Anda di halaman 1dari 21

Referensi Artikel

PATOFISIOLOGI DAN
TERAPI MUSCLE
CRAMPS PADA
SIROSIS HEPATIS
Oleh:
Yusiska Wahyu Indrayani
G99142054
Fajar Shodiq IF
G99142055
Dea Saufika Najmi
G99142056
Pembimbing:

dr. P.Kusnanto, Sp.PD-KGEH, FINASIM.

Sirosis hati
tahap akhir dari proses difus fibrosis hati
progresif yang ditandai oleh distorsi arsitektur
hati dan pembentukan nodul degeneratif.
Gambaran morfologi sirosis hati meliputi fibrosis difus, nodul
regeneratif, perubahan arsitektur lobular, dan pembentukan
hubungan vaskular intrahepatik antara pembuluh darah hati
aferen (vena porta dan arteri hepatica) dan eferen (vena
hepatica).

9%.2-46. .penyebab kematian terbesar ketiga pada penderita yang berusia 45-46 tahun.7-73. Angka kejadian sirosis hati di Indonesia akibat hepatitis B adalah 21. Salah satu tanda klinis yang terdapat pada sirosis hati adalah kram otot.9% dan hepatitis C sekitar 38.

Kram Otot nyeri pada kontraksi yang involunter dapat terjadi pada saat istirahat atau saat sedang tidur pada otot atau beberapa kumpulan otot.dengan durasi beberapa menit dan dapat pulih sendiri (self limiting). .

.

.

Pada penyakit hati. . mempengaruhi kualitas hidup pasien karena dapat meningkatkan distress dan meningkatkan rasa nyeri. prevalensi kram otot pada pasien dengan sirosis hati lebih tinggi dibandingkan dengan pasien yang tidak sirosis.

Patofisiologi Kram Otot .

Fungsi Saraf .

.Fungsi Saraf • Ng et al. Studi ini menemukan adanya peningkatan eksitabilitas saraf yang disebabkan oleh depolarisasi potensial membran istirahat pada akson karena menurunnya potensial ambang batas secara signifikan. yang melakukan studi langsung pada saraf motorik median dan peroneal pada pasien dengan sirosis.

Metabolisme Energi .

Metabolisme Energi .

plasma renin activity (PRA). dan hipomagnesemia serta pergeseran pada volume plasma yang dapat mempengaruhi konsentrasi elektrolit intrasel atau menyebabkan hipovolemia telah dikaitkan sebagai faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya kram.Volume Plasma. hipokalemia. mean arterial pressure (MAP). adanya asites. fosfor dan magnesium tidak memiliki efek terhadap terjadinya kram otot. serta MAP rendah merupakan prediktor kram otot yang terjadi pada pasien dengan sirosis. • Pada analisis multivariat didapatkan bahwa PRA yang tinggi. dan Zinc • Abnormalitas elektrolit termasuk hiponatremia. • Sedangkan konsentrasi elektrolit serum yaitu natrium. . albumin serum. kalium. Elektrolit. • Angeli et al berusaha untuk menentukan apakah volume plasma. dan konsentrasi elektrolit mempengaruhi terjadinya kram otot pada 224 pasien sirosis dengan atau tanpa asites dibandingkan dengan 194 orang sehat pada kelompok kontrol.

(Mehta SS dan Fallon MB. . 2013).

Terapi Kram Otot .

Fungsi Saraf .

Metabolisme Energi .

Volume plasma. elektrolit. zinc .

kelelahan. motor end plate terhadap stimulasi aritmia. 3 - cabang dd 1 ) Taurine regulasi dan konduktansi kanal kalsium Esperisone HCl Muscle relaxan aksi sentral albumin dan produksi taurin . hari) nyeri epigastrum Asam amino rantai Meningkatkan kadar serum Oral (4 g granules. otot dan mengurangi eksitabilitas trombositopenia. cinchonisme saraf Vitamin E Antioksidan kuat pada membran Oral (200 mg. 2 dd 1 Diare Stabilisasi sarcolemma melalui ) Oral (3 g / hari) - Oral (150-300 mg / Pusing. 3 dd sel yang beraksi untuk 1) - menurunkan radikal bebas Human albumin Ekspansi volume plasma dan IV (100 mL 25% perbaikan hipovolemia sehingga larutan human kemungkinan menurunkan iskemia albumin) - pada neuron Zinc Tidak diketahui Oral (220 mg.Agen Mekanisme kerja Dosis Efek Samping Quinidine sulfate Meningkatkan periode refrakter Oral (400mg/hari) Diare.

• Penatalaksanaan muscle cramps pada sirosis hepatis ditujukan untuk mengintervensi 3 mekanisme potensial patofisiologisnya. • Mekanisme yang mungkin terjadi dalam patogenesis kram otot pada sirosis hepatis dapat dibagi menjadi 3 perubahan yang tumpang tindih: (1) fungsi saraf. (2) metabolisme energi. Quinine Sulfate. mempengaruhi kualitas hidup pasien karena dapat meningkatkan distress dan meningkatkan rasa nyeri. Ringkasan • Sirosis hepatis adalah tahap akhir dari proses difus fibrosis hati progresif yang ditandai oleh distorsi arsitektur hati dan pembentukan nodul degeneratif.dengan durasi beberapa menit dan dapat pulih sendiri (self limiting). • Terjadinya kram otot pada penderita sirosis hepatis. • Kram otot adalah nyeri pada kontraksi yang involunter dapat terjadi pada saat istirahat atau saat sedang tidur pada otot atau beberapa kumpulan otot. Sedangkan kelainan pada volume plasma dan elektrolit dapat diterapi dengan human albumin.dan (3) volume plasma dan elektrolit. Eperisone HCl. Kelainan pada metabolisme energi dapat diterapi dengan taurine dan asam amino rantai panjang. elektrolit dan zink . Kelainan fungsi saraf dapat diterapi dengan Vitamin E.

Manousou P. Jakarta. 11(11):1385-1391. Chatrath H. Digestive and Liver Disease. Muscle cramps in liver disease.DAFTAR PUSTAKA Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Am J Med.125(10):1019-1025.Clinical Gastroenterology And Hepatology. Edisi Revisi. Prevalence and morbidity associated with muscle cramps in patients with cirrhosis. Muscle cramps in cirrhosis the therapeutic value of quinine. Is it underused?. Liangpunsakul S. Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. 2006 : Gagal Jantung Kronik. Mehta SS dan Fallon MB (2013). . Corbani A. 40(2008):794-799. Calvaruso V (2008). Ghabril M (2014).