Anda di halaman 1dari 70

KASUS HUKUM

PELAYANAN MEDIS
TENAGA KESEHATAN DI RS
“MALPRAKTEK MEDIK”

SISTEMATIKA
 Kritik

thd pelayanan medis
 Memahami pelayanan medis, kejadian yg
tak diharapkan dan kasus hukum
 Penyelesaian kasus hukum pelayanan
medis
 Peran unsur-unsur rumah sakit

Kritik: Mitos malpraktik
Di USA:
 Premi asuransi profesi dokter naik terus
tiap tahun hingga tak terjangkau,
 Tuntutan litigasi terlalu banyak dilakukan
masyarakat dengan jumlah gantirugi yang
tinggi
Akibatkan:
 Defensive medicine
 Ketakutan dokter berpraktik
Tom Baker: The Medical Malpractice Myth , 2005

PERHATIKAN JUMLAH KLAIM MALPRAKTIK YG TERNYATA JAUH LEBIH KECIL DARI JUMLAH NEGLIGENCE DAN ERROR .

terhentinya pekerjaan. bukan defensive medicine  Kenaikan premi asuransi profesi ternyata berkaitan dengan krisis siklik kompetisi antar asuransi  Salah satu (yg utama) alasan menuntut adalah karena pasien tidak bisa tahu apa yg sebenarnya terjadi padanya  Pasien yg tercederai dan lawyer bukanlah penyebab masalah. biaya medis ekstra .Faktanya  Lebih banyak malpraktik daripada tuntutan hukum  Cost of malpractice: kehilangan nyawa atau cedera. melainkan hanya penyampai Tom Baker: The Medical Malpractice Myth . 2005 .

KEJADIAN YG TAK DIHARAPKAN  ARGUMEN DOKTER:  Itu adalah bagian dari risiko kedokteran atau perjalanan penyakit pasien  Itu adalah bagian dari keterbatasan dan ketidakpastian ilmu kedokteran  ARGUMEN  Itu PASIEN: adalah akibat tindakan / kelalaian dokter / RS. (datang seger dan kemudian cedera/mati setelah tindakan) .

Medical services .

Risiko “bermakna” tetapi harus diambil karena “the only way” (unavoidable. Risiko yg unforeseeable = untoward results PERLU INFORMED CONSENT. SEHINGGA BILA TERJADI. unpreventable)) 3. DOKTER TIDAK BERTANGGUNGJAWAB SECARA HUKUM (VOLENTI NON FIT INJURIA) .RISIKO “TINDAKAN” MEDIS INHEREN PADA SETIAP TINDAKAN MEDIS  SEBAGIAN DIANGGAP ACCEPTABLE: 1. Tingkat probabilitas dan keparahannya minimal (umumnya bersifat foreseeable but controllable) 2.

tetapi tidak mengakibatkan cedera karena faktor kebetulan.NEAR MISS ERRORS VIOLATIO N ACCEPTABLE RISKS Adalah tindakan yg dapat mencederai pasien. pencegahan atau mitigasi Setiap cedera yang lebih disebabkan oleh manajemen medis drpd akibat penyakitnya ADVERS E EVENTS UNFORESEEABL E RISKS DISEASE / COMPLICATIO N .

KEJADIAN TAK DIHARAPKAN (Adverse Events)  STUDI DI NEW YORK (1984) :   ADVERSE EVENTS : 3.6 % SEBAGIAN ADVERSE EVENTS AKIBAT ERRORS.6%.9% RAWAT INAP    KEMATIAN 6. ATAU 44.000 – 98.7% RAWAT INAP  53% : PREVENTABLE ec ERROR  29.297) COLORADO & UTAH (1992):  ADVERSE EVENTS : 2. MEDICAL ERRORS: 3 JUMBO JET CRASHES EVERYDAY (SHELDON F KURTZ.000 KEMATIAN / TAHUN.2% : NEGLIGENT  BERAKIBAT KEMATIAN: 13. 1999 .458) DAN CA MAMMA (42. IOWA) IOM: “To err is human”. LEBIH TINGGI DARI KLL (43.

