Anda di halaman 1dari 57

INFEKSI MENULAR

SEKSUAL (IMS)
OLEH :
KRISHNA MURPRAYANA (1102005019)
PUTRI ULI SAKTINA (1102005056)

SMF Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin


FK Udayana/RSUP Sanglah
2015

INFEKSI MENULAR SEKSUAL

Penyakit yang ditularkan lewat hubungan


seksual vagina / penis, oral, atau anal
dengan orang yang terinfeksi

Penyebab bakteri atau virus yang menular


melalui darah, semen dan cairan vagina

Bisa melalui kulit yang terinfeksi seperti


herpes genitalis dan kondiloma akuminata

I. Afeksio Genitalis
Sifilis
Kondiloma Akuminata
Herpes Genitalis
Ulkus Molle

II.Discharge
Gonore

SIFILIS

SIFILIS

Lues venerea/ Raja Singa


Perjalanannya kronis
Menyerang semua organ tubuh
Menyerupai banyak penyakit
Punya masa laten
Dapat kambuh
Dapat ditularkan dari ibu ke janin sehingga
menimbulkan kelainan kongenital

ETIOLOGI

Treponema Pallidum
Schaudinn dan Hoffman (1905)
Spiral teratur; P: 6-15m; L: 0,15m
Pembiakan tidak dapat dilakukan di luar
badan

KLASIFIKASI
Sifilis Kongenital
Sifilis Kongenital Dini ( < 2 tahun )
Sifilis Kongenital Lanjut ( > 2 tahun )
Sifilis Kongenital Stigmata

Sifilis Acquired

Klinis : Stadium I, Stadium II, Stadium III


Epidemiologi (WHO) :
Stadium Dini Menular (<1thn) : S I,II, rekuren,
laten dini
Stadium Lanjut Tidak Menular (>1thn) : Stadium
Laten Lanjut dan S III
Sifilis Kardiovaskuler dan neurosifilis

Stadium pada sifilis


St

STADIUM DINI MENULAR


Stadium rekuren
SI
S II
2-4
mgg

1 tahun

STADIUM LANJUT TIDAK MENULAR


S III

6-8
mgg

3-10 thn

Sifilis laten dini (menular)

Keterangan :
St : sanggama tersangka

Sifilis laten lanjut (tdk menular)

GEJALA KLINIS
STADIUM I
2 - 4 minggu
Papul lentikuler erosi ulkus
Ulkus durum : bulat , soliter, indolen,
indurasi, dasar jaringan granulasi merah
bersih, dinding tidak bergaung, tidak
disertai tanda2 radang
: labia mayor, labia minor
: sulkus koronarius
KGB regional : membesar, soliter, indolen

GEJALA KLINis
Stadium

II

Mulai skitar 6-8 mg stl S I


Tdpt gejala konstitusi
Sindroma melibatkan banyak organ

oKelainan kulit menyeluruh


oPembengkakan KGB
oKondiloma lata
oLesi pd mukosa mulut
oAlopesia areata
oHepato/splenomegali
oDll.

Kelainan kulit pada Sifilis II

GEJALA KLINIS
Stadium III
Timbul 3-10 th setelah Stadium I
Menyerang kulit, mukosa, tulang, organ2

dalam
Gumma: infiltrat kronis, mengalami
perlunakan dan bersifat destruktif
Nodus : mirip gumma namun terdapat
nekrosis pada bagian tengah dan
membentuk ulkus
Sifilis Kardiovaskuler
Neurosifilis

Gumma pada SIFILIS stadium III

DIAGNOSIS
ANAMNESIS

& GAMBARAN KLINIS

MIKROSKOP

LAPANGAN GELAP

o Ambil serum dari ulkus yang telah dibersihkan.

