Anda di halaman 1dari 20

BORANG PORTOFOLIO MEDIS

Topik :
Penegakkan diagnosis Gastroenteritis Akut
Tanggal (kasus) :
23 Januari 2016
Presenter :
dr. Inez Wijaya
Tanggal Presentasi :
Pendamping : dr. Fitri Isneni
Tempat Presentasi :
Ruang Komite Medik RSUD Siti Aisyah
Objektif Presentasi :
□ Keilmuan
□ Keterampilan
□ Penyegaran
□ Tinjauan Pustaka
□ Diagnostik
□ Manajemen
□ Masalah
□ Istimewa
□ Neonatus
□ Bayi
□ Anak
□ Remaja
□ Dewasa
□ Lansia
□ Bumil
□ Deskripsi :
Os datang dengan keluhan BAB cair.
□ Tujuan :
Mempelajari penegakkan diagnosis Gastroenteritis Akut
Bahan
□ Tinjauan Pustaka □ Riset
□ Kasus
□ Audit
Bahasan :
Cara
□ Diskusi
□ Presentasi dan Diskusi
□ E-mail
□ Pos
Membahas :
Data Pasien : An. Al Husna / P/ 4 tahun,
No. Registrasi : 095782
Nama Klinik : RSUD Siti Aisyah
Telp : (0733) 451902
Terdaftar sejak :
Data Utama untuk Bahan Diskusi :
Diagnosis / Gambaran Klinis : Os mengeluh BAB cair sejak ±4 hari SMRS, air > ampa
frekuensi >10x/hari disertai muntah.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Pem fisik : GCS: 15, Abdomen tampak cembung, lemas, bising usus (+) meningkat.
Riwayat Pengobatan : os berobat di dokter umum dan keluhan tidak berkurang.
Riwayat Kesehatan/Penyakit: Pasien tidak pernah menderita penyakit seperti ini sebelumnya
Riwayat Keluarga : (-)
Riwayat Pekerjaan : (-)
Kondisi Lingkungan Sosial dan Fisik : Tidak ada yang berhubungan.
Lain-lain : -

Daftar Pustaka :

Kandun NI. Upaya pencegahan diare ditinjau dari aspek kesehatan masyarakat dalam kumpula
makalah Kongres nasional II BKGAI juli 2003 hal 29

Barkin RM Fluid and Electrolyte Problems. Problem Oriented Pediatric Diagnosis Little Brown an
Company 1990;20 – 23.

Booth IW, CuttingWAM. Current Concept in The Managemnt of Acute in Children Postgraad Do
Asia 1984 : Dec : 268 – 274

Coken MB Evaluation of the child with acute diarrhea dalam:Rudolp AM,Hofman JIE,Ed Rudolp?
1

pediatrics: edisi ke 20 USA 1994 : prstice Hall international,inc hal 1034-36

Irwanto,Roim A, Sudarmo SM.Diare akut anak dalam ilmu penyakit anak diagnosa da
penatalaksanaan ,Ed Soegijanto S : edisi ke 1 jakarta 2002 : Salemba Medika hal 73-103

Barnes GL,Uren E, stevens KB dan Bishop RS Etiologi of acute Gastroenteritis in Hospitalize

Children in Melbourne, Australia,from April 1980 to March 1993 Journal of clinical microbiolog
Jan 1998,p,133-138
Departemen kesehatan RI Profil Kesehatan Indonesia 2001. Jakarta 2002

Lung E. Acute diarrheal Diseases dalam Current diagnosis abd treatment in gastroenterology.Ed.Friedman S
edisi ke 2 New Tork 2003 :McGraw Hill,hal 131-49
Firmansyah A. Terapi probiotik dan prebiotik pada penyakit saluran cerna. dalam Sari pediatric Vol 2,No.
maret 2001

Subijanto MS,Ranuh R, Djupri Lm, Soeparto P. Managemen disre pada bayi dan anak. Dikutip dari URL
http://www.pediatrik.com/

Dwipoerwantoro PG.Pengembangan rehidrasi perenteral pada tatalaksana diare akut dalam kumpula
makalah Kongres Nasional II BKGAI Juli 2003
Ditjen PPM dan PLP, 1999, Tatalaksana Kasus Diare Departemen Kesehatan RI hal 24-25
Sinuhaji AB Peranan obat antidiare pada tatalaksana diare akut dalam kumpulan makalah Kongres Nasional
BKGAI juli 2003

Rohim A, Soebijanto MS. Probiotik dan flora normal usus dalam Ilmu penyakit anak diagnosa da
penatalaksanaan . Ed Soegijanto S. Edisi ke 1 Jakarta 2002 Selemba Medika hal 93-103

Suharyono.Terapi nutrisi diare kronik Pendidikan Kedokteran Berkelanjutan ilmu Kesehatan Anak ke XXX
Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia 1994
Ditjen PPM&PLP Depkes RI.Tatalaksana Kasus Diare Bermaslah. Depkes RI 1999 ; 31

Hasil Pembelajaran :
1. Menegakkan diagnosis Gastroenteritis Akut
Rangkuman Hasil Pembelajaran Portofolio

