Anda di halaman 1dari 10

TATA CARA PERWATAN PADA

MESIN

DISUSUN OLEH :
NAMA

Rahmad Reza

KELAS :

TM III A

NPM

131112067

POLITEKNIK RAFLESIA CURUP


Jalan S.Sukowati No.28 Curup , Kab.Rejang Lebong , Provinsi
Bengkulu
Telpon (0732) 325496 . Fax (0732) 325496 .
Tahun ajaran 2014 / 2015

BAB VI
MENDIAGNOSA KESALAHAN
Merupakan hal yang biasa apabila perusahaan pembuat mesin atau distributornya
selalu menerima pemberitahuan baik berupa telepon maupun melalui surat yang menyatakan
bahwa sanya

MESIN TIDAK DAPAT DIOPERASIKAN atau RUSAK . biasanya

setelah terjadi dialog tentang masalah yang menyebabkan mesin tidak bekerja antara pembeli
dan produsen, sering di ketemukan bahwasanya penyebab mesin tidak bekerja hanyalah
masalah yang sepele/ringan yang tidak memerlukan analisa yang mendalam. Tetapi semua
keluhan dari para pembeli harus dilayani secara baik agara jaringan pemasaran hasil produksi
bisa berkembang.
Adalah sangat penting ditekan kan pada pembeli untuk selalu memeriksa dan
menganalisa kemungkinan-kemungkinan yang menyebabkan terjadi nya kerusakan atau
laporan akhir mengenai kondisi mesin. Jika hal tersebut dilakukan, maka penyebab terjadi
nya kerusakan atau penyebab mesin tidak dapat dioperasikan dapat diketemukan secara cepat
baik oleh oprator maupun instruktur . jika hal tersebut di sampaikan kepada pabrik pembutan
mesin, artinya informasi yang didapatkan setelah dilakukan pemeriksaan dan analisa serta
laporan akhir kondisi mesin, maka pihak pabrik akan memberikan langkah-langkah perbaikan
dan berbagai saran lain untuk menjaga terjadinya kerusakan kembali.
Ada dua yaitu utama dari pihak pemakai/pembeli dalam memberikan keterangan
mngenai kerusakan yaitu kurang nya pengetahuan dalam menganalisa penyebab kerusakan
dan banyak nya informasi yang tidak di laporkan . hal ini mungkin di karenakan ia belum
pernah menggunakan mesin /tidak mengetahui sebelumnya ,ia merasa takut jangan-jangan
mesin tidak dapat beroperasi seperti sedia kala , atau ia tidak pernah melakukan pemeriksaan
apabila mesin tersebut tidak bergerak /berputar secara normal.kemungkinan juga memang
pekerja atau pembeli tersebut mempunyai pengetahuan terhadap mesin sama sekali,terutama
dalam pemeriksaan harian mencari penyebab-penyebab adanya gangguan dan lain sebagainya
keadaan ini mungkin juga diakibatkan adanya garansi perawatan dari pabrik, adanya kontrak
perawatan dengan pihak pabrik atau luar, sehingga ia tidak akan berusaha untuk mencari
sendiri penyebab adanya gangguan pada mesin.

Daftar

pemeriksaan

(checklist)

berikut

ini

dalam

sequence

order,

mengambarkan/menunjukkan penyebab yang menimbulkan terjadinya hampir semua getaran


pada mesin atau timbulnya suara bising yang dapat di betulkan sebelum masalah nya menjadi
lebih serius .
1. Periksa motor penggeraknya
2. Periksa ban dan pulley
3. Periksa baut pengikat
Jika baut pengikat mempunyai kecenderungan untuk selalu longgar pada saat mesin
dioperasikan, ada beberapa jalan untuk memperbaikinya, yaitu:
a. Ganti baut pengikat dengan ukuran yang lebih panjang, dengan jumlah ulir yang lebih
banyak, sehingga pengikat dapat kokoh
b. Ganti dengan baut pengikat dengan ukuran yang sama,tetspi dilengkapi dengan
ujungnya berbentuk kerucutpermukaan nya,ujungnya cembung atau baut khusus agar
dapat memegang secara kuat
c. Ganti dengan menggunakan dua buah baut pengikat,dimana baut yang diatas
berfungsi sebagai baut pengunci
d. Gunakan baut khusus
e. Perbesar lobangnya dan tap kembali, kemudian gunakan baut pengikat yang lebih
besar
f. Buat lobang baru dan tap kembali pada pulley
4. periksa kelurusan pulley
5. periksa arbor atau poros utama
6. periksa perkakas potong

Banyak aturan yang harus dipegang,biasanya timbul berdasarkan pengalaman yang


berhubungan dengan pembongkaran peralatan atau mesin. Beberpa aturan tersebut
dituliskan dibawah ini,bagi para mekanik dapat menambahkan berdasarkan pengalaman
yang ia peroleh selama ini.

