Anda di halaman 1dari 13

KERANGKA ACUAN KERJA (KAK

)

PEKERJAAN

AUDIT TEKNIS OP
SARANA/PRASARANA PENGAMAN PANTAI

SATUAN KERJA OPERASI DAN PEMELIHARAAN
SUMBER DAYA AIR BALI - PENIDA

TAHUN ANGGARAN 2016

2. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahaan Rakyat nomor 04/PRT/M/2015 Tentang Kriteria dan Penetapan Wilayah Sungai. Peraturan Presiden Republik Indonesia nomor 4 tahun 2015 tentang Perubahan keempat atas Peraturan presiden nomor 54 tahun 2010 Tentang pengadaan barang /jasa pemerintahan.KERANGKA ACUAN KERJA (KAK) AUDIT TEKNIS SARANA DAN PRASARANA PENGAMAN PANTAI SATUAN KERJA OPERASI DAN PEMELIHARAAN SUMBER DAYA AIR BALI PENIDA Kementrian Negara/Lembaga Unit Eselon I/II Program Hasil (Outcome) Kegiatan Indikator Kinerja Kegiatan Jenis Keluaran (Output) Volume Keluaran (Output) Satuan Ukur Keluaran (Output) I. 6. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahaan Rakyat nomor 06/PRT/M/2015 Tentang Eksploitasi dan Pemeliharaan Sumber Air dan Bangunan Pengairan. Dasar Hukum Kegiatan Peraturan perundangan yang mendasari Audit Teknis OP Sarana/ Prasarana Pengaman Pantai adalah sebagai berikut : 1. Lahar Gunung Berapi dan Pengamanan Pantai. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia nomor 22 tahun 1982 Tentang Pengaturan air. : Audit Teknis Sarana Prasarana Pengaman Pantai : Sarana Prasarana Pengaman Pantai yang Terpelihara dipelihara : 1 : Dokumen LATAR BELAKANG a. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahaan Rakyat nomor 05/PRT/M/2015 Tentang Pedoman Umum Implementasi Kontruksi Berkelanjutan pada Penyelenggaraan Infrastruktur Bidang Pekerjaan Umum dan Permukiman. 5. 7. : Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat : Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Balai Wilayah Sungai Bali-Penida Satuan Kerja Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air Bali-Penida : Pengelolaan Sumber Daya Air : Memperoleh Data Mengenai Kondisi dari Sarana/Prasarana Pengaman Pantai yang telah terbangun : Pengendalian Banjir. 3. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahaan Rakyat nomor 07/PRT/M/2015 Tentang Pengamanan Pantai. 8. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia nomor 35 tahun 1991 Tentang Sungai. . 4. Undang-Undang RI nomor 11 tahun 1974 tentang Pengairan.

