Anda di halaman 1dari 15

BukuPutihSanitasi

KabupatenKonawe
Selatan Tahun 2014

BAB
3

PROFIL SANITASI WILAYAH

3.1 Wilayah Kajian Sanitasi
Wilayah kajian Buku Putih Sanitasi (BPS) dan Strategi Sanitasi Kota (SSK) Kabupaten Konawe
Selatan telah dibahas pada saat internalisasi dan penyamaan persepsi di tingkat Kabupaten Konawe
Selatan dan telah menetapkan 7 (tujuh) wilayah kajian dengan total jumlah desa 131 desa sebagai
berikut :
1. Kecamatan Tinanggea, dengan jumlah desa sebanyak 25 desa, yaitu :
- Lanowulu
- Tatangge
- Roraya
- Wundumbolo
- Telutu Jaya
- Panggosi
- Lapoa
- Bomba-Bomba
- Asingi
- Rapea
- Ngapaaha
- Tinanggea
- Akuni
- Bungin Permai
- Torokeku
- Lapulu
- Lasuai
- Wadonggo
- Matambawi
- Watumelewe
- Moolo Indah
- Matandahi
- Lalonggasu
- Palotawu
- Lalowatu
2. Kecamatan Lalembuu, dengan jumlah desa sebanyak 19 desa, yaitu :
- Lalembuu Jaya
- Meronga Raya
- Puunangga
- Atari Indah
- Atari Jaya
- Lambodi Jaya
- Potuho Jaya
- Makupa Jaya
- Sumber Jaya
- Lambandia
- Teteinea Jaya
- Suka Mukti
- Kapuwila
- Puurema Subur
- Mandoke
- Moreo

1

Ulusena .Bima Maroa .Puundoho 4.Ombu-Ombu Jaya .Aepodu .Lamboo . yaitu : .Ataku . dengan jumlah desa sebanyak 21 desa.Wonuakongga .Lalo Uesamba 3.Puuwulo 5.Lalonggombu .Torobulu .Wawobende .Mate Upe .Marga Cinta .Mata Iwoi .Lambakara .Anese . dengan jumlah desa sebanyak 17 desa.Wawonggasu .Ambesea .Wunduwatu .Penambea Barata .BukuPutihSanitasi KabupatenKonawe Selatan Tahun 2014 .Laeya .Anggoroboti .Bumi Raya .Lerepako .Puunngapu Indah .Padaleu .Lakomea .Lalobao .Tombeleu . Kecamatan Laeya.Papawu . Kecamatan Andoolo. Potoro .Alengge Agung .Punggaluku .Ambakumina . yaitu : .Landipo .Kel. yaitu : .Andoolo .Labokeo .Kel.Sumber Sari .Ambalodangge .Lapoa Indah .Lamong Jaya .Lapuko .Anduna .Pudaria Jaya . Kecamatan Moramo.Bekenggasuh Indah . dengan jumlah desa sebanyak 20 desa.Rambu-Rambu .Bakutaru .Moramo 2 .Watu Mokala . Alangga .

Duduria .Wonua .Labo Jaya .Amoito .Lalowiu .Bisikori .Ambaipua .Onewila .Kota Bangun . dengan jumlah desa sebanyak 12 desa. lokasi rawan sanitasi. diprioritaskan pada kelurahan/desa dalam kategori kawasan perkotaan (PKN.BukuPutihSanitasi KabupatenKonawe Selatan Tahun 2014 . 3 .Alebo . atau berdasarkan kebijakan daerah (Perda).Mario Jaya . PKW.Laikaaha . Selain kriteria tersebut ada pertimbangan penetapan wilayah kajian Buku Putih Sanitasi lainnya. Kecamatan Ranomeeto. Puudaria 6.Tanea .Amohalo .Konda . dengan jumlah desa sebanyak 17 desa.Wawondengi .Selabangga .Rambu-Rambu Jaya .Ranomeeto .Ranooha .Amohola . yaitu : .Pousu Jaya .UPT.Konda Satu 7.Lambusa .Ambololi . PKL) berdasarkan RTRW. yaitu :  Waktu penyusunan Dokumen BPS-SSK sangat singkat yang di targetkan akan selesai pada bulan november  Kesiapan Pokja untuk melakukan studi pada wilayah kajian Buku Putih Sanitasi  Ketersediaan dana untuk pelaksanaan studi sangat minim.Wonua Jaya .Tambosupa .Pambulaa Jaya .Lamomea .Boro-Boro R . Kecamatan Konda.Cialam Jaya .Langgea . yaitu : .Lawoila .Watu Porambaa .Masagena .Morome .Amoito Siama Penetapan wilayah kajian diatas ditetapkan berdasarkan kriteria padat penduduk.

