Anda di halaman 1dari 36

Beberapa kasus infeksi gigi dan rongga
mulut disebabkan oleh virus
Herpes Simplex Virus Tipe 1 (HSV-1)
Epstein Barr virus
Human Papilloma Virus (HPV)

Beberapa infeksi virus sistemik
mempunyai manifestasi di rongga mulut
atau gigi

Herpes Simplex Virus Tipe 1 (HSV1)   PRIMARY HERPETIC GINGIVOSTOMATITI S Self-limiting 10 hari .

   HERPES LABIALIS Self limiting 7-10 hari pada pasien sehat Pada pasien immunocompromised bisa menyebar .

Epstein-Barr Virus   ORAL HAIRY LEUKOPLAKIA Tanda adanya immunocompromised .

Human Papilloma Virus (HPV)   SQUAMOUS CELL PAPILLOMA Tumor benign di epitel oral .

 CONDYLOMA ACUMINATUM .

  VERRUCA VULGARIS Lesi HPV di mukosa oral .

.

Herpes Simplex Virus Tipe 2 (HSV2)  Bisa menyebabkan Primary Herpetic Gingivostomatitis Varicella-zoster Virus  Bisa menyebabkan infeksi sekunder di rongga mulut yang disebut “Shingles” .

kulit .Human Immunodeficiency Virus    OHL Oral Candidosis Kaposi’s Sarcoma  lesi oral.

Virus   Organisme dengan satu inti asam nukleat yang dikelilingi oleh lapisan protein Virus: Virus DNA (besar) ○ Single strand (ssDNA) ○ Double strand (dsDNA) Virus RNA (kecil) ○ Single strand (ssRNA) ○ Double strand (dsRNA) .

Sifat – sifat Virus    Inert saat diluar sel. makin mudah replikasinya terganggu Memiliki siklus hidup di dalam sel hospes. sebagai lokasi target antivirus . dan baru aktif jika masuk ke dalam sel hospes Makin besar virus.

Siklus Hidup Virus dalam Inang  Adsorpsi virusSel ke sel (pengikatan)          Penetrasi Uncoating materi genetik Translasi awal (transkripsi mRNA virus) Sintesa protein Sintesis enzim Replikasi asam nukleat virus Translasi akhir (sintesis protein virus) Maturasi Pelepasan virus baru ke sel lain .

Pengobatan Infeksi Virus .

Vaksin  Vaksin adalah bahan antigenik yang digunakan untuk menghasilkan kekebalan aktif terhadap suatu penyakit sehingga dapat mencegah atau mengurangi pengaruh infeksi oleh organisme alami atau “liar”. .

campak. MMR. pneumoni. polio. influenza B Idiotipe  antigen Rekombinan  antibodi  hepatitis B DNA  copy plasmid . kolera. pertusis Toksoid  racun dari virus  DPT Acellular dan subunit  rekombinan virus  Hepatitis B. influenza.Jenis – Jenis Vaksin Live attenuated vaccine  dilemahkan  polio. varicella Inactivated vaccine  virus mati  rabies. typhoid.

Klasifikasi Antiviral Agent Berdasar Kegunaann ya .

Optalmik 3%. Zoster 4x400mg .3 2-4 2 4-8 2-3 T1/2 eliminasi trifosfat (jam) ~1 >24 7-20 Tidak diketahui 17-65 Penyesuaian dosis CLcr<50 (IV) CLcr<25(PO) CLcr<80 CLcr<60 CLcr<58-67 KI pada ggn ginjal Dosis Genital 5x200mg. PO 3x250mg500mg 2-3x 90-60 mg/kgBB/hari IV 5mg/kg/hari Krim 1% Iritasi kulit Mielosupresi. hipokalsemia simptomatik Nefrotoksisitas.5 . IV 30mg/kgBB/hari DL IV 10mg/kg/hari. 14-21 hari + PO 3x1g Topikal 1%.Kinetika Antivirus Herpes Parameter Asiklovir Gansiklovir Famsiklovir (pensiklovir) Foskarnet Sidofovir 10-30% <10% 65-77% 9-17% <5% ↓18% dgn makan berat ↑20% Dapat diabaikan Tidak pasti Tidak diketahui T1/2 eliminasi (jam) 2. trombositopenia Sakit kepala. asidosis metabolik BA oral Efek makanan pada AUC ESO . neutropenia. labial 5%. mual. diare Nefrotoksisitas.

.

terutama hati . . tujuan terapi antivirus adalah mencegah kerusakan oleh virus ke organ viseral .PENGGUNAAN KLINIS OBAT ANTIVIRUS Tujuan utama terapi antivirus pada pasien imunokompeten adalah menurunkan tingkat keparahan penyakit dan komplikasinya . serta menurunkan kecepatan transmisi virus . paru. Sedangkan pada pasien dengan infeksi virus kronik . saluran cerna dan sistem saraf pusat.

Beberapa hal yang perlu di pertimbangkan dalam penggunaan obat antivirus:     Lama terapi Pemberian terapi tunggal atau kombinasi Interaksi obat Kemungkinan terjadinya resistensi .