dapat mengakibatkan fasilitas sarana dan prasarana bangunan pengaman pantai mengalami kerusakan. 13/PRT/M/2015 Tentang Penanggulangan Darurat Bencana Akibat Daya Rusak Air b. maka rentang waktu umur tahap rencana pada kondisi sarana dan prasarana bangunan pengamanan pantai dan juga rentan terhadap pengaruh perubahan-perubahan kondisi alam yang terjadi. Oleh karena itu dengan dilakukan pekerjaan ini nantinya dapat diperoleh data mengenai kondisi fisik dan karakteristik sehingga perawatan dan pemeliharaan dapat dilakukan. Permen PUPR No. dalam audit teknis ini tidak hanya dilihat kondisi fisik prasarana sumber daya airnya saja. MAKSUD DAN TUJUAN a. .11 Tahun 1974 tentang Pengairan. Tujuan utama dari pembangunan fasilitas pengamanan pantai tersebut adalah untuk memberikan perlindungan atas lahan beserta sarana-prasarana yang terletak di belakang posisi fasilitas pengamanan pantai terhadap gempuran gelombang dan arus laut yang sangat merusak dan untuk menanggulangi permasalahan erosi yang terjadi di wilayah pantai-pantai tersebut. manfaat yang dihasilkan. Dalam dua dekade terakhir telah dilaksanakan pekerjaan sarana dan prasarana bangunan pengamanan pantai lebih dari 45 lokasi pantai di Provinsi Bali. Sebagai acauan untuk pemeliharaan diperlukan data-data teknis yang actual mengenai kondisi fisik dan karakteristik yang ada dari wilayah tersebut. c. oleh karena itu. dan atau perubahan. Dengan mempertimbangkan adanya potensi kerusakan. Maksud Kegiatan : 1. disamping penurunan mutu material karena dimakan waktu. karena posisi sarana dan prasarana bangunan pengamanan pantai berada di lokasi batas antara matra darat dan matra laut yang kondisi alamnya senantiasa berubah dengan sangat dinamik. Namun. Mengingat tujuan pembangunan fasilitas pengaman pantai adalah untuk melindungi lahan beserta sarana-prasarana di atasnya maka konsep desain fasilitas pengaman pantai yang diadopsi kebanyakan adalah pembangunan struktur keras berupa “revetment dan seewall” yang dirancang akan berfungsi paling tidak selama 30 (tiga puluh) tahun. Melaksanakan audit teknis terhadap kondisi dan kinerja bangunan pengamanan pantai dan kondisi perubahan garis pantai. deteriorasi. pengelolaan Sumber Daya Air dilaksanakan berdasarkan prinsip pendayagunaan sumber daya air secara berkelanjutan.9. tetapi juga dilihat secara menyeluruh aspek-aspek yang mendukung kinerja sistem sumber daya air. serta penyusunan langkah – langkah optimasi atau adaptasi yang dibutuhkan. Gambaran Umum Sesuai dengan Undang-Undang No. Keterkaitan Program dengan Kegiatan Perubahan – perubahan kondisi alam. II. sehingga proses perawatan dan pemeliharaan dapat dilakukan secara berkelanjutan. dan atau perubahan tersebut maka sangat perlu dilaksanakan pekerjaan audit teknis sarana dan prasarana pengaman pantai yang tersebar di pulau Bali. deteriorasi.

III. Menyusun suatu pola oprasi dan pemeliharaan terhadap sarana dan prasarana bangunan pengaman pantai yang sudah terbangun. b. − Memperoleh besaran biaya oprasi dan pemeliharaan untuk sarana dan prasarana bangunan pengaman pantai yang dibangun oleh Balai Wilayah Sungai Bali Penida sesuai dengan kriteria kerusakan bangunan. Kabupaten Badung dan Kabupaten Tabanan. dan peforma (fungsi) sarana dan prasarana bangunan pengamanan pantai yang telah dibangun dibandingkan dengan rancangan awalnya. Hal ini merupakan upaya yang harus dilakukan mengingat fungsi pantai sebagai areal publik. Kabupaten Gianyar. Keterangan : : Lokasi Kegiatan Peta Lokasi Kegiatan . kondisi. Tujuan Kegiatan Tujuan dari kegiatan ini adalah : − Untuk mengevaluasi dari waktu ke waktu keamanan. Kota Denpasar. kawasan pariwisata dan sebagai sarana religius bagi masyarakat Hindu Bali. LOKASI PEKERJAAN Kegiatan Audit Teknis OP Sarana/Prasarana Pengaman Pantai dilaksanakan pada ruas pantai yang telah dilakukan penanganan oleh pemerintah melalui Balai Wilayah Sungai Bali – Penida yang berada di ruas pantai di Kabupaten Klungkung. − Memperoleh data inventarisasi secara kontinu serta evaluasi dan optimasi bangunan pengaman pantai yang ada untuk mencapai kondisi pantai yang alami dan terhindar dari erosi. − Hasil analisis data yang diperoleh dari kegiatan audit teknis yaitu sebagai dasar untuk perencanaan kegiatan pemeliharaan (perbaikan atau rehabilitasi) yang diperlukan secara tepat waktu.2.

