Anda di halaman 1dari 30

BAB 1

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Pada dasarnya setiap perusahaan, baik perusahaan dagang, manufaktur, maupun jasa
mempunyai tujuan untuk memperoleh laba yang optimal. Laba merupakan selisih jumlah
yang dikeluarkan untuk membeli sumber daya yang menghasilkan produk atau jasa dengan
penerimaan dari hasil penjualan. Akan tetapi, di kalangan perusahaan, perkembangan dan
kemajuan dunia usaha telah membawa ke arah persaingan yang semakin ketat, sehingga usaha
untuk mencapai laba tidaklah mudah.
Dalam mencapai tujuan tersebut tidak semudah membalikkan telapak tangan, karena setiap
perusahaan akan memaksa mereka untuk bersaing keras. Tidak salah bila dikatakan bahwa
perusahaan yang mengabaikan persaingan akan terdesak mundur bahkan akan gulung tikar.
Oleh karena itu, perusahaan harus tetap mengikuti perkembangaan di luar agar bisa bertahan,
minimal meningkatkan kemampuan bersaing, dan meningkatkan kinerja perusahaan sehingga
perusahaan dapat hidup terus dan berkembang (Bambang Riyanto, 2001 dalam Kustatik, 2009).
Salah satu cara untuk meningkatkan kinerja perusahaan dapat di lihat melalui asset yang di
miliki perusahaan khususnya aktiva tetap yang di pergunakan dalam menunjang kegiatan
perusahaan. Peranan aktiva sangat besar dalam kegiatan operasional perusahaan.
Dana yang di tanamkan dalam aktiva mengalami proses perputaran. Harapan perusahaan
mengadakan investasi dalam bentuk aktiva adalah bahwa perusahaan akan dapat memperoleh
kembali dana yang di tanamkan dalam aktiva tersebut. Permasalahan yang terberat yang di
hadapi oleh perusahaan adalah penurunan kondisi aktiva tetap yang mengakibatkan
produktivitas asset tersebut semakin rendah, akibat dari segala permasalahan tersebut
perusahaan harus melakukan perencanaan dan pengawasan terhadap produktivitas kerja untuk
meningkatkan penjualan dengan memanfaatkan sumber daya yang ada dan berdaya guna
tinggi. Agar aktiva dapat terus beroperasi sejalan dengan aktivitas operasi perusahaan seharihari, maka di perlukan suatu pengendalian terhadap penggunaan aktiva tersebut dalam bentuk
perputaran total aktiva.
Pengelolaan dan perputaran investasi terhadap aktiva perlu di lakukan. Dengan adanya
perputaran aktiva di harapkan akan menghasilkan tingkat pengembalian yang menguntungkan
bagi perusahaan atau dengan kata lain akan menghasilkan laba. Dari laba yang di peroleh maka
1

dapat di ukur efisiensi dan efektivitas perusahaan melalui perhitungan tingkat rentabilitas
ekonomi (ROA). Pengelolaan aktiva secara efektif dan efisien sangatlah penting bagi
perusahaan karena dapat meningkatkan tingkat rentabilitasnya.
Agar diperoleh laba sesuai dengan yang dikehendaki, perusahaan perlu menyusun perencanaan
laba yang baik. Hal tersebut ditentukan oleh kemampuan perusahaan untuk memprediksi
kondisi usaha pada masa yang akan datang yang penuh ketidakpastian, serta mengamati
kemungkinan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi laba. Ada tiga faktor yang dapat
mempengaruhi laba perusahaan yaitu biaya, harga jual dan volume penjualan atau
produksi (Halim & Supomo, 2009).
Dari beberapa faktor tersebut, biaya merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi besar
kecilnya laba yang diperoleh. Biaya merupakan komponen penting yang harus
dipertimbangkan dalam menentukan harga jual produk atau jasa. Berdasarkan fungsinya biaya
dapat dikelompokkan menjadi biaya produksi dan biaya non produksi. Biaya produksi
merupakan biaya-biaya yang terjadi untuk mengolah bahan baku menjadi produk jadi yang siap
untuk dijual. Biaya ini terdiri dari biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan
biaya overhead pabrik (Mulyadi, 2012).
Biaya produksi tersebut menjadi penentu besarnya harga jual dari suatu produk atau jasa yang
nantinya akan mempengaruhi besarnya laba yang diperoleh. Seperti yang dikemukakan oleh
“Mulyadi dalam bukunya akuntansi biaya”, menyatakan bahwa biaya produksi berpengaruh
terhadap laba usaha. Hal ini pernah di katakan oleh peneliti terdahulu yang hasil penelitiannya
menunjukkan bahwa biaya produksi mempunyai pengaruh korelasi yang kuat terhadap laba
bersih dan biaya produksi mempunyai pengaruh negatif terhadap laba bersih. Artinya semakin
meningkat biaya produksi maka akan semakin menurun laba bersih yang diperoleh atau
sebaliknya.
Perusahaan manufaktur merupakan perusahaan yang melakukan kegiatan produksi untuk
mengelola bahan baku menjadi produk jadi. Sudah tentu, perusahaan-perusahaan ini berusaha
untuk mencapai laba yang maksimum. Untuk memperoleh laba yang maksimum, setiap
perusahaan harus dapat meningkatkan kegiatan/volume produksinya. Di sisi lain, jika volume
produksi meningkat, maka akan berpengaruh pada biaya produksi, yang berarti biaya produksi
yang dibutuhkan untuk membuat produk akan lebih besar. Selain itu peningkatan biaya
produksi juga bisa diakibatkan oleh kenaikan harga bahan baku, kenaikan tarif dasar
listrik (TDL), upah minimum provinsi, seperti yang diberitakan di situs rri.co.id tanggal 2
2

maret 2013. Selain itu, kenaikan biaya produksi juga diberitakan dalam situs dunia
industri.com tanggal 13 januari 2013 yang menjelaskan bahwa biaya produksi naik 25%.
Berdasarkan fenomena tersebut, terlihat bahwa biaya produksi mengalami peningkatan dari
tahun sebelumnya. Kenaikan biaya produksi ini, dapat mengakibatkan laba yang diperoleh
menurun. Kenaikan biaya produksi pada perusahaan manufaktur tersebut tidak sepenuhnya
mengakibatkan laba bersih ikut menurun. Beberapa perusahaan tercatat mengalami
peningkatan laba bersih, seperti yang dialami oleh PT Kalbe Farma Tbk sebagaimana
diberitakan di Ciputra News tanggal 28 maret 2013.
Berdasarkan uraian di atas ditambah adanya penelitian terdahulu maka penulis tertarik untuk
meneliti mengenai: “Pengaruh Biaya Produksi dan Perputaran Total Asset Terhadap
Perolehan Laba pada PT. Indofood Sukses Makmur Tbk”
1.2 Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang penelitian di atas, maka dapat diidentifikasikan beberapa masalah
sebagai berikut :
1. Semua unsur-unsur biaya produksi (yaitu biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung,
dan biaya overhead pabrik) dan perputaran total asset pabrik belum tentu mempengaruhi
laba.
2. Besar kecilnya biaya-biaya produksi (yaitu biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung,
dan biaya overhead pabrik) dan besar kecilnya nilai perputaran total asset pabrik belum
tentu mempengaruhi laba.
3. Diantar ketiga unsur tersebut; biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya
overhead pabrik, manakah yang paling menonjol (positif/dominan) yang mempengaruhi
laba.
1.3 Batasan Masalah
Berdasarkan latar belakang penelitian di atas, penulis membatasi beberapa masalah sebagai
berikut :
1. Penulis melakukan penelitian terhadap semua unsur-unsur biaya produksi (yaitu biaya
bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik) dan menganalisis
perputaran total asset.
2. Penulis melakukan penelitian hanya untuk periode tertentu saja.

