Anda di halaman 1dari 25

IP Address

IP addres adalah alamat logika yang diberikan ke perangkat jaringan yang menggunakan pro-col
TCP/IP dimana pro-col TCP/IP digunakan untuk meneruskan packet informasi (routing) dalam
jaringan LAN, WAN, dan internet. IP address dibuat untuk mempermudah dalam pengaturan atau
pemberian alamat pada perangkat jaringan agar perangkat tersebut dapat saling berkomunikasi.
Seluruh perangkat jaringan memiliki MAC address (Media Access Control) yang berbeda-beda
terdiri dari 12 digit bilangan hexadecimal (exm : 00:3f:1a:55:b4) yang dikeluarkan olehmasingmasing vendor.
Hal ini adalah sebagai interface atau media komunikasi antara NIC dengan PC dalam suatu
jaringan yang bekerja pada layer 2 (datalink), namun MAC address tidak fleksibel jika digunakan
sebagai alamat internet pro-col, MAC address akan selalu berubah secara o-matis mengikuti
perubahan atau pergantian NIC yang rusak, ini akan menimbulkan permasalahan dalam alamat
logic, dengan diterapkannya IP address maka hal tersebut dapat diatasi, meskipun MAC address
yang dimiliki NIC berubah dengan IP address yang sama tetap dapat digunakan pada seluruh NIC
apapun jenis dan
vendornya. Jadi penggunaan IP address memberikan kemudahan dalam network management
system.

1.1 IP Network Addressing
1.1.1 Mengubah Angka Binari ke Desimal
Di dalam dunia sehari-hari, kita umumnya hanya mengenal angka decimal yang berupa angka 0
sampai 9. Namun di dalam dunia komputer, di samping angka decimal sering juga dipergunakan
angka binary yang berupa angka 0 dan 1 serta angka hexadecimal yang terdiri atas angka 0
sampai F.
Setiap angka binary 1 bergantung pada posisinya di dalam kelompok binarinya, memiliki nilai
decimal tertentu seperti table di bawah ini.
Binari

1

1

7

Desimal

1

6

1

5

1

1

3

2

1
1

1

2

2

2

2

4

2

2

2

2

0

128

64

32

16

8

4

2

1

Tabel Binary ke Desimal
Contoh:
Angka binary 11001011
1
1
0
0
7

1
3

0

1

2

6

2

0

0

2

0

2

128

64

0

0

8

0

2

1
1

0

2
1

= 203

0
0
0

1
0
2
1

= 61

0
0
0

0
0
0

= 184

Jadi angka binary 11001011 = angka decimal 203
Angka binary 00111101
0
0
1
1
5
4
0
0
2
2
0
0
32
16

1
3
2
8

1
2
2
4

Jadi angka binary 11001011 = angka decimal 61
Angka binary 10111000
1
0
1
1
7
5
4
2
0
2
2
128
0
32
16

1
3
2
8

0
0
0

1

Angka binary 10101111
1
0
1
0
7
5
2
0
2
0
128
0
32
0

1
3
2
8

1
2
2
4

1
1
2
2

1
0
2
1

= 175

Angka binary 11000001
1
1
0
0
7
6
2
2
0
0
128
64
0
0

0
0
0

0
0
0

0
0
0

1
0
2
1

= 193

Angka binary 11011001
1
1
0
1
7
6
4
2
2
0
2
128
64
0
16

1
3
2
8

0
0
0

0
0
0

1
0
2
1

= 217

Angka binary 01010110
0
1
0
1
6
4
0
2
0
2
0
64
0
16

0
0
0

1
2
2
4

1
1
2
2

0
0
0

= 86

1.1.2 Mengubah Angka Desimal ke Binari
Cara menghitung nilai binary dari angka decimal yang diketahui adalah dengan me-de membagi
angka decimal dengan angka 2 sambil memperhatikan hasil sisa pembagian.
Contoh:
Angka decimal 203
203 : 2 = 101 sisa 1
101 : 2 = 50 sisa 1
50 : 2
= 25 sisa 0
25 : 2
= 12 sisa 1
12 : 2
= 6 sisa 0
6:2
= 3 sisa 0
3:2
= 1 sisa 1
Angka binary adalah angka-angka sisa dibaca dari bawah, yaitu 11001011
Jadi angka decimal 203 = angka binari 11001011
Angka decimal 64
64 : 2
= 32 sisa 0
32 : 2
= 16 sisa 0
16 : 2
= 8 sisa 0
8:2
= 4 sisa 0
4:2
= 2 sisa 0
2:2
= 1 sisa 0
Angka binary adalah angka-angka sisa dibaca dari bawah, yaitu 1000000
Jadi angka decimal 64 = angka binary 01000000
Angka decimal 61
61 : 2
= 30 sisa 1
30 : 2
= 15 sisa 0
15 : 2
= 7 sisa 1
7:2
= 3 sisa 1
3:2
= 1 sisa 1
Angka binary adalah angka-angka sisa dibaca dari bawah, yaitu 111101
Jadi angka decimal 61 = angka binary 0111101

2

yaitu 10011100 Jadi angka decimal 156 = angka binary 10011100 1. Contoh: Angka binary 111101 0011 1101 3 D Jadi angka binari 111101 = angka hexadecimal 3D atau ASCII hexadecimal 0x3D Angka binary 11011111110001 0011 0111 1111 3 7 F 0001 1 3 .3 Mengubah Angka Binari ke Hexadecimal Setiap angka hexadecimal 0 sampai F. susun angka binari menjadi kelompok 4 bit. Jika jumlah bit kelompok terakhir tidak cukup. yaitu 1001101 Jadi angka decimal 77 = angka binary 01001101 Angka decimal 156 156 : 2 = 78 sisa 0 78 : 2 = 39 sisa 0 39 : 2 = 19 sisa 1 19 : 2 = 9 sisa 1 9:2 = 4 sisa 1 4:2 = 2 sisa 0 2:2 = 1 sisa 0 Angka binary adalah angka-angka sisa dibaca dari bawah. tambahkan 0 untuk mencukupi 4 bit. masing-masing memiliki nilai ekivalen angka binary 4 bit sebagai berikut : Hexadesimal Binari 0 0000 1 0001 2 0010 3 0011 4 0100 5 0101 6 0110 7 0111 8 1000 9 1001 A 1010 B 1011 C 1100 D 1101 E 1110 F 1111 Tabel Hexadesimal ke Binari Untuk mengubah angka binari ke hexadecimal.Angka decimal 77 77 : 2 = 38 sisa 1 38 : 2 = 19 sisa 0 19 : 2 = 9 sisa 1 9 :2 = 4 sisa 1 4:2 = 2 sisa 0 2:2 = 1 sisa 0 Angka binary adalah angka-angka sisa dibaca dari bawah. Mulai pengelompokan dari bit paling kanan ke kiri.1.

