Anda di halaman 1dari 119

KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT, karena berkat rahmat dan
hidayahNya, Peraturan Organisasi yang dibahas dalam forum Rapat Kerja
Nasional pada tanggal 8-9 Mei 2015 di Bukittinggi selesai disusun dan
disempurnakan penulisannya. Peraturan Organisasi ini sebagian
merupakan bentuk penyempurnaan Peraturan Organisasi yang ditetapkan
pada tahun 2010.
Kami mengucapkan terima kasih pada segenap pihak yang telah membantu
dalam penyusunan dan penyempurnaan ini, baik sebelum atau sesudah
pelaksanaan Rapat Kerja Nasional 2015.
Semoga dengan tersusun Peraturan Organisasi, pengelolaan organisasi
Ikatan Apoteker Indonesia bisa lebih berkualitas dan transparan.

Jakarta, Mei 2015


Tim Penyusun

KATA SAMBUTAN KETUA UMUM


IKATAN APOTEKER INDONESIA
Alhamdulillahirobbil Alamin, pada RAKERNAS dan PIT 2015 di
Bukittinggi dapat disetujui sejumlah Pedoman Organisasi yang
merupakan tata cara dan prosedur yang harus ditempuh dan
ditaati oleh para Pengurus IAI disegala lini.
Proses pembahasan Peraturan Organisasi telah melalui
tahapan diskusi yang panjang yang dimulai dari gagasan yang terjadi di
lapangan yang diakomodir oleh Pengurus Daerah kemudian dibahas lagi
oleh tim Ad Hoc yang terdiri dari Pengurus Pusat dan Pengurus Daerah.
Sehingga semestrinya Peraturan Organisasi ini adalah merupakan jawaban
dari masalah-masalah yang dihadapi oleh teman-teman Pengurus Cabang.
Sesuai dengan strategi organisasi yang dicanangkan oleh Pengurus Pusat
yaitu yang salah satunya adalah peningkatan kualitas organisasi, maka
hendaknya Peraturan Organisasi ini dimaksudkan untuk memberi
kemudahan bagi pengurus maupun anggota yang memerlukannya.
Kepada pengurus hendaknya dapat mematuhi Pedoman Organisasi ini
dengan tanpa ditambah-tambah dengan hal-hal yang mempersulit anggota,
karena memang fokus utama kita di dalam melayani anggota berprinsip
service excellent yaitu memberikan pelayanan terbaik bagi anggota.
Pada saat RAKENAS dan PIT 2015 pengurus Pusat telah mencanangkan
Gerakan RUTOT (Rubah Total) wajah Pengurus IAI menjadi lebih ramah,
lebih cepat, lebih terjangkau di dalam melayani anggotanya. Sehingga
semua pelayanan kepada anggota yang meliputi pelayanan terhadap
administrasi, peningkatan kompetensi dan pelayanan bantuan advokasi
hokum semuanya harus dipermudah.
Akhirnya mari kita wujudkan kerja organisasi IAI yg berpihak
anggota dimanapun mereka berada.

kepada

Wassalmualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh,

Jakarta, Juli 2015


Drs. Nurul Falah Eddy Pariang, Apt
Ketua Umum

DAFTAR ISI
Kata Pengantar
Kata Sambutan
Daftar Isi
1. Peraturan Organisasi No.001/PP.IAI/1418/V/2015
tentang Registrasi Anggota
2. Peraturan Organisasi No.002/PP.IAI/1418/V/2015
tentang Iuran Anggota
3. Peraturan Organisasi No.003/PP.IAI/1418/V/2015
tentang Kartu Tanda Anggota
4. Peraturan Organisasi No.004/PP.IAI/1418/V/2015
tentang Penghentian Keanggotaan
5. Peraturan Organisasi No.005/PP.IAI/1418/V/2015
tentang Rekomendasi Ijin Praktik dan Kerja
6. Peraturan Organisasi No.006/PP.IAI/1418/V/2015
tentang Mutasi Anggota
7. Peraturan Organisasi No.007/PP.IAI/1418/V/2015
tentang Himpunan Seminat
8.

Peraturan Organisasi No.008/PP.IAI/1418/V/2015


tentang Tugas dan Wewenang Pengurus

9.

Peraturan Organisasi No.009/PP.IAI/1418/V/2015


tentang Tata Kelola Organisasi

Tim Penyusun

PO.001/PP.IAI/1418/V/2015
PERATURAN ORGANISASI
TENTANG
REGISTRASI ANGGOTA
IKATAN APOTEKER INDONESIA

SURAT KEPUTUSAN
PENGURUS PUSAT IKATAN APOTEKER INDONESIA
Nomor : PO.001/PP.IAI/1418/V/2015
Tentang
PERATURAN ORGANISASI
TENTANG
REGISTRASI ANGGOTA
IKATAN APOTEKER INDONESIA
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
PENGURUS PUSAT IKATAN APOTEKER INDONESIA
Menimbang

a. Bahwa dalam rangka memberikan pelayanan yang


berkualitas bagi anggota dalam pelaksanaan registrasi
keanggotaan telah dilakukan penyempurnaan Surat
Keputusan Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia
No.001/PO/PP-IAI/V/2010
tentang
Registrasi
Anggota, dalam forum Rapat Kerja Nasional yang
berlangsung tanggal 8-9 Mei 2015 di Bukittinggi.
b. Bahwa sehubungan dengan butir a diatas perlu
ditetapkan Keputusan Pengurus Pusat Ikatan
Apoteker Indonesia tentang Peraturan Organisasi
Tentang Registrasi Anggota.

Mengingat

: 1. Anggaran Dasar Ikatan Apoteker Indonesia


2. Anggaran Rumah Tangga Ikatan Apoteker Indonesia

Memperhatikan

: Hasil Rapat Kerja Nasional yang berlangsung tanggal 8-9


Mei 2015 di Bukittinggi .

Memutuskan

Menetapkan

: Keputusan Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia


Nomor : PO.001/PP.IAI/1418/V/2015 tentang Peraturan
Organisasi Tentang Registrasi Anggota.

Pertama

Hal 1 dari 2 - PO.001/PP.IAI/1418/V/2015 tentang Peraturan Organisasi Tentang Registrasi Anggota

Pertama

: Peraturan Organisasi tentang Registrasi Anggota secara


lengkap sebagaimana tercantum dalam lampiran dan
merupakan bagian tak terpisahkan dari keputusan ini.

Kedua

: Peraturan Organisasi tentang Registrasi Anggota ini


merupakan pedoman dan aturan yang mengikat bagi seluruh
Apoteker di Indonesia

Ketiga

: Dengan diberlakukannya keputusan ini maka Surat


Keputusan Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia
No.001/PO/PP-IAI/V/2010
tentang
Registrasi
Anggota
dinyatakan TIDAK BERLAKU.

Keempat

: Keputusan ini mulai berlaku tanggal 1 Agustus 2015 dan


akan diperbaiki apabila terdapat kekeliruan.

Ditetapkan di
Pada tanggal

: JAKARTA
: 20 MEI 2015

PENGURUS PUSAT
IKATAN APOTEKER INDONESIA
Ketua Umum

Sekretaris Jenderal

Drs. Nurul Falah Eddy Pariang, Apt


NA. 23031961010827

Noffendri, S.Si., Apt


NA. 29111970010829

Hal 2 dari 2 - PO.001/PP.IAI/1418/V/2015 tentang Peraturan Organisasi Tentang Registrasi Anggota

Lampiran Keputusan Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia


Nomor : PO.001/PP.IAI/1418/V/2015 tentang Peraturan Organisasi Tentang Registrasi Anggota.

PERATURAN ORGANISASI
TENTANG
REGISTRASI ANGGOTA
IKATAN APOTEKER INDONESIA
A. KETENTUAN UMUM
1. Setiap Apoteker berhak untuk menjadi Anggota Ikatan Apoteker Indonesia.
2. Keanggotaan
Apoteker
ditentukan
berdasarkan
praktik/kerja kefarmasian dilaksanakan.

daerah

tempat

3. Nomor keanggotaan Ikatan Apoteker Indonesia bersifat unik, tunggal, tetap


dan nasional.
4. Registrasi Anggota ditujukan bagi :
a.

Apoteker yang baru lulus pendidikan profesi apoteker

b. Apoteker yang belum terdaftar sebagai anggota


5. Proses Registrasi Anggota dapat dilakukan secara online.
6. Registrasi Anggota tidak berlaku bagi Apoteker yang sedang dalam proses
pidana atau sedang terkena sanksi organisasi.
B. REGISTRASI
APOTEKER

ANGGOTA

YANG

BARU

LULUS

PENDIDIKAN

PROFESI

1. Permohonan Keanggotaan ditujukan kepada Pengurus Pusat melalui


Pengurus Daerah dimana Perguruan Tinggi Farmasi berada secara kolektif
oleh Perguruan Tinggi Farmasi bersangkutan.
2. Permohonan Registrasi Anggota dilakukan dengan
Permohonan Registrasi Anggota dengan melampirkan :
a.

mengisi

Formulir

Fotokopi Ijazah Pendidikan Program Profesi Apoteker yang dilegalisir

b. Fotokopi Surat Sumpah Apoteker yang dilegalisir


c.

Fotokopi Kartu Tanda Penduduk

d. Pas Photo berwarna ukuran 2x3 sebanyak 3 lembar


e.

Surat Pernyataan akan mematuhi Kode Etik & Disiplin Profesi Apoteker,
Peraturan Organisasi serta Peraturan Perundang-undangan di Bidang
Kefarmasian.

f.

Bukti Pembayaran Uang Pangkal dan Iuran Tahunan Anggota sesuai


ketentuan berlaku.

3. Pengurus Daerah mengajukan permintaan nomor keanggotaan kepada


Pengurus Pusat menggunakan Formulir Permohonan Nomor Anggota yang
di isi secara lengkap dan dikirimkan dalam bentuk file soft copy.

Hal 1 dari 3

Lampiran Keputusan Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia


Nomor : PO.001/PP.IAI/1418/V/2015 tentang Peraturan Organisasi Tentang Registrasi Anggota.

4. Pengurus Pusat mengembalikan Formulir Permohonan Nomor Anggota yang


sudah berisikan Nomor Registrasi Anggota ke Pengurus Daerah dalam
bentuk file soft copy.
5. Proses Permohonan Registrasi Anggota diselesaikan dalam waktu paling
lama 12 hari kerja terhitung dari mulai berkas permohonan dinyatakan
lengkap oleh Pengurus Daerah
6. Apabila dalam waktu 12 hari kerja sejak dinyatakan lengkap belum
diregistrasi oleh Daerah, maka yang bersangkutan dinyatakan telah
teregistrasi.
7. Berkas permohonan yang tidak lengkap akan dikembalikan oleh Pengurus
Daerah melalui Perguruan Tinggi Farmasi bersangkutan untuk dilengkapi.
8. Setiap Calon Anggota wajib mengikuti Pembinaan Organisasi yang
dilakukan oleh Pengurus Daerah setempat sesuai Peraturan Organisasi
tentang Pembinaan Organisasi.
C. REGISTRASI ANGGOTA YANG BELUM TERDAFTAR
1. Bagi Apoteker yang belum terdaftar sebagai anggota dapat mengajukan
permohonan kepada Pengurus Pusat melalui Pengurus Cabang untuk
diteruskan
ke
Pengurus
Daerah
sesuai
tempat
dilaksanakan
pekerjaan/praktik kefarmasian.
2. Permohonan Registrasi Anggota dilakukan dengan mengisi Formulir
Permohonan Registrasi Anggota dengan melampirkan :
a. Fotokopi Ijazah Pendidikan Program Profesi Apoteker yang dilegalisir
b. Fotokopi Surat Sumpah Apoteker yang dilegalisir
c. Fotokopi Kartu Tanda Penduduk
d. Pas Photo berwarna ukuran 2x3 sebanyak 3 lembar
e. Surat Pernyataan akan mematuhi Kode Etik & Disiplin Profesi
Apoteker, Peraturan Organisasi serta Peraturan Perundang-undangan
di Bidang Kefarmasian.
f. Bukti Pembayaran Uang Pangkal dan Iuran Tahunan Anggota sesuai
ketentuan berlaku.
3. Pengurus Daerah mengajukan permintaan nomor keanggotaan kepada
Pengurus Pusat menggunakan Formulir Permohonan Nomor Anggota yang
di isi secara lengkap dan dikirimkan dalam bentuk file soft copy.
4. Pengurus Pusat mengembalikan Formulir Permohonan Nomor Anggota
yang sudah berisikan Nomor Registrasi Anggota ke Pengurus Daerah
dalam bentuk file soft copy.
5. Proses Permohonan Registrasi Anggota diselesaikan dalam waktu paling
lama 12 hari kerja terhitung dari mulai berkas permohonan dinyatakan
lengkap oleh Pengurus Daerah.
6. Apabila dalam waktu 12 hari kerja sejak dinyatakan lengkap belum
diregistrasi oleh Daerah, maka yang bersangkutan dinyatakan telah
teregistrasi.

Hal 2 dari 3

Lampiran Keputusan Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia


Nomor : PO.001/PP.IAI/1418/V/2015 tentang Peraturan Organisasi Tentang Registrasi Anggota.

7. Berkas permohonan yang tidak lengkap akan dikembalikan oleh Pengurus


Daerah ke anggota bersangkutan melalui Pengurus Cabang setempat
untuk dilengkapi.
D. SURAT KETERANGAN KEANGGOTAAN (SKK)
1. SKK diberikan kepada anggota yang telah melakukan pendaftaran menjadi
anggota.
2. SKK diberikan setelah permohonan dinyatakan lengkap oleh Pengurus
Daerah
3. SKK tersebut dipergunakan untuk mengambil KTA.
Ditetapkan di
Pada tanggal

: JAKARTA
: 20 MEI 2015

PENGURUS PUSAT

IKATAN APOTEKER INDONESIA


Ketua Umum

Sekretaris Jenderal

Drs. Nurul Falah Eddy Pariang, Apt


NA. 23031961010827

Noffendri, S.Si., Apt


NA. 29111970010829

Hal 3 dari 3

Lampiran. PO.001/PP.IAI/1418/V/2015 tentang Peraturan Organisasi Tentang Registrasi Anggota.

FORMULIR REGISTRASI KEANGGOTAAN

IKATAN APOTEKER INDONESIA


Kepada Yth.
Ketua Umum PP IAI
cq. Ketua PD IAI

(isi dengan huruf kapital)

Bersama ini saya mengajukan permohonan untuk menjadi anggota Ikatan Apoteker Indonesia dengan data sebagai berikut :
Nama Lengkap
Gelar
Tempat, Tgl lahir

Nomor KTP
Jenis Kelamin

(Tanggal-Bulan-Tahun)

Laki-laki

Perempuan

Agama

Alamat
(sesuai KTP)

Desa/Kelurahan
Kecamatan
Kab/Kota
Provinsi
Handphone
Email
Asal PTF
Tahun Lulus
Tempat
Praktik/
Kerja/
Dinas

No. Ijazah Profesi


1. Nama
Alamat
Jabatan
2. Nama

Apoteker

Apoteker Penanggung Jawab

Apoteker Pendamping

Lainnya

Apoteker

Apoteker Penanggung Jawab

Apoteker Pendamping

Lainnya

Apoteker

Apoteker Penanggung Jawab

Apoteker Pendamping

Lainnya

Alamat
Jabatan
3. Nama
Alamat
Jabatan

Sebagai kelengkapan permohonan terlampir:


1. Fotokopi Kartu Tanda Penduduk yang masih berlaku
2. Fotokopi Ijazah Pendidikan Program Profesi Apoteker yang dilegalisir
3. Fotokopi Surat Sumpah Apoteker yang dilegalisir
4. Pas Photo berwarna ukuran 2x3 sebanyak 3 lembar
5. Surat Pernyataan mematuhi Kode Etik & Disiplin Profesi Apoteker,
Peraturan Organisasi serta Peraturan Perundang-undangan di Bidang Kefarmasian.
6. Bukti Pembayaran Uang Pangkal dan Iuran Tahunan Anggota sesuai ketentuan berlaku.
Demikianlah permohonan ini diajukan, atas perhatiannya terima kasih.
., ..
(nama kota/kab , tanggal)

Pemohon,

lembar pertama untuk pengurus

TANDA TERIMA BERKAS


FORMULIR REGISTRASI KEANGGOTAAN

IKATAN APOTEKER INDONESIA


(di isi oleh petugas)

Telah diterima berkas permohonan registrasi keanggotaan atas nama


dengan lampiran sebagai berikut :
Ada Tidak ada
1. Fotokopi Kartu Tanda Penduduk yang masih berlaku
2. Fotokopi Ijazah Pendidikan Program Profesi Apoteker yang dilegalisir
3. Fotokopi Surat Sumpah Apoteker yang dilegalisir
4. Pas Photo berwarna ukuran 2x3 sebanyak 3 lembar
5. Surat Pernyataan mematuhi Kode Etik & Disiplin Profesi Apoteker,
Peraturan Organisasi serta Peraturan Perundang-undangan di Bidang Kefarmasian.
6. Bukti Pembayaran Uang Pangkal dan Iuran Tahunan Anggota sesuai ketentuan berlaku.

., ..
Petugas,

Berkas

Lengkap

Belum lengkap

Catatan : .
.
.
lembar kedua untuk pendaftar

Lampiran Keputusan Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia


Nomor : PO.001/PP.IAI/1418/V/2015 tentang Peraturan Organisasi Tentang Registrasi
Anggota.

Contoh

SURAT PERNYATAAN
MEMATUHI KODE ETIK DAN PEDOMAN DISIPLIN APOTEKER
Saya yang bertanda tangan dibawah ini;
Nama Lengkap

: ...........................................................................

Tempat, Tanggal lahir

: ...........................................................................

Alamat

: ...........................................................................

(Sesuai KTP)

...........................................................................
...........................................................................
Dengan ini menyatakan:
1. Saya telah mempelajari dan memahami Kode Etik Dan Pedoman
Disiplin Apoteker Indonesia.
2. Saya akan mematuhi dan melaksanakan Kode Etik Dan Pedoman
Disiplin Apoteker Indonesia dengan baik dan benar, dalam rangka
menjaga dan memelihara serta meningkatkan derajat kesehatan
masyarakat dimanapun saya melaksanakan praktik profesi saya.
3. Pernyataan ini saya buat dalam keadaan sehat jasmani dan rohani
serta dalam keadaan sadar tanpa paksaan dari siapapun.
Demikianlah pernyataan ini saya buat untuk saya laksanakan dengan
sepenuh hati.
....................................., .........................
Kota tempat membuat pernyataan, tanggal-bulan-tahun.

Yang membuat pernyataan,

MATERAI Rp.6.000

.........................................................................

Lampiran Keputusan Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia


Nomor : PO.001/PP.IAI/1418/V/2015 tentang Peraturan Organisasi Tentang Registrasi
Anggota

CONTOH SURAT KETERANGAN KEANGGOTAAN

KOP SURAT PENGURUS DAERAH


SURAT KETERANGAN KEANGGOTAAN
Nomor : Ket-000/PD IAI/Nama Propinsi/ bulan/tahun
(Contoh : Nomor : Ket-007/PD IAI/Sulawesi Utara/V/2015)

Ikatan Apoteker Indonesia Pengurus Daerah ..............................................,


dengan ini menerangkan bahwa :
Nama

: .....................................................................................

No.Anggota

: .......................................................................

Tempat/Tgl.lahir

: .....................................................................................

Alamat

: .....................................................................................

(dari PP IAI)

.....................................................................................
Jenis Kelamin

: Laki-laki / Perempuan

Telah terdaftar sebagai anggota Ikatan Apoteker Indonesia.


Demikianlah surat keterangan ini dibuat untuk dipergunakan sebagaimana
mestinya dan harap diserahkan kembali saat pengambilan Kartu Tanda
Anggota.
............................................., ....................
IKATAN APOTEKER INDONESIA
PENGURUS DAERAH .................................
Ketua,

Sekretaris,

.................................
NA.

.........................
NA.

Catt : NA = Nomor Anggota

Lampiran. PO.001/PP.IAI/1418/V/2015 tentang Peraturan Organisasi Tentang Registrasi Anggota.

FORMULIR PERMOHONAN NOMOR KEANGGOTAAN


IKATAN APOTEKER INDONESIA
Pemohon : Pengurus Daerah .
No.

No.Keanggotaan (di isi oleh PP IAI)

Nama Lengkap

Gelar

Tempat lahir

Tgl lahir

Nomor KTP

Jenis Kelamin

Agama

Alamat Lengkap (sesuai KTP)

Desa/Kelurahan

Kecamatan

Kab/Kota

Provinsi

Handphone

Email

Asal PTF

Tahun Lulus

No.Ijazah

Sebagai

Nama

Tempat Praktik/Kerja (2)


Alamat

Sebagai

Nama

Tempat Praktik/Kerja (3)


Alamat

Sebagai

1
2
3
4
5
6
7
8
9
dst

Nama

Tempat Praktik/Kerja (1)


Aalamat

,
Ketua PD IAI .

PO.002/PP.IAI/1418/V/2015
PERATURAN ORGANISASI
TENTANG
IURAN ANGGOTA
IKATAN APOTEKER INDONESIA

SURAT KEPUTUSAN
PENGURUS PUSAT IKATAN APOTEKER INDONESIA
Nomor : PO.002/PP.IAI/1418/V/2015
TENTANG
PERATURAN ORGANISASI
TENTANG
IURAN ANGGOTA
IKATAN APOTEKER INDONESIA
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
PENGURUS PUSAT IKATAN APOTEKER INDONESIA
Menimbang

a. Bahwa dalam rangka penguatan organisasi untuk


dapat memberikan pelayanan yang berkualitas bagi
anggota telah dilakukan penyempurnaan Surat
Keputusan Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia
No.002/PO/PP-IAI/V/2010 tentang Iuran Tahunan
Anggota, dalam forum Rapat Kerja Nasional yang
berlangsung tanggal 8-9 Mei 2015 di Bukittinggi.
b. Bahwa sehubungan dengan butir a diatas perlu
ditetapkan Keputusan Pengurus Pusat Ikatan
Apoteker Indonesia tentang Peraturan Organisasi
Tentang Iuran Anggota.

Mengingat

: 1. Anggaran Dasar Ikatan Apoteker Indonesia


2. Anggaran Rumah Tangga Ikatan Apoteker Indonesia

Memperhatikan

: Hasil Rapat Kerja Nasional yang berlangsung tanggal 8-9


Mei 2015 di Bukittinggi .

Memutuskan

Menetapkan

: Keputusan Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia


Nomor : PO.002/PP.IAI/1418/V/2015 tentang Peraturan
Organisasi Tentang Iuran Anggota.

Pertama

Hal 1 dari 2 - PO.002/PP.IAI/1418/V/2015 tentang Peraturan Organisasi Tentang Iuran Anggota

Pertama

: Peraturan Organisasi tentang Iuran Anggota secara lengkap


sebagaimana tercantum dalam lampiran dan merupakan
bagian tak terpisahkan dari keputusan ini.

Kedua

: Peraturan Organisasi tentang Iuran Anggota ini merupakan


pedoman dan aturan yang mengikat bagi seluruh Apoteker di
Indonesia

Ketiga

: Dengan diberlakukannya keputusan ini maka


Surat
Keputusan Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia
No.002/PO/PP-IAI/V/2010 tentang Iuran Tahunan Anggota
dinyatakan TIDAK BERLAKU.

Keempat

: Keputusan ini mulai berlaku tanggal 1 Agustus 2015 dan


akan diperbaiki apabila terdapat kekeliruan.