• Kondisi fisik BM (posisi. Inventarisasi dilakukan satu kali dan dalam kegiatan ini diperoleh penjelasan hal-hal mendasar yang harus dilakukan oleh Tim Audit Teknis secara konsep maupun metode. 1. sementara kode bagunan dibuat dengan huruf awal sesuai jenis bangunannya. digunakan standar Biro Pusat Statistik. groin. a. kedudukan) Tim Audit diharapkan mengetahui dan menganalisa status patok BM. Penomoran ini dilakukan disemua struktur yang dibangun oleh kementrian pekerjaan umum maupun oleh swasta. bulkhead) dan penomoran bangunan (bangunan berjajar. Dalam kegiatan ini. tentunya terdapat beberapa BM yang digunakan sebagai acuan dasar pelaksanaan konstruksi. Melakukan pengecekan terhadap kondisi Eksisting BM Disekitar bangunan pelindung pantai. 2. revetment. Pembagian dan Penomoran Bangunan Tim Audit diharapkan mampu memberikan pembagian ruas bangunan (bangunan memanjang. Penomoran dan penentuan posisi dilakukan berdasarkan koordinat bumi sehingga diharapkan dapat menjadi titik tetap evaluasi dan audit di tahun berikutnya. apakah masih dapat digunakan atau perlu dilakukan penempatan BM baru. Hal yang dilakukan antara lain. Untuk kode wilayah. Melalui kegiatan ini akan Tim diharapkan mampu menyusun rencana pelaksanaan pekerjaan sehingga efisiensi waktu dapat tercapai. objek apa saja yang dilindungi perlu diidentifikasi dan dicantumkan dalam blangko. breakwater). Khusus untuk nama pantai. Uraian Kegiatan dan Keluaran . • Kajian Posisi BM Titik ikat tetap (BM) harus ditempatkan semaksimal mungkin aman terhadap ganggungan dan stabil. Tahapan yang harus dilakukan antara lain. KEGIATAN YANG DILAKSANAKAN a.Inventarisasi Kegiatan inventarisasi merupakan kegiatan awal untuk mengetahui kondisi daerah studi secara komprehensif. 4. Penomoran dilakukan secara teratur dari awal hingga akhir dengan aturan yang tetap untuk memudahkan evaluasi. digunakan nama yang sesuai dengan nama yang digunakan selama ini dalam identifikasi pantai. Jalan Raya Nasional / Provinsi / . Dalam inventarisasi. Penentuan objek yang dilindungi oleh bangunan (sebagai fungsi bangunan). bentuk. Tujuan dari kegiatan ini adalah melakukan inventarisasi kondisi terakhir BM dan tindakan yang harus dilakukan. diharapkan diperoleh informasi mengenai rekomendasi Tim Audit terkait posisi BM. seawall. Bentuk nomenklatur berupa kode yang tersusun dari huruf dan angka yang memuat informasi bangunan. Titik Ikat Tetap / Bench Mark (BM) Tahapan yang perlu dilakukan oleh Tim Audit. Jenis objek yang dilindungi dibagi dalam beberapa kategori seperti Pulau Terluar.IV. 3. Penetapan Nomenklatur Bangunan.

