Anda di halaman 1dari 13

DEVELOPING MEANINGS FOR THE

OPERATIONS
(PENGEMBANGAN DEFINISI OPERASI PADA
MATEMATIKA)

Disusun Oleh:
VINA MUTHMAINNA RIANTO

(F04212008)

JURUSAN PMIPA PRODI PENDIDIKAN MATEMATIKA


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS TANJUNGPURA
PONTIANAK
2015

A. Latar Belakang
Pada bagian ini akan membicarakan tentang cara termudah bagi anak-anak untuk
menghubungkan perbedaan antara definisi, interpretasi, dan hubungan terhadap 4 operasi dalam
matematika

berupa

penjumlahan

(Addition),

pengurangan

(Subtstraction),

perkalian

(Multiplication), dan pembagian (Division). Hal ini dimaksudkan agar anak-anak dapat
menggunakan operasi dalam matematika tersebut secara efektif dalam kehidupan sehari-hari.
Kata kunci dalam bab ini adalah definisi atau pengertian dari beberapa operasi yang telah
disebutkan sebelumnya sebagai berikut.
1. Penjumlahan dan pengurangan memiliki sifat keterkaitan. Penjumlahan dinamakan
sebagai nilai dari keseluruhan pada 1 bagian, sedangkan pengurangan dinamakan
sebagai menghilangkan bagian.
2. Perkalian meliputi perhitungan secara berkelompok seperti menentukan ukuran dan
menentukan banyaknya anggota dalam kelompok-kelompok
3. Perkalian dan pembagian memiliki sifat keterkaitan. Perkalian biasa dinamakan
menghilangkan nilai faktor dari yang sudah diketahui agar mendapatkan hasil.
4. Melakukan pemodelan dapat digunakan untuk menyelesaikan permasalahan nyata yang
berkaitan dengan operasi dalam matematika dan untuk mencari tahu operasi matematika
yang berkaitan dalam permasalahan terlepas dari seberapa besarnya nilai yang
digunakan. Pemodelan juga bisa digunakan untuk memberikan maksud dari kalimat
matematika.
Dalam hal ini, konsep yang ditekankan yaitu berhubungan dengan pengetahuan bilangan
(Number Development), fakta dasar (Basic Facts), nilai dalam keseluruhan dan perhitungan
(Whole-Number Place Value and Computation), pemikiran secara aljabar (Algebraic Thinking),
dan perhitungan bilangan desimal maupun pecahan (Fraction and Decimal Computation).

B. Masalah dan Pembahasan


1. Beberapa jenis permasalahan dalam penjumlahan dan pengurangan
Para peneliti sudah mengkategorikan permasalahan dalam penjumlahan maupun
pengurangan berdasarkan sifat keterkaitan antara kedua operasi matematika tersebut.
Beberapa kategori tersebut adalah Join Problems, Separate Problems, Part-Part-Whole
Problems, dan Compare Problems yang dapat diuraikan sebagai berikut.
a) Join Problems
Dalam melakukan joining (menggabungkan), terdapat 3 hal yang harus diketahui
yaitu nilai awal, nilai peubah (nilai yang akan digabungkan) dan nilai hasil (nilai total

setelah nilai peubah digabung dengan nilai awal). Kalimat matematika yang sesuai yaitu
nilai peubah akan ditambahkan dengan nilai awal.
Nilai Peubah
(Change)
Nilai Hasil
(Result)
Nilai Awal
(Initial)

Contoh permasalahan:

Nilai hasil belum diketahui


Dika memiliki 8 pulpen. Beberapa saat, ibu Dika memberikan 4 pulpen
kepada Dika. Berapa banyak pulpen yang Dika miliki sekarang?

Nilai peubah belum diketahui


Dika memiliki 8 pulpen. Beberapa saat, ibu Dika memberikan beberapa
pulpen kepada Dika, sehingga sekarang Dika memiliki 12 pulpen. Berapa
banyak pulpen yang ibu Dika berikan?