Ditetapkan di
Pada tanggal

: JAKARTA
: 20 MEI 2015

PENGURUS PUSAT
IKATAN APOTEKER INDONESIA
Ketua Umum

Sekretaris Jenderal

Drs. Nurul Falah Eddy Pariang, Apt


NA. 23031961010827

Noffendri, S.Si., Apt


NA. 29111970010829

Hal 2 dari 2 - PO.002/PP.IAI/1418/V/2015 tentang Peraturan Organisasi Tentang Iuran Anggota

Lampiran Keputusan Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia


Nomor : PO.002/PP.IAI/1418/V/2015 tentang Peraturan Organisasi Tentang Iuran Anggota

PERATURAN ORGANISASI
TENTANG
IURAN ANGGOTA
IKATAN APOTEKER INDONESIA
1. Iuran Anggota terdiri dari :
a. Uang Pangkal dan
b. Iuran Tahunan
2. Uang pangkal adalah iuran yang dibayarkan hanya satu kali oleh anggota
sewaktu pertama kali mendaftar sebagai anggota ke Pengurus Daerah
setempat, sebesar Rp. 50.000 (lima puluh ribu rupiah)
3. Iuran tahunan bagi apoteker yang baru lulus dari perguruan tinggi farmasi
untuk satu tahun pertama sebesar Rp.120.000,- (Seratus dua puluh ribu
rupiah), dan untuk tahun selanjutnya sesuai ketentuan.
4. Iuran Tahunan adalah iuran wajib bagi setiap anggota yang dibayarkan melalui
Pengurus Daerah setempat Rp. 240.000 (Dua ratus empat puluh ribu rupiah) per
tahun dan akan ditinjau kembali secara periodik.
5. Teknis penarikan iuran tahunan diatur oleh pengurus daerah masing-masing.
6. Pengalokasian Iuran Tahunan kepada masing-masing Pengurus dilakukan oleh
Pengurus Daerah.
7. Besaran alokasi Iuran Tahunan untuk masing-masing Pengurus adalah
sebagai berikut :
a. Pengurus Pusat sebesar 10% (sepuluh persen)
b. Pengurus Daerah sebesar 40% (empat puluh persen)
c. Pengurus Cabang sebesar 50% (lima puluh persen)
8. Apabila apoteker yang baru lulus dari perguruan tinggi farmasi melakukan
mutasi ke propinsi lain pada tahun pertama, maka iuran tahunan
sebagaimana poin 4 diatas di alokasikan 50% (lima puluh persen) untuk
Pengurus Daerah asal dan 50% (lima puluh persen) untuk Pengurus Daerah
tujuan sesuai proporsi sebagaimana yang dimaksud pada poin 7.
9. Pengurus Daerah menyampaikan Laporan Penarikan dan Distribusi Iuran
Tahunan selambat-lambatnya 4 (empat) bulan sekali kepada Pengurus Pusat
dan Tembusan kepada Pengurus Cabang.
10. Bagi anggota yang lalai dalam membayar Iuran Tahunan akan dikenakan
sanksi.

Ditetapkan ..

Hal 1 dari 2

Lampiran Keputusan Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia


Nomor : PO.002/PP.IAI/1418/V/2015 tentang Peraturan Organisasi Tentang Iuran Anggota

Ditetapkan di
Pada tanggal

: JAKARTA
: 20 MEI 2015

PENGURUS PUSAT

IKATAN APOTEKER INDONESIA


Ketua Umum

Sekretaris Jenderal

Drs. Nurul Falah Eddy Pariang, Apt


NA. 23031961010827

Noffendri, S.Si., Apt


NA. 29111970010829

Hal 2 dari 2

Lampiran Keputusan Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia


Nomor : PO.002/PP.IAI/1418/V/2015 tentang Peraturan Organisasi Tentang Iuran Anggota

Format Laporan Penarikan & Distribusi Iuran Tahunan


Laporan Penarikan & Distribusi Iuran Tahunan
Pengurus Daerah
Periode Laporan : Bulan . Tahun. s/d Bulan .. Tahun .
No.

Nomor Keanggotaan

Nama Anggota

Bulan

Tahun

Periode Penarikan & Nominal


Bulan
Tahun

Nominal (Rp)

PP (10%)

PD (40%)

Nominal Distribusi (Rp)


PC (50%)

Nama PC

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
dst
Catt : Terlampir bukti setor ke rekening Pengurus Pusat dan masing-masing Pengurus Cabang

,
Ketua PD IAI .

Tanggal Transfer

PO.003/PP.IAI/1418/V/2015
PERATURAN ORGANISASI
TENTANG
KARTU TANDA ANGGOTA
IKATAN APOTEKER INDONESIA

SURAT KEPUTUSAN
PENGURUS PUSAT IKATAN APOTEKER INDONESIA
Nomor : PO.003/PP.IAI/1418/V/2015
TENTANG
PERATURAN ORGANISASI
TENTANG
KARTU TANDA ANGGOTA
IKATAN APOTEKER INDONESIA
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
PENGURUS PUSAT IKATAN APOTEKER INDONESIA
Menimbang

a. Bahwa dalam rangka memberikan pelayanan yang


berkualitas bagi anggota dalam pembuatan Kartu
Tanda Anggota telah dilakukan penyempurnaan Surat
Keputusan Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia
No.003/PO/PP-IAI/V/2010 tentang Kartu Tanda
Anggota, dalam forum Rapat Kerja Nasional yang
berlangsung tanggal 8-9 Mei 2015 di Bukittinggi.
b. Bahwa sehubungan dengan butir a diatas perlu
ditetapkan Keputusan Pengurus Pusat Ikatan
Apoteker Indonesia tentang Peraturan Organisasi
Tentang Kartu Tanda Anggota.

Mengingat

: 1. Anggaran Dasar Ikatan Apoteker Indonesia


2. Anggaran Rumah Tangga Ikatan Apoteker Indonesia

Memperhatikan

: Hasil Rapat Kerja Nasional yang berlangsung tanggal 8-9


Mei 2015 di Bukittinggi .

Memutuskan

Menetapkan

: Keputusan Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia


Nomor : PO.003/PP.IAI/1418/V/2015 tentang Peraturan
Organisasi Tentang Kartu Tanda Anggota.

Pertama

Hal 1 dari 2 - PO.003/PP.IAI/1418/V/2015 tentang Peraturan Organisasi Tentang Kartu Tanda Anggota

Pertama

: Peraturan Organisasi tentang Kartu Tanda Anggota secara


lengkap sebagaimana tercantum dalam lampiran dan
merupakan bagian tak terpisahkan dari keputusan ini.

Kedua

: Peraturan Organisasi tentang Kartu Tanda Anggota ini


merupakan pedoman dan aturan yang mengikat bagi seluruh
Apoteker di Indonesia

Ketiga

: Dengan diberlakukannya keputusan ini maka


Surat
Keputusan Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia
No.003/PO/PP-IAI/V/2010 tentang Kartu Tanda Anggota
dinyatakan TIDAK BERLAKU.

Keempat

: Keputusan ini mulai berlaku tanggal 1 Agustus 2015 dan


akan diperbaiki apabila terdapat kekeliruan.

Ditetapkan di
Pada tanggal

: JAKARTA
: 20 MEI 2015

PENGURUS PUSAT
IKATAN APOTEKER INDONESIA
Ketua Umum

Sekretaris Jenderal

Drs. Nurul Falah Eddy Pariang, Apt


NA. 23031961010827

Noffendri, S.Si., Apt


NA. 29111970010829

Hal 2 dari 2 - PO.003/PP.IAI/1418/V/2015 tentang Peraturan Organisasi Tentang Kartu Tanda Anggota

Lampiran Keputusan Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia


Nomor : PO.003/PP.IAI/1418/V/2015 tentang Peraturan Organisasi Tentang Kartu Tanda Anggota

PERATURAN ORGANISASI
TENTANG
KARTU TANDA ANGGOTA
IKATAN APOTEKER INDONESIA
1. Setiap anggota yang telah terdaftar berhak mendapatkan Kartu Tanda Anggota
2. Kartu Tanda Anggota dikeluarkan oleh Pengurus Daerah dengan masa berlaku
5 (lima) tahun dan dapat diperpanjang untuk masa 5 (lima) tahun berikutnya.
3. Format Kartu Tanda Anggota dan Nomor Registrasi Anggota ditetapkan oleh
Pengurus Pusat.
4. Nomor Anggota merupakan nomor yang diberikan oleh Pengurus Pusat dan
bersifat tetap untuk setiap Anggota sebagai bukti keanggotaan,
5. Pemberian Nomor Anggota terdiri dari 12 angka dengan rincian :
a. Delapan angka di awal menunjukkan masing-masing 2 digit tanggal, 2
digit bulan dan 4 digit tahun kelahiran
b. Enam angka di akhir menunjukkan nomor urut nasional
6. Proses pembuatan Kartu Tanda Anggota diselesaikan dalam waktu paling lama
30 (tiga puluh) hari kerja terhitung dari berkas permohonan dinyatakan
lengkap oleh Pengurus Daerah setempat
7. Kartu Tanda Anggota harus dikembalikan kepada Pengurus Daerah melalui
Pengurus Cabang apabila yang bersangkutan berhenti menjadi anggota,
dikarenakan :
a. Mengundurkan diri dari Keanggotaan
b. Terkena sanksi Organisasi Profesi
8. Pengurus Daerah memberikan Laporan Pengembalian Kartu Tanda Anggota
setiap 6 (enam) bulan sekali kepada Pengurus Pusat.
Ditetapkan di
Pada tanggal

: JAKARTA
: 20 MEI 2015

PENGURUS PUSAT
IKATAN APOTEKER INDONESIA
Ketua Umum

Sekretaris Jenderal

Drs. Nurul Falah Eddy Pariang, Apt


NA. 23031961010827

Noffendri, S.Si., Apt


NA. 29111970010829

Hal 1 dari 1

Lampiran Keputusan Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia


Nomor : PO.003/PP.IAI/1418/V/2015 tentang Peraturan Organisasi Tentang Kartu Tanda Anggota

FORMAT
KARTU TANDA ANGGOTA
Tampak Depan

5,5 cm

Logo IAI
Timbul/Emboss
8,5 cm

Nama

: Prof. Dr. Mangku Broto, Apt.

No. Anggota

: 08121949000006

Masa Berlaku

: 10/14
Alamat

Tulisan :
Ikatan Apoteker Indonesia
(tipe huruf = Futura Md BT
Bold)
The Indonesian Pharmacists
Association (tipe huruf =
Futura Md BT Medium)
Warna emas dengan garis
tepi warna hitam
Warna Background :
Merah
Tulisan : Kartu Tanda Anggota
(tipe huruf = Futura Md BT Bold
dan berwarna Hitam)

Jalan Dahlia Raya


No. 312 Bubulak
Bogor 14455
Jawa Barat

Bingkai Warna Emas

Tempat Foto
(Background
Merah), Ukuran :
Tinggi 2,50 cm
dan Lebar 2 cm

Tulisan :
Nama, No. Anggota, Masa
Berlaku dan Alamat = tipe
huruf Arial Bold

3 Buah Logo
IAI Samar
(Sebagai
tambahan
Background)

Warna Background
: Silver/Perak dan
bermotif

Tampak Belakang
8,5 cm

Logo IAI

5,5 cm

IKATAN APOTEKER INDONESIA


(T he In don e si an P ha r ma ci st As s oc i atio n)
PENGURUS DAERAH

Drs. Slamet R, Apt.


Ketua PD..

Drs. Sugeng M., Apt.


Sekretaris PD.

ALAMAT PENGURUS DAERAH.

Warna Background
: Silver/Perak dan
bermotif
Tipe tulisan :
Arial Black Bold
Warna Hitam
Tipe tulisan :
Futura Lt BT Bold
Warna Hitam

Lampiran Keputusan Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia


Nomor : PO.003/PP.IAI/1418/V/2015 tentang Peraturan Organisasi Tentang Kartu Tanda Anggota

CONTOH LAPORAN PENGEMBALIAN KTA

KOP SURAT PENGURUS DAERAH


No

: B2-000/PD IAI/Nama Propinsi/bulan/tahun

(contoh: B2-006/PD IAI/Kalimantan Selatan/V/2015)

Lamp : Hal
: Laporan Pengembalian KTA
Kepada Yth.
Ketua Umum PP IAI
di
JAKARTA
Bersama ini kami laporkan data pengembalian Kartu Tanda Anggota (KTA) dari
Pengurus

Daerah

tahun

sampai

periode

bulan

dengan

bulan

. tahun .. dengan rincian sebagai berikut :


No.

No.KTA

Nama Pemilik

Alasan Pengembalian
Mengundurkan
diri

Terkena
sanksi

1.
2.
3.
4.
5.
dst
.., .
IKATAN APOTEKER INDONESIA
PENGURUS DAERAH
Ketua,

Sekretaris,

NA.

NA.

Catt : NA = Nomor Anggota

Hal 1 dari 1

PO.004/PP.IAI/1418/V/2015
PERATURAN ORGANISASI
TENTANG
PENGHENTIAN KEANGGOTAAN
IKATAN APOTEKER INDONESIA

SURAT KEPUTUSAN
PENGURUS PUSAT IKATAN APOTEKER INDONESIA
Nomor : PO.004/PP.IAI/1418/V/2015
TENTANG
PERATURAN ORGANISASI
TENTANG
PENGHENTIAN KEANGGOTAAN
IKATAN APOTEKER INDONESIA
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
PENGURUS PUSAT IKATAN APOTEKER INDONESIA
Menimbang

a. Bahwa dalam rangka memberikan pelayanan yang


berkualitas
bagi
anggota
telah
dilakukan
penyempurnaan Surat Keputusan Pengurus Pusat
Ikatan Apoteker Indonesia No.004/PO/PP-IAI/V/2010
tentang Penghentian Keanggotaan, dalam forum Rapat
Kerja Nasional yang berlangsung tanggal 8-9 Mei 2015
di Bukittinggi.
b. Bahwa sehubungan dengan butir a diatas perlu
ditetapkan Keputusan Pengurus Pusat Ikatan
Apoteker Indonesia tentang Peraturan Organisasi
Tentang Penghentian Keanggotaan.

Mengingat

: 1. Anggaran Dasar Ikatan Apoteker Indonesia


2. Anggaran Rumah Tangga Ikatan Apoteker Indonesia

Memperhatikan

: Hasil Rapat Kerja Nasional yang berlangsung tanggal 8-9


Mei 2015 di Bukittinggi .

Memutuskan

Menetapkan

: Keputusan Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia


Nomor : PO.004/PP.IAI/1418/V/2015 tentang Peraturan
Organisasi Tentang Penghentian Keanggotaan.

Pertama

Hal 1 dari 2 - PO.004/PP.IAI/1418/V/2015 tentang Peraturan Organisasi Tentang Penghentian Keanggotaan

Pertama

: Peraturan Organisasi tentang Penghentian Keanggotaan


secara lengkap sebagaimana tercantum dalam lampiran dan
merupakan bagian tak terpisahkan dari keputusan ini.

Kedua

: Peraturan Organisasi tentang Penghentian Keanggotaan ini


merupakan pedoman dan aturan yang mengikat bagi seluruh
Apoteker di Indonesia

Ketiga

: Dengan diberlakukannya keputusan ini maka


Surat
Keputusan Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia
No.004/PO/PP-IAI/V/2010 tentang Penghentian Keanggotaan
dinyatakan TIDAK BERLAKU.

Keempat

: Keputusan ini mulai berlaku tanggal 1 Agustus 2015 dan


akan diperbaiki apabila terdapat kekeliruan.

Ditetapkan di
Pada tanggal

: JAKARTA
: 20 MEI 2015

PENGURUS PUSAT
IKATAN APOTEKER INDONESIA
Ketua Umum

Sekretaris Jenderal

Drs. Nurul Falah Eddy Pariang, Apt


NA. 23031961010827

Noffendri, S.Si., Apt


NA. 29111970010829

Hal 2 dari 2 - PO.004/PP.IAI/1418/V/2015 tentang Peraturan Organisasi Tentang Penghentian Keanggotaan

Lampiran Keputusan Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia


Nomor : PO.004/PP.IAI/1418/V/2015 tentang Peraturan Organisasi Tentang Penghentian
Keanggotaan

PERATURAN ORGANISASI
TENTANG
PENGHENTIAN KEANGGOTAAN
IKATAN APOTEKER INDONESIA

1. Keanggotaan seorang Apoteker dalam Ikatan Apoteker Indonesia berhenti


apabila :
a. Atas permintaan sendiri atau
b. Diberhentikan karena terkena sanksi organisasi atau
c. Meninggal Dunia.
2. Permohonan pengajuan pengunduran diri sesuai poin a ditujukan kepada
Pengurus Pusat melalui Pengurus Cabang dan Pengurus Daerah setempat.
3. Kewenangan menghentikan keanggotaan seorang Apoteker dalam Ikatan
Apoteker Indonesia sebagaimana pada poin b adalah Pengurus Pusat Ikatan
Apoteker Indonesia setelah mendapat pertimbangan dari Majelis Pembina Etik
dan Disiplin Apoteker Pusat.
Ditetapkan di
Pada tanggal

: JAKARTA
: 20 MEI 2015

PENGURUS PUSAT
IKATAN APOTEKER INDONESIA
Ketua Umum

Sekretaris Jenderal

Drs. Nurul Falah Eddy Pariang, Apt


NA. 23031961010827

Noffendri, S.Si., Apt


NA. 29111970010829

Hal 11 dari 1

PO.005/PP.IAI/1418/V/2015
PERATURAN ORGANISASI
TENTANG
REKOMENDASI IJIN PRAKTIK ATAU KERJA
IKATAN APOTEKER INDONESIA

SURAT KEPUTUSAN
PENGURUS PUSAT IKATAN APOTEKER INDONESIA
Nomor : PO.005/PP.IAI/1418/V/2015
TENTANG
PERATURAN ORGANISASI
TENTANG
REKOMENDASI IJIN PRAKTIK ATAU KERJA
IKATAN APOTEKER INDONESIA
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
PENGURUS PUSAT IKATAN APOTEKER INDONESIA
Menimbang

a. Bahwa dalam rangka memberikan pelayanan yang


berkualitas
bagi
anggota
dalam
pemberian
rekomendasi ijin praktik atau kerja telah dilakukan
penyempurnaan Surat Keputusan Pengurus Pusat
Ikatan Apoteker Indonesia No.007/PO/PP-IAI/V/2010
tentang Rekomendasi Ijin Praktik atau Kerja, dalam
forum Rapat Kerja Nasional yang berlangsung tanggal
8-9 Mei 2015 di Bukittinggi.
b. Bahwa sehubungan dengan butir a diatas perlu
ditetapkan Keputusan Pengurus Pusat Ikatan
Apoteker Indonesia tentang Peraturan Organisasi
Tentang Rekomendasi Ijin Praktik atau Kerja.

Mengingat

: 1. Anggaran Dasar Ikatan Apoteker Indonesia


2. Anggaran Rumah Tangga Ikatan Apoteker Indonesia

Memperhatikan

: Hasil Rapat Kerja Nasional yang berlangsung tanggal 8-9


Mei 2015 di Bukittinggi .

Memutuskan

Menetapkan

: Keputusan Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia


Nomor : PO.005/PP.IAI/1418/V/2015 tentang Peraturan
Organisasi Tentang Rekomendasi Ijin Praktik atau Kerja .

Pertama
Hal 1 dari 2 - PO.005/PP.IAI/1418/V/2015 tentang Peraturan Organisasi Tentang Rekomendasi Ijin Praktik atau
Kerja

Pertama

: Peraturan Organisasi tentang Rekomendasi Ijin Praktik atau


Kerja secara lengkap sebagaimana tercantum dalam lampiran
dan merupakan bagian tak terpisahkan dari keputusan ini.

Kedua

: Peraturan Organisasi tentang Rekomendasi Ijin Praktik atau


Kerja ini merupakan pedoman dan aturan yang mengikat bagi
seluruh Apoteker di Indonesia

Ketiga

: Dengan diberlakukannya keputusan ini maka Surat


Keputusan Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia
No.007/PO/PP-IAI/V/2010 tentang Rekomendasi Ijin Praktek
atau Kerja dinyatakan TIDAK BERLAKU.

Keempat

: Keputusan ini mulai berlaku tanggal 1 Agustus 2015 dan


akan diperbaiki apabila terdapat kekeliruan.

Ditetapkan di
Pada tanggal

: JAKARTA
: 20 MEI 2015

PENGURUS PUSAT
IKATAN APOTEKER INDONESIA
Ketua Umum

Sekretaris Jenderal

Drs. Nurul Falah Eddy Pariang, Apt


NA. 23031961010827

Noffendri, S.Si., Apt


NA. 29111970010829

Hal 2 dari 2 - PO.005/PP.IAI/1418/V/2015 tentang Peraturan Organisasi Tentang Rekomendasi Ijin Praktik atau
Kerja

Lampiran Keputusan Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia


Nomor : PO.005/PP.IAI/1418/V/2015 tentang Peraturan Organisasi Tentang Rekomendasi Ijin
Praktik atau Kerja

PERATURAN ORGANISASI
TENTANG
REKOMENDASI IJIN PRAKTIK ATAU KERJA
IKATAN APOTEKER INDONESIA

A. KETENTUAN UMUM
1. Rekomendasi ijin praktik/kerja hanya diberikan kepada Apoteker anggota
Ikatan Apoteker Indonesia.
2. Permohonan rekomendasi ijin praktik/kerja oleh anggota ditujukan kepada
Pengurus Cabang setempat dimana praktik/pekerjaan kefarmasian akan
dilaksanakan.
3. Surat Rekomendasi ijin praktik/kerja ditujukan kepada Kepala Dinas
Kesehatan Kabupaten/Kota setempat dimana Pengurus Cabang tersebut
berada dan memberikan tembusan kepada Pengurus Daerah sebagai
laporan.
4. Setiap permohonan rekomendasi ijin praktik/kerja dikenakan biaya
sebesar Rp 50.000., (lima puluh ribu rupiah) sampai dengan Rp. 100.000.,
(seratus ribu rupiah).
5. Surat rekomendasi ijin praktik/kerja yang tidak dipergunakan harus
dikembalikan kepada Pengurus Cabang yang menerbitkannya selambatlambatnya 6 (enam) bulan sejak diterbitkannya surat tersebut.
6. Surat rekomendasi ijin praktik/kerja khusus yang terkait dengan
ketersediaan tenaga Apoteker pada daerah tertentu, dikoordinasikan oleh
pengurus cabang dengan pemerintah daerah setempat.
7. Proses permohonan rekomendasi ijin praktik/kerja dapat dilakukan secara
online.
8. Penerbitan rekomendasi oleh pengurus cabang diselesaikan dalam waktu
paling lama 15 (lima belas hari) hari sejak berkas diterima dengan
persyaratan telah lengkap.
B. REKOMENDASI IJIN PRAKTIK SEBAGAI APOTEKER PENANGGUNG JAWAB
DI APOTEK/KLINIK
Pemohon mengajukan permohonan rekomendasi kepada Pengurus Cabang
setempat dengan mengisi Formulir Permohonan
Rekomendasi Ijin
Praktik/Kerja dengan melampirkan :
1. Fotokopi KTA atau SKK yang masih berlaku
2. Fotokopi KTP atau Surat Keterangan Domisili dari Kelurahan sesuai
dengan tempat praktik/kerja
3. Fotokopi Surat Tanda Registrasi Apoteker dengan masa berlaku minimal 3
bulan sebelum berakhir,
Hal 1 dari 6

Lampiran Keputusan Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia


Nomor : PO.005/PP.IAI/1418/V/2015 tentang Peraturan Organisasi Tentang Rekomendasi Ijin
Praktik atau Kerja