3

4 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang penelitian di atas. Dari beberapa unsur biaya produksi tersebut manakah yang paling dominan mempengaruhi laba ? 1. 2.6 Manfaat Penelitian Manfaat yang di peroleh dari hasil penelitian ini adalah : 1. 1. khususnya mengenai analisis mengaruh biaya produksi dan perputaran total asset terhadap laba. Bagaimana nilai perputaran total asset perusahaan ? 3. 1. dari hasil penelitian ini diharapkan bisa menjadi sumber masukan bagi perusahaan untuk dapat mengetahui unsur (biaya produksi) manakah yang paling dominan 4 . 3.3. 4. Penulis hanya meneliti berapa besar efek biaya produksi dalam mempengaruhi laba. Untuk pengetahui perputaran total asset dalam periode tertentu. biaya tenaga kerja langsung. Penulis menganalisis perputaran total asset untuk mengetahui seberapa efektif dan efisien penggunaan aktiva. dan biaya overhead pabrik) terhadap laba. Penulis mengalisis manakah unsur biaya produksi tersebut yang sangat dominan mempengaruhi laba.5 Tujuan Penelitian Adapun yang menjadi tujuan dalam penelitian ini adalah : 1. biaya tenaga kerja langsung. penulis akan merumuskan permasalahan sebagai berikut : 1. Bagi Mahasiswa. yaitu mahasiswa mempunyai kesempatan untuk mengetahui sejauh mana teori–teori yang selama ini diperoleh di perguruan tinggi. Untuk menganalisis unsur-unsur biaya produksi (biaya bahan baku. 5. dan biaya overhead pabrik) dan perputaran total asset terhadap laba ? 2. Untuk mengetahui diantara beberapa unsur biaya produksi tersebut manakah yang paling dominan mempengaruhi laba. 3. Penelitian dimaksudkan untuk mengembangkan wawasan keilmuan dan sebagai sarana penerapan ilmu pengetahuan yang selama ini penulis peroleh dari bangku kuliah terutama mata kuliah akuntansi biaya. Bagi Perusahaan. 2. Bagaimana pengaruh biaya produksi (bahan baku.

5 . 4. Sebagai bahan referensi bagi peneliti lain yang tertarik mengangkat pemasalahan serupa.dan perputaran total asset dalam mengetahui berapa besar laba bersih perusahaan sehingga perusahaan dapat menentukan strategi dimasa mendatang.

(2) biaya tenaga kerja langsung dan (3) biaya overhead pabrik. dapat dikategorikan biaya produksi. Sebagian ahli ekonomi kemudian mengatakan bahwa biaya produksi adalah : “Keseluruhan biaya yang dikorbankan untuk menghasilkan produk hingga produk itu sampai dipasar.1. biaya penyimpanan di gudang.” Berdasarkan uraian di atas.” Sedangkan menurut Sukirno (2002:205) menyatakan bahwa biaya produksi adalah : “Sebagai semua pengeluaran yang dilakukan oleh perusahaan untuk memperoleh faktor-faktor produksi dan bahan-bahan mentah yang akan digunakan untuk menciptakan barang-barang yang diproduksikan perusahaan tersebut.Carter (2009:40) mengemukakan bahwa : “Biaya produksi biasanya didefinisikan sebagai jumlah dari tiga elemen biaya: bahan baku langsung. dan biaya iklan yang menunjang proses produksi hingga produk itu sampai ketangan konsumen. Carter (2009:40) yang dapat mempengaruhi kenaikan dan penuruanan biaya produksi terdiri dari : (1) jumlah biaya bahan baku. Dengan demikian biaya angkut. 6 . tenaga kerja langsung.” William K.1 Kajian Pustaka 2.1 Unsur Biaya Produksi Menurut William K. Dalam banyak industri. atau sampai ke tangan konsumen.1 Biaya Produksi Produksi adalah suatu proses pengolahan bahan baku menjadi produk selesai. biaya bahan baku merupakan kegiatan penting dari seluruh biaya produksi.1. maka biaya produksi adalah : “Keseluruhan biaya yang secara langsung dikorbankan (dikeluarkan) perusahaan untuk memperoleh faktor-faktor produksi seperti modal dalam bentuk bahan baku. dan tenaga kerja dalam bentuk tenaga kerja langsung yang akan digunakan untuk menciptakan bahan jadi. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat dari penjelasan dibawah ini.BAB 2 KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA PEMIKIRAN 2.1. dan overhead pabrik.” 2.

misalnya. Biaya Bahan Baku.1. Bahan-bahan pembantu atau bahan penolong. biaya produksi dapat meliputi unsur-unsur sebagai berikut : 1. biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik. dari tenaga kerja kuli hingga top manajer. Biaya tenaga kerja langsung adalah harga yang dibebankan untuk penggunaan tenaga kerja manusia.” 3. yaitu proses mengubah bahan mentah menjadi bahan yang siap jual. bahan langsung yang merupakan bagian yang tidak signifikan dari produk jadi yang umumnya dimasukan dalam kategori overhead. Biaya Tenaga Kerja Langsung Menurut Mulyadi (2005:343) dalam buku “Akuntansi Biaya” pengertian biaya tenga kerja langsung adalah : “Merupakan usaha fisik atau mental yang dikeluarkan karyawan untuk mengolah produk. Bahan baku merupakan keseluruhan bahan yang mendukung atas produk jadi yang akan diproduksi. Biaya Overhead Pabrik. Bahan baku atau bahan dasar. untuk diubah menjadi barang lain yang nantinya akan dijual”.2 Komponen Biaya Produksi Menurut Mulyadi (2005:331).1. 2. Kategori yang tergolong kedalam biaya overhead pabrik meliputi berbagai item yeng yang luas. Upah tenaga kerja.” Berdasarkan pengertian diatas dapat diambil kesimpulan bahwa objek pengeluarannya biaya produksi terbagi atas biaya bahan baku. banyak input yang selain bahan langsung dan tenaga kerja langsung yang diperlukan untuk membuat suatu produk. tetapi tidak secara langsung berhubungan dengan kegiatan produksi. 2. Menurut Munandar (2001:26) mengemukakan bahwa biaya overhead pabrik adalah : ”Semua biaya yang terdapat serta terjadi dalam lingkungan pabrik. 2. 7 .1. merupakan biaya yang terdiri dari semua bahan yang dikerjakan dalam proses produksi. termasuk bahan setengah jadi. 3. Menurut Munandar (2001:25) Pengertian biaya bahan baku adalah : “Biaya yang dikeluarkan (direct material).

