Anda di halaman 1dari 79

BATU BARA

ANALISA BATUBARA UNTUK
LABORATORIUM
PT DSS SERANG

Disampaikan Oleh : Yusuf

PENGERTIAN BATUBARA
• The International Hand Book of Petrograpy 1963 :
Batubara adalah sedimen yang mudah terbakar yang
terbentuk dari sisa-sisa tanaman dalam tingkat variasi
pengawetan, diikuti oleh proses kompaksi dan
dipengaruhi oleh proses methamorfosis terutama
tekanan dan temperature.
• Thiesen 1958 : Batubara adalah benda padat yang
complek dari berbagai unsur yang mewakili banyak
komponen kimia berupa benda padat dari sisa
tanaman.
• Spackman 1958 : Dari sudut geologi dan botani,
batubara merupakan benda padat karbon yang
berkomposisi marcel yang diawali dari Gambut,
Lignite, Subbituminus, Bituminus, Semi Antracite dan
Antracite.

KESIMPULAN
Batubara adalah suatu carbonan yang
terbentuk dari akumulasi sisa tanaman
bersama hasil dekomposisinya yang
terawetkan dalam bentuk sedimen, hal mana
disebabkan oleh pengaruh suhu, tekanan
dan microorganisme selama berjuta-juta
tahun.

KLASIFIKASI BATUBARA Berdasarkan Carbon dan Hydrocarbon : • Lignite • Bituminus • Carboneous • Antracite .

TUJUAN SAMPLING • Mengambil sebagian kecil barang tersebut secara acak dan teratur sesuai dengan standard yang berlaku dari suatu partai barang untuk keperluan analisa fisika / kimia. • Dari hasil pemeriksaan /analisa ini dapat dianggap memenuhi mutu / quality barang tersebut. .

PROXIMATE • Tujuannya untuk mengetahui apakah batubara tersebut bisa dipakai atau tidak • Analisa yang dilakukan meliputi Inherent moisture.Sulfhure dan Calori value. . Ash content. HGI. Volatile matter dan fixed carbon • Ditambah Total moisture.

• Parameter yang dianalisa Carbon. Hydrogen. .ULTIMATE • Tujuannya untuk mengetahui kebutuhan jumlah oxygen dalam pembakaran batubara dan untuk menentukan gas berbahaya yang dihasilkan dari pembakaran yaitu SOx dan NOx. Sulphure dan Oxigen dll. Nitrogen.

10 % (adb). Gross Calorific Value. 4. ---. ---.max. 6.min.SPESIFIKASI BATUBARA DI CO-GEN 1. ---. 10 % ---. Ash Fusion Temperature % (arb) ---. 3.max. 8.max.max.40 ~ 50 % (adb). 43 % ---. ---.max. 6300 HGI ---. 11 % (adb).min. 10. 7. Fixed Carbon. 5. 2. 15 OC ---. 9. Total Moisture (weight). Volatile Matter.16 % (arb). 11.min. ---. ---. Ash Content . Hard Grove Grindability Index. Size < 2mm (weight). Total Sulphure.6 kcal/kg. Size > 50mm (weight).0. Inherent Moisture (weight).38 ~ 45 % (adb). 1270 .max.

QUALITAS BATUBARA YANG PERLU DIPERHATIKAN YANG DAPAT MEMPENGARUHI PROSES PRODUKSI :  Total Moisture  Ash Content  Total Sulphur  Gross Calorific Value  Hardgrove Grindability Index  Ash Fusion Temperature  Sizing .

MOISTURE Pengertian : • Surface moisture: ialah kandungan air dipermukaan batubara • Total moisture : ialah jumlah kandungan air dalam batubara • Inherent moisture: ialah kandungan air dalam batubara pada saat analisa Efeknya : • Kehilangan quantity • Sering tersumbat pada saat suplly • Membutuhkan panas yang lebih besar di pulverizer • Level Coalbin sulit dicapai • Energy loss dipembakaran .

Performance menjadi rendah • Over capacty terhadap Electropresitator dan equipment Ashsilo • Limbah abu lebih banyak • Mengganggu lingkungan/ pencemaran .ASH CONTENT • Untuk mengetahui jumlah abu dari sisa pembakaran batubara Efeknya : • .System pembakaran tidak stabil • .

SULPHURE Tujuannya : • Untuk mengetahui jumlah kandungan sulphure dalam batubara Efeknya : • Corrosion terhadap equipment system • Effesiensi rendah akibat flue gas temperatur tinggi • Tidak ramah lingkungan / pencemaran .

