Anda di halaman 1dari 30

KISI-KISI DAN PREDIKSI MATERI SOAL

UJI KOMPETENSI AWAL


SERTIFIKASI GURU KELAS SD
(RUDI, S.Pd) www.bloggurudarirumpin.blogspot.com
PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA
1.1.1

Menganalisis karakteristik perkembangan bahasa anak usia SD


Karakteristik perkembangan bahasa anak usia SD (6 10 tahun), meliputi tahapan dimana
siswa sudah bisa menggunakan kalimat panjang, lengkap dan benar. Disamping itu siswa
pada usia itu sudah mampu menggunkan kata sifat, bahkan sudah memahami kata-kata
yang sebelumnya tidak jelas baginya.
1.1.2
Memilih materi ajar aspek membaca di kelas rendah SD.
Materi ajar membaca bagi siswa kelas redah (Kelas I II) diawali dengan teknik membaca
nyaring, yang diistilahkan dengan pengajaran membaca permulaan. Fokus dari membaca
permulaan adalah siswa mampu memindai lambing-lambang nahasa tulis dengan pelafalan
memindai dan memaknai lambing-lambang bahasa tulis.
1.1.3
Memilih materi ajar aspek menulis di kelas tinggi SD.
Pada kelas tinggi, materi ajar asfek menulis diarahkan untuk membentuk kemampuan
komunikasi tulis. Keterpaduan asfek pengetahuan (schemata) dengan asfek kebahasaan
diolah melalui mekanisme psikofisik dan strategi produktif untuk menghasilkan tulisan yang
sesuai dengan konteks. Strategi produktif dalam hal ini adalah kemampuan mental untuk
mengimplementasikan kebahasaan dengan pengetahuan tentang dunia (schemata) dalam
kontek penggunaan bahasa (tulis).
1.2.1 Memilih berbagai metode pembelajaran menulis permulaan yang dapat
mengembangkan kemampuan dan kegemaran menulis siswa.
Metode pembelajaran membaca permulaan di kelas rendah SD difokuskan pada metode
pembelajaran membaca tekniks. Membaca teknis adalah membaca nyaring . Teknik
pelaksanaan pengajarannya adalah vokalisasi atau menyuarakan bahan bacaan.
1.2.2 Merancang berbagai kegiatan menulis di kelas tinggi yang dapat meningkatkan
kemampuan menulis dan berpikir siswa.
Beberapa rancangan kegiatan menulis di kelas tinggi yang dapat meningkatkan
kemampuan menulis dan berfikir siswa, adalah :
1.
Model pembelajaran Citra 1 (Cari Ide Tulisan Tanpa Ragu)
Model pembelajaran ditunjukan untuk meningkatkan keterampilan siswa menuliskan
idea atau kata-kata kunci dalam kegiatan curah pendapat.
2.
Model pembelajaran Citra 2
Model pembelajaran ditunjukan untuk meningkatkan keterampilan siswa menuliskan
idea atau kata-kata kunci atau frase yang berkaitan dengan suatu tofik dalam table.
3.
Model pembelajaran Citra 3
4.
Model pembelajaran ditunjukan untuk meningkatkan keterampilan siswa menuliskan
idea atau kata-kata kunci atau frase yang berkaitan dengan suatu tofik dalam diagram
5.
Model pembelajaran citra 4
Model ini ditunjukan untuk meningkatkan keterampilan siswa menuliskan tanggapan
(repons) singkat dalam bentuk tulisan terhadap suatu fenomena atau suatu hal
6.
Model pembelajaran citra 5
Ditujukan untukmeningkatkan keterampilan siswa menulis sebuah tofik dalam
paragraph.
7.
Model pembelajaran menulis proses
Difokuskan untuk pembelajaran menulis informal.

1.2.3 Memperjelas perencanaan dan pelaksanaan penilaian dan evaluasi dalam


pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia.
Dalam perencanaan dan pelaksanaan penilaian dan evaluasi dalam pembelajaran bahasa
Indonesia dan Sastra perlu memperhatikan, beberapa hal :
1.
Ranah kognitif
Paktor ingatan
Paktor pemahaman
Paktor penerapan
Paktor analisis
Paktor sintesis
Paktor penilaian
2.
Ranah afektif
Ada dua hal yang perlu dinilai dalam ranah afektif yaitu kompetensi afektif dan
kompetensi sikaf serta minat siswa terhadap proses pembelajaran dan mata pelajaran
3.
Ranah psikomotor
Dalam ranah ini aspek yang dinilai melipui gerakan awal dan gerakan rutin, yang
meliputi :
a)
Kemampuan siswa menggerakan anggota badan
b) Kemampuan siswa menggerakan semi rutin, yaitu kemampuan menirukan gerakan
yang melibatkan seluruh anggota badan
c)
Kemampuangerakan rutin, yaitu kemampuan menggerakan seluruh anggota badan
menyeluruh dengan sempurnah dan sampai pada tingkatan otomatis.
1.3.1

Merumuskan hakikat (pengertian, tujuan, jenis, dan manfaat) membaca, dan menulis
1.
Membaca
a.
Pengertian membeca
Membaca merupakan keterampilan berbahasa yang berhubungan dengan
keterampilan berbahasa yang lain. Membaca merupakan suatu proses aktif yang
bertujuan dan memerlukan strategi.
b.
Tujuan membaca
Rivers dan Temperly (1978) mengajukan tujuh tujuan utama dalam membaca
yaitu:
a. Memperoleh informasi untuk suatu tujuan atau merasa penasaran tentang
suatu topik.
b. Memperoleh berbagai petunjuk tentang cara melakukan suatu tugas bagi
pekerjaan atau kehidupan sehari-hari (misalnya, mengetahui cara kerja
alatalat rumah tangga).
c. Berakting dalam sebuah drama, bermain game, menyelesaikan teka-teki.
d. Berhubungan dengan teman-teman dengan surat-menyurat atau untuk
memahami surat-surat bisnis.
e. Mengetahui kapan dan di mana sesuatu akan terjadi atau apa yang tersedia.
f. Mengetahui apa yang sedang terjadi atau telah terjadi (sebagaimana
dilaporkan dalam koran, majalah, laporan).
g. Memperoleh kesenangan atau hiburan.
c.
Jenis-jenis membaca
Menurut Tarigan (1985:1113) jenis-jenis membaca ada dua macam, yaitu: 1)
membaca nyaring, dan 2) membaca dalam hati. Membaca dalam hati terdiri atas:
(a) membaca ekstensif, yang dibagi lagi menjadi: membaca survey, membaca
sekilas, dan membaca dangkal, dan (b) membaca intensif, yang terdiri dari:
membaca telaah isi dan membaca telaah bahasa

d.

Manfaat membaca adalah untuk mendapatkan inormasi tentang hal-hal yang


dibutuhkan dan dimnati
2.
Menulis
1.
Pengetian menulis
Menurut Jago Tarigan ( 1995: 117) menulis berarti mengekpreikan secara tertulis
gagasan, ide, pendapat, atau pikiran dan perasaan.
2.
Tujuan menulis
a. Menginformasikan segala sesuatu, baik itu fakta, data maupun
peristiwatermasuk pendapat dan pandangan terhadap fakta, data dan peristiwa
agakhalayak pembaca memperoleh pengetahuan dan pemahaman bartentang
berbagai hal yangdapat maupun yang terjadi di muka bumi ini.
b. Membujuk; melalui tulisan seorang penulis mengharapkan pula pembadapat
menentukan sikap, apakah menyetujui atau mendukung yadikemukakan. Penulis
harus mampu membujuk dan meyakinkan pembadengan menggunakan gaya
bahasa yang persuasif. Oleh karena itu, persuasi dari sebuah tulisan akan
dapat menghasilkan apabila penumampu menyajikan dengan gaya bahasa yang
menarik, akrab, bersahabat,dan mudah dicerna.
c. Mendidik adalah salah satu tujuan dari komunikasi melalui tulisan.
Melalumembaca hasil tulisan wawasan pengetahuan seseorang akan
terusbertambah, kecerdasan terus diasah, yang pada akhirnya akamenentukan
perilaku seseorang. Orang-orang yang berpemisalnya, cenderung lebih
terbuka dan penuh toleransi, lebih menghargapendapat orang lain, dan tentu
saja cenderung lebih rasional.
d. Menghibur; fungsi dan tujuan menghibur dalam komunikasi, buka monopoli
media massa, radio, televisi, namun media cetak dapat pula berperan dalam
menghibur khalayak pembacanya. Tulisan-tulisan atau bacaan-bacaan
ringan yang kaya dengan anekdot, cerita dan pengalaman lucu bisa pula
menjadi bacaan penglipur lara atau untuk melepaskan ketegangan setelah
seharian sibuk beraktifitas.
3.
Jenis-jenis menulis
Keterampilan menulis dapat kita klasifikasikan berdasarkan dua sudut pandang
yang berbeda. Sudut pandang tersebut adalah kegiatan atau aktivitas dalam
melaksanakan keterampilan menulis dan hasil dari produk menulis itu. Klasifikasi
keterampilan menulis berdasarkan sudut pandang kedua menghasilkan
pembagian produk menulis atau empat kategori, yaitu; karangan narasi,
eksposisi, deskripsi, dan argumentasi. Di berikut ini akan dijelaskan satu persatu.
4.
Manfaat menulis
Dapat menyampaikan ide, gagasan, saran, motivasi, bujukan dan sebagainya
kepada orang lain secara luas dan langsung.
1.3.2 Menemukanberbentuk isi atau pesan pokok wacana lisan monolog dan dialog dalam
kehidupan sehari-hari, seperti berita, pidato.
Biasanya soal benbentuk, penggalan isi berita atau pidato, dan kita dihadapkan pada
pilihan isi atau pesan dari penggalan pidato tersebut.
1.3.3

1.3.4

Menemukan isi atau pesan pokok dalam wacana naratif seperti cerita rakyat, puisi.
Bentuk soal, menyajikan penggalan cerita rakyat, atau puisi kemudian kita dihadapkan
pada pilihan menentukan isi atau pesan dari penggelan cerita atau puisi tersebut.
Membandingkan berbagai jenis wacana bahasa Indonesia (deskripsi dan narasi,).

Bentuk soal, disajikan dua atau lebih penggalan wanaca berbentuk narasi atau deskrifsi,
kita diminta untuk membandingkan wacana-wacana tersebut, bisa dari isinya, cara
penulisannya, idea pokoknya, dsb.
1.3.5

Menyusun berbagai bentuk/jenis tulisan surat.