4 Mengubah Angka Hexadesimal ke Binari Untuk mengubah angka hexadecimal ke binari.Jadi angka binari 11011111110001 = angka hexadecimal 37F1 atau ASCII hexadecimal 0x37F1 Angka binary 11111111111110 0011 1111 1111 1110 3 F F E Jadi angka binari 11111111111110 = angka hexadecimal 3FFE atau ASCII hexadecimal 0x3FFE Angka binary 111101101001000 0111 1011 0100 1000 7 B 4 8 Jadi angka binari 111101101001000 = angka hexadecimal 7B48 atau ASCII hexadecimal 0x7B48 Angka binary 1011101 0101 1101 5 D Jadi angka binari 1011101 = angka hexadecimal 5D atau ASCII hexadecimal 0x5D Angka binary 10101 0001 0101 1 5 Jadi angka binari 10101 = angka hexadecimal 15 atau ASCII hexadecimal 0x15 Angka binary 101011111000 1010 1111 1000 A F 8 Jadi angka binari 101011111000 = angka hexadecimal AF8 atau ASCII hexadecimal 0xAF8 Angka binary 101011000 0001 0101 1000 1 5 8 Jadi angka binari 101011000 = angka hexadecimal 158 atau ASCII hexadecimal 0x158 1. tulis nilai angka binari 4 bit ekivalen dengan angka hexadecimal diatasnya. Contoh: Angka hexadecimal 0xCB C B 1100 1011 Jadi angka ASCII hexadecimal 0xCB = angka binari 11001011 Angka hexadecimal 0xB4 B 4 1011 0100 Jadi angka ASCII hexadecimal 0xB4 = angka binari 10110100 Angka hexadecimal 0x37F1 3 7 F 1 0011 0111 1111 0001 Jadi angka ASCII hexadecimal 0x37F1= angka binari 0011011111110001 Angka hexadecimal 0x AF82 A F 8 1010 1111 1000 2 0010 4 .1.

00001010.16.150. yaitu network ID menentukan alamat jaringan.01111011 1.2 Kelas-kelas IP Address Dalam tulisan ini IP address yang digunakan adalah IPv4 yang terdiri dari 32 bit bilangan binari. Gambar Jaringan dengan IP address Berapa jumlah kelompok angka yang termasuk network ID dan berapa yang termasuk host ID adalah bergantung pada kelas IP address yang digunakan. IP address tersebut dapat dituliskan sebagai empat kelompok angka sebagai berikut : W X Y Tabel Empat kelompok IP address Z IP address sebetulnya terdiri dari atas dua bagian yaitu network ID dan host ID.11.150.150.11. 198.11. IP address memberikan alamat lengkap suatu komputer berupa gabungan alamat jaringan dan alamat host. Oleh sebab itu. sedangkan host ID menentukan alamat host atau komputer. yang ditulis dalam empat kelompok terdiri atas 8 bit (oktat) yang dipisah dengan tanda titik. 198.Jadi angka ASCII hexadecimal 0xAF82= angka binari 1010111110000010 Angka hexadecimal 0xD15 D 1 5 1101 0001 0101 Jadi angka ASCII hexadecimal 0xD15 = angka binari 110100010101 Angka hexadecimal 0xA7B A 7 B 1010 0111 1011 Jadi angka ASCII hexadecimal 0xA7B = angka binari 1010.10.15.18.150.150.00000001 Atau dapat juga ditulis dalam bentuk empat kelompok angka decimal (0-255). sebagai Contohdi bawah ini : 11000000.11. misalnya : 192.17.11.19. sedangkan alamat lengkap atau IP address masing-masing host atau komputer adalah 198.00010000. Di dalam Contohini. 198.11. 192 150 11 15 Network ID Host ID Tabel Network ID dan Host ID 5 .16.150. Ini sama ibaratnya dengan alamat rumah anda yang terdiri atas nama jalan dan nomor rumah.0. yaitu network ID adalah nama jalan dan host ID adalah nomor rumah. 198.1 Secara simbolik. network ID yang sering juga disebut network address adalah 198.

Berikut ini pengelompokan kelas pada IP address berdasarkan oktat pertama bilangan decimal dan binary : Tabel Kelompok oktat pertama dalam bentuk angka decimal dan binari Di samping itu. Dengan memperhatikan default subnet yang diberikan. maka setiap IP address harus memiliki subnet mask. ada pula beberapa peraturan tambahan sebagai berikut yang perlu diketahui. sebetulnya ada lagi kelas D dan E yang jarang dipakai. kelas suatu IP address dapat diketahui. maka dibuat beberapa peraturan sebagai berikut :  Oktat pertama kelas A harus dimulai dengan angka binari 0  Oktat pertama kelas B harus dimulai dengan angka binari 10  Oktat pertama kelas C harus dimulai dengan angka binari 110  Oktat pertama kelas D harus dimulai dengan angka binari 1110  Oktat pertama kelas E harus dimulai dengan angka binari 1111 IP address masing-masing kelas harus dimulai dengan angka decimal atau binari tertentu pada oktat pertama. B. dan C yang sering digunakan.IP address dibagi dalam tiga kelas seperti table di bawah ini : Tabel Kelas-kelas IP address Agar peralatan dapat mengetahui kelas suatu IP address. Angka decimal 255 atau binary 11111111 suatu default subnet mask menandakan bahwa oktat yang bersangkutan dari IP address adalah untuk network ID. Selain ketiga kelas A.Untuk dapat membedakan kelas satu dengan yang lainnya. Kelas D dipergunakan untuk alamat-alamat multicast dan kelas E dipersiapkan untuk eksperimentasi. yaitu :  Angka 127 pada oktat pertama digunakan untuk loopback  Network ID tidak boleh semuanya terdiri atas angka 0 atau 1  Host ID tidak boleh semuanya terdiri atas angka 0 atau 1 Sehingga dapat diketahui jumlah network ID dan jumalh host ID pada masing-masing kelas IP address : Tabel Jumlah network dan host kelas-kelas IP address 6 . Sedangkan angka decimal 0 atau binary 00000000 default subnet mask menandakan bahwa oktat yang bersangkutan dari IP address adalah host ID.

maka diperlukan suatu sistem penerjemah yang mengatur translasi antara nama website dengan IP addressnya.3 IP Private Disamping itu . Agar dari suatu nama website dapat secara o-matis diketahui IP addreesnya.com ditranslasikan oleh DNS sebagai 98. Jadi nama website www. 1.255 Jika Host ID semuanya angka binari 0 pada oktat terakhir misal 192. Pada jaringan yang menggunakan pro-col TCP/IP.yahoo.Dari table diatas dapat dilihat IP address kelas A memiliki jumlah Network ID yang paling sedikit dan jumlah Host ID yang paling banyak.255.56. IP address yang digunakan dalam jaringan internet berupa angka decimal dikonversi menjadi sebuah nama domain.or.56 1. sistem penerjemah ini disebut Domain Name System (DNS).149.4 IP Broadcast Dalam IP address dikenal sebuah istilah yaitu IP Broadcast atau IP Address terakhir dalam suatu blok subnet.137. jika hal tersebut terjadi maka disebut flooded broadcast sebagai Contoh255.255. IP address yang digunakan dalam jaringan internet diatur oleh sebuah badan international yaitu Internet Assigned Number authority (IANA) atau lembaga-lembaga yang diberikan delegasi untuk mengelola domain. Seperti di Indonesia lembaga yang bertanggungjawab untuk pengelolaan domain adalah http://www. nama domain atau Domain Name Server adalah sebuah system yang menyimpan tentang nama host maupun nama domain dalam bentuk basis data tersebar (distributed database) di dalam jaringan komputer dan internet.yahoo. IANA atau Pandi menyediakan kelompok-kelompok IP address yang dapat dipakai tanpa pendaftaran yang disebut IP Private Address (alamat pribadi) untuk dikelola sendiri. IP address dalam jaringan internet digunakan untuk memberikan alamat pada sebuah website atau situs.137.149.id. sementara untuk Host ID diatur dan dikelola sepenuhnya oleh pemilik IP Address (domain) atau Network ID itu sendiri. misal www. IANA atau PANDI hanya memberikan IP address untuk internet (domain) saja atau Network ID saja.com memliki IP address 98.0 maka IP address ini merupakan alamat Network ID bukan Host ID tapi disebut IP subnet Tabel IP Broadcast 7 .168.pandi. Berikut ini kelompok IP Private Address : Tabel Kelompok IP private address IP Private address ini hanya dapat digunakan untuk jaringan pribadi dan tidak dikenal oleh internet.1. kelas C memiliki jumlah Ntwork ID yang paling banyak dan jumlah Host ID yang paling sedikit. Dengan definisi sebagai berikut : Bit-bit dari Network ID maupun Host ID tidak boleh semuanya berupa angka binari 0 semua atau 1 semua.