Teteskan NaCl pada object glass (sekeliling diberi


vaselin).
SEROLOGI

( STS ) : VDRL, TPHA

o VDRL: non treponema reaktif 2-4 minggu setelah

infeksi. Pemantauan Tx.


o TPHA untuk dx.
PEMERIKSAAN

LCS

o Aware neurosifilis (px. B24)


PEMERIKSAAN

RONTGEN

PENATALAKSANAAN
SIFILIS DINI (primer, sekunder)
Benzatin Penisilin 2,4 jt IU I.M dosis tunggal
Prokain Penisilin G 0,6 jt IU I.M 1x/hr~10hr
Eritromisin
Doxycyclin

stearat 4x500mg p.o/hr~1 bulan

2x100mg (1bulan)

SIFILIS LANJUT (primer,sekunder laten lanjut


(>1thn), laten dini (<1thn)
Benzatin Penisilin 2,4 jt IU I.M 1x/mg ~3mg
Laten dini 1x
Laten lanjut 3x

Prokain Penisilin G 0,6 jt IU im 1x/hr~20hr


Tetrasiklin 4x500mg p.o/hr~30 hr
Eritromisin stearat 4x500mg p.o/hr~30hr

SIFILIS KONGENITAL
Prokain Penisilin G 50.000 IU/kg BB, I.M
1x/hr~10hr

KONDILOMA
AKUMINATA

KONDILOMA AKUMINATA

Kondiloma Akuminata adalah tumor pada genitalia


yang bersifat lunak seperti jengger ayam dan
tidak bersifat nyeri

Kutil anogenital yang disebabkan oleh infeksi


Human Papilloma virus (HPV). Kutil berupa papul
atau nodul epidermis dengan permukaan verukosa
yang dapat mengenai perineum, genitalia, lipat
paha dan anus

ETIOLOGI

Penyebab dari penyakit ini adalah Human


Papilloma Virus (HPV)
1. HPV tipe 6 dan 11 menimbulkan lesi
dengan pertumbuhan (jengger ayam)
2. HPV tipe 16, 18 dan 31 menimbulkan lesi
yang datar (flat)
3. HPV tipe 16 dan 18 dihubungkan dengan
karsinoma genital

PATOFISIOLOGI

Human Papilloma Virus (HPV) masuk melalui


lapisan basal epidermis kulit.
Masuk
melalui
kulit
dan
menyebabkan
mikroabrasi pada mukosa
Saat masa laten, terdapat perkembangan virus
DNA, kapsid, dan juga partikel tetapi belum
terdapat gejala sampai beberapa bulan-tahun
Akhirnya sel host menjadi terinfeksi dan terdapat
perubahan morfologi yang atipikal koliosistosi
kondiloma akuminata

GEJALA KLINIS

Papul atau tumor, dapat soliter atau multipel


dengan permukaan yang verukous atau
seperti jengger ayam.
Predileksi umumnya di daerah seperti meatus
uretra, skrotum, penis, serviks, vagina, anus,
perianus, lipat inguinal, rongga mulut.
Dapat pula disertai pruritus anogenital, nyeri,
dan rasa terbakar.

DIAGNOSIS

Gejala dan pemeriksaan fisik: papul


verukous, bersifat lunak dan tidak nyeri
Test acetowhite menggunakan asam asetat
3-5 %
Histopatologi
Polimerase Chain Reaction (PCR)

PENATALAKSANAAN

Bedah listrik
Tingtur dengan tinctura podofilin 10-25 %
Tingtur trichlor acetic acid 50%
Bedah beku (N2O liquid)
Injeksi Intralesi dengan interferon
Pengangkatan lesi dengan cara pembedahan

HERPES GENITALIS

HERPES GENITALIS

Infeksi akut virus Herpes pada genital


E/ Herpes simpleks tipe 2 >> Herpes
simpleks tipe 1
Wanita >> daripada pria
G/ khas: vesikel bergerombol diatas kulit
eritema dan bersifat rekuren
Kecenderungan masa laten yang lama

PATOGENESIS

Umumnya melalui hubungan seksual


Virus masuk melalui kulit & mukosa sekitar
genetaliainfeksi primermasa laten (menetap
pd saraf sensoris)trigger factorinfeksi
rekuren
Dapat menyebar melalui aliran darah
Faktor pencetus: trauma, sinar ultraviolet,
perubahan temperatur, stres, imunitas yg
menurun, dan fluktuasi hormonal.