CALORIFIC VALUE Tujuannya : • Untuk menentukan jumlah kalori yang dihasilkan dari pembakaran batubara. atau • Untuk mengetahui jumlah panas yang dihasilkan dari batubara Efeknya : • Pemakaian batubara akan lebih banyak • Effesiensi produksi rendah .

HGI Tujuannya : • Untuk mengetahui nilai Index point ( HGI ) • HGI = Hard Grove Grindability Index Efeknya : • Merusak equipment di pulverizer system • Level Coal bin sulit dicapai • Mempercepat keausan pada Ball mill dan Roll mill .

ASH FUSION TEMPERATURE Tujuannya: • Untuk mengetahui pada temperature berapa abu batubara meleleh • Analisa yang dilakukan meliputi: Initial deformation. Hemisferical. spherical dan fluid Efeknya: • Bila titik leburnya lebih rendah dari temperatur furnace maka akan terjadi penyumbatan kerak pada furnace/tungku pemanas (pipa) .

TiO2. . Fe2O3. MgO. CaO. Na2O. P2O5. K2O. SO3 dan Mn3O4 Efeknya : • Contoh P2O5 akan merusak logam menjadi rapuh dan senyawa Na2O akan menimbulkan penyempitan pada cerobong. Al2O3.ASH ANALYSIS Tujuannya : • Untuk mengetahui senyawa oksida yang dapat merusak hasil produksi • Element yang dianalisa : SiO2.

COAL HANDLING SYSTEM C H S C O A L H A N D L IN G S Y S T E M P U L V E R IZ E R S Y S T E M FLY ASH SYSTEM .

0 ~ 6 AB 3. COAL CONVEYOR NO. COAL BUNKER . COAL YARD & DRY COAL SHED 2.COAL HANDLING SYSTEM 1.

PULVERIZER SYSTEM 1. EQUIPMENT BOILER ( BATUBARA) . ROLL MILL 3. BALL MILL 2.

COAL SYSTEM SC # 1 .3 COA L BUNKER COARS E SEPA FINE SEPA RA TOR BOILE R #1-3 COAL FEEDER COA L BIN BA LL MILL PULVERIZER A IR FA N POWDER FEEDER SC # 6 COA L BUNKER M ROLL MILL BOILER #6 COAL FEEDER M M PULVERIZER A IR FA N .

# 2 DAN # 3 2. ELECTROSTATIC PRECIPITATOR UNIT # 1. ASH SILO . ELECTROSTATIC PRECIPITATOR UNIT # 6 3.FLY ASH SYSTEM 1.

SLAGGING FACTOR • Base / Acid ratio of ash : = %Fe + %CaO + %MgO + %K2O + %Na2O %SiO2 + %TiO2 + %Al2O3 • Hasilnya dikalikan % Sulfhure in Coal ( db ) .

88 ) .TM ) ( 100 – IM ) • Coal Consumption = Ton MS x (h MS –h FW) (LHVarb x 0.6 ((9xH) + IM) • LHV (arb) = LHVadb. x ( 100 .FORMULA COAL CONSUMPTION • LHV (adb) = GCV .

Total heat steam from steam table Heat of feed water Coal as dry base Coal as dry base Coal as received base Boiler efficiency .FUEL CONSUMPTION PER 1TON STEAM • • • • • • • QMS TMS PMS TFW hMS hFW GCV LHVadb LHVarb • Eff = 1000 kg/hr = 540 oC = 98 kg/cm = 220 oC = 831 kcal/kg = 220 kcal/kg = 6300 kcal/kg = 5578 kcal/kg = 5295 kcal/kg = 88 % Heat output Saturated Pressure Feed water temp.

.000 Ton DRY COAL SHED • Panjang : 112 meter • Lebar : 32.000 Ton Safety stock batu bara di Co-gen plant yang harus dipertahankan 60.5meter • Capacity : 30.CAPACITY PENAMPUNGAN BATUBARA COAL YARD • Panjang : 250 meter • Lebar : 65 meter • Capacity : 80.000 Ton.

SAMPLING .

. untuk kemudian diuji secara kimiawi da fisik.SAMPLING Pengambilan contoh secara acak atau random dan teratur sesuai dengan standard yang digunakan dari sejumlah besar partai barang yang mana contoh yang diambil mewakili dari partai barang tersebut.

ASTM atau JIS • Penentuan increment harus benar • Peralatan sampling serta ukuran harus standard • Penentuan titik lokasi harus benar • Pengambilan contoh harus benar . ISO.PERSYARATAN SAMPLING • Methoda standard harus benar mengikuti. BS.