biaya produksi secara lebih luas dalam suatu perusahaan dapat dibedakan menjadi : 1.3 Macam-macam biaya produksi Menurut Haryanto (2002:22). 3. Admisnitrasi. pemeliharaan peralatan produksi. Biaya Marginal (Marginal Cost). Biaya Total (Total Cost). biaya penelitian (laboratorium). penyusutan mesin. bahan-bahan pembantu atau penolong. Penyusutan peralatan produksi. upah tenaga kerja. 11.1. 7. Biaya Tetap (Fixed Cost). 5. sewa tanah. Dari biaya-biaya diatas dapat dijelaskan sebagai berikut : 1. dan pajak perusahaan. Sewa (gedung atau peralatan yang lain). biaya listrik dan telepon. penyusutan peralatan produksi. Biaya tetap ini dibedakan menjadi dua macam yaitu : A. manajer. 8. 4. 8 . Biaya Tetap (Fixed Cost). Biaya Tetap Total (Total Fixed Cost). Biaya keamanan. Biaya tetap total merupakan jumlah keseluruhan biaya yang dikeluarkan dalam jumlah tetap dalam jangka waktu tertentu. Bunga modal. Biaya Rata-rata (Average Cost).1. Pajak perusahaan. Pemeliharaan lingkungan perusahaan. seperti biaya penelitian dan analisis pasar produk. dan biaya reklame atau iklan. Biaya ini tidak tergantung dari banyak sedikitnya barang atau output yang dihasilkan. Biaya penunjang. Misalnya biaya gaji pegawai tetap. 2. 12. Biaya pemasaran. 10. bunga pinjaman bank. 9. biaya administrasi dan umum. 6. Biaya Variabel (Variable Cost).4. Dari komponen biaya produksi diatas dapat disimpulkan bahwa unsu-runsur produksi meliputi bahan baku. dan asuransi. 13. 5. seperti biaya transportasi atau angkutan. 2. Biaya tetap merupakan biaya yang dalam kurun waktu tertentu jumlahnya tetap dan tidak berubah. Biaya angkutan dan pengiriman.

5. baik barang maupun jasa. Biaya Variabel Rata-rata merupakan biaya variabel yang dikeluarkan untuk setiap unit output. 4. Biaya Rata-rata (Average Cost). bahan bakar. Biaya variabel ini dibedakan menjadi dua macam yaitu : a. 3. Biaya Variabel (Variable Cost). bahan pembantu. tenaga kerja. 2. Biaya tetap rata-rata merupakan biaya tetap yang dibebankan pada setiap satuan output yang dihasilkan. Biaya ini dapat dihitung dengan menjumlahkan biaya tetap total dengan biaya variabel total. Biaya marginal merupakan kenaikan dari biaya total yang diakibatkan oleh diproduksinya tambahan satu unit output. dan upah tenaga kerja langsung. Biaya rata-rata merupakan biaya total yang dikeluarkan untuk setiap unit output. Biaya Tetap Rata-rata (Average Fixed Cost). Misalnya biaya bahan baku. Biaya Total (Total Cost). Dalam hal ini. b. Biaya variabel merupakan pengeluaran yang jumlahnya tidak tetap atau berubah-ubah sesuai dengan jumlah output yang dihasilkan. Biaya yang berkaitan dengan produk dibagi menjadi dua bagian yaitu : 9 . Biaya total merupakan jumlah seluruh biaya yang dikeluarkan untuk memproduksi semua output. dan biaya produksi tidak langsung. Biaya Variabel Rata-rata (Average Variable Cost). Mengaitkan biaya dengan tahapan proses produksi menghasilkan penggolongan biaya produksi dan non produksi. berdasarkan Modul Akuntansi Manajemen dan Manajemen Keuangan USAP Review yang diterbitkan oleh Akuntansi Indonesia (IAI) menyatakan bahwa biaya produksi yaitu biaya yang digunakan untuk memproduksi suatu barang atau menyediakan jasa terjadi dari material. Biaya variabel total merupakan seluruh biaya yang harus dikeluarkan selama masa produksi output dalam jumlah tertentu. semakin besar pula biaya variabelnya. Biaya Variabel Total (Total Variable Cost). semakin banyak jumlah produk yang dihasilkan. Biaya Marginal (Marginal Cost).B.

” Menurut Ikatan Akuntansi Indonesia (2004:16. Biaya produksi langsung.2) adalah : “Aktiva adalah aktiva berwujud yang diperoleh dalam bentuk siap pakai atau dengan dibangun lebih dahulu.2 Perputaran Total Aktiva Menurut Munawir (2002:30) pengertian aktiva adalah : “Sarana atau sumber daya ekonomik yang dimiliki oleh suatu kesatuan usaha atau perusahaan yang hargan perolehannya atau nilai wajarnya harus diukur secara objektif. Berdasarkan beberapa uraian di atas. B.A. Yaitu biaya-biaya produksi lainnya (selain material langsung dan tenaga kerja langsung) yang digunakan untuk menyelesaikan suatu produk tetapi pemakainnya sedikit (tidak material) atau biaya yang tidak dapat dengan mudah diidenifikasikan secara langsung pada produk yang dihasilkan.” Sedangkan Menurut Thompson learning yang diterjemahkan oleh skoussen dkk (2001:131) pengertian aktiva adalah : “Kemungkinan keuntungan ekonomi di masa depan yang diperoleh atau dikontrol oleh entitas tertentu sebagai hasil dari transaksi atau kejadian dimasa lalu. contohnya biaya produksi langsung adalah material langsung dan biaya tenaga kerja langsung. Yaitu biaya yang merupakan komponen utama dari dari pembuatan atau menyelesaikan suatu produk atau biaya yang membentuk bagian integral dari produk sehingga dapat dengan mudah diidentifikasikan dalam perhitungan biaya produksi. contoh biaya produksi tidak langsung adalah biaya depresiasi gedung peralatan dan lain-lain.1.” 10 . yang digunakan dalam operasi perusahan. 2. Biaya produksi tidak langsung (Overhead). tidak dimaksudkan untuk dijual dalam rangka kegiatan normal perusahan dan mempunyai masa manfaat lebih dari satu tahun.maka dapat disimpulkan bahwa biaya adalah sesuatu yang diukur dalam satuan uang yang dapat digunakan untuk memperoleh barang atau jasa yang bermanfaat dan digunakan untuk mencapai tujuan.