6 % 11.KTD / Adverse events New York Utah-Colorado Australia (QAHCS) UK Denmark New Zealand Canada Indonesia 1984 1992 1992 1999 1998 1998 2001 ??? 30.720 ??? 3.565 14.0 % 12.5 % Iwan Dwiprahasto.014 1.179 1.9 % 7.8 % 3.097 6. 2005 .579 3.2 % 16.195 14.7 % 9.

tak sesuai dosis. Mencapai 96% (tak sesuai indikasi.C. 1999)  Kebiasaan cuci tangan di rumkit??  Di indonesia: Iwan dwiprahasto mmedsc. 1995)  Kesalahan bedah : 1:50 pasien rawat (gawande. dll)  Medication error di puskesmas: 80-an % MUDAH-MUDAHAN BUKAN CERMIN KEDOKTERAN . polifarmaka tak logis.S.:  Kesalahan pemberian obat di 2 rumkit di as: 56% dan 34% (bates.KEKERAPAN USA vs RI  Di a.U. phd di jogja:  Medication error di i.

4juta  Cacat permanen dan kematian: 60-255 ribu .Banyaknya AE / KTD  Harvard Medical Practice Study and the 1995 Australian Health Care Study :  Adverse Events : 3.6 % rawat inap  Cacat permanen dan kematian: 0.000 – 1.8 % – 16.5 juta pasien rawat inap/tahun:  Potensial adverse events: 314.7 – 3 %  Bila diekstrapolasikan ke Indonesia. dengan perkiraan 8.

 DI AMERIKA:  Hanya 9 dari 1000 dokter yg lalai dituntut. BENARKAH PERNYATAAN TOM BAKER ? . tetapi 13 dari 10.TERNYATA ….000 dokter yg tidak lalai juga dituntut  Hanya 3% dari cedera akibat kelalaian yg dituntutkan  80% tuntutan kelalaian tidak terbukti JADI.

KEJADIAN TAK DIHARAPKAN vs MALPRAKTIK MEDIS .

Jakarta  Seorang anak perempuan menunggu untuk di CT-Scan karena kecelakaan.  Seorang pasien akan dioperasi telinga kiri. dokter tinggal operasi. Ternyata yg dioperasi telinga kanan wrong person and wrong site surgery . Dia dipanggil masuk ke OK dan kemudian di operasi pengangkatan usus buntu. Ternyata keliru. seharusnya anak laki-laki lain yang akan dioperasi. disiapkan oleh perawat kepercayaan.

menggunakan mesin anestesi yg berbeda.Bengkulu  Dua orang pasien meninggal ketika dioperasi di RS pada dua hari yang berbeda. melainkan manajemen rumah sakit .  Ternyata gas N2O tertukar dengan gas CO2  RS tidak pernah menggunakan gas CO2 Dokter bukan yg bertanggungjawab atas pengadaan gas medik.

Jakarta
 Seorang

ibu menderita Ca mamma
dioperasi pengangkatan jaringan tumor
untuk “de-bulking”, dan radioterapi.
 Kemudian terjadi pembengkakan lengan

Pembengkakan akibat sumbatan saluran
getah bening di ketiak: apakah oleh massa
kanker, operasi ataukah radioterapi ?

Jakarta
 Seorang

perempuan disiapkan untuk di
SC atas indikasi KPD.
 Saat operator sedang cuci tangan, SpAn
memberikan anestesi (umum), terjadi
apnoe dan bradikardi. Upaya resusitasi
dilakukan tetapi tidak berhasil.
 D: anafilaktik thd obat anestesi
Unforeseeable risk ???

PENGERTIAN MALPRAKTIK
 KATA MALPRAKTIK TIDAK ADA DALAM

PERATURAN PER-UU-AN DI
INDONESIA
 Pasal 58 ayat (1) UU No 39 tahun 2009
tentang Kesehatan : “setiap orang berhak
atas ganti rugi akibat kesalahan atau
kelalaian yang dilakukan tenaga
kesehatan”.