Nilai awal belum diketahui


Dika memiliki beberapa pulpen. Beberapa saat, ibu Dika memberikan 4
pulpen kepada Dika, sehingga sekarang Dika memiliki 12 pulpen. Berapa
banyak pulpen Dika sebelum diberikan oleh ibunya?

b) Separate Problems
Dalam melakukan separating (memisahkan), terdapat 3 hal yang harus diketahui
seperti yang terjadi pada penjumlahan. Namun pada join problems, nilai hasil
merupakan nilai total yang telah dijumlahkan antara nilai awal dan nilai peubah,
sedangkan pada separate problems, hal itu merupakan tugas dari nilai awal. Nilai awal
pada separate problems juga merupakan nilai yang paling besar. Pada nilai peubah
merupakan nilai yang akan dibuang/dipisahkan dari nilai awal.
Nilai Peubah
(Change)
Nilai Hasil
(Result)
Nilai Awal
(Initial)

Contoh permasalahan:

Nilai hasil belum diketahui


Dika memiliki 8 pulpen. Beberapa saat, Dika memberikan pulpen kepada ibu
Dika sebanyak 4 pulpen. Berapa banyak sisa pulpen yang Dika miliki
sekarang?

Nilai peubah belum diketahui


Dika memiliki 8 pulpen. Beberapa saat, Dika memberikan beberapa pulpen
kepada ibu Dika, sehingga sekarang Dika memiliki 4 pulpen. Berapa banyak
pulpen yang Dika berikan kepada ibunya?

Nilai awal belum diketahui


Dika memiliki beberapa pulpen. Beberapa saat, Dika memberikan 4 pulpen
kepada ibunya, sehingga sekarang pulpen Dika bersisa 4 pulpen. Berapa
banyak pulpen Dika sebelum memberikan kepada ibunya?

c) Part-Part-Whole Problems
Part-Part-Whole merupakan teknik menggabungkan 2 bagian menjadi 1 kesatuan
bagian yang utuh. Dalam teknik tersebut, tidak ada perbedaan yang berarti pada
bagian-bagian yang digabungkan menjadi satu bagian. Jadi tidak ada perbedaan
masalah yang terjadi antara 2 bagian tersebut, baik dari nilai yang diketahui maupun
yang tidak diketahui.
Bagian 1

Bagian 2

Bagian yang utuh

Contoh permasalahan:

Nilai hasil belum diketahui (bagian yang utuh belum diketahui)


Dika memiliki 8 pulpen sedangkan ibu Dika memiliki pulpen sebanyak 4
pulpen. Dika dan ibunya berencana akan menyimpan pulpen masing-masing
ke dalam sebuah kotak pensil. Berapa banyak pulpen di dalam kotak ensil
tersebut?

Nilai peubah belum diketahui

Dika memiliki 8 pulpen sedangkan ibu Dika memiliki pulpen beberapa


pulpen, Dika dan ibunya berencana akan menyimpan pulpen masing-masing
ke dalam sebuah kotak pensil sehingga banyak pulpen di kotak pensil
tersebut yaitu 12 pulpen. Berapa banyak pulpen ibu Dika yang simpan ke
dalam kotak pensil?
d) Compare Problems
Pada Compare Problem menekankan pada perbandingan 2 nilai. Namun pada hasil
atau nilai ketiga tidak selalu terlihat karena nilai ketiga merupakan jumlah nilai yang
membedakan antara 2 nilai sebelumnya. Terdapat 3 cara untuk melihat perbandingan
tersebut yaitu dengan menyesuaikan nilai-nilai yang tidak diketahui, baik itu nilai
terbesar, terkecil, atau nilai bedanya.

Bagian tersisa

Bagian terbesar
Bagian terkecil

Contoh permasalahan:

Nilai beda belum diketahui


Dika memiliki 8 pulpen dan ibu Dika memiliki 4 pulpen. Berapa banyak
lebihnya pulpen yang Dika daripada ibunya?