Peta 3.1: Wilayah Kajian Sanitasi Kabupaten Konawe Selatan .

perniagaan. dll) √ √ . dan saluran drainase perkotaan) dalam pengurusan IMB √ PENGELOLAAN PENGATURAN DAN PEMBINAAN  Mengatur prosedur penyediaan layanan air limbah domestik (pengangkutan.2. dan asrama hal ini diatur dalam Permen PU No.2 Tatanan Sekolah 3.1 Kelembagaan Uraian Kajian kelembagaan dan kebijakan memberikan gambaran mengenai peran pemangku kepentingan dalam hal pengelolaan air limbah domestik mulai dari tahap perencanaan. rumah makan.3 Pengelolaan Air Limbah Domestik Air limbah domestik adalah air limbah yang berasal dari usaha dan atau kegiatan permukiman. dan atau penyedotan air limbah domestic √  Melakukan pengecekan kelengkapan utilitas teknis bangunan (tangki septik. pengaturan dan pembinaan serta monitoring dan evaluasi yang dilakukan oleh pemerintah kabupaten serta peraturan-peraturan mengenai pengelolaan air limbah. peralatan. personil.3. 3. 14/PRT/M/2010 tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang. pengelolaan. perkantoran.1 Tatanan Rumah Tangga 3.2 Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) terkait Sanitasi 3. apartemen.4: Daftar Pemangku Kepentingan yang Terlibat Dalam Pengelolaan Air Limbah Domestik FUNGSI PEMANGKU KEPENTINGAN Pemerintah Masyaraka Kabupaten/Kot Swasta t a PERENCANAAN  Menyusun target pengelolaan air limbah domestik skala kab/kota √  Menyusun rencana program air limbah domestik dalam rangka pencapaian target √  Menyusun rencana anggaran program air limbah domestik dalam rangka pencapaian target √ PENGADAAN SARANA  Menyediakan sarana pembuangan awal air limbah domestik √ √ √  Membangun sarana pengumpulan dan pengolahan awal (Tangki Septik) √ √ √  Menyediakan sarana pengangkutan dari tangki septik ke IPLT (truk tinja) √ √  Membangun jaringan atau saluran pengaliran limbah dari sumber ke IPAL (pipa kolektor) √ √  Membangun sarana IPLT dan atau IPAL √ √  Menyediakan layanan penyedotan lumpur tinja √ √  Mengelola IPLT dan atau IPAL √ √  Melakukan penarikan retribusi penyedotan lumpur tinja √  Memberikan izin usaha pengelolaan air limbah domestik.2. pengadaan sarana.3. Tabel 3. Didalam sub bab ini akan memberikan gambaran tentang kondisi eksiting pengolahan air limbah domestik yang ada di Kabupaten Konawe Selatan yang dikaji dari berbagai aspek.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia a. Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 86 tahun 2002 tentang pedoman pelaksanaan upaya pengelolaan lingkungan hidup dan upaya pemantauan lingkungan hidup. Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No 52 Tahun 1995 tentang baku mutu limbah cair bagi kegiatan hotel. Peraturan pemerintah tahun Nomor 16 tahun 2005 tentang pengembangan sistem penyediaan Air minum e. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. dan atau menampung serta mengelola keluhan atas layanan air limbah domestik √  Melakukan monitoring dan evaluasi terhadap baku mutu air limbah domestik √ Landasan Hukum pengelolaan air limbah domestik diatur baik melalui Undang-undang. d. b. Melakukan sosialisasi peraturan. c. b. Keputusan Menteri. Peraturan Pemerintah. e. Undang-Undang Nomor 1 tahun 2011 tentang perumahan dan permukiman. d. Peraturan menteri. Keputusan menteri Lingkungan hidup No 37 tahun 2003 tentang metoda analisis kualitas Air Permukaan dan Pengambilan contoh air permukaan . b. dan pembinaan dalam hal pengelolaan air limbah domestik √  Memberikan sanksi terhadap pelanggaran pengelolaan air limbah domestik MONITORING DAN EVALUASI  Melakukan monitoring dan evaluasi terhadap capaian target pengelolaan air limbah domestik skala kab/kota √  Melakukan monitoring dan evaluasi terhadap kapasitas infrastruktur sarana pengelolaan air limbah domestik √  Melakukan monitoring dan evaluasi terhadap efektivitas layanan air limbah domestic. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 1990 Tentang Pengendalian Pencemaran Air. c. Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia a. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 1992 tentang kesehatan b. Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 58 Tahun 1995 tentang baku mutu limbah cair bagi kegiatan rumah sakit. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 33 Tahun 2004 tentang perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dengan Pemerintah daerah d. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 14/PRT/M/2010 tentang Standar pelayanan Minimal bidang Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 01 Tahun 2010 Tentang Tata Laksana Pengendalian Pencemaran Air. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 7 tahun 2004 tentang sumber daya air. c. ketentuan-ketentuan peraturan perundang-undangan tersebut meliputi : Undang-Undang Republik Indonesia a. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 27 Tahun 1999 Tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan. Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 11 tahun 2006 tentang jenis rencana usaha dan/atau kegiatan yang wajib dilengkapi dengan analisis mengenai dampak lingkungan hidup. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 16 /PRT/M/2008 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Sistem Pengelolaan Air Limbah Permukiman c. Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2001 Tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air. Keputusan Menteri Republik Indonesia a.

e. Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No 111 tahun 2003 tentang pedoman mengenai syarat dan tata cara perizinan serta pedoman kajian pembuangan air limbah ke air atau sumber air.4: Daftar Peraturan Terkait Air Limbah Domestik Kabupaten Konawe Selatan Ketersediaan Substansi Ada (Sebutka n) Tidak Ada AIR LIMBAH DOMESTIK  Target capaian pelayanan pengelolaan air limbah domestik di Kab/Kota ini  Kewajiban dan sanksi bagi Pemerintah Kab/Kota dalam penyediaan layanan pengelolaan air limbah domestik  Kewajiban dan sanksi bagi Pemerintah Kab/Kota dalam memberdayakan masyarakat dan badan usaha dalam pengelolaan air limbah domestic  Kewajiban dan sanksi bagi masyarakat dan atau pengembang untuk menyediakan sarana pengelolaan air limbah domestik di hunian rumah  Kewajiban dan sanksi bagi industry rumah tangga untuk menyediakan sarana pengelolaan air limbah domestik di tempat usaha  Kewajiban dan sanksi bagi kantor untuk menyediakan sarana pengelolaan air limbah domestik di tempat usaha  Kewajiban penyedotan air limbah domestik untuk masyarakat. dan kantor pemilik tangki septik  Retribusi penyedotan air limbah domestic  Tatacara perizinan untuk kegiatan pembuangan air limbah domestik bagi kegiatan permukiman. Keputusan menteri Lingkungan hidup No 110 tahun 2003 tentang pedoman Penetapan daya tampung beban pencemar air pada sumber air. industri rumah tangga. g. dan perkantoran √ √ √ √ √ √ √ √ √ Keterang an Pelaksanaan Efektif Dilaksanak an Belum Efektif Dilaksanaka n Tidak Efektif Dilaksanak an . Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor 112 Tahun 2003 tentang Baku Mutu Air Limbah Domestik. Tabel 3. usaha rumah tangga. f.