200.255 140.200.64.140.200.150.140.192.0.64.150.0 140.0 Perhitungan subnetnya adalah :  IP address yang digunakan kelas B  Hitung dengan rumus (256 – angka octet yang ketiga pada subnet) Maka : 256 – 192 = 64 Jadi kelompok subnet adalah kelipatan angka 64.255 140.32. yaitu 64.255.255.127.0 140.150. 96.150.140.192. 192 Dengan demikian subnet yang tersedia adalah : 140.0.150.128.0 255. yaitu 32.150.63.0 255.128.0 (IP Public) yang terkoneksi dengan internet dan ternyata kita memerlukan lebih dari satu Network ID untuk koneksi.191.255.192. sedangkan IP Public tersebut jumlahnya terbatas hal ini dikarenakan menjamurnya situs-situs di internet.127.0 Mask 255.150.0 8 .0 140.192.150.150.0.0 140.255 Sebagai Contoh kedua : Network ID : 140. maka kita harus melakukan pengajuan permohonan ke lembaga pengelola (IANA atau PANDI) untuk mendapatkan tambahan suatu IP Address yang baru.150.128.0 140.150.200.0 Perhitungan subnetnya adalah :  IP address yang digunakan kelas B  Hitung dengan rumus (256 – angka octet yang ketiga pada subnet) Maka : 256 – 224 = 32 Jadi kelompok subnet adalah kelipatan angka 32.140.128.150.0 Subnet mask : 255.255 140.0 Subnet mask : 255.200.0 140.0 140.0 140.0 Host Range 140. 160.0 255.254 140.1 .150.200.63. 64.160.255.255.255.254 140. 224 Dengan demikian subnet yang tersedia adalah : 140.150.191. 192.1 .0.0 140.224.150.150.192.0 Sehingga kelompok IP address yang dapat digunakan adalah : 1 2 3 4 Subnet 140.254 Broadcast 140. Sebagai Contoh pertama : Network ID : 140.64.192.0.150.255.200. Untuk mengatasi ini dapat dikelola IP Address-nya secara mandiri dengan me-de subnetting dimana kegunaannya untuk memperbanyak Network ID dari satu Network ID yang telah kita miliki.150.1.0.254 140.1 .5 Subnetting Jika kita memiliki suatu IP address kelas B dengan Network ID 140.0.64.150.150.192.255.0 140.1 .150.0 140.96.150. 128. 128.192.

162.0 Host Range 140.48 192.63.19.63.112 192.16 192.255 140.200.63 192.19.0 255.0 255.162.200.255.1 .191.140.200.0 255.19.255 140.19.1 .96. 112.160.140.255.255.162.255.224 192.33 .140.111 9 .1 .200.255.162.0 140.224. 32.192.19.255.31.192.19.140.240 255.200.192.46 192.224.200.19.19.255.48.162.19.64.255.162.93 192.255.240 255.19.64 192.0 140.223.0 140.162.200.240 255.192 192.19.128.140.254 140.80 192.162.254 140.19.200.162.192.140.200.0 255.223.255.14 192.159.32 192.162.94 192.19.62 192.162.0 140.19.200.0.95.200.64 192.162.0 140.200.200.162.200.78 192.96.19.240 Perhitungan subnetnya adalah :  IP address yang digunakan kelas C  Hitung dengan rumus (256 – angka octet yang ketiga pada subnet) Maka : 256 – 240 = 16 Jadi kelompok subnet adalah kelipatan angka 16.255 140.160 192.19.192.31.255.19.200.0 140. 176.240 255.224.19.1 .254 140.200.200.162.19.19.19.19.224.200.162.19.200.19.65 .192.17 .254 Broadcast 140.162. 160.240 Host Range 192.162.19.255.255 140.162.200.19.162.64.19.144 192.140.254 140.32 192.0 Subnet mask : 255.162.19.19.19.162.19.0 192.159.140.162. 224.200. 96.255.19.0.162.19.19.162.200.162.0 Sehingga kelompok IP address yang dapat digunakan adalah : 1 2 3 4 5 6 7 8 Subnet 140.200.255.255 140.200.240 Sehingga kelompok IP address yang dapat digunakan adalah : 1 2 3 4 5 6 7 Subnet 192.200.162.0 255.200.128.0 Mask 255.19.254 140.162.162.19.200.127.162.255. 80.162.255 140.255 Sebagai Contoh ketiga : Network ID : 192.162.254 140.162.0 255.200.0 255.200.16 192.255.162.162.0 192.224.1 .19. 192.191.200.32.79 192.255.224.80 192.19.255.255.255.192.255.162.49 .224. yaitu 16.19.0 140.224.162.1 .31 192.240 255.200.15 192.192.240 255. 128.47 192.128 192.255. 64.96 192.19.192.162.224.192.0 140. 208.19.162.255.200.255.19.160. 144.162.127.19.162.208 192.162.19.200.1 .95.1 .224.254 140.110 Broadcast 192.255 140.30 192.162.96 Mask 255.162.81 .200.140.176 192.1 .255.162.255.19. 240 Dengan demikian subnet yang tersedia adalah : 192.162.97 .32.48 192.224.

164.19.162.160 192.240 255.164.164. 152. 136.225 .255.255.77.162.162.0 Subnet mask : 255.164.164.190 192.164.176 202.162.255.0 202.162.222 192. 120.164.161 .164.255.255.255.164.238 192.77.162.164.77.162.144 192.162.162.164.64 202.142 192.88 202.192. 72.77.255.255 Sebagai Contoh keempat : Network ID : 202.255.162.162.77.162.56 202.164.77. 176. 88.164.77.19. yaitu 8.162.19.19.162.77.164.19. 184.240 192. 200.240 255.19. 232.255. 48. 64.19.159 192.16 202.221 192.77.162.19.77.72 202.77.77.240 255.162.48 202. 144.164.19.19.19.127 192. 104. 56.104 202.164.19.184 202.162.19.162. 192.19.164.112 192.192. 96.77.162.173 192.192.162.162.19.143 192.113 .164.112 202.145 .19.237 192.128 202.208 202.144 202.19.77.77.192.174 192.254 192.164.162. 168.164. 248 Dengan demikian subnet yang tersedia adalah : 202.19.164.19.19.240 255. 24.19. 40.240 255.19. 80.162.160 202.255.168 202.240 255.24 202. 16.248 Perhitungan subnetnya adalah :  IP address yang digunakan kelas C  Hitung dengan rumus (256 – angka octet yang ketiga pada subnet) Maka : 256 – 248 = 8 Jadi kelompok subnet adalah kelipatan angka 8.162.19.177 .162.192. 112.96 202.19.162.19.19.162.77.19.77.162.19.200 202.192.77.77.209 .77.192 192.162.208 192.162.19.176 192.192.77.192.77.77.77.120 202. 216.129 .77.255.255.255.77.192 202. 208.216 10 . 160.240 255.255.19.19.164.162.240 255.164.191 192.77. 128.224 192.164.164.32 202.136 202.164.162.19.77.255.126 192.164.128 192.152 202. 224.206 192. 32. 240.255.19.207 192.193 .255.19.192.19.164.8 9 10 11 12 13 14 15 16 192.255.40 202.162.80 202.158 192.255.162.77.164.255.19.240 255.162.162.241 .8 202.