Subjektif :

Keluhan Utama : BAB Cair sejak ± 4 hari yang lalu
Keluhan tambahan : Muntah (+)
± 4 hari SMRS, os mengeluh BAB cair, air > ampas, frekuensi > 10x/
hari, darah (-), lendir (-), muntah (+), tidak napsu makan (+), nyeri perut

2

Extremitas : akral hangat Laboratorium:  - 3 . namun keluhan tidak berkurang. hepar dan lien tidak teraba Bising usus (+) meningkat. Objektif : Pemeriksaan Fisik Keadaan umum : tampak sakit sedang Berat badan : 15 kg Tinggi badan :110 cm Kesadaran : compos mentis Dehidrasi : (+) Tekanan darah : 90/60 mmHg Nadi : 80x/menit. turgor kulit kembali cepat. demam (-). reguler Suhu : 36. abdominalthoracal.3° C Kepala : lingkar kepala dalam batas normal Mata : mata cekung (+/+) Thoraks : dalam batas normal Abdomen : cembung. isi dan tegangan cukup Pernafasan : 22x/menit. Os kemudian berobat ke IGD RSUD Siti Aisyah. Os telah berobat ke dokter umum. reguler. Riwayat penyakit dahulu: - Riwayat hipertensi disangkal - Riwayat sakit kuning disangkal - Riwayat diabetes mellitus disangkal - Riwayat alergi disangkal - Riwayat penyakit koreng di kulit sebelumnya disangkal - Riwayat sakit tenggorokan sebelumnya disangkal - Riwayat penyakit yang sama sebelumnya disangkal 1.(+). lemas.

dan L-bio. Orangtua sang anak mengaku bahwa anaknya tidak mau makan dan tampak lemas. darah (-). dengan bising usus (+) meningkat. mata cekung (+/+). lemas. Sejak 4 hari SMRS. abdomen tampak cembung. frekuensi >10x/hari. sirup zink. lender (-). namun keluhan belum berkurang. Berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik. turgor kembali cepat. Penatalaksanaan penderita ini dengan pemberian cairan untuk rehidrasi. anak tampak sakit sedang. Anak telah dibawa berobat ke dokter umum. Pada pemeriksaan fisik. Demam (-). disertai muntah (+) isi apa yang dimakan dan nyeri perut (+). serta akral hangat. pasien ini didiagnosa dengan Gastroenteritis Akut Dehidrasi Ringan Sedang. status generalis. air>ampas. anak mengeluh BAB denga konsistensi cair. kemudian dievaluasi dan jika tidak ada tanda dehidrasi dilanjutkan rumatan IVFD RL gtt 10x/ menit (makro) - Zinc Syrup 1 x 1 C - L-Bio Sachet 1 x 1 Sach - Paracetamol Syrup 3 x 1 C Assesment (penalaran klinis) : Seorang anak berusia 4 tahun datang ke IGD dibawa orang tuanya dengan keluhan BAB cair sejak sejak ± 4 hari SMRS. Riwayat penyakit yang sama sebelumnya disangkal.DIAGNOSIS KERJA Gasteroenteritis Akut Dehidrasi Ringan Sedang + Vomitus Terapi : - IVFD RL gtt 20x/ menit (makro) Rehidrasi selama 4 jam pertama. Prognosis pasien ini quo ad vitam adalah bonam dan quo ad functionam adalah bonam. saat anak menangis air mata (-/-). Plan : 4 .

Pemeriksaan feses rutin Pendidikan : Kepada pasien dan keluarganya dijelaskan bahwa Gastroenteritis Akut dapat menyebabkan pasien mengalami dehidrasi atau kekurangan cairan sehingga pasien menjadi demam atau bahkan kejang. Dalam berbagai hasil Survei kesehatan Rumah Tangga diare menempati kisaran urutan ke-2 dan ke-3 berbagai penyebab kematian bayi di Indonesia1. parasit. Kontrol : Kegiatan Periode Hasil yang Diharapkan TINJAUAN PUSTAKA Pendahuluan Diare masih merupakan salah satu penyebab utama morbilitas dan mortalitas anak di negara yang sedang berkembang. maupun bakteri. sehingga orang tua pasien juga harus memperhatikan tinja anaknya apakah berdarah. Untuk mencegah komplikasi tersebut maka terapi utamanya adalah rehidrasi atau penggantian cairan. Sebagian besar diare akut disebabkan oleh infeksi. Banyak dampak yang terjadi karena infeksi seluran cerna antara lain 5 . Pengobatan yang diberikan harus dijalankan sampai tuntas demi kesehatan pasien. Gastroenteritis Akut ini juga bisa oleh karena virus. lendir. Orang tua pasien diharapkan memastikan pasien tidak kekurangan cairan dengan banyak memberi minum (oralit). atau berminyak agar dokter dapat memberikan terapi yang tepat. Konsultasi : spesialis anak untuk dilakukan pengobatan lebih lanjut.