Sedangkan menurut Husnan dan Pudjiastuti (2006:126) dalam bukunya yang berjudul “Dasardasar Manajemen Keuangan”.1. antara lain : 11 .2.1. dimasukkan dalam neraca dengan saldo normal debit. Menurut Syafri Sofyan (2008:309) dalam bukunya yang berjudul “Analisis Kritis Laporan Keuangan”. mengemukakan bahwa : “Rasio perputaran total aktiva (assets turover) menunjukan perputaran total aktiva diukur dari volume penjualan dengan kata lain kemampuan semua aktiva menciptakan penjualan.2.1 Konsep Perputaran Total Aktiva Menurut Sartono Agus (2001:132) dalam bukunya yang berjudul “Manajemen Keuangan Teori dan Akuntansi”. Tingkat perputaran ini juga ditentukan oleh perputaran elemen aktiva itu sendiri”. dapat diukur dengan rumus sebagai berikut : ATR = Penjualan Total Asset *Sumber : Safri Sofyan (2008:309) 2. menyatakan bahwa : “Rasio ini mengukur seberapa banyak penjualan bisa diciptakan dari setiap rupiah aktiva yang dimiliki”. Rasio perputaran total aktiva (total assets turnover ratio) adalah sebagai berikut : “Rasio perputaran total aktiva (total assets turnover ratio) menunjukan bagaimana efektivitas perusahaan menggunakan keseluruhan aktiva untuk menciptakan penjualan dan mendapatkan laba. Semakin tinggi rasio ini semakin baik”.2 Faktor-Faktor Perputaran Total Aktiva A) Aktiva Berdasarkan pengertian dapat disimpulkan bahwa aktiva adalah sarana yang dimiliki oleh perusahaan yang harus dikelola dengan baik agar mendapat keuntungan dimasa depan.2. Aktiva biasanya dikelompokkan menjadi beberapa kategori. Rasio perputaran total aktiva (total assets turnover ratio).

Contoh aktiva tetap antara lain adalah properti. alat-alat produksi. mesin. 3. Jenis aktiva tidak lancar ini biasanya dibeli untuk digunakan untuk operasi dan tidak dimaksudkan untuk dijual kembali. Contoh aktiva lancar antara lain adalah kas. Beberapa para ahli menegemukakan tentang definisi penjualan antara lain. 5. yaitu kemampuan perusahaan untuk dapat memenuhi kewajiban jangka pendeknya. dan beban dibayar di muka. Aktiva tetap. Aktiva lancar (Current asset) dalam akuntansi adalah jenis aktiva yang dapat digunakan dalam jangka waktu dekat. biasanya satu tahun. Aktiva tetap biasanya memperoleh keringanan dalam perlakuan pajak. Aktiva pajak tangguhan. komputer. persediaan. rahasia dagang. bangunan. dan lain-lain. perlengkapan kantor. B) Penjualan Penjualan merupakan salah satu fungsi pemasaran yang sangat penting bagi perusahaan dalam mencapai sebuah tujuan perusahaan yaitu memperoleh laba untuk menjaga kelangsungan hidup perusahaan. Pada suatu neraca. 6. Aktiva tetap dalam akuntansi adalah aktiva berwujud yang memiliki umur lebih dari satu tahun dan tidak mudah diubah menjadi kas. pabrik. Investasi jangka panjang. yang biasanya tidak lebih dari 40 tahun. Aktiva tidak berwujud (Intangible asset) adalah jenis aktiva yang tidak memiliki wujud fisik. 12 . Jenis utama aktiva tidak berwujud adalah hak cipta. aktiva biasanya dikelompokkan menjadi aktiva lancar dan aktiva tidak lancar. 2. Aktiva lain. investasi jangka pendek. dan goodwill. Kecuali tanah atau lahan. 4. piutang. furnitur. Aktiva lancar. Nilai ini sering digunakan sebagai tolak ukur likuiditas suatu perusahaan. Aktiva tidak berwujud. merek dagang. Perbandingan antara aktiva lancar dan kewajiban lancar disebut sebagai rasio lancar. paten.1. kendaraan bermotor. aktiva tetap merupakan subyek dari depresiasi atau penyusutan. Aset jenis ini mempunyai umur lebih dari satu tahun (aktiva tidak lancar) dan dapat diamortisasi selama periode pemanfaatannya.

Adapun menurut Warren/Reeve/Fess yang diterjemahkan oleh Aria Faramita dkk (2006:300). menyatakan bahwa : “Penjualan (sales) adalah sejumlah uang yang dibebankan kepada pembeli atas barang atau jasa yang dijual”.1 Pengertian Laba Bersih Penghasilan bersih (laba) seringkali digunakan sebagai ukuran kinerja atau sebagai dasar bagi ukuran yang lain seperti imbalan investasi atau penghasilan per saham. Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa : “Penjualan adalah suatu proses pembuatan dan cara untuk mempengaruhi pribadi agar terjadi pembelian (penyerahan) barang atau jasa yang ditawarkan berdasarkan harga yang telah disepakati oleh kedua belah pihak yang terkait baik dibayar secara tunai maupun kredit. menyatakan bahwa : “Penjualan adalah jumlah yang dibebankan kepada pelanggan untuk barang dagang yang dijual. Menurut Ikatan Akuntan Indonesia (2008: 13) mendefinisikan penghasilan dan beban sebagai berikut : 1) Pengahasilan (income) adalah kenaikan manfaat ekonomi selama suatu periode akuntansi dalam bentuk pemasukan atau penambahan aktiva atau penurunan kewajiban yang mengakibatkan kenaikan ekuitas yang tidak berasal dari kontribusi penanam modal. menyatakan bahwa : “Penjualan adalah proses menjual. baik secara tunai maupun kredit”. padahal yang dimaksud penjualan dalam laporan laba-rugi adalah hasil menjual atau hasil penjualan (seles) atau jualan”. Adapun unsur yang langsung berkaitan dengan pengukuran penghasilan bersih (laba) adalah penghasilan dan beban.3. Pendapatan timbul dalam pelaksanaan aktivitas perusahaan sedangkan keuntungan (laba) penghasilan yang mungkin timbul atau tidak dalam pelaksanaan aktivitas perusahaan biasa. Pengahasilan (income) meliputi baik pendapatan (revenue) maupun keuntungan (gains).” 2.Menurut M. Sedangkan menurut Kusnadi (2009:300).1. Laba (profit) merupakan selisih bersih antara pendapatan dengan pengeluaran.1.3 Laba Bersih 2. 13 . Narafin (2006:60).