…… MALPRAKTIK BILA “KESALAHAN”. “TAK SESUAI STANDAR PROFESI”. “KELALAIAN”. Pasal 50 UU No 29 tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran : “dokter dan dokter gigi berhak memperoleh perlindungan hukum sepanjang melaksanakan tugas sesuai dengan standar profesi dan standar prosedur operasional”. JADI. “TAK SESUAI STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL” ???? .

LOSS OR DAMAGE TO THE RECIPIENT OF THOSE SERVICES OR TO THOSE ENTITLED TO RELY UPON THEM.BLACK’S LAW DICTIONARY MALPRACTICE   PROFESSIONAL MISCONDUCT OR UNREASONABLE LACK OF SKILL. . FAILURE OF ONE RENDERING PROFESSIONAL SERVICES TO EXERCISE THAT DEGREE OF SKILL AND LEARNING COMMONLY APPLIED UNDER ALL THE CIRCUMSTANCES IN THE COMMUNITY BY THE AVERAGE PRUDENT REPUTABLE MEMBER OF THE PROFESSION WITH THE RESULT OF INJURY.

MALPRAKTIK  BUKAN HANYA UNTUK PROFESI KEDOKTERAN. MELAINKAN JUGA UNTUK PROFESI LAIN:  PENEGAK HUKUM  PERBANKAN  AKUNTANSI  PENDIDIKAN : MAFIA PERADILAN : KASUS BLBI : KASUS2 KORUPSI : GELAR PALSU .

1992 . World Medical Association. or lack of skill. which is the direct cause of an injury to the patient.MEDICAL MALPRACTICE  Medical malpractice involves the physician’s failure to conform to the standard of care for treatment of the patient’s condition. or negligence in providing care to the patient.

MALPRAKTEK  “INTENTIONAL”  PROFESSIONAL MISCONDUCTS  NEGLIGENCE  MALFEASANCE. MISFEASANCE. NONFEASANCE  LACK  DI OF SKILL BAWAH STANDAR KOMPETENSI  DI LUAR KOMPETENSI .

MISCONDUCT  Fraud / misrepresentasi  Pelanggaran standar secara sengaja (deliberate violation)  Pidana umum:  Keterangan palsu  Penahanan pasien  Buka rahasia kedokteran tanpa hak  Aborsi ilegal  Euthanasia  Penyerangan seksual .

limited resources)  Kadang dapat dibenarkan pada situasikondisi lokal tertentu .LACK OF SKILL  Kompetensi kurang atau di luar kompetensi / kewenangan  Sering menjadi penyebab error atau kelalaian  Sering dikaitkan dengan kompetensi institusi (locality rule.

KELALAIAN MEDIK  Jenis malpraktik tersering  Bukan kesengajaan  Tidak melakukan yg seharusnya dilakukan. TETAPI KELALAIAN MEDIK SAJA . melakukan yg seharusnya tidak dilakukan oleh orang2 yg sekualifikasi pada situasi dan kondisi yg identik KECENDERUNGAN: TIDAK GUNAKAN ISTILAH MALPRAKTIK.

SYARAT KELALAIAN (4D)  DUTY (Duty of care)  KEWAJIBAN PROFESI  KEWAJIBAN KONTRAK DG PASIEN  DERELICTION / BREACH OF DUTY  PELANGGARAN KEWAJIBAN TSB  DAMAGES  CEDERA. SETIDAKNYA PROXIMATE CAUSE . MATI ATAU KERUGIAN  DIRECT CAUSALSHIP  HUBUNGAN SEBAB-AKIBAT.

KONSTRUKSI MEDIS DAN HUKUM NO ERROR LATENT ERRORS UNDERLYING DISEASE PERJALANAN PENYAKIT DAN KOMPLIKASI ACCEPTABLE RISKS ADVERSE EVENTS UNFORESEEABLE RISKS (Kejadian yg tak diharapkan) PREVENTABLE PREVENTABLE ADVERSE ADVERSE EVENTS EVENTS ACTIVE ERRORS (Error of planning & error of execution) NEGLIGENT ADVERSE EVENTS DUTY + BREACH OF DUTY (KELALAIAN MEDIS) + DAMAGE + CAUSAL .