GEJALA KLINIS

Masa inkubasi 2-5 hari


Didahului rasa gatal dan panas sebelum erupsi
Pada pria: vesikel berkelompok diatas kulit
eritema/ulserasi multipel pada penis, perineum dan
anus, nyeri(+)
Pada wanita: vesikel/ulkus pada servik, vagina,
perineum dan anus, nyeri(+)
Dapat disertai panas, malaise, PKGB, disuria,
discharge
Rekurensi: gejala lebih ringan

DIAGNOSIS

Gejala klinis yang khas


Tes tzank (Pengecatan
Giemsa atau Wright)
Serologi
Imunofloresensi
Kultur

PENATALAKSANAAN

Profilaksis

Ada lesi ---> abstinensia seksual


Health education
Konseling
Pemeriksaan pada pasangan tetapnya
Menghindari faktor pencetus
Hindari hub. Seksual dg banyak pasangan

Pengobatan
Simtomatik : analgetik, antipiretik,

antibiotik, yodium povidon topikal


Spesifik: antivirus
Acyclovir 5 X 200 mg / 3x400mg (7
Hari)
Valasiklovir 2 X 500 mg (7 Hari)
Famsiklovir 3 X 500 mg (7 Hari)

ULKUS MOLE

ULKUS MOLE

Infeksi akut setempat


E/: Haemophilus ducreyiGram(-)
Ulkus nekrotik dan nyeri pada tempat
inokulasi
Supurasi KGB regional
Pria>> wanita

GEJALA KLINIS

Masa inkubasi 1-14 hari


Papulapustulapecahulkus multipel pada
daerah kontak
Sifat ulkus: bentuk cawan/tdk teratur, lunak,
ditutupi jaringan nekrotik, dinding bergaung,
halo eritematosa, autoinokulasi
50% limfadenopati regional, terfiksir, nyeri,
dan fluktuatifbubo

GEJALA KLINIS.

Tempat predileksi:
Pria: prepusium, sulkus
koronarius, frenulum, batang
penis
Wanita: Labial, klitoris,
fourchette, serviks, sekitar anus

VARIASI KLINIS
1.

U.mole folikularis : pada vulva & daerah berambut sekitar


genitalia, sangat superfisial

2.

Dwarf chancroid: sangat kecil, dasarnya tidak teratur, tepi


berdarah

3.

Transient chancroid: lesi kecil, sembuh dalam beberapa hari tp


2-3mg kemudian timbul bubo yang meradang di inguinal

4.

Papular chancroid: menyerupai kondiloma lata pada sifilis std II

5.

Giant chancroid : mula-mula ulkus kecil dan meluas satu


daerah

6.

Phagedenic chancroid: lesi kecil menjadi besar, destruktif


dengan jaringan nekrotik luas

7.

Tipe serpiginosa: ulkus jarang sembuh,dapat menetap


berbulan bulan/tahunan

KOMPLIKASI

Mixed chancre (disertai Sifilis Std I)


Fimosis dan parafimosis (lesi mengenai
preputium)
Fistula uretra
Rectovaginal fistula
Adenitis inguinal (bubo inflamatorik)
Ulkus phagedenikum (Fusoform
bacterium sp atau Bacteroides sp)

DIAGNOSIS

Gambaran klinis yg khas


Sediaan hapus dengan pengecatan Gram :
ditemukan basil berkelompok atau berderet
seperti rantai
Kultur kuman
Imunofloresensi : menemukan antibodi
Tes kulit ito-reenstierna : tidak dipakai
sekarang karena tidak spesifik
Tes autoinokulasi : tidak dipakai lagi

