya.
Namun demikian, kita sebagai bangsa Indonesia semestinya harus optimis dan percaya
dengan sistem pendidikan Nasional yang telah disusun oleh pemerintah pusat. Terlebih lagi
kita sebagai pelaksana pendidikan yakni sebagai tenaga pendidik. Dalam sistem pendidikan
nasional, kita berperan sebagai model untuk menyampaikan kandungan kurikulum supaya
memperoleh hasil yang maksimal, sesuai dengan tujuan sistem pendidikan nasional. Jika kita
melihat peraturan pemerintah, telah jelas disana, kemanakah arah Sumber Daya Manusia
kedapan di siapkan. Melalui Kurikulum yang telah tersusun inilah, tujuan pendidikan
nasional akan diperoleh. Maka dri itu, kurikulum merupakan sebuah alat, dan tenaga pendidik
sebagai peraga untuk memeragakan kepada peserta didik.