Nilai terbesar belum diketahui


Dika memiliki 4 pulpen lebih dari Ibu Dika, sedangkan ibu Dika memiliki 4
pulpen. Berapa banyak pulpen yang Dika miliki sekarang?

Nilai terkecil belum diketahui


Dika memiliki 8 pulpen sedangkan ibu Dika memiliki 4 pulpen lebih dari ibu
Dika, dan. Berapa banyak pulpen yang ibu Dika miliki sekarang?

Pada beberapa kurikulum, yang ditekankan adalah kemudahan pada masalah


penggabungan maupun memisahkan dengan nilai hasil yang tidak diketahui. Seperti definisi

dikalangan umum bahwa penjumlahan merupakan merupakan peletakkan bersama-sama


dan pengurangan merupakan pengambilan. Faktanya yaitu definisi diatas bukanlah
definisi yang sebenarnya.
Ketika

anak-anak

mengembangkan

konsep

peletakkan

bersama-sama

dan

pengambilan beberapa untuk penjumlahan dan pengurangan, mereka sering mengalami


kesulitan ketika penjumlahan dan pengurangan diserukan atau dipahami daripada konsep
peletakkan bersama-sama dan pengambilan beberapa.

2. Pengajaran dalam Penjumlahan dan Pengurangan


Sejauh ini sudah terlihat berbagai macam permasalahan mengenai penjumalahan dan
pengurangan dan mungkin sudah digunakan dalam kasus beberapa perhitungan untuk
membantu murid-murid mengerti tentang cara memecahkan permasalahan. Kombinasi
dalam menggunakan masalah kontekstual dan pemodelan seperti meghitung, menggambar,
atau menggunakan garis bilangan. Hal ini sangat penting untuk membantu murid-murid
membangun pemahaman 2 operasi pada matematika ini.
a) Masalah Kontekstual
Fosnot dan Dolk (2001) menyatakan bahwa dalam masalah cerita, anak-anak
cenderung fokus dalam mendapatkan jawaban. Disamping itu, masalah kontekstual
memiliki hubungan sedekat mungkin terhadap kehidupan anak-anak daripada belajar
matematika di sekolah. Masalah kontekstual seharusnya didapat dari pengalaman
terbarunya di ruang kelas, perjalanan lapangan, sebuah diskusi yang berkaitan dengan
seni, alam, atau belajar sosial, atau dari bacaan anak-anak.
Pelajaran matematika dapat terbangun dari hal yang konteks atau cerita sehari-hari.
Pelajaran yang baik itu diharuskan terbangun dari hal yang konteks atau cerita seharihari. Jika diberikan suatu masalah, tidak hanya sekadar mencari penyelesaiannya, namun
dapat dijelaskan dengan menggunakan kata-kata, gambar, dan angka. Dari penjelasan
tersebut, juga dijelaskan kebenaran dari penyelesaian yang diutarakan.
Meskipun siswa tingkat Sekolah Dasar diharuskan belajar menyelesaikan
permasalahan dari suatu cerita sehari-hari namun pemilihan angka juga dapat dijadikan
bahan pertimbangan. Metode untuk mencari solusi penyelesaian biasanya sudah
terfikirkan berupa perhitungan dalam setiap pemodelan masalah secara langsung. Hal ini
yang membuat permasalahan join dan separate pada awalnya sangat sulit. Pada
permasalahan tersebut, siswa-siswa mencari solusi dari permasalahan dengan
menggunakan pendekatan trial and error (Carpenter, Fennema, Franke, Levi, dan