Ada dua bentuk jenis surat, yaitu :
1.
Surat pribadi (surat dari pribadi untuk orang lain yang yang sifatnya pribadi)
2.
Surat dinas (surat yang dikeluarkan oleh lembaga, atau pimpinan lembaga untuk
pihak lain, bisa lembaga lain, bawahan atau intansi lain, yang berisi tentang informasi
kedinasan.

1.4.1

Menganalisis unsur intrinksik dan ekstrinsik, struktur, dan ciri-ciri karya sastra
1.
Unsur instrinsik pada karya sastra adalah unsure yang terkandung didalam karya
sastra itu sendiri, yang meliputi; tema, amanat, alur, watak, latar dan sudut pandang.
2.
Unsur ekstrinsik adalah unsure-unsur di luar karya sastra pembentuk karya sastra,
meliputi; latar belakang pengarang dan keadaan social bidaya saat penulisan karya
sastra tersebut.
3.
Struktur karya sastra meliputi unsure fiksi dan keindahan baik bahasa maupun isinya.
4.
Ciri karya sastra; isinya berbentuk khayalan, ditulis dengan bahasa yang indah,
menarik dan dapat mempengaruhi emosi pembacanya.

1.4.2

Menyusun langkah-langkah membuat parafrase puisi ke prosa.


Langkah-langkah bagaimana cara mengubah sebuah puisi ke dalam bentuk prosa tanpa
mengubah makna dari puisi tersebut. Caranya sebagai berikut;
1.
Bacalah puisi berkali-kali hingga paham akan isinya.
2.
Tambahkan kata-kata atau tanda baca-tanda baca yang sengaja dihilangkan
penyairnya. Ingat, penambahan kata-kata atau tanda baca harus sesuai dengan
pemahamanmu terhadap isi puisi. Penambahan kata-kata atau tanda baca ditulis
dalam tanda kurung.
3.
Ubahlah puisi (beserta kata-kata dan tanda baca yang telah kamu tambahkan tadi)
ke dalam bentuk prosa.

1.4.3

Menilai prosa
Ada tiga cara penilaian karya prosa, yaitu :
a)
Teknik penyekoran holistic ( Penilaian berdasarkan kesan secara keseluruhan dari
sebuah karya sastra.
b)
Teknik penyekoran analitik ( Penyekoran berdasarkan pada komponen-komponen
pembentuk karya prosa dengan melakukan penghitungan secara rici, meliputi; judul,
gagasan, dll)
c)
Teknik penyekoran terhadap unsur-unsur yang diutamakan (Teknik penilaian
keseluruhan karya prosa yang diutmakan pada unsure-unsur utama pembentuk
karangan, misalkan komponen struktur, kosa kata, gaya, isi, atau organisasi.

1.4.4

Mengapresiasi drama.
Drama adalah salah satu genre sastra yang berada pada dua dunia seni, yaitu
seni sastra dan seni pertunjukan atau teater. Orang yang melihat drama sebagai seni sastra
menunjukkan perhatiannya pada seni tulis teks drama yang dinamakan juga dengan seni
lakon. Teknik penulisan teks drama berbeda dengan teknik penulisan puisi atau prosa.

Orang yang menganggap drama sebagai seni pertunjukan (teater) fokus perhatiannya
ditujukan pada pertunjukannya atau pementasannya, tidak semata pada teksnya saja. Teks
sastra menurut pandangan mereka hanyalah bagian dari seni pertunjukan yang harus
berpadu dengan unsur lainnya, yaitu: gerak, suara, bunyi, musik, dan rupa.
http://edukasi.kompasiana.com/2012/02/21/prediksi-materi-soal-bahasa-indonesia-uji-kompetensiawal-sertifikasi-guru-tahun-2012/

Prosa
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Belum Diperiksa
Langsung ke: navigasi, cari
Prosa adalah suatu jenis tulisan yang dibedakan dengan puisi karena variasi ritme (rhythm) yang
dimilikinya lebih besar, serta bahasanya yang lebih sesuai dengan arti leksikalnya. Kata prosa
berasal dari bahasa Latin "prosa" yang artinya "terus terang". Jenis tulisan prosa biasanya
digunakan untuk mendeskripsikan suatu fakta atau ide. Karenanya, prosa dapat digunakan untuk
surat kabar, majalah, novel, ensiklopedia, surat, serta berbagai jenis media lainnya.prosa juga
dibagi dalam dua bagian,yaitu prosa lama dan prosa baru,prosa lama adalah prosa bahasa
indonesia yang belum terpengaruhi budaya barat,dan prosa baru ialah prosa yang dikarang bebas
tanpa aturan apa pun.
Jenis-jenis prosa
Prosa biasanya dibagi menjadi empat jenis:

Prosa naratif
Prosa deskriptif

Prosa eksposisi

Prosa argumentatif

Prosa Lama
Prosa lama merupakan karya sastra yang belum mendapat pengaruh dari sastra atau kebudayaan
barat. Karya sastra prosa lama yang mula-mula timbul disampaikan secara lisan, disebabkan
karena belum dikenalnya bentuk tulisan. Setelah agama dan kebudayaan Islam masuk ke
indonesia, masyarakat menjadi akrab dengan tulisan, bentuk tulisan pun mulai banyak dikenal.
Sejak itulah sastra tulisan mulai dikenal dan sejak itu pulalah babak-babak sastra pertama dalam
rentetan sastra indonesia mulai ada. Adapun bentuk-bentuk sastra prosa lama adalah :
Hikayat
Hikayat, berasal dari India dan Arab, berisikan cerita kehidupan para dewi, peri, pangeran, putri
kerajaan, serta raja-raja yang memiliki kekuatan gaib. Kesaktian dan kekuatan luar biasa yang
dimiliki seseorang, yang diceritakan dalam hikayat kadang tidak masuk akal. Namun dalam

hikayat banyak mengambil tokoh-tokoh dalam sejarah. Contoh : Hikayat Hang Tuah, Kabayan, si
Pitung, Hikayat si Miskin, Hikayat Indra Bangsawan, Hikayat Panji Semirang, Hikayat Raja
Budiman. aduuuh
Sejarah
Sejarah (tambo), adalah salah satu bentuk prosa lama yang isi ceritanya diambil dari suatu
peristiwa sejarah. Cerita yang diungkapkan dalam sejarah bisa dibuktikan dengan fakta. Selain
berisikan peristiwa sejarah, juga berisikan silsilah raja-raja. Sejarah yang berisikan silsilah raja ini
ditulis oleh para sastrawan masyarakat lama. Contoh : Sejarah Melayu karya datuk Bendahara
Paduka Raja alias Tun Sri Lanang yang ditulis tahun 1612.
Kisah
Kisah, adalah cerita tentang cerita perjalanan atau pelayaran seseorang dari suatu tempat ke tempat
lain. Contoh : Kisah Perjalanan Abdullah ke Negeri Kelantan, Kisah Abdullah ke Jedah.
Dongeng
Dongeng, adalah suatu cerita yang bersifat khayal. Dongeng sendiri banyak ragamnya, yaitu
sebagai berikut :

Fabel, adalah cerita lama yang menokohkan binatang sebagai lambang pengajaran moral
(biasa pula disebut sebagai cerita binatang). Contoh : Kancil dengan Buaya, Kancil dengan
Harimau, Hikayat Pelanduk Jenaka, Kancil dengan Lembu, Burung Gagak dan Serigala,
Burung bangau dengan Ketam, Siput dan Burung Centawi, dan lain-lain.
Mite (mitos), adalah cerita-cerita yang berhubungan dengan kepercayaan terhadap sesuatu
benda atau hal yang dipercayai mempunyai kekuatan gaib. Contoh : Nyai Roro Kidul, Ki
Ageng Selo, Dongeng tentang Gerhana, Dongeng tentang Terjadinya Padi, Harimau JadiJadian, Puntianak, Kelambai, dan lain-lain.

Legenda, adalah cerita lama yang mengisahkan tentang riwayat terjadinya suatu tempat atau
wilayah. Contoh : Legenda Banyuwangi, Tangkuban Perahu, dan lain-lain.

Sage, adalah cerita lama yang berhubungan dengan sejarah, yang menceritakan keberanian,
kepahlawanan, kesaktian dan keajaiban seseorang. Contoh : Calon Arang, Ciung Wanara,
Airlangga, Panji, Smaradahana, dan lain-lain.

Parabel, adalah cerita rekaan yang menggambarkan sikap moral atau keagamaan dengan
menggunakan ibarat atau perbandingan. Contoh : Kisah Para Nabi, Hikayat Bayan
Budiman, Bhagawagita, dan lain-lain.

Dongeng jenaka, adalah cerita tentang tingkah laku orang bodoh, malas atau cerdik dan
masing-masing dilukiskan secara humor.

Contoh : Pak Pandir, Lebai Malang, Pak Belalang, Abu Nawas, dan lain-lain.
Cerita Berbingkai
Cerita berbingkai, adalah cerita yang didalamnya terdapat cerita lagi yang dituturkan oleh pelakupelakunya. Contoh : Seribu Satu Malam.

Bentuk-bentuk prosa baru


Prosa baru adalah karangan prosa yang timbul setelah mendapat pengaruh sastra atau budaya
Barat. Bentuk-bentuk prosa baru adalah sebagai berikut:
Roman
Roman adalah bentuk prosa baru yang mengisahkan kehidupan pelaku utamanya dengan segala
suka dukanya. Dalam roman, pelaku utamanya sering diceritakan mulai dari masa kanak-kanak
sampai dewasa atau bahkan sampai meninggal dunia. Roman mengungkap adat atau aspek
kehidupan suatu masyarakat secara mendetail dan menyeluruh, alur bercabang-cabang, banyak
digresi (pelanturan). Roman terbentuk dari pengembangan atas seluruh segi kehidupan pelaku
dalam cerita tersebut.
Berdasarkan kandungan isinya, roman dibedakan atas beberapa macam, antara lain sebagai
berikut:

Roman transendensi, yang di dalamnya terselip maksud tertentu, atau yang mengandung
pandangan hidup yang dapat dipetik oleh pembaca untuk kebaikan. Contoh: Layar
Terkembang oleh Sutan Takdir Alisyahbana, Salah Asuhan oleh Abdul Muis, Darah Muda
oleh Adinegoro.
Roman sosial adalah roman yang memberikan gambaran tentang keadaan masyarakat.
Biasanya yang dilukiskan mengenai keburukan-keburukan masyarakat yang bersangkutan.
Contoh: Sengsara Membawa Nikmat oleh Tulis St. Sati, Neraka Dunia oleh Adinegoro.