3.4 Peran Serta Masyarakat Komunikasi dan Media 3.5 Peran Swasta Tabel 3.6 Pendanaan dan Pembiayaan Sampai sekarang belum ada perda yang mengatur tentang retribusi air limbah sehingga hal ini menyebabkan tidak adanya realisasi retribusi air limbah dan juga belum dapat dilaksanakan pemungutan retribusi di Kabupaten Konawe Selatan tetapi untuk potensi retribusinya dapat diuraikan pada tabel berikut : Tabel 3.7: Kondisi Prasarana dan Sarana Air Limbah Domestik Kabupaten Konawe Selatan No Jenis Satuan (i) (ii) Jumlah/ Kondisi Kapasitas Berfungsi Tdk berfungsi (iii) (iv) (v) (vi) unit 38 Unit 37 1 Keterangan (vii) Sistem Onsite 1 Berbasis komunal MCK dan Tangki septik komunal 2.3.3.10: Penyedia Layanan Air Limbah Domestik yang Ada di Kabupaten Konawe Selatan No Nama Provider/Mitra Usaha Tahun Mulai Operasi/Berkontribus i Jenis Keagiatan/Kontribus i Terhadap Sanitasi Volume Potensi Kerjasama 1 2 3.11: Realisasi dan Potensi Retribusi Sanitasi Komponen Air Limbah Domestik Tahun 2009-2013 No SKPD 2009 1 Retribusi Air Limbah Pertumbuha n (%) Retribusi Sanitasi Tahun (Rp) 2010 2011 2012 2013 . Truk Tinja 3 IPLT : kapasitas Belum ada Truk Tinja Belum ada IPLT unit M3/hari 3.3.2 Sistem dan Cakupan Pelayanan Untuk pelayanan air limbah domestik yang ada di Kabupaten Konawe Selatan hanya pada pelayanan MCK dan tangki septik komunal yang telah dibangun oleh PU bidang cipta karya dengan jumlah 38 unit yang tersebar hampir di seluruh wilayah kecamatan se-Kabupaten Konawe Selatan. Tabel 3.3 3.3.3.

524.708. √  Menyusun rencana program persampahan dalam rangka pencapaian target √  Menyusun rencana anggaran program persampahan dalam rangka pencapaian target √ PENGADAAN SARANA  Menyediakan sarana pewadahan sampah di sumber sampah √ √  Menyediakan sarana pengumpulan (pengumpulan dari sumber sampah ke TPS) √ √  Membangun sarana Tempat Penampungan Sementara (TPS) √ √ √ √  Membangun sarana pengangkutan sampah dari TPS ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA)  Membangun sarana TPA  Menyediakan sarana komposting √ √ √ √ √ PENGELOLAAN  Mengumpulkan sampah dari sumber ke TPS √  Mengelola sampah di TPS √  Mengangkut sampah dari TPS ke TPA √  Mengelola TPA √  Melakukan pemilahan sampah* √  Melakukan penarikan retribusi sampah √  Memberikan izin usaha pengelolaan sampah √ PENGATURAN DAN PEMBINAAN  Mengatur prosedur penyediaan layanan sampah (jam pengangkutan.4.1. pengadaan sarana. 3. Berdasarkan kamus besar bahasa indonesia sampah adalah barang atau benda yg dibuang karena tidak terpakai lagi sebagai kotoran seperti daun. pengaturan dan pembinaan serta monitoring dan evaluasi yang dilakukan oleh pemerintah kabupaten serta peraturan-peraturan mengenai persampahan. pengelolaan. dan pembinaan dalam hal pengelolaan sampah  Memberikan sanksi terhadap pelanggaran pengelolaan sampah √ √ √ √ √ . peralatan.7 Permasalahan Mendesak 3. Tabel 3.3.20 0 97. kertas. personil.659.800 99.450. a 1.4 Pengolahan Persampahan Sampah merupakan suatu bahan yang dibuang atau terbuang sebagai hasil dari aktivitas manusia maupun hasil aktivitas alam yang tidak/belum memiliki nilai ekonomis.00 0 101.168. dll)  Melakukan sosialisasi peraturan.1 Kelembagaan dan Kebijakan Uraian Kajian kelembagaan dan kebijakan memberikan gambaran mengenai peran pemangku kepentingan dalam hal pengelolaan persampahan mulai dari tahap perencanaan.000 95.40 0 4% 3.14: Daftar Pemangku Kepentingan yang Terlibat Dalam Pengolahan Persampahan FUNGSI PEMANGKU KEPENTINGAN Pemerintah Swast Masyarak Kabupaten/Kota a at PERENCANAAN  Menyusun target pengelolaan sampah skala kab/kota. b Realisasi retribusi - - - - - 0% Potensi retribusi 87.