Empson, 1999). Pendekatan ini bercirikan selalu mengulang-ngulang dalam pengerjaan


soal yang sama namun bervariasi. Dalam mencari solusi permasalahan soal tersebut
dilakukan secara terus-menerus (berlanjut) sampai bisa, atau sampai siswa berhenti
mencoba.
Setelah melakukan pemilihan angka, langkah terakhir yaitu pengenalan simbol. Pada
proses awal saat siswa-siswa itu baru dikenalkan dengan operasi penjumlahan dan
pengurangan ini, mereka tidak ingin tahu tentang konsep dari penjumlahan yang
diantaranya merupakan pengenalan simbol seperti + untuk penjumalahan, - untuk
pengurangan dan untuk kedua operasi tersebut dihubungkan dengan tanda = (sama
dengan) untuk menunjukkan hasil akhir dalam melakukan pemodelan masalah.
Bagaimanapun juga, kaidah simbol-simbol diatas sangat berperan penting. Ketika guru
sudah

merasa

bahwa

siswa

sudah

siap

dalam

pengenalan

simbol

maupun

menggunakannya, perkenalkan juga kepada mereka tentang diskusi yang melibatkan


representasi dari materi yang sudah mereka pelajari sebelumnya yaitu menemukan solusi
dari permasalahan di kehidupan sehari-hari. Contoh permasalahannya yaitu jika kamu
memiliki sekumpulan angka yaitu 12, lalu terdapat angka 8 yang termasuk dari
sekumpulan angka tadi, maka angka dalam sekumpulan angka yang tidak disebutkan
adalah 4. Hal ini juga dapat ditulis menjadi:

128=4

. Tanda pengurangan sebaiknya

dibaca dikurangi, bukan ambil beberapa. Sedangkan tanda penjumlahan itu tidak
sulit karena dapat dengan mudah dibaca ditambah.
b) Pembelajarann berbasis masalah
-

Penjumlahan
Pada penjumlahan, guru dapat mengenalkan penggunaan yang lebih mudah yaitu
dengan menggunakan gambar model seperti berikut

5+3=8

Cara lain yaitu dengan menggunakan garis bilangan sebagai berikut.

Pengurangan
Pada penjumlahan, guru dapat mengenalkan penggunaan yang lebih mudah yaitu
dengan menggunakan gambar model seperti berikut

?
8

Cara lain yaitu dengan menggunakan garis bilangan sebagai berikut.


8

3. Beberapa jenis permasalahan dalam perkalian dan pembagian


Setelah sebelumnya dibahas mengenai penjumlahan dan pengurangan. Sekarang beralih
ke permasalahan pada perkalian dan pembagian. Permasalahan ini untuk guru sebagai
mengajar agar dalam mengajarkan konsep perkalian kepada siswa lebih mudah dimengerti.
Contoh permasalahan yang akan dibahas disini yaitu permasalahan yang berkaitan
dengan 4 operasi pada matematika. Pada permasalahan dalam operasi perkalian, 1 angka
dihitung berapa set, grup, atau bagian. Satu bagian dan keseluruhan sangat berguna untuk
membuat analogi yang mengacu pada operasi penjumlahan. Contoh masalahnya adalah
sebagai berikut.
a) Equal Group Problems
Ketika angka dan ukuran dari suatu grup telah diketahui, masalahnya disebut
perkalian. Sedangkan ketika bagian dari 1 grup atau ukuran tidak diketahui, maka
masalah tersebut disebut pembagian. Contoh permasalahan pada Equal Group yaitu:
-

Keseluruhan diketahui

Mark memiliki 4 kantong berisi buah apel. Setiap 1 kantong terdapat 6 buah
apel. Berapa banyak apel yang Mark punya sekarang? (menggunakan
penjumlahan berulang)

Jika setiap 1 buah apel harganya yaitu 4 sen, berapa harga yang harus dibayar
oleh Jill untuk 5 buah apel?

Peter berjalan selama 3 jam dan Peter berjalan sejauh 4 mile setiap jamnya.
Berapa jauhkah Peter berjalan?

Ukuran dari grup belum diketahui

Mark memiliki 24 buah apel. Mark ingin membagi buah apel yang
dimilikinya tersebut kepada 4 orang temannya. Berapa buah apel yang
akan didapat oleh masing-masing temannya?

Jill telah membeli apel dengan harga 35 sen. Berapa harga 1 buah apel
yang dibeli oleh Jill?

Peter telah berjalan sejauh 12 mile selama 3 jam. Berapa jauh peter
berjalan setiap jam?

