Anda di halaman 1dari 5

Minggu, 13 Desember 2009

Drilling, Pemboran
Pemboran dapat dilakukan untuk bermacam-macam tujuan :
Penempatan bahan peledak; pemercontohan (merupakan metoda sampling utama dalam
eksplorasi); dalam tahap development : penirisan, test fondasi dan lain-lain; dan dalam tahap
eksplotasi untuk penempatan baut batuan & kabel batuan (dalam batubara pemboran lebih
banyak dibuat untuk pemasangan baut batuan - bolting daripada untuk peledakan). Jika
dihubungkan dengan peledakan, penggunaan terbesar adalah sebagai pemboran produksi.
Komponen Operasi dari Sistem Pemboran
Ada 4 komponen fungsional utama. Fungsi ini dihubungkan dengan penggunaan energi oleh
sistem pemboran di dalam melawan batuan dengan cara sebagai berikut :
• Mesin bor, sumber energi adalah penggerak utama, mengkonversikan energi dari bentuk
asal (fluida, elektrik, pnuematik, atau penggerak mesin combustion) ke energi mekanik untuk
mengfungsikan sistem.
• Batang bor (rod) mengtransmisikan energi dari penggerak utama ke mata bor (bit).
• Mata bor (bit) adalah pengguna energi didalam sistem, menyerang batuan secara makanik
untuk melakukan penetrasi.
• Sirkulasi fluida untuk membersihkan lubang bor, mengontrol debu,mendinginkan bit dan
kadang-kadang mengstabilkan lubang bor.
Ketiga komponen pertama adalah komponen fisik yang mengontrol proses penetrasi,
sedangkan komponen keempat adalah mendukung penetrasi melalui pengangkatan cuttings.
Mekanisme penetrasi, dapat dikategorikan kedalam 2 golongan secara mekanik yaitu rotasi
dan tumbukan (percussion) atau selanjutnya kombinasi keduanya.
Faktor-faktor yang mempengaruhi unjuk kerja pemboran :
1. Variabel operasi, mempengaruhi keempat komponen sistem pemboran (drill, rod, bit dan
fluid). Variabel dapat dikontrol pada umumnya dan mencakup dua kategori dari faktor-faktor
kekuatan pemboran :
(a) tenaga pemboran, energi semburan dan frekuensi, kecepatan putar, daya dorong dan
rancangan batang bor dan
(b) sifat-sifat fluida dan laju alirnya.

throw. 3. 2. Menetapkan tujuan untuk fase pemecahan batuan dari siklus operasi produksi kedalam tonase. Faktor-faktor lubang bor. tergantung pada persyaratan dari luar. Biaya (biaya kepemilikan + biaya operasi) Pemilihan Alat Bor Pemilihan suatu alat produksi haruslah melalui suatu prosedur yang telah didefinisikan dengan baik. lokasi.5 cm (1. Energi proses dan konsumsi daya (power) 2. geometri pit. kapasitas crusher. Faktor-faktor pelayanan. Hal ini merupakan persoalan rancangan rekayasa yang sebenarnya (true engineering design) yang memerlukan suatu pertimbangan harga. Lama penggunaan bit (umur) 4.yaitu : 1. yang terdiri dari pekerja dan supervisi.5-7 in. Sebagai perbandingan.). Atas dasar pada persyaratan peledakan. kuota produksi. keadaan tegangan yang bekerja pada lubang bor yang sering disebut sebagai drillability factors yang menentukan drilling strength dari batuan (kekuatan batuan untuk bertahan terhadap penetrasi) dan membat asi unjuk kerja pemboran. seperti faktor-faktor yang berhubungan dengan pekerjaan (pekerja. ada 4 parameter yang harus diukur at au dipe rkirakan. tempat kerja. 4. vibrasi dan lain-lain (mempertimbangkan batasan pemuatan dan pengangkutan. Laju penetrasi 3. panjang. meliputi : ukuran. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut : 1. kondisi geologi. merancang pola lubang bor (ukuran dan kedalaman . stabilitas kemiringan lereng. Parameter Performansi (Unjuk Kerja) Untuk memilih dan mengevaluasi sistem pemboran yang optimal. untuk tambang bawah tanah 4-17. fragmentasi. cuaca dan lain-lain. ketersediaan tenaga. Faktor-faktor batuan.2. dll) . 3. faktor bebas yang terdiri dari : sifat-sifat batuan.45 cm (6-18 inch). cuaca dan lain-lain) dengan konsiderasi keselamatan kerja. jad i merupakan variabel bebas. inklinasi lubang bor. juga merupakan faktor bebas. Lubang bor di tambang terbuka pada umumnya 15 . Mendeterminasi dan menentukan spesifikasi kondisi-kondisi dimana alat bor akan digunakan.

