Anda di halaman 1dari 23

TUGAS

GETARAN MEKANIS

Nama

: Dani Hari Setiawan

Nim

: 122110013

JURUSAN TEKNIK MESIN


FALKULTAS TEKNIK
SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI JAKARTA
2016

KATA PENGANTAR

Asalamualaikum Wr. Wb
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT atas segala
limpahan rahmat dan karunia, atas terselesaikannya Tugas Getaran
Mekanis ini walaupun masih jauh dari tarap kesempurnaan.

Dalam Tugas Getaran Mekanis ini, penulis mencoba membuat jurnal


mengenai pokok - pokok bahasan mengenai Getaran Mekanis yang
tertentu. Dalam memebuat jurnal ini penulis mengambil literatur dari
berbagai buku-buku mesin dan masukan dari teman-teman serta dosen.

Penulis hendak mengucapkan banyak terimakasih kepada Bapak


Ir.Sutomo.,MT. selaku pembimbing tugas dalam perencanaan ini, yang
telah banyak membimbing dalam penyusunan Tugas GetaraN Mekanis ini.
Serta kepada rekan-rekan mahasiswa jurusan Teknik Mesin.

Akhir kata penulis mengharapkan adanya sumbang saran yang


dapat beramanfaat bagi penulis untuk memperbaiki isi perencanaan ini.
Wasalamualaikum Wr. Wb

Jakarta, 17 Januari 2016

( Penyusun)

ABSTRAK
Abstrak
Getaran yang terjadi pada mesin-mesin biasanya menimbulkan efek yang tidak
dikehendaki; seperti ketidaknyamanan, ketidak tepatan dalam pengukuran atau
rusaknya struktur mesin. Getaran terjadi karena adanya eksitasi baik yang
berasal dari dalam maupun dari luar sistem akan tetapi efek getaran yang
ditimbulkannya sangat tergantung dari frekuensi eksitasi tersebut dan elemenelemen dari sistem getaran itu sendiri. Untuk meredam getaran yang terjadi
dapat dilakukan dengan cara memasang sistem peredam dinamik pada sistem
yang bergetar atau memasang sistem tersebut pada tumpuan yang baik sesuai
dengan frekuensi eksitasinya.
Kata kunci : peredam getaran.
Abstract
Vibration that happen on machines usually produces unexpected effect, such as
unconfortablelity and inaccuration mesurement or distruction on machines
structure. Effect of vibration due to both external or internal excitation is
influence by this frequency of excitation and elements of vibration system its
self. An effort to damped this vibration effect can be done by attach a dynamic
absorber to the system or by mounting the system on the proper suspension
according to their axcitation frequency.
Keywords : vibration damping.

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR-----------------------------------------------------------------------------------2
ABSTRAK------------------------------------------------------------------------------------------------3
DAFTAR ISI---------------------------------------------------------------------------------------------4
BAB I PENDAHULUAN------------------------------------------------------------------------------5
Latar Belakang-------------------------------------------------------------------------------------------5
Pegas dipasang Seri atau Paralel------------------------------------------------------------------------6
Sistem Derajat Kebebasan Tunggal Tak Teredam-----------------------------------------------------7
Hukum Gerak Newton-----------------------------------------------------------------------------------9
Sistem Pegas-Peredam Kejut-Massa------------------------------------------------------------------10
BAB II PEMBAHASAN-----------------------------------------------------------------------------12
Contoh Soal--------------------------------------------------------------------------------------------12
Contoh Soal--------------------------------------------------------------------------------------------13
Contoh Soal--------------------------------------------------------------------------------------------15
Contoh Soal--------------------------------------------------------------------------------------------16
Contoh Soal--------------------------------------------------------------------------------------------17
Contoh Soal--------------------------------------------------------------------------------------------18
Contoh Soal--------------------------------------------------------------------------------------------19
Contoh Soal--------------------------------------------------------------------------------------------20
Contoh Soal--------------------------------------------------------------------------------------------21

BAB I PENDAHULUAN
Latar Belakang
Getaran Mekanis, Getaran adalah gerakan bolak-balik dalam suatu interval
waktu tertentu. Getaran berhubungan dengan gerak osilasi benda dan gaya
yang berhubungan dengan gerak tersebut. Semua benda yang mempunyai
massa dan elastisitas mampu bergetar, jadi kebanyakan mesin dan struktur
rekayasa (engineering) mengalami getaran sampai derajat tertentu dan
rancangannya biasanya memerlukan pertimbangan sifat osilasinya.
Ada dua kelompok getaran yang umum yaitu :
(1). Getaran Bebas. Getaran bebas terjadi jika sistem berosilasi karena
bekerjanya gaya yang ada dalam sistem itu sendiri (inherent), dan jika ada
gaya luas yang bekerja. Sistem yang bergetar bebas akan bergerak pada satu
atau lebih frekuensi naturalnya, yang merupakan sifat sistem dinamika yang
dibentuk oleh distribusi massa dan kekuatannya. Semua sistem yang memiliki
massa dan elastisitas dapat mengalami getaran bebas atau getaran yang
terjadi tanpa rangsangan luar.