Roman sejarah yaitu roman yang isinya dijalin berdasarkan fakta historis, peristiwaperistiwa sejarah, atau kehidupan seorang tokoh dalam sejarah. Contoh: Hulubalang Raja
oleh Nur St. Iskandar, Tambera oleh Utuy Tatang Sontani, Surapati oleh Abdul Muis.

Roman psikologis yaitu roman yang lebih menekankan gambaran kejiwaan yang mendasari
segala tindak dan perilaku tokoh utamanya. Contoh: Atheis oleh Achdiat Kartamiharja,
Katak Hendak Menjadi Lembu oleh Nur St. Iskandar, Belenggu oleh Armijn Pane.

Roman detektif merupakan roman yang isinya berkaitan dengan kriminalitas. Dalam roman
ini yang sering menjadi pelaku utamanya seorang agen polisi yang tugasnya membongkar
berbagai kasus kejahatan. Contoh: Mencari Pencuri Anak Perawan oleh Suman HS,
Percobaan Seria oleh Suman HS, Kasih Tak Terlerai oleh Suman HS.

Novel
Novel berasal dari Italia. yaitu novella berita. Novel adalah bentuk prosa baru yang melukiskan
sebagian kehidupan pelaku utamanya yang terpenting, paling menarik, dan yang mengandung
konflik. Konflik atau pergulatan jiwa tersebut mengakibatkan perobahan nasib pelaku. lika roman
condong pada idealisme, novel pada realisme. Biasanya novel lebih pendek daripada roman dan
lebih panjang dari cerpen. Contoh: Ave Maria oleh Idrus, Keluarga Gerilya oleh Pramoedya
Ananta Toer, Perburuan oleh Pramoedya Ananta Toer, Ziarah oleh Iwan Simatupang, Surabaya
oleh Idrus.
Cerpen

Cerpen adalah bentuk prosa baru yang menceritakam sebagian kecil dari kehidupan pelakunya
yang terpenting dan paling menarik. Di dalam cerpen boleh ada konflik atau pertikaian, akan telapi
hat itu tidak menyebabkan perubahan nasib pelakunya. Contoh: Radio Masyarakat oleh Rosihan
Anwar, Bola Lampu oleh Asrul Sani, Teman Duduk oleh Moh. Kosim, Wajah yang Bembah oleh
Trisno Sumarjo, Robohnya Surau Kami oleh A.A. Navis.
Riwayat
Riwayat (biografi), adalah suatu karangan prosa yang berisi pengalaman-pengalaman hidup
pengarang sendiri (otobiografi) atau bisa juga pengalaman hidup orang lain sejak kecil hingga
dewasa atau bahkan sampai meninggal dunia. Contoh: Soeharto Anak Desa, Prof. Dr. B.I Habibie,
Ki Hajar Dewantara.
Kritik
Kritik adalah karya yang menguraikan pertimbangan baik-buruk suatu hasil karya dengan
memberi alasan-alasan tentang isi dan bentuk dengan kriteria tertentu yang sifatnya objektif dan
menghakimi.
Resensi
Resensi adalah pembicaraan / pertimbangan / ulasan suatu karya (buku, film, drama, dll.). Isinya
bersifat memaparkan agar pembaca mengetahui karya tersebut dari berbagai aspek seperti tema,
alur, perwatakan, dialog, dll, sering juga disertai dengan penilaian dan saran tentang perlu tidaknya
karya tersebut dibaca atau dinikmati.
Esai
Esai adalah ulasan / kupasan suatu masalah secara sepintas lalu berdasarkan pandangan pribadi
penulisnya. Isinya bisa berupa hikmah hidup, tanggapan, renungan, ataupun komentar tentang
budaya, seni, fenomena sosial, politik, pementasan drama, film, dll. menurut selera pribadi penulis
sehingga bersifat sangat subjektif atau sangat pribadi.
Tanda Titik ( . )
1. Tanda titik dipakai pada akhir kalimat yang bukan pertanyaan
Contoh:
Saya
suka
makan
Apabila dilanjutkan dengan kalimat baru, harus diberi jarak satu ketukan.
2.
Tanda
Contoh:

titik

dipakai

pada

ditulis

lengkap,

akhir

singkatan

tanda

titik

atau

nama

seruan.
nasi.

orang.

Irwan S. Gatot
George W. Bush

Apabila
nama
itu
Contoh: Anthony Tumiwa

tidak

dipergunakan.

3. Tanda titik dipakai pada akhir singkatan gelar, jabatan, pangkat, dan sapaan.
Contoh:

Dr. (doktor)
S.E. (sarjana ekonomi)

Kol. (kolonel)

Bpk. (bapak)

4. Tanda titik dipakai pada singkatan kata atau ungkapan yang sudah sangat umum. Pada
singkatan yang terdiri atas tiga huruf atau lebih hanya dipakai satu tanda titik.
Contoh:

dll. (dan lain-lain)


dsb. (dan sebagainya)

tgl. (tanggal)

hlm. (halaman)

5. Tanda titik dipakai untuk memisahkan angka jam, menit, dan detik yang menunjukkan waktu
atau
jangka
waktu.
Contoh:

Pukul 7.10.12 (pukul 7 lewat 10 menit 12 detik)


0.20.30 jam (20 menit, 30 detik)

6. Tanda titik dipakai untuk memisahkan


Contoh: Kota kecil itu berpenduduk 51.156 orang.

bilangan

ribuan

atau

kelipatannya.

7. Tanda titik tidak dipakai untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya yang tidak
menunjukkan
jumlah.
Contoh:

Nama Ivan terdapat pada halaman 1210 dan dicetak tebal.


Nomor Giro 033983 telah saya berikan kepada Mamat.

8. Tanda titik tidak dipakai dalam singkatan nama resmi lembaga pemerintah dan ketatanegaraan,
badan atau organisasi, serta nama dokumen resmi maupun di dalam akronim yang sudah diterima
oleh
masyarakat.
Contoh:

DPR (Dewan Perwakilan Rakyat)


SMA (Sekolah Menengah Atas)

PT (Perseroan Terbatas)

WHO (World Health Organization)

UUD (Undang-Undang Dasar)

SIM (Surat Izin Mengemudi)

Bappenas (Badan Perencanaan Pembangunan Nasional)

rapim (rapat pimpinan)

9. Tanda titik tidak dipakai dalam singkatan lambang kimia, satuan ukuran, takaran, timbangan,
dan
mata
uang.
contoh:

Cu (tembaga)
52 cm

l (liter)

Rp350,00

10. Tanda titik tidak dipakai pada akhir judul yang merupakan kepala karangan, atau kepala
ilustrasi,
tabel,
dan
sebagainya.
contoh:

Latar Belakang Pembentukan


Sistem Acara

Lihat Pula

Tanda Koma (,)


1. Tanda koma dipakai di antara unsur-unsur dalam suatu pemerincian atau pembilangan.
Contoh:
Saya
menjual
baju,
celana,
dan
topi.
Contoh penggunaan yang salah: Saya membeli udang, kepiting dan ikan.
2. Tanda koma dipakai untuk memisahkan kalimat setara yang satu dari kalimat setara yang
berikutnya,
yang
didahului
oleh
kata
seperti,
tetapi,
dan
melainkan.
Contoh: Saya bergabung dengan Wikipedia, tetapi tidak aktif.
3a. Tanda koma dipakai untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat apabila anak kalimat
tersebut
mendahului
induk
kalimatnya.
Contoh:

Kalau hari hujan, saya tidak akan datang.


Karena sibuk, ia lupa akan janjinya.

3b. Tanda koma tidak dipakai untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat apabila anak
kalimat
tersebut
mengiringi
induk
kalimat.
Contoh: Saya tidak akan datang kalau hari hujan.
4. Tanda koma dipakai di belakang kata atau ungkapan penghubung antara kalimat yang terdapat
pada awal kalimat. Termasuk di dalamnya oleh karena itu, jadi, lagi pula, meskipun begitu, akan
tetapi.
Contoh:

Oleh karena itu, kamu harus datang.


Jadi, saya tidak jadi datang.

5. Tanda koma dipakai di belakang kata-kata seperti o, ya, wah, aduh, kasihan, yang terdapat pada
awal
kalimat.
contoh:

O, begitu.
Wah, bukan main.

6. Tanda koma dipakai untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain dalam kalimat.
Contoh: Kata adik, Saya sedih sekali.
7. Tanda koma dipakai di antara (i) nama dan alamat, (ii) bagian-bagian alamat, (iii) tempat dan
tanggal, dan (iv) nama tempat dan wilayah atau negeri yang ditulis berurutan.
Contoh:

Medan, 18 Juni 1984


Medan, Indonesia.

8. Tanda koma dipakai untuk menceraikan bagian nama yang dibalik susunannya dalam daftar
pustaka.
Contoh: Lanin, Ivan, 1999. Cara Penggunaan Wikipedia. Jilid 5 dan 6. Jakarta: PT Wikipedia
Indonesia.
9.
Tanda
koma
dipakai
di
antara
bagian-bagian
dalam
catatan
kaki.
Contoh: I. Gatot, Bahasa Indonesia untuk Wikipedia. (Bandung: UP Indonesia, 1990), hlm. 22.
10. Tanda koma dipakai di antara nama orang dan gelar akademik yang mengikutinya untuk
membedakannya
dari
singkatan
nama
diri,
keluarga,
atau
marga.
contoh: Rinto Jiang, S.E.
11. Tanda koma dipakai di muka angka persepuluhan atau di antara rupiah dan sen yang
dinyatakan
dengan
angka.
Contoh:

33,5 m
Rp10,50

12. Tanda koma dipakai untuk mengapit keterangan tambahan yang sifatnya tidak membatasi.
Contoh: pengurus Wikipedia favorit saya, Borgx, pandai sekali.
13. Tanda koma dipakai untuk menghindari salah baca di belakang keterangan yang terdapat pada
awal
kalimat.
Contoh: Dalam pembinaan dan pengembangan bahasa, kita memerlukan sikap yang bersungguhsungguh.
Bandingkan dengan: Kita memerlukan sikap yang bersungguh-sungguh dalam pembinaan dan
pengembangan bahasa.
14. Tanda koma tidak dipakai untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain yang
mengiringinya dalam kalimat jika petikan langsung itu berakhir dengan tanda tanya atau tanda
seru.
contoh: Di mana Rex tinggal? tanya Stepheen.