4. Fotokopi Sertifikat Kompetensi Apoteker dengan masa berlaku minimal 3


bulan sebelum berakhir,
5. Surat Pernyataan akan melaksanakan praktik secara bertanggung jawab
dan tidak akan melanggar kode etik, pedoman disiplin dan peraturan
organisasi.
6. Surat Pernyataan tidak sebagai Apoteker Penanggung Jawab di tempat
praktik/kerja sarana kefarmasian lain.
7. Surat ijin/rekomendasi atasan bagi apoteker yang akan praktik pada
Apotek/ Klinik di luar waktu pekerjaan utamanya,
8. Surat Keterangan mutasi dari Pengurus Daerah asal anggota, yang
ditujukan ke Pengurus Daerah dimana praktik/kerja kefarmasian akan
dilaksanakan (bagi pemohon yang berasal dari Kabupaten/Kota luar
propinsi).
9. Surat Keterangan Mutasi dari Pengurus Cabang asal anggota, yang
ditujukan ke Pengurus Cabang dimana praktik/kerja kefarmasian akan
dilaksanakan (bagi pemohon yang berasal dari Kabupaten/Kota dalam
satu propinsi)
10. Surat Keterangan/Surat Keputusan Pengangkatan Pegawai (bagi Apoteker
yang praktik/kerja di sarana kefarmasian milik pemerintah/korporasi).
11. Surat Pernyataan Kepemilikan sarana bermaterai cukup (bagi Apoteker
dengan modal milik sendiri)
12. Akte Notaris Perjanjian Kerjasama dengan Investor (bagi Apoteker dengan
modal milik pihak lain/investor)
13. Akte Notaris Perjanjian Kerjasama dengan Pimpinan Klinik (bagi pemohon
sebagai Apoteker Penanggung Jawab Klinik)
14. Berita Acara Serah Terima Tanggung Jawab (bagi permohonan penggantian
Apoteker Penanggung Jawab)
C. REKOMENDASI IJIN PRAKTIK SEBAGAI APOTEKER PENDAMPING DI
APOTEK/KLINIK
Pemohon mengajukan permohonan rekomendasi kepada Pengurus Cabang
setempat dengan mengisi Formulir Permohonan Rekomendasi Ijin
Praktik/Kerja dan melampirkan :
1. Fotokopi KTA atau SKK yang masih berlaku
2. Fotokopi KTP atau Surat Keterangan Domisili dari Kelurahan sesuai
dengan tempat praktik/kerja
3. Fotokopi Surat Tanda Registrasi Apoteker dengan masa berlaku minimal 3
bulan sebelum berakhir,
4. Fotokopi Sertifikat Kompetensi Apoteker dengan masa berlaku minimal 3
bulan sebelum berakhir.
5. Fotokopi SIPA Pendamping dari tempat praktik sebelumnya (bagi pemohon
SIPA Pendamping kedua atau ketiga)

Hal 2 dari 6

Lampiran Keputusan Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia


Nomor : PO.005/PP.IAI/1418/V/2015 tentang Peraturan Organisasi Tentang Rekomendasi Ijin
Praktik atau Kerja

6. Surat Pernyataan akan melaksanakan praktik secara bertanggung jawab


dan tidak akan melanggar kode etik, pedoman disiplin dan peraturan
organisasi.
7. Surat Pernyataan tidak sebagai Apoteker Penanggung Jawab di tempat
praktik/kerja sarana kefarmasian lain.
8. Surat ijin/rekomendasi atasan bagi apoteker yang akan praktik pada
Apotek/ Klinik di luar waktu pekerjaan utamanya.
9. Surat Keterangan mutasi dari Pengurus Daerah asal anggota, yang
ditujukan ke Pengurus Daerah dimana praktik/kerja kefarmasian akan
dilaksanakan (bagi pemohon yang berasal dari Kabupaten/Kota luar
propinsi).
10. Surat Keterangan Mutasi dari Pengurus Cabang asal anggota, yang
ditujukan ke Pengurus Cabang dimana praktik/kerja kefarmasian akan
dilaksanakan (bagi pemohon yang berasal dari Kabupaten/Kota dalam
satu propinsi)
11. Surat Keterangan/Surat Keputusan Pengangkatan Pegawai (bagi Apoteker
yang praktik/kerja di sarana kefarmasian milik pemerintah/korporasi).
12. Surat pengangkatan sebagai
Penanggung Jawab setempat

Apoteker

Pendamping

dari

Apoteker

13. Surat Keterangan tentang jadwal praktik dari Apoteker Penanggung Jawab
ditempat praktik sebelumnya (bagi pemohon SIPA Pendamping kedua atau
ketiga)
14. Surat Pengantar dari Pengurus Cabang asal pemohon (bagi pemohon SIPA
Pendamping kedua atau ketiga di daerah perbatasan antara
kabupaten/kota atau propinsi)
D. REKOMENDASI IJIN PRAKTIK SEBAGAI APOTEKER PENANGGUNG JAWAB
DI RUMAH SAKIT / PUSKESMAS
Pemohon mengajukan permohonan rekomendasi kepada Pengurus Cabang
setempat dengan mengisi Formulir Permohonan Rekomendasi Ijin
Praktik/Kerja dan melampirkan :
1. Fotokopi KTA atau SKK yang masih berlaku
2. Fotokopi KTP atau Surat Keterangan Domisili dari Kelurahan sesuai dengan
tempat praktik/kerja
3. Fotokopi Surat Tanda Registrasi Apoteker dengan masa berlaku minimal 3
bulan sebelum berakhir,
4. Fotokopi Sertifikat Kompetensi Apoteker dengan masa berlaku minimal 3
bulan sebelum berakhir,
5. Surat Pernyataan akan melaksanakan praktik secara bertanggung jawab
dan tidak akan melanggar kode etik, pedoman disiplin dan peraturan
organisasi.
6. Surat Pernyataan tidak sebagai Apoteker Penanggung Jawab di tempat
praktik/kerja sarana kefarmasian lain.

Hal 3 dari 6

Lampiran Keputusan Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia


Nomor : PO.005/PP.IAI/1418/V/2015 tentang Peraturan Organisasi Tentang Rekomendasi Ijin
Praktik atau Kerja

7. Surat Keterangan mutasi dari Pengurus Daerah asal anggota, yang ditujukan
ke Pengurus Daerah dimana praktik/kerja kefarmasian akan dilaksanakan
(bagi pemohon yang berasal dari Kabupaten/Kota luar propinsi).
8. Surat Keterangan Mutasi dari Pengurus Cabang asal anggota, yang
ditujukan ke Pengurus Cabang dimana praktik/kerja kefarmasian akan
dilaksanakan (bagi pemohon yang berasal dari Kabupaten/Kota dalam satu
propinsi)
9. Surat Keterangan/Surat Keputusan Pengangkatan Pegawai dari pimpinan
rumah sakit / puskesmas.
10. Berita Acara Serah Terima Tanggung Jawab (bagi permohonan penggantian
Apoteker Penanggung Jawab)
E. REKOMENDASI IJIN PRAKTIK SEBAGAI APOTEKER PENDAMPING DI
RUMAH SAKIT / PUSKESMAS
Pemohon mengajukan permohonan rekomendasi kepada Pengurus Cabang
setempat dengan mengisi Formulir Permohonan Rekomendasi Ijin
Praktik/Kerja dan melampirkan :
1. Fotokopi KTA atau SKK yang masih berlaku
2. Fotokopi KTP atau Surat Keterangan Domisili dari Kelurahan sesuai dengan
tempat praktik/kerja
3. Fotokopi Surat Tanda Registrasi Apoteker dengan masa berlaku minimal 3
bulan sebelum berakhir,
4. Fotokopi Sertifikat Kompetensi Apoteker dengan masa berlaku minimal 3
bulan sebelum berakhir.
5. Fotokopi SIPA Pendamping dari tempat praktik sebelumnya (bagi pemohon
SIPA Pendamping kedua atau ketiga)
6. Surat Pernyataan akan melaksanakan praktik secara bertanggung jawab
dan tidak akan melanggar kode etik, pedoman disiplin dan peraturan
organisasi.
7. Surat Pernyataan tidak sebagai Apoteker Penanggung Jawab di tempat
praktik/kerja sarana kefarmasian lain.
8. Surat Keterangan mutasi dari Pengurus Daerah asal anggota, yang ditujukan
ke Pengurus Daerah dimana praktik/kerja kefarmasian akan dilaksanakan
(bagi pemohon yang berasal dari Kabupaten/Kota luar propinsi).
9. Surat Keterangan Mutasi dari Pengurus Cabang asal anggota, yang
ditujukan ke Pengurus Cabang dimana praktik/kerja kefarmasian akan
dilaksanakan (bagi pemohon yang berasal dari Kabupaten/Kota dalam satu
propinsi)
10. Surat Keterangan/Surat Keputusan Pengangkatan Pegawai dari pimpinan
rumah sakit / puskesmas.
11. Surat pengangkatan sebagai
Penanggung Jawab setempat

Apoteker

Pendamping

dari

Apoteker

Hal 4 dari 6

Lampiran Keputusan Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia


Nomor : PO.005/PP.IAI/1418/V/2015 tentang Peraturan Organisasi Tentang Rekomendasi Ijin
Praktik atau Kerja

12. Surat Keterangan tentang jadwal praktik dari Apoteker Penanggung Jawab
ditempat praktik sebelumnya (bagi pemohon SIPA Pendamping kedua atau
ketiga)
13. Surat Pengantar dari Pengurus Cabang asal pemohon (bagi pemohon SIPA
Pendamping kedua atau ketiga di daerah perbatasan antara
kabupaten/kota atau propinsi)
F. REKOMENDASI IJIN KERJA DI INDUSTRI FARMASI
TRADISIONAL/KOSMETIKA) / PEDAGANG BESAR FARMASI

(OBAT/OBAT

Pemohon mengajukan permohonan rekomendasi kepada Pengurus Cabang


setempat dengan mengisi Formulir Permohonan Rekomendasi Ijin
Praktik/Kerja dan melampirkan :
1. Fotokopi KTA yang masih berlaku
2. Fotokopi KTP atau Surat Keterangan Domisili dari Kelurahan sesuai dengan
tempat praktik/kerja
3. Fotokopi Surat Tanda Registrasi Apoteker dengan masa berlaku minimal 3
bulan sebelum berakhir,
4. Fotokopi Sertifikat Kompetensi Apoteker dengan masa berlaku minimal 3
bulan sebelum berakhir,
5. Surat Pernyataan akan melaksanakan praktik secara bertanggung jawab
dan tidak akan melanggar kode etik, pedoman disiplin dan peraturan
organisasi.
6. Surat Pernyataan tidak sebagai Apoteker Penanggung Jawab di tempat
praktik/kerja sarana kefarmasian lain.
7. Surat Keterangan mutasi dari Pengurus Daerah asal anggota, yang ditujukan
ke Pengurus Daerah dimana praktik/kerja kefarmasian akan dilaksanakan
(bagi pemohon yang berasal dari Kabupaten/Kota luar propinsi).
8. Surat Keterangan Mutasi dari Pengurus Cabang asal anggota, yang
ditujukan ke Pengurus Cabang dimana praktik/kerja kefarmasian akan
dilaksanakan (bagi pemohon yang berasal dari Kabupaten/Kota dalam satu
propinsi)
9. Surat Keterangan/Surat Keputusan Pengangkatan Pegawai dari pimpinan
perusahaan.
10. Berita Acara Serah Terima Tanggung Jawab (bagi permohonan penggantian
Apoteker Penanggung Jawab)
11. Surat perjanjian kerja antara Pimpinan perusahaan dan apoteker dengan
menggunakan materai

Ditetapkan
Hal 5 dari 6

Lampiran Keputusan Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia


Nomor : PO.005/PP.IAI/1418/V/2015 tentang Peraturan Organisasi Tentang Rekomendasi Ijin
Praktik atau Kerja

Ditetapkan di
Pada tanggal

: JAKARTA
: 20 MEI 2015

PENGURUS PUSAT

IKATAN APOTEKER INDONESIA


Ketua Umum

Sekretaris Jenderal

Drs. Nurul Falah Eddy Pariang, Apt


NA. 23031961010827

Noffendri, S.Si., Apt


NA. 29111970010829

Hal 6 dari 6

Lampiran. PO.005/PP.IAI/1418/V/2015 tentang Peraturan Organisasi Tentang Rekomendasi Ijin Praktik/Kerja

FORMULIR PERMOHONAN REKOMENDASI


IJIN PRAKTIK ATAU KERJA

IKATAN APOTEKER INDONESIA


(isi dengan huruf kapital)

Untuk Permohonan Sebagai Apoteker di Apotek / Klinik


Kepada Yth.
Ketua PC IAI
Bersama ini saya mengajukan permohonan rekomendasi ijin praktik dengan data sebagai berikut :
A. Data Pemohon
Nomor KTP
No.KTA
Nama Lengkap
(Tanggal-Bulan-Tahun)

Gelar
Tempat, Tgl lahir

Alamat
(sesuai KTP)

Desa/Kelurahan
Kecamatan
Kab/Kota
Provinsi
Handphone
Email
No.STRA
Masa Berlaku s/d

No.Sertifikat Kompetensi
Masa Berlaku s/d
B. DATA SARANA KEFARMASIAN
Nama Sarana
Alamat lengkap
Desa/Kelurahan
Kecamatan
Kab/Kota
Provinsi
Jenis Sarana

Apotek

Klinik

Status Kepemilikan

Milik Sendiri

Sebagai
Apoteker Penanggung Jawab
Apoteker Pendamping
Sebagai kelengkapan permohonan terlampir :
1. Fotokopi Kartu Tanda Penduduk yang masih berlaku
2. Fotokopi Kartu Tanda Anggota atau Surat Keterangan Keanggotaan yang masih berlaku
3. Fotokopi Surat Tanda Registrasi Apoteker yang masih berlaku (minimal 3 bulan sebelum berakhir)
4. Fotokopi Sertifikat Kompetensi Apoteker yang masih berlaku (minimal 3 bulan sebelum berakhir)
5. Surat Pernyataan akan melaksanakan praktik secara bertanggung jawab dan tidak akan melanggar
kode etik, pedoman disiplin dan peraturan organisasi
6. Surat Pernyataan tidak sebagai Apoteker Penanggung Jawab di tempat praktik/kerja sarana kefarmasian lain
7. Surat ijin/rekomendasi atasan ( bagi apoteker yang akan praktik pada Apotek/ Klinik di luar waktu
pekerjaan utamanya )
8. Surat Keterangan mutasi dari Pengurus Daerah darimana anggota berasal yang ditujukan
ke Pengurus Daerah setempat dimana praktik/kerja kefarmasian akan dilaksanakan (bagi pemohon
yang berasal dari luar propinsi setempat)
9. Surat Keterangan mutasi dari Pengurus Cabang darimana anggota berasal yang ditujukan
ke Pengurus Cabang setempat dimana praktik/kerja kefarmasian akan dilaksanakan (bagi pemohon
yang berasal dari luar Kab/Kota setempat)

Milik Pihak Lain

10. Surat Keterangan/Surat Keputusan Pengangkatan Pegawai (bagi Apoteker yang praktik/kerja
di sarana kefarmasian milik pemerintah/korporasi)
11. Surat Pernyataan Kepemilikan bermaterai cukup (bagi Apoteker dengan modal milik sendiri)
12. Akte Notaris Perjanjian Kerjasama dengan Investor (bagi Apoteker dengan modal milik pihak lain/investor)
13. Akte Notaris Perjanjian Kerjasama dengan Pimpinan Klinik (bagi pemohon sebagai Apoteker
Penanggung Jawab Klinik)
14. Berita Acara Serah Terima Tanggung Jawab (bagi permohonan penggantian Apoteker Penanggung Jawab)
15. Surat pengangkatan sebagai Apoteker Pendamping dari Apoteker Penanggung Jawab setempat
(bagi permohonan sebagai Apoteker Pendamping)
16. Surat Keterangan tentang jadwal praktik dari Apoteker Penanggung Jawab ditempat praktik sebelumnya
(bagi pemohon SIPA Pendamping kedua atau ketiga)
Demikianlah permohonan ini diajukan, atas perhatiannya terima kasih.
., ..
(nama kota/kab , tanggal)

Pemohon,

lembar pertama untuk pengurus

TANDA TERIMA BERKAS


2

TANDA TERIMA BERKAS


FORMULIR PERMOHONAN REKOMENDASI
IJIN PRAKTIK ATAU KERJA

IKATAN APOTEKER INDONESIA


(di isi oleh petugas)

Telah diterima berkas permohonan rekomendasi atas nama


dengan lampiran sebagai berikut :

Ada Tidak ada

1.
2.
3.
4.
5.

Fotokopi Kartu Tanda Penduduk yang masih berlaku


Fotokopi Kartu Tanda Anggota atau Surat Keterangan Keanggotaan yang masih berlaku
Fotokopi Surat Tanda Registrasi Apoteker yang masih berlaku (minimal 3 bulan sebelum berakhir)
Fotokopi Sertifikat Kompetensi Apoteker yang masih berlaku (minimal 3 bulan sebelum berakhir)
Surat Pernyataan akan melaksanakan praktik secara bertanggung jawab dan tidak akan melanggar
kode etik, pedoman disiplin dan peraturan organisasi
6. Surat Pernyataan tidak sebagai Apoteker Penanggung Jawab di tempat praktik/kerja sarana
kefarmasian lain
7. Surat ijin/rekomendasi atasan ( bagi apoteker yang akan praktik pada Apotek/ Klinik di luar waktu
pekerjaan utamanya )
8. Surat Keterangan mutasi dari Pengurus Daerah darimana anggota berasal yang ditujukan
ke Pengurus Daerah setempat dimana praktik/kerja kefarmasian akan dilaksanakan (bagi pemohon
yang berasal dari luar propinsi setempat)
9. Surat Keterangan mutasi dari Pengurus Cabang darimana anggota berasal yang ditujukan
ke Pengurus Cabang setempat dimana praktik/kerja kefarmasian akan dilaksanakan (bagi pemohon
yang berasal dari luar Kab/Kota setempat)
10.Surat Keterangan/Surat Keputusan Pengangkatan Pegawai (bagi Apoteker yang praktik/kerja
di sarana kefarmasian milik pemerintah/korporasi)
11.Surat Pernyataan Kepemilikan bermaterai cukup (bagi Apoteker dengan modal milik sendiri)
12.Akte Notaris Perjanjian Kerjasama dengan Investor (bagi Apoteker dengan modal milik
pihak lain/investor)
13.Akte Notaris Perjanjian Kerjasama dengan Pimpinan Klinik (bagi pemohon sebagai Apoteker
Penanggung Jawab Klinik)
14.Berita Acara Serah Terima Tanggung Jawab (bagi permohonan penggantian Apoteker
Penanggung Jawab)
15.Surat pengangkatan sebagai Apoteker Pendamping dari Apoteker Penanggung Jawab setempat
(bagi permohonan sebagai Apoteker Pendamping)
16.Surat Keterangan tentang jadwal praktik dari Apoteker Penanggung Jawab ditempat praktik sebelumnya
(bagi pemohon SIPA Pendamping kedua atau ketiga)
., ..
Petugas,

Berkas

Lengkap

Belum lengkap

Catatan : .
.
.

lembar kedua untuk pemohon

Lampiran. PO.005/PP.IAI/1418/V/2015 tentang Peraturan Organisasi Tentang Rekomendasi Ijin Praktik/Kerja

FORMULIR PERMOHONAN REKOMENDASI


IJIN PRAKTIK ATAU KERJA

IKATAN APOTEKER INDONESIA


(isi dengan huruf kapital)

Untuk Permohonan Sebagai Apoteker di Rumah Sakit / Puskesmas


Kepada Yth.
Ketua PC IAI
Bersama ini saya mengajukan permohonan rekomendasi ijin praktik dengan data sebagai berikut :
A. Data Pemohon
Nomor KTP
No.KTA
Nama Lengkap
(Tanggal-Bulan-Tahun)

Gelar
Tempat, Tgl lahir

Alamat
(sesuai KTP)

Desa/Kelurahan
Kecamatan
Kab/Kota
Provinsi
Handphone
Email
No.STRA
Masa Berlaku s/d

No.Sertifikat Kompetensi
Masa Berlaku s/d
B. DATA SARANA KEFARMASIAN
Nama Sarana
Alamat lengkap
Desa/Kelurahan
Kecamatan
Kab/Kota
Provinsi
Jenis Sarana

Rumah Sakit

Puskesmas

Sebagai
Apoteker Penanggung Jawab
Apoteker Pendamping
Sebagai kelengkapan permohonan terlampir :
1. Fotokopi Kartu Tanda Penduduk yang masih berlaku
2. Fotokopi Kartu Tanda Anggota atau Surat Keterangan Keanggotaan yang masih berlaku
3. Fotokopi Surat Tanda Registrasi Apoteker yang masih berlaku (minimal 3 bulan sebelum berakhir)
4. Fotokopi Sertifikat Kompetensi Apoteker yang masih berlaku (minimal 3 bulan sebelum berakhir)
5. Surat Pernyataan akan melaksanakan praktik secara bertanggung jawab dan tidak akan melanggar
kode etik, pedoman disiplin dan peraturan organisasi
6. Surat Pernyataan tidak sebagai Apoteker Penanggung Jawab di tempat praktik/kerja sarana kefarmasian lain
7. Surat Keterangan/Surat Keputusan Pengangkatan Pegawai dari pimpinan Rumah Sakit / Puskesmas
8. Surat Keterangan mutasi dari Pengurus Daerah darimana anggota berasal yang ditujukan
ke Pengurus Daerah setempat dimana praktik/kerja kefarmasian akan dilaksanakan (bagi pemohon
yang berasal dari luar propinsi setempat)
9. Surat Keterangan mutasi dari Pengurus Cabang darimana anggota berasal yang ditujukan
ke Pengurus Cabang setempat dimana praktik/kerja kefarmasian akan dilaksanakan (bagi pemohon
yang berasal dari luar Kab/Kota setempat)
10. Berita Acara Serah Terima Tanggung Jawab (bagi permohonan penggantian Apoteker Penanggung Jawab)

11. Surat pengangkatan sebagai Apoteker Pendamping dari Apoteker Penanggung Jawab setempat
(bagi permohonan sebagai Apoteker Pendamping)
12. Surat Keterangan tentang jadwal praktik dari Apoteker Penanggung Jawab ditempat praktik sebelumnya
(bagi pemohon SIPA Pendamping kedua atau ketiga)
Demikianlah permohonan ini diajukan, atas perhatiannya terima kasih.
., ..

(di isi oleh petugas)

Diterima

Berkas

Lengkap

(nama kota/kab , tanggal)

Pemohon,
Belum lengkap

lembar pertama untuk pengurus

TANDA TERIMA BERKAS


2

TANDA TERIMA BERKAS


FORMULIR PERMOHONAN REKOMENDASI
IJIN PRAKTIK ATAU KERJA

IKATAN APOTEKER INDONESIA


(di isi oleh petugas)

Telah diterima berkas permohonan rekomendasi atas nama


dengan lampiran sebagai berikut :
1. Fotokopi Kartu Tanda Penduduk yang masih berlaku
2. Fotokopi Kartu Tanda Anggota atau Surat Keterangan Keanggotaan yang masih berlaku
3. Fotokopi Surat Tanda Registrasi Apoteker yang masih berlaku (minimal 3 bulan sebelum berakhir)
4. Fotokopi Sertifikat Kompetensi Apoteker yang masih berlaku (minimal 3 bulan sebelum berakhir)
5. Surat Pernyataan akan melaksanakan praktik secara bertanggung jawab dan tidak akan melanggar
kode etik, pedoman disiplin dan peraturan organisasi
6. Surat Pernyataan tidak sebagai Apoteker Penanggung Jawab di tempat praktik/kerja
sarana kefarmasian lain
7. Surat Keterangan/Surat Keputusan Pengangkatan Pegawai dari pimpinan Rumah Sakit / Puskesmas
8. Surat Keterangan mutasi dari Pengurus Daerah darimana anggota berasal yang ditujukan
ke Pengurus Daerah setempat dimana praktik/kerja kefarmasian akan dilaksanakan (bagi pemohon
yang berasal dari luar propinsi setempat)
9. Surat Keterangan mutasi dari Pengurus Cabang darimana anggota berasal yang ditujukan
ke Pengurus Cabang setempat dimana praktik/kerja kefarmasian akan dilaksanakan (bagi pemohon
yang berasal dari luar Kab/Kota setempat)
10.Berita Acara Serah Terima Tanggung Jawab (bagi permohonan penggantian Apoteker
Penanggung Jawab)
11.Surat pengangkatan sebagai Apoteker Pendamping dari Apoteker Penanggung Jawab setempat
(bagi permohonan sebagai Apoteker Pendamping)
12.Surat Keterangan tentang jadwal praktik dari Apoteker Penanggung Jawab ditempat praktik sebelumnya
(bagi pemohon SIPA Pendamping kedua atau ketiga)

Ada Tidak ada

., ..
Petugas,

Berkas

Lengkap

Belum lengkap

Catatan : .
.
.
lembar kedua untuk pemohon

Lampiran. PO.005/PP.IAI/1418/V/2015 tentang Peraturan Organisasi Tentang Rekomendasi Ijin Praktik/Kerja

FORMULIR PERMOHONAN REKOMENDASI


IJIN PRAKTIK ATAU KERJA

IKATAN APOTEKER INDONESIA


(isi dengan huruf kapital)

Untuk Permohonan Sebagai Apoteker di Industri Farmasi & Pedagang Besar Farmasi
Kepada Yth.
Ketua PC IAI
Bersama ini saya mengajukan permohonan rekomendasi ijin kerja dengan data sebagai berikut :
A. Data Pemohon
Nomor KTP
No.KTA
Nama Lengkap
(Tanggal-Bulan-Tahun)

Gelar
Tempat, Tgl lahir

Alamat
(sesuai KTP)

Desa/Kelurahan
Kecamatan
Kab/Kota
Provinsi
Handphone
Email
No.STRA
Masa Berlaku s/d

No.Sertifikat Kompetensi
Masa Berlaku s/d
B. DATA SARANA KEFARMASIAN
Nama Sarana
Alamat lengkap
Desa/Kelurahan
Kecamatan
Kab/Kota
Provinsi
Jenis Sarana

Industri Obat

Industri Obat Tradisonal

Industri Kosmetika

Pedagang Besar Farmasi

Sebagai kelengkapan permohonan terlampir :


1. Fotokopi Kartu Tanda Penduduk yang masih berlaku
2. Fotokopi Kartu Tanda Anggota atau Surat Keterangan Keanggotaan yang masih berlaku
3. Fotokopi Surat Tanda Registrasi Apoteker yang masih berlaku (minimal 3 bulan sebelum berakhir)
4. Fotokopi Sertifikat Kompetensi Apoteker yang masih berlaku (minimal 3 bulan sebelum berakhir)
5. Surat Pernyataan akan melaksanakan praktik secara bertanggung jawab dan tidak akan melanggar
kode etik, pedoman disiplin dan peraturan organisasi
6. Surat Pernyataan tidak sebagai Apoteker Penanggung Jawab di tempat praktik/kerja sarana kefarmasian lain
7. Surat Keterangan/Surat Keputusan Pengangkatan Pegawai dari pimpinan perusahaan.
8. Surat perjanjian kerja antara Pimpinan perusahaan dan apoteker bermaterai cukup
9. Surat Keterangan mutasi dari Pengurus Daerah darimana anggota berasal yang ditujukan
ke Pengurus Daerah setempat dimana praktik/kerja kefarmasian akan dilaksanakan (bagi pemohon
yang berasal dari luar propinsi setempat)
10. Surat Keterangan mutasi dari Pengurus Cabang darimana anggota berasal yang ditujukan
ke Pengurus Cabang setempat dimana praktik/kerja kefarmasian akan dilaksanakan (bagi pemohon
yang berasal dari luar Kab/Kota setempat)
11. Berita Acara Serah Terima Tanggung Jawab (bagi permohonan penggantian Apoteker Penanggung Jawab)

Demikianlah permohonan ini diajukan, atas perhatiannya terima kasih.