penetrasi ke lamina propria serta kerusakan mikrovili dapat menimbulkan keadaan maldiges dan malabsorpsi2. mencegah dan menanggulangi gangguan gizi serta mengobati penyakit penyerta. Pemberian cairan intravena diperlukan jika terdapat kegagalan oleh karena tingginya frekuensi diare. demam atau sakit perut yang berlangsung selama 3 – 7 hari6. Pemakaian cairan rehidrasi oral secara umum efektif dalam mengkoreksi dehidrasi. Beberapa cara pencegahan dengan vaksinasi serta pemakaian probiotik telah banyak diungkap dan penanganan menggunakan antibiotika yang spesifik dan antiparasit3. muntah. Sedangkan American Academy of Pediatrics (AAP) mendefinisikan diare dengan karakteristik peningkatan frekuensi dan/atau perubahan konsistensi. Invasi dan destruksi sel epitel. efisien dan efekstif harus dilakukan secara rasional. Definisi Diare akut menurut Cohen4 adalah keluarnya buang air besar sekali atau lebih yang berbentuk cair dalam satu hari dan berlangsung kurang 14 hari. kemungkinan terjadinya intolerasi. gangguan keseimbangan elektrolit dan keseimbangan asam basa. Epidemiologi 6 . Menurut Noerasid5 diare akut ialah diare yang terjadi secara mendakak pada bayi dan anak yang sebelumnya sehat. dapat disertai atau tanpa gejala dan tanda seperti mual. mengobati kausa diare yang spesifik. Bila tidak mendapatkan penanganan yang adekuat pada akhirnya dapat mengalami invasi sistemik2. muntah yang tak terkontrol dan terganggunya masukan oral oleh karena infeksi. Secara umum penanganan diare akut ditujukan untuk mencegah atau menanggulangi dehidrasi serta gangguan keseimbangan elektrolit dan asam basa. Untuk melaksanakan terapi diare secara komprehensif.pengeluaran toksin yang dapat menimbulkan gangguan sekresi dan reabsorpsi cairan dan elektrolit dengan akibat dehidrasi.

Coronavirus. Penyebab infeksi bisa virus. Cacivirus. Etiologi Penyebab diare akut pada anak secara garis besar dapat disebabkan oleh gastroenteritis. Klasifikasi Diare secara garis besar dibagi atas radang dan non radang. sedangkan non infeksi karena alergi. Hasil survei oleh Depkes. diperoleh angka kesakitan diare tahun 2000 sebesar 301 per 1000 penduduk angka ini meningkat bila dibanding survei pada tahun 1996 sebesar 280 per 1000 penduduk. Diare radang dibagi lagi atas infeksi dan non infeksi. Pada saat ini telah dapat diidentifikasi tidak kurang dari 25 jenis mikroorganisme yang dapat menyebabkan diare pada anak dan bayi7. radiasi10. Minirotavirus. Penyebab utama oleh virus yang terutama ialah Rotavirus (40 – 60%) sedangkan virus lainya ialah virus Norwalk.3 juta poundsterling setiap tahunya di Inggris dan 352 juta dollar di Amerika Serikat.Setiap tahun diperikirakan lebih dari satu milyar kasus diare di dunia dengan 3.4% dengan peringkat 3 dan proporsi kematian balita 13. Hasil Surkesnas 2001 didapat proporsi kematian bayi 9. obat-obatan dan lain-lain. 7 . Diare pada anak merupakan penyakit yang mahal yang berhubungan secara langsung atau tidak terdapat pembiayaan dalam masyarakat.5 – 7 episode per anak pertahun dalam 2 tahun pertama kehidupan dan 2 – 5 episode per anak per tahun dalam 5 tahun pertama kehidupan8.3 juta kasus kematian sebagai akibatnya7. Diperkirakan angka kejadian di negara berkembang berkisar 3. bakteri. anatomis. Etiologi diare pada 25 tahun yang lalu sebagian besar belum diketahui. telah lebih dari 80% penyebabnya diketahui. parasit dan jamur. Diare masih merupakan penyebab utama kematian bayi dan balita.2% dengan peringkat 29. Biaya untuk infeksi rotavirus ditaksir lebih dari 6. akan tetapi kini. keracunan makanan karena antibiotika dan infeksi sistemik. Diare non radang bisa karena hormonal. Astrovirus.

