Anda di halaman 1dari 4

LAPORAN UPAYA PROMOSI KESEHATAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT

PENYULUHAN MENGENAI MTBS (MANAJEMEN TERPADU BALITA SAKIT)

Latar Belakang

Untuk menurunkan angka kematian bayi WHO membuat strategi Integrated Management
of Childhood Illness (IMCI). Metode ini pada tahun 1997 mulai dikembangkan di Indonesia
dengan nama Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS), sebuah program yang bersifat
menyeluruh dalam menangani balita sakit yang datang ke pelayanan kesehatan dasar. Strategi ini
memadukan pelayanan terhadap balita sakit dengan cara memadukan intervensi yang terpisah
menjadi satu paket tunggal (Integrated Management of Childhood Illness). Pada dasarnnya
metode ini merupakan sebuah strategi menurunkan kematian melalui tiga komponen utama, yaitu
dengan meningkatkan ketrampilan petugas kesehatan, meningkatkan dukungan sistem kesehatan,
dan meningkatkan kemampuan keluarga dan masyarakat.
Pendapat lain mengemukakan bahwa pada dasarnya MTBS merupakan paket
komprehensif yang meliputi aspek preventif, promotif, kuratif maupun rehabilitative. Metode
MTBS ini dalam menangani balita sakit menggunakan suatu algoritme, sehingga dapat
mengklasifikasi penyakit secara tepat, jika diperlukan dapat melakukan rujukan secara cepat,
melakukan penilaian status gizi dan memberikan imunisasi kepada balita yang membutuhkan.
Selain itu, bagi ibu balita juga diberikan memberikan konseling mengenai tata cara memberikan
obat kepada balitanya di rumah, pemberian nasehat mengenai makanan yang seharusnya
diberikan kepada balita tersebut dan memberi tahu kapan harus kembali ataupun kembali segera
untuk mendapat pelayanan tindak lanjut.
Menurut WHO-UNICEF (2003), Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS) sebagai
strategi yang penting untuk memperbaiki kesehatan anak. MTBS ini memusatkan pada
penanganan anak bawah lima tahun (balita), tidak hanya mengenai status kesehatannya namun
juga penyakit-penyakit yang menyerang mereka. Fokusnya memperbaiki kualitas pelayanan
kesehatan pada fasilitas tingkat pelayanan dasar (balai pengobatan dan pelayanan rawat jalan)
dengan menggunakan standar serta pendekatan yang terintegrasi untuk pelayanan kesehatan.
Pengertian terpadu dalam MTBS merujuk pada sejumlah strategi tertentu yang
ditambahkan dalam pendekatan manajemen, bertujuan agar Balita mendapatkan pelayanan
menyeluruh baik itu di rumah maupun di fasilitas kesehatan. MTBS dikatakan terpadu sebab
memadukan bersama-sama pelayanan promosi, pencegahan, serta pengobatan dalam satu
strategi, yang dikelola dan dikoordinir oleh tim yang melibatkan manajer dan para petugas yang
mempunyai keahlian yang beragam. Penerapan MTBS menggunakan manajemen kasus untuk
menangani masalah-masalah kesehatan masyarakat yang utama melalui standarisasi dan
pendekatan terpadu didasarkan pada buku bagan yang diberikan pada paket pelatihan MTBS
Strategi yang digunakan dalam pendekatan MTBS adalah menggabungkan perbaikan
tatalaksana balita sakit dengan aspek nutrisi, imunisasi dan hal lain yang berpengaruh pada
kesehatan anak, termasuk kesehatan ibu.

Permasalahan
Permasalahan yang ditemukan adalah masyarakat masih belum memahami betul
bagaimana cara penilaian, klasifikasi dan penentuan tindakan serta pemberian pengobatan awal
di rumah pada anak umur kurang dari 2 bulan dan 2 bulan sampai 5 tahun. Sehingga angka
kesakitan bayi dan anak balita di daerah Jonggol masih terbilang tinggi.
Perencanaan dan Pemilihan Intervensi
Tujuan kegiatan
Setelah mengikuti kegiatan penyuluhan diharapkan masyarakat lebih memahami perihal
penilaian, klasifikasi dan penentuan tindakan serta pemberian pengobatan awal di rumah pada
anak umur kurang dari 2 bulan dan 2 bulan sampai 5 tahun dan dapat mengaplikasikan di
kehidupan sehari-hari di lingkungannya masing-masing. Sehingga diharapkan angka kesakitan
bayi dan anak balita di daerah Jonggol dapat berkurang.
Metode
Metode yang digunakan dalam upaya promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat
kali ini adalah ceramah yang dibantu dengan alat penunjang berupa flipchart buku bagan MTBS
Departemen Kesehatan Republik Indonesia 2008.
Sasaran Kegiatan
Sasaran kegiatan ditujukan kepada ibu yang akan atau telah memiliki anak.
Pelaksanaan
Waktu dan tempat
Senin, 26 Oktober 2015
Pukul 09.30 - 10.30
Posyandu Desa Sukamanah

Peserta
Ibu-ibu warga Desa Sukamanah.

Proses Pelaksanaan
Kegiatan dimulai dengan pembukaan yaitu perkenalan, lalu diteruskan dengan
pemberianmateri mengenai MTBS. Setelah itu dilanjutkan sesi tanya jawab.
Monitoring dan Evaluasi
Hasil yang didapat pada kegiatan ini adalah berupa peningkatan pengetahuan mengenai
MTBS. Peningkatan pengetahuan ini dilakukan dengan cara mengevaluasi tingkat pengetahuan
peserta dengan cara sesi tanya jawab oleh pembicara dan peserta.

Peserta

dr. Muliadi Limanjaya

Pendamping

dr. Linda Lia

Laporan Penyuluhan
Nama peserta

dr. Muliadi Limanjaya

Tanda Tangan

Nama pendamping

dr. Linda Lia

Tanda Tangan

Nama Wahana

Puskesmas Jonggol

Tema Penyuluhan

MTBS (Manajemen Terpadu Balita Sakit)

Tujuan Penyuluhan

Setelah mengikuti kegiatan penyuluhan diharapkan masyarakat


lebih memahami perihal penilaian, klasifikasi dan penentuan
tindakan serta pemberian pengobatan awal di rumah pada anak
umur kurang dari 2 bulan dan 2 bulan sampai 5 tahun dan dapat
mengaplikasikan di kehidupan sehari-hari di lingkungannya
masing-masing. Sehingga diharapkan angka kesakitan bayi dan
anak balita di daerah Jonggol dapat berkurang.

Hari/tanggal
Senin, 26 Oktober 2015
Waktu
Pukul 09.30 - 10.30
Tempat

Posyandu Desa Sukamanah, Jonggol

Jumlah Peserta

15 orang