., ..
(nama kota/kab , tanggal)

Pemohon,

lembar pertama untuk pengurus

TANDA TERIMA BERKAS


2

TANDA TERIMA BERKAS


FORMULIR PERMOHONAN REKOMENDASI
IJIN PRAKTIK ATAU KERJA

IKATAN APOTEKER INDONESIA


(di isi oleh petugas)

Telah diterima berkas permohonan rekomendasi atas nama


dengan lampiran sebagai berikut :
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

10.

11.

Ada Tidak ada

Fotokopi Kartu Tanda Penduduk yang masih berlaku


Fotokopi Kartu Tanda Anggota atau Surat Keterangan Keanggotaan yang masih berlaku
Fotokopi Surat Tanda Registrasi Apoteker yang masih berlaku (minimal 3 bulan sebelum berakhir)
Fotokopi Sertifikat Kompetensi Apoteker yang masih berlaku (minimal 3 bulan sebelum berakhir)
Surat Pernyataan akan melaksanakan praktik secara bertanggung jawab dan tidak akan melanggar
kode etik, pedoman disiplin dan peraturan organisasi
Surat Pernyataan tidak sebagai Apoteker Penanggung Jawab di tempat praktik/kerja sarana
kefarmasian lain
Surat Keterangan/Surat Keputusan Pengangkatan Pegawai dari pimpinan perusahaan.
Surat perjanjian kerja antara Pimpinan perusahaan dan apoteker bermaterai cukup
Surat Keterangan mutasi dari Pengurus Daerah darimana anggota berasal yang ditujukan
ke Pengurus Daerah setempat dimana praktik/kerja kefarmasian akan dilaksanakan (bagi pemohon
yang berasal dari luar propinsi setempat)
Surat Keterangan mutasi dari Pengurus Cabang darimana anggota berasal yang ditujukan
ke Pengurus Cabang setempat dimana praktik/kerja kefarmasian akan dilaksanakan (bagi pemohon
yang berasal dari luar Kab/Kota setempat)
Berita Acara Serah Terima Tanggung Jawab (bagi permohonan penggantian Apoteker
Penanggung Jawab)
., ..
Petugas,

Berkas

Lengkap

Belum lengkap

Catatan : .
.
.

lembar kedua untuk pemohon

Lampiran Keputusan Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia


Nomor : PO.005/PP.IAI/1418/V/2015 tentang Peraturan Organisasi Tentang Rekomendasi
Ijin Praktik atau Kerja

Contoh

SURAT PERNYATAAN
MEMATUHI KODE ETIK DAN PEDOMAN DISIPLIN APOTEKER
Saya yang bertanda tangan dibawah ini;
Nama Lengkap

: ...........................................................................

No.Anggota

: ...........................................................................

Tempat, Tanggal lahir

: ...........................................................................

Alamat

: ...........................................................................

(Sesuai KTP)

...........................................................................
...........................................................................
Dengan ini menyatakan:
1. Saya telah mempelajari dan memahami Kode Etik Dan Pedoman
Disiplin Apoteker Indonesia.
2. Saya akan mematuhi dan melaksanakan Kode Etik Dan Pedoman
Disiplin Apoteker Indonesia dengan baik dan benar, dalam rangka
menjaga dan memelihara serta meningkatkan derajat kesehatan
masyarakat dimanapun saya melaksanakan praktik profesi saya.
3. Pernyataan ini saya buat dalam keadaan sehat jasmani dan rohani
serta dalam keadaan sadar tanpa paksaan dari siapapun.
Demikianlah pernyataan ini saya buat untuk saya laksanakan dengan
sepenuh hati.
....................................., .........................
Kota tempat membuat pernyataan, tanggal-bulan-tahun.

Yang membuat pernyataan,

materai Rp.6.000,-

.........................................................................

Lampiran Keputusan Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia


Nomor : PO.005/PP.IAI/1418/V/2015 tentang Peraturan Organisasi Tentang Rekomendasi
Ijin Praktik atau Kerja

Contoh

SURAT PERNYATAAN
KEPEMILIKAN MODAL
Saya yang bertanda tangan dibawah ini;
Nama Lengkap

: ...........................................................................

No.Anggota

: ...........................................................................

Tempat, Tanggal lahir

: ...........................................................................

Alamat

: ...........................................................................

(Sesuai KTP)

...........................................................................
...........................................................................
Dengan ini menyatakan bahwa saya adalah pemilik modal Apotek/Klinik*
tempat saya akan melaksanakan praktik kefarmasian.
Demikianlah pernyataan ini saya buat dalam keadaan sehat jasmani dan
rohani serta dalam keadaan sadar tanpa paksaan dari siapapun.
....................................., .........................
Kota tempat membuat pernyataan, tanggal-bulan-tahun.

Yang membuat pernyataan,

Materai Rp.6.000

.........................................................................
*) coret salah satu

Lampiran Keputusan Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia


Nomor : PO.005/PP.IAI/1418/V/2015 tentang Peraturan Organisasi Tentang Rekomendasi
Ijin Praktik atau Kerja

Contoh

SURAT PENGANGKATAN
APOTEKER PENDAMPING
Saya yang bertanda tangan dibawah ini selaku Apoteker Penanggung Jawab
Apotek/Klinik/IFRS/Puskesmas * ...............................................................
yang beralamat di ........................................................................................
Dengan ini mengangkat sejawat :
Nama Lengkap

: ...........................................................................

No.Anggota

: ...........................................................................

Tempat, Tanggal lahir

: ...........................................................................

Alamat

: ...........................................................................

(Sesuai KTP)

...........................................................................
...........................................................................
sebagai Apoteker Pendamping di Apotek/Klinik/IFRS/Puskesmas * .............
..................................................................................................................
Demikianlah surat pengangkatan dibuat untuk dipergunakan sebagaimana
mestinya.
....................................., ........................

.......................................................................
NA............................................................
......
*) coret salah satu
NA : Nomor Anggota

Lampiran Keputusan Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia


Nomor : PO.005/PP.IAI/1418/V/2015 tentang Peraturan Organisasi Tentang Rekomendasi
Ijin Praktik atau Kerja

Contoh

SURAT KETERANGAN
JADWAL PRAKTIK APOTEKER PENDAMPING

Saya yang bertanda tangan dibawah ini selaku Apoteker Penanggung Jawab
Apotek/Klinik/IFRS/Puskesmas * .......... .....................................................
yang beralamat di .........................................................................................
Dengan ini menerangkan bahwa sejawat :
Nama Lengkap

: ...........................................................................

No.Anggota

: ...........................................................................

Tempat, Tanggal lahir

: ...........................................................................

Alamat

: ...........................................................................

(Sesuai KTP)

...........................................................................
...........................................................................
Menjalankan praktik sebagai Apoteker Pendamping di
Apotek/Klinik/IFRS/Puskesmas * ................................................................
setiap hari ........................................................ jam .....................................
Demikianlah surat keterangan ini dibuat untuk dipergunakan sebagaimana
mestinya..
....................................., ......................

.......................................................................
NA..................................................................
*) coret salah satu
NA = Nomor Anggota

Lampiran Keputusan Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia


Nomor : PO.005/PP.IAI/1418/V/2015 tentang Peraturan Organisasi Tentang Rekomendasi
Ijin Praktik atau Kerja

Contoh

SURAT PERNYATAAN
TIDAK SEBAGAI APOTEKER PENANGGUNG JAWAB
Saya yang bertanda tangan dibawah ini;
Nama Lengkap

: ..........................................................................

No.Anggota

: ...........................................................................

Tempat, Tanggal lahir

: ...........................................................................

Alamat

: ...........................................................................

(Sesuai KTP)

...........................................................................
...........................................................................
Dengan ini menyatakan bahwa saya tidak berpraktik/bekerja sebagai
Apoteker Penanggung Jawab di sarana kefarmasian lainnya.
Demikianlah pernyataan ini saya buat dalam keadaan sehat jasmani dan
rohani serta dalam keadaan sadar tanpa paksaan dari siapapun.
....................................., .........................
Kota tempat membuat pernyataan, tanggal-bulan-tahun.

Yang membuat pernyataan,

materai Rp.6.000

.........................................................................

Lampiran Keputusan Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia


Nomor : PO.005/PP.IAI/1418/V/2015 tentang Peraturan Organisasi Tentang Rekomendasi Ijin
Praktik atau Kerja

Contoh Surat Rekomendasi

KOP SURAT PENGURUS CABANG


SURAT REKOMENDASI IJIN PRAKTIK/KERJA
No.Rek-000/PC IAI/Nama Kab-Kota/Bulan/Tahun
(Contoh : No.Rek-007/PC IAI/Jakarta Pusat/V/2015)

Ikatan Apoteker Indonesia Pengurus Cabang .................................................


dengan ini memberikan rekomendasi kepada :
Nama

: .........................................................................................

No.KTP

: .........................................................................................

No.Anggota

: .........................................................................................

No.Sertifikat
Kompetensi

: .........................................................................................

Masa berlaku Sertifikat Kompetensi sampai dengan ..........................................


No.STRA

: .........................................................................................

Masa berlaku STRA sampai dengan ..................................................................


Tempat/Tgl.lahir

: .........................................................................................

Alamat

: .........................................................................................
..........................................................................................
.........................................................................................

No Handphone

: .........................................................................................

Alamat email

: .........................................................................................

Untuk melaksanakan praktik/kerja di :


Nama Sarana Kefarmasian

: .................................................................

Alamat

: .................................................................

Sebagai Apoteker /Apoteker Penanggung Jawab /Apoteker Pendamping *,


sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
Demikianlah

surat

sebagaimana mestinya.

rekomendasi

ini

diberikan

untuk

dipergunakan

Lampiran Keputusan Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia


Nomor : PO.005/PP.IAI/1418/V/2015 tentang Peraturan Organisasi Tentang Rekomendasi Ijin
Praktik atau Kerja

Ketua,

............................................., ....................
IKATAN APOTEKER INDONESIA
PENGURUS CABANG .................................
Sekretaris,

........................................
NA.

..............................
NA.

Catatan :
*) Coret yang tidak sesuai
NA = Nomor Anggota
-

Surat Rekomendasi ijin praktik/kerja ini dibuat 3 (tiga) rangkap dengan rincian :1 (satu)
rangkap untuk pemohon, 1 (satu) rangkap untuk Pengurus Daerah sebagai laporan dan
1 (satu) rangkap untuk Arsip Pengurus Cabang.

Surat rekomendasi ijin praktik/kerja yang tidak dipergunakan harus dikembalikan


kepada Pengurus Cabang yang menerbitkannya selambat-lambatnya 6 (enam) bulan
sejak diterbitkannya surat tersebut

PO.006/PP.IAI/1418/V/2015
PERATURAN ORGANISASI
TENTANG
MUTASI ANGGOTA
IKATAN APOTEKER INDONESIA

SURAT KEPUTUSAN
PENGURUS PUSAT IKATAN APOTEKER INDONESIA
Nomor : PO.006/PP.IAI/1418/V/2015
TENTANG
PERATURAN ORGANISASI
TENTANG
MUTASI ANGGOTA
IKATAN APOTEKER INDONESIA
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
PENGURUS PUSAT IKATAN APOTEKER INDONESIA
Menimbang

a. Bahwa dalam rangka memberikan pelayanan yang


berkualitas
bagi
anggota
telah
dilakukan
penyempurnaan Surat Keputusan Pengurus Pusat
Ikatan Apoteker Indonesia No.008/PO/PP-IAI/V/2010
tentang Lolos Butuh, dalam forum Rapat Kerja
Nasional yang berlangsung tanggal 8-9 Mei 2015 di
Bukittinggi.
b. Bahwa sehubungan dengan butir a diatas perlu
ditetapkan Keputusan Pengurus Pusat Ikatan
Apoteker Indonesia tentang Peraturan Organisasi
Tentang Mutasi Anggota.

Mengingat

: 1. Anggaran Dasar Ikatan Apoteker Indonesia


2. Anggaran Rumah Tangga Ikatan Apoteker Indonesia

Memperhatikan

: Hasil Rapat Kerja Nasional yang berlangsung tanggal 8-9


Mei 2015 di Bukittinggi .

Memutuskan

Menetapkan

: Keputusan Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia


Nomor : PO.006/PP.IAI/1418/V/2015 tentang Peraturan
Organisasi Tentang Mutasi Anggota .

Pertama

: Peraturan Organisasi tentang Mutasi Anggota secara lengkap


sebagaimana tercantum dalam lampiran dan merupakan
bagian tak terpisahkan dari keputusan ini.

Kedua
Hal 1 dari 2 - PO.006/PP.IAI/1418/V/2015 tentang Peraturan Organisasi Tentang Mutasi Anggota

Kedua

: Peraturan Organisasi tentang Mutasi Anggota ini merupakan


pedoman dan aturan yang mengikat bagi seluruh Apoteker di
Indonesia

Ketiga

: Dengan diberlakukannya keputusan ini maka Surat


Keputusan Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia
No.008/PO/PP-IAI/V/2010 tentang Lolos Butuh dinyatakan
TIDAK BERLAKU.

Keempat

: Keputusan ini mulai berlaku tanggal 1 Agustus 2015 dan


akan diperbaiki apabila terdapat kekeliruan.

Ditetapkan di
Pada tanggal

: JAKARTA
: 20 MEI 2015

PENGURUS PUSAT
IKATAN APOTEKER INDONESIA
Ketua Umum

Sekretaris Jenderal

Drs. Nurul Falah Eddy Pariang, Apt


NA. 23031961010827

Noffendri, S.Si., Apt


NA. 29111970010829

Hal 2 dari 2 - PO.006/PP.IAI/1418/V/2015 tentang Peraturan Organisasi Tentang Mutasi Anggota

Lampiran Keputusan Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia


Nomor : PO.006/PP.IAI/1418/V/2015 tentang Peraturan Organisasi Tentang Mutasi Anggota

PERATURAN ORGANISASI
TENTANG
MUTASI ANGGOTA

A. KETENTUAN UMUM
1. Mutasi Anggota adalah perpindahan anggota atau tempat praktik/kerja ke
wilayah lain, baik antar Kabupaten/Kota maupun antar propinsi.
2. Surat Pengantar Mutasi anggota adalah surat yang dikeluarkan oleh
Pengurus Cabang atau Pengurus Daerah asal yang ditujukan kepada
Pengurus Cabang atau Pengurus Daerah tujuan
3. Proses permohonan surat pengantar mutasi di selesaikan dalam waktu
paling lama 5 (lima) hari kerja terhitung dari mulai berkas dinyatakan
lengkap oleh Pengurus Cabang atau Pengurus Daerah. Berkas
permohonan yang tidak lengkap akan dikembalikan oleh Pengurus Cabang
atau Pengurus Daerah kepada pemohon bersangkutan.
4. Pengurusan surat pengantar mutasi tidak dikenakan biaya.
5. Surat pengantar mutasi berlaku selama 30 (tiga puluh hari) hari sejak
tanggal dikeluarkan.
6. Pengajuan permohonan surat pengantar mutasi dapat dilakukan secara
online.
B. MUTASI ANTAR PROPINSI
1. Pemohon mengajukan permohonan ke Pengurus Daerah melalui Pengurus
Cabang setempat dengan mengisi Formulir Permohonan Mutasi dan
melampirkan:
a.

Fotokopi KTA / SKK yang masih berlaku

b. Fotokopi KTP yang masih berlaku


c.

Surat Keterangan tidak berpraktik/bekerja lagi di tempat praktik/kerja


sebelumnya

d. Borang Resertifikasi masa kompetensi tahun berjalan yang sudah di


verifikasi oleh tim resertifikasi.
2. Pengurus Cabang memberikan surat pengantar permohonan mutasi yang
ditujukan kepada Pengurus Daerah setempat.
3. Pengurus Daerah setempat selanjutnya membuat surat pengantar mutasi
antar propinsi yang ditujukan kepada Pengurus Daerah tujuan dan
ditembuskan kepada Pengurus Pusat sebagai laporan.
4. Pengurus Daerah yang dituju membuat surat pengantar mutasi kepada
Pengurus Cabang yang dituju.

Hal 1 of 2

Lampiran Keputusan Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia


Nomor : PO.006/PP.IAI/1418/V/2015 tentang Peraturan Organisasi Tentang Mutasi Anggota

C. MUTASI ANTAR KABUPATEN/ KOTA DALAM SATU PROPINSI


1. Pemohon mengajukan permohonan ke Pengurus Cabang setempat dengan
mengisi Formulir Permohonan Mutasi dan melampirkan :
a.

Fotokopi KTA yang masih berlaku

b. Fotokopi KTP yang masih berlaku


c.

Surat Keterangan tidak berpraktik/bekerja lagi di tempat praktik/kerja


sebelumnya

d. Borang Resertifikasi masa kompetensi tahun berjalan yang sudah di


verifikasi oleh tim resertifikasi..
2. Pengurus Cabang memberikan surat pengantar mutasi Antar Kabupaten/
Kota dalam satu Propinsi yang ditujukan kepada Pengurus Cabang yang
dituju dengan tembusan kepada Pengurus Daerah setempat sebagai
Laporan.

Ditetapkan di
Pada tanggal

: JAKARTA
: 20 MEI 2015

PENGURUS PUSAT

IKATAN APOTEKER INDONESIA


Ketua Umum

Sekretaris Jenderal

Drs. Nurul Falah Eddy Pariang, Apt


NA. 23031961010827

Noffendri, S.Si., Apt


NA. 29111970010829

Hal 2 of 2

Lampiran. PO.006/PP.IAI/1418/V/2015 tentang Peraturan Organisasi Tentang Mutasi Anggota

FORMULIR PERMOHONAN MUTASI

IKATAN APOTEKER INDONESIA


(isi dengan huruf kapital)

Permohonan Mutasi Antar Kabupaten/Kota Dalam Satu Propinsi


Kepada Yth.
Ketua PC IAI
Bersama ini saya mengajukan permohonan mutasi dengan data sebagai berikut :
Nomor KTP
No.KTA
Nama Lengkap
(Tanggal-Bulan-Tahun)

Gelar
Tempat, Tgl lahir

Alamat
(sesuai KTP)

Desa/Kelurahan
Kecamatan
Kab/Kota
Provinsi
Handphone
Email
Kab/Kota Tujuan
Sebagai kelengkapan permohonan terlampir :
1. Fotokopi Kartu Tanda Penduduk yang masih berlaku ( 3 rangkap)
2. Fotokopi Kartu Tanda Anggota atau Surat Keterangan Keanggotaan yang masih berlaku (3 rangkap)
3. Surat Keterangan tidak berpraktik/bekerja lagi di tempat praktik/kerja sebelumnya (3 rangkap)
4. Borang Resertifikasi masa kompetensi yang telah berjalan. (3 rangkap)
Demikianlah permohonan ini diajukan, atas perhatiannya terima kasih.
., ..
(nama kota/kab , tanggal)

Pemohon,

Keterangan :
1 rangkap untuk arsip PC IAI setempat
1 rangkap untuk arsip PC IAI tujuan
1 rangkap untuk arsip PD IAI setempat
Lembar pertama untuk pengurus

TANDA TERIMA BERKAS


1

TANDA TERIMA BERKAS


FORMULIR PERMOHONAN MUTASI

IKATAN APOTEKER INDONESIA


(di isi oleh petugas)

Telah diterima berkas permohonan mutasi atas nama


dengan lampiran sebagai berikut :
1.
2.
3.
4.

Ada Tidak ada

Fotokopi Kartu Tanda Penduduk yang masih berlaku (3 rangkap)


Fotokopi Kartu Tanda Anggota atau Surat Keterangan Keanggotaan yang masih berlaku (3 rangkap)
Surat Keterangan tidak berpraktik/bekerja lagi di tempat praktik/kerja sebelumnya (3 rangkap)
Borang Resertifikasi masa kompetensi yang telah berjalan. (3 rangkap)
., ..
Petugas,

Berkas

Lengkap

Belum lengkap

Catatan : .
.
.

Lembar kedua untuk pemohon

Lampiran. PO.006/PP.IAI/1418/V/2015 tentang Peraturan Organisasi Tentang Mutasi Anggota

FORMULIR PERMOHONAN MUTASI

IKATAN APOTEKER INDONESIA


(isi dengan huruf kapital)

Permohonan Mutasi Antar Kabupaten/Kota Luar Propinsi


Kepada Yth.
Ketua PD IAI

Up. Ketua PC IAI

Bersama ini saya mengajukan permohonan mutasi dengan data sebagai berikut :
Nomor KTP
No.KTA
Nama Lengkap
(Tanggal-Bulan-Tahun)

Gelar
Tempat, Tgl lahir

Alamat
(sesuai KTP)

Desa/Kelurahan
Kecamatan
Kab/Kota
Provinsi
Handphone
Email
Provinsi Tujuan
Kab/Kota Tujuan
Sebagai kelengkapan permohonan terlampir :
1. Fotokopi Kartu Tanda Penduduk yang masih berlaku (5 rangkap)
2. Fotokopi Kartu Tanda Anggota atau Surat Keterangan Keanggotaan yang masih berlaku (5 rangkap)
3. Surat Keterangan tidak berpraktik/bekerja lagi di tempat praktik/kerja sebelumnya (5 rangkap)
4. Borang Resertifikasi masa kompetensi yang telah berjalan. (5 rangkap)
Demikianlah permohonan ini diajukan, atas perhatiannya terima kasih.
., ..
(nama kota/kab , tanggal)

Pemohon,

Keterangan :
1 rangkap untuk arsip PC IAI setempat
1 rangkap untuk arsip PD IAI setempat
1 rangkap untuk arsip PD IAI tujuan
1 rangkap untuk arsip PP IAI
1 rangkap untuk arsip PC IAI tujuan
Lembar pertama untuk pengurus

TANDA TERIMA BERKAS


1

TANDA TERIMA BERKAS


FORMULIR PERMOHONAN MUTASI

IKATAN APOTEKER INDONESIA


(di isi oleh petugas)

Telah diterima berkas permohonan mutasi atas nama


dengan lampiran sebagai berikut :
1.
2.
3.
4.