77.255.77. yaitu 32.111 202.77.255.164.41 .77.168 202.164.164.78 202.77.206 202.248 255.39 202.255.255.255.164.77.248 255.164.192 202.202.164.127 202.77.164.128 202.77. 64.77.164.77.164.164.152 202.70 202.151 202.164.77.77.77.77.164.164.24 202.248 255.77.0.77.77.63 202.77.202.77.164.202.164.202.160 202.164.164.255.73 .164.104 202.247 202.164.164.164.164.121 .77.135 202.255.169 .174 202.77.77.23 202.164.77.164.224 202.255.193 .202.248 255.164.55 202.255.77.202.255.77.255.255.143 202.164.77.77.159 202.77.164.164.241 .248 255.248 255.164.25 .164.77.77.77.77.240 202.202.164.164.77.77.248 255.38 202.77.255.77.183 202.164.248 255.77.77.255.202.224 202.77.216 202.164.164.77.202.255.77.240 202.202.164.9 .202.202.150 202.49 .77.185 .164.255.77.202. 128.0.14 202.164.164.214 202.113 .248 Sehingga kelompok IP address yang dapat digunakan adalah : 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 Subnet 202.164.202.164.77.77.255.164.164.164.255.77.164.77.248 255.239 202.164.95 202.134 202.144 202.77.164.164.77.77.231 202.77.191 202.77.77.164.164.246 202.94 202.248 255.200 202.248 255.77.248 255.77.77.255.77.255.164.77.164.255.255.164.248 255.248 Host Range 202.255.255.248 255.77.77.8 202.255.164.255.77.248 255.164.255.112 202.255.0.47 202.164.77.248 255.48 202.202.164.0 Subnet mask : 255.254 Broadcast 202.164.255.136 202.248 Mask 255.198 202.164.164.129 .77.97 .164.164.255.164.164.77.77.77.248 255.0 202.209 .176 202.105 .77. 224 11 .164.89 .164.164.77. 160.202. 96.77.77.232 202.164.255.255.255.164.202.255.255.77.164.164.57 .208 202.145 .223 202.164.202.217 .164.77.77.126 202.77.164.248 255.77.164.164.182 202.164.222 202.248 255.164.164.77.164.64 202.164.164.0 Perhitungan subnetnya adalah :  IP address yang digunakan kelas A  Hitung dengan rumus (256 – angka octet yang ketiga pada subnet) Maka : 256 – 224 = 32 Jadi kelompok subnet adalah kelipatan angka 32.248 255.207 202.164.137 .255.77.56 202.164.33 .77.255.77.255.77.77.77.255.202.225 .215 202.202.164.255.255.77.110 202.164.238 202.77.164.233 .77.164.248 255.202. 192.248 255.164.46 202.248 255.255.120 202.164.77.77.255.77.255.202.164.77.77.164.77.164.164.77.164.1 .164.255.255.161 .255.77.202.77.22 202.77.77.164.164.248 255.248 255.255.77.164.77.96 202.164.164.249 .164.102 202.77.87 202.79 202.248 255.199 202.202.248 255.62 202.164.201 .166 202.142 202.202.77.164.7 202.202.255.164.164.77.255.224.164.77.77.77.202.15 202.77.255.175 202.202.77.164.77.103 202.255.118 202.202.255.77.164.177 .248 255.164.232 202.77.80 202.6 202.77.77.71 202.17 .77.164.77.184 202.77.77.164.77.119 202.164.255.164.77.164.30 202.81 .77.202.255.164.164.77.77.153 .77.255.164.255 Sebagai Contoh kelima: Network ID : 66.248 255.164.77.164.167 202.164.202.32 202.164.164.164.202.77.230 202.202.164.164.255.164.77.164.40 202.86 202.255.77.158 202.77.54 202.255.77.77.65 .164.164.248 255.16 202.255.77.255.77.164.72 202.255.248 255.190 202.255.77.164.31 202.88 202.77.255.

0.255.32.254 66.0 10.95.0 10.0 66.66.1 . 96.96.0.66.127.159.254 66.0 66.255.0 66.191.63.0 10.32.0.0.223.48.0.224.128.255.254 66.0 10.255.0 255.66.0.254 66.0.255.0 Host Range 66.0.255.0 10.255 66.255.0 10.48.64.0.0.255.0 10.0.0.224.0 10.255 66.0 255.66.95.0.240.224.0 66. 240 Dengan demikian subnet yang tersedia adalah : 10.0.0 66.0.191.0 10.224.0.0.0.0.224.0.208.224.0 Sehingga kelompok IP address yang dapat digunakan adalah : 1 2 3 4 5 6 7 8 Subnet 66.160.0 10.255.224.0.255.0.0.255.144.0 66.0.66.0.1 .160.0 66.112.0 10.31.0.0.128. 32.0.0.0.0 Mask 255.0 255.0.0.32. 144.0 Subnet mask : 255.224.0 66.224.1 .0 255.255.16.255 Sebagai Contoh keenam: Network ID : 10.0. 208.0. 80.0.160.255.0.1 .0 10.0.0.255.255.0.255.0 66.0.0.31.0.255.176. 160.254 66.64.0 66.160.0.0 66.224.159.0 10.0 10.192.254 66.64.192.1 .0 255. 192.0.192.0.1 .224.192. yaitu 16.127.240.0 12 .96.255 66.0.64.0.255 66.0.66.66.63.0 Perhitungan subnetnya adalah :  IP address yang digunakan kelas A  Hitung dengan rumus (256 – angka octet yang ketiga pada subnet) Maka : 256 – 240 = 16 Jadi kelompok subnet adalah kelipatan angka 16. 176.0.32. 64.96.0. 128.254 66.254 Broadcast 66.0 10.66.128.96.224.0 66.Dengan demikian subnet yang tersedia adalah : 66.0.223.0 255.255 66.0 255.255 66.1 .0 66.128.0.0.1 . 112.80.0 66.0. 224.255 66.0.255.