Gambar. Sistem Pegas massa dan diagram benda bebas

(2). Getaran Paksa.


Getaran paksa adalah getaran yang terjadi karena rangsangan gaya luar,
jika rangsangan tersebut berosilasi maka sistem dipaksa untuk bergetar pada
frekuensi rangsangan. Jika frekuensi rangsangan sama dengan salah satu frekuensi
natural sistem, maka akan didapat keadaan resonansi dan osilasi besar yang
berbahaya mungkin terjadi. Kerusakan pada struktur besar seperti jembatan, gedung
ataupun sayap pesawat terbang, merupakan kejadian menakutkan yang disebabkan
oleh resonansi. Jadi perhitungan frekuensi natural merupakan hal yang utama.

Pegas dipasang Seri atau Paralel


Pemasangan konstanta pegas ekivalen dari suatu sistem dapat dilakukan
melalui dua cara yaitu paralel (gambar V.5(a)) dan seri (gambar V.5(b))

Untuk dua pegas paralel, gaya P yang diperlukan untuk membuat


perpindahan pada satu sistem adalah sebesar perkalian antara perpindahan
dengan jumlah kedua konstanta pegas tersebut, sehingga besar kekakuan
pegas total adalah :

Sistem Derajat Kebebasan Tunggal Tak Teredam


Dalam getaran

dinamika

struktur,

jumlah

koordinat

bebas

(independent coordinates) diperlukan untuk menetapkan susunan atau


posisi sistem pada setiap saat, yang berhubungan dengan jumlah
derajat

kebebasan

(degree

of

fredom).

Pada

umumnya,

struktur berkesinambungan (continuous structure) mempunyai jumlah


derajat kebebasan (number of degrees of fredom) tak berhingga.
Namun

dengan

proses

idealisasi

atau

seleksi,

sebuah

model

matematis yang tepat dapat mereduksi jumlah derajat kebebasan


menjadi suatu jumlah diskrit dan untuk beberapa keadaan dapat
menjadi berderajat kebebasan tunggal.

Pada gambar V.1.

Sistem derajat kebebasan tunggal ini dapat dijelaskan secara


tepat dengan model matematis seperti pada Gambar V.2, dimana
memiliki elemen-elemen sebagai berikut :
1. Elemen massa (m), menyatakan massa dan sifat inersia dari
struktur.
2. Elemen pegas (k), menyatakan gaya balik elastis (elastic
restoring force) dan kapasitas energi potensial dari struktur.
3. Elemen redaman (c), menyatakan sifat geseran dan kehilangan
energi dari struktur.
7

4. Gaya pengaruh (F(t)), menyatakan gaya luar yang bekerja pada


sistem Struktur

Berdasarkan gambar V.4., karakteristik lengkungan (a)


menyatakan sifat dari pegas kuat(hard spring), dimana gaya
harus memberikan pengaruh lebih besar untuk suatu
perpindahan yang disyaratkan seiring dengan terdeformasinya
pegas. Sedangkan, karakteristik lengkungan (b), menyatakan sifat
pegas linear, karena deformasinya selaras (proportional) dengan
gaya dan gambar grafisnya mempunyai karakteristik garis lurus.
Konstanta keselarasan antara gaya dan perpindahan dari pegas
linier disebus konstanta pegas (spring constant), yang biasa
dinyatakan dengan k, sehingga persamaan yang menyatakan
hubungan antara gaya dan perpindahan pegas linier adalah
sebagai berikut :
8

Hukum Gerak Newton


Hubungan analitis antara perpindahan y dan waktu t,
diberikan oleh Hukum Newton. Kedua untuk gerak sebagai berikut :
F = ma
dimana :

F : gaya yang bekerja pada partikel massa m


a : resultan percepatan

Persamaan V.8 dapat ditulis dalam bentuk ekivalen, dimana


besaran komponennya menurut sumbu koordinat x, y dan z, yaitu :

Percepatan didefinisikan sebagai turunan kedua vektor posisi


terhadap
waktu,
yang berarti ketiga persamaan adalah persamaan
differensial. Persamaan Hukum Newton dapat digunakan pada benda idealis
seperti partikel yang bermassa tetapi tidak bervolume, tetapi juga dapat
digunakan pada benda berdimensi yang bergerak. Benda kaku yang bergerak
pada sebuah bidang adalah simetris terhadap bidang gerak (bidang x-z),
sehingga mengakibatkan Hukum Newton perlu dimodifikasi menjadi :