KONTROL BAKU. Indikator Kinerja Indikator Kinerja dari pekerjaan ini adalah tersusunnya laporan hasil audit teknis yang dapat memberikan informasi mengenai keberadaan fisik bangunan secara visual dan mendapatkan angka kebutuhan nyata Operasi dan Pemeliharaan bangunan pengamanan pantai tersebut. secara metode maupun hasil yang diperoleh. Tabel 2.5 < nilai ≤ 3.5 Rusak Berat Saran Tindaka Pemantauan n Pemantauan Pemeliharaan Rehabilitasi Kaji Ulang 1. Kinerja Fungsi Banguna Baik n Buruk Fisik Bangunan Pengamanan Pantai Nilai Indeks Kondisi 0. Tidak ada keterlambatan (deviasi selalu positif) terhadap jadwal pelaksanaan pekerjaan rencana.5 Perlu Perbaikan > 3.5 < nilai ≤ 2. Kawasan Permukiman.0 < nilai ≤ 1.5 Baik 1.5 < nilai ≤ 3. d. klasifikasi dan rencana program. KONTROL WAKTU. VOLUME DAN SATUAN Indikator keluaran dalam melaksanakan Audit Teknis OP Sarana/ Prasarana Bangunan Pengaman Pantai yaitu : Laporan hasil Audit Teknis OP Sarana/ Prasarana Pengaman Pantai yang terdiri dari : . Pengumpulan data.5 Baik 1.5 < nilai ≤ 2.5 Perlu Perbaikan > 3. Evaluasi dan assessment.Kabupaten. Indikator suatu pekerjaan dapat dilaksanakan dengan baik dan benar untuk keseluruhan tahap pekerjaan adalah .5 Cukup Baik 2. c. KONTROL MUTU. 2. V. INDIKATOR KELUARAN. Batasan Kegiatan Batasan dari kegiatan Audit Teknis Sarana dan Prasarana Bangunan Pengamanan Pantai adalah sebagai berikut: a. b. Inventarisasi Infrastruktur Bangunan Pengaman Pantai yang telah dibangun.5 Cukup Baik 2. Hal ini mengindikasikan semua tahapan telah dapat dipenuhi sesuai rentang waktu. 3. Semua pelaksanaan pekerjaan telah mengikuti semua peraturan yang berlaku pada Kementerian Pekerjaan Umum. Kawasan Wisata.0 < nilai ≤ 1. b. Fasilitas Umum / Fasilitas Sosial dan Lalu Lintas Navigasi (muara sungai). Merupakan pelaksanaan pekerjaan (pengambilan survey dan pelaksanaan proses) selalu menggunakan standar yang telah diakui secara nasional dan international.5 Rusak Berat 0. c. Pelaporan kondisi.1 Saran Tindakan berdasarkan Kinerja Fungsi dan Kondisi Fisik Bangunan V.

. Dokumentasi Live (video kegiatan) Video ini berisikan tentang kondisi Existing dimana kegiatan ini dilaksanakan dan dibuat 1 (satu) set. i. Cetakan gambar ini dibuat dalam ukuran A3 sebanyak 2 (dua) rangkap dan diserahkan kepada Direksi Pekerjaan pada akhir masa kontrak. e. rencana kegiatan. Laporan Bulanan (Monthly Report) Laporan Bulanan dibuat setiap bulan sebanyak 2 (dua) rangkap yang berisikan kemajuan pekerjaan selama masa pelaporan. b. Laporan Rencana Mutu Kontrak (RMK) Laporan ini berisikan rencana kerja termasuk bagan alir kegiatan pokok dibuat dalam 2 (dua) rangkap dan diserahkan kepada Direksi Pekerjaan 2 (dua) minggu setelah terbitnya Surat Perintah Mulai Kerja. Laporan Akhir (Final Report) Laporan ini merupakan penyempurnaan dari konsep laporan akhir yang telah dibahas dan didiskusikan dengan Direksi Pekerjaan. Laporan Antara (Interim Report) Laporan antara dibuat sebanyak 2 (dua) rangkap yang diserahkan pada pertengahan waktu pelaksanaan pekerjaan. penugasan tenaga ahli serta identifikasi kondisi lokasi pekerjaan berdasarkan hasil survey awal. c. Pada laporan ini berisi hasil analisa dan survey penyedia jasa hingga waktu pelaporan. h. d. Album Gambar Dibuat dalam kertas HVS ukuran kertas A3. Dokumentasi Foto Album Foto berisikan foto-foto selama kegiatan dan dibuat sebanyak 2 (dua) rangkap. f. dibuat dalam 2 (dua) rangkap dan diserahkan kepada Direksi Pekerjaan pada akhir masa kontrak. Dalam laporan ini dijelaskan mengenai gambaran umum lokasi pekerjaan.a. Laporan Penunjang (Supporting Report) Laporan ini terdiri dari : Laporan Audit Bangunan Pengaman Pantai Laporan Inventarisasi Bangunan Pengaman Pantai Laporan Survey Lapangan Laporan Biaya Operasi dan Pemeliharaan atau Angka Kebutuhan Nyata Operasi dan Pemeliharaan (AKNOP) Laporan Sosial Ekonomi Laporan tersebut di atas masing-masing dibuat 2 (dua) rangkap dan diserahkan kepada Direksi Pekerjaan secara bertahap sesuai jadwal dalam bentuk hardcopy dan sftcopy (Eksternal Hardisk). g. metode pelaksanaan pekerjaan. Laporan Pendahuluan (Inception Report) Laporan Pendahuluan dibuat sebanyak 2 (dua) rangkap yang diserahkan pada akhir bulan pertama.