Myanmar. dan Ca dependen. Enterosit yang rusak diganti dengan yang baru yang fungsinya belum matang. akan meningkatkan tekanan koloid osmotik usus dan meningkatkan motilitasnya sehingga timbul diare. Agen ini adalah Rotavirus. Giardia lambdia.4. akan menyebabkan infeksi dan kerusakan villi usus halus.7.12 Patogenesis terjadinya diare yang disebabkan virus yaitu virus yang masuk melalui makanan dan minuman sampai ke enterosit.7 Diare karena bakteri terjadi melalui salah satu mekanisme yang berhubungan dengan pengaturan transpor ion dalam sel-sel usus cAMP. E coli. produk susu.Clostridium perfringens. Meksiko. E coli agak berbeda dengan patogenesis diare oleh virus. Shigelloides. staphylococus aureus. Coli enterotoksigenik Rotavirus jelas merupakan penyebab diare akut yang paling sering diidentifikasi pada anak dalam komunitas tropis dan iklim sedang. Bacillus cereus. Diare oleh kedua bakteri ini dapat menyebabkan adanya darah dalam tinja yang disebut disentri.11. makanan asing terdapat individu tertentu yang pedas atau tidak 8 . shigella.7 Sebuah studi tentang maslah diare akut yang terjadi karena infeksi pada anak di bawah 3 tahun di Cina. Sedangkan penyebab diare oleh parasit adalah Balantidium coli. hanya tiga agen infektif yang secara konsisten atau secara pokok ditemukan meningkat pada anak penderita diare. Capillaria phiplippinensis. villi mengalami atropi dan tidak dapat mengabsorpsi cairan dan makanan dengan baik. Fasiolopsis buski. Patogenesis terjadinya diare oleh salmonella. Entamoba hystolitica.Bakteri yang dapat menyebabkan diare adalah Aeromonas hydrophilia.Shigella spp dan E. Salmonella spp. Bedanya bekteri ini dapat menembus (invasi) sel mukosa usus halus sehingga depat menyebakan reaksi sistemik. Burma dan Pakistan. Sarcocystis suihominis. Cryptosporodium. Clostridium defficile. 5. Isospora billi. India. 4.Toksin shigella juga dapat masuk ke dalam serabut saraf otak sehingga menimbulkan kejang. tetapi prinsipnya hampir sama. 13 Diare dapat disebabkan oleh alergi atau intoleransi makanan tertentu seperti susu. Pleisiomonas. vibrio cholerae dan Yersinia enterocolitica. Strongiloides stercorlis. dan trichuris trichiura.cGMP. Compylobacter jejuni.

7. terutama antibiotika dapat juga menjadi penyebab diare.14 Di samping itu sifat farmakokinetik dari obat itu sendiri juga memegang peranan penting. Beberapa macam obat.misal pada diabetik neuropathi. post vagotomi. Dehidrasi dapat diklasifikasikan berdasarkan defisit air dan atau keseimbangan elektrolit.sesuai kondisi usus dapat pula disebabkan oleh keracunan makanan dan bahanbahan kimia. 7. Diare juga berhubungan dengan penyakit lain misalnya malaria.4. radang tenggorokan. pneumonia. schistosomiasis. Diare osmotik terjadi karena terdapatnya bahan yang tidak dapat diabsorpsi oleh usus akan difermentasi oleh bahteri usus sehingga tekanan osmotik di lumen usus meningkat yang akan menarik cairan. Antibiotika akan menekan flora normal usus sehingga organisme yang tidak biasa atau yang kebal antibiotika akan berkembang bebas. sekretorik dan diare karena gangguan motilitas usus. Dehidrasi ringan bila penurunan berat badan kurang dari 5%. Sedangkan diare karena gangguan motilitas usus terjadi akibat adanya gangguan pada kontrol otonomik.dehidrasi sedang bila penurunan berat badan antara 5%-10% dan dhidrasi berat bila penurunan lebih dari 10%. dan otitis media. 9 .7 Manifestasi kinis Diare menyebabkan hilangnya sejumlah besar air dan elektrolit dan sering disertai dengan asidosis metabolik karena kehilangan basa. campak atau pada infeksi sistemik lainnya misalnya. post reseksi usus serta hipertiroid.15 Derajat Dehidrasi Gejala Tanda & Keadaan Mata Mulut/ Rasa Haus Kulit BB % Estimasi def.7 Patofisiologi Menurut patofisiologinya diare dibedakan dalam beberapa kategori yaitu diare osmotik. Diare sekretorik terjadi karena toxin dari bakteri akan menstimulasi c AMP dan cGMP yang akan menstimulasi sekresi cairan dan elektrolit.

Kesadaran Menurun Normal cairan Basah Minum Normal. Kehilangan bikarbonat bersama dengan diare dapat menimbulkan asidosis metabolik dengan anion gap yang normal ( 8-16 mEg/L).17 Kadar kalium plasma dipengaruhi oleh keseimbangan asam basa . Hal ini akan merangsang pusat pernapasan untuk meningkatkan kecepatan pernapasan sebagai upaya meningkatkan eksresi CO2 melalui paru (pernapasan Kussmaul) Untuk pemenuhan kebutuhan kalori terjadi pemecahan protein dan lemak yang mengakibatkan meningkatnya produksi asam sehingga menyebabkan turunnya nafsu makan bayi. dehidrasi iso-natrema (130m – 150 mEg/L) dan dehidrasi hipernatremia ( > 150 mEg/L ).Umum Lidah Tanpa Dehidrasi Baik. Turgor baik < 5 Tidak Haus 50 % Kering Tampak Kehausan 5 – 10 50–100 % >10 >100 % Sangat Sangat cekung dan kering kering Turgor lambat Turgor Sulit. Keadaan dehidrasi berat dengan hipoperfusi ginjal serta eksresi asam yang menurun dan akumulasi anion asam secara bersamaan menyebabkan berlanjutnya keadaan asidosis. Selain penurunan bikarbonat serum terdapat pula penurunan pH darah kenaikan pCO2. sehingga pada keadaan asidosis metebolik dapat terjadi hipokalemia. Kehilangan 10 . sisanya 15 % adalah diare hipernatremia dan 5% adalah diare hiponatremia. biasanya disertai hiperkloremia. Sadar Dehidrasi Ringan -Sedang Gelisah Rewel Cekung Dehidrasi Berat Letargik. tidak bisa sangat minum lambat Sumber : Sandhu 200116 Berdasarkan konsentrasi Natrium plasma tipe dehidrasi dibagi 3 yaitu : dehidrasi hiponatremia ( < 130 mEg/L ). Pada umunya dehidrasi yang terjadi adalah tipe iso – natremia (80%) tanpa disertai gangguan osmolalitas cairan tubuh.