Ada Tidak ada

Fotokopi Kartu Tanda Penduduk yang masih berlaku (4 rangkap)


Fotokopi Kartu Tanda Anggota atau Surat Keterangan Keanggotaan yang masih berlaku (4 rangkap)
Surat Keterangan tidak berpraktik/bekerja lagi di tempat praktik/kerja sebelumnya (4 rangkap)
Borang Resertifikasi masa kompetensi yang telah berjalan. (4 rangkap)
., ..
Petugas,

Berkas

Lengkap

Belum lengkap

Catatan : .
.
.

Lembar kedua untuk pemohon

Lampiran Keputusan Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia


Nomor : PO.006/PP.IAI/1418/V/2015 tentang Peraturan Organisasi Tentang Mutasi
Anggota.

Mutasi ke Kabupaten /Kota dalam satu Propinsi


CONTOH : Pengantar Mutasi Dari PC IAI setempat ke PC IAI tujuan

KOP SURAT PENGURUS CABANG


No

: B2-000/PC IAI/ Nama Kab-Kota/ bulan/ tahun


(contoh : B2-004/PC IAI/Kabupaten Pandeglang/V/2015)

Lamp : 1 (satu) rangkap


Hal
: Pengantar Mutasi

Kepada Yth.
Ketua PC IAI
Di
Tempat
Bersama ini kami memberikan pengantar mutasi bagi sejawat :
Nama
: .....................................................................................
No.KTP
: .....................................................................................
No.Anggota
: .....................................................................................
Tempat/Tgl.lahir : .....................................................................................
Alamat
: .....................................................................................
.....................................................................................
.....................................................................................
yang akan mutasi ke Kab/Kota ....................................................................
Bersama ini kami lampirkan :
1) Fotokopi KTA / SKK yang masih berlaku
2) Fotokopi KTP yang masih berlaku
3) Surat Keterangan tidak berpraktik/bekerja lagi di tempat praktik/kerja
sebelumnya
4) Borang Resertifikasi masa kompetensi yang telah berjalan.
Segala yang menjadi hak dan kewajiban, baik sebagai anggota maupun
sebagai apoteker di tempat praktik / kerja sebelumnya, telah diselesaikan
oleh yang bersangkutan.
Demikianlah surat pengantar ini dibuat untuk ditindaklanjuti sebagaimana
mestinya.
............................................., ....................
IKATAN APOTEKER INDONESIA
PENGURUS CABANG .................................
Ketua,
Sekretaris,
...............................
NA.
Catt : NA = Nomor Anggota

...................
NA.

Tembusan disampaikan kepada :


1. Yth. Ketua PD IAI ..
2. Arsip

Lampiran Keputusan Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia


Nomor : PO.006/PP.IAI/1418/V/2015 tentang Peraturan Organisasi Tentang Mutasi
Anggota.

Mutasi ke Kabupaten /Kota di luar Provinsi


Contoh : Pengantar Permohonan Mutasi dari PC IAI ke PD IAI setempat

KOP SURAT PENGURUS CABANG


No

: B2-000/PC IAI/ Nama Kab-Kota/ bulan/ tahun


(contoh : B2-005/PC IAI/Kota Cilegon/V/2015)

Lamp : 1 (satu) rangkap


Hal
: Pengantar Permohonan Mutasi

Kepada Yth.
Ketua PD IAI
Di
Tempat
Bersama ini kami teruskan permohonan mutasi dari sejawat :
Nama
: .....................................................................................
No.KTP
: .....................................................................................
No.Anggota
: .....................................................................................
Tempat/Tgl.lahir : .....................................................................................
Alamat
: .....................................................................................
.....................................................................................
.....................................................................................
yang akan mutasi ke Kab/Kota ....................................................................
di Provinsi .......................................................................
Segala yang menjadi hak dan kewajiban, baik sebagai anggota maupun
sebagai apoteker di tempat praktik / kerja sebelumnya, telah diselesaikan
oleh yang bersangkutan.
Bersama ini kami lampirkan :
1)
2)
3)
4)

Fotokopi surat permohonan mutasi dari yang bersangkutan


Fotokopi KTA / SKK yang masih berlaku ( 4 rangkap )
Fotokopi KTP yang masih berlaku ( 4 rangkap )
Surat Keterangan tidak berpraktik/bekerja lagi di tempat praktik/kerja
sebelumnya ( 4 rangkap )
5) Borang Resertifikasi masa kompetensi yang telah berjalan. ( 4 rangkap )
Demikianlah surat pengantar ini dibuat untuk ditindaklanjuti sebagaimana
mestinya.
............................................., ....................
IKATAN APOTEKER INDONESIA
PENGURUS CABANG .................................
Ketua,
Sekretaris,

........................................
..............................
NA.
Catt : NA = Nomor Anggota

NA.

Lampiran Keputusan Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia


Nomor : PO.006/PP.IAI/1418/V/2015 tentang Peraturan Organisasi Tentang Mutasi
Anggota.

CONTOH : Pengantar Mutasi Dari PD IAI setempat ke PD IAI Tujuan

KOP SURAT PENGURUS DAERAH


No

: B2-000/PD IAI/ Nama Provinsi/ bulan/ tahun


(contoh : B2-005/PD IAI/Banten/V/2015)

Lamp : 1 (satu) rangkap


Hal
: Pengantar Mutasi

Kepada Yth.
Ketua PD IAI
Di
Tempat
Bersama ini kami memberikan pengantar mutasi bagi sejawat :
Nama
: .....................................................................................
No.KTP
: .....................................................................................
No.Anggota
: .....................................................................................
Tempat/Tgl.lahir : .....................................................................................
Alamat
: .....................................................................................
.....................................................................................
....................................................................................
yang akan mutasi ke Kab/Kota ....................................................................
di Provinsi .......................................................................
Segala yang menjadi hak dan kewajiban, baik sebagai anggota maupun
sebagai apoteker di tempat praktik / kerja sebelumnya, telah diselesaikan
oleh yang bersangkutan.
Bersama ini kami lampirkan :
1) Fotokopi KTA / SKK yang masih berlaku ( 2 rangkap )
2) Fotokopi KTP yang masih berlaku ( 2 rangkap )
3) Surat Keterangan tidak berpraktik/bekerja lagi di tempat praktik/kerja
sebelumnya ( 2 rangkap )
4) Borang Resertifikasi masa kompetensi yang telah berjalan. ( 2 rangkap )
Demikianlah surat pengantar ini dibuat untuk ditindaklanjuti sebagaimana
mestinya.
............................................., ....................
IKATAN APOTEKER INDONESIA
PENGURUS DAERAH .................................
Ketua,
Sekretaris,

........................................
..............................
NA.
Catt : NA = Nomor Anggota

Tembusan disampaikan kepada :


1. Ketua Umum PP IAI sebagai laporan
2. Arsip

NA.

Lampiran Keputusan Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia


Nomor : PO.006/PP.IAI/1418/V/2015 tentang Peraturan Organisasi Tentang Mutasi
Anggota.

CONTOH : Pengantar Mutasi Dari PD IAI tujuan ke PC IAI tujuan

KOP SURAT PENGURUS DAERAH


No

: B2-000/PD IAI/ Nama Provinsi/ bulan/ tahun


(contoh : B2-008/PD IAI/Lampung/V/2015)

Lamp : 1 (satu) rangkap


Hal
: Pengantar Mutasi

Kepada Yth.
Ketua PC IAI
Di
Tempat
Bersama ini kami memberikan pengantar mutasi bagi sejawat :
Nama
: .....................................................................................
No.KTP
: .....................................................................................
No.Anggota
: .....................................................................................
Tempat/Tgl.lahir : .....................................................................................
Alamat
: .....................................................................................
....................................................................................
.....................................................................................
yang akan mutasi ke Kab/Kota ....................................................................
Bersama ini kami lampirkan :
1) Fotokopi KTA / SKK yang masih berlaku
2) Fotokopi KTP yang masih berlaku
3) Surat Keterangan tidak berpraktik/bekerja lagi di tempat praktik/kerja
sebelumnya
4) Borang Resertifikasi masa kompetensi yang telah berjalan.
Segala yang menjadi hak dan kewajiban, baik sebagai anggota maupun
sebagai apoteker di tempat praktik / kerja sebelumnya, telah diselesaikan
oleh yang bersangkutan.
Demikianlah surat pengantar ini dibuat untuk ditindaklanjuti sebagaimana
mestinya.
............................................., ....................
IKATAN APOTEKER INDONESIA
PENGURUS DAERAH .................................
Ketua,
Sekretaris,

........................................
..............................
NA.
Catt : NA = Nomor Anggota

NA.

PO.007/PP.IAI/1418/V/2015
PERATURAN ORGANISASI
TENTANG
HIMPUNAN SEMINAT
IKATAN APOTEKER INDONESIA

SURAT KEPUTUSAN
PENGURUS PUSAT IKATAN APOTEKER INDONESIA
Nomor : PO.007/PP.IAI/1418/V/2015
TENTANG
PERATURAN ORGANISASI
TENTANG
HIMPUNAN SEMINAT
IKATAN APOTEKER INDONESIA
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
PENGURUS PUSAT IKATAN APOTEKER INDONESIA
Menimbang

a. Bahwa dalam rangka penataan organisasi himpunan


seminat telah dilakukan penyempurnaan Surat
Keputusan Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia
No.009/PO/PP-IAI/V/2010
tentang
Himpunan
Seminat, dalam forum Rapat Kerja Nasional yang
berlangsung tanggal 8-9 Mei 2015 di Bukittinggi.
b. Bahwa sehubungan dengan butir a diatas perlu
ditetapkan Keputusan Pengurus Pusat Ikatan
Apoteker Indonesia tentang Peraturan Organisasi
Tentang Himpunan Seminat.

Mengingat

: 1. Anggaran Dasar Ikatan Apoteker Indonesia


2. Anggaran Rumah Tangga Ikatan Apoteker Indonesia

Memperhatikan

: Hasil Rapat Kerja Nasional yang berlangsung tanggal 8-9


Mei 2015 di Bukittinggi .

Memutuskan

Menetapkan

: Keputusan Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia


Nomor : PO.007/PP.IAI/1418/V/2015 tentang Peraturan
Organisasi Tentang Himpunan Seminat .

Pertama

: Peraturan Organisasi tentang Himpunan Seminat secara


lengkap sebagaimana tercantum dalam lampiran dan
merupakan bagian tak terpisahkan dari keputusan ini.

Kedua
Hal 1 dari 2 - PO.007/PP.IAI/1418/V/2015 tentang Peraturan Organisasi Tentang Himpunan Seminat

Kedua

: Peraturan Organisasi tentang


Himpunan Seminat ini
merupakan pedoman dan aturan yang mengikat bagi seluruh
Apoteker di Indonesia

Ketiga

: Dengan diberlakukannya keputusan ini maka Surat


Keputusan Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia
No.009/PO/PP-IAI/V/2010 tentang Himpunan Seminat
dinyatakan TIDAK BERLAKU.

Keempat

: Keputusan ini mulai berlaku tanggal 1 Agustus 2015 dan


akan diperbaiki apabila terdapat kekeliruan.

Ditetapkan di
Pada tanggal

: JAKARTA
: 20 MEI 2015

PENGURUS PUSAT
IKATAN APOTEKER INDONESIA
Ketua Umum

Sekretaris Jenderal

Drs. Nurul Falah Eddy Pariang, Apt


NA. 23031961010827

Noffendri, S.Si., Apt


NA. 29111970010829

Hal 2 dari 2 - PO.007/PP.IAI/1418/V/2015 tentang Peraturan Organisasi Tentang Himpunan Seminat

Lampiran Keputusan Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia


Nomor : PO.007/PP.IAI/1418/V/2015 tentang Peraturan Organisasi Tentang Himpunan Seminat

PERATURAN ORGANISASI
TENTANG
HIMPUNAN SEMINAT
IKATAN APOTEKER INDONESIA

1. Himpunan seminat dibentuk di tingkat Pengurus Pusat IAI dan Pengurus Daerah
IAI, melalui musyawarah nasional himpunan seminat di tingkat pusat dan
musyawarah daerah himpunan seminat di tingkat daerah.
2. Untuk sementara Himpunan Seminat dibentuk untuk :
a.

Himpunan Seminat Farmasi Rumah Sakit (HISFARSI)

b.

Himpunan Seminat Farmasi Masyarakat (HISFARMA)

c.

Himpunan Seminat Farmasi Distribusi (HISFARDIS)

d.

Himpunan Seminat Farmasi Industri (HISFARIN)

e.

Himpunan Apoteker Seminat Obat Tradisional (HIMASTRA)

Dan selanjutnya dapat dibentuk sesuai dengan kebutuhan.


3. Penyebutan nama Himpunan seminat adalah Nama Himpunan Seminat diikuti
nama Pengurus Pusat IAI atau Pengurus Daerah IAI dan nama Propinsinya.
Contohnya untuk Himpunan Seminat Farmasi Rumah Sakit penyebutannya
adalah Himpunan Seminat Farmasi Rumah Sakit Pengurus Pusat Ikatan Apoteker
Indonesia disingkat HISFARSI PP IAI dan untuk daerah misalnya Jawa Tengah
HISFARSI PD IAI Jawa Tengah.
4. Surat Keputusan Penetapan Susunan Pengurus Himpunan Seminat di tingkat
pusat dikeluarkan dan dikukuhkan oleh Pengurus Pusat IAI
5. Surat Keputusan Penetapan Susunan Pengurus Himpunan Seminat di tingkat
daerah dikeluarkan dan dikukuhkan oleh Pengurus Daerah IAI
6. Himpunan Seminat di tingkat pusat merupakan bagian integral dari struktur
kepengurusan IAI di tingkat Pengurus Pusat.
7. Himpunan Seminat di tingkat daerah merupakan bagian integral dari struktur
kepengurusan IAI di tingkat Pengurus Daerah.
8. Hubungan antara Himpunan Seminat di tingkat pusat dengan Himpunan Seminat
di tingkat daerah merupakan hubungan koordinatif.
9. Himpunan Seminat di tingkat pusat berkedudukan di dalam wilayah yang sama
dengan Pengurus Pusat IAI.
10. Himpunan Seminat di tingkat daerah berkedudukan di dalam wilayah yang sama
dengan Pengurus Daerah IAI.
11. Struktur Kepengurusan Himpunan Seminat Daerah adalah mengacu pada Struktur
Kepengurusan Himpunan Seminat Pusat sesuai kebutuhan Daerah.
Hal 1 dari 2

Lampiran Keputusan Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia


Nomor : PO.007/PP.IAI/1418/V/2015 tentang Peraturan Organisasi Tentang Himpunan Seminat

12. Pengurus Himpunan Seminat di tingkat pusat memberikan laporan setiap 1 (satu)
tahun kepada Pengurus Pusat IAI.
13. Pengurus Himpunan Seminat di tingkat daerah memberikan laporan setiap 1
(satu) tahun kepada Pengurus Daerah IAI.
14. Himpunan Seminat memiliki tugas dan fungsi :
a.

Membantu sosialisasi kebijakan dan program IAI


vertikal organisasi sesuai dengan tingkatannya.

b.

Melakukan komunikasi, interaksi dan kerjasama dengan himpunan


seminat yang yang ada di lingkungan IAI.

c.

Melakukan Manajemen Internal Administrasi, Keuangan dan Inventaris


Organisasi

d.

Berperan pada pembinaan


Apoteker yang dilakukan IAI

e.

Membantu kebijakan dan skema program kegiatan CPD PD-IAI

f.

Melakukan peningkatkan dan pengembangan mutu praktik para anggota.

g.

Mengadakan serta menyelenggarakan program kegiatan melalui pertemuan


ilmiah dan keprofesian yang bersifat lokal, nasional dan internasional

dan

pengembangan

h. Memfasilitasi,
mengkoordinasi
dan
membina
pengembangan himpunan seminat-sejenis.
i.

dalam hubungan

kompetensi

keberadaan

Membangun, mengelola dan mengembangkan sistem


publikasi sesuai kebutuhan organisasi dan anggota.
Ditetapkan di
Pada tanggal

praktik

Informasi

serta
dan

: JAKARTA
: 20 MEI 2015

PENGURUS PUSAT

IKATAN APOTEKER INDONESIA


Ketua Umum

Sekretaris Jenderal

Drs. Nurul Falah Eddy Pariang, Apt


NA. 23031961010827

Noffendri, S.Si., Apt


NA. 29111970010829

Hal 2 dari 2

PO.008/PP.IAI/1418/V/2015
PERATURAN ORGANISASI
TENTANG
TUGAS DAN WEWENANG PENGURUS
IKATAN APOTEKER INDONESIA

SURAT KEPUTUSAN
PENGURUS PUSAT IKATAN APOTEKER INDONESIA
Nomor : PO.008/PP.IAI/1418/V/2015
TENTANG
PERATURAN ORGANISASI
TENTANG
TUGAS DAN WEWENANG PENGURUS
IKATAN APOTEKER INDONESIA
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
PENGURUS PUSAT IKATAN APOTEKER INDONESIA
Menimbang

a. Bahwa dalam rangka penataan dan peningkatan


kualitas organisasi telah dilakukan penyusunan
aturan terkait tugas dan wewenang pengurus sesuai
tingkatannya dalam forum Rapat Kerja Nasional yang
berlangsung tanggal 8-9 Mei 2015 di Bukittinggi.
b. Bahwa sehubungan dengan butir a diatas perlu
ditetapkan Keputusan Pengurus Pusat Ikatan
Apoteker Indonesia tentang Peraturan Organisasi
Tentang tugas dan wewenang pengurus.

Mengingat

: 1. Anggaran Dasar Ikatan Apoteker Indonesia


2. Anggaran Rumah Tangga Ikatan Apoteker Indonesia

Memperhatikan

: Hasil Rapat Kerja Nasional yang berlangsung tanggal 8-9


Mei 2015 di Bukittinggi .

Memutuskan

Menetapkan

: Keputusan Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia


Nomor : PO.008/PP.IAI/1418/V/2015 tentang Peraturan
Organisasi Tentang Tugas dan Wewenang Pengurus.

Pertama

: Peraturan Organisasi tentang Tugas dan Wewenang Pengurus


secara lengkap sebagaimana tercantum dalam lampiran dan
merupakan bagian tak terpisahkan dari keputusan ini.

Kedua

Hal 1 dari 2 - PO.008/PP.IAI/1418/V/2015 tentang Peraturan Organisasi Tentang Tugas & Wewenang Pengurus

Kedua

: Peraturan Organisasi tentang Tugas dan Wewenang Pengurus


ini merupakan pedoman dan aturan yang mengikat bagi
seluruh Apoteker di Indonesia

Ketiga

: Keputusan ini mulai berlaku tanggal 1 Agustus 2015 dan


akan diperbaiki apabila terdapat kekeliruan.

Ditetapkan di
Pada tanggal

: JAKARTA
: 20 MEI 2015

PENGURUS PUSAT
IKATAN APOTEKER INDONESIA
Ketua Umum

Sekretaris Jenderal

Drs. Nurul Falah Eddy Pariang, Apt


NA. 23031961010827

Noffendri, S.Si., Apt


NA. 29111970010829

Hal 2 dari 2 - PO.008/PP.IAI/1418/V/2015 tentang Peraturan Organisasi Tentang Tugas & Wewenang Pengurus

Lampiran Keputusan Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia


Nomor : PO.008/PP.IAI/1418/V/2015 tentang Peraturan Organisasi Tentang Tugas dan Wewenang
Pengurus

PERATURAN ORGANISASI
TENTANG
TUGAS DAN WEWENANG PENGURUS
IKATAN APOTEKER INDONESIA
BAB I
PENDAHULUAN
Pasal 1
Ketentuan Umum
1. Organisasi adalah Ikatan Apoteker Indonesia
2. Pengurus Pusat adalah Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia
3. Dewan adalah Dewan Pembina, Dewan Kehormatan, Dewan Pakar dan Dewan
Pengawas
4. MEDAI Pusat adalah Majelis Etik dan Disiplin Apoteker Indonesia Pusat
5. Himpunan adalah Himpunan Seminat dan Indonesia Young Pharmacist Group
6. Pengurus Daerah adalah Pengurus Daerah Ikatan Apoteker Indonesia
7. MEDAI Daerah adalah Majelis Etik dan Disiplin Apoteker Indonesia Daerah
8. Pengurus Cabang adalah Pengurus Cabang Ikatan Apoteker Indonesia
Pasal 2
Maksud dan Tujuan
Maksud dan tujuan ditetapkannya tugas dan wewenang pengurus organisasi ini
adalah untuk memberikan panduan bagi jajaran pengurus organisasi dalam
pelaksanaan tugas dan wewenang sebagai pengurus organisasi.
Pasal 3
Ruang Lingkup
Ruang lingkup Tata Hubungan Kerja organisasi ini meliputi :
1. Pengurus Pusat
2. Pengurus Daerah
3. Pengurus Cabang
4. Dewan Pengawas
5. Majelis Etik dan Displin Apoteker Indonesia
Hal 1 dari 13

Lampiran Keputusan Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia


Nomor : PO.008/PP.IAI/1418/V/2015 tentang Peraturan Organisasi Tentang Tugas dan Wewenang
Pengurus

BAB II
PENGURUS PUSAT
Pasal 4
Tugas dan Wewenang
Ketua Umum
Tugas dan Wewenang Ketua Umum adalah :
1. Memimpin Organisasi sesuai ketentuan Anggaran Dasar dan Anggaran
Rumah Tangga Ikatan Apoteker Indonesia;
2. Melaksanakan Keputusan-Keputusan Kongres Nasional, Rapat Kerja
Nasional Ikatan Apoteker Indonesia dan Keputusan Rapat Organisasi
lainnya;
3. Membuat keputusan dan kebijaksanaan organisasi serta menyusun rencana
strategis secara kolektif bersama seluruh pengurus;
4. Mewakili Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia dalam kerjasama dan
pembinaan hubungan dengan pihak-pihak lain;
5. Mewakili Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia dalam konsolidasi
organisasi dengan seluruh jajaran pengurus Ikatan Apoteker Indonesia;
6. Melaksanakan kerjasama dan koordinasi dengan organisasi profesi
kesehatan lainnya dan Asosiasi Kesehatan;
7. Menyampaikan laporan pertanggung-jawaban organisasi pada akhir masa
bakti di forum Kongres Nasional;
8. Bersama
Sekretaris
Jenderal
atau
Wakil
Sekretaris
Jenderal
menandatangani surat-surat keluar;
9. Bersama Bendahara Umum menanda tangani check atau giro;
Pasal 5
Tugas dan Wewenang
Wakil Ketua Umum
Tugas dan Wewenang Wakil Ketua Umum adalah:
1. Membantu Ketua Umum mengarahkan, mengkoordinasikan, memantau
dan mengawasi pelaksanaan program organisasi oleh bidang/ badan/
himpunan dilingkungan Pengurus Pusat.
2. Membantu Ketua Umum memantau dan mengkoordinasikan kegiatan
pelaksanaan program kerja dilingkungan Pengurus Pusat.
3. Mewakili/melaksanakan tugas Ketua Umum, apabila Ketua Umum
berhalangan menjalankan tugas sesuai dengan penunjukan secara tertulis
dari Ketua Umum.
4. Dalam melaksanakan tugas-tugasnya Wakil Ketua Umum bertanggungjawab kepada Ketua Umum.
Hal 2 dari 13

Lampiran Keputusan Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia


Nomor : PO.008/PP.IAI/1418/V/2015 tentang Peraturan Organisasi Tentang Tugas dan Wewenang
Pengurus

Pasal 6
Tugas dan Wewenang
Sekretaris Jenderal
Tugas dan Wewenang Sekretaris Jenderal adalah :
1. Memimpin dan bertanggung jawab atas pengelolaan Sekretariat Pengurus
Pusat Ikatan Apoteker Indonesia;
2. Mewakili tugas Ketua Umum, apabila Ketua Umum berhalangan
menjalankan tugas sesuai dengan penunjukan dari Ketua Umum;
3. Mendampingi Ketua Umum dalam hubungan organisasi dengan pihakpihak internal organisasi maupun pihak-pihak eksternal organisasi.
4. Bersama Ketua Umum menandatangani surat-surat keluar;
5. Bersama Ketua Umum dan Bendahara Umum menandatangani dokumendokumen keuangan, khususnya buku setoran dan Cheque pada Bank
dimana dana organisasi tersimpan.
6. Melakukan koordinasi penyusunan database organisasi dengan Bidang
Organisasi dan Koordinator Wilayah;
7. Melakukan koordinasi terkait tampilan dan isi laman organisasi dengan
Bidang terkait;
8. Mendampingi Ketua Umum dan/atau Wakil Ketua Umum dalam memimpin
rapat-rapat organisasi;
9. Dalam pelaksanaan tugas rutin, Sekretaris dapat melakukan pembagian
tugas dengan Wakil-Wakil Sekretaris Jenderal;
10. Dalam melaksanakan tugas-tugasnya Sekretaris Jenderal bertanggungjawab
kepada Ketua Umum.
Pasal 7
Tugas dan Wewenang
Wakil Sekretaris Jenderal
Tugas dan Wewenang Wakil Sekretaris Jenderal adalah :
1. Membantu Sekretaris Jenderal dalam melaksanakan tugasnya.
2. Mewakili/melaksanakan tugas Sekretaris Jenderal apabila berhalangan
tugas sesuai dengan penunjukan secara tertulis dari Sekretaris Jenderal.
3. Melaksanakan tugas-tugas tertentu yang ditetapkan oleh Sekretaris
Jenderal dalam rangka kelancaran Sekretariat Pengurus Pusat.
4. Dalam melaksanakan tugasnya Wakil Sekretaris Jenderal bertanggung
jawab kepada Sekretaris Jenderal.