k. Pengumpulan Data Sekunder Kegiatan ini meliputi pengumpulan data-data sekunder seperti pengumpulan hasil audit periode sebelumnya apabila ada serta data pendukung lainnya yang diperlukan dalam proses analisa. Cek Kondisi Fisik Dilaksanakan Try Out sempel oleh oleh Tim Audit Teknis (Sumber Daya Air) 4. VI. sekurang-kurangnya sekali untuk memperoleh persetujuan Laporan Antara. Survey Lokasi Awal Dalam kegiatan persiapan ini juga dilakukan kunjungan ke lokasi pekerjaan bersama direksi pekerjaan untuk memperoleh gambaran awal mengenai kondisi di lokasi pekerjaan.2 Pengumpulan Data Primer 1. Klasifikasi dan Rencana Pemulihan Dilaksanakan oleh Tim Audit Teknis (Sumber Daya Air) antara lain : a. METODA PELAKSANAAN KEGIATAN VI.1. Kegiatan Persiapan a. Softcopy Softcopy gambar A3 dan file yang dimasukkan dalam Hardisk Eksternal 1 terra sebanyak 1 (satu) buah. Walktrough Dilaksanakan oleh Tim Audit Teknis untuk mendapatkan data-data yang sesuai dengan kondisi lapangan dan hasilnya dikumpulkan pada Tim Audit Teknis (Sumber Daya Air) 3. Inventarisasi data Dilaksanakan oleh Tim Audit Teknis dan hasilnya dikumpulkan pada tim audit teknis ( Sumber Daya Air) 2. b. Analisa Fungsi Dilaksanakan oleh Tim Audit Teknis (Sumber Daya Air) untuk mengetahui kondisi fungsi dari infrastruktur Sumber Daya Air yang dimaksud 5. Diskusi II Konsultan harus melakukan presentasi ke Atasan dan Atasan Langsung maupun instansi terkait yang lain.j. Terhadap kondisi Infrastruktur sumber daya air dilakukan klasifikasi yaitu : . Diskusi I Konsultan harus melakukan presentasi ke Atasan dan Atasan Langsung maupun instansi terkait yang lain. sekurang-kurangnya sekali untuk memperoleh persetujuan Laporan Pendahuluan. sekurang-kurangnya sekali untuk memperoleh persetujuan Laporan Akhir/Final. Presentasi dan Diskusi Laporan Diskusi I Konsultan harus melakukan presentasi ke Atasan dan Atasan Langsung maupun instansi terkait yang lain. VI.