255 10.239.255.10.0.96.255.79.255.00000000 atau 255.63.16.0. subnet masknya adalah 11111111.208.11110000.0 10.0 10.254 10.00000000 atau 255.255.95.254 10.254 10.0.1 .0 255.239.208.0.160.255 10.240.0.248.255 10.10.254 10.0 255.80.224.240.255.0.0 10.0.10.159.0 10.255.0.0.1 .255.255.144.128.254 10.255.64. subnet masknya adalah 11111111.254 10.240.255.0 10.255.0 255.111.47.0 Broadcast 10.207.224.255.0.0.0. Contoh pertama : Untuk kelas B dengan 3 bit diselubung.11111111.0.0 255.255.240.0 255.127.175.10.0.240.255 10.1 .0.0.0.1 .240.0 10.0.0 13 .255.160.207.10.11111111.255 10.0.10.255.32.0.11111000.10.255 10.254 10.255.192.0.0 255.48.1 .0 255.1 .0.11111111.255.255.0 Dari nilai di atas maka : n=3 N = 13 n 3 Jadi jumlah subnet = 2 = 2 = 8 N 13 Jadi jumlah host per subnet = 2 – 2 = 2 – 2 = 8190 Contoh kedua : Untuk kelas B dengan 4 bit diselubung.112.240.0 255. subnet masknya adalah 11111111.0 10.0.1 .223.15.143.10.175.79.255.255.0.0.0.254 10.254 10.0.0.240.1 .240.255.255 10.127.176.254 Dari Contohdi atas untuk menghitung jumlah subnet dapat menggunakan rumus : n  Menghitung jumlah subnet dengan rumus = 2 Dimana n adalah # of bit mask atau banyaknya angka binari 1 pada oktat terakhir dari subnet untuk kelas A adalah 3 oktat terakhir.0 10.255 10.10.0.0 10.0 10.96.0 255.255 10.0.0 255.112.1 .255.Sehingga kelompok IP address yang dapat digunakan adalah : Subnet 10.0.0.1 .0.254 10.15.255 10.255.0.143.1 .1 .0.128.255.0.0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 Mask 255.255.254 10.0 255.191.0.191.1 .224.255.63.255.10.176.48.0.0 10.254 10.0.240.0.10.0.240.0.0 255.255.254 10.64.255 10.255 10.254 10.159.0 255.0 10. untuk kelas B adalah 2 oktat terakhir.255.10.10.31.240.31.00000000 atau 255.240.0.0 255.255.10.144.0 Dari nilai di atas maka : n=4 N = 12 n Jadi jumlah subnet = 2 = 2 4 = 16 N 12 Jadi jumlah host per subnet = 2 – 2 = 2 – 2 = 4094 Contoh ketiga : Untuk kelas B dengan 5 bit diselubung.47.255.0.95.192.240.240.255 10.0.223.240.240.  N Menghitung jumlah host per subnet dengan rumus = 2 .0 10.1 .255.1 .2 Dimana N adalah # of bit mask atau banyaknya angka binari 0 pada oktat terakhir subnet.10.0 255.0.255.255 10.80.255 10.32.0 10.0 10.0.0.111.240.240.255.0.16.1 .11100000.255.0.255.255.254 10.10.255 Host Range 10.

11111111.Dari nilai di atas maka : n=5 N = 11 n 5 Jadi jumlah subnet = 2 = 2 = 32 N 11 Jadi jumlah host per subnet = 2 – 2 = 2 – 2 = 2046 Contoh keempat : Untuk kelas B dengan 6 bit diselubung.11111111.11111111.11100000 atau 255.255.00000000 atau 255. subnet masknya adalah 11111111.255.192 Dari nilai di atas maka : n=2 N=6 n 2 Jadi jumlah subnet = 2 = 2 = 4 N 6 Jadi jumlah host per subnet = 2 – 2 = 2 – 2 = 62 Contoh keenam : Untuk kelas C dengan 3 bit diselubung. subnet masknya adalah 11111111.11111100.11000000 atau 255.11111111. subnet masknya adalah 11111111.252. subnet masknya adalah 11111111.11111111.11110000 atau 255.255.0 Dari nilai di atas maka : n=6 N = 10 n 6 Jadi jumlah subnet = 2 = 2 = 64 N 10 Jadi jumlah host per subnet = 2 – 2 = 2 – 2 = 1024 Contoh kelima : Untuk kelas C dengan 2 bit diselubung.255.240 Dari nilai di atas maka : n=4 N=4 n 4 Jadi jumlah subnet = 2 = 2 = 16 N 4 Jadi jumlah host per subnet = 2 – 2 = 2 – 2 = 14 14 .255.11111111.255.11111111.224 Dari nilai di atas maka : n=3 N=5 n 3 Jadi jumlah subnet = 2 = 2 = 8 N 5 Jadi jumlah host per subnet = 2 – 2 = 2 – 2 = 30 Contoh ketujuh : Untuk kelas C dengan 4 bit diselubung.255.

subnet masknya adalah 11111111. subnet masknya adalah 11111111. subnet masknya adalah 11111111.0 Dari nilai di atas maka : n=4 N = 20 n 4 Jadi jumlah subnet = 2 = 2 = 16 N 20 Jadi jumlah host per subnet = 2 – 2 = 2 – 2 = 1048574 Contoh keduabelas : Untuk kelas A dengan 5 bit diselubung.11111111.0.224. subnet masknya adalah 11111111.11111100 atau 255.Contoh kedelapan : Untuk kelas C dengan 5 bit diselubung.00000000.11111111.11111111.11100000.248 Dari nilai di atas maka : n=5 N=3 n 5 Jadi jumlah subnet = 2 = 2 = 32 N 3 Jadi jumlah host per subnet = 2 – 2 = 2 – 2 = 6 Contoh kesembilan : Untuk kelas C dengan 6 bit diselubung.11111000.00000000.255.255.255.248.252 Dari nilai di atas maka : n=6 N=2 n 6 Jadi jumlah subnet = 2 = 2 = 64 N 2 Jadi jumlah host per subnet = 2 – 2 = 2 – 2 = 2 Contoh kesepuluh : Untuk kelas A dengan 3 bit diselubung.0.11110000.0. subnet masknya adalah 11111111.0 Dari nilai di atas maka : n=3 N = 21 n 3 Jadi jumlah subnet = 2 = 2 = 8 N 21 Jadi jumlah host per subnet = 2 – 2 = 2 – 2 = 2097150 Contoh kesebelas : Untuk kelas A dengan 4 bit diselubung.00000000 atau 255.11111000 atau 255.00000000.0 Dari nilai di atas maka : n=5 N = 19 15 .11111111.00000000 atau 255.00000000 atau 255.240.255.

255.0/27.248 /29 Decimal 11111111 255 11111111 255 11111111 255 11111000 248 16 .11111000 atau 255.0 /20 Decimal 11111111 255 11111111 255 11110000 240 00000000 0 3. yaitu 11111111.11111111.00000000 atau 255.0 /21 Decimal 11111111 255 11111111 255 11111000 248 00000000 0 2. dimana angka /28 adalah konversi dari bilangan decimal subnet menjadi bilangan binari dan merupakan banyaknya angka binari 1 pada subnet mask. dimana angka /29 adalah konversi dari bilangan decimal subnet menjadi bilangan binari dan merupakan banyaknya angka binari 1 pada subnet mask. IP address 192. yaitu 11111111.n 5 Jadi jumlah subnet = 2 = 2 = 32 N 19 Jadi jumlah host per subnet = 2 – 2 = 2 – 2 = 524286 1.255.00000000 atau 255.6 Notasi dengan Prefix Dalam penulisan subnet ada yang menggunakan notasi prefix. IP address 172.10.0/21.100.240 /28 Decimal 11111111 255 11111111 255 11111111 255 11110000 240 5.100.100.255.0.10.255.10. yaitu 11111111. Contoh: 1.200.248. IP address 192.255.10.0/20. dimana angka /27 adalah konversi dari bilangan decimal subnet menjadi bilangan binari dan merupakan banyaknya angka binari 1 pada subnet mask.240.11110000 atau 255.0. IP address 192.11111111.11110000.255. dimana angka /21 adalah konversi dari bilangan decimal subnet menjadi bilangan binari dan merupakan banyaknya angka binari 1 pada subnet mask.255.0/29.11111111.11100000 atau 255.11111111.11111111. yaitu 11111111.255. yaitu 11111111.11111111.11111111. IP address 140.224 /27 Decimal 11111111 255 11111111 255 11111111 255 11100000 224 4.11111000.0/28.11111111. dimana angka /20 adalah konversi dari bilangan decimal subnet menjadi bilangan binari dan merupakan banyaknya angka binari 1 pada subnet mask.