AAP merekomendasikan cairan rehidrasi oral (ORS) untuk rehidrasi dengan kadar natrium berkisar antara 75-90 mEq/L dan untuk pencegahan dan pemeliharaan dengan natrium antara 4060mEq/L 11 Anak yang diare dan tidak lagi dehidrasi harus dilanjutkan segera pemberian makanannya sesuai umur6. Kelemahan otot merupakan manifestasi awal dari hipokalemia. Keuntungan upaya terapi oral karena murah dan dapat diberikan dimana-mana. EKG mnunjukkan gelombang T yang mendatar atau menurun dengan munculnya gelombang U.18 Pemberian terapi cairan dapat dilakukan secara oral atau parateral. Pemberian secara oral dapat dilakukan untuk dehidrasi ringan sampai sedang dapat menggunakan pipa nasogastrik. Disfungsi otot harus menimbulkan ileus paralitik. Bila diare profus dengan pengeluaran air tinja yang banyak ( > 100 ml/kgBB/hari ) atau muntah hebat (severe vomiting) sehingga penderita tak dapat minum sama sekali. Pada ginjal kekurangan K+ mengakibatkan perubahan vakuola dan epitel tubulus dan menimbulkan sklerosis ginjal yang berlanjut menjadi oliguria dan gagal ginjal.6 Beratnya dehidrasi secara akurat dinilai berdasarkan berat badan yang hilang sebagai persentasi kehilangan total berat badan dibandingkan berat badan sebelumnya sebagai baku emas. atau kembung yang sangat hebat (violent meteorism) sehingga upaya rehidrasi oral tetap akan terjadi defisit maka dapat dilakukan rehidrasi parenteral walaupun sebenarnya rehidrasi parenteral dilakukan hanya untuk dehidrasi berat dengan gangguan sirkulasi 15. Dehidrasi Ringan – Sedang 11 . paralisis dan kematian karena kegagalan pernapasan. pertama kali pada otot anggota badan dan otot pernapasan.7 Penatalaksanaan Pengantian cairan dan elektrolit merupakan elemen yang penting dalam terapi efektif diare akut. walaupun pada dehidrasi ringan dan sedang. Dapat terjadi arefleks. dan dilatasi lambung.kalium juga melalui cairan tinja dan perpindahan K+ ke dalam sel pada saat koreksi asidosis dapat pula menimbulkan hipokalemia.

Penggantian cairan parenteral menurut panduan WHO diberikan sebagai berikut 12. Biasanya dapat dilakukan setelah 3-4 jam pada bayi dan 1-2 jam pada anak . Realiminasi cepat dengan makanan normal 5. ASI diteruskan 8.15. Tidak dibenarkan memberikan susu yang diencerkan 7. Tidak dibenarkan memberikan susu formula khusus 6. yaitu dehidrasi lebih dari 10% untuk bayi dan anak dan menunjukkan gangguan tanda-tanda vital tubuh ( somnolenkoma. selanjutnya 70ml/kgbb/5jam 12 . Menggunakan CRO ( Cairan rehidrasi oral ) 2. pernafasan Kussmaul. Anti diare tidak diperlukan Dehidrasi Berat Penderita dengan dehidrasi berat.17 : Usia <12 bln: 30ml/kgbb/1jam. Penggantian cairan bila masih ada diare atau muntah dapat diberikan sebanyak 10ml/kgbb setiap diare atau muntah. Pemberian cairan oral dapat dilakukan setelah anak dapat minum sebanyak 5ml/kgbb/jam. yaitu12 : 1.17 Secara ringkas kelompok Ahli gastroenterologi dunia memberikan 9 pilar yang perlu diperhatikan dalam penatalaksanaan diare akut dehidrasi ringan sedang pada anak. Suplemen dnegan CRO ( CRO rumatan ) 9. gangguan dinamik sirkulasi ) memerlukan pemberian cairan elektrolit parenteral. Cairan hipotonik 3.Rehidrasi pada dehidrasi ringan dan sedang dapat dilakukan dengan pemberian oral sesuai dengan defisit yang terjadi namun jika gagal dapat diberikan secara intravena sebanyak : 75 ml/kg bb/3jam. Rehidrasi oral cepat 3 – 4 jam 4.