. 6. 7. VII. b. Team Leader Seorang Sarjana (S1) Teknik Sipil/ Teknik Pengairan dengan pengalaman minimal 6 (enam) tahun dalam bidang pengembangan sumber daya air. penyedia jasa harus mampu memenuhi kualifikasi tenaga kerja sebagai berikut : A. Survey Sosial Ekonomi Survey sosial ekonomi dilakukan dengan mewawancara para pemangku kepentingan disekitar kegiatan dilaksanakan untuk memperoleh pandangan terhadap kondisi pantai saat ini. PELAKSANA FASILITASI DAN PENANGGUNG JAWAB KEGIATAN 1. Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Tim Audit Teknis. Profesional Staff 1. Penyusunan Biaya Operasi dan Pemeliharaan atau Angka Kebutuhan Nyata Operasi dan Pemeliharaan (AKNOP) Dilaksanakan oleh Tim Audit Teknis (Sumber Daya Air) untuk menyusun biaya operasi dan pemeliharaan sesuai dengan kriteria kerusakan. besaran atau volume. Pihak Konsultan bertanggung jawab kepada PPK atas hasil pelaksanaan kegiatan pekerjaan secara keseluruhan sesuai dengan kontrak. Pelaksana Kegiatan Pelaksana kegiatan Audit Teknis OP Sarana/ Prasarana Pengaman Pantai adalah Konsutal yang ditunjuk sesuai dengan mekanisme yang ada dan selalu melakukan konsultasi dengan pihak Direksi dalam menyelesaikan Pekerjaan. Memiliki Sertifikat Keahlian (SKA) minimal Ahli Muda yang diterbitkan oleh Asosiasi Profesi yang telah terakreditasi oleh Lembaga yang berwenang dengan Klasifikasi Bidang Sumber Daya Air.1.Kondisi rusak sedang : apabila tidak segera dilakukan perbaikan fungsi akan terganggu. penyusunan program penanganan pengelolaan sumber air secara terpadu dan dampak yang terkait dengan pembangunan pengairan secara umum. serta memiliki pengalaman pekerjaan sejenis di bidang sumber daya air. menyusun jadwal waktu kerja aktual . . mengadakan hubungan dengan pemberi kerja dan instansi lain yang terkait. Dalam menyelesaikan pekerjaan ini. serta jumlah biaya yang diperlukan termasuk jadwal target penyelesaian. perencanaan bangunan air.Rusak Berat : apabila fungsi sudah terganggu.Kondisi rusak ringan : apabila fungsi tidak terganggu . Ketua Tim/Team Leader memiliki pengalaman Tugas dan tanggung jawab meliputi mengkoordinir dan ikut dalam seluruh kegiatan pekerjaan tim konsultan serta memeriksa pekerjaan yang ditugaskan. Menyusun rencana pemulihan terhadap infrastuktur Sumber Daya Air yang memerlukan perbaikan mencakup jenis dan titik kerusakan.Kondisi baik .