Sistem Pegas-Peredam Kejut-Massa


Sistem pegas-peredam kejut-massa dapat digambarkan sebagaimana gambar
berikut:
Pada sistem sebagaimana gambar
di atas, untuk setiap saat, gaya bersih
yang bekerja pada massa m adalah gaya
pegas, Fs (spring force) dan gaya
peredam, Fd (damping force). Gaya
pegas besarnya sebanding dengan
konstanta pegas (k) serta jarak
perpindahan (vertikal) dari posisi
keseimbangan (y), dan dirumuskan
sebagai berikut:
Fs = ky

(1)

Tanda negatif menunjukkan bahwa gaya yang terjadi akan mengembalikan


massa m ke posisi keseimbangan.
Gaya peredam dari peredam kejut dinyata-kan sebagai berikut:

Fd = c dy/dt

(2)

Di mana c adalah koefisien peredaman (damping coefficient) dan dy/dt adalah


kecepatan massa m pada arah vertikal. Tanda negatif menunjukkan bahwa
gaya peredam bekerja pada arah yang berlawanan dengan arah kecepatan
massa m.

10

Kurva dari persamaan (5), yang adalah penyelesaian


( general solution) yang menggam-barkan karakteristik sistem
pegas-peredam kejut-massa, dapat dilihat pada gambar 2 berikut.

11

BAB II PEMBAHASAN
Contoh Soal

12

Contoh Soal
Sebuah balok pada tengah bentangnya memikul sebuah mesin dengan
berat W = 1000 lb. Balok ini terbuat dari 2 profil standard S8 x 23
dengan bentang bersih L = 12 ft dan dengan momen inersia
penampang total I = 2 x 64,2 = 128,4 in4. Motor berotasi pada 300 rpm
(putaran per menit), dengan ketidakseimbangan rotornya sebesar
W=40 lb pada jari-jari e0 = 10 in. Berapa besar perpindahan statis jika
redaman liat (redaman viskous) dianggap ekivalen dengan 10%
redaman kritis.

Contoh Soal :

Tiga buah pegas disusun seri-paralel


dan di bagian bawahnya digantungi
beban seberat W seperti gambar di
bawah ini. Jika ketiga pegas tersebut
memiliki konstanta yang sama yaitu
13

200
N/m
dan
mengalami
pertambahan panjang 2 cm, maka
tentukanlah
berat
beban
yang
digantungkan.
Pembahasan Pada gambar jelas terlihat bahwa pegas 1 dan pegas 2 disusun
secara paralel kemudian disusun seri dengan pegas 3. Oleh karena itu kita dapat
menghitung konstanta pegas pengganti pada susunan paralel terlebih dahulu.
kp = k1 + k2
kp = 200 + 200
kp = 400 N/m.
1/ks = 1/kp + 1/k3
1/ks = 1/400 + 1/200
1/ks = 3/400
ks = 400/3
ks = 133,3 N/m W = F = ks L
W = 133,3 (0,02)
W = 2,6 N
Jadi gaya berat beban adalah 6 N.

14

Tentukan persamaan kesetimbangan struktur pada


gambar diatas.
Tentukan besarnya frekuensi natural struktur
tersebut

Contoh Soal

15

Contoh Soal : Sebuah bandul sederhana terdiri dari tali yang mempunyai panjang 40 cm dan
pada ujung bawah tali digantungi beban bermassa 100 gram. Jika percepatan gravitasi 10
m/s2 maka periode dan frekuensi ayunan bandul sederhana adalah
Pembahasan
Diketahui :
Panjang tali (l) = 40 cm = 0,4 meter
Percepatan gravitasi (g) = 10 m/s2
Ditanya : Periode (T) dan frekuensi (f)
Jawab :
Rumus periode bandul sederhana :
Keterangan : T = periode, l = panjang tali, g = percepatan gravitasi
Periode bandul sederhana :

Frekuensi bandul sederhana :


Cara 1 :
f = 1/T = 1/1,256 = 0,8 Hertz
Cara 2 :

1) Hitunglah panjang dawai pada jam bandul yang berdetak satu kali per detik.
Pembahasan
Diketahui :
Periode (T) = 1 sekon
Percepatan gravitasi (g) = 10 m/s2
Ditanya : Panjang dawai (l)
Jawab :
Rumus periode dawai :

16

Panjang dawai :