Men-spesifikasikan variabel operasi untuk tiap sistem dibawah pengamatan. meliputi : mesin bor. 2. Item biaya yang besar adalah mata bor. Channeling machine. biaya dan perbandingan. 4. kemiringan. Menentukan faktor drillability untuk jenis batuan yang diantisipasi. shortwall (fixed bar) atau universal (movable-bar). 3.: 1. mengindentifikasikan metoda pemboran yang mendekati kelayakan . batang bor. Saw. burden dan spasi). yaitu : 1. percussion atau flame jet b. energi dan fluida. batubara. Umur bit dan biaya merupakan hal yang kritis namun sulit untuk diproyeksikan. Memperhitungkan parameter unjuk kerja. 7. atau rotary Tujuan dari kegiatan cutting adalah menghasilkan “kerf” yang dapat mengurangi atau menge liminir peledakan.l. pemeliharaan. jenisnya : Chain cutting machine. Pada saat ini. termasuk ketersediaan alat. tenaga kerja. Aksi penetrasi dasar dalam pemotongan batuan atau batubara sama dengan pemboran.lubang ledak. Auger and highw all miners Batubara . 6. Memilih sistem pemboran yang memuaskan semua persyaratan biaya keseluruhan yang rendah dan memperhatikan keselamatan kerja. atau batuan yang lunak atau telah mengalami pelapukan. mata bor dan sirkulasi fluida. Bucket Wheel Excavator (BWE) & cutting-head excavators Tanah dan batubara. Penggalian Mekanik (Mechanical Excavating) Aplikasi penggalian secara mekanis pada tambang terbuka a. Batubara dan mineral non-metal yang lebih lunak (tambang bawah tanah). 5. wire. depresiasi alat bor. Batuan dimensi (tambang terbuka) a. hal itu dilakukan dengan mesin yang dirancang sesuai dengan karakteristik batuan/mineral yang diinginkan. Pemotongan (Cutting) Jika pemotongan merupakan bagian integral dari siklus produksi. Mengamati sumber tenaga dan memilih spesifikasi. 2. pemotongan (cutting) dilakukan pada dua aplikasi utama. Penggaru (Ripper) Tanah yang sangat kompak.

kerekan (hoisting) akan menjadi operasi opsi ketiga. Mesin Gali Mangkuk mekanis (MGM . dan reliabilitas. PEMUATAN DAN PENGGALIAN Penanganan Material (Material Handling) Semua satuan operasi yang terlihat dalam penggalian atau pemindahan tanah/batuan selama penambangan disebut penanganan material (material handling). jenis pengawasan dan tenaga (power) yang tersedia. Pemilihan Alat Secara garis besar. Sebagai perbandingan. Martinetal. ada empat faktor yang pemilihan alat ekskavasi (P fileider. 1987). dua operasi utama adalah pemuatan dan transportasi. Boom-type miner (roadheader) dan Tunnel-boring. dan meliputi : kecepatan putar. 1982 dalam Hartman. Batas atas ukuran truk meningkat menjadi 300 ton. jarak penggalian.Mechanical dredges) Endapan aluvial/placer. Pada siklus operasi. Faktor performansi (unjuk kerja) Faktor ini berhubungan langsung dengan produktifitas mesin. Skala peralatan pada tambang terbuka semakin bertambah besar. teknologi yang digunakan. kapasitas bucket. tenaga yang tersedia. raise -boring. yaitu : 1. Faktor biaya Pengangkutan . 140 m3 untuk shovel dan 8400 m3 untuk bucket wheel excavator. penggalian secara mekanis pada tambang bawah tanah dilakukan sebagai berikut : 1. Continous miner dan longwall shearer Batubara atau batuan non-logam yang lunak 2. 3. Faktor desain Mencakup kecakapan pekerja. koral dan tanah (di bawah air). 170 m3 untuk drag line . kecepatan tempuh. 1973 a. dan jika transportasi vertikal diperlukan. Penanganan material pada tambang mekanisasi modern berpusat pada peralatan.4. Faktor penunjang (Support) 4. 2. serta shaft-sinking machine Batuan lunak sampai sedang-keras.

Material dalam jumlah besar dalam industri pertambangan ditransport dengan haulage (pemindahan ke arah horizontal) dan hoisting (pemindahan vertikal). http://artikelbiboer.html .com/2009/12/drilling-pemboran.blogspot.