208. Sebelum kita melakukan perhitungan IP address menggunakan me-de CIDR. 80.  Blok subnet : 256 – 240 = 16 Jadi blok subnetnya secara lengkap adalah 0.11110000.1.0 Contoh Pertama : IP address 130. Me-de CIDR dengan notasi prefix dapat diterapkan pada semua kelas IP Address sehingga hal ini memudahkan dan lebih efektif.00000000 dan jumlah angka binari pada 2 oktat terakhir adalah 4 digit.20.7 Classless Inter-Domain Routing (CIDR) CIDR menggunakan network prefix dengan panjang tertentu.11110000. 128.255. Prefix-length menentukan jumlah bit sebelah kiri yang akan dipergunakan sebagai network ID. 192.0/20 Maka : /20 Decimal  11111111 255 11111111 255 11110000 240 n 0000000 0 4 Menghitung jumlah subnet dengan rumus (2 ) = ( 2 ) = 16 subnet Dimana x adalah banyaknya angka binari 1 pada subnet mask di 2 oktat terakhir 130. berikut ini adalah nilai subnet yang dapat dihitung dan digunakan.255. 160.11111111.0. 64. 176.00000000 dan jumlah angka binari pada 2 oktat terakhir adalah 12 digit. 144.255. yang kita ubah adalah /20 menjadi bilangan binari 1 sebanyak 20 digit sehingga 11111111.0. 112.0/20.0. Tabel Subnet Mask dan CIDR Catatan penting dalam subnetting ini adalah penggunaan oktat pada subnet mask dimana :  Untuk IP address kelas C yang dapat dilakukan CIDR-nya adalah pada oktat terakhir karena pada IP address kelas C subnet mask defaultnya adalah 255.11111111. 48.0  Untuk IP address kelas B yang dapat dilakukan CIDR-nya adalah pada 2 oktat terakhir karena pada IP address kelas B subnet mask defaultnya adalah 255.20.0. 240  Host dan broadcast address 17 .0  Untuk IP address kelas A yang dapat dilakukan CIDR-nya adalah pada 3 oktat terakhir karena pada IP address kelas A subnet mask defaultnya adalah 255. 16. 32. 224. 96.  N 12 Menghitung jumlah host per subnet = 2 – 2 = 2 – 2 = 4094 host Dimana N adalah banyaknya angka binari 0 pada subnet mask di 2 oktat terakhir 11111111.0.

20.254 180.0 130.254 130.20.130.254 130.20.143.130.255 180.20.0.20.176.130.20.20.47.207.20.0 130. 128.0 130.130.97.255 180.49.224.224.20.20.255 130.255. 160.20.130.255.20.180.239.63.130.239.255 130.255.20.255 180.224.127.79.254 130.79.0 180.20.254 130.20.0 180.20.254 Broadcast 180.255 130.130.65.255 130.130.255.0 Range 130.192.1.255 Contoh Ketiga : IP address 170.20.130.255 130.47.111.127.130.177.130.0 180.0 .128.254 130.143.0 .130.63.130.20.95.20.130.16.1 .254 180.0 130.130.0/19 Maka : /19 Decimal 11111111 255 11111111 255 11100000 224  Menghitung jumlah subnet dengan rumus (2 ) = ( 2 ) = 8 subnet  Jumlah host per subnet = 2 – 2 = 2 – 2 = 8190 host n N 0000000 0 3 13  Blok subnet : 256 – 224 = 32 Jadi blok subnetnya secara lengkap adalah 0.255.20.175.255 130.130.31.130.0.0 180.255 180.0 255.20.208.255 130.0 255.0 255.20.255 Contoh Kedua : IP address 180.20.254 130.255 180.20.255 130.0 .0 .175.130.0 130.255.130.32.180.160.32.130.31.191.255 180.130.20.1 .255 130.0 .81.223.0 130.255.1 .0 .20.0 .224.20.20.20.20.130.209.20.130.0 130.255 130.191.96.254 130.207.254 130.225.1 . 64.64.130.223.191.224.63.20.254 180.20.144.192.130.111.0 .0 255.0.254 130.159.31.0 255.255.254 130.0 130. 224  1 2 3 4 5 6 7 8 Host dan broadcast address Subnet Mask 180.241.130.15.0 Host Range 180.180.0 255.130.0 130.95.129.224.192. 192.130.127.128.20.130.20.20.0 . 96.128.254 130.63.20.223.0 130.31.130.130.224.96.20.161.0.130.20.0 180.20.159.130.1 .20.191.20.180.64.95.0 .96.17.130.0 130.130.130.130.224.0.254 Broadcast 130.130.20.180.20.255.255 130.0 .20.130.240.20.1 .0 130.180.255 180.32.33.20.224.20.160.20.159.130.254 180.20.145.255 130.180.1 .20.0 .0 255.70.130.130.255.0 130.15.1 .20.0 .193.20.20.130.0 180.254 180.20.224.0 180.130.254 130.159.130.64.255.0 .112.127.20.20.48.0 .1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 Subnet ID 130.254 130.130.0 130.254 130.255 130.0 130.20.130.255 130.20.80.130.255.20.0/18 Maka : /21 Decimal 11111111 255 11111111 255 11000000 192  Menghitung jumlah subnet dengan rumus (2 ) = ( 2 ) = 4 subnet  Jumlah host per subnet = 2 – 2 = 2 – 2 = 16382 host n N 0000000 0 2 14 18 .224.254 130. 32.255 130.20.20.95.160.20.254 180.113.254 180.223.0 .20.130.0 255.180.