1. Paling sedikit lakukan scan terhadap manual komponen peralatan agar kita menjadi
lebih familier dgn perlatan tersebut
2. Bersihkan dengan menggunakan cairan pembersih semua komponen mesin yang akan di
periksa atau di bongkar.
3. Kenali tempat kedudukan snap ring,baut pengikat,pasak-pasak,dan komponen kecil
lainnya.
4. Tandai ke arah mana poros / bantalan harus dibuka
5. Gunakan palu kayu,malet,/ palu logam yang lunak lainnya pada saat melakukan
pembukaan komponen mesin
6. Permukaan kasar pada bagian belakang/ujung poros harus dikikir sampai halus sebelum
mengeluarkan bantalan atau pulley dari poros
7. Keluarkan/buka komponen mesin dan tempatkan pada daerah yang aman dan bersih
8. Harus dijaga agar jangan sampai bantalan menjadi rusak pada saat melakukan
pembongkaran bearing/bantalan dan pemasangan kembali
9. Jika anda mengalami keraguan, tempatkan krmbali komponen tersebut dan sesudah benar
tempat nya tandai dengan segera
10. Berikan lah pelumasan dimana di perlukan dengan menggunakan bahan pelumas yang
sesuai pada saat melakukan assembling
11. Apabila kelihatan adanya konsentrik pada komponen mesin, periksa kemungkinan
kesalahan dalam pemasangan antara muka dan belakang
12. Setelah di bersihkan dan di beri pelumasan, lakukan assembling secara hati-hati semua
komponen mesin sesuai dengan tempatnya

Daftar berikut ini merupakan peralatan umum, yang diperlukan untuk melakukan
perawatan/alighment
1. Screw driver(obeng)
2. Tang
3. Palu
4. Kunci
5. Kikir
6. Gergaji
7. Pin punches
8. Penitik pusat 4 inchi panjang
9. Siku-siku kombinasi 12 inchi panjang
10. Penggaris dengan berbagai ukuran
11. Berbagai bentuk pisau

12. Penggores
13. Puller
14. Klem c
15. Pelumas
16. Bahan asah
17. Pensil atau kapur tulis
18. Lampu senter/flash light
19. Kaca mata/safety glasses

Peralatan berikut dapat menjadikan pekerjaan menjadi lebih cepat/dapat di pakai untuk
memecahkan persoalan/perbaikan yang spesifik. Dalam banyak kasus, peralatan ini biasanya
sudah tersedia di dalam bengkel /di sekitar bengkel,tetapi kita dapat mengadakannya secara
cepat
1. Volt amper meter
2. Dial indikator
3. Pemegang magnet
4. Feller gauge
5. Precision level
6. Kunci socket
7. Kunci momen
8. Framing square
9. Tin snip
10. Bor listrik
11. Mata bor
12. Tap dan senai
13. Pembuka mur dan baut
14. Pembuka ulir
15. Bar clamp
16. Reamer
17. Wire striper
18. Sikat
19. Kuas

20. Cairan pembersih


21. Gasket
22. Sarung tangan
23. Kain pembersih

Pada dasar nya tugas tugas seorang teknisi yang bekerja pada bagian atau departemen ini
ialah :
1. Menganalisa sebab-sebab keslahan sehingga sesuatu yang terjadi dapata di analisa dan
seterusnya

dapat ditentukan penyebab terjadi nya dan diketemukan langkah

perbaiakannya.
2. Merawat secara efektif sesuai dengan petunjuk yang di berikan oleh pabrik pembuat
mesin.
3. Mengetahui lebih dini adanya kesalahan dan terus memperbaiki kesalahan tersebut,
sehingga mesin tidak akan mengalami kerusakan yang fatal
4. Melakukan perbaikan dengan menggunakan peralatan yang benar sesuai dengan
fungsinya
Langkah-langkah awal dalam menganalisa kesalahan ialah :
1. Perhatikan dan fikirkan
2. Kumpulan semua keterangan tentang sebab terjadinya kerusakan dan carilah tanda
penyebab terjadinya kerusakan /gangguan.
3. Analisa semua keterangan yang masuk dan gejala-gejala yang timbul
Sebelum mesin mengalami kerusakan
4. Hilangkan gangguan-gangguan untuk seterusnya,kemudian lakukan perbaikan
secepatnya.
5. Betulkan semua kesalahan yang terjadi/kerusakan yang timbul
6. Lakukan pemeriksaan seluruh sistem

Contoh sederhana untuk mencoba menemukan kesalahan seperti :


1. Apakah tenaga/sumber tenaga berfungsi dengan baik
2. Apakah mekanik penghubung dari sumber tenaga berfungsi bekerja secara baik
3. Apakah penerima sumber tenaga berfungsi/bekerja secara baik
Untuk selalu mesin yang terdiri dari gabungan antara sistem mekakanik dan sistem hidrolik
cara menganalisa kesalahan dapat dilakukan sebagai berikut :
1.
2.
3.
4.