Nilai dari grup belum diketahui

Mark memiliki 24 buah apel. Mark meletakkan buah apel tersebut ke


dalam kantong dengan setiap kantong berisikan 6 buah apel. Berapa
banyak kantong yang akan Mark gunakan? (Pengurangan berulang)

Jill membeli buah apel dengan setiap 1 buah apel harganya yaitu 7 sen. Jill
telah membayar beberapa buah apel sebesar 35 sen. Berapa banyak apel
yang Jill beli?

Peter berjalan sejauh 12 mile dengan setiap jam telah menempuh 4 mile.
Berapa lama Peter berjalan sejauh 12 mile?

b) Comparison Problem
Pada Comparison Problem, terdapat 2 perbedaan yaitu perbandingan dalam
penjumlahan dan pengurangan. 1 set terdiri dari salinan pilihan yang lain. Contoh
permasalahan pada Comparison sebagai berikut.
-

Hasil tidak diketahui

Jill membawa 6 buah apel, sedangkan Mark membawa buah apel sebanyak
4 kali dengan jumlah buah apel sama dengan Jill. Berapa banyak buah apel
yang dibawa Mark?

Bulan ini Mark menyimpan uang sebanyak 5 kali dengan jumlah uang
sama dengan uang yang disetor bulan lalu. Bulan lalu Mark telah
menyimpan $7. Berapa uang yang telah Mark simpan pada bulan ini?

Ukuran bagian belum diketahui

Mark membawa 24 buah apel. Mark membawa buah apel sebanyak 4 kali
dengan jumlah buah apel yang dibawa sama dengan jumlah buah apel
yang dibawa Jill. Berapa buah apel yang dibawa Jill?

Bulan ini Mark menyimpan uang sebanyak 5 kali dengan uang yang
disimpan sebanyak bulan lalu. Jika dia menyimpan uang bulan ini
berjumlah $35, berapa banyak uang yang disimpan bulan lalu?

Bilangan pengali tidak diketahui

Mark membawa 24 buah apel, dan Jill membawa 6 buah apel. Berapa kali
Mark membawa buah jika 1 kali dibawa sama dengan jumlah buah apel
Jill?

c) Combination Problem
Combination Problem meliputi perhitungan dengan bilangan yang mungkin dapat
dipasangkan yang bisa dibuat diantara 2 set. Hasilnya yaitu terdiri dari hal yang

berpasangan, isi dari masing-masing pasangan diambil dari setiap set dari 2 set yang
diberikan. Contoh permasalahan pada Combination Problem sebagai berikut.
-

Hasil tidak diketahui

Sam membeli 4 pasang celana dan 3 buah jaket, baik celana maupun jaket
dapat digunakan bersama-sama. Berapa banyak perbedaan pakaian yang
terdiri dari sepasang celana dan sebuah jaket yang Sam punya?

Sebuah eksperimen melibatkan pelemparan koin dan jatuh sampai


berhenti. Berapa banyak perbedaan yang mungkin pada hasil yang didapat
pada eksperimen tersebut?

4. Pengajaran dalam Perkalian dan Pembagian


Operasi perkalian dan pembagian dibicarakan secara terpisah di dalam buku bacaan
dengan operasi perkalian dibahas sebelum pembagian. Hal ini sangat penting, namun untuk
mengkombinasikan operasi perkalian dan operasi pembagian segera setelah operasi
perkalian telah diperkenalkan agar membantu siswa untuk melihat bagaimana keterkaitan
antara 2 operasi tersebut. Pada beberapa kurikulum, topik ini adalah topik yang pertama kali
disajikan pada kelas 2 dan kemudian menjadi fokus utama pada kelas ke-3 dengan
melanjutkan pengembangan di kelas ke-4 dan ke-5. Pengalaman pada pembelajaran
kontekstual sangat bermanfaat. Berikut penjabaran masalah kontekstual dan pembelajaran
berbasis masalah.
a) Masalah Kontekstual
-