Sebelum Sampling harus diketahui • Tujuan sampling diambil untuk penentuan analisa apa? • Top size batubara • Kondisi batubara unclen/clean. blending /tunggal • Cara pemuatan batubara • Berat / tonage partai barang / batubara .

Cara menentukan jumlah increment • Jumlah increment = n tonage 1000 ‘n = faktor pengali .

Jumlah Increment per-1000 MT BATUBARA BERSIH ATAU TUNGGAL Lokasi Sampling ASTM ISO BS TRUCK / LORI TONGKANG 35 24 25 STOCK FILE 35 32 35 .

Jumlah Increment per-1000 MT BATUBARA KOTOR BASAH / BLENDING Lokasi Sampling ASTM ISO BS TRUCK / LORI TONGKANG 35 48 50 STOCK FILE 35 64 65 .

6 x 50 mm = 3 kg Total Gross sample yang diambil = 3kg x 78 incr = 234 kg .Contoh menentukan Increment Misal Tonage = 5000 MT dan top size 50 mm Jumlah Increment = 35 5000 1000 = 78 increment Scoop standard = 0.

6 x top size batubara • Manuasia sebagai operator • Kekurangannya adalah bias mudah terjadi tergantung operatornya • Kelebihannya adalah perawatannya mudah .Peralatan Sampling • Manual Sampling ( scoop ) dengan ukuran 3 x top size batubara dengan berat sample terambil 0.

PREPARASI .

PREPARASI CONTOH Menyiapkan contoh secara sistimatis untuk keperluan analisa .

Prinsip Preparasi contoh • • • • • • Mixing atau pencampuran Air Drying atau pengeringan Crushing / penghancuran Division / pembagian Milling / pembubukan Penyimpanan sample .

Standard Methode • ISO • BRITISH STANDARD • ASTM ( AMERICAN STANDARD TESTING MATERIAL ) • AS ( AUSTRALIAN STANDARD ) • DLL .

Air Drying • Dimaksudkan agar contoh tersebt mudah dipreparasi • Pada suhu ambient temperature atau tidak lebih dari 40 oC Hal-hal yang perlu diperhatikan: Untuk sample yang akan dianalisa Calorific Value suhu Air drying < 30 oC .

MIXING • Dimaksudkan untuk mencampur contoh tersebut lebih homogen • Dengan cara manual atau mechanical Alat yang digunakan : Manual dengan scoop : coning quartering selama tiga kali .

2 mm.75mm.8 mmatau sesuai dengan kebutuhan analisa Alat yang digunakan : # Jaw Crusher # Hammermill Crusher # Roll Crusher # Swing Hammermill .CRUSHING • Dimaksudkan untuk memperkecil ukuran butir batubara agar homogen • Ukuran yang didapat bisa dilakukan 11. 2. 4.

increment Reduction/ scoop sampling dan Riffle devider # Mechanical : Rotary Sample Devider (RSD) .DIVISION • Untuk membagi contoh tersebut agar lebih homogen dan memperkecil volume sample dengan bagian yang sama Alat yang digunakan: # Manual byscoop : Conical Quartering.

Penyimpangan yang terjadi pada division Methode Standard Deviation % Quartering 6.1 Riffling 1.8 Scoop Sampling 5.1 .0 Rotary Sample Devider 0.

5 22.Berat contoh minimum setelah division Size (mm) • • • • • • • • 150 125 90 63 45 31.4 GA ( kg ) 2600 1700 750 300 125 55 32 TM kg 500 350 125 60 25 10 7 .

10 TM kg 2.2 1 0.5 1.5 1.2 8 5.8 2 1 13 6 3 1.5 0.6 4 2.25 0.• • • • • • • Size (mm) GA ( kg ) 11.65 - .65 0.

212 mm Alat yang digunakan : Raymond Mill .Milling Miling dimaksudkan untuk membubukan contoh tersebut lebih halus untuk keperluan analisa. dengan ukuran 0.

Shipper ) atau se-suai dengan permintaan dimana ukuran sample yang disimpan yaitu ukuran 0.212 mm dan 4.75 mm Alat yang digunakan : # Freezer ( lemari es ) # Seal # Nitrogen .Storage Storage dimaksudkan untuk menyimpan sample( umpire. Buyer.

reference # Shpper / nama pengantar sample # Dll data yang diperlukan .Penglabelan Penglabelan dimaksudkan untuk memudahkan identifikasi contoh agar mudah ditelusuri keberadaanya Kode Label : # Tanggal sampling # Type sample # No.