.

SEBUT “KEJADIAN YG TAK DIHARAPKAN”  Dugaan adanya malpraktik kedokteran harus ditelusuri dan dianalisis terlebih dahulu untuk dapat dipastikan ada atau tidaknya malpraktik.JADI. MALPRAKTIK:  DINILAI BUKAN DARI “HASIL” PERBUATANNYA. kecuali apabila faktanya sudah membuktikan bahwa telah terdapat kelalaian – yaitu pada res ipsa loquitur (the thing speaks for itself) . MELAINKAN DARI “PROSES” PERBUATANNYA.  SEBELUM DIBUKTIKAN MALPRAKTIK.

dll  ATTITUDE REFORM Good medical practice (gmc). RISK MANAGEMENT. CLINICAL PATHWAYS.UPAYA DUNIA KEDOKTERAN  LAW REFORM: Memastikan profesional medis kompeten. etis. wenang. charter on medical professionalism . dan sesuai standar  SYSTEM REFORM PATIENT SAFETY. CLINICAL GOVERNANCE.

PENANGANAN KASUS HUKUM .

KASUS HUKUM  Hanyalah sebagian kecil dari seluruh kejadian tak diharapkan (KTD) yg dilaporkan ke manajemen  Seluruh KTD disikapi dengan berorientasi Patient Safety. yaitu untuk pembelajaran dalam mencegah kejadian serupa di kemudian hari  Khusus Kasus Hukum : perlakuan tambahan .

(Unacceptable Risks) “Unforeseeable” Foreseeable Acceptable Guidelines Standards Pressured or Situational Prevention performed Informed I.C. not Consent obtained obtained Prevention not performed or inadequate No Excused NOT LIABLE LIABLE .

PANDANGAN HUKUM PIDANA .

MALPRAKTIK = PIDANA ?  TIDAK ADA SATU UNDANG-UNDANG / KETENTUAN PIDANA YG MENYEBUT KATA MALPRAKTIK  MALPRAKTIK ADALAH “GENUS” DARI BANYAK “SPECIES” TINDAK PIDANA  “SPECIES” TERSEBUTLAH YG DIATUR DALAM UU PIDANA .

372 KUHP  EUTHANASIA : 344 KUHP  PENYERANGAN SEKS : 284-294 KUHP .CONTOH “SPECIES” TINDAK PIDANA MALPRAKTIS  KELALAIAN : 359-361 KUHP  KETERANGAN PALSU : 267-268 KUHP  ABORSI ILEGAL : 347-349 KUHP  PENIPUAN : 382 BIS KUHP  PERPAJAKAN : 209.

PIDANA PERUSAKAN LINGKUNGAN HIDUP PASAL 22 (1) UULH  SENGAJA MENGAKIBATKAN RUSAKNYA LH  10 TAHUN  DENDA Rp 100 JT  PEMBUKTIAN TERBALIK PASAL 22 (2) UULH  LALAI MENGAKIBATKAN RUSAKNYA LH  1 TAHUN  DENDA Rp 1 JT .

PIDANA PERPAJAKAN PASAL 209 KUHP  PENYUAPAN PNS AGAR TERHINDAR DARI KEWAJIBAN  2 TAHUN 8 BULAN PASAL 372 KUHP  PENGGELAPAN UANG MILIK (ORANG) LAIN  4 TAHUN .

PIDANA PENIPUAN PASAL 382 BIS KUHP  SENGAJA MENGELIRUKAN ORANG BANYAK UNTUK MEMBESARKAN USAHANYA  1 TAHUN 4 BULAN MENGELIRUKAN :  JENIS PELAYANAN  DIAGNOSIS  TERAPI  DOKTERNYA  BIAYANYA .

7 TAHUN PASAL 349 KUHP  ABORSI OLEH DOKTER DKK  + 1/3 & CABUT IJIN .NYAWA MANUSIA PASAL 344 KUHP  MERAMPAS NYAWA ATAS PERMINTAAN SENDIRI  EUTHANASIA  12 TAHUN PASAL 348 KUHP  ABORSI DG IJIN  5 1/2 .