Contoh Soal
Sebuah benda bergetar hingga membentuk suatu
gerak harmonis dengan persamaan
y = 0,04 sin 20 t
dengan y adalah simpangan dalam satuan meter, t
adalah waktu dalam satuan sekon. Tentukan
beberapa besaran dari persamaan getaran
harmonis tersebut:
a) amplitudo
b) frekuensi
c) periode
d) simpangan maksimum
e) simpangan saat t = 1/60 sekon
f) simpangan saat sudut fasenya 45
g) sudut fase saat simpangannya 0,02 meter
Pembahasan
Pola persamaan simpangan gerak harmonik diatas
adalah
y = A sin t
= 2 f
atau
2
= _____
T
a) amplitudo atau A
y = 0,04 sin 20 t

A = 0,04 meter
b) frekuensi atau f
y = 0,04 sin 20 t

= 20
2f = 20
f = 10 Hz

c) periode atau T
T = 1/f
T = 1/10 = 0,1 s
d) simpangan maksimum atau ymaks
y = A sin t
y = ymaks sin t
y = 0,04 sin 20 t

y = ymaks sin t
ymaks = 0,04 m
(Simpangan maksimum tidak lain adalah amplitudo)
e) simpangan saat t = 1/60 sekon
y = 0,04 sin 20 t
y = 0,04 sin 20 (1/60)
y = 0,04 sin 1/3
y = 0,04 sin 60 = 0,04 1/23 = 0,02 3 m
f) simpangan saat sudut fasenya 45
y = A sin t
y = A sin
dimana adalah sudut fase, = t
y = 0,04 sin
y = 0,04 sin 45 = 0,04 (0,52) = 0,022 m
g) sudut fase saat simpangannya 0,02 meter

17

y = 0,04 sin 20 t
y = 0,04 sin
0,02 = 0,04 sin
sin = 1/2
= 30

18

Contoh Soal
Diberikan sebuah persamaan simpangan gerak harmonik
y = 0,04 sin 100 t
Tentukan:
a) persamaan kecepatan
b) kecepatan maksimum
c) persamaan percepatan
Pembahasan
a) persamaan kecepatan
Berikut berurutan rumus simpangan, kecepatan dan percepatan:
y = A sin t
= A cos t
a = 2 A sin t
Ket:
y = simpangan (m)
= kecepatan (m/s)
a = percepatan (m/s2)
Dari y = 0,04 sin 100 t
= 100 rad/s
A = 0,04 m
sehingga:
= A cos t
= (100)(0,04) cos 100 t
= 4 cos 100 t
b) kecepatan maksimum
= A cos t
= maks cos t
maks = A

= 4 cos 100 t

maks = 4 m/s
c) persamaan percepatan
a = 2 A sin t
a = (100)2 (0,04) sin 100 t
a = 400 sin 100 t

Contoh Soal
Sebuah bandul matematis memiliki panjang tali 64 cm dan beban massa sebesar 200 gram. Tentukan periode
getaran bandul matematis tersebut, gunakan percepatan gravitasi bumi g = 10 m/s2
Pembahasan
Periode ayunan sederhana:
Dari rumus periode getaran ayunan sederhana:

Sehingga:

Catatan:
Massa beban tidak mempengaruhi periode atau frekuensi dari ayunan sederhana (bandul matematis, conis).
Contoh
Dua buah pegas identik dengan kostanta masing-masing sebesar 200 N/m disusun seri seperti terlihat pada
gambar berikut.

Beban m sebesar 2 kg digantungkan pada ujung bawah pegas. Tentukan periode sistem pegas tersebut!
Pembahasan
Gabungkan konstanta kedua pegas dengan susunan seri:

Contoh Soal
Sebuah benda yang massanya 200 gram bergetar harmonik dengan periode 0,2
sekon dan amplitudo 2 cm. Tentukan :
a) besar energi kinetik saat simpangannya 1 cm
b) besar energi potensial saat simpangannya 1 cm
c) besar energi total
Pembahasan

Data dari soal:


m = 200 g = 0,2 kg
T = 0,2 s f = 5 Hz
A = 2 cm = 0,02 m = 2 x 10-2 m
a) besar energi kinetik saat simpangannya 1 cm
y = 1 cm = 0,01 m = 10-2 m
Ek = ....

b) besar energi potensial saat simpangannya 1 cm

c) besar energi total

Contoh Soal
Ayunan sederhana dengan panjang tali L = 0,4 m pada sebuah dinding seperti gambar berikut.

Jika percepatan gravitasi bumi 10 m/s2 perkirakan periode ayunan!


Pembahasan
Periode ayunan adalah setengah dari periode saat panjang tali sebesar L ditambah dengan setengah periode
ayunan saat panjang tali sebesar 1/2 L

Sehingga