Hal 3 dari 13

Lampiran Keputusan Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia


Nomor : PO.008/PP.IAI/1418/V/2015 tentang Peraturan Organisasi Tentang Tugas dan Wewenang
Pengurus

Pasal 8
Tugas dan Wewenang
Bendahara Umum
Tugas dan wewenang Bendahara Umum adalah :
1. Mengelola keuangan organisasi sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan
Pengurus Pusat.
2. Bersama-sama Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal mendatangani
dokumen-dokumen keuangan, khususnya Buku Setoran dan Cheque pada
Bank dimana dana organisasi tersimpan.
3. Mengkoordinir dan bertanggungjawab dalam pengadaan dana organisasi
dari sumber yang sah sesuai dengan ketentuan Organisasi.
4. Melaporkan secara periodik penggunaan dana organisasi serta kekayaan
organisasi kepada Rapat Pleno Pengurus Pusat minimal 6 (enam) bulan
sekali.
5. Menunjuk secara tertulis salah seorang Wakil Bendahara yang bertindak
untuk dan atas nama Bendahara Umum apabila berhalangan tugas.
6. Dalam melaksanakan tugas rutin, Bendahara Umum dapat menentukan
pembagian tugas para Wakil Bendahara.
7. Dalam melaksanakan tugas-tugasnya Bendahara Umum bertanggungjawab kepada Ketua Umum.
Pasal 9
Tugas dan Wewenang
Wakil Bendahara
Tugas
1.
2.
3.

dan Wewenang Wakil Bendahara adalah :


Membantu Bendahara Umum dalam melaksanakan tugasnya.
Membantu Bendahara Umum apabila Bendahara Umum berhalangan tugas.
Membantu Bendahara Umum dalam tugas pengadaan dana maupun
pengelolaan dana organisasi sesuai dengan pembagian tugas yang
ditetapkan oleh Bendahara Umum,
4. Dalam melaksanakan tugas-tugasnya Wakil Bendahara bertanggung-jawab
kepada Bendahara Umum.

Hal 4 dari 13

Lampiran Keputusan Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia


Nomor : PO.008/PP.IAI/1418/V/2015 tentang Peraturan Organisasi Tentang Tugas dan Wewenang
Pengurus

Pasal 10
Tugas dan Wewenang
Ketua Bidang
Tugas dan Wewenang Ketua Bidang adalah:
1. Merencanakan, melaksanakan dan mengawasi pelaksanaan programprogram Bidang.
2. Mewakili/melaksanakan tugas Ketua Umum, apabila Ketua Umum
berhalangan menjalankan tugas sesuai dengan penunjukan secara tertulis
dari Ketua Umum.
3. Dalam melaksanakan tugas-tugasnya bertanggung-jawab kepada Ketua
Umum.
Pasal 11
Tugas dan Wewenang
Ketua Badan
Tugas dan Wewenang Ketua Badan adalah:
1. Merencanakan, melaksanakan dan mengawasi pelaksanaan programprogram Badan.
2. Mewakili/melaksanakan tugas Ketua Umum, apabila Ketua Umum
berhalangan menjalankan tugas sesuai dengan penunjukan secara tertulis
dari Ketua Umum.
3. Dalam melaksanakan tugas-tugasnya bertanggung-jawab kepada Ketua
Umum.
Pasal 12
Tugas dan Wewenang
Ketua Himpunan
Tugas dan Wewenang Ketua Himpunan adalah:
1. Merencanakan, melaksanakan dan mengawasi pelaksanaan programprogram Himpunan.
2. Mewakili/melaksanakan tugas Ketua Umum, apabila Ketua Umum
berhalangan menjalankan tugas sesuai dengan penunjukan secara tertulis
dari Ketua Umum.
3. Dalam melaksanakan tugas-tugasnya bertanggung-jawab kepada Ketua
Umum.

Hal 5 dari 13

Lampiran Keputusan Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia


Nomor : PO.008/PP.IAI/1418/V/2015 tentang Peraturan Organisasi Tentang Tugas dan Wewenang
Pengurus

Pasal 13
Tugas dan Wewenang
Koordinator Wilayah
Tugas dan Wewenang Koordinator Wilayah adalah :
1. Melakukan pembinaan, pemantauan terhadap potensi daerah berdasarkan
kultur wilayah dan sumber daya manusia yang tersedia diwilayah kerjanya.
2. Mendorong terciptanya dinamisasi aktivitas pelaksanaan program diwilayah
kerjanya.
3. Menyerap aspirasi dan menyelesaikan masalah organisasi yang ada
diwilayah kerjanya.
4. Mewakili/melaksanakan tugas Ketua Umum, apabila Ketua Umum
berhalangan menjalankan tugas di wilayahnya sesuai dengan penunjukan
secara tertulis dari Ketua Umum
5. Dalam melaksanakan tugas-tugasnya bertanggung-jawab kepada Ketua
Umum.

BAB III
PENGURUS DAERAH
Pasal 14
Tugas dan Wewenang
Ketua Pengurus Daerah
Tugas dan Wewenang Ketua adalah :
1. Memimpin Organisasi sesuai ketentuan Anggaran Dasar dan Anggaran
Rumah Tangga Ikatan Apoteker Indonesia;
2. Melaksanakan Keputusan-Keputusan Konferensi Daerah, Rapat Kerja
Daerah Ikatan Apoteker Indonesia dan Keputusan Rapat Organisasi lainnya;
3. Membuat keputusan dan kebijaksanaan organisasi serta menyusun rencana
strategis secara kolektif bersama seluruh pengurus;
4. Menjalin kerjasama dan melakukan koordinasi dengan organisasi profesi
kesehatan lainnya
5. Menjalin kerjasama dan membina hubungan dengan pihak-pihak lain;
6. Melakukan konsolidasi organisasi dengan seluruh jajaran pengurus Ikatan
Apoteker Indonesia;
7. Menjalin kerjasama dan melakukan koordinasi dengan organisasi profesi
kesehatan lainnya
8. Menyampaikan laporan pertanggung-jawaban organisasi pada akhir masa
bakti di forum Konferensi Daerah;
Hal 6 dari 13

Lampiran Keputusan Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia


Nomor : PO.008/PP.IAI/1418/V/2015 tentang Peraturan Organisasi Tentang Tugas dan Wewenang
Pengurus

9. Bersama Bendahara menanda tangani check atau giro;


Pasal 15
Tugas dan Wewenang
Wakil Ketua Pengurus Daerah
Tugas dan Wewenang Wakil Ketua adalah:
1. Membantu Ketua mengarahkan, mengkoordinasikan, memantau dan
mengawasi pelaksanaan program organisasi oleh bidang/tim/himpunan.
2. Membantu
Ketua
memantau
dan
mengkoordinasikan
kegiatan
pelaksanaan program kerja.
3. Mewakili/melaksanakan tugas Ketua, apabila Ketua berhalangan
menjalankan tugas sesuai penunjukan dari Ketua.
4. Melaporkan tugas yang telah dijalankan kepada Ketua.

Pasal 16
Tugas dan Wewenang
Sekretaris Pengurus Daerah
Tugas dan Wewenang Sekretaris adalah :
1. Bertanggung jawab atas pengelolaan Sekretariat.
2. Mewakili tugas Ketua, sesuai dengan penunjukan ketua.
3. Mendampingi Ketua dan/atau Wakil Ketua dalam memimpin rapat-rapat
organisasi;
4. Dalam pelaksanaan tugas rutin, Sekretaris dapat melakukan pembagian
tugas dengan Wakil-Wakil Sekretaris;
5. Melaporkan tugas yang telah dijalankan kepada Ketua.
Pasal 17
Tugas dan Wewenang
Wakil Sekretaris Pengurus Daerah
Tugas dan Wewenang Wakil Sekretaris adalah :
1. Membantu Sekretaris dalam melaksanakan tugasnya.
2. Melaporkan tugas yang telah dijalankan kepada Sekretaris.

Hal 7 dari 13

Lampiran Keputusan Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia


Nomor : PO.008/PP.IAI/1418/V/2015 tentang Peraturan Organisasi Tentang Tugas dan Wewenang
Pengurus

Pasal 18
Tugas dan Wewenang
Bendahara Pengurus Daerah
Tugas dan Wewenang Bendahara adalah :
1. Mengelola keuangan dan harta benda organisasi sesuai dengan kebijakan
yang ditetapkan Pengurus Daerah.
2. Bersama Ketua mendatangani dokumen keuangan.
3. Melaporkan secara periodik penggunaan dana organisasi serta kekayaan
organisasi kepada Rapat Pleno Pengurus Daerah minimal 6 (enam)
bulan sekali.
4. Melaporkan tugas yang telah dijalankan kepada Ketua.
Pasal 19
Tugas dan Wewenang
Wakil Bendahara Pengurus Daerah
Tugas dan Wewenang Wakil Bendahara adalah :
1. Membantu Bendahara dalam melaksanakan tugasnya.
2. Melaporkan tugas yang telah dijalankan kepada Bendahara.
Pasal 20
Tugas dan Wewenang
Ketua Bidang Pengurus Daerah
Tugas dan Wewenang Ketua Bidang adalah:
1. Merencanakan, melaksanakan dan mengawasi pelaksanaan programprogram Bidang.
2. Mewakili/melaksanakan tugas Ketua, apabila Ketua berhalangan
menjalankan tugas sesuai dengan penunjukan secara tertulis dari Ketua.
3. Melaporkan tugas yang telah dijalankan kepada ketua.
Pasal 21
Tugas dan Wewenang
Ketua Tim Pengurus Daerah
Tugas dan Wewenang Ketua Tim adalah:
1. Merencanakan, melaksanakan dan mengawasi pelaksanaan programprogram Tim.
2. Mewakili/melaksanakan tugas Ketua, apabila Ketua berhalangan
menjalankan tugas sesuai dengan penunjukan secara tertulis dari Ketua.
Hal 8 dari 13

Lampiran Keputusan Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia


Nomor : PO.008/PP.IAI/1418/V/2015 tentang Peraturan Organisasi Tentang Tugas dan Wewenang
Pengurus

3. Melaporkan tugas yang telah dijalankan kepada ketua.


Pasal 22
Tugas dan Wewenang
Ketua Himpunan Daerah
Tugas dan Wewenang Ketua Himpunan adalah:
1. Merencanakan, melaksanakan dan mengawasi pelaksanaan programprogram Himpunan.
2. Mewakili/melaksanakan tugas Ketua, apabila Ketua berhalangan
menjalankan tugas sesuai dengan penunjukan secara tertulis dari Ketua.
3. Melaporkan tugas yang telah dijalankan kepada ketua.

BAB IV
PENGURUS CABANG
Pasal 23
Tugas dan Wewenang
Ketua Pengurus Cabang
Tugas dan wewenang Ketua adalah :
1. Memimpin Organisasi sesuai ketentuan Anggaran Dasar dan Anggaran
Rumah Tangga Ikatan Apoteker Indonesia;
2. Melaksanakan Keputusan-Keputusan Konferensi Cabang dan Rapat Kerja
Cabang Ikatan Apoteker Indonesia;
3. Membuat keputusan dan kebijaksanaan organisasi serta menyusun rencana
strategis secara kolektif bersama seluruh pengurus;
4. Mewakili Pengurus Cabang Ikatan Apoteker Indonesia dalam kerjasama dan
pembinaan hubungan dengan pihak-pihak lain;
5. Mewakili Pengurus Cabang Ikatan Apoteker Indonesia dalam konsolidasi
organisasi dengan seluruh jajaran pengurus Ikatan Apoteker Indonesia;
6. Melaksanakan kerjasama dan koordinasi dengan organisasi profesi
kesehatan lainnya dan Asosiasi Kesehatan;
7. Menyampaikan laporan pertanggung-jawaban organisasi pada akhir masa
bakti di forum Konferensi Cabang;
8. Bersama Sekretaris atau Wakil Sekretaris menandatangani surat-surat
keluar;
9. Bersama Bendahara menanda tangani check atau giro;
10. Melakukan koordinasi dengan Himpunan Seminat tingkat Daerah.
Hal 9 dari 13

Lampiran Keputusan Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia


Nomor : PO.008/PP.IAI/1418/V/2015 tentang Peraturan Organisasi Tentang Tugas dan Wewenang
Pengurus

Pasal 24
Tugas dan Wewenang
Wakil Ketua Pengurus Cabang
Tugas dan wewenang Wakil Ketua adalah:
1. Membantu Ketua mengarahkan, mengkoordinasikan, memantau dan
mengawasi pelaksanaan program organisasi oleh bidang/tim/himpunan
dilingkungan Pengurus Cabang.
2. Membantu
Ketua
memantau
dan
mengkoordinasikan
kegiatan
pelaksanaan program kerja dilingkungan Pengurus Cabang.
3. Mewakili/melaksanakan tugas Ketua, apabila Ketua berhalangan
menjalankan tugas sesuai dengan penunjukan secara tertulis dari Ketua.
4. Dalam melaksanakan tugas-tugasnya Wakil Ketua bertanggung-jawab
kepada Ketua.
Pasal 25
Tugas dan Wewenang
Sekretaris Pengurus Cabang
Tugas dan wewenang Sekretaris adalah :
1. Memimpin dan bertanggung jawab atas pengelolaan Sekretariat Pengurus
Cabang Ikatan Apoteker Indonesia;
2. Mewakili tugas Ketua, apabila Ketua berhalangan menjalankan tugas sesuai
dengan penunjukan dari Ketua;
3. Mendampingi Ketua dalam hubungan organisasi dengan pihak- pihak
internal organisasi maupun pihak-pihak eksternal organisasi.
4. Bersama Ketua menandatangani surat-surat keluar;
5. Bersama Ketua dan Bendahara menandatangani dokumen-dokumen
keuangan, khususnya buku setoran dan Cheque pada Bank dimana dana
organisasi tersimpan.
6. Melakukan koordinasi penyusunan database organisasi dengan Bidang
Organisasi;
7. Melakukan koordinasi terkait tampilan dan isi laman organisasi dengan
Bidang terkait;
8. Mendampingi Ketua dan/atau Wakil Ketua dalam memimpin rapat-rapat
organisasi;
9. Dalam pelaksanaan tugas rutin, Sekretaris dapat melakukan pembagian
tugas dengan Wakil Sekretaris;
10. Dalam melaksanakan tugas-tugasnya Sekretaris bertanggungjawab kepada
Ketua.
Hal 10 dari 13

Lampiran Keputusan Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia


Nomor : PO.008/PP.IAI/1418/V/2015 tentang Peraturan Organisasi Tentang Tugas dan Wewenang
Pengurus

Pasal 26
Tugas dan Wewenang
Wakil Sekretaris Pengurus Cabang
Tugas dan wewenang Wakil Sekretaris adalah :
1. Membantu Sekretaris dalam melaksanakan tugasnya.
2. Mewakili/melaksanakan tugas Sekretaris apabila berhalangan tugas sesuai
dengan penunjukan secara tertulis dari Sekretaris.
3. Melaksanakan tugas-tugas tertentu yang ditetapkan oleh Sekretaris dalam
rangka kelancaran Sekretariat Pengurus Cabang.
4. Dalam melaksanakan tugasnya Wakil Sekretaris bertanggung jawab kepada
Sekretaris.
Pasal 27
Tugas dan Wewenang
Bendahara Pengurus Cabang
Tugas dan wewenang Bendahara adalah :
1. Mengelola keuangan organisasi sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan
Pengurus Cabang.
2. Bersama-sama Ketua dan Sekretaris mendatangani dokumen-dokumen
keuangan, khususnya Buku Setoran dan Cheque pada Bank dimana dana
organisasi tersimpan.
3. Mengkoordinir dan bertanggungjawab dalam pengadaan dana organisasi
dari sumber yang sah sesuai dengan ketentuan Organisasi.
4. Melaporkan secara periodik penggunaan dana organisasi serta kekayaan
organisasi kepada Rapat Pleno Pengurus Cabang minimal 6 (enam)
bulan sekali.
5. Menunjuk secara tertulis salah seorang Wakil Bendahara yang bertindak
untuk dan atas nama Bendahara apabila berhalangan tugas.
6. Dalam melaksanakan tugas rutin, Bendahara dapat menentukan
pembagian tugas para Wakil Bendahara.
7. Dalam melaksanakan tugas-tugasnya Bendahara bertanggung-jawab
kepada Ketua.

Hal 11 dari 13

Lampiran Keputusan Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia


Nomor : PO.008/PP.IAI/1418/V/2015 tentang Peraturan Organisasi Tentang Tugas dan Wewenang
Pengurus

Pasal 28
Tugas dan Wewenang
Wakil Bendahara Pengurus Cabang
Tugas dan wewenang Wakil Bendahara adalah :
1. Membantu Bendahara dalam melaksanakan tugasnya.
2. Membantu Bendahara apabila Bendahara berhalangan tugas.
3. Membantu Bendahara dalam tugas pengadaan dana maupun pengelolaan
dana organisasi sesuai dengan pembagian tugas yang ditetapkan oleh
Bendahara.
4. Dalam melaksanakan tugas-tugasnya Wakil Bendahara bertanggung-jawab
kepada Bendahara.
Pasal 29
Tugas dan Wewenang
Ketua Bidang Pengurus Cabang
Tugas dan wewenang Ketua Bidang adalah:
1. Membantu Ketua untuk merencanakan, melaksanakan dan mengawasi
pelaksanaan program-program Bidang.
2. Mewakili/melaksanakan tugas Ketua, apabila Ketua berhalangan
menjalankan tugas sesuai dengan penunjukan secara tertulis dari Ketua.
3. Dalam melaksanakan tugas-tugasnya Ketua Bidang bertanggung-jawab
kepada Ketua.
BAB V
MAJELIS ETIK DAN DISIPLIN APOTEKER INDONESIA
Pasal 30
Tugas dan Wewenang
Tugas dan Wewenang Majelis Etik Dan Disiplin Apoteker Indonesia :
1. Membina, mengawasi dan menilai pelaksanaan Kode Etik Apoteker Indonesia
oleh anggota serta menjaga, meningkatkan dan menegakkan Disiplin
Apoteker Indonesia
2. Membuat putusan terkait permasalahan etik dan disiplin Apoteker oleh
anggota untuk ditindak lanjuti oleh Ketua Ikatan sesuai ketentuan Anggaran
Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Organisasi.
3. Memberikan pendapat dan/atau mediasi konflik pelaksanaan Kode Etik
Apoteker Indonesia
Hal 12 dari 13

Lampiran Keputusan Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia


Nomor : PO.008/PP.IAI/1418/V/2015 tentang Peraturan Organisasi Tentang Tugas dan Wewenang
Pengurus

BAB VI
DEWAN PENGAWAS
Pasal 31
Tugas dan Wewenang
Tugas dan Wewenang Dewan Pengawas
1. Dewan Pengawas Pusat melakukan monitoring pelaksanaan Program Kerja
Pengurus Pusat
2. Dewan Pengawas Daerah melakukan monitoring pelaksanaan Program Kerja
Pengurus Daerah dan Pengurus Cabang
3. Dewan Pengawas Pusat memberikan masukan kepada Pengurus Pusat
mengenai pelaksanaan Program Kerja Pengurus Pusat
4. Dewan Pengawas Daerah memberikan masukan kepada Pengurus Daerah
mengenai pelaksanaan Program Kerja Pengurus Daerah dan Pengurus
Cabang
BAB VII
PENUTUP
Pasal 32
(1) Tugas dan Wewenang Pengurus ini merupakan pedoman dan panduan b a g i
p e n g u r u s organisasi dalam penyelenggaraan organisasi dan pelaksanaan
program organisasi dalam rangka mewujudkan cita-cita organisasi.
(2) Tugas dan Wewenang Pengurus ini bersifat mengikat bagi seluruh jajaran
organisasi Ikatan Apoteker Indonesia, untuk dipatuhi, ditaati dan dilaksanakan
sebagaimana mestinya.
Hal-hal yang belum diatur dalam Tugas dan Wewenang Pengurus ini akan
diatur kemudian dalam pelaksanaannya.

Hal 13 dari 13

PO.009/PP.IAI/1418/V/2015
PERATURAN ORGANISASI
TENTANG
TATA KELOLA ORGANISASI
IKATAN APOTEKER INDONESIA

SURAT KEPUTUSAN
PENGURUS PUSAT IKATAN APOTEKER INDONESIA
Nomor : PO.009/PP.IAI/1418/V/2015
TENTANG
PERATURAN ORGANISASI
TENTANG
TATA KELOLA ORGANISASI
IKATAN APOTEKER INDONESIA
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
PENGURUS PUSAT IKATAN APOTEKER INDONESIA
Menimbang

a. Bahwa dalam rangka penataan dan peningkatan


kualitas organisasi telah dilakukan penyusunan
aturan terkait tata kelola organisasi dalam forum
Rapat Kerja Nasional yang berlangsung tanggal 8-9
Mei 2015 di Bukittinggi.
b. Bahwa sehubungan dengan butir a diatas perlu
ditetapkan Keputusan Pengurus Pusat Ikatan
Apoteker Indonesia tentang Peraturan Organisasi
tentang tata kelola organisasi.

Mengingat

: 1. Anggaran Dasar Ikatan Apoteker Indonesia


2. Anggaran Rumah Tangga Ikatan Apoteker Indonesia

Memperhatikan

: Hasil Rapat Kerja Nasional yang berlangsung tanggal 8-9


Mei 2015 di Bukittinggi .

Memutuskan

Menetapkan

: Keputusan Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia


Nomor : PO.009/PP.IAI/1418/V/2015 tentang Peraturan
Organisasi Tentang Tata Kelola Organisasi.

Pertama

: Peraturan Organisasi tentang Tata Kelola Organisasi secara


lengkap sebagaimana tercantum dalam lampiran dan
merupakan bagian tak terpisahkan dari keputusan ini.

Kedua

Hal 1 dari 2 - PO.009/PP.IAI/1418/V/2015 tentang Peraturan Organisasi Tentang Tata Kelola Organisasi

Kedua

: Peraturan Organisasi tentang Tata Kelola Organisasi ini


merupakan pedoman dan aturan yang mengikat bagi seluruh
Apoteker di Indonesia

Ketiga

: Keputusan ini mulai berlaku tanggal 1 Agustus 2015 dan


akan diperbaiki apabila terdapat kekeliruan.