dalam pelaksanaan pekerjaan perencanaan waduk/bendungan dan pekerjaan sejenis dibidang sumber daya air. bertanggung jawab terhadap seluruh hasil pekerjaan studi dan laporan yang disajikan kepada pemberi kerja. 2. Tugas dan tanggung jawabnya meliputi pengumpulan data. Ahli OP Seorang Sarjana Teknik Sipil / Pengairan bagi ahli Operasional dan Pemeliharaan dengan pengalaman minimal 4 (empat) tahun dalam bidang penyusunan operasi dan pemeliharaan bangunan air / bangunan pantai. Dibutuhkan 1 (satu) orang ditugaskan selama 5 (lima) bulan atau sesuai dengan kebutuhan. Mempunyai Sertifikat Keahlian (SKA) di bidang Sumber Daya Air yang diterbitkan oleh Asosiasi Profesi yang telah terakreditasi oleh Lembaga yang berwenang. serta memiliki pengalaman pekerjaan sejenis di bidang sumber daya air. 4. melakukan input dan mengolah data hasil pengukuran serta melakukan penggambaran hasil pengukuran. Dibutuhkan sebanyak 1 (satu) orang dengan lama penugasan 4 (empat) bulan. . Memiliki Sertifikat Keahlian (SKA) yang diterbitkan oleh Asosiasi Profesi yang telah terakreditasi oleh Lembaga yang berwenang dengan Klasifikasi Bidang Sumber Daya Air. serta ahli dalam pembuatan data base bangunan pengaman pantai yang sesuai dengan hasil inventarisasi serta analisis keefektifitasan bangunan pantai. perencanaan / desain bangunan pengamanan pantai dalam kaitannya dengan pengembangan dan pengamanan daerah pantai. survei bangunan existing. Tenaga Ahli Struktur/Konstruksi Sarjana Teknik Sipil atau Pengairan (S1) dengan pengalaman kerja sekurangkurangnya 4 (empat) tahun. penyusunan program penanganan pengelolaan sumber air secara terpadu dan dampak yang terkait dengan pembangunan pengairan secara umum. 3. Memiliki sertifikat keahlian (SKA) yang diterbitkan oleh Asosiasi Profesi yang telah terakreditasi oleh lembaga yang berwenang. Tugas dan tanggung jawabnya meliputi survey dan pengumpulan data bangunan pantai. Ahli Pantai (Coastal Engineer) Sarjana Teknik Sipil / Pengairan / Kelautan (S1) dengan pengalaman kerja sedikitnya 4 (empat) tahun dalam bidang pengembangan sumber daya air. perencanaan bangunan air / bangunan pantai .para tenaga ahli dalam pelaksanaan pekerjaan. serta pekerjaan sejenis di bidang sumber daya air. perencanaan bangunan air / bangunan pantai . Dibutuhkan sebanyak 1 (satu) orang dengan lama penugasan 2 (dua) bulan. penyusunan program penanganan pengelolaan sumber air secara terpadu dan dampak yang terkait dengan pembangunan pengairan secara umum.

A. ekonomi dan lingkungan. Sarana dan Prasarana Kegiatan Untuk mendukung pelaksanaan kegiatan ini. ditugaskan selama 90 (sembilan puluh) hari atau sesuai dengan kebutuhan. 5. Surveyor Topografi. 3. Enumerator. Tenaga Bantu Lapangan Pengukuran Topografi. b.3 Supporting Staff 1. diperlukan fasilitas pendukung sebagai berikut : i. serta memiliki pengalaman pekerjaan sejenis di bidang sumber daya air. minimal lulusan D3 dengan pengalaman kerja di bidang survey social ekonomi dan lingkungan sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun. seorang lulusan D3/STM Teknik Sipil dengan pengalaman kerja minimal 4 (empat) tahun untuk D3 dan 6 (enam) tahun untuk STM dibutuhkan 1 (satu) orang dan ditugaskan selama 3 (tiga) bulan atau sesuai dengan kebutuhan. B.2 Sub Propesional Staff 1. Dibutuhkan 1 (satu) orang ditugaskan selama 2. ekonomi dan lingkungan berkaitan dengan rencana kegiatan yang akan dilaksanakan. A. dan menghitung analisa ekonomi melakukan kajian sosial budaya. ditugaskan selama 3 (tiga) bulan atau sesuai dengan kebutuhan. dibutuhkan 1 (satu) orang. dibutuhkan 6 (enam) orang. Auto Cad / drafter. Biaya Penunjang Kantor Lainnya. 2. Dibutuhkan 2 (dua) orang ditugaskan selama 3 (tiga) bulan atau sesuai dengan kebutuhan. Ahli Sosial Ekonomi Seorang Sarjana Sosial Ekonomi dengan pengalaman minimal 4 (empat) tahun. Tugas dan tanggung jawabnya yaitu mengumpulkan data dan informasi sosial budaya. analisa biaya sosial dan dampak yang terkait dengan pembangunan pengairan secara umum. Sewa Komputer & Printer (2 unit) . ditugaskan selama 5 (lima) bulan atau sesuai dengan kebutuhan. Biaya Fasilitas Kantor a. Tenaga Administrasi / Keuangan. Ahli Sosial Ekonomi memiliki pengalaman dalam analisa sosial ekonomi untuk bangunan pengaman pantai dan bangunan sumber daya air. 2. Dibutuhkan 1 (satu) orang ditugaskan selama 2 (dua) bulan atau sesuai dengan kebutuhan.5 (dua koma lima) bulan atau sesuai dengan kebutuhan. seorang lulusan D3/STM Teknik Sipil dengan pengalaman kerja minimal 4 (empat) tahun untuk D3 dan 6 (enam) tahun untuk STM dibutuhkan 3 (tiga) orang dan ditugaskan sebagai personil yang memberikan dukungan dalam hal survey topografi.Tugas dan tanggung jawabnya yaitu membantu dalam pembuatan penyusunan pedoman O&P pantai dan penyusunan laporan.