2 Faktor Yang Mempengaruhi Laba Besarnya laba yang diperoleh perusahaan dipengaruhi oleh beberapa faktor. Apabila pendapatan melebihi biaya yang dikeluarkan berarti perusahaan mendapatkan laba dan sebaliknya jika biaya melebihi pendapatan berarti perusahaan menderita rugi. Semakin banyak volume produksi yang dicapai maka semakin tinggi pula laba yang diperoleh”. laba adalah hasil pengurangan antara pendapatan dengan biaya.1. Sedangkan menurut Baridwan Zaki dalam bukunya “Intermediate Accounting” (2000:3) menyatakan bahwa : “Gains (laba) adalah kenaikan modal yang berasal dari transaksi sampingan transaksi atau transaksi yang jarang terjadi dari suatu badan usaha dan dari semua transaksi yang mempengaruhi badan usaha selama satu periode. Oleh karena itu. menyatakan bahwa : “Tingkat laba yang diperoleh perusahaan dapat ditentukan oleh volume produksi yang dihasilkan.” Secara umum laba diperoleh setelah pendapatan dikurangi biaya. 14 . maka manajemen perusahaan harus dapat menentukan jumlah pendapatan yang akan dihasilkan dan jumlah biaya yang akan terjadi dalam periode yang bersangkutan.3. Menurut Carter William K. seperti yang dikemukakan oleh Soemarso (2005:230). sebagai berikut : “Laba adalah selisih lebih pendapatan atas beban sehubungan dengan kegiatan usaha”.2) Beban (expenses) adalah penurunan manfaat ekonomi selama suatu periode akuntansi dalam bentuk arus keluar atau berkurangnya aktiva atau terjadinya kewajiban yang tidak menyangkut pembagian kepada penanam modal. 2009: 49) : 1) Biaya Biaya yang timbul dari perolehan atau mengolah suatu produk atau jasa akan mempengaruhi harga jual produk yang bersangkutan. 2. (2008:129) dalam bukunya yang berjudul “Akuntansi Biaya”. semakin banyak volume produksi yang dicapai maka semakin tinggi pula biaya produksi. yaitu sebagai berikut (Halim & Supomo.

3) Volume Penjualan dan Produksi Besarnya volume penjualan berpengruh terhadap volume produksi produk atau jasa tersebut.3. Informasi tentang kemungkinan perubahan kinerja juga penting dalam hal ini.4 Jenis-jenis Laba Menurut Tuanakotta Theodorus M.3 Kegunaan Laba Di dalam “Standar Akuntansi Keuangan” (2004) PSAK No. yaitu adalah selisih antara laba kotor dengan total beban operasi. yaitu selisih antara penjualan bersih dengan harga pokok penjualan. 15 .” 2. Informasi tentang kinerja perusahaan terutama tentang profitabilitas. Dibuttuhkan untuk mengambil keputusan tentang sumber ekonomi yang akan dikelola oleh suatu perusahaan dimasa yang akan datang.2) Harga Jual Harga jual produk atau jasa akan mempengaruhi besarnya volume penjualan produk atau jasa yang bersangkutan.1. selanjutnya volume produksi akan mempengaruhi besar kecilnya biaya produksi. (2002:113) dalam buku “Teori Akuntansi” mengemukakan jenis-jenis laba dalam hubungannya dengan perhitungan yaitu: 1) Laba Kotor (Gross Profit). 2. Atau dengan kata lain selisih antara penjualan dengan seluruh biaya atau beban operasi dan bukan laba semata-mata yang berasal dari kegiatan utama perusahaan. disebut laba kotor karena jumlah ini masih harus dikurangi dengan biaya-biaya usaha. 3) Laba bersih adalah angka terakhir dalam perhitungan lab rugi dimana untuk mencari laba operasi ditambah pendapatan lain-lain dikurangi dengan beban lain-lain. 2) Laba dari operasi . Informasi tersebut juga sering kali digunakan untuk memperkirakan kemampuan suatu perusahaan untuk menghasilkan kas dan aktiva yang disamakan dengan kas di masa yang akan datang.1.3. 25 disebutkan sebagai berikut : “Laporan laba rugi merupakan laporan utama untuk melaporkan kinerja dari suatu perusahaan selama suatu periode tertentu.

16 . maka dapat di ambil kesimpulan: Analisis Pengaruh biaya 2 1. Variabel biaya sumber Usman Kusumah dan produksi dan penjualan produksi air bersih Amalia Susanti (ISSN Air bersih terhadap laba berpengaruh negatf dan 2009) Bersih (Studi Kasus PT signifikan terhadap laba. Variabel penjualan air bersih berpengaruh positif dan signifikan terhadap laba.4 Hasil Penelitian Terdahulu Penelitian terdahulu ini akan dijadikan bahan acuan atau pembanding dalam penelitian ini agar dapat membandingakan keoriginalitasan penelitian.2.1. (Studi Kasus PT Perkebunan Nusantara III Persero Medan) bahwa variabel efisiensi biaya tenaga kerja langsung dan efisiensi biaya overhead pabrik memiliki hubungan yang positif dan signifikan terhadap laba bersih. Variabel biaya pengolahan air bersih berpengaruh negatif dan signifikan terhadap laba. 3. PDAM Tirtanadi). Berdasarkan hasil penelitian mengenai pengaruh biaya produksi dan penjualan terhadap laba pada PDAM Tirtanadi. Adapun penelitian terdahulu yang berkaitan dengan penelitian ini adalah sebagai berikut : Tabel 2.1 Penelitian Terdahulu No Nama Peneliti Judul Jurnal Hasil Hasil penelitian menunjukkan Pengaruh Efisiensi 1 Nakman Harahap dan Biaya Produksi Dwi Kumala Vera Terhadap Laba Bersih (ISSN 2008). 2.

Measures of Firm. anggaran dalam anggaran mempunyai hubungan perencanaan usaha. Muhammad Bashir 7 Khan. Manufacturing Firms turnover is more effective in Eichhorn. Total assets Harper. some evidence.U. dan returns on assets secara parsial mempunyai pengaruh positif dan signifikan mempengaruhi EBIT. firms. and return Characteristics of U.S. on assets has greater influence and E. that comprehensive income adjustments improve ability of income for reflecting firm performance. Imran Sharif Chaudhry and Muhammad Cost-Benefit and The Analysis of Cotton Production Processing by Stakeholders: Case of Mutlan and It has been identified that spinners and ginners have an incentive in the shape of profit to raise their production. inventory turnover. 4 Hubungan CP V (Cost Jadi terlihat bahwa antara Widaryati Volume Profit) dan perencanaan. firms.S. assets turnover. financial leverage is more effective in boosting equity returns in EU firms than in U. bahwa quick ratio. analisis CVP dan (ISSN 2006).Hasil penelitian menunjukan Pengaruh Aset dan Iskandar Rusli 3 (ISSN 2009). Electronic and on equity returns compared with Ilhan Meric Jesse H. Manajemen Inventory terhadap Manajemen Laba. Returns. and Meric (ISSN 2008). yang erat. 17 . Electrical Equipment financial leverage. Collectively. 6 The Financial Total assets turnover. Charles W.S. our results provide 5 Mohsen Dastgir and Comprehensive Income Ali Saeedi Velashani and Net Income as (ISSN 2008). and the Determinants of boosting asset returns in EU McCall and Gulser Asset and Equity firms than in U. although not strong. Benjamin H.