224  1 2 3 Host dan broadcast address Subnet Mask 195.255.255.11.255.1.1 .1.70.224 195.63.70.192.224 195.128.192.192 255.195.168.70.1.70.64 255.191.63 192.255.168.18.0.168.255 Contoh Kelima : IP address 195.168.70.127 192. 64.192.95 19 .64.18.254 170.191.224 Host Range 195.11.11.255.70.11.255.0 170.1.255.0 170.191 192. 128.168. 128.192.70.1.70.255.255.192.254 170.11.11.18.18.128.192 Host Range 192.0 255.168.1.192 192.255.64.170.0 255.18.170. Blok subnet : 256 – 192 = 64 Jadi blok subnetnya secara lengkap adalah 0.0/26 Maka : /26 Decimal  11111111 255 11111111 255 11111111 255 x 11000000 192 2 Menghitung jumlah subnet dengan rumus (2 ) = ( 2 ) = 4 subnet  Jumlah host per subnet = 2 – 2 = 2 – 2 = 62 host  Blok subnet : 256 – 192 = 64 Jadi blok subnetnya secara lengkap adalah 0.33 . 32.0/27 Maka : /27 Decimal 11111111 255 11111111 255 11111111 255  Menghitung jumlah subnet dengan rumus (2 ) = ( 2 ) = 8 subnet  Jumlah host per subnet = 2 – 2 = 2 – 2 = 32 host x N 11100000 224 3 5  Blok subnet : 256 – 224 = 32 Jadi blok subnetnya secara lengkap adalah 0.168.18.168.255.255 2 170.192.32 255.94 Broadcast 195.192.1 .11.18. 192.128 255.0 255.255.1.168.70.65 . 192  Host dan broadcast address Subnet ID Mask Host Range Broadcast 1 170.168.192 192.255.192.70.254 170.195.255.1 .0 170.11. 64.11.255.70.255.168.129 .255.70.255.168.11.70.18.0 255.126 192.255 Contoh Keempat : IP address 192.1.18.192.30 195.255 4 170.0 255. 160.127.1 . 192 N  1 2 3 4 6 Host dan broadcast address Subnet Mask 192.255 3 170.18.1.1.18.0 255.1.127.1 .193 .170.168.254 170.63.190 192. 64.62 195.11.31 195.1.168.170.1.62 192.1.254 Broadcast 192.11.195.255.1.1.11.168.0 170.255.192.70.70.70. 96.18.1.168.63 195. 128.168.64 255.65 .18.192 192.1.0.

100.193.127 195.240 193.255.94 193.77.77. 128.193.18.77.240 193.11.77.100.18.255.77. 176.224 255.160 255.1 .46 193.11.77.255.238 193.18.77.113 .77.127 193.160 195.240 193.240 193. 192 x 00000000 0 2 20 .77.14 193.255.77.224 255.11.11.77.100.77.255.100. 112.193 .100.240 193. 208.223 195.144 255.100.100.77.77.62 193.255.255.18.77.255.33 .77.77.11.100.47 193.112 255.11.255.128 195.77.143 193.128 255.174 193.193 .77.195.255.193.32 255.223 193.100.77.80 255.255.161 .195.195.224 255.255.77.77.18.77.77.0.240 255.97 .193.77.100.100.100.240 193.18.11.77.193.96 255.100.77.11.77.100.100.100.77.195.100.77.18.65 .255.100. 96.255.100.77.100.193.208 255.77.255.18.110 193.77.100.255.255.77.18.18.255. 224.77.100.77.175 193.100.77.18.161 .77.77.255.255.18.77.255 Contoh Keenam : IP address 193.177 .18.100.111 193.100.255.100.240 Host Range 193.240 193.77.11.81 .100.100.240 193. 32.100.77.193.18.31 193.254 195.206 193.11. 192.209 . 64.77.16 255.77.255.254 Broadcast 193.255.145 .193. 240  1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 Host dan broadcast address Subnet Mask 193.77.100.225 .100.77.193.79 193.126 195.11.159 195.0/28 Maka : /28 11111111 11111111 11111111 11110000 Decimal 255 255 255 240 x 4  Menghitung jumlah subnet dengan rumus (2 ) = ( 2 ) = 16 subnet  N 4 Jumlah host per subnet = 2 – 2 = 2 – 2 = 14 host  Blok subnet : 256 – 240 = 16 Jadi blok subnetnya secara lengkap adalah 0.77.100.77.18.255.240 193.63 193.100.100.100.17 .49 .255. 48.241 .240 193.100.193.100.77.192 195.100.255.193.255.222 195.190 195.77.30 193.240 193.100.255. 80.100.240 193.100.18. 144.100.100.176 255.77.225 .11.191 195.159 193.96 195.77.255.100. 128.222 193.11.193.224 255.255.255.255 ContohKetujuh : IP address 10.100.48 255.11.78 193.193.255.100.255.77.224 255.191 193.142 193.100.11. 16.195. 160.11.100.0 255.0.100.100.18.18.100.15 193.255.193.100.193.129 .11.77.255.77.100.224 255.0/10 Maka : /10 Decimal 11111111 255 11000000 192 00000000 0   Menghitung jumlah subnet dengan rumus (2 ) = ( 2 ) = 4 subnet N 22 Jumlah host per subnet = 2 – 2 = 2 – 2 = 4194304 host  Blok subnet : 256 – 192 = 64 Jadi blok subnetnya secara lengkap adalah 0.11.239 193.255.224 195.240 193.100.77.158 195.240 193.255.64 255.158 193.100.255.77.100.77.100.77.95 193.192 255.77.77.240 193.100.77.100.129 .100.100.100.255. 64.18.193.100.255.11.100.190 193.4 5 6 7 8 195.77.18.207 193.255.77.255.100.77.97 .126 193.11.

1 .254 Broadcast 10.10. ContohPertama : IP address 130.223.1 .255.0 255.192.0.254 10.192.0 255.255.0.32.224.0.0.1 .11111111.0 255.255.10.254 10.255.0 10.254 10.96.0.0.0.1 .255.0.8 Variable Length Subnet Maks (VLSM) VLSM menggunakan me-de yang berbeda dengan memberikan suatu network address lebih dari satu subnet mask.255 ContohKedelapan : IP address 10.255 10.223.1 .0.191.0 10.31.128.32.127.192.255 10.0.0 10.191.0.255.64.1 .127.0. hal ini terjadi dikarenakan jaringan internet hanya mengenal IP Address berkelas.224.255.0 255.0. 32. 192.0 10.255 10.63.224.191.255.10. 224  Host dan broadcast address Subnet Mask 10.255.10.0 10.127.255.0.0.255 1.10.10.64.255 10.0.127.10.0 10.0.255 10. 160.255.0 10.255 10.1 .254 10.255.254 10. 21 .255.159. 64.1 .255 10.255. 96.1 .160.240.1 .255.10.0 255.0.128.0 255.0.255.128.0.0 255.255 10.255.0.10.192.10.11110000.00000000 = 255.255.63. Tahapan perihitungan menggunakan VLSM.0.0.254 10.254 Broadcast 10. 128.224.0 1 2 3 4 5 6 7 8 x N 3 21 Host Range 10.224.0.0 255.20.191.63.0.0/11 Maka : /11 Decimal 11111111 255 11100000 224 00000000 0 00000000 0  Menghitung jumlah subnet dengan rumus (2 ) = ( 2 ) = 8 subnet  Jumlah host per subnet = 2 – 2 = 2 – 2 = 2097150 host  Blok subnet : 256 – 224 = 32 Jadi blok subnetnya secara lengkap adalah 0.255.0.255.0.224.0.64.159.255 10.0 10. 1 2 3 4 Host dan broadcast address Subnet Mask 10.31.0.192. namun tetap dapat melakukan koneksi kedalam jaringan internet.224.254 10.254 10.254 10.224. IP address yang ada dihitung menggunakan CIDR selanjutnya baru dipecah kembali menggunakan VLSM.96.255.0.0.0/20 /20 = 11111111.0.0 255.0 255.0. pembagian blok VLSM bebas dan hanya dilakukan oleh si pemilik Network Address yang telah diberikan kepadanya atau dengan kata lain sebagai IP address local dan IP Address ini tidak dikenal dalam jaringan internet.0.0.10.255.128.255.0.192.95.0.1 .255.0 255.255.0.0.224.0 Host Range 10.0. perbedaan yang mendasar disini juga adalah terletak pada pembagian blok. Jika menggunakan CIDR dimana suatu Network ID hanya memiliki satu subnet mask saja.192.0.0.0 255.192.10.255.0 10.255 10.95.255.255.254 10.1 .0 10.0.64.255.160.0 x 4 Jumlah subnet = (2 ) = ( 2 ) = 16 subnet Jumlah angka binari 1 pada 2 oktat terakhir subnet adalah 4.224.63.