Tanda Titik Koma (;)


1. Tanda titik koma dapat dipakai untuk memisahkan bagian-bagian kalimat yang sejenis dan
setara.
Contoh: Malam makin larut; kami belum selesai juga.
2. Tanda titik koma dapat dipakai untuk memisahkan kalimat yang setara di dalam suatu kalimat
majemuk
sebagai
pengganti
kata
penghubung.
Contoh: Ayah mengurus tanamannya di kebun; ibu sibuk bekerja di dapur; adik menghafalkan
nama-nama pahlawan nasional; saya sendiri asyik mendengarkan siaran pilihan pendengar.
Tanda Titik Dua (:)
1. Tanda titik dua dipakai pada akhir suatu pernyataan lengkap bila diikuti rangkaian atau
pemerian.
Contoh:

Kita sekarang memerlukan perabotan rumah tangga: kursi, meja, dan lemari.
Fakultas itu mempunyai dua jurusan: Ekonomi Umum dan Ekonomi Perusahaan.

2. Tanda titik dua dipakai sesudah kata atau ungkapan yang memerlukan pemerian.
Contoh:
Ketua
:
Borgx
Wakil
Ketua
:
Hayabuse
Sekretaris
:
Ivan
Lanin
Wakil
Sekretaris
:
Irwan
Gatot
Bendahara
:
Rinto
Jiang
Wakil bendahara : Rex
3. Tanda titik dua dipakai dalam teks drama sesudah kata yang menunjukkan pelaku dalam
percakapan.
Contoh:
Borgx :
Jangan
lupa
perbaiki
halaman
bantuan
Wikipedia!
Rex : Siap, Boss!
4. Tanda titik dua dipakai (i) di antara jilid atau nomor dan halaman, (ii) di antara bab dan ayat
dalam kitab-kitab suci, atau (iii) di antara judul dan anak judul suatu karangan.
Contoh:
(i)
Tempo,
I
(1971),
34:7
(ii)
Surah
Yasin:9
(iii) Karangan Ali Hakim, Pendidikan Seumur Hidup: Sebuah Studi, sudah terbit.
5. Tanda titik dua
dipakai untuk menandakan
Contoh: Nisbah siswa laki-laki terhadap perempuan ialah 2:1.

nisbah

(angka

banding).

6. Tanda titik dua tidak dipakai kalau rangkaian atau pemerian itu merupakan pelengkap yang
mengakhiri
pernyataan.
Contoh: Kita memerlukan kursi, meja, dan lemari.
Tanda Hubung (-)

1.
Tanda
hubung
menyambung
unsur-unsur
kata
ulang.
Contoh:
anak-anak,
berulang-ulang,
kemerah-merahan
Tanda ulang singkatan (seperti pangkat 2) hanya digunakan pada tulisan cepat dan notula, dan
tidak dipakai pada teks karangan.
2. Tanda hubung menyambung huruf kata yang dieja satu-satu dan bagian-bagian tanggal.
Contoh:

p-e-n-g-u-r-u-s
8-4-1973

3. Tanda hubung dapat dipakai untuk memperjelas hubungan bagian-bagian ungkapan.


Bandingkan:

ber-evolusi dengan be-revolusi


dua puluh lima-ribuan (205000) dengan dua-puluh-lima-ribuan (125000).

Istri-perwira yang ramah dengan istri perwira-yang ramah

4. Tanda hubung dipakai untuk merangkaikan (a) se- dengan kata berikutnya yang dimulai
dengan huruf kapital; (b) ke- dengan angka, (c) angka dengan -an, (d) singkatan berhuruf kapital
dengan
imbuhan
atau
kata,
dan
(e)
nama
jabatan
rangkap.
Contoh:

se-Indonesia
hadiah ke-2

tahun 50-an

ber-SMA

KTP-nya nomor 11111

sinar-X

Menteri-Sekretaris Negara

5. Tanda hubung dipakai untuk merangkaikan unsur bahasa Indonesia dengan unsur bahasa asing.
Contoh:

di-charter
pen-tackle-an

Tanda Pisah (, )
1a. Tanda pisah em () membatasi penyisipan kata atau kalimat yang memberikan penjelasan
khusus
di
luar
bangun
kalimat.
Contoh: Wikipedia Indonesiasaya harapkanakan menjadi Wikipedia terbesar.
1b. Tanda pisah em () menegaskan adanya posisi atau keterangan yang lain sehingga kalimat
menjadi
lebih
tegas.
Contoh:

Rangkaian penemuan inievolusi, teori kenisbian, dan kini juga pembelahan atomtelah
mengubah konsepsi kita tentang alam semesta.
2a. Tanda pisah en () dipakai di antara dua bilangan atau tanggal yang berarti sampai dengan
atau
di
antara
dua
nama
kota
yang
berarti
ke,
atau
sampai.
Contoh:

19191921
MedanJakarta

1013 Desember 1999

2b. Tanda pisah en () tidak dipakai bersama perkataan dari dan antara, atau bersama tanda
kurang
().
Contoh:

dari halaman 45 sampai 65, bukan dari halaman 4565


antara tahun 1492 dan 1499, bukan antara tahun 14921499

4 sampai 6 C, bukan 46 C

Tanda Elipsis ()
1. Tanda elipsis dipakai dalam kalimat yang terputus-putus, misalnya untuk menuliskan naskah
drama.
Contoh: Kalau begitu ya, marilah kita bergerak.
2. Tanda elipsis menunjukkan bahwa dalam suatu kalimat atau naskah ada bagian yang
dihilangkan,
misalnya
dalam
kutipan
langsung.
Contoh: Sebab-sebab kemerosotan akan diteliti lebih lanjut.
Jika bagian yang dihilangkan mengakhiri sebuah kalimat, perlu dipakai empat buah titik; tiga buah
untuk menandai penghilangan teks dan satu untuk menandai akhir kalimat.
Contoh: Dalam tulisan, tanda baca harus digunakan dengan hati-hati .
Tanda Tanya (?)
1.
Contoh:

Tanda

tanya

dipakai

pada

akhir

tanya.

Kapan ia berangkat?
Saudara tahu, bukan?

Penggunaan kalimat tanya tidak lazim dalam tulisan ilmiah.


2. Tanda tanya dipakai di dalam tanda kurung untuk menyatakan bagian kalimat yang
disangsikan
atau
yang
kurang
dapat
dibuktikan
kebenarannya.
Contoh:

Ia dilahirkan pada tahun 1683 (?).


Uangnya sebanyak 10 juta rupiah (?) hilang.

Tanda Seru (!)


Tanda seru dipakai sesudah ungkapan atau pernyataan yang berupa seruan atau perintah yang
menggambarkan kesungguhan, ketidakpercayaan, ataupun rasa emosi yang kuat.
Contoh:

Alangkah mengerikannya peristiwa itu!


Bersihkan meja itu sekarang juga!

Sampai hati ia membuang anaknya!

Merdeka!

Oleh karena itu, penggunaan tanda seru umumnya tidak digunakan di dalam tulisan ilmiah atau
ensiklopedia. Hindari penggunaannya kecuali dalam kutipan atau transkripsi drama.
Tanda Kurung (())
1.
Tanda
kurung
mengapit
keterangan
atau
penjelasan.
Contoh: Bagian Keuangan menyusun anggaran tahunan kantor yang kemudian dibahas dalam
RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham) secara berkala.
2. Tanda kurung mengapit keterangan atau penjelasan yang bukan bagian integral pokok
pembicaraan.
Contoh:

Satelit Palapa (pernyataan sumpah yang dikemukakan Gajah Mada) membentuk sistem
satelit domestik di Indonesia.
Pertumbuhan penjualan tahun ini (lihat Tabel 9) menunjukkan adanya perkembangan baru
dalam pasaran dalam negeri.

3. Tanda kurung mengapit huruf atau kata yang kehadirannya di dalam teks dapat dihilangkan.
Contoh:

Kata cocaine diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi kokain(a)


Pembalap itu berasal dari (kota) Medan.

4. Tanda kurung mengapit angka atau huruf yang memerinci satu urutan keterangan.
Contoh: Bauran Pemasaran menyangkut masalah (a) produk, (b) harga, (c) tempat, dan (c)
promosi.
Hindari penggunaan dua pasang atau lebih tanda kurung yang berturut-turut. Ganti tanda kurung
dengan
koma,
atau
tulis
ulang
kalimatnya.
Contoh:

Tidak tepat: Nikifor Grigoriev (c. 18851919) (dikenal juga sebagai Matviy Hryhoriyiv)
merupakan seorang pemimpin Ukraina.
Tepat: Nikifor Grigoriev (c. 18851919), dikenal juga sebagai Matviy Hryhoriyiv,
merupakan seorang pemimpin Ukraina.

Tepat: Nikifor Grigoriev (c. 18851919) merupakan seorang pemimpin Ukraina. Dia juga
dikenal sebagai Matviy Hryhoriyiv.

Tanda Kurung Siku ([...])


1. Tanda kurung siku mengapit huruf, kata, atau kelompok kata sebagai koreksi atau tambahan
pada kalimat atau bagian kalimat yang ditulis orang lain. Tanda itu menyatakan bahwa kesalahan
atau
kekurangan
itu
memang
terdapat
di
dalam
naskah
asli.
Contoh: Sang Sapurba men[d]engar bunyi gemerisik.
2. Tanda kurung siku mengapit keterangan dalam kalimat penjelas yang sudah bertanda kurung.
Contoh: Persamaan kedua proses ini (perbedaannya dibicarakan di dalam Bab II [lihat halaman
3538]) perlu dibentangkan di sini.
Tanda Petik ()
1. Tanda petik mengapit petikan langsung yang berasal dari pembicaraan dan naskah atau bahan
tertulis
lain.
Contoh:

Saya belum siap, kata Mira, tunggu sebentar!


Pasal 36 UUD 1945 berbunyi, Bahasa negara ialah Bahasa Indonesia.

2. Tanda petik mengapit judul syair, karangan, atau bab buku yang dipakai dalam kalimat.
Contoh:

Bacalah Bola Lampu dalam buku Dari Suatu Masa, dari Suatu Tempat.
Karangan Andi Hakim Nasoetion yang berjudul Rapor dan Nilai Prestasi di SMA
diterbitkan dalam Tempo.

Sajak Berdiri Aku terdapat pada halaman 5 buku itu.