DIAGNOSIS

Biopsi : ditemukan hasil histopatologik,


Daerah superficial pada dasar ulkus :
neutrofil, fibrin, eritrosit, dan jaringan nekrotik
daerah tengah : pembuluh darah kapiler
berproliferasi sel endotel sehingga lumen
tersumbat dan menimbulkan trombosis.
Daerah sebelah dalam infiltrat : sel
plasma dan sel limfoid

PENGOBATAN
Pilih:
Eritomisin 4 X 500 mg selama 7 hari
Ciprofloksasin 2 X 500 mg selama 3
hari
Azitromycin 1 gr per-oral dosis tunggal
Alternatif: ceftriaxone inj 1x250mg IM

GONORE

GONORE

KELUAR DUH TUBUH DARI URETRA,

BANYAK DAN PURULEN


PENYEBAB: Neisseria gonorrhoeae
MASA INKUBASI : 1 14 HARI (2-5 HR)

GONORE
Caused by Neisseria gonorrhea, a pus producing bacteria

Up to 1 MILLION people affected each year


Teenagers (15-19) have the highest rate if infection

GONORE

PATOFISIOLOGI

Kontak dengan permukaan mukosa:


epitel kolumner, kuboid, skuamosa
Perlekatan gonokokus melalui villi
Pinositosis
Kerusakan mukosa
Leukosist pmn menginvasi jaringan
Terbentuknya abses submukosa dan
keluarnya eksudat purulen

GAMBARAN KLINIS

Wanita:
Gejala tidak spesifik, sering kencing, disuria,
duh tubuh vagina
Umumnya asimtomatik
Laki-laki:
Uretritis (paling umum)
Duh tubuh uretra
Sering kencing dan disuri

SERVISITIS
GONOKOKAL

URETRITIS GONOKOKAL

DIAGNOSIS
Wanita: anamnesis, px fisik (inspeksi
genital : tumor, pediculosis; palpasi:
pkgb; vt+inspekulo), ambil spesimen .
Sediaan basah NaCl fornix posterior
(t.Vaginalis); dinding servix (gram); duh
tubuh vagina (gram); duh tubuh vagina
(KOH); cek dengan kertas lakmus
(tempelkan
pada
dinding
vagina),
Diplococcus gram pada sediaan dari
dinding servix
Laki : KOH + gram dari oue

DIAGNOSIS
Diagnosis menggunakan 5 tahapan:
1. Pengecatan Gram, ditemukan gonokok gram (-), intra seluler
dan ekstraseluler.
2. Kultur, menggunakan 2 media,
Media Transpor (M.Stuart , M.Transgrow)
Media Pertumbuhan ( Mc Leods Chocolate Agar, Thayer
Martin,
Modified Tayer Martin Agar)
3. Tes Definitif
Tes Oksidasi : reagen oksidasi mengandung larutan tetrametilp-fenilindiamin hidroklorida 1%, semua nesseria memberi reaksi
(+), dengan perubahan warna menjadi merah muda
Tes Fermentasi: saat Tes Oksidasi +, dilanjutkan tes fermentasi
dengan
glukosa,
maltosa,
sukrosa.
Gonokok
hanya
memfermentasi glukosa

4. Tes Beta Laktamase


Menyebabkan
perubahan warna dari
kuning menjadi merah apabila terdapat
enzim beta-laktamase
5. Tes Thompson
Mengetahui
sampai
terdeput terjadi.

dimana

infeksi

KOMPLIKASI GONORE
Epididimitis
Orkitis
Bartolinitis

TERAPI
OBAT

DOSIS

DURASI

SEFIKSIM

400mg PO

1 DOSIS

LEVOFLOKSASIN

500mg PO

1 DOSIS

TIAMFENIKOL

3,5g PO

1 DOSIS

KANAMISIN

2g IM

1 DOSIS

SEFTRIAKSON

25Omg IM

1 DOSIS

GONORE KOMPLIKATA
Jika ada PID (pelvic
inflammatory disease) dan
komplikasi lainnya
Antibiotika oral selama 5 hari
Antibiotika injeksi selama 3
hari

TERIMA KASIH