” Menurut Carter William (2008:129) dalam bukunya “Akuntansi Biaya” menyatakan bahwa : “Tingkat laba yang diperoleh perusahaan dapat ditentukan oleh volume produksi yang dihasilkan.Hanif Akhtar (ISSN Bahawalpur Regions. Oleh karena itu setiap pengusaha berlomba-lomba untuk menjadikan produknya lebih unggul dari produk yang dihasilkan oleh pesaing.2.2 Kerangka Pemikiran 2. Semakin banyak volume produksi yang dicapai maka semakin tinggi pula laba yang diperoleh. Manajer harus melakukan berbagai macam usaha untuk meminimumkan biaya yang dibutuhkan agar dapat menghasilkan dan mencapai manfaat untuk saat ini dan masa yang akan datang. maupun perusahaan kecil menimbulkan persaingan yang dihadapi perusahaan semakin ketat. Real Earnings firmyears engage in real Management and the earnings management. harga maupun bagian pasar yang dikuasai. nilai keluaran diharapkan lebih besar daripada masukan yang dikorbankan untuk menghasilkan keluaran tersebut sehingga kegiatan organisasi dapat menghasilkan laba atau sisa hasil usaha. perusahaan menengah. baik perusahaan besar.1 Pengaruh Biaya Produksi Terhadap Laba bersih Dengan banyaknya perusahaan yang berdiri. Menurut Mulyadi (2005:11) dalam bukunya berjudul “Akuntansi Biaya” menyatakan bahwa biaya produksi berpengaruh terhadap laba usaha adalah sebagai berikut : “Biaya produksi merupakan suatu sumber ekonomi yang dikorbankan untuk menghasilkan keluaran. Mengurangi biaya yang diperlukan untuk mencapai tujuan berarti perusahaan akan menjadi lebih efisien. have Value Relevance of unusually low cash flow from Earnings. semakin banyak volume produksi yang dicapai maka semakin tinggi pula biaya produksi. 2.” 18 . We find evidence that suspect Yasin S Fazeli and 8 Habib A Rasouli (ISSN 2011). baik dalam hal mutu. 2011). operations and high production costs.

Menurut Khan. Menurut Syafri Sofyan (2008:309) dalam bukunya yang berjudul “Analisis Kritis Laporan Keuangan”. Makna dan kegunaan rasio keuangan dalam praktek bisnis pada kenyataannya bersifat subjektif tergantung kepada untuk apa suatu analisis dilakukan dan dalam konteks apa analisis tersebut diaplikasikan (Helfert.Menurut Nakman Harap (2008) dalam jurnalnya menyatakan bahwa : “Hasil penelitian menunjukan bahwa variabel biaya produksi yang terdiri dari efisiensi biaya bahan baku. mengemukakan bahwa : “Rasio perputaran total aktiva (assets turover) menunjukan perputaran total aktiva diukur dari volume penjualan dengan kata lain kemampuan semua aktiva menciptakan penjualan. Chaudhry dan Akhtar (ISSN 2011) dalam jurnalnya menyatakan bahwa : “It has been identified that spinners and ginners have an incentive in the shape of profit to raise their production”.2 Pengaruh Rasio Perputaran Aktiva Terhadap Laba Bersih Analisis rasio keuangan merupakan instrumen analisis prestasi perusahaan yang menjelaskan berbagai hubungan dan indikator keuangan. Dalam penelitian tersebut menyatakan bahwa biaya tenaga kerja diidentifikasikan insentif dengan besarnya volume produksi sehingga dapat memaksimalkan keuntungan. menyatakan bahwa : “Rasio perputaran total aktiva (assets turover) merupakan rasio keuangan yang menunjukan bagaimana efektivitas perusahaan menggunakan keseluruhan aktiva untuk menciptakan penjualan dan mendapatkan laba”. yang ditujukan untuk menunjukkan perubahan dalam kondisi keuangan atau prestasi operasi di masa lalu dan membantu menggambarkan trend pola perubahan tersebut. Semakin tinggi rasio ini semakin baik”. Menurut Sartono Agus (2008:120) dalam bukunya yang berjudul “Manajemen Keuangan Teori dan Akuntansi”. 2. untuk kemudian menunjukkan risiko dan peluang yang melekat pada perusahaan yang bersangkutan. efisiensi biaya tenaga kerja langsung dan efisiensi biaya overhead pabrik berpengaruh positif dan signifikan terhadap laba bersih”. 19 .2.1991).

Adapun berdasarkan uraian tersebut penulis menuangkan kerangka pemikirannya dalam bentuk bagan kerangka pemikiran sebagai berikut : Perusahaan Laporan Keuangan Neraca Laporan Laba Rugi Analisis Laporan Keuangan Perputaran Total Aktiva Biaya Produksi Laba Bersih HIPOTESIS Biaya Produksi dan Perputaran Total Aktiva Berpengaruh terhadap Laba Bersih Gambar 2.Menurut Iskandar (2008) dalam jurnalnya menyatakan bahwa : “Hasil penelitian menunjukan bahwa quick ratio.1 Bagan Kerangka Pemikiran 20 . inventory turnover. Berdasarkan uraian keterkaitan antar variabel diatas tampak jelas bahwa biaya produksi dan rasio perputaran total aktiva (assets turover) berpengaruh terhadap tinggi rendahnya laba pada perusahaan. dan returns on assets secara parsial mempunyai pengaruh positif dan signifikan mempengaruhi EBIT”. assets turnover.

maka peneliti mencoba merumuskan hipotesis penelitian sebagai berikut : “Biaya produksi dan perputaran total aktiva secara parsial dan simultan berpengaruh terhadap laba bersih pada PT. Dengan demikian hipotesis berarti pernyataan yang lemah.2. menyatakan bahwa : “Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian. Indofood Sukses Makmur Tbk”. Oleh karena itu penulis merumuskan bahwa variabel yang ada saling berkaitan dan penulis membuat hipotesis yaitu berpengaruh signifikan antara biaya produksi dan perputaran total aktiva terhadap laba bersih baik secara parsial maupun simultan. 21 .3 Hipotesis Kata hipotesis berasal dari kata hipo yang artinya lemah dan tesis berarti pernyataan. Menurut Sugiyono (2009:64). di sebut sebut demikian karna masih berupa dugaan yang belum teruji kebenarannya. dimana rumusam masalah penelitian telah dinyatakan dalam bentuk kalimat pernyataan”. Berdasarkan penjelasan di atas dan berdasarkan kerangka pemikiran yang ada.