Penggunaan simbol untuk perkalian dan pembagian


Ketika siswa menyelesaikan permasalahan mengenai perkalian sebelum
dikenalkan dengan simbol, mereka akan menulis penjumlahan berulang yang
merepresentasikan perkalian tadi. Dalam hal ini, merupakan kesempatan
yang sangat bagus untuk memperkenalkan simbol yang dimaksud. Hal yang
biasa terjadi adalah bahwa 4 x 8 mengarah ke 4 sebanyak 8, bukan 8
sebanyak 4. Tidak ada alasan untuk kaku dalam ketentuan seperti diatas. Hal
yang terpenting adalah bahwa siswa dapat menyebutkan apa yang menjadi
faktor pada persamaan yang direpresentasikan. Persamaan dari 24 dibagi 6
adalah merepresentasikan 3 cara yaitu: 24 : 6,

6 24 ,

24
6 . Siswa

seharusnya memahami bahwa representasi ini adalah sebanding dengan


hasilnya (ekuivalen).

Pemilihan angka dalam permasalahan


Ketika

memilih

bilangan

untuk

permasalahan

perkalian,

terdapat

kecenderungan untuk berfikir bahwa angka terbesar menjadi beban kepada


siswa atau bahwa 3 x 4 itu lebih mudah daripada 4 x 17. Hasil dari
pemahaman tentang konsep sebelumnya tidak memiliki efek pada angka yang
besar tersebut. Meskipun pada awal kelas 3, siswa sudah dibiasakan
beroperasi dengan angka yang besar dan cara apapun untuk menyelesaikan.
b) Pembelajarann berbasis masalah
Pada pembahasan pembelajaran berbasis masalah jika permasalahannnya yaitu
penjumlahan dan pengurangan, anak-anak dapat menggunakan pemodelan, atau garis
bilangan pada semua operasi penjumlahan. Maka hal ini bisa digunakan oleh
perkalian dan pembagian. Karena perkalian merupakan penjumlahan berulang, maka
dapat menggunakan konsep penjumlahan yang sebelumnya dibahas. Misalnya 4 x 9
=9+9+9+9
Dapat dimisalkan sebagai berikut:

6x4=4+4+4+4+4+4

5x3=3+3+3+3+3

C. Penutup
a) Kesimpulan
Penjumlahan dan pengurangan memiliki sifat keterkaitan. Penjumlahan dinamakan
sebagai nilai dari keseluruhan pada 1 bagian, sedangkan pengurangan dinamakan sebagai
menghilangkan bagian. Perkalian meliputi perhitungan secara berkelompok seperti
menentukan ukuran dan menentukan banyaknya anggota dalam kelompok-kelompok
Perkalian dan pembagian memiliki sifat keterkaitan. Perkalian biasa dinamakan
menghilangkan nilai faktor dari yang sudah diketahui agar mendapatkan hasil.
Melakukan pemodelan dapat digunakan untuk menyelesaikan permasalahan nyata
yang berkaitan dengan operasi dalam matematika dan untuk mencari tahu operasi
matematika yang berkaitan dalam permasalahan terlepas dari seberapa besarnya nilai yang
digunakan. Pemodelan juga bisa digunakan untuk memberikan maksud dari kalimat
matematika.
Beberapa cara digunakan untuk mengajarkan 4 operasi dalam matematika diantaranya
yaitu menggunakan masalah kontekstual dan pembelajaran berbasis masalah. Pada masalah
kontekstual dapat dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari siswa. Sedangkan pembelajaran
berbasis masalah dapat dikaitkan dengan melakukan pemodelan pada masalah matematika,
contohnya menggunakan gambar atau menggunakan garis bilangan untuk memudahkan
dalam berhitung. Cara ini dapat digunakan dalam pembelajaran di sekolah dasar.

b) Saran
Makalah ini sudah dibuat sebaik-baiknya sesuai dengan jurnal yang ada. Namun
dalam pembuatan makalah ini tidak luput dari kesalahan kata maupun isi. Saran dan
kritik dari pembaca sangat diharapkan demi kesempurnaan makalah ini.