antara lain : - Undang-Undang Republik Indonesia a. - Peraturan Menteri Republik Indonesia Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No 21/PRT/2006 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengembangan Sistem Pengelolaan Persampahan (KSNP-SPP) - Petunjuk Teknis a. Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1992 tentang perumahan dan permukiman.15: Daftar Peraturan Terkait Sanitasi Ketersediaan Substansi PERSAMPAHAN  Target capaian pelayanan pengelolaan persampahan di Kab/Kota ini  Kewajiban dan sanksi bagi Pemerintah Kab/Kota dalam menyediakan layanan pengelolaan sampah  Kewajiban dan sanksi bagi Pemerintah Kab/Kota dalam memberdayakan masyarakat dan badan usaha dalam pengelolaan sampah Ada (Sebutka n) Tida k Ada √ √ √ Efektif Dilaksanaka n Pelaksanaan Belum Efektif Dilaksanaka n Tidak Efektif Dilaksanaka n Keterangan . b.MONITORING DAN EVALUASI  Melakukan monitoring dan evaluasi terhadap capaian target pengelolaan sampah skala kab/kota √  Melakukan monitoring dan evaluasi terhadap kapasitas infrastruktur sarana pengelolaan persampahan √  Melakukan monitoring dan evaluasi terhadap efektivitas layanan persampahan.728 Pet. I judul Petunjuk Teknis Spesifikasi KomposRumah Tangga. Petunjuk Teknis Nomor KDT 361. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan PengelolaanLingkungan Hidup. c. Tabel 3. dan atau menampung serta mengelola keluhan atas layanan persampahan √ Landasan Hukum Pengelolaan Persampahan Landasan Hukum pengelolaan persampahan di atur baik melalui Undang-undang. Spesifikasi Area Penimbunan Sampah Dengan Sistem Lahan UrugTerkendali Di TPA Sampah. b. Petunjuk Teknis Nomor KDT 636. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2008 tentang persampahan. Tata cara Pengelolaan Sampah Dengan Sistem Daur Ulang PadaLingkungan.728 Pet I judul Petunjuk Teknis PengomposanSampah Organik Skala Lingkungan. Peraturan menteri hingga Peraturan Daerah yang menguraikan ketentuan-ketentuan pengelolaan persampahan di Kabupaten Kolaka.

dari TPS ke TPA. pengelolaan di TPA.2 √ √ √ √ √ Sistem dan Cakupan Pelayanan Tabel 3. Kewajiban dan sanksi bagi masyarakat untuk mengurangi sampah.16: Cakupan Layanan Persampahan Berbasis Masyarakat Nama No Kecamatan/ Jumlah Pendudu k Kelurahan (orang) Tidak Terlayani Volume Terlayani Timbula n Sampah (M3) Institusi Pengelola 3R (%) (M3)) (%) TPA (M3)) (%) (M3)) (%) (M3)) Kecamatan A Kelurahan A1 Kelurahan A2 Kecamatan B Kelurahan B1 Kelurahan B2 Pelayanan persampahan saat ini dilakukan oleh Badan Lingkungan Hidup. Kebersihan dan Pertaman yang fokus pelayanannya dilakukan hanya terfokus pada kompleks perkantoran yang ada di Ibu Kota Kabupaten Konawe Selatan.4. menyediakan tempat sampah di hunian rumah. menyediakan tempat sampah. dengan sarana berupa motor sampah. dan membuang ke TPS  Pembagian kerja pengumpulan sampah dari sumber ke TPS.17: Kondisi Prasarana dan Sarana Sampah yang ada di Kabupaten Konawe Selatan No Jenis Prasarana / Sarana Satua n Jumlah/ Kapasita Ritasi /hari Keterangan Kondisi Berfung Tdk . Berikut adalah tabel layanan persampahan yang ada di Kabupaten Konawe Selatan: Tabel 3. dan membuang ke TPS  Kewajiban dan sanksi bagi kantor / unit usaha di kawasan komersial / fasilitas social / fasilitas umum untuk mengurangi sampah. dan pengaturan waktu pengangkutan sampah dari TPS ke TPA  Kerjasama pemerintah kab/kota dengan swasta atau pihak lain dalam pengelolaan sampah  Retribusi sampah atau kebersihan 3.