02 SIZING See Prep. = 50 kg GA Top size50mm Min.SAMPLE PREPARATION Standard . = 250 kg SIZING Top size50mm Min. 03 . = 100 kg TWO STAGE See Prep. 04 GA COMPOSITE See Prep. size > 50 mm SPOT Size >50mm TM Top size 50mm Min.ASTM/ISO/BS SAMPLE AS RECEIVED .

size > 50 mm CRUSHER TO 11.2mm = 13kg Crusher to 475 mm DEVIDING BY RSD Top size 4.75 mm = 2 kg Mill to 0.ASTM/ISO/BS GA/COMPOSITE .SAMPLE PREPARATION NO-02 Standard .2 mm DIDING BY RSD Topsize 11.212 mm =60 ~100gr SISA DIBUANG .

+31.ASTM/ISO/BS SIZING .+4.+4.4 mm ( ± 11.75.+2.5 .4 mm Keringkan kemudian Timbang/ Catat beratnya SIZING WITH SCREEN +11.SAMPLE PREPARATION NO-03 Standard .0.+2. +31.+1.5 mm CATAT BERAT +11.0.2 mm) DRYING PASS 22. size 50 mm.+1. min = 100kg SIZING WITH SCREEN +50 .-0.2.2.5 mm .0.+0.+0.5 .75.02.4 mm CATAT BERAT /TIMBANG +50 .-0. dan pass +22.5.5. +22.

75 mm Min mass = 2 Kg AIR DRYING <400 C by Oven ADL.Record weight till constant Crushed to 4.36 mm Min mass = 500 gR Determined Residual Moisture .Record weight till constant Crushed to 2.SAMPLE PREPARATION NO-03 Standard .ASTM/ISO/BS TM Top Size 50 mm Min. Mass = 50 Kg AIR DRYING <400 C by Oven ADL.

Analisa Batubara ۞ ۞ ۞ ۞ ۞ ۞ ۞ ۞ ۞ Total Moisture Proximate Analisis Ultimate Analisis Calorific Value Crusible Swelling umber Ash Analisis Ash Fusion Temperature Hard Grove Grindability Index dll .

% Residual Misture ( Oven 1050C ) . % Free moisture / Air Dry Loss .Oven 400C ( 3 h ) b.Suhu Kamar ( 24 h ) .Total Moisture ► Direct method ( Oven 1050C ) ► Bertahap a.

Proximate Analisis ► ► ► ► Moisture Sample as Analysis Ash Content Volatile Matter Fixed Carbon .

000 gr Coal .Moisture Sample Analysis ► ± 1.212 mm ► Oven 1050 C ( 3 h ) ► Minimum Free Space Oven Oven 1050C Weight Coal Before heating Weight Coal after heating .0.

212 mm ☼ Muffel/furnace 7500C or 8150C (4h) Muffel 7500C Or 8150C Weight Weight Coal Coal Before after heating heating .000 gr Coal .0.Ash Content ☼ ±1.

0.212 mm ☼ Muffel/furnace 9000 C or 9500 C (7mnt) Muffel 9000C Or 9500C Weight Weight Coal Coal Before after heating heating .000 gr Coal .Volatile Matter ☼ ±1.

Fixed Carbon ۞ Karbon Padat ۞ Kalkulasi FC = ( 100–M–Ash–VM ) .

Ultimate Analysis ♦ Total Sulphur ♦ Nitrogen ♦ Carbon ♦ Hydrogen ♦ Oxygen .

Organic Sulphur .Total Suphur ۩ M = (ESCHA. Sulfat Sulphur c.LECO) a.Furnace. High Temp. Furnace (Titrimetri) 30 mnt c.High Temp. ESCHA ( Grafimetri ) 2 x 24 jam b. Pyritic Sulphur b. LECO (Infra Red) 2mnt ۩ Form Sulphur : a.

NOx. NO ) . % Nitrogen in Coal Efek terhadap Pencemaran Udara ( NO2.Nitrogen M = ( ikro & Makro Kjeldal ) Tj.

Furnace & LECO ) Weight Coal & Weight Absorben Before heating High Temp.Carbon & Hydrogen Total Carbon & Hidrogen in Coal ( High Temp. 13500C LECO Weight Absorben CO2 & H2O after heating .

Oxygen Besarnya kebutuhan oxygen pada pembakaran dan untuk memprediksi gas buangan yang dihasilkan setelah pembakaran batubara Oxygen = Dari hasil kalkuasi = 100 – ( M+Ash+TS+N+C+H ) .