Ditetapkan di
Pada tanggal

: JAKARTA
: 20 MEI 2015

PENGURUS PUSAT
IKATAN APOTEKER INDONESIA
Ketua Umum

Sekretaris Jenderal

Drs. Nurul Falah Eddy Pariang, Apt


NA. 23031961010827

Noffendri, S.Si., Apt


NA. 29111970010829

Hal 2 dari 2 - PO.009/PP.IAI/1418/V/2015 tentang Peraturan Organisasi Tentang Tata Kelola Organisasi

Lampiran Keputusan Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia


Nomor : PO.009/PP.IAI/1418/V/2015 tentang Peraturan Organisasi Tentang Tata Kelola Organisasi

PERATURAN ORGANISASI
TENTANG
TATA KELOLA ORGANISASI
IKATAN APOTEKER INDONESIA
BAB I
PENDAHULUAN
Pasal 1
Ketentuan Umum
1. Organisasi adalah Ikatan Apoteker Indonesia
2. Pengurus Pusat adalah Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia
3. Dewan adalah Dewan Pembina, Dewan Kehormatan, Dewan Pakar dan Dewan
Pengawas
4. MEDAI Pusat adalah Majelis Etik dan Disiplin Apoteker Indonesia Pusat
5. Himpunan adalah Himpunan Seminat dan Indonesia Young Pharmacist Group
6. Pengurus Daerah adalah Pengurus Daerah Ikatan Apoteker Indonesia
7. MEDAI Daerah adalah Majelis Etik dan Disiplin Apoteker Indonesia Daerah
8. Pengurus Cabang adalah Pengurus Cabang Ikatan Apoteker Indonesia
Pasal 2
Maksud dan Tujuan
Maksud dan tujuan ditetapkannya Tata Kelola organisasi ini adalah :
1. Memberikan panduan bagi jajaran pengurus organisasi dalam pengelolaan
organisasi.
2. Menertibkan tata kelola organisasi.
Pasal 3
Ruang Lingkup
Ruang lingkup Tata Kelola organisasi ini meliputi :
1. Sekretariat
2. Keuangan
3. Rapat-rapat
4. Surat Menyurat
Hal 1dari 17

Lampiran Keputusan Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia


Nomor : PO.009/PP.IAI/1418/V/2015 tentang Peraturan Organisasi Tentang Tata Kelola Organisasi

BAB II
SEKRETARIAT
Pasal 4
Sekretariat
(1) Sekretariat Pengurus Pusat dipimpin dan dikelola dalam tanggungjawab
Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat.
(2) Sekretariat Pengurus Daerah dipimpin dan dikelola dalam tanggungjawab
Sekretaris Pengurus Daerah.
(3) Sekretariat Pengurus Cabang dipimpin dan dikelola dalam tanggungjawab
Sekretaris Pengurus Cabang.
(4) Sekretariat sebagai tempat dilakukannya kegiatan dan administrasi organisasi
yang meliputi antara lain: rapat, sumber data, administrasi, keanggotaan,
pengelola dan pengendali pelaksanaan program pengolah dan pendistribusian
informasi.
(5) Sekretariat dilengkapi dengan:
a. Staf Sekretariat yang kualifikasi dan jumlahnya sesuai kebutuhan
dan kemampuan organisasi.
b. Peralatan Sekretariat sesuai kebutuhan.
c. Standar Prosedur Operasional

BAB III
KEUANGAN

(1)

Pasal 5
Sumber Dana (Keuangan) organisasi diupayakan melalui :
a.

Uang Pangkal dan luran Anggota

b.

Bagian keuntungan Badan-Badan Usaha milik organisasi

c.

Pendapatan lain yang sah

d.

Sumbangan lain yang sah dan tidak mengikat

(2)

Penerapan prinsip-prinsip dan aturan lebih lanjut tentang sumber dana


organisasi akan diatur dalam Rapat Pleno Pengurus sesuai tingkatan.

(3)

Anggaran Pendapatan dan Belanja Organisasi, disusun setiap tahun kegiatan


yang menyangkut :
a.

Anggaran Rutin Sekretariat

b.

Anggaran Program

c.

Anggaran Non Rutin


Hal 2dari 17

Lampiran Keputusan Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia


Nomor : PO.009/PP.IAI/1418/V/2015 tentang Peraturan Organisasi Tentang Tata Kelola Organisasi

(4)

(5)

(6)

(7)

Penyusunan Anggaran Pengurus Pusat dilaksanakan oleh :


a.

Anggaran Rutin Sekretariat, disusun oleh Ke tu a U mu m , Sekretaris


Jenderal atau Wakil Sekretaris Jenderal bersama Bendahara Umum
atau Wakil Bendahara

b.

Anggaran Program, disusun oleh Ketua Umum, Sekretaris Jenderal


atau Wakil Sekretaris Jenderal, Ketua Dewan-Dewan, Ketua MEDAI
Pusat, Ketua Bidang, Ketua Badan, bersama Bendahara Umum atau
Wakil Bendahara.

c.

Anggaran Non Rutin, disusun oleh Bendahara Umum

Penyusunan Anggaran Pengurus Daerah dilaksanakan oleh :


a.

Anggaran Rutin Sekretariat, disusun oleh Ke tu a Pe ngu ru s


D ae r ah , Sekretaris atau Wakil Sekretaris bersama Bendahara atau
Wakil Bendahara

b.

Anggaran Program, disusun oleh Ketua Pengurus Daerah, Sekretaris


atau Wakil Sekretaris, Ketua Dewan Pengawas Daerah, Ketua MEDAI
Daerah, Ketua Bidang, Ketua Tim, bersama Bendahara atau Wakil
Bendahara.

c.

Anggaran Non Rutin, disusun oleh Bendahara

Penyusunan Anggaran Pengurus Cabang dilaksanakan oleh :


a.

Anggaran Rutin Sekretariat, disusun oleh Ke tu a Pe ngu ru s


C a ban g , Sekretaris atau Wakil Sekretaris bersama Bendahara atau
Wakil Bendahara

b.

Anggaran Program, disusun oleh KetuaSekretaris atau Wakil


Sekretaris, Ketua Bidang, Ketua Tim, bersama Bendahara atau Wakil
Bendahara.

c.

Anggaran Non Rutin, disusun oleh Bendahara

Anggaran Rutin Sekretariat, Anggaran Non Rutin dan Anggaran Program


dinyatakan berlaku setelah disahkan oleh Rapat Pleno Pengurus sesuai
tingkatan.

(8) Dana Organisasi disimpan atas nama organisasi di Bank Pemerintah atau
Bank Swasta yang terjamin bonafiditasnya, :

(9)

a.

dengan kewenangan penandatanganan cheque oleh Ketua Umum,


Sekretaris Jenderal dan Bendahara Umum untuk Pengurus Pusat

b.

dengan kewenangan penandatanganan cheque oleh Ketua dan


Bendahara untuk Pengurus Daerah dan Pengurus Cabang

Dana milik organisasi berada di tangan Bendahara Umum/ Bendahara dan


para Wakil Bendahara sesuai tingkatannya.

Hal 3dari 17

Lampiran Keputusan Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia


Nomor : PO.009/PP.IAI/1418/V/2015 tentang Peraturan Organisasi Tentang Tata Kelola Organisasi

(10) Dana Organisasi hanya dapat diuangkan/dicairkan melalui Bendahara


Umum / Bendahara apabila :
a.

Dana Rutin Sekretariat


i.

b.

telah disetujui oleh Ketua Umum bersama Sekretaris Jenderal


untuk Pengurus Pusat
ii.
telah disetujui oleh Ketua untuk Pengurus Daerah dan
Pengurus Cabang
Dana Program :
i.

c.

telah disetujui oleh Ketua Umum bersama Sekretaris Jenderal


untuk Pengurus Pusat.
ii.
telah disetujui oleh Ketua untuk Pengurus Daerah dan
Pengurus Cabang.
Dana Non Rutin :
i.
ii.

telah disetujui oleh Ketua Umum bersama Sekretaris


Jenderal untuk Pengurus Pusat
telah disetujui oleh Ketua untuk Pengurus Daerah dan
Pengurus Cabang

(11) Bendahara Umum/Bendahara melaporkan posisi dan kondisi keuangan


organisasi minimal 6 (enam) bulan sekali yang disampaikan kepada Rapat
Pleno sesuai tingkatan.
BAB IV
RAPAT-RAPAT
Pasal 6
(1)

Rapat-rapat pengurus terdiri dari :


a.

b.

Rapat Pengurus Harian :


i.

Untuk tingkat Pengurus Pusat yang dihadiri oleh Ketua Umum,


Wakil Ketua Umum, Sekretaris Jenderal,
Wakil-wakil
Sekretaris Jenderal, Bendahara Umum dan Wakil wakil
Bendahara

ii.

Untuk tingkat Pengurus Daerah yang dihadiri oleh Ketua, Wakil


Ketua, Sekretaris, Wakil-wakil
Sekretaris,
Bendahara dan
Wakil wakil Bendahara

iii.

Untuk tingkat Pengurus Cabang yang dihadiri oleh Ketua, Wakil


Ketua, Sekretaris, Wakil Sekretaris,
Bendahara dan Wakil
Bendahara

Rapat Koordinasi, yaitu rapat yang dihadiri oleh Pengurus Harian dan
pengurus lainnya sesuai kebutuhan.

Hal 4dari 17

Lampiran Keputusan Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia


Nomor : PO.009/PP.IAI/1418/V/2015 tentang Peraturan Organisasi Tentang Tata Kelola Organisasi

c.

d.

e.

(2)

Rapat Pleno :
i.

Untuk tingkat Pengurus Pusat yang dihadiri oleh Pengurus


Pusat lengkap serta dapat mengundang Ketua Dewan dan Ketua
MEDAI Pusat.

ii.

Untuk tingkat Pengurus Daerah yang dihadiri oleh Pengurus


Daerah lengkap serta dapat mengundang Ketua Dewan
Pengawas Daerah dan Ketua MEDAI Daerah.

iii.

Untuk tingkat Pengurus Cabang yang dihadiri oleh Pengurus


Cabang lengkap.

Rapat Dewan Pengawas :


i.

Untuk membahas masalah internal Dewan Pengawas yang


dihadiri seluruh anggota Dewan Pengawas

ii.

Untuk membahas masalah eksternal Dewan Pengawas yang


dihadiri seluruh anggota Dewan Pengawas dan wajib
mengundang Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal untuk
tingkatan Pengurus Pusat atau Ketua dan Sekretaris untuk
tingkatan Pengurus Daerah.

Rapat MEDAI :
i.

Untuk membahas masalah internal MEDAI yang dihadiri seluruh


anggota MEDAI

ii.

Untuk membahas masalah eksternal MEDAI yang dihadiri


seluruh anggota MEDAI dan wajib mengundang Ketua Umum
dan Sekretaris Jenderal untuk tingkatan Pengurus Pusat
atau Ketua dan Sekretaris untuk tingkatan Pengurus
Daerah.

f.

Rapat Bidang yaitu rapat untuk membahas perencanaan, pelaksanaan,


evaluasi dan penyusunan laporan program Bidang dihadiri seluruh
anggota Bidang

g.

Rapat Badan yaitu rapat untuk membahas perencanaan, pelaksanaan,


evaluasi dan penyusunan laporan program Badan dihadiri seluruh
anggota Badan

h.

Rapat Tim yaitu rapat untuk membahas perencanaan, pelaksanaan,


evaluasi dan penyusunan laporan program Tim dihadiri seluruh
anggota Tim

i.

Rapat Himpunan yaitu rapat untuk membahas perencanaan,


pelaksanaan, evaluasi dan penyusunan laporan program Himpunan
dihadiri seluruh anggota Himpunan.

Setiap rapat dibuat


oleh Pimpinan Rapat.

notulen

oleh

Sekretaris

Rapat,

yang

disahkan

Hal 5dari 17

Lampiran Keputusan Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia


Nomor : PO.009/PP.IAI/1418/V/2015 tentang Peraturan Organisasi Tentang Tata Kelola Organisasi

BAB V
KORESPONDENSI
Pasal 7
Kop Surat
(1)

Kop
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.
i.

(2) Setiap
a.
b.
c.
d.
e.

surat pengurus di lingkungan Ikatan Apoteker Indonesia meliputi :


Kop Surat Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia
Kop Surat Majelis Etik dan Disiplin Apoteker Indonesia Pusat
Kop Surat Dewan Pengawas Pusat Ikatan Apoteker Indonesia
Kop Surat Himpunan Nasional Ikatan Apoteker Indonesia
Kop Surat Pengurus Daerah Ikatan Apoteker Indonesia
Kop Surat Majelis Etik dan Disiplin Apoteker Indonesia Daerah
Kop Surat Dewan Pengawas Daerah Ikatan Apoteker Indonesia
Kop Surat Himpunan Daerah Ikatan Apoteker Indonesia
Kop Surat Pengurus Cabang Ikatan Apoteker Indonesia
Kop surat mencantumkan :
Logo Ikatan Apoteker Indonesia
Logo Ikatan Apoteker Indonesia dan Logo Himpunan bagi himpunan
Nama kepengurusan
Alamat sekretariat berikut nomor telepon dan alamat email
Alamat website bila ada
Pasal 8
Stempel

(1) Stempel surat pengurus di lingkungan Ikatan Apoteker Indonesia meliputi :


a.
Stempel Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia
b.
Stempel Majelis Etik dan Disiplin Apoteker Indonesia Pusat
c.
Stempel Dewan Pengawas Pusat Ikatan Apoteker Indonesia
d.
Stempel Himpunan Nasional Ikatan Apoteker Indonesia
e.
Stempel Pengurus Daerah Ikatan Apoteker Indonesia
f.
Stempel Majelis Etik dan Disiplin Apoteker Indonesia Daerah
g.
Stempel Dewan Pengawas Daerah
h.
Stempel Himpunan Daerah Ikatan Apoteker Indonesia
i.
Stempel Pengurus Cabang Ikatan Apoteker Indonesia

Hal 6dari 17

Lampiran Keputusan Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia


Nomor : PO.009/PP.IAI/1418/V/2015 tentang Peraturan Organisasi Tentang Tata Kelola Organisasi

(2) Setiap Stempel mencantumkan :


a.
Nama kepengurusan sesuai tingkatannya
b.
Logo Ikatan Apoteker Indonesia bagi Pengurus Pusat, Pengurus
Daerah dan Pengurus Cabang
c.
Logo Himpunan bagi himpunan
Pasal 9
Surat Masuk
(1) Surat Masuk dapat dibedakan berdasarkan sumber surat :
a.

Surat masuk dari kalangan internal organisasi

b.

Surat masuk dari kalangan eksternal organisasi.

(2) Setiap surat masuk dicatat diagenda surat masuk, diberi lembar disposisi
guna diproses lebih lanjut.
(3) Surat masuk bagi Pengurus Pusat disampaikan kepada Ketua Umum melalui
Sekretaris Jenderal untuk di disposisi, untuk kemudian disampaikan kepada
yang berhak, yakni : Dewan atau Sekretaris Jenderal atau Bendahara Umum
atau Ketua Badan atau Ketua Bidang atau Ketua Himpunan atau sesuai
dengan relevansi surat.
(4) Surat masuk bagi MEDAI Pusat disampaikan kepada Ketua MEDAI Pusat
(5) Surat masuk bagi Dewan Pengawas Pusat disampaikan kepada Ketua Dewan
Pengawas Pusat
(6) Surat masuk bagi Himpunan Nasional disampaikan kepada Ketua Himpunan
Nasional
(7) Surat masuk bagi Pengurus Daerah disampaikan kepada Ketua melalui
Sekretaris untuk di disposisi, untuk kemudian disampaikan kepada yang
berhak, yakni : Sekretaris atau Bendahara atau Ketua Tim atau Ketua
Bidang atau Ketua Himpunan Daerah atau sesuai dengan relevansi
surat.
(8) Surat masuk bagi MEDAI Daerah disampaikan kepada Ketua MEDAI Daerah
(9) Surat masuk bagi Dewan Pengawas Daerah disampaikan kepada Ketua Dewan
Pengawas Daerah
(10) Surat masuk bagi Himpunan Daerah disampaikan kepada Ketua Himpunan
Daerah
(11) Surat masuk bagi Pengurus Cabang disampaikan kepada Ketua melalui
Sekretaris untuk di disposisi, untuk kemudian disampaikan kepada yang
berhak, yakni : Sekretaris atau Bendahara atau Ketua Bidang atau sesuai
dengan relevansi surat.
(12) Setiap surat masuk baik yang perlu dibalas dan dijawab, maupun harus
diproses menurut kebutuhan, harus disimpan diarsip.
Hal 7dari 17

Lampiran Keputusan Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia


Nomor : PO.009/PP.IAI/1418/V/2015 tentang Peraturan Organisasi Tentang Tata Kelola Organisasi

(13) Pemberian nomor agenda dan pengarsipan surat dibedakan dengan melihat
sumber surat (uniform surat).

Pasal 10
Surat Keluar
(1) Surat Keluar terdiri dari :
a. Surat Keluar dibedakan menurut tujuan surat :
i.
ii.

Kepada pihak kalangan internal organisasi.


Kepada pihak kalangan eksternal organisasi.

b. Surat Undangan
c. Keputusan
d. Rekomendasi
e. Mandat
f. Tugas
g. Edaran
h. Keterangan
i.

Nota Kesepahaman

j.

Perjanjian Kerjasama

(2) Surat-surat keluar hanya dianggap sah apabila dibuat/ditulis diatas kertas
kop surat organisasi, ditandatangani unsur Ketua, unsur Sekretaris dan
sesuai kebutuhan juga oleh unsur Bendahara, serta dibubuhi stempel
organisasi.
(3) Setiap surat keluar diberi nomor secara berurutan dengan kode surat
tersendiri sesuai dengan jenis surat keluar tersebut.
(4) Penyampaian dan pendistribusian surat keluar ditempuh melalui
e m a i l , f a k s i m i l i , jasa pos, kurir atau menempuh cara-cara lainnya.
(5) Sesuai dengan kebutuhan, setiap surat dapat dibuat tembusan kepada pihak
yang memiliki relevansi dengan masalah atau perihal surat.

Hal 8dari 17

Lampiran Keputusan Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia


Nomor : PO.009/PP.IAI/1418/V/2015 tentang Peraturan Organisasi Tentang Tata Kelola Organisasi

Pasal 11
Uniform Surat
Untuk memudahkan pengendalian dan proses serta agenda surat, ditentukan
uniform kode surat sebagai berikut :
1.

Agenda surat masuk , terdiri dari :


a.

b.

Surat masuk dari kalangan eksternal organisasi, diberi kode surat :

Nomor : A1-000/PP IAI/1418/bulan/tahun untuk Pengurus Pusat

Nomor : A1-000/DPP IAI/1418/bulan/tahun untuk Dewan Pengawas


Pusat

Nomor : A1-000/MP IAI/1418/bulan/tahun untuk MEDAI Pusat

Nomor :
Nasional

Nomor : A1-000/PD
Pengurus Daerah

Nomor : A1-000/DPD IAI/ Nama Propinsi/ bulan/ tahun untuk


Dewan Pengawas Daerah

Nomor : A1-000/MD IAI/ Nama Propinsi/ bulan/ tahun untuk


MEDAI Daerah

Nomor : A1-000/ HD IAI/ Nama Propinsi/ bulan/ tahun untuk


Himpunan Daerah

Nomor : A1-000/ PC IAI/ Nama Kab-Kota/ bulan/ tahun untuk


Pengurus Cabang

A1-000/HN

IAI/1418/bulan/tahun
IAI/Nama

untuk

Himpunan

Propinsi/bulan/tahun

untuk

Surat masuk dari kalangan internal organisasi, diberi kode surat :

Nomor : A2-000/PP IAI/1418/bulan/tahun untuk Pengurus Pusat

Nomor : A2-000/DPP IAI/1418/bulan/tahun untuk Dewan Pengawas


Pusat

Nomor : A2-000/MP IAI/1418/bulan/tahun untuk MEDAI Pusat

Nomor :
Nasional

Nomor : A2-000/PD
Pengurus Daerah

Nomor : A2-000/DPD IAI/ Nama Propinsi/ bulan/ tahun untuk


Dewan Pengawas Daerah

Nomor : A2-000/MD IAI/ Nama Propinsi/ bulan/ tahun untuk


MEDAI Daerah

Nomor : A2-000/ HD IAI/ Nama Propinsi/ bulan/ tahun untuk


Himpunan Daerah

A2-000/HN

IAI/1418/bulan/tahun
IAI/Nama

untuk

Himpunan

Propinsi/bulan/tahun

untuk

Hal 9dari 17

Lampiran Keputusan Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia


Nomor : PO.009/PP.IAI/1418/V/2015 tentang Peraturan Organisasi Tentang Tata Kelola Organisasi

Nomor : A2-000/ PC IAI/ Nama Kab-Kota/ bulan/ tahun untuk


Pengurus Cabang

2. Agenda surat keluar dibedakan dengan kode :


a.

Surat keluar untuk kalangan eksternal organisasi, diberi kode surat :

Nomor : B1-000/PP IAI/1418/bulan/tahun untuk Pengurus Pusat

Nomor: B1-000/DPP IAI/1418/bulan/tahun untuk Dewan Pengawas


Pusat

Nomor : B1-000/MP IAI/1418/bulan/tahun untuk MEDAI Pusat

Nomor :
Nasional

Nomor : B1-000/PD
Pengurus Daerah

Nomor : B1-000/DPD IAI/ Nama Propinsi/ bulan/ tahun untuk


Dewan Pengawas Daerah

Nomor : B1-000/MD IAI/ Nama Propinsi/ bulan/ tahun untuk


MEDAI Daerah

Nomor : B1-000/HD IAI/ Nama Propinsi/ bulan/ tahun untuk


Himpunan Daerah

Nomor : B1-000/PC IAI/ Nama Kab-Kota/ bulan/ tahun untuk


Pengurus Cabang

B1-000/HN

IAI/1418/bulan/tahun
IAI/Nama

untuk

Himpunan

Propinsi/bulan/tahun

untuk

b. Surat keluar untuk kalangan internal organisasi, diberi kode surat :

Nomor : B2-000/PP IAI/1418/bulan/tahun untuk Pengurus Pusat

Nomor : B2-000/DPP IAI/1418/bulan/tahun untuk Dewan Pengawas


Pusat

Nomor : B2-000/MP IAI/1418/bulan/tahun untuk MEDAI Pusat

Nomor : B2-000/HN IAI/1418/bulan/tahun untuk Himpunan Nasional

Nomor : B2-000/PD IAI/Nama Propinsi/bulan/tahun untuk Pengurus


Daerah

Nomor : B2-000/DPD IAI/ Nama Propinsi/ bulan/ tahun untuk Dewan


Pengawas Daerah

Nomor : B2-000/MD IAI/ Nama Propinsi/ bulan/ tahun untuk MEDAI


Daerah

Nomor : B2-000/HD IAI/ Nama Propinsi/ bulan/ tahun untuk


Himpunan Daerah

Nomor : B2-000/PC IAI/ Nama Kab-Kota/ bulan/ tahun untuk


Pengurus Cabang

Hal 10dari 17

Lampiran Keputusan Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia


Nomor : PO.009/PP.IAI/1418/V/2015 tentang Peraturan Organisasi Tentang Tata Kelola Organisasi

c.

Surat Undangan, diberi kode :

Nomor : Und-000/PP IAI/1418/bulan/tahun untuk Pengurus Pusat

Nomor : Und-000/DPP IAI/1418/bulan/tahun untuk Dewan Pengawas


Pusat

Nomor : Und-000/MP IAI/1418/bulan/tahun untuk MEDAI Pusat

Nomor :
Nasional

Nomor : Und-000/PD
Pengurus Daerah

Nomor : Und-000/ DPD IAI/ Nama Propinsi/ bulan/ tahun untuk


Dewan Pengawas Daerah

Nomor : Und-000/ MD IAI/ Nama Propinsi/ bulan/ tahun untuk


MEDAI Daerah

Nomor : Und-000/ HD IAI/ Nama Propinsi/ bulan/ tahun untuk


Himpunan Daerah

Nomor : Und-000/ PC IAI/ Nama Kab-Kota/ bulan/ tahun untuk


Pengurus Cabang

Und-000/HN

IAI/1418/bulan/tahun
IAI/Nama

Propinsi/

untuk

Himpunan

bulan/tahun

untuk

d. Surat Keputusan, diberi kode :

Nomor : Kep-000/PP IAI/1418/ bulan/tahun untuk Pengurus Pusat

Nomor : Kep-000/DPP IAI/1418/ bulan/tahun untuk Dewan Pengawas


Pusat

Nomor : Kep-000/MP IAI/1418/ bulan/tahun untuk MEDAI Pusat

Nomor : Kep-000/HN IAI/1418/ bulan/tahun untuk Himpunan


Nasional

Nomor : Kep-000/PD
Pengurus Daerah

Nomor : Kep-000/DPD IAI/ Nama Propinsi/ bulan/ tahun untuk


Dewan Pengawas Daerah

Nomor : Kep-000/MD IAI/ Nama Propinsi/ bulan/ tahun untuk MEDAI


Daerah

Nomor : Kep-000/HD IAI/ Nama Propinsi/ bulan/ tahun untuk


Himpunan Daerah

Nomor : Kep-000/PC IAI/ Nama Kab-Kota/ bulan/ tahun untuk


Pengurus Cabang

IAI/Nama

Propinsi/

bulan/tahun

untuk

Hal 11dari 17

Lampiran Keputusan Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia


Nomor : PO.009/PP.IAI/1418/V/2015 tentang Peraturan Organisasi Tentang Tata Kelola Organisasi

e.

f.

g.