3. Tanda petik mengapit istilah ilmiah yang kurang dikenal atau kata yang mempunyai arti
khusus.
Contoh:

Pekerjaan itu dilaksanakan dengan cara coba dan ralat saja.


Ia bercelana panjang yang di kalangan remaja dikenal dengan nama cutbrai.

4. Tanda petik penutup mengikuti tanda baca yang mengakhiri petikan langsung.
Contoh: Kata Tono, Saya juga minta satu.
5. Tanda baca penutup kalimat atau bagian kalimat ditempatkan di belakang tanda petik yang
mengapit kata atau ungkapan yang dipakai dengan arti khusus pada ujung kalimat atau bagian
kalimat.
Contoh:

Karena warna kulitnya, Budi mendapat julukan Si Hitam.


Bang Komar sering disebut pahlawan; ia sendiri tidak tahu sebabnya.

Tanda Petik Tunggal ()

1. Tanda
Contoh:

petik tunggal

mengapit

petikan yang tersusun di

dalam

petikan lain.

Tanya Basri, Kau dengar bunyi kring-kring tadi?


Waktu kubuka pintu depan, kudengar teriak anakku, Ibu, Bapak pulang, dan rasa letihku
lenyap seketika, ujar Pak Hamdan.

2. Tanda petik tunggal mengapit makna, terjemahan, atau penjelasan kata atau ungkapan asing.
Contoh: feed-back balikan
Tanda Garis Miring (/)
1. Tanda garis miring dipakai di dalam nomor surat dan nomor pada alamat dan penandaan masa
satu
tahun
yang
terbagi
dalam
dua
tahun
takwim.
Contoh:

No. 7/PK/1973
Jalan Kramat III/10

tahun anggaran 1985/1986

2. Tanda garis miring dipakai sebagai pengganti kata tiap, per atau sebagai tanda bagi dalam
pecahan
dan
rumus
matematika.
Contoh:

harganya Rp125,00/lembar (harganya Rp125,00 tiap lembar)


kecepatannya 20 m/s (kecepatannya 20 meter per detik)

7/8 atau 78

xn/n!

Tanda garis miring sebaiknya tidak dipakai untuk menuliskan tanda aritmetika dasar dalam
prosa.
Gunakan
tanda
bagi
.
Contoh: 10 2 = 5.
Di dalam rumus matematika yang lebih rumit, tanda garis miring atau garis pembagi dapat dipakai.
Contoh: .
3. Tanda garis miring sebaiknya tidak dipakai sebagai pengganti kata atau.
Tanda Penyingkat (Apostrof)()
Tanda penyingkat menunjukkan penghilangan bagian kata atau bagian angka tahun.
Contoh:

Ali kan kusurati. (kan = akan)


Malam lah tiba. (lah = telah)

1 Januari 88 (88 = 1988)

Sebaiknya bentuk ini tidak dipakai dalam teks prosa biasa.

MATERI PEMBELAJARAN IPA


Banyak para guru calon peserta tes Uji Kompetesi Awal Seritifikasi Guru untuk Guru Kelas,
bingung bagaimana mempersiapkan diri menghadapi test tersebut. Melalui kisi-kisi yang dapat
dengan gratis didownload di web sergur, saya mencoba mempredeksi kemungkinan materi yang
muncul dalam soal. Semoga bermanfaat bagi bapak dan ibu.
Di bawah ini adalah prediksi kemungkinan materi soal yang muncul berdasarkan kisi-kisi Mata
pelajaran IPA untuk guru kelas. Dan mohon maaf materi ini hanya prediksi pribadi saya, bukan
berdasarkan bocoran atau informasi dari pihak mana pun.Karena ini hanyalah sebuah prediksi,
maka jadikanlah ini hanya sebagai referensi atau pembanding saja.
5.1.2 Merumuskan tujuan pembelajaran (proses, produk, dan sikap) sifat benda padat, cair
dan gas sesuai dengan karakteristik peserta didik dan materi ajar.
Beberapa rumusan tujuan pembelajaran (prose, produk, dan sikaf) sifat benda padat, cair
dan gas, diantaranya :
1. Melalui pengamatan siswa dapat menjelaskan sifat-sifat benda padat, cair dan gas.
2. Dengan percobaan, siswa dapat mengelompokkan benda-benda padat, cair dan gas.
3. Melalui pengamatan siswa dapat member contoh pemanfaat benda padat, cair dan
gas dalam kehidupan sehari-hari.
5.1.3 Merancang kegiatan pembelajaran IPA melalui penyelidikan ilmiah agar siswa dapat
mengkonstruksi pengetahuan IPA
Guru menyiapkan pembelajaran IPA dengan model pembelajaran inkuri, dimana siswa
melakukan penyelidikan dan pengamatan melalui observasi untuk menemukan
jawaban-jawaban dari rasa ingin tahu yang dimiliki oleh siswa.
Dalam kegiatan ini guru menyiapkan lembar pengematan bagi siswa agar siswa
mencatat semua proses pengamatannya sehingga mendapatkan kesimpulan akhir
berkenaan dengan pembelajaran IPA.
5.1.4 Mengkombinasikan beragam pendekatan/ strategi/ metode/ teknik pembelajaran IPA
untuk mencapai tujuan pembelajaran (produk, proses, dan sikap ilmiah)
Pembelajaran IPA berawal dari rasa ingin tahu, kemudian melakukan proses
penyerapan pengetahuan dari pengetahuan berkembang menjadi ilmu pengetahuan.
Perolehan di dapat melalui percobaan, didukung oleh fakta, menggunakan metode
perpikir yang sitematik sehingga dapat diterima secara universal. Ilmu pengathuan
yang diperoleh ini untuk selanjutnya dnamakan produk. Sedangkan langkah-langkah
yang dilakukan merupakan suatu proses. Dimulai dengan adanya masalah, kemudian
berupaya untuk mengumpulkan informasi yang relevan, mencari beberapa alternatif
jawaban, memilih jawaban yang paling mungkin benar, melakukan percobaan, dan
memperoleh kesimpulan. Tahapan akhirnya, dimana proses pembuktian ilmiah telah
terselesaikan, maka timbullah sikaf ilmiah .
5.1.5 Menggabungkan beragam asessmen dalam mengevaluasi tujuan pembelajaran IPA
(produk, proses, dan sikap ilmiah)
Dalam mengevaluasi pembelajaran IPA perlu adanya upaya pengabungan asessmen.
Asessmen adalah gabungan dari semua metode yang dikemas dan digunakan untuk
menilai kinerja siswa, baik secara perseorangan maupun secara kelompok. Asessmen
sistem penilaian yang merujuk pada penilaian menyeluruh meliputi beberapa asfek
yang dimiliki siswa, meliputi pengetahuan, keterampilan, dan sikaf.
Asesmen adalah suatu kegiatan mengevaluasi pendidikan dengan cara mengumpulkan
data dan informasi mengenai siswa untuk menentukan strategi pengajaran yang tepat.
6.2.1 Menganalisis proses-proses fotosintesis pada tumbuhan

Fotosintesis memerlukan cahaya matahari, klorofil, air, dan karbon dioksida. Air
diserap oleh akar dari dalam tanah. Air dari akar menuju daun. Karbon dioksida
diserap dari udara oleh daun melalui mulut daun atau stomata. Melalui fotosintesis,
air dan karbon dioksida kemudian diubah menjadi karbohidrat dan oksigen dengan
bantuan energi cahaya matahari. Apabila energi cahaya matahari
6.2.2 Menyimpulkan macam-macam pengangkutan pada tumbuhan
Macam-macam pengangkutan pada tumbuhan, yaitu :
1. Jaringan Xilem
Jaringan Xilem terdapat pada bagian kayu tanaman . fungsinya menyalurkan air
dari akar menuju bagian atas tanaman. Xilem terdiri atas unsur-unsur sebagai
berikut,
- Unsur trakeal terdiri dari trakea yang sel-selnya berbentuk tabung dan
trakeid yang sel-selnya lancip panjang, dinding selnya berlubang-lubang
- Serabut Xilem yang terdiri dari sel-sel panjang dan ujungnya meruncing
- Parenkim kayu yang berisi berbagai zat seperti cadangan makanan,
tannin dan Kristal
2. Jaringan Floem
Jaringan Floem terdapat bagian kulit kayu berfungsi menyalurkan zat makanan
hasil fotosintesis ke seluruh bagian tumbuhan. Floem terdiri atas unsur-unsur
sebagai berikut,
- Buluh tapis berbentuk tabung dengan bagian ujung berlubang-lubang
- Sel pengiring berbentuk silinder-silinder dan lebih besar daripada sel-sel
tapis serta plasmanya pekat
- Serabut floem, bentuknya panjang dengan ujung-ujung berhimpit dan
dindingnya tebal
- Parenkim floem, selnya hidup memiliki diding primer dengan lubang kecil
yang disebut noktah halaman. Parenkim floem berisi tepung, dammar,
atau Kristal.
6.2.3 Menggambarkan hubungan manusia, lingkungan dan pemeliharaannya
Manusia dan lingkungannya merupakan sebuah proses saling ketergantungan satu
sama lain. Manusia dan lingkungan membentuk suatu ekosistem. Dalam ekositem yang
utuh tersebut terdapat habitat-habitat yang kelestariannya harus senantiasa terjaga.
Keberlangsungan hidup habitat-habitat mahluk hidup menjadi suber keseimbangan
ekosistem.Untuk menjaga keseimbangan ekosistem maka ditempuh beberapa cara.
Beberapa cara untuk pemeliharaan lingkungan yaitu :
1. Ek stitu (konservasi ek situ adalah upaya konservasi suatu species di luar habitat
aslinya.)
2. In situ (Konservasi in situ adalah upaya konservasi suatu species di habitat aslinya)
6.3.1 Menganalisis gangguan-gangguan pencernaan makanan pada manusia.
Berbagai penyakit dan gangguan (kelainan) dapat menyerang alat pencernaan.
Penyakit dan gangguan itu dapat disebabkan oleh kebiasaan mengonsumsi makanan
yang tidak sehat. Selain itu, juga karena masuknya kuman penyakit ke dalam tubuh
seperti bakteri dan virus. Di bawah ini beberapa penyakit yang dapat menyerang
alatalat pencernaan.
1. Mag (Radang Lambung) Penyakit ini ditandai dengan gejala lambung terasa perih
dan mual. Penyakitmag disebabkan kebiasaan makan yang tidak teratur. Jika kita
tidak segera makan pada saat lapar, lambung menjadi kosong. Akibatnya, asam