Namun demikian kosentrasi kaliumnya rendah dan tidak mengandung glukosa untuk mencegah hipoglikemia. Segala kekurangan tubuh akan karbohidrat. selanjutnya 70ml/kgbb/2-2½ jam Walaupun pada diare terapi cairan parenteral tidak cukup bagi kebutuhan penderita akan kalori.9 % NaCl 0.Usia >12 bln: 30ml/kgbb/1/2-1jam. sehingga dapat mengembalikan dengan cepat volume darahnya. Jenis cairan parenteral yang saat ini beredar dan dapat memenuhi kebutuhan sebagai cairan pengganti diare dengan dehidrasi adalah Ka-EN 3B. namun hal ini tidaklah menjadi masalah besar karena hanya menyangkut waktu yang pendek.19 Komposisi cairan Parenteral dan Oral : NaCl 0. Cairan Ringer Laktat (RL) adalah cairan yang banyak diperdagangkan dan mengandung konsentrasi natrium yang tepat serta cukup laktat yang akan dimetabolisme menjadi bikarbonat. Itulah sebabnya mengapa pada pemberian terapi cairan diusahakan agar penderita bila memungkinkan cepat mendapatkan makanan / minuman sebagai biasanya bahkan pada dehidrasi ringan sedang yang tidak memerlukan terapi cairan parenteral makan dan minum tetap dapat dilanjutkan.18 Pemilihan jenis cairan Cairan Parenteral dibutuhkan terutama untuk dehidrasi berat dengan atau tanpa syok.5 - 13 .45 % +D5 NaCl 0. lemak dan protein akan segera dapat dipenuhi. Apabila penderita telah kembali diberikan diet sebagaimana biasanya . memperlihatkan efikasi pada diare anak dengan kolera atau tanpa kolera.225% Osmolalitas Glukosa(g/L) Na+(mEq/L) CI-(mEq/L) (mOsm/L) 308 154 154 K+(mEq/L) Basa(mEq/L) - - 428 50 77 77 - - 253 50 38.5 38.16 Sejumlah cairan rehidrasi oral dengan osmolaliti 210 – 268 mmol/1 dengan Na berkisar 50 – 75 mEg/L. tetapi tidak mengandung elektrolit yang dibutuhkan dalam jumlah yang cukup. Cairan NaCL dengan atau tanpa dekstrosa dapat dipakai. serta memperbaiki renjatan hipovolemiknya.

12 Antibiotik hanya diperlukan pada sebagian kecil penderita diare misalnya kholera shigella.18 Obat anti diare hanya simtomatis bukan spesifik untuk mengobati kausa.+D5 Riger Laktat Ka-En 3B Ka-En 3B Standard WHOORS Reduced osmalarity WHO-ORS EPSGAN recommendation 273 290 264 27 38 130 50 30 109 50 28 4 20 8 Laktat 28 Laktat 20 Laktat 10 311 111 90 80 20 Citrat 10 245 70 75 65 20 Citrat 10 213 60 60 70 20 Citrat 3 Komposisi elektrolit pada diare akut : Komposisi rata-rata mmol/L Macam Na K Cl Diare Kolera 140 Dewasa Diare Kolera Balita 101 Diare Non Kolera 56 Balita Sumber : Ditjen PPM dan PLP.21 Sebagian besar kasus diare tidak memerlukan pengobatan dengan antibiotika oleh karena pada umumnya sembuh sendiri (self limiting). tidak memperbaiki kehilangan air dan elektrolit serta menimbulkan efek samping yang tidak diinginkan. Kecuali pada bayi berusia di bawah 2 bulan karena potensi terjadinya sepsis oleh karena bakteri mudah mengadakan translokasi kedalam sirkulasi. hidroksikuinolon dan sulfonamid dapat memperberat yang resisten dan menyebabkan malabsorpsi. neomisin.199920 elektrolit HCO3 13 104 44 27 92 32 26 55 14 Mengobati kausa Diare Tidak ada bukti klinis dari anti diare dan anti motilitis dari beberapa uji klinis. atau pada anak/bayi yang menunjukkan secara klinis gajala yang berat 14 . karena penyebab terbesar dari diare pada anak adalah virus (Rotavirus). Antibiotik yang tidak diserap usus seperti streptomisin.