128.130.20.20.209.20.0/24 130.254 130.20.20.0 130.20.20.20.36.0 130.0 Host Range 130.32/27 130.20.20.159.207.0 .0 130.130.0.0 .208.79.20.20.0/24 130.130.41.20.130.20.49.32.32.20.175.130.0/24 130.0/24 kita pecah menjadi 8 blok subnet lagi.43.20.193.20.0/24 130.0 .161.254 130.17.39.20.240.20.0/24 130.42.0 .0/24 Tentukan :  100 host  60 host 22 .9.0/24 130.0/24 130.20.20.0 130.0 130.20. namun oktat ke 4 pada network ID yang kita ubah menjadi 8 blok kelipatan 32 sehingga didapat : VLSM 2-1 VLSM 2-2 VLSM 2-3 VLSM 2-4 VLSM 2-5 VLSM 2-6 VLSM 2-7 VLSM 2-8 130.223.32.31. maka menjadi 130.20.20.20.0 .0 .38.128/27 130.0/24 : VLSM 1-1 VLSM 1-2 VLSM 1-3 VLSM 1-4 VLSM 1-5 VLSM 1-6 VLSM 1-7 VLSM 1-8 VLSM 1-9 VLSM 1-10 VLSM 1-11 VLSM 1-12 VLSM 1-13 VLSM 1-14 VLSM 1-15 130.0/24 130.0/24 130.177.0 .44.0 .0 .0 130.0 130.160/27 130.0 130.20.20.20.20.20.46.113.20.20.0 130.96/27 130.0/24 130.130.130.20.33.33.20.20.254 130.254 130.32.254 130.20.37.225.63.20.112.20.0 .20.130.0/24 130.145.254 130.160.81.20.20.32.20.80.130.20.48.32.32.20.0/20 kemudian nilai subnet diubah tergantung kebutuhan misal kita gunakan /24.192/27 130.20.0/27 130.254 130.20.130.99.254 130.0 .144.20.32.130.0 130.97.143.20.20.47.130.32.20.0 130.16.191.20.15.254 130.47.35.33.254 130.20.130.192.95.20.254 130.32.34.0/24 130.20.224/27 ContohKedua : Network ID : 201.20.241.20.0 .254 130.20.0/24 130.130.129.254 130.20.0 130.0/24 130.255.0 130.239.0/24 Selanjutnya kita ambil kembali nilai dari subnet VLSM 1-1 yaitu 130.20.176.111.254 Selanjutnya kita ambil nilai blok ke 3 dari hasil CIDR yaitu 130.0 .0 130.254 130.64.130.20.20.20.224.20.20.20.0 130.32.0 .96.0 .45.20.20.20.20.130.64/27 130.20.20.20.254 130.0 .20.20.40.65.127.Maka blok tiap subnetnya : 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 Subnet ID 130.1.

99.99.201.99.255.10000000 = 255.255.9.9.240 4 = 2 .9.11111111.11000000 = 255.9.99.126 Broadcast 201.9.223 14 host = /28 = 11111111.255.99.192 Subnetwork = 201.129 .99.224 255.240 255.201.9.99.99.241 .225 .99.9.255.240/29 = 256 – 248 = 8 Host dan broadcast address Subnet Mask 201.248 3 =2 -2=6 Subnetwork = 201.11111111.238 Broadcast 201.255.255.9.9.11111111.9.255.99.222 Broadcast 201.239 5 host = /29 = 11111111.9.11111111.255.255.9.128/26 = 256 – 192 = 64 Host dan broadcast address Subnet Mask 201.128 7 = 2 .9.0/25 = 256 – 128 = 128 Host dan broadcast address Subnet Mask 201.9.201.    25 host 14 host 5 host 4 host 100 host = /25 = 11111111.99.201.255.192 Host Range 201.99.11111111.99.9.255.9.11111111.128 255.11111111.224/28 = 256 – 240 = 16 Host dan broadcast address Subnet Mask 201.99.11111111.1 .99.9.99.11111000 = 255.99.255.99.190 Broadcast 201.9.99.9.11110000 = 255.9.9.247 23 .11111111.248 Host Range 201.2 = 30 Subnetwork = 201.99.255.2 = 14 Subnetwork = 201.224 5 = 2 .255.193 .127 60 host = /26 = 11111111.255.9.99.9.99.9.224 Host Range 201.192/27 = 256 – 224 = 32 Host dan broadcast address Subnet Mask 201.255.191 25 host = /27 = 11111111.240 Host Range 201.11100000 = 255.128 Host Range 201.255.9.255.11111111.246 Broadcast 201.99.255.255.201.99.192 255.0 255.2 = 126 Subnetwork = 201.99.

255.95 19 host = /27 = 11111111.255.60.60.100.60.100.99.60.100.2 = 30 Subnetwork = 198.96 255.60.11111111.192 Host Range 198.65 .100.11111111.224 5 = 2 .198.99.64 255.11111111.60.4 host = /29 = 11111111.254 Broadcast 201.224 5 = 2 .97 .99.9.255.100.11111111.11111111.60.255.128/28 Host dan broadcast address Subnet Mask Host Range Broadcast 24 .2 = 30 Subnetwork = 198.1 .99.240 4 = 2 .62 Broadcast 198.248 255.11000000 = 255.255.100.255.100.224 Host Range 198.11110000 = 255.100.60.9.255.100.0 255.100.94 Broadcast 198.60.11100000 = 255.224 Host Range 198.248/29 = 256 – 248 = 8 Host dan broadcast address Subnet Mask 201.255.100.60.100.255.100.255.60.255.64/27 Host dan broadcast address Subnet Mask 198.255.255.255 ContohKetiga : Network ID : 198.0/24 Tentukan :  50 host  25 host  19 host  10 host  5 host 50 host = /26 = 11111111.0/26 Host dan broadcast address Subnet Mask 198.198.11111111.100.2 = 14 Subnetwork = 198.255.126 Broadcast 198.11100000 = 255.201.248 3 =2 -2=6 Subnetwork = 201.127 10 host = /28 = 11111111.11111000 = 255.198.9.9.100.2 = 62 Subnetwork = 198.11111111.100.100.11111111.255.248 Host Range 201.255.249 .60.255.60.255.60.60.11111111.99.96/27 Host dan broadcast address Subnet Mask 198.63 25 host = /27 = 11111111.60.9.60.192 6 = 2 .11111111.

198.60.144 255.150 Broadcast 198.144/29 Host dan broadcast address Subnet Mask 198.151 25 .255.255.100.142 198.100.60.11111000 = 255.60.143 5 host = /29 = 11111111.100.11111111.248 3 =2 -2=6 Subnetwork = 198.100.60.100.255.255.240 198.100.255.129 .60.60.100.128 255.248 Host Range 198.100.60.145 .60.198.11111111.198.60.100.255.