KELEMAHAN ATAU CACAT U/ MEMPEDAYAKAN KEKUASAAN UMUM : 4 TAHUN .PEMALSUAN SURAT PASAL 267 KUHP  KETERANGAN SEHAT / SAKIT. KELEMAHAN ATAU CACAT : 4 TAHUN  SAKIT JIWA : 8 TAHUN 6 BULAN PASAL 268 KUHP  KETERANGAN SAKIT.

DELIK ADUAN : 9 BULAN PASAL 310-321 KUHP  PENGHINAAN DAN PENISTAAN .KEDUDUKAN WARGA PASAL 277 KUHP  MEMBUAT TIDAK TENTU ASAL USUL (BAYI TELANTAR)  6 BULAN PASAL 322 KUHP  BUKA RAHASIA JABATAN.

KEJAHATAN SUSILA PASAL 294 JO 292 KUHP  DOKTER DKK BERBUAT CABUL DENGAN PASIEN  7 TAHUN PASAL 299 KUHP  MENGOBATI ORANG DENGAN HARAPAN AGAR GUGUR KANDUNGANNYA  4 TAHUN .

KEWAJIBAN vs KEBEBASAN PASAL 304 KUHP  MEMBIARKAN ORANG YANG WAJIB DIRAWAT : 2 TAHUN 8 BULAN PASAL 531 KUHP  LALAI MENOLONG SEHINGGA MATI : 3 BULAN PASAL 333 KUHP  SENGAJA MENAHAN DNG MELAWAN HAK  8 TAHUN INGAT : DOKTRIN GOOD SAMARITAN LAW .

KELALAIAN PASAL 359 KUHP  LALAI SEBABKAN MATI : 5 TAHUN PASAL 360 KUHP  LALAI SEBABKAN LUKA BERAT : 5 TAHUN  LUKA : 19 BULAN PASAL 361 KUHP  WAKTU MENJALANKAN JABATAN  + 1/3  PECAT / CABUT HAK BEKERJA .

PASAL 359 KUHP Barangsiapa karena kealpaannya / kelalaiannya menyebabkan orang lain mati. diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau pidana kurungan paling lama satu tahun .

KESEHATAN  Pasal 190 .201 .KETENTUAN PIDANA DALAM U.U.

.

.

.

.

AHLI.PENYELESAIAN KASUS PIDANA HANYA LITIGASI  “PENUNTUT” MELAPORKAN / MENGADUKAN KEPADA PENYIDIK (POLISI)  PEMERIKSAAN PENYIDIK:  SAKSI. TERSANGKA  PENAHANAN ?  BERKAS KE JAKSA PENUNTUT UMUM  PEMERIKSAAN ?  PENGADILAN  TINGKAT KEPASTIAN: DOUBT BEYOND REASONABLE . DOKUMEN.

PANDANGAN HUKUM PERDATA .

TUNTUTAN PERDATA  PERBUATAN  PASAL 1365 MELANGGAR HUKUM KUH PERDATA  KELALAIAN  PASAL 1366 KUH PERDATA  WANPRESTASI  PERJANJIAN : PASAL 1338 KUH PERDATA .

mewajibkan orang yang karena salahnya menerbitkan kerugian itu.PERBUATAN MELANGGAR HUKUM  PS 1365 KUH PERDATA : Tiap perbuatan melanggar hukum. menggantinya  PS 1366 KUH PERDATA  Juga  PS yang disebabkan kelalaian 1367 KUH PERDATA  Juga akibat respondeat superior . yang membawa kerugian kepada orang lain.

U.U. KHUSUS  Ps 58 UU KESEHATAN :  Setiap orang berhak atas ganti rugi akibat kesalahan atau kelalaian yang dilakukan tenaga kesehatan  Ps 7 UU PERLINDUNGAN KONSUMEN :  Membayar ganti rugi akibat penggunaan barang / jasa  Membayar ganti rugi akibat barang / jasa tidak sesuai dengan perjanjian .