18 Kolera : Tetrasiklin 50mg/kg/hari dibagi 4 dosis (2 hari) Furasolidon 5mg/kg/hari dibagi 4 dosis (3 hari) Shigella : Trimetroprim 5-10mg/kg/hari Sulfametoksasol 25mg/kg/hari Diabgi 2 dosis (5 hari) Asam Nalidiksat : 55mg/kg/hari dibagi 4 (5 hari) Amebiasis: Metronidasol 30mg/kg/hari dibari 4 dosis 9 5-10 hari) Untuk kasus berat : Dehidro emetin hidrokhlorida 1-1.Antidiare Salazer–lindo E dkk22 dari Department of Pedittrics. melaporkan bahwa pemakaian Racecadotril (acetorphan) yang merupakan enkephalinace inhibitor dengan efek anti sekretorik serta anti diare ternyata cukup efektif dan aman bila diberikan pada anak dengan diare akut oleh karena tidak mengganggu motilitas usus sehingga penderita tidak kembung . Hospital Nacional Cayetano Heredia.Peru. gangguan absorpsi dan sirkulasi.untuk pemakaian yang lebih luas masih memerlukan penelitian lebih lanjut yang bersifat multi senter dan melibatkan sampel yang lebih besar. Lima.Hasil yang sama juga didapatkan oleh Cojocaru dkk dan cejard dkk.serta berulang atau menunjukkan gejala diare dengan darah dan lendir yang jelas atau segala sepsis15. Anti motilitis seperti difenosilat dan loperamid dapat menimbulkan paralisis obstruksi sehingga terjadi bacterial overgrowth.23 15 .5 mg/kg (maks 90mg) (im) s/d 5 hari tergantung reaksi (untuk semua umur) Giardiasis : Metronidasol 15mg.Bila diberikan bersamaan dengan cairan rehidrasi oral akan memberikan hasil yang lebih baik bila dibandingkan dengan hanya memberikan cairan rehidrasi oral saja .21 Beberapa antimikroba yang sering menjadi etiologi diare pada anak15.kg/hari dibagi 4 dosis ( 5 hari ) Antisekretorik .

dan menurunkan frekuensi diare pada hari ke dua pemberian sebanyak 1 – 2 kali.24 Terdapat banyak laporan tentang penggunaan probiotik dalam tatalaksana diare akut pada anak.19 Sazawal S dkk 26 melaporkan pada bayi dan anak lebih kecil dengan diare akut.Probiotik Probiotik merupakan bakteri hidup yang mempunyai efek yang menguntungkan pada host dengan cara meningkatkan kolonisasi bakteri probiotik didalam lumen saluran cerna sehingga seluruh epitel mukosa usus telah diduduki oleh bakteri probiotik melalui reseptor dalam sel epitel usus. speudomembran colitis maupun diare yang disebabkan oleh karena pemakaian antibiotika yang tidak rasional rasional (antibiotik asociatek diarrhea ) dan travellers. Seng telah dikenali berperan di dalam metallo – enzymes. produksi bahan anti mikroba terhadap beberapa patogen. dan fungsi sel. Hasil meta analisa Van Niel dkk 25 menyatakan lactobacillus aman dan efektif dalam pengobatan diare akut infeksi pada anak. 14. efektrofik pada mukosa usus dan imunno modulasi.15.24 Mikronutrien Dasar pemikiran pengunaan mikronutrien dalam pengobatan diare akut didasarkan kepada efeknya terhadap fungsi imun atau terhadap struktur dan fungsi saluran cerna dan terhadap proses perbaikan epitel seluran cerna selama diare. Kemungkinan mekanisme efekprobiotik dalam pengobatan diare adalah : Perubahan lingkungan mikro lumen usus. polyribosomes . modifikasi toksin atau reseptor toksin.s diarrhea. selaput sel. Dengan mencermati penomena tersebut bakteri probiotik dapat dipakai dengan cara untuk pencegahan dan pengobatn diare baik yang disebabkan oleh Rotavirus maupun mikroorganisme lain. mencegah adhesi patogen pada anterosit. menurunkan lamanya diare kira-kira 2/3 lamanya diare. juga berperan penting di dalam pertumbuhan sel dan fungsi kekebalan . suplementasi seng secara klinis penting dalam menurunkan lama dan 16 .14. kompetisi nutrien.

31 Pemberian susu rendah laktosa atau bebas laktosa diberikan pada penderita yang menunjukkan gejala klinik dan laboratorium intoleransi laktosa. dan pisang) dan gandum ( beras. Strand 27 Menyatakan efek pemberian seng tidak dipengaruhi atau meningkat bila diberikan bersama dengan vit A. gula sederhana yang dapat memperburuk diare seperti minuman kaleng dan sari buah apel.beratnya diare. terutama pada anak dengan gizi yang kurang. kentang.Bila tidak makalah ini akan merupakan faktor yang memudahkan terjadinya diare kronik29 Pemberian kembali makanan atau minuman (refeeding) secara cepat sangatlah penting bagi anak dengan gizi kurang yang mengalami diare akut dan hal ini akan mencegah berkurangnya berat badan lebih lanjut dan mempercepat kesembuhan. Mencegah / Menanggulangi Gangguan Gizi Amatlah penting untuk tetap memberikan nutrisi yang cukup selama diare. karena pulihnya mukosa usus tergantung dari nutrisi yang cukup. dan cereal). Intoleransi laktosa berspektrum dari yang ringan sampai yang berat dan kebanyakan adalah 17 . mi. Juga makanan tinggi lemak yang sulit ditoleransi karena karena menyebabkan lambatnya pengosongan lambung. Pengobatan diare akut dengan vitamin A tidak memperlihatkan perbaikan baik terhadap lamanya diare maupun frekuensi diare. Pada anak lebih besar makanan yang direkomendasikan meliputi tajin ( beras. Minuman dan makanan jangan dihentikan lebih dari 24 jam. Air susu ibu dan susu formula serta makanan pada umumnya harus dilanjutkan pemberiannya selama diare penelitian yang dilakukan oleh Lama more RA dkk30 menunjukkan bahwa suplemen nukleotida pada susu formula secara signifikan mengurangi lama dan beratnya diare pada anak oleh karena nucleotide adalah bahan yang sangat diperlukan untuk replikasi sel termasuk sel epitel usus dan sel imunokompeten. Makanan yang harus dihindarkan adalah makanan dengan kandungan tinggi. gandum. 19 Bhandari dkk 28 mendapatkan pemberian vitamin A 60mg dibanding dengan plasebo selama diare akut dapat menurunkan beratnya episode dan risiko menjadi diare persisten pada anak yang tidak mendapatkan ASI tapi tidak demikian pada yang mendapat ASI.