dan Teknik Pengambilan Sampel 1. analisis kausal adalah analisis yang dilakukan untuk mendeteksi hubungan sebab akibat diantara dua atau lebih variabel. 2) Tempat penelitian Penelitian ini dilakukan di PT. peneliti mengawali dengan observasi untuk menganalisis laporan keuangan. laporan biaya produksi PT. sedangkan menurut pendapat Sekaran (2006). Indofood Sukses Makmur Tbk Pemilihan laporan keuangan sebagai subjek penelitian didasarkan pada beberapa pertimbangan. Kavling 76-78 Jakarta Selatan. Peneliti akan menganalisis laporan keuangan perusahaan tersebut. Sampel. 3. Sebelum penelitian dimulai. Populasi Penelitian Menurut Arikunto (2006:130) populasi adalah keseluruhan subjek penelitian. mulai dari pengumpulan data. Tempat penelitian ini dipilih karena berawal dari studi pendahuluan dan karena tempat ini salah satu perusahaan manufaktur yang besar dalam memproduksi makanan ringan. dll. Indofood Sukses Makmur Tbk.3 Populasi. dan juga sudah terdaftar di BEI. Indofood Sukses Makmur Tbk Sudirman Plaza Indofood Tower Lantai 27 Jalan Jenderal Sudirman.1 Pendekatan Penelitian Pendekatan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian yang yang dilakukan adalah analisis kausal.2 Waktu dan Tempat Penelitian 1) Waktu Penelitian Penelitian dilaksanakan pada bulan desember 2014. makanan yang berbahan dasar tepung. serta penampilan hasilnya. Hal ini sesuai dengan pendapat (Arikunto 2006:12) yang mengemukakan penelitian kuantitatif adalah pendekatan penelitian yang banyak dituntut menguakan angka. Populasi dalam penelitian ini adalah laporan tahunan keuangan PT. 3.BAB III METODE PENELITIAN 3. penafsiran terhadap data tersebut. antara lain : 22 .

3. atau daerah tetapi didasarkan atas adanya tujuan tertentu. Sampel penelitian yang digunakan adalah sampel bertujuan. Analisis data ini dilakukan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang telah dirumuskan dalam rumusan masalah. Jadi penelitian ini menggunakan laporan posisi keuangan (neraca) dan laporan laba rugi sebagai sampel populasi. Adapun langkah-langkah atau teknik pengolahan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : 1) Menghitung biaya produksi dengan rumus sebagai berikut : Biaya bahan baku + Biaya tenaga kerja langsung + Biaya Overhead pabrik = Biaya Produksi 23 .5 Metode Analisis Data Setelah data terkumpul. Dokumen tersebut berupa laporan realisasi dan anggaran biaya produksi serta laporan laba rugi PT. c) Laporan Keangan juga mencatat beban tetap dan beban variabel. Indofood Sukses Makmur Tbk. Sampel bertujuan dilakukan dengan cara mengambil subjek bukan didasarkan atas strata. Sampel Penelitian Menurut Arikunto (2006:131) sampel adalah sebagian atau wakil dari jumlah populasi yang diteliti.4 Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data adalah cara untuk memperoleh data yang diperlukan dalam penelitian. kemudian penulis melakukan analisis data atau pengolahan data.a) Laporan Keuangan memuat semua Informasi keuangan dari laporan posisi keuangan sampai dengan catatan atas laporan keuangan. laporan dan dokumen yang berkaitan dengan variabel yang diteliti. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah : . 2. Untuk memperoleh informasi dan data yang dibutuhkan tersebut dilakukan beberapa teknik pengumpulan data. Telaah ini digunakan untuk mencari atau memperoleh data berupa catatan. random. b) Laporan Keuangan memuat laporan laba kotor sebelum pajak dan laba bersih setelah pajak. 3. 1) Telaah Dokumen Telaah dokumentasi bertujuan untuk mengetahui data dari subjek penelitian.

Klik variabel terikat (Y) dan masukkan ke kotak Dependen List. Menurut Budi (2005:244) menayatakan bahwa : “Setiap persamaan regresi linear. 6. 5. Klik Ok. Pada kolom Label baris pertama (X1) beri label nama Biaya Produksi.2) Menghitung perputaran total asset sebagai berikut : ATR = Penjualan Total Asset 3) Menghitung laba bersih dengan rumus sebagai berikut : Laba bersih = Pendapatan – Beban 4) Uji Linieritas Regresi. 4. 8. dan pada kolom Label baris ketiga (Y) beri label nama nama Laba Bersih. 2. Masuk Program SPSS. 24 . kemudian klik Continue. 7. Klik Options. Pada kolom Name baris pertama ketik X1. 11. 9. Klik variabel view pada SPSS data editor. ketikan data sesuai dengan variabelnya. kolom Name baris kedua ketik X2 untuk kolom Name baris ketiga ketik Y. Terlihat kolom X1. X2 dan Y dan ketikan nama variabel pada kolom Label. hubungan antara variabel independen dan dependen harus linear”. X2 dan Y. Klik Analyze  Compare Means  Means. 3. kemudian ceklis (√) pada Text for Linearity. pada kolom Label baris kedua (X2) beri label nama Perputaran Total Asset. kemudian klik variabel bebas (X) dan masukkan ke Independen List. Pada kolom Decimals angka ganti menjadi 0 untuk variabel X1. 10. Untuk mengetahui apakah data yang digunakan bersifat linear atau tidak maka digunakan uji liniearitas. pada Statistics for First Layer. Buka data view pada SPSS data editor. Untuk itu peneliti menggunakan Aplikasi SPSS versi 13 dengan langkah-langkah sebagai berikut : 1.

Pengujian pada SPSS dengan menggunakan Test for Linearity dengan taraf signifikansi 0. 5) Analisis Regresi Linier Berganda. Tiga variabel dikatakan mempunyai hubungan yang linear bila nilai Deviation from linearitynya lebih dari 0. Masuk Program SPSS. 4. X2= Perputaran Total Asset. 25 . X1 = Biaya Produksi. ketikan data sesuai dengan variabelnya. 7. Buka data view pada SPSS data editor. Analisis regresi linier berganda digunakan untuk mengetahui besarnya pengaruh biaya produksi dan perputaran aseet terhadap laba bersih. 2. Klik variabel terikat (Y) dan masukkan ke kotak Dependen List. b0 b1 b2 = Koefisien Regresi. pada kolom Label baris kedua (X2) beri label nama Perputaran Total Asset. nilai-nilai dalam persamaan tersebut dicari melalui program SPSS versi 13 dengan langkah-langkah sebagai berikut : 1.05. 8. 5. kolom Name baris kedua ketik X2 untuk kolom Name baris ketiga ketik Y. Klik Analyze  Regression  Linier. Dalam penelitian ini. dan pada kolom Label baris ketiga (Y) beri label nama nama Laba Bersih. 3.05.05 dan Signifikansi Linearitas-nya kurang dari 0. Pada kolom Label baris pertama (X1) beri label nama Biaya Produksi. 6. Pada kolom Name baris pertama ketik X1. Klik variabel view pada SPSS data editor. Terlihat kolom X1. Persamaan regresi linier berganda adalah sebagai berikut : Y = b0 + b1X1 + b2X2 + e Keterangan : Y = Laba Bersih. Pada kolom Decimals angka ganti menjadi 0 untuk variabel X1. 9. kemudian klik variabel bebas (X) dan masukkan ke Independen List. X2 dan Y dan ketikan nama variabel pada kolom Label. X2 dan Y.

