Anda di halaman 1dari 5

DASAR PEMIKIRAN

Desa dan desa adat atau yang disebut dengan nama


lain, selanjutnya disebut Desa adalah kesatuan masyarakat
hukum yang memiliki batas wilayah yang berwenang untuk
mengatur

dan

mengurus

urusan

pemerintahan,

kepentingan masyarakat setempat berdasarkan prakarsa


masyarakat, hak asal usul, dan/atau hak tradisional yang
diakui dan dihormati dalam sistem pemerintahan Negara
Kesatuan Republik Indonesia.
Dalam rangka menunjang urusan pemerintahan dan
kepentingan desa, maka perlunya program kerja desa yang
selanjutnya

dituangkan

dalam

Rencara

Pembangunan

Jangka Menengah (RPJM) Desa yang diharapkan mampu


memeberikan kesejahteraan masyrakat desa. Salah satu
program RPJM Desa adalah program pemetan desa.
Program ini diharapkan dapat menertibkan batas-batas
administrasi desa, memetakan kondisi kependudukan desa
dan menata pemanfaatan lahan desa. Dengan demikian,
informasi dari pemerintah desa dapat tersajikan dengan
baik sehingga masyarakat dapat memahami arah program
pembangunan desa dengan baik pula.
Secara umum, pemetaan desa dalah teknik yang
digunakan untuk memfasilitasi diskusi mengenai keadaan
wilayah

desa

beserta

daya

dukung

lingkungannya.

Keadaan-keadaan itu digambarkan ke dalam peta atau


sketsa desa. Ada peta yang menggambarakan keadaan
sumber daya umum desa dan ada peta dengan tema
tertentu yang menggambarkan hal-hal yang sesuai dengan
ruang lingkup tema tersebut (misalnya peta desa yang
menggambarkan

jenis-jenis

tanah,

peta

sumber

daya
1

pertanian,

peta

penyebaran

penduduk,

peta

pola

pemukiman, dan lain sebagainya).

MAKSUD DAN
TUJUAN
Kegitan pemetaan dilakukan dengan maksud untuk
menunjang penyajian informasi yang berhubungan dengan
kondisi geografi dan demografi desa.
Tujuan penyusunan program pemetaan desa adalah
sebagai berikut:
1. Penertiban

administrasi

desa

yang

berhubungn

dengan batas administrasi desa.


2. Penyajian informasi desa yang berhubungan dengan
kondisi sebaran dan kepadatan penduduk.
3. Mempermudah penyajian informasi sarana
prasarana desa.
4. Mempermudah

penyajian

informasi

dan

tentang

penggunaan lahan desa.

LANDASAN UMUM

Program pemetaan desa berlandaskan sebagai berikut:


1. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia
tahun 1945
2. Undang-Undang No. 6 Tahun 2014 Tentang Desa
3. Permendagri Nomor 113 Tahun 2014 tentang
Pengelolaan Keuangan Desa
4. Permendagri Nomor 114

Tahun

2014

tentang

Pedoman Pembangunan Desa

5. Surat Keputusan Kepala Desa tentang Penunjukan


PPTKD tahun 2016
6. Surat Keputusan Kepala Desa Tentang Pelaksanaan
Kegiatan APD-Desa/ADD Tahun 2016
7. Surat Keputusan Kepala Desa Tentang penetapaan
program RPJM dan RKP Desa Tahun 2016

ITEM KEGIATAN
Program
meliputi beberap aspek:
1. Pemetaan Administrasi Desa
Pemetaan administrasi desa

Pemetaan

meliputi

Desa

kegiatan

berikut:
Penentuan Batas Administrasi desa
Penentuan Batas Dusun/lingkungan desa
Penentuan Luasan Wilayah Desa
2. Pemetaan Penggunaan Lahan Desa

Pemetaan Penggunaan Lahan Desa meliputi kegiatan


berikut:
Pemanfaatan lahan desa.
Identifikasi potensi kesesuaian lahan desa.
Perencanaan pengembangan pemukiman desa.
3. Pemetaan Jaringan Jalan Desa
Program pemetaan jaringan jalan

desa

meliputi

kegiatan berikut:
Pemberian nama jalan desa.
Penentuan tipe jalan desa (jalan lokal/jalan
umum).
Perencanaan pengembangan jalan desa.
4. Pemetaan sarana dan prasarana desa
Program pemetaan sarana dan prasarana

desa

meliputi kegiatan berikut:


Plotting lokasi sarana dan prasarana desa.
Perencanaan lokasi pengembangan sarana dan
prasaran desa.

5. Pemetaan Sebaran Penduduk


Pemetaan sebaran penduduk
berikut:
Identifikasi

kondisi

meliputi

kegiatan

gemografi

dan

kependudukan desa
Penyajian data kependudukan seperti jumlah
penduduk,

kepala

Keluarga

dan

informasi

kependudukan lain pada peta.

ANGGARAN
KEGIATAN
Anggaran

program

kegiatan

pemetaan

desa

dibebankan pada Alokasi Dana Desa tahun 2016. (Rincian


anggaran pemetaan desa terlampir)

OUTPUT KEGIATAN
Output
kegiatan

desa

adalah

peta

administrasi

program
desa,

peta

penggunaan lahan desa, peta jaringan jalan desa, peta


sarana dan prasaran desa dan peta sebaran penduduk desa
dalam bentuk baleho ukuran (1.50 x 1 ) m, yang didesain
sesuai dengan profil dan kondisi historis desa masingmasing.
Kendari,
Desember 2105

Ketua

18
Pelaksana

Kegiatan,

NURSAHIRUDDIN,
ST