GANTI RUGI : BIAYA PENYEMBUHAN DAN KERUGIAN AKIBAT LUKA / CACAT TERSEBUT .LUKA ATAU KEMATIAN  PS 1370 KUH PERDATA :  DALAM HAL KEMATIAN AKIBAT KESENGAJAAN ATAU KELALAIAN. AHLI WARIS BERHAK MENUNTUT GANTI RUGI. YG DINILAI MENURUT KEDUDUKAN & KEKAYAAN KEDUA PIHAK  PS 1371 KUH PERDATA :  DALAM HAL LUKA / CACAT.

KEMUDIAN “RIGHT-BASED”  TINGKAT KEPASTIAN: EVIDENCE  NON PREPONDERANCE OF LITIGASI  DAMAI DI LUAR PENGADILAN (ALTERNATIVE DISPUTE RESOLUTION)  “INTEREST BASED” (WIN-WIN SOLUTION) . DOKUMEN. AHLI. DLL  HAKIM MENGUPAYAKAN DAMAI DULU.PENYELESAIAN KASUS PERDATA  LITIGASI  GUGATAN KE PENGADILAN NEGERI  PEMBUKTIAN OLEH PENGGUGAT  BUKTI: SAKSI.

PEMBUKTIAN DAN PEMBELAAN .

PEMBUKTIAN PIDANA  BERDASARKAN HUKUM ACARA PIDANA  JAKSA PENUNTUT UMUM YG HARUS MEMBUKTIKAN (DIBANTU PENYIDIK)  KEBENARANNYA HARUS MATERIEL  KEPASTIANNYA HARUS “BEYOND REASONABLE DOUBT” .

PEMBUKTIAN PERDATA  BERDASARKAN HUKUM ACARA PERDATA  PENGGUGAT YG HARUS MEMBUKTIKAN  KEBENARANNYA CUKUP FORMIEL  KEPASTIANNYA CUKUP “PREPONDERANCE OF EVIDENCE” .

PEMBUKTIAN KELALAIAN KEWAJIBAN DAN PELANGGARANNYA  KEWAJIBAN PROFESIONAL  STANDAR KOMPETENSI  STANDAR PERILAKU  STANDAR PELAYANAN  KEWAJIBAN AKIBAT HUBUNGAN DOKTER-PASIEN  SIKAP DAN PERILAKU UMUM YG ETIS  UPAYA YANG MAKSIMAL. SETIDAKNYA REASONABLE .

PEMBUKTIAN KELALAIAN KERUGIAN DAN HUBUNGAN SEBAB-AKIBAT  ADAKAH KERUGIAN ?  KERUGIAN AKIBAT PELANGGARAN KEWAJIBAN  INGAT : PREVENTABLE ADVERSE EVENTS  ADAKAH  BUT HUBUNGAN SEBAB-AKIBAT ? FOR TEST DAN RELEVANCE THEORY  DIRECTNESS OR REMOTENESS  FORESEEABILITY  ROOT-CAUSE ANALYSIS .

PEMBUKTIAN KELALAIAN  UMUMNYA SUKAR  PEMBUKTIAN MUDAH PADA KEADAAN “RES IPSA LOQUITUR” : FAKTA SUDAH MEMBUKTIKAN ADANYA KELALAIAN  MISALNYA : TERTINGGALNYA GUNTING ATAU KASA DI DALAM LUKA OPERASI .

H. TANPA HARUS ADA KERUGIAN DLL  MISALNYA MELAKUKAN TINDAKAN TANPA INFORMED CONSENT  SALAH ORANG / SALAH ORGAN  PRODUCT LIABILITY ..M.PEMBUKTIAN P.H.M.  BUKAN DENGAN UNSUR 4-D  CUKUP TERBUKTI ADANYA P.

UNFORESEEABILITY.PEMBELAAN  BANTAH SALAH SATU DARI “ 4-D ”  CARI PEMBENAR:  MEDICAL RISKS:  ACCEPTABILITY. ADVERSE EVENTS  PERJALANAN  CARI PENYAKIT / KOMPLIKASI PEMAAF:  TEKANAN SITUASI-KONDISI  LIMITED RESOURCES  KONTRIBUSI PASIEN .