Sumber tenaga pembangkit mesin biasanya adalah sebuah motor


Transmisi daya
Fungsi dari komponen mesin
Bagian hidrolik

BAB VII
PERAWATAN UMUM MESIN PERKAKAS

Perawatan umum mesin perkakas dimaksudkan disini ialah perawatan secara umum
terhadap mesin perkakas. Mesin perkakas disini ialah mesin-mesin yang digunakan pada
bengkel kerja mesin seperti :
A. Mesin bor
Mesin bor merupakan peralatan penting dan hampir semua bengkel kerja mesin maupun
kerja kayu mempunyai peralatan atau mesin bor ini. Mesin bor dpat digunakan untuk
menghasilkan pekerjaan pembuatan lobang yang presisi dan dapat mengerjakan berbagai
benda kerja dan berbagai jenis bahan.
Langkah perawatan mesin bor adalah dengan memeriksa semua komponen mesin yang
terbuat dari besi tuang. Hendak nya komponen tersebut diperiksa terhadap kemungkinan
adanya keretakkan / kerusakkan lain. Komponen mesin pada mesin bor yang biasa nya
terbuat dari besi tuang ialah
-

Alas mesin/landasan
Meja mesin
Kepala mesin
Tempat penggantung motor penggerak Dan mungkin pelindung mesin juga terbuat
dari besi tuang .

Periksa juga tutup pelindung pulley , apakah ia terpasang dengan baik dan dapat dibuka
dengan mudah, serta apakahpendukungnya berfungsi dengan baik .? Berilah pelumasan pada
bagian mekanisnya sehingga pembukaan tutup pulley dapat lebih mudah

B. Mesin gerinda meja


Fungsi utama dari mesin gerinda meja adalah memotong benda kerja. Tetapi pada bengkel
kerja mesin, mesin gerinda terutama digunakan untuk mengasah perkakas potong seperti
ptraahat bubut,pahat tangan,dan lainnya, sehingga perkakas selalu tajam matanya.
Perawatannya adalah :
-

Perataan batu gerinda juga dapat dimaksudkan untuk menghasilkan putaran batu

gerinda yang tidak seimbang


Penggantian batu gerinda baru

C. perwatan mesin bubut


Seperti pada umum nya mesin, maka mesin bubut memerlukan perawatan secara baik, agar ia
dapat selalu siap untuk dioperasikan . perawatan mesin produksi dilakukan secara umum dan
secara khusus.petunjuk perawatan umum pada mesin bubut biasanya telah di berikan oleh
pabrik pembuat mesin, sedangkan perawatan khusus harus dicari berdasarkan pengalaman
dan berdasarkan teori mengenai perbaikan terhadap peralatan / mesin .
Perawatan umum tersebut meliputi :
1. perawatan harian (UMUM)
2. kebersihan mesin
3. perawatan dan pemeriksaan

Perawatan dan pemeriksaan ini dilakukan pada komponen komponen


a. Motor utama (motor pembangkit)
Ada dua kerusakan yang biasa terjadi pada motor pembangkit yaitu :
1. Motor tidak mampu bekerja

2. Motor cepat panas


b. Kepala tetap
Kepala tetap pada mesin bubut adalah memegang kunci utama terhadap keberhasilan
pekerjaan dengan menggunakan mesin bubut.
C, eretan
Kesalahan /kerusakan yang sering timbul pada eretan adalah sebagai berikut
1. Eretan sangat berat meluncur pada meja mesin bubut
2. Hasil pekerjaan tidak rata
3. Pemakanan pada benda kerja tidak rata pada waktu langkah otomatis / penyayatan
4.
5.
6.
7.
8.

otomatis
Terlalu berat pada pemotongan menyilang
Tidak rata permukaan penyayatan menyilang
Terlalu keras gerakkan tool post
Kedudukan tool post kurang teliti/akurat
Pompa pada apron sangat sulit operasinya
d. Kepala lepas
e. Bagian yang lain
f. Pelumasan

D. Perwatan mesin frais


1.perwatan umum
Perawatan yang hati-hati dan benar sesuai dengan petunjuk yang diberikan oleh pabrik
pembuat mesin akan dapat menambah umur produktif mesin dan akan dapat meningkatkan
produktivitas serta efisiensi mesin .
2.kebersihan mesin
3. pelumasan