Terapi antivirus     Terapi profilaksis Terapi supresi  mejaga agar replikasi virus berada dibawah kecepatan yang dapat menyebabkan kerusakan jaringan pada pasien yang infeksi virusnya asimtomatik Terapi preventive  didahului bukti kualitatif atau kuantitatif pada pasien yang belum terlihat gejalanya Terapi definitif .

INFEKSI VIRUS  Herpes Bisa berupa herpes genital. neonatal. zoster. dan ensefalitis Pilihan terapinya adalah asiklovir dan turunannya . mukokutan.

meningkatkan efikasi. HIV Regimen yang digunakan harus kombinasi obat Kombinasi bertujuan menghindari resistensi. dan menurunkan toksisitas . menarget virus dari berbagai site.

.

ANTI NONRETROVIRUS A.Antivirus untuk herpes Obat – obat yang aktif terhadap virus herpes umumnya merupakan antimetabolit yang mengalami bioaktivasi melalui enzim kinase sel hospes atau virus untuk membentuk senyawa yang dapat menghambat DNA polimerase virus . . .

untuk HSV 3 x 200 mg untuk 1 bulan-------untuk herpes genital Salep Asiklovir 5% 6 x sehari utk 7 hr ----…. yang akan menghambat DNA polimerase virus..Mekanisme Kerja dimetabolisme menjadi asiklovir trifosfat melalui 3 tahap fosforilase. Dosis 5 x 200 mg untuk 10 hari -------.--------- . Resistensi Disebabkan oleh mutasi pada gen timidin kinase virus atau pada gen DNA polimerase.

Pemberian selama kehamilan tidak dianjurkan .Indikasi Infeksi HSV-1 dan HSV-2 baik lokal maupun sistemik ( termasuk keratitis herpetik . muntah dan pusing .herpes neonataldan herpes labialis ) dan infeksi VZV ( varisela dan herpes zoster ). Efek samping Mual. herpes genitalia. namunAsiklovir pada umumnya dapat ditoleransi dengan baik. herpetik ensefalitis.

. tidak dimetabolisme dihati dan ekskresi dalam bentuk utuh. suatu kanal ion transmembran yang diaktivasi oleh pH Absorbsi saluran cerna baik.B. Antivirus Untuk Influenza Contoh: Amantadin dan Rimantadin Mekanisme Kerja Merupakan antivirus yang bekerja pada protein M2 virus . t ½ 16 jam Resistensi Terjadi nya mutasi pada domain transmembran protein M2 virus .

hilang nafsu makan. . kejang bahkan koma.Indikasi Pencegahan dan terapi awal infeksi virus influenza A . kesulitan berkonsentrasi. Juga diindikasikan untuk terapi penyakit parkinson Dosis: 2 x 100 mg Efek samping Yang tersering adalah gangguan GI ringan yang tergantung dosis . insomnia. Efek samping pada SSP seperti kegelisahan .

dengan menghambat terjadinya infeksi akut sel yang rentan .Karena NRTI tidak memiliki gugus 3`hidroksil . tapi hanya sedikit berefek pada sel yang telah terinfeksi HIV. Untuk dapat bekerja . . Nucleoside Reverse Transcriptase Inhibitor (NRTI ) Antivirus golongan ini bekerja pada tahap awal replikasi HIV . semua obat golongan NRTI harus mengalami fosforilasi oleh enzim sel hospes di sitoplasma .ANTIRETROVIRUS A. inkorporasi NRTI ke DNA akan menghentikan perpanjangan rantai.

ZIDOVUDIN Mekanisme Kerja Target zidovudin adalah enzim reverse transcriptase ( RT ) HIV. dalam kombinasi dengan anti HIV lainnya seperti lamivudin dan abakavir Efek Samping Granulositopenia dan Anemia setelah 2-6 minggu terapi (periksa darah lengkap setelah 1-2 minggu pemakaian) sakit kepala. Resistensi Resistensi disebabkan oleh mutasi pada enzim RT.1. Indikasi Infeksi HIV . . Bekerja dengan menghambat enzim RT virus . mual. insomnia. setelah ggs azidotimidin(AZT)pada zidovudin mengalami fosforilasi.

2. dapat diberikan anti virus lokal pada mata seperti idoksuridin 0. Pada HSV ensefalitis. Pemberian oral memberikan efek sedang. Topikal tidak efektif .Pemilihan obat anti virus  2. Infeksi virus Herpes 1. Bentuk primer dari herpse genitalis dapat diobati dengan asiklovir yang menghasilkan penyembuhan dan hilangnya rasa nyeri lebih cepat. Untuk HSV 1 yang menimbulkan kerato-konjungtivitis. Bentuk herpes genitalis rekuren tidak dapat dihambat oleh obat asilkovir. Infeksi HSV 1 : Asiklovir memberikan hasil yang baik untuk infeksi oral-labial.1%. pemberi an asiklovir iv dapat meningkatkan survival rate. tipe ini biasanya menimbulkan herpes genitalis. Infeksi HSV 2 .

. tertutama pada pasien yang disertai defisiensi imunologis. Ada kalanya penyakit memberat.Infeksi virus Varicella-zoster (VZV)  Gejala pada anak-anak biasanya ringan dan tidak membutuhkan obat anti virus. Untuk ini diberikan asiklovir atau vidarabin secara I v selama 5-7 hari.