000 3.740.00% 1.268.4.11: Realisasi dan Potensi Retribusi Sanitasi Komponen Persampahan Tahun 2009-2013 No Subsektor 2009 1 Retribusi Sampah 1.195.219.060.000 1. Drainase terbagi dalam tiga jenis yaitu : 1. 2.5 Peran Swasta 3.4. Saluran sekunder Saluran drainase yang menerima air dari saluran tersier dan menyalurkannya ke saluran premier.4.92% Permasalahan Mendesak 3.7 Pertumbuhan (%) Belanja (Rp) 2010 2011 2012 2013 - - - - - 0.b Potensi retribusi 3.000 1. Saluran tersier .6 Pendanaan dan Pembiayaan Sampai sekarang belum ada perda yang mengatur tentang retribusi persampahan sehingga hal ini menyebabkan tidak adanya realisasi retribusi persampahan dan juga belum dapat dilaksanakan pemungutan retribusi terkait persampahan di Kabupaten Konawe Selatan tetapi untuk potensi retribusinya dapat diuraikan pada tabel berikut : Tabel 3.(i) 1 s si berfungsi (ii) Pengumpulan Setempat (iii) (iv) (v) (vi) Motor Sampah unit 10 Unit 8 2 1 Ritasi/hari (vii) 2 Unit dikelola Pemerintah Kecamatan Belum ada sarana/prasarana Penampungan Sementara Belum ada sarana/prasarana Pengangkutan Belum ada sarana/prasarana (semi) pengolahan Akhir terpusat 2 Penampungan Sementara - - - - - 3.a Realisasi retribusi 1.4.600.246.130.4.3 Peran Serta Masyarakat 3. Pengangkutan - - - - - - - - - - - - - - - Belum ada TPA - - - - - Belum Ada alat berat - - - - - Belum Ada IPL 6 (Semi) Pengolahan Akhir Terpusat TPA/TPA Regional Alat Berat 7 IPL 4 5 3.000 1.350.4 Komunikasi dan Media 3.000 1.5 Pengelolaan Drainase Perkotaan Drainase adalah prasarana yang berfungsi mengalirkan air permukaan ke badan air penerima air dan atau ke bangunan resapan air.089.

pengaturan dan pembinaan serta monitoring dan evaluasi yang dilakukan oleh pemerintah kabupaten serta peraturan-peraturan mengenai drainase. pengadaan sarana.5. pengelolaan. dan pembinaan dalam hal pengelolaan drainase perkotaan  Memberikan sanksi terhadap pelanggaran pengelolaan drainase perkotaan √ √ √ √ MONITORING DAN EVALUASI  Melakukan monitoring dan evaluasi terhadap capaian target pengelolaan drainase perkotaan skala kab/kota  Melakukan monitoring dan evaluasi terhadap kapasitas infrastruktur sarana pengelolaan drainase perkotaan  Melakukan monitoring dan evaluasi terhadap efektivitas layanan drainase perkotaan. dan atau menampung serta mengelola keluhan atas kemacetan fungsi drainase perkotaan √ √ √ Di Kabupaten Konawe Selatan belum ada peraturan daerah yang mengatur tentang pengelolaan drainase baik dari segi retribusi. Berikut adalah tabel mengenai peraturan terkait drainase perkotaan.1 Kelembagaan dan Kebijakan Uraian Kajian kelembagaan dan kebijakan memberikan gambaran mengenai peran pemangku kepentingan dalam hal pengelolaan drainase mulai dari tahap perencanaan.Saluran yang menerima air dari sistem drainase local dan menyalurkannya ke saluran drainase sekunder 3. Tabel 3. Saluran Primer Saluran drainase yang menerima air dari saluran sekunder dan menyalurkannya ke badan penerima air 3.24: Daftar Pemangku Kepentingan yang Terlibat Dalam Pengelolaan Drainase Perkotaan PEMANGKU KEPENTINGAN FUNGSI Pemerintah Kabupaten/Ko ta Swasta Masyaraka t √ √ √  Membersihkan saluran drainase perkotaan √ √ √  Memperbaiki saluran drainase perkotaan yang rusak √ √ √  Melakukan pengecekan kelengkapan utilitas teknis bangunan (saluran drainase perkotaan) dalam pengurusan IMB √ PERENCANAAN  Menyusun target pengelolaan drainase perkotaan skala kab/kota √  Menyusun rencana program drainase perkotaan dalam rangka pencapaian target √  Menyusun rencana anggaran program drainase perkotaan dalam rangka pencapaian target √ PENGADAAN SARANA  Menyediakan / membangun sarana drainase perkotaan PENGELOLAAN PENGATURAN DAN PEMBINAAN  Menyediakan advis planning untuk pengembangan kawasan permukiman. termasuk penataan drainase perkotaan di wilayah yang akan dibangun  Memastikan integrasi sistem drainase perkotaan