05. 3. R Squared Change.6 Definisi dan Operasionalisasi Variabel 1) Definisi Variabel Variabel dapat dikatakan sebagai suatu hal yang menjadi objek pengamatan penelitian atau sering pula dikatakan sebagai faktor-faktor yang berperan dalam peristiwa atau gejala yang akan diteliti.05. 26 . dan Part and Partial Correlations dengan taraf signifikansi 0. Dalam bahasa Indonesia sering disebut sebagai variabel bebas. kriteria. Menurut Sugiyono (2012:4) mengemukakan bahwa : “Variabel terikat merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat. dan Part and Partial Correlations kemudian klik Continue.” Dalam penelitian ini terdapat dua variabel yaitu : a) Variabel Independen. Variabel ini sering disebut sebagai variabel output.10. Sugiyono (2012:2) mengemukakan bahwa : “Variabel penelitian pada dasarnya adalah sesuatu hal yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal itu. Variabel ini sering disebut sebagai variabel stimulus. prediktor. 11. b) Variabel Dependen. konsekuen. R Squared Change. Menurut Sugiyono (2012:4) mengemukakan bahwa : “Variabel bebas merupakan variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel dependen/terikat. karena adanya varibel bebas”. Dalam bahasa Indonesia sering disebut sebagai variabel terikat.” Yang menjadi variabel independen/bebas (variabel X) dalam penelitian ini adalah biaya produksi dan perputaran total asset. kemudian ceklis (√) pada Model Fit. Pengujian pada SPSS dengan menggunakan Model Fit. Klik Ok. Klik button Statistics. Tiga variabel dikatakan mempunyai hubungan yang Signifikan jika kurang dari 0. kemudian ditarik kesimpulannya. antecedent.

1 Operasionalisasi Variabel Variabel Definisi Indikator Skala Biaya produksi Biaya Produksi (X1) merupakan biaya-biaya yang dikeluarkan dalam Biaya Produksi = Biaya bahan baku + pengolahan bahan baku Biaya tenaga kerja langsung + Biaya menjadi produk. sehingga pengujian hipotesis dengan alat bantu statistik dapat dilakukan secara benar sesuai dengan penelitian mengenai pengaruh biaya produksi dan perputaran total asset terhadap laba bersih. maka variabel-variabel yang terkait dalam penelitian ini adalah : Tabel 3. Overhead pabrik (T/V) Rasio (Mulyadi. Tingkat perputaran ini juga ditentukan oleh perputaran elemen aktiva itu sendiri. 2) Operasionalisasi Variabel Operasionalisasi variabel diperlukan untuk menentukan jenis indikator. serta skala dari variabe-variabel yang terkait dalam penelitian.Yang menjadi variabel dependen (variabel Y) dalam penelitian ini adalah laba bersih. Sartono Agus (2001:132) Laba Laba bersih adalah Bersih (Y) selisih lebih pendapatan Laba bersih = Pendapatan – Beban Rasio 27 . AKBI ed 5) Rasio perputaran total aktiva (total assets turnover ratio) menunjukan bagaimana efektivitas perusahaan Perputaran Total Asset (X2) menggunakan keseluruhan aktiva untuk 𝐀𝐓𝐑 = 𝐏𝐞𝐧𝐣𝐮𝐚𝐥𝐚𝐧 𝐓𝐨𝐭𝐚𝐥 𝐀𝐬𝐬𝐞𝐭 menciptakan penjualan Rasio dan mendapatkan laba.

sebelumnya harus melakukan uji keberartian terlebih dahulu.7 Hipotesis Statistik Pengujian hipotesis dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut : 1) Uji Keberartian Regresi Regresi linier berganda sebelum digunakan untuk mengambil keputusan. (Seomarso SR. barulah dilanjutkan dengan uji t dan sebaliknya.05. 3. 2004: 227). jika pada uji dengan keberartian regresi menunjukkan regresi berarti. Keputusan pengujian untuk mengetahui apakah regresi berarti adalah sebagai berikut : a) Menentukan Hipotesis H0 : 1 = 2 = 0 (model regresi tidak berarti) H1 : Paling sedikit ada satu tanda  0 (model regresi berarti) b) Kriteria Pengujian Ho : diterima jika < dengan derajat pembilang 2 dan penyebut (n-3) pada pada taraf signifikansi  28 .atas beban-beban dan merupakan kenaikan bersih atas modal yang berasal dari kegiatan usaha. Untuk itu dilakukan pengujian F Statistik dengan menggunakan rumus sebagai berikut : F  JK (reg ) / 2 JK ( S ) /(n  3) JK ( R )  y 2 JK ( reg )  b1  x1 y  b2  x2 y JK ( S )  JK ( R )  JK ( reg ) Uji F statistik ini digunkan untuk mengetahui keberartian regresi dengan membandingkan dengan taraf nyata α = 0.

Uji t ini dilakukan untuk mengetahui apakah koefisien arah variabel X memberikan pengaruh yang berarti terhadap variabel Y.Ho : ditolak jika > dengan derajat pembilang 2 dan penyebut (n-3) pada pada taraf signifikansi  c) Kesimpulan 2) Uji Keberartian Koefisien Arah Regresi Uji keberartian koefisien arah regresi ini dilakukan apabila hasil yang ditunjukkan dengan uji F menunjukkan bahwa regresi berarti. Rumus yang digunakan untuk uji keberartian koefisien arah regresi adalah sebagai berikut : *Sudjana (2003:31) dimana: Sb Keterangan : b = koefisien regresi Sb2 = Varians Langkahnya-langkah sebagai berikut : a) Menentukan Hipotesis Ho : 1 = 2 = 0 (model regresi tidak ada pengaruh) Ha : Paling sedikit ada satu tanda  0 (model regresi ada pengaruh) b) Level of significant α = 0.05 c) Kriteria Pengujian 29 . Adapun pengujian ini dilakukan dengan menggunakan uji t. Hasil yang ditunjukkan dengan menggunakan uji t ini bisa digunakan untuk menarik kesimpulan dari hipotesis.

dengan dk = n – 3 d) Kesimpulan 30 .≤ Ho : diterima apabila - ≤ dengan derajat pembilang 2 dan penyebut (n-3) pada pada taraf signifikansi  Ho : ditolak apabila > atau - ≤ dengan derajat pembilang 2 dan penyebut (n-3) pada pada taraf signifikansi  Distribusi student t.