iii. Sewa Kendaraan . Alamat : Jalan Tjok. Alat Bantu Ukur Biaya Pelaporan a.Laporan Inventarisasi Bangunan Pengaman Pantai (2 Eks) . Laporan Pendahuluan (2 Eks) c.Laporan Sosial Ekonomi (2 Eks) g. ATK & Bahan Habis Pakai.Laporan Biaya Operasi dan Pemeliharaan atau AKNOP (2 Eks) . Dokumentasi Foto (2 album j. Laporan Antara (2 Eks) e. Sewa alat ukur Total Station ( 3 unit) b. Laporan Bulanan (2 Eks) d. c. Agung Tresna No.Kendaraan Roda 4. Dampak tidak langsung dari proyek ini yaitu meningkatkan sektor pariwisata dengan kondisi keasrian pantai yang dapat terpelihara. . e.Kendaraan Roda 2. Album Gambar A3 (2 Eks) h. para pemangku kepentingan yang mengelola di sekitar kawasan pantai.ii. 223839 VIII. Sewa GPS (2 unit) c. Material Komputer. (0361) 411094. masyarakat setempat. Laporan Rencana Mutu Kontrak (RMK) (2 Eks) b. Presentasi (3 kali) C. Laporan Penunjang . Laporan Akhir (2 Eks) f. termasuk O&M ( 5 unit) Biaya Survey a. PENERIMA MANFAAT Penerima manfaat langsung dari suatu kegiatan Audit Teknis OP Sarana dan Prasarana Pengaman Pantai ini adalah Pemerintah Provinsi Bali. Hal ini sangat penting mengingat pariwisata merupakan tulang punggung perekonomian Provinsi Bali dan juga merupakan ujung tombak nasional. Dokumentasi Vidio Kondisi Existing i. Softcopy (Hardisk Eksternal 1 terra) (1 buah) k. Penanggung jawab Kegiatan Kepala Satuan Kerja Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air Bali-Penida Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.9 Denpasar Telepon (0361) 234953. d. Fax : (0361) 411094.Laporan Audit Bangunan Pengaman Pantai (2 Eks) . termasuk O&M (2 unit) .Laporan Survey Lapangan (2 Eks) .

S.IX.00.(Lima ratus sembilan puluh sembilan juta sembilan ratus delapan puluh sembilan ribu rupiah).Sos. BIAYA Sumber biaya untuk pelaksanaan pekerjaan ini dibebankan melalui dana APBN Tahun Anggaran 2016 berdasarkan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA & PO) Satuan Kerja Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air Bali – Penida dengan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) Rp. Pejabat Pembuat Komitmen Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air I. 19620515 199502 1 001 I Gusti Ngurah ketut Aryadi. Ir. 19681005 200312 1 001 .000. X. akan diberikan penjelasan lebih lanjut. Hal-hal yang belum masuk dan dipandang perlu terkait dengan pelaksanaan lapangan. I Putu Sudana. Nopember 2015 Mengetahui/Menyetujui Kepala Satuan Kerja Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Ari Bali – Penida.989.1 NIP. 599. Sp. MAP NIP. JADWAL KEGIATAN Waktu Pelaksanaan Kegiatan Jangka waktu pelaksanaan kegiatan ini adalah 5 (lima) bulan atau 150 (Seratus Lima Puluh) hari kalender terhitung mulai dikeluarkan Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK). Denpasar.