Surat Rekomendasi, diberi kode :

Nomor : Rek-000/PP IAI/1418/ bulan/tahun untuk Pengurus Pusat

Nomor : Rek-000/DPP IAI/1418/ bulan/tahun untuk Dewan Pengawas


Pusat

Nomor : Rek-000/MP IAI/1418/ bulan/tahun untuk MEDAI Pusat

Nomor : Rek-000/HN IAI/1418/ bulan/tahun untuk Himpunan


Nasional

Nomor : Rek-000/PD
Pengurus Daerah

Nomor : Rek-000/DPD IAI/ Nama Propinsi/ bulan/ tahun untuk


Dewan Pengawas Daerah

Nomor : Rek-000/MD IAI/ Nama Propinsi/ bulan/ tahun untuk MEDAI


Daerah

Nomor : Rek-000/HD IAI/ Nama Propinsi/ bulan/ tahun untuk


Himpunan Daerah

Nomor : Rek-000/PC IAI/ Nama Kab-Kota/ bulan/ tahun untuk


Pengurus Cabang

IAI/Nama

Propinsi/

bulan/tahun

untuk

Surat Mandat, diberi kode :

Nomor : Mdt-000/PP IAI/1418/ bulan/tahun untuk Pengurus Pusat

Nomor : Mdt-000/DPP IAI/1418/ bulan/tahun untuk Dewan Pengawas


Pusat

Nomor : Mdt-000/MP IAI/1418/ bulan/tahun untuk MEDAI Pusat

Nomor : Mdt-000/HN IAI/1418/ bulan/tahun untuk Himpunan


Nasional

Nomor : Mdt-000/PD
Pengurus Daerah

Nomor : Mdt-000/DPD IAI/ Nama Propinsi/ bulan/ tahun untuk


Dewan Pengawas Daerah

Nomor : Mdt-000/MD IAI/ Nama Propinsi/ bulan/ tahun untuk


MEDAI Daerah

Nomor : Mdt-000/HD IAI/ Nama Propinsi/ bulan/ tahun untuk


Himpunan Daerah

Nomor : Mdt-000/PC IAI/ Nama Kab-Kota/ bulan/ tahun untuk


Pengurus Cabang

IAI/Nama

Propinsi/

bulan/tahun

untuk

Surat Tugas, diberi kode :

Nomor : Tgs-000/PP IAI/1418/ bulan/tahun untuk Pengurus Pusat

Nomor : Tgs-000/DPP IAI/1418/ bulan/tahun untuk Dewan Pengawas


Pusat
Hal 12dari 17

Lampiran Keputusan Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia


Nomor : PO.009/PP.IAI/1418/V/2015 tentang Peraturan Organisasi Tentang Tata Kelola Organisasi

Nomor : Tgs-000/MP IAI/1418/ bulan/tahun untuk MEDAI Pusat

Nomor : Tgs-000/HN IAI/1418/ bulan/tahun untuk Himpunan


Nasional

Nomor : Tgs-000/PD
Pengurus Daerah

Nomor : Tgs-000/DPD IAI/ Nama Propinsi/ bulan/ tahun untuk


Dewan Pengawas Daerah

Nomor : Tgs-000/MD IAI/ Nama Propinsi/ bulan/ tahun untuk MEDAI


Daerah

Nomor : Tgs-000/HD IAI/ Nama Propinsi/ bulan/ tahun untuk


Himpunan Daerah

Nomor : Tgs-000/PC IAI/ Nama Kab-Kota/ bulan/ tahun untuk


Pengurus Cabang

IAI/Nama

Propinsi/

bulan/tahun

untuk

h. Surat Edaran, diberi kode :

i.

Nomor : SE-000/PP IAI/1418/ bulan/tahun untuk Pengurus Pusat

Nomor : SE-000/DPP IAI/1418/ bulan/tahun untuk Dewan Pengawas


Pusat

Nomor : SE-000/MP IAI/1418/ bulan/tahun untuk MEDAI Pusat

Nomor :
Nasional

Nomor : SE-000/PD IAI/Nama Propinsi/ bulan/tahun untuk Pengurus


Daerah

Nomor : SE-000/ DPD IAI/ Nama Propinsi/ bulan/ tahun untuk


Dewan Pengawas Daerah

Nomor : Tgs-000/MD IAI/ Nama Propinsi/ bulan/ tahun untuk MEDAI


Daerah

Nomor : SE-000/HD IAI/ Nama Propinsi/ bulan/ tahun untuk


Himpunan Daerah

Nomor : SE-000/PC IAI/ Nama Kab-Kota/ bulan/ tahun untuk


Pengurus Cabang

SE-000/HN

IAI/1418/

bulan/tahun

untuk

Himpunan

Surat Keterangan, diberi kode :

Nomor : Ket-000/PP IAI/1418/ bulan/tahun untuk Pengurus Pusat

Nomor : Ket-000/DPP IAI/1418/ bulan/tahun untuk Dewan Pengawas


Pusat

Nomor : Ket-000/MP IAI/1418/ bulan/tahun untuk MEDAI Pusat

Nomor : Ket-000/HN IAI/1418/ bulan/tahun untuk Himpunan


Nasional

Hal 13dari 17

Lampiran Keputusan Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia


Nomor : PO.009/PP.IAI/1418/V/2015 tentang Peraturan Organisasi Tentang Tata Kelola Organisasi

j.

Nomor : Ket-000/PD IAI/Nama Propinsi/ bulan/tahun untuk Pengurus


Daerah

Nomor : Ket-000/ DPD IAI/ Nama Propinsi/ bulan/ tahun untuk


Dewan Pengawas Daerah

Nomor : Ket-000/ MD IAI/ Nama Propinsi/ bulan/ tahun untuk


MEDAI Daerah

Nomor : Ket-000/ HD IAI/ Nama Propinsi/ bulan/ tahun untuk


Himpunan Daerah

Nomor : Ket-000/ PC IAI/ Nama Kab-Kota/ bulan/ tahun untuk


Pengurus Cabang

Nota Kesepahaman, diberi kode :

Nomor : NK-000/PP IAI/1418/ bulan/tahun untuk Pengurus Pusat

Nomor : NK-000/PD IAI/Nama Propinsi/ bulan/tahun untuk Pengurus


Daerah

Nomor : NK-000/ PC IAI/ Nama Kab-Kota/ bulan/ tahun untuk


Pengurus Cabang

k. Nota Kesepahaman, diberi kode :

Nomor : PKB-000/PP IAI/1418/ bulan/tahun untuk Pengurus Pusat

Nomor : PKB-000/PD
Pengurus Daerah

Nomor : PKB-000/ PC IAI/ Nama Kab-Kota/ bulan/ tahun untuk


Pengurus Cabang

IAI/Nama

Propinsi/

bulan/tahun

untuk

h. Surat antar pengurus, mempergunakan Memo.


Pasal 12
Penandatangan Surat
( 1 ) Setiap surat Pengurus Pusat harus memenuhi ketentuan sebagai berikut :
a. ditandatangani oleh Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal dan/atau
Bendahara Umum, dibuat diatas kopsurat dan dibubuhi stempel
organisasi.
b. Keikutsertaan Bendahara Umum atau Wakil Bendahara menandatangani
surat hanya untuk yang berkaitan dengan Dana (Keuangan).
c. Apabila Ketua Umum berhalangan, maka penandatangan surat dapat
dilakukan oleh Wakil Ketua Umum bersama Sekretaris Jenderal.
d. Apabila Sekretaris Jenderal berhalangan, maka penandatangan surat
dapat dilakukan oleh salah satu Wakil Sekretaris Jenderal bersama Ketua
Umum.
Hal 14dari 17

Lampiran Keputusan Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia


Nomor : PO.009/PP.IAI/1418/V/2015 tentang Peraturan Organisasi Tentang Tata Kelola Organisasi

e. Khusus untuk Surat Keputusan dan Surat Keluar yang menyangkut


sikap organisasi keluar dan bersifat sikap formal organisasi, hanya
dianggap sah apabila ditandatangani oleh Ketua Umum dan Sekretaris
Jenderal
(2) Setiap surat Dewan Pengawas Pusat dianggap sah apabila ditandatangani
oleh Ketua dan Sekretaris, dibuat diatas kop surat dan dibubuhi stempel
Dewan Pengawas.
(3) Setiap surat MEDAI Pusat harus memenuhi ketentuan sebagai berikut :
a. ditandatangani oleh Ketua dan Sekretaris, dibuat diatas kop surat dan
dibubuhi stempel MEDAI Pusat.
b. Apabila Ketua berhalangan penandatanganan surat dapat dilakukan oleh
Wakil Ketua dan Sekretaris
c. Khusus untuk Surat Keputusan hanya
ditandatangani oleh Ketua dan Sekretaris.

dianggap

sah

apabila

(4) Setiap surat Himpunan Seminat PP IAI harus memenuhi ketentuan sebagai
berikut :
a. ditandatangani oleh Ketua dan Sekretaris Himpunan, dibuat diatas kop
surat dan dibubuhi stempel Himpunan.
b. Keikutsertaan Bendahara atau Wakil Bendahara menandatangani surat
hanya untuk yang berkaitan dengan Dana (Keuangan).
c. Khusus untuk Surat Keputusan hanya
ditandatangani oleh Ketua dan Sekretaris.

dianggap

sah

apabila

d. Apabila Ketua berhalangan penandatanganan surat dapat dilakukan oleh


Wakil Ketua dan Sekretaris.
e. Apabila Sekretaris berhalangan, penandatanganan dapat dilakukan oleh
Ketua dan salah satu Wakil Sekretaris.
(5) Setiap surat Pengurus Daerah harus memenuhi ketentuan sebagai berikut :
a. ditandatangani oleh Ketua dan Sekretaris, dibuat diatas kop surat dan
dibubuhi stempel organisasi.
b. Apabila Ketua berhalangan penandatangan surat dapat dilakukan oleh
Wakil Ketua, bersama Sekretaris.
c. Apabila Sekretaris berhalangan, penandatangan dapat dilakukan oleh
salah satu Wakil Sekretaris bersama Ketua.
d. Keikutsertaan Bendahara atau Wakil Bendahara menandatangani
surat hanya untuk yang berkaitan dengan Dana (Keuangan)
e. Khusus untuk Surat Keputusan dan Surat Keluar yang menyangkut sikap
organisasi keluar dan bersifat sikap formal organisasi, hanya dianggap sah
apabila ditandatangani oleh Ketua dan Sekretaris

Hal 15dari 17

Lampiran Keputusan Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia


Nomor : PO.009/PP.IAI/1418/V/2015 tentang Peraturan Organisasi Tentang Tata Kelola Organisasi

(6) Setiap surat Dewan Pengawas Daerah dianggap sah apabila ditandatangani
oleh Ketua dan Sekretaris, dibuat diatas kop surat dan dibubuhi stempel
Dewan Pengawas.
(7) Setiap surat MEDAI Daerah harus memenuhi ketentuan sebagai berikut :
a. ditandatangani oleh Ketua dan Sekretaris, dibuat diatas kop surat dan
dibubuhi stempel MEDAI Daerah.
b. Khusus untuk Surat Keputusan hanya
ditandatangani oleh Ketua dan Sekretaris.

dianggap

sah

apabila

c. Apabila Ketua berhalangan penandatanganan surat dapat dilakukan oleh


Wakil Ketua dan Sekretaris.
(8) Setiap surat Himpunan Daerah harus memenuhi ketentuan sebagai berikut :
a. Ditandatangani oleh Ketua dan Sekretaris, dibuat diatas kop surat dan
dibubuhi stempel Himpunan Daerah.
b. Keikutsertaan Bendahara atau Wakil Bendahara menandatangani surat
hanya untuk yang berkaitan dengan Dana (Keuangan).
c. Khusus untuk Surat Keputusan hanya
ditandatangani oleh Ketua dan Sekretaris.

dianggap

sah

apabila

d. Apabila Ketua berhalangan penandatanganan surat dapat dilakukan oleh


Wakil Ketua dan Sekretaris.
e. Apabila Sekretaris berhalangan, penandatanganan dapat dilakukan oleh
Ketua dan salah satu Wakil Sekretaris.
(9) Setiap surat Pengurus Cabang harus memenuhi ketentuan sebagai berikut :
a. ditandatangani oleh Ketua dan Sekretaris, dibuat diatas kop surat dan
dibubuhi stempel organisasi.
b. Keikutsertaan Bendahara atau Wakil Bendahara menandatangani surat
hanya untuk yang berkaitan dengan Dana (Keuangan).
c. Apabila Ketua berhalangan penandatanganan surat dapat dilakukan oleh
Wakil Ketua dan Sekretaris.
d. Apabila Sekretaris berhalangan, penandatanganan dapat dilakukan oleh
Ketua dan Wakil Sekretaris.
e. Khusus untuk Surat Keputusan dan Surat Keluar yang menyangkut sikap
organisasi keluar dan bersifat sikap formal organisasi, hanya dianggap sah
apabila ditandatangani oleh Ketua dan Sekretaris

Hal 16dari 17

Lampiran Keputusan Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia


Nomor : PO.009/PP.IAI/1418/V/2015 tentang Peraturan Organisasi Tentang Tata Kelola Organisasi

BAB VI
PENUTUP
Pasal 13
(1) Tata Kelola Organisasi ini merupakan pedoman dan panduan organisasi
dalam penyelenggaraan organisasi.
(2) Tata Kelola Organisasi ini bersifat mengikat bagi seluruh jajaran organisasi
Ikatan Apoteker Indonesia, untuk dipatuhi, ditaati dan dilaksanakan
sebagaimana mestinya.
(3) Hal-hal yang belum diatur dalam Tata Kelola Organisasi ini akan diatur
kemudian dalam pelaksanaannya

Hal 17dari 17

Lampiran Keputusan Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia


Nomor : PO.009/PP.IAI/1418/V/2015 tentang Peraturan Organisasi Tentang Tata Kelola
Organisasi.

Contoh Kop Surat


1. PENGURUS PUSAT

Pengurus Pusat

IKATAN
APOTEKER INDONESIA
Sekretariat :

Jl. Wijaya Kusuma No. 17 Tomang, Jakarta 14440


Telp.: 021-56962581 | Faks.: 021-5671800 | e-Mail : sekretariat@ikatanapotekerindonesia.net
Website : www.ikatanapotekerindonesia.net

2. MAJELIS ETIK DAN DISIPLIN APOTEKER INDONESIA PUSAT

Majelis Etik dan Disiplin Apoteker Indonesia (MEDAI) Pusat

IKATAN
APOTEKER INDONESIA
Sekretariat :

Jl. Wijaya Kusuma No. 17 Tomang, Jakarta 14440


Telp.: 021-56962581 | Faks.: 021-5671800 | e-Mail : sekretariat@ikatanapotekerindonesia.net
Website : www.ikatanapotekerindonesia.net

3. DEWAN PENGAWAS PUSAT

Dewan Pengawas Pusat

IKATAN
APOTEKER INDONESIA
Sekretariat :

Jl. Wijaya Kusuma No. 17 Tomang, Jakarta 14440


Telp.: 021-56962581 | Faks.: 021-5671800 | e-Mail : sekretariat@ikatanapotekerindonesia.net
Website : www.ikatanapotekerindonesia.net

4. HIMPUNAN NASIONAL

Himpunan Seminat .

IKATAN
APOTEKER INDONESIA
Sekretariat :

Jl. ..
Telp.: | Faks.: | e-Mail : ..
Website :

LOGO
HIMPUNAN

5. PENGURUS DAERAH

Pengurus Daerah

IKATAN
APOTEKER INDONESIA
Sekretariat :

Jl. ..
Telp.: | Faks.: | e-Mail :
Website :

Lampiran Keputusan Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia


Nomor : PO.009/PP.IAI/1418/V/2015 tentang Peraturan Organisasi Tentang Tata Kelola
Organisasi.

6. MAJELIS ETIK DAN DISIPLIN APOTEKER INDONESIA DAERAH

Majelis Etik dan Disiplin Apoteker Indonesia (MEDAI) Daerah


Pengurus Daerah

IKATAN
APOTEKER INDONESIA
Sekretariat :

Telp.
| Faks.: .. | e-Mail :

Website : .

7. DEWAN PENGAWAS DAERAH

Dewan Pengawas Daerah


Pengurus Daerah

IKATAN
APOTEKER INDONESIA
Sekretariat : .

Telp.: . | Faks.: . | e-Mail : ..


Website : ...

8. HIMPUNAN DAERAH

Himpunan Seminat .
Pengurus Daerah

IKATAN
APOTEKER INDONESIA
Sekretariat : .

LOGO
HIMPUNAN

Telp.: . | Faks.: . | e-Mail : ..


Website : ...

9. PENGURUS CABANG

Pengurus Cabang

IKATAN
APOTEKER INDONESIA
Sekretariat :

Jl. ..
Telp.: | Faks.: | e-Mail :
Website :

Lampiran Keputusan Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia


Nomor : PO.009/PP.IAI/1418/V/2015 tentang Peraturan Organisasi Tentang Tata Kelola
Organisasi.

Jenis font : Andalus (Bold)


Ukuran font : 18

Jenis font : Arial Narrow (Bold)


Ukuran font : 22

Pengurus Pusat

IKATAN
APOTEKER INDONESIA
Sekretariat :

Jl. Wijaya Kusuma No. 17 Tomang, Jakarta 14440


Telp.: 021-56962581 | Faks.: 021-5671800 | e-Mail : sekretariat@ikatanapotekerindonesia.net
Website : www.ikatanapotekerindonesia.net

Jenis font : Andalus


Ukuran font : 9

Lampiran Keputusan Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia


Nomor : PO.009/PP.IAI/1418/V/2015 tentang Peraturan Organisasi Tentang Tata Kelola
Organisasi.

Contoh Stempel
1. PENGURUS PUSAT

2. MEDAI PUSAT

3. DEWAN PENGAWAS PUSAT

4. PENGURUS DAERAH

5. MEDAI DAERAH
DAERAH

6. DEWAN PENGAWAS

7. PENGURUS CABANG

Lampiran Keputusan Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia


Nomor : PO.009/PP.IAI/1418/V/2015 tentang Peraturan Organisasi Tentang Tata Kelola Organisasi

CONTOH SURAT KETERANGAN KEANGGOTAAN

KOP SURAT PENGURUS DAERAH


SURAT KETERANGAN KEANGGOTAAN
Nomor : Ket-000/PD IAI/Nama Propinsi/ bulan/tahun
(Contoh : Nomor : Ket-007/PD IAI/Sulawesi Utara/V/2015)

Ikatan Apoteker Indonesia Pengurus Daerah ..............................................,


dengan ini menerangkan bahwa :
Nama

: .....................................................................................

No.Anggota

: .......................................................................

Tempat/Tgl.lahir

: .....................................................................................

Alamat

: .....................................................................................

(dari PP IAI)

.....................................................................................
Jenis Kelamin

: Laki-laki / Perempuan

Telah terdaftar sebagai anggota Ikatan Apoteker Indonesia.


Demikianlah surat keterangan ini dibuat untuk dipergunakan sebagaimana
mestinya dan harap diserahkan kembali saat pengambilan Kartu Tanda
Anggota.
............................................., ....................
IKATAN APOTEKER INDONESIA
PENGURUS DAERAH .................................
Ketua,

Sekretaris,

.................................
NA.

.........................
NA.

Catt : NA = Nomor Anggota

Lampiran Keputusan Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia


Nomor : PO.005/PP.IAI/1418/V/2015 tentang Peraturan Organisasi Tentang Rekomendasi
Ijin Praktik atau Kerja

Contoh Surat Mandat

KOP SURAT PENGURUS


SURAT MANDAT
No.Mdt-000/PD IAI/Nama Prov/Bulan/Tahun
(Contoh : No.Mdt-010/PD IAI/DKI Jakarta/V/2015)

Ikatan Apoteker Indonesia Pengurus Daerah ................................................


dengan ini memberikan mandat kepada :
Nama

: .....................................................................................

No.Anggota

: .....................................................................................

Jabatan

: .....................................................................................

Untuk dan atas nama Pengurus Daerah .........................................


mengikuti kegiatan .......................................................... tanggal ...............
................................................. di .............................................................
Demikianlah surat mandat ini diberikan untuk dipergunakan sebagaimana
mestinya.

Ketua,

............................................., ....................
IKATAN APOTEKER INDONESIA
PENGURUS DAERAH .................................
Sekretaris,

........................................
..............................
NA.
Catt : NA = Nomor Anggota

NA.

Lampiran Keputusan Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia


Nomor : PO.005/PP.IAI/1418/V/2015 tentang Peraturan Organisasi Tentang Rekomendasi
Ijin Praktik atau Kerja

Contoh Surat Rekomendasi

KOP SURAT PENGURUS


SURAT REKOMENDASI
No.Rek-000/PC IAI/Nama Kab-Kota/Bulan/Tahun
(Contoh : No.Rek-007/PC IAI/Jakarta Pusat/V/2015)

Ikatan Apoteker Indonesia Pengurus Cabang ................................................


dengan ini memberikan rekomendasi kepada :
Nama
No.KTP
No.Anggota
Tempat/Tgl.lahir
Alamat

:
:
:
:
:

.....................................................................................
.....................................................................................
.....................................................................................
.....................................................................................
.....................................................................................
.....................................................................................
.....................................................................................

Untuk melaksanakan praktik/kerja di :


Nama Sarana Kefarmasian

: ................................................................

Alamat

: ................................................................

Sebagai Apoteker /Apoteker Penanggung Jawab /Apoteker Pendamping *


sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Demikianlah surat rekomendasi
sebagaimana mestinya.

Ketua,

ini

diberikan

untuk

dipergunakan

............................................., ....................
IKATAN APOTEKER INDONESIA
PENGURUS CABANG .................................
Sekretaris,

........................................
..............................
NA.
*) Coret yang tidak sesuai
Catt : NA = Nomor Anggota

NA.

Lampiran Keputusan Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia


Nomor : PO.005/PP.IAI/1418/V/2015 tentang Peraturan Organisasi Tentang Rekomendasi
Ijin Praktik atau Kerja

Contoh Surat Tugas

KOP SURAT PENGURUS


SURAT TUGAS
No.Tgs-000/PD IAI/Nama Prov/Bulan/Tahun
(Contoh : No.Tgs-006/PD IAI/Sulawesi Selatan/V/2015)

Ikatan Apoteker Indonesia Pengurus Daerah ................................................


dengan ini memberikan tugas kepada :
Nama

: .....................................................................................

No.Anggota

: .....................................................................................

Jabatan

: .....................................................................................

Untuk mengikuti ,
Kegiatan

: ...............................................................................

Hari/Tanggal

: ...............................................................................

Tempat

: ...............................................................................

Pelaksana

: ...............................................................................

Demikianlah surat tugas ini diberikan untuk dilaksanakan sebagaimana


mestinya.

Ketua,

............................................., ....................
IKATAN APOTEKER INDONESIA
PENGURUS DAERAH .................................
Sekretaris,

........................................
..............................
NA.
Catt : NA = Nomor Anggota

NA.

TIM PENYUSUN
Saleh Rustandi
Noffendri Roestam
Liliek Yusuf Indrajaya
Jamaludin Al Jeff
Ali Mashuda
Etty Mardhiko
Dasrul Burhan
Made Wartana
Muh.Saleh
Siskandri Siregar
Abdul Rahem
Mohammad Nasrudin
Hidayat Yusuf