Kandun NI. penyakit jantung dan penyakit ginjal 33. Barkin RM Fluid and Electrolyte Problems.campak ). DAFTAR PUSTAKA 1. kurang gizi.20 – 23. Beberapa penyakit penyerta yang sering terjadi bersamaan dengan diare antara lain : infeksi saluran nafas.tipe yang ringan sehingga cukup memberikan formula susu biasanya diminum dengan pengenceran oleh karena intoleransi laktosa ringan bersifat sementara dan dalam waktu 2 – 3 hari akan sembuh terutama pada anak gizi yang baik. Problem Oriented Pediatric Diagnosis Little Brown and Company 1990. Untuk intoleransi laktosa ringan dan sedang sebaiknya diberikan formula susu rendah laktosa. Booth IW. infeksi sistemik lain (sepsis. CuttingWAM. 3. Upaya pencegahan diare ditinjau dari aspek kesehatan masyarakat dalam kumpulan makalah Kongres nasional II BKGAI juli 2003 hal 29 2. maka intoleransi lemak pada diare akut sifatnya sementara dan biasanya tidak terlalu berat sehingga tidak memerlukan formula khusus. Sabagaimana halnya intoleransi laktosa. infeksi saluran kemih. Namun bila terdapat intoleransi laktosa yang berat dan berkepanjangan tetap diperlukan susu formula bebas laktosa untuk waktu yang lebih lama. diet rendah lemak justru dapat memperburuk keadaan malnutrisi dan dapat menimbulkan diare kronik 32 Menanggulangi Penyakit Penyerta Anak yang menderita diare mungkin juga disertai dengan penyakit lain.Pada situasi yang memerlukan banyak energi seperti pada fase penyembuhan diare. infeksi susunan saraf pusat. Current Concept in The Managemnt of Acute in Children Postgraad Doct Asia 1984 : Dec : 268 – 274 18 . Sehingga dalam menangani diarenya juga perlu diperhatikan penyakit penyerta yang ada.

Acute diarrheal Diseases dalam Current diagnosis abd treatment in gastroenterology.p.Ranuh R. Lung E.hal 131-49 9. Jan 1998. Suharyono. 4 maret 2001 10. Sinuhaji AB Peranan obat antidiare pada tatalaksana diare akut dalam kumpulan makalah Kongres Nasional II BKGAI juli 2003 14.com/ 11.133-138 7. Sudarmo SM. Ditjen PPM dan PLP.Ed Soegijanto S : edisi ke 1 jakarta 2002 : Salemba Medika hal 73-103 6. 1999.Ed Rudolp?s pediatrics: edisi ke 20 USA 1994 : prstice Hall international. Rohim A. Tatalaksana Kasus Diare Departemen Kesehatan RI hal 24-25 13. Probiotik dan flora normal usus dalam Ilmu penyakit anak diagnosa dan penatalaksanaan . Managemen disre pada bayi dan anak. Jakarta 2002 8. Dwipoerwantoro PG.Uren E. Soeparto P. Soebijanto MS.pediatrik. Ed Soegijanto S. Djupri Lm.inc hal 1034-36 5. Barnes GL. Coken MB Evaluation of the child with acute diarrhea dalam:Rudolp AM.Friedman S . Departemen kesehatan RI Profil Kesehatan Indonesia 2001. Edisi ke 1 Jakarta 2002 Selemba Medika hal 93-103 15. Subijanto MS. edisi ke 2 New Tork 2003 :McGraw Hill. stevens KB dan Bishop RS Etiologi of acute Gastroenteritis in Hospitalized Children in Melbourne.4.from April 1980 to March 1993 Journal of clinical microbiology. Terapi probiotik dan prebiotik pada penyakit saluran cerna.Hofman JIE. Australia. Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia 1994 19 .No.Terapi nutrisi diare kronik Pendidikan Kedokteran Berkelanjutan ilmu Kesehatan Anak ke XXXI. Firmansyah A. Dikutip dari URL : http://www.Diare akut anak dalam ilmu penyakit anak diagnosa dan penatalaksanaan . dalam Sari pediatric Vol 2. Irwanto.Roim A.Ed.Pengembangan rehidrasi perenteral pada tatalaksana diare akut dalam kumpulan makalah Kongres Nasional II BKGAI Juli 2003 12.

Tatalaksana Kasus Diare Bermaslah. Depkes RI 1999 . Ditjen PPM&PLP Depkes RI. 31 20 .16.