lambung (asam klorida) yang dihasilkan untuk mencerna makanan melukai


lambung.
2. Apendisitis (Radang Umbai Cacing) Radang pada umbai cacing ditandai dengan
sakit pada perut sebelah kananbawah dan biasanya disertai demam. Umbai cacing
(apendiks) adalah tonjolan kecil pada usus buntu (sekum). Penyakit ini disebabkan
adanya makanan yang masuk di apendiks dan membusuk. Pembusukan makanan di
apendiks tersebut dapat mengakibatkan radang.
3. Disentri Penyakit disentri disebabkan oleh bakteri. Alat pencernaan yang diserang
yaituusus. Penyakit ini ditandai dengan muntah-muntah dan buang air besar
terusmenerus. Disentri dapat dicegah dengan cara menjaga kebersihan makanan
dan perlengkapan makan.
4. Sembelit Gejala penyakit sembelit yaitu susah buang air besar. Penyakit ini
disebabkanmakanan yang kita makan kurang berserat. Makanan kurang serat
dapat mengganggu proses pencernaan. Serat makanan membantu penyerapan air
di usus besar. Jika kadar serat makanan berkurang, sisa makanan kurang menyerap
air. Akibatnya, sisa makanan menjadi padat sehingga sulit dikeluarkan. Contoh
makanan berserat yaitu sayur-sayuran dan buah-buahan.
6.3.2 Menganalisis kelainan dan gangguan pada sistem pernapasan manusia
Proses pernapasan dapat terganggu jika ada salah satu alat pernapasan mengalami
gangguan. Gangguan tersebut dapat disebabkan oleh kuman maupun polusi udara.
Beberapa gangguan maupun penyakit pada alat pernapasan sebagai berikut.
a. Influenza (flu) merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus. Orang yang terserang
flu akan mengalami demam, menggigil, batuk, sakit kepala, bersin-bersin, serta nyeri
punggung. Lendir yang keluar dari hidung menutup lubang hidung sehingga udara
terhalang masuk dan mengganggu pernapasan.
b. Sesak napas merupakan gangguan pernapasan karena udara yang tercemar oleh
asap. Asap dapat berasal dari pembakaran sampah, kendaraan bermotor, dan rokok.
Selain asap, debu juga dapat mengakibatkan sesak napas.
c. Asma yaitu gangguan pernapasan karena penyempitan saluran pernapasan.
Menyempitnya saluran pernapasan dapat terjadi karena beberapa hal berikut. 1)
Udara yang tercemar oleh asap dan debu. 2) Udara yang terlalu dingin. 3) Keadaan
jiwa penderita, misalnya stres dan tekanan emosi.
d. Radang paru-paru karena bakteri Tuberkulosis. Radang yang disebabkan oleh bakteri
ini biasa disebut TBC paru-paru.
e. Bronkitis yaitu adanya peradangan pada batang tenggorok (bronkus).
f. Polip merupakan penyempitan saluran pernapasan akibat terjadinya pembengkakan
kelenjar limfe.
6.3.3 Mengabstraksi ciri hewan invertebrata
Vertebrata adalah subfilum dari Chordata, mencakup semua hewan yang memiliki
tulang belakang yang tersusun dari vertebra. Vertebrata adalah subfilum terbesar dari
Chordata. Ke dalam vertebrata dapat dimasukkan semua jenis ikan (kecuali remang,
belut jeung, lintah laut, atau hagfish), amfibia, reptil, burung, serta hewan
menyusui. Kecuali jenis-jenis ikan, vertebrata diketahui memiliki dua pasang
tungkai.Vertebrata memiliki sistem otot yang banyak terdiri dari pasangan massa, dan
juga sistem saraf pusat yang biasanya terletak di dalam tulang belakang. Sistem
respirasi menggunakan insang atau paru-paru
6.4.1 Memilih alat ukur yang sesuai dengan besaran yang diukur
Beberapa alat ukur, yaitu :

1. Meteran/mitar (mengukur panjang)


2. Termoter (mengukur suhu)
3. Neraca (Mengukur berat)
4. Makro meter scrup.
6.5.1 Mengkategorikan penyebab perubahan sifat benda.
Setiap benda mempunyai sifat tertentu yang membedakannya dengan benda lain. Sifat
benda meliputi bentuk, warna, kelenturan, kekerasan, dan bau.
Sifat-sifat benda tersebut dapat berubah jika mengalami proses :
1. Pemanasan
2. Pembakaran
3. Pencampuran dengan air
4. Pembusukan
6.6.1 Menganalisis sifat-sifat cahaya
Sifat-sifat cahaya adalah :
1. Cahaya merambat lurus
2. Cahaya dapat dipantulkan (Pemantulan cahaya ada dua jenis yaitu pemantulan
baur (pemantulan difus) dan pemantulan teratur)
3. Cahaya dapat dibiaskan (Peristiwa pembelokan arah rambatan cahaya setelah
melewati medium rambatan yang berbeda disebut pembiasan)
4. Cahaya dapat diuraikan (Pelangi terjadi karena peristiwa penguraian cahaya
(dispersi). Dispersi merupakan penguraian cahaya putih menjadi berbagai cahaya
berwarna.)
6.6.2 Menyelidiki konsep kelistrikan dan kemagnetan
Konsep kelistrikan dan kemagnetan memiliki kesamaan, listrik dan magnet sama-sama
berbentuk arus yang memiliki dua kutub, yaitu kutub negative dan kutub positif.
6.6.3 Menganalisis jenis-jenis gaya dalam kehidupan sehari-hari
beberapa macam gaya berdasarkan sumbernya, antara lain gaya gravitasi, gaya
magnet, dan gaya gesek.
6.6.4 Memprediksi peristiwa pemuaian dalam kehidupan sehari-hari
Beberapa hal dalam kehidupan sehar-hari yang berkaitan dengan proses pemuaian
benda, yaitu
1. Rel kereta pada bagian sambungannya dipasang renggang agar saat siang hari
Diana sinar matahari memanasi bumi, maka rel kerata tersebut tidak
melengkung/bengkok.
2. Pemasangan kaca jendela yang sengaja dibuat agak kendor, agar saat terkena
panas tidak pecah.
6.6.5 Menganalisis peran kalor dalam mengubah suhu benda.
Kalor dapat mengubah suhu benda melalui proses perambatan. Perambatan kalor
tersebut terjadi dengan tiga cara, yaitu :
1. Konveksi (perambatan panas diikuti dengan perpindahan zat)
2. Konduksi (Perambatan panas dengan tidak diikuti perpindahan zat)
3. Radiasi (Perambatan panas tanpa pelantara).
6.7.1 Mengelompokkan planet-planet dalam tata surya
Berdasarkan letak planet terhadap bumi, planet dikelompokkan menjadi planet dalam
dan planet luar. Planet dalam terdiri terdiri dari Merkurius dan Venus karena kedua
planet ini berada di dalam orbit bumi. Sedangkan Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus,
dan Neptunus disebut planet luar karena berada di luar orbit bumi.
6.7.2 Menganalisis proses terjadinya tata surya

Perkembangan teori pembentukan Tata Surya sampai dengan tahun 1960 terbagi
dalam dua kelompok pemikiran yakni teori monistik yang menyatakan bahwa matahari
dan planet berasal dari materi yang sama. Dan yang kedua teori dualistik menyatakan
matahari dan bumi berasal dari sumber materi yang berbeda dan terbetuk pada waktu
yang berbeda.
6.7.3 Mengidentifikasi lapisan-lapisan bumi.
Bumi tersusun atas tiga lapisan. Lapisan Bumi mulai dari lapisan terluar sampai
terdalam yaitu kerak, selubung, dan inti. Inti terdiri atas inti luar dan inti dalam.
Keadaan ketiga lapisan Bumi tersebut dijelaskan dalam uraian berikut.
1. Kerak
Kerak adalah lapisan terluar permukaan bumi yang berupa batuan keras dan
dingin setebal 1560 km. Pada lapisan kerak bagian atas, batuan telah mengalami
pelapukan membentuk tanah. Di permukaan lapisan kerak inilah makhluk hidup
tinggal dan menjalani hidupnya. Daratan terbentuk dari kerak benua. Sebagian
besar kerak benua terbentuk dari batuan yang disebut granit. Dasar samudra
terbentuk dari kerak samudra. Kerak samudra sebagian terbentuk dari batuan yang
disebut basal.
2. Selubung atau Mantel
Selubung atau mantel merupakan lapisan di bawah kerak yang tebalnyamencapai
2.900 kilometer. Lapisan mantel merupakan lapisan yang paling tebal. Mantel
terletak di antara lapisan inti luar dengan kerak. Lapisan ini terdiri atas magma kental
yang bersuhu 1.400C2.500C.
3. Inti
Inti terdiri atas dua bagian, yaitu inti luar dan inti dalam. Lapisan inti luar
merupakan satu-satunya lapisan cair. Inti luar terdiri atas besi, nikel, dan oksigen.
Lapisan ini mempunyai tebal 2.255 kilometer. Adapun lapisan inti dalam setebal
1.200 kilometer. Inti dalam merupakan bola logam yang padat dan mampat,
bersuhu sangat panas sekitar 4.500C. Lapisan ini terbentuk dari besi dan nikel
padat. Lapisan inti dalam merupakan pusat bumi.

MATERI PEMBELAJARAN PKn

2.1.1 Merumuskan proses belajar PKn tentang konsep kejujuran


Konsep pembelajaran tentang kejujuran adalah masuk dalam ranah sikaf. Sikaf dapat
tercermin dalam sebuah tingkah laku atau prilaku siswa itu sendiri. Atas dasar tersebut,
maka rumusan proses pembelajaran konsep kejujuran harus dirancang dalam bentuk proses
prilaku baik secara perorangan maupun kelompok diskusi. Misalnya diskusi kelombok, depat,
musyawarah dan lain-lain.

2.1.2 Membuat tes proses pembelajaran tentang sikap nasionalisme


Tes tentang pembelajaran sikaf nasionalisme dapat dirumuskan dalam tes sekala sikaf
dengan menggunakan media angket tentang sikaf siswa secara pribadi terhadap rasa
nasionalisme terhadap Bangsa dan Negara.

Test sekala sikaf merupakan test subjektif bersisikan sikaf-sikaf yang diharapkan dimilki
siswa yang dituangkan dalam pertanyaan-pertanyaan dengan alternative jawaban (setuju,
kurang setuju, sangat setuju) atau alternative lain yang disesuaikan dengan pertanyaanya.