Calorific Value
♦ Kcal/kg, Cal/gr, BTU/lb, MJ
♦ Gross CV & Net CV
♦ Gross CV
BOMB CALORIMETER
( DELTA t = 0C )

Calculation
Gross CV

Weight Coal
♦ NET CV
ASTM Net CV(ar) = GCV (ar)-5,72 (9 x H (ar))
BS/ISO Net CV ( ar ) = GCV J/gr(ar) – (212 x H (ar ))(0,8 x O(ar))-(2,45 x TM )

Crusible Swelling Number
( CSN )
FURNACE
COAL

Bandingkan
dengan Standart
( 0-9 )

Ash Analisis
Ash Composition

SiO2
Al2O3
Fe2O3
TiO2

FURNACE
ASH COAL

CaO
MgO
K2 O
Na2O
Mn3O4
P 2 O5
SO3

Ash Analysis Ash Composition ‫۝‬Slaging Ratio = ( Base / Acid ) x % TS (db) ‫۝‬Fouling Index = ( Base / Acid ) x % Na2O .

Initial Def temp. Spherical c. Hemispherical d.Ash Fusion Temperature ( AFT ) ASH COAL AFT Furnace Reduksi Oxidasi Pengamatan a. b. Flow .

Hard Grove Grindability Index ( HGI ) HGI Machine COAL Calculation .

5 mm .3 mm +4.Size Analysis +100 mm +50 mm +32.00 mm +1.5 mm a% b% c% d% e% f% g% h% i% j% k% .0.5 mm +22.75 mm +2.5 mm +11.00 mm +0.2 mm +6.

.

batubara merupakan benda padat karbon yang berkomposisi marcel yang diawali dari Gambut. • Spackman 1958 : Dari sudut geologi dan botani. Bituminus. diikuti oleh proses kompaksi dan dipengaruhi oleh proses methamorfosis terutama tekanan dan temperature.PENGERTIAN BATUBARA • The International Hand Book of Petrograpy 1963 : Batubara adalah sedimen yang mudah terbakar yang terbentuk dari sisa-sisa tanaman dalam tingkat variasi pengawetan. Lignite. Subbituminus. Semi Antracite dan Antracite. . • Thiesen 1958 : Batubara adalah benda padat yang complek dari berbagai unsur yang mewakili banyak komponen kimia berupa benda padat dari sisa tanaman.

hal mana disebabkan oleh pengaruh suhu. .KESIMPULAN Batubara adalah suatu carbonan yang terbentuk dari akumulasi sisa tanaman bersama hasil dekomposisinya yang terawetkan dalam bentuk sedimen. tekanan dan microorganisme selama berjuta-juta tahun.

KLASIFIKASI BATUBARA Berdasarkan Carbon dan Hydrocarbon : • Lignite • Bituminus • Carboneous • Antracite .

Hard Grove Grindability Index.max. Gross Calorific Value. 15 OC ---.min. 6. Ash Fusion Temperature % (arb) ---. Ash Content .0.min.16 % (arb). ---.max. 4. 1270 . 8. 6300 HGI ---. 10 % (adb).max. Fixed Carbon. 3. 10 % ---. Total Sulphure.40 ~ 50 % (adb). Volatile Matter. 43 % ---. 10. 2.max. 11 % (adb). 11. 5. Total Moisture (weight). 7.min. Size > 50mm (weight).max. ---. ---.max.6 kcal/kg.SPESIFIKASI BATUBARA DI CO-GEN 1. ---. Size < 2mm (weight). ---.38 ~ 45 % (adb). 9. ---. Inherent Moisture (weight).

COAL SYSTEM SC # 1 .3 COA L BUNKER COARS E SEPA FINE SEPA RA TOR BOILE R #1-3 COAL FEEDER COA L BIN BA LL MILL PULVERIZER A IR FA N POWDER FEEDER SC # 6 COA L BUNKER M ROLL MILL BOILER #6 COAL FEEDER M M PULVERIZER A IR FA N .

DIAGRAM ALIR COAL HANDLING COAL HANDLING SYSTEM OGM OJD 1CTA M 2A J D 2STA 2CTA 1CTB D M 1BG D 2BG M M 3BG 3CTA SMA J 2B D J 3A 5STA D J 4A 2CTB B 1A J 2AG J 2A JD 5A D 2S T 1A GM 3A GM J 3B 3CTB D SMB J 4B D 5B JD TB 5S plough Bunker Metal Det plough Bunker Metal Det 6AJD 6BJD .