2.2.1 Membuat contoh sangsi pelanggaran norma yang berlaku di sekolah


Sanksi-sanksi yang diberlakukan di sekolah merupakan hasil rumusan kesepakatan antara,
pihak sekolah, komite dan orang tua siswa yang dituangkan dalam tata tertib sekolah. Semua
bentuk sanksi yang nantinya diberlakukan harus bersifat mendidik dan menanamkan sikaf
taat hokum. Misalnya jika siswa tidak membuang sampah pada tempatnya, maka
hukumannya harus membuat dia mau membuang sampah. Siswa yang bolos sekolah,
hukumannya harus mengacu kepada sikaf agar dia tidak mengulangi prilaku bolosnya itu.

2.3.1 Menelaah prinsip-prinsip demokrasi.


Demokrasi adalah sebuah sistem pemerintahan di mana kedaulatan ada di tangan rakyat.
Artinya, dalam negara demokrasi rakyatlah pemegang kekuasaan tertinggi. Namun, bukan
berarti rakyatlah yang menjalankan roda pemerintahan. Rakyat diberikan kesempatan untuk
ikut serta menentukan jalannya pemerintahan. Kekuasaan ini terwujud dalam suatu sistem
pemilihan wakil rakyat. Rakyat menyerahkan kekuasaannya kepada para wakil yang duduk
di pemerintahan. Dengan demikian, pemerintah sesungguhnya memegang amanat rakyat.

2.3.2 Mengkategorikan Peraturan perundang- undangan di tingkat pusat dan daerah.


Dilihat dari wilayah pemberlakuannya, peraturan perundang-undangan dibagi menjadi dua
jenis. Pertama, peraturan perundang-undangan tingkat pusat. Kedua, peraturan perundangundangan tingkat daerah.
Peraturan perundang-undangan tingkat pusat dibuat oleh pemerintah tingkat pusat.
Paraturan perundang-undangan tingkat pusat diberlakukan bagi seluruh rakyat Indonesia.
(Contohnya UUD 45, PP, Permen)
Perundanga-undangan tingkat daerah dibuat oleh pemerintahan daerah dan hanya berlaku
bagi daerah tersebut.(contohnya Perda)

2.4.1 Mengemukakan sejarah terbentuknya Pancasila sebagai pandangan hidup dan sejarah
Pancasila sebagai dasar negara.
Pancasila sebagai dasar negara berfungsi penting dalam kehidupan bernegara. Pancasila
menjadi penentu arah dan cita-cita luhur bangsa Indonesia.
Pancasila sebagai pandangan hidup artinya bahwa pancasila harus dijadikan tuntunan
untuk menjalankan kehidupan bernegara. Segenap warga Indonesia harus menjunjung tinggi
nilai-nilai Pancasila. Bila semua dapat melakukannya maka cita-cita luhur bangsa Indonesia
akan terwujud. Cita-cita luhur yang dimaksud yaitu masyarakat adil dan makmur.

Sejarah perumusanPancasila sangatlah panjang, namun berkat kebersamaan para tokoh


bangsa yang diantaranya beberapa rumusan yang diajukan oleh :

Mohammad Yamin.
1.

Peri Kebangsaan 2. Peri Kemanusiaan 3. Peri Ketuhanan 4. Peri Kerakyatan 5.


Kesejahteraan Rakyat

Soepomo.
1.

Persatuan 2. Kekeluargaan 3. Keseimbangan Lahir dan Batin 4. Musyawarah 5.


Keadilan Rakyat
Soekarno.
1.

Kebangsaan Indonesia atau Nasionalisme 2. Peri Kemanusiaan atau Internasionalisme


3. Mufakat atau Demokrasi 4. Kesejahteraan Sosial 5. Ketuhanan Yang Maha Esa

2.4.2 Menyimpulkan nilai-nilai Pancasila,sebagai idiologi negara.


Pancasila yang merupakan rakuman tatanan nilai-nilai luhur segenap Bangsa dan Negara
Indonesia menjadi idiologi dalam menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara. Semua
lapisan masyarakat Indonesia tanpa terkecuali, wajib metaati semua nilai yang terkandung
di dalamnya.

2.5.1 Menganalisis pentingnya keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).


Menurut Pasal 1 UUD tahun 1945 (ayat1) Negara Indonesia ialah Negara Kesatuan, yang
berbentuk Republik.
Menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah menjadi harga mati,
artinya baik pemerintah pusat, daerah dan segenap rakyat Indonesia berkewajiban untuk
menjaga keutuhan NIKRI, dengan meciptkan kehidupan yang damai, tolerasi, utuh,
demokratis, saling menghargai dan menghormati keragaman suku, budaya, bahasa, dan
agama sebagai kesatuan saling melengkapi.

2.5.2 Menelaah bentuk-bentuk manifestasi nasionalisme dalam kehidupan sehari-hari.


Benruk-bentuk mansifestasi nasionalisme dalam kehidupan sehari-hari, diantaranya:
1.
2.
3.
4.
5.

Prilaku Cinta tanah air dan bangsa


Menghormati keragam suku bangsa sebagai keutuhan bangsa
Perduli terhadap sesama
Menjaga dan memelihara pasilitas-pasilitas umum
Menjaga dan mengembangkan kelestarian budaya bangsa

2.6.1 Menelaah setiap lembaga-lembaga pemerintahan di tingkat desa, kabupaten/kota, provinsi,


dan pusat.

Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2005 tentang Desa, disebut bahwa desa
adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas-batas wilayah yang berwenang
untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat, berdasarkan asal usul dan
adat istiadat setempat yang diakui dan dihormati dalam sistem pemerintahan Negara
Kesatuan Republik Indonesia.(Yang termasuk lembaga-lembaga di Desa adalah; Kepala
Desa, BPD,Perangkat Desa,)

Kabupaten adalah pembagian wilayah administratif di Indonesia di bawah provinsi.


Pemerintahan kabupaten terdiri atas pemerintah kabupaten dan Dewan Perwakilan Rakyat
Daerah (DPRD) kabupaten. Pemerintah kabupaten terdiri atas bupati dan perangkatnya.
Hak dan kewajiban pemerintah kabupaten/kota diatur dalam pasal 21 dan 22 UndangUndang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. Hak pemerintah
kabupaten/kota sendiri antara lain:
a. Mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahannya.
b. Memilih pimpinan daerah.
c. Mengelola aparatur daerah.
d. Mengelola kekayaan daerah.
e. Memungut pajak daerah dan retribusi daerah.
f. Mendapatkan bagi hasil dari pengelolaan sumber daya alam dan
sumber daya lainnya yang berada di daerah.
g. Mendapatkan sumber-sumber pendapatan lain yang sah.
h. Mendapatkan hak lainnya yang diatur dalam peraturan perundangundangan.
Lembaga-lembaga daerah di tingkat Kabupaten Kota yaitu; Bupati/Wali Kota, DPRD,Polres,
Kodim, Pengadilan negeri, Kejaksaan negeri)

Provinsi adalah nama sebuah pembagian wilayah administratif dibawah wilayah nasional.
Kata ini merupakan kata pungutan dari bahasa Belanda provincie yang berasal dari bahasa
Latin dan pertama kalinya digunakan di kekaisaran Romawi. Mereka membagi wilayah
kekuasaan mereka atas provincie.Dalam pembagian administratif, Indonesia terdiri atas 33
provinsi yang masing-masing provinsi dikepalai oleh seorang gubernur.(Lembaga-lembaga
tingkat Provinsi: Gubernur, DPRD, Sekda, Sekertariat DPRD, Pamongpraja,

Pemerintahan Pusat adalah Presiden. Sedangkan Negara Indonesia adalah negara kesatuan
yang berbentuk republik. Kedaulatan ada di tangan rakyat: MPR, DPR, DPD, Presiden, MA
(lembaga kehakiman), MK (Kekuasaan kehakiman), Komisi Yudisial, BPK,

2.6.2. Menelaah system Pemilu dan Pilkada yang ada di Indonesia


Pemilu dan Pilkada di Indonesia dilaksanakan dengan sitem langsung oleh rakyat dengan
prinsip LUBER (Langsung Umum Bebas dan Rahasia)

2.7.1 Menelaah prinsip politik luar negeri dan dalam negeri ASEAN.
Prinsip politik Indonesia adalah bebas aktif,
Prinsif politik luar negeri Indonesia adalah menerapkan system politik bebas aktif. Rumusan
yang ada pada alinea I dan alinea IV Pembukaan UUD 1945 merupakan dasar hukum yang
sangat kuat bagi politik luar negeri RI. Namun dari rumusan tersebut, kita belum
mendapatkan gambaran mengenai makna politik luar negeri yang bebas aktif.
Menurut Mochtar Kusumaatmaja rumusan bebas aktif sebagai berikut : Bebas, dalam
pengertian bahwa Indonesia tidak memihak pada kekuatan-kekuatan yang pada dasarnya
tidak sesuai dengan kepribadian bangsa sebagaimana dicerminkan dalam Pancasila. Aktif,
berarti bahwa di dalam menjalankan kebijaksanaan luar negerinya, Indonesia tidak bersifat
pasif-reaktif atas kejadiankejadian internasionalnya, melainkan bersifat aktif.
MATA UJI MATEMATIKA
(kis)3.1.1. Merancang aktivitas pembelajaran berdasarkan prinsip dan teori pembelajaran
matematika
Bruner (dalam Orton,1992) menyatakan bahwa prinsif dan teori pembelajaran anak
dalam belajar konsep matematika harus dirancang melalui tiga tahap, yaitu enactive,
iconic, dan symbolic. Tahap enactive yaitu tahap belajar dengan memanipulasi benda
atau obyek konkret, tahap econic yaitu tahap belajar dengan menggunakan gambar, dan
tahap symbolic yaitu tahap belajar matematika melalui manipulasi lambang atau
symbol
(kis)3.1.2. Merancang pembelajaran matematika yang menggunakan gradasi mulai representasi
kongkrit, simbolik, dan abstrak agar siswa dapat mengkonstruksi pengetahuan
Dalam merancang pembelajaran matematikna perlu diperhatikan Tahap enactive yaitu
tahap belajar dengan memanipulasi benda atau obyek konkret, tahap econic yaitu tahap
belajar dengan menggunakan gambar, dan tahap symbolic yaitu tahap belajar
matematika melalui manipulasi lambang atau symbol
(kis)3.1.3. Memilih media pembelajaran yang tepat untuk pembelajaran operasi bilangan bulat.
Banyak media yang bisa digunakan untuk penghitungan bilangan bulat, diantaranya :
1.
Manik bilanngan negative dan positif
2.
Garis bilangan
3.
Kartu bilangan
(kis)3.1.4. Memilih media pembelajaran yang tepat untuk pembelajaran operasi bilangan pecahan.
Untuk menerapkan kosep operasi pecahan, media yang bisa dipilih diantaranya :
1.
Kartu bilangan
2.
Gambar bidang datar yang bisa di pecah-pecah

3.

Blok pecahan

(kis)3.1.5. Mengombinasikan beragam strategi pembelajaran matematika untuk mencapai tujuan


pembelajaran
Mengombinasikan berbagai strategi pembelajaran maknanya adalah mengabung
berbagai metode pembelajaran yang sesuai dengan materi pembelajaran yang akan
disampaikan dalam proses pembelajaran, selama konsep dan strategi itu sesuai dengan
SK, KD dan Indikator, maka kemungkinan untuk dapat mencapai keberhasilan tujuan
pembelajaran sangat maksimal. Tapi jika konsep-konsep itu tidak sesuai, maka akan siasia.
(kis) 3.1.6. Memilih media pembelajaran yang tepat untuk pembelajaran geometri dan
pengukuran
Media-media pembelajaran untuk pengukuran tentunya harus disesuaikan dengan
benda apa yang akan diukur, bisa saja terdiri dari :
1.
Aalat ukur (penggaris, busur derajat, meteran dll)
2.
Kertas polio berpetak untuk mengukur keliling dan luas bidang datar.
3.
Nerara (untuk mengukur berat)
(kis) 4.1.1. Menganalisis dan menerapkan urutan operasi pada bilangan bulat.
Menurut Kisi-kisi tersebut di atas, kemungkinan materi berkaitan dengan operasi hitung
bilangan bulat adalah :
1.
Penjumlah bilangan bulat.
a. Contoh : 38 + 20 = 58
b.
Contoh : (-38) + 20 = -18
2.
Pengurangan bilangan bulat.
a. Contoh : 38 20 = 18
b.
Contoh : (-38) 20 = -58
c.
Contoh : 38 (-20 ) = 58
3.
Perkalian bilangan bulat
a. Contoh : 38 x 20 = 760
b.
Contoh : -38 x 20 = - 760
c.
Contoh : - 38 x -20 = 760
4.
Pembagian bilangan bulat.
a. Contoh : 760 : 20 = 38
b.
Contoh : - 760 : 20 = - 38
c.
Contoh : -760 : -20 = 38
5.
Hitung campuran bilangan bulat
a. Jika pada operasi campuran terdapat operasi hitung dalam kurung, maka yang di
dalam kurung terlebih dahulu yang diselesaikan.
b.
Jika terdapat jumlahan dan pengurangan, maka kerjakan operasi hitung yang
paling kiri/ditulis didepan.
c.
Jika terdapat operasi perkalian dan pembagian dengan penjumlahan dan atau
pengurangan, selesaikan duru operasi perkalian atau pembagian baru pengurangan
atau penjumlahan.
(kis) 4.1.2. Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan sifat distribusi bilangan bulat.
- Sifat distribusi bilangan artinya sitem penyebaran;
Contoh : 3 x(4 + 2 ) = ( 3 x 4 ) + (3 x 2)
Contoh : 5 x(-4 + 5 ) = ( 5 x -4 ) + ( 5 x 5)
(kis) 4.2.1. Menganalisis dan menerapkan sifat-sifat urutan bilangan pecahan
Langkah-langkah untuk mengurtkan beberapa pecahan yang berbeda, yaitu :

1.

Jadikan terlebih dahulu pecahan tersebut dalam jenis yang sama (pecahan biasa
atau pecahan decimal)
2.
Jika diubah menjadi pecahan biasa, penyebut semua pecahan itu harus disamakan
dulu.
3.
Baru bisa diurutkan baik dari mulai terkecil ke terbesar atau sebaliknya.
(kis) 4.2.2. Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan bilangan pecahan
Beberapa hal yang berkaitan dengan operasi hitung bilangan pecahan :
1.
Operasi penjumlahan pecahan, (harus sama penyebutnya)
2.
Operasi pengurangan pecahan, (harus sama penyebutnya)
3.
Operasi perkalian pecahan, (langsung dikalikan penyebut dengan penyebut,
pembilang dengan pembilang).
4.
Operasi pembagian pecahan (Pecahan pembagi dibalik penyebut menjadi
pembilang dan pembilang menjadi penyebut, baru dikalikan penyebut dengan
penyebut dan pembilang dengan pembilang.
(kis) 4.2.3. Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan perbandingan/rasio
Skala adalah perbandingan antara jarak pada gambar dan jarak sebenarnya. Jika pada
peta tertera tulisan 1 : 2.500.000, artinya 1 cm pada peta mewakili 2.500.000 cm jarak
sebenarnya. Jadi, 1 cm pada peta berarti jarak sesungguhnya adalah 25 km.
Contoh Jarak kota Singaraja ke kota Denpasar pada sebuah peta adalah 9,8 cm. Jika
skala yang dipergunakan peta tersebut adalah 1 : 450.000, berapakah jarak kota
Singaraja ke kota Denpasar sesungguhnya?
Jawab: Diketahui: Jarak pada peta adalah 9,8 cm dan skala yang dipakai adalah 1 :
450.000
Ditanyakan: Berapa jarak sebenarnya?
Penyelesaian:
Jakar sebenarnya = 9,8 cm x 450.000
= 4.410.000 cm : 10.000
= 4.41 km
Jadi, jarak kota Singaraja ke Denpasar adalah 4,41 km.
(kis) 4.2.1. Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan pola bilangan.
Pola bilangan adalah deret bilangan yang terdiri dari berapa bilangan dengan deret
tertentu misalkan :
Contoh : 1, 2, 4, 5, 6 (Pola longkap Satu)
Tentukan suku ke 10 dari baris bilangan di atas ( rumusnya = u1 = 1, u2=2 berarti un = n
jadi u10 = 10
Contoh : 2, 4, 6, 8, 10 ( Pola longkap dua)
Tentukan suku ke 10 dari baris bilangan di atas.
U1 = 2 , u2 = 4, u3 = 6 maka un = n x 2 jadi u10 = 10 x 2 = 20
Contoh : 1, 3, 5, 7
U1 = 1, u2 = 3, u3 = 5
Rumus ( Un = 2n 1)
(kis) 4.2.2. Menyelesaikan masalah dengan menggunakan persamaan variable
Ibu membeli dua buah pensil dan dua buah buku, seharga 12.000.
Ayah membeli satu buku dan empat pensil seharga 15.000
Berapakah satu buah pensil.
Pensil = x dan buku = y
2x + 2y = 12.000
4x + y = 15.000

2x = 12.000 2y
X=
X = 6000 y
4 (6000 y) + y = 15.000
(4 x 6000 ) + ( 4 x - y ) + y = 15.000
24.000 -4y + y = 15.000
-3y = 15.000 24.000
-3y = - 9.000
Y = -9.000 : (-3)
Y = 3000.
Jadi harga satu buah pensil = (6000 y ) = (6000 3000) = 3000.
(kis) 4.3.1. Menganalisis dan menerapkan sifat-sifat segiempat.
Sifat-sifat segitu empat :
1.
Memiliki empat buah garis rusuk sama panjang
2.
Memiliki empat sudut sama besar
3.
Memiliki dua simetri lipat
(kis) 4.3.2. Menganalisis dan menerapkan sifat-sifat kesejajaran garis-garis.
Dua garis dengan kemiringan yang sama dan tidak seletak disebut garis-garis yang
sejajar.Garis m dan garis n mempunyai kemiringan yang sama. Jika garis m terus
diperpanjang. Dan garis n juga terus diperpanjang.Maka, sampai sepanjang apapun,
kedua garis tersebut tidak akan pernah berpotongan. Jika dua garis mempunyai
kemiringan yang sama, maka kedua garis tersebut tidak mungkin akan bertemu. Ini
adalah hal penting yang harus diingat.
(kis) 4.3.3. Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan waktu, jarak, dan kecepatan
Biasa dalam masalah penyeselesaian tentang waktu, jarak dan kecepatan akan
berhubungan dengan laju kendaraan.
Contoh : sebuah kendaraan melaju dari Bogor ke Jakarta dengan kecepatan 60 km/jam.
Jika jaran bogor Jakarta 180 km, berapa jam waktu yang dibutuhkan kendaraan
tersebut untuk sampai ke Jakarta?
Jawabannya : 180 : 60 = 3 (Jadi jawabnnya adalah 3 jam)
(kis) 4.3.4. Menyelesaikan maslah yang berkaitan dengan luas daerah bangun datar.
Rumus luas beberapa jenis bangun datar :
1. Pesegi ( Rumusnya s x s )
2. Persegi panjang ( p x l )
3. Segi tiga ( 1/2 x axt )
4. Luas jajargenjang ( a x t )
5. Luas belah ketupat ( 1/2 x diagonal(a) x diagonal (b))
6. Luas trafesium ( 1/2 x (sisi atas + sisi bawah) x t)
7. Luas lingkaran ( 22/7 x r x r)
(kis) 4.3.5. Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan volume bangun ruang.
Rumus volume bangun ruang diantaranya :
1.
Kubus ( s x s x s)
2.
Balok ( p x l x t ) atau luas alas x tinggi)
3.
Prisma segitiga (luas alas x tinggi)
4.
Limas segi empat (luas alas x tinggi)
5.
Kerucut (1/3 x luas alas x tinggi)
6.
Tabung ( Luas alas x tinggi )
(kis) 4.4.1. Menyajikan data dalam bentuk diagram

Hal menyangkut diagram meliputi :


1.
Diagram batang, biasanya sekitar jumlah, selisih, atau perbandingan data yang
digambarkan dalam diagram batang. Bisa juga menyangkut rata-rata, modus (data
paling sering keluar).
2.
Diagram lingkaran, biasanya sekitar prosentase dan jumlah bagian-bagian
berdasarkan besar sudut.
(kis) 4.4.2. Memecahkan masalah berkaiatan dengan rara-rata.
Rata-rata adalah, jumlah keseluruhan data dibagi frekuensi
Contoh, ada data ulangan harian si Budi : 60, 70, 75 dan 65. Maka rata-ratanya adalah
60 + 70 + 75 + 65 dibagi 4 kali ulangan. = 270 : 4 = 67,5
Jadi rata-rata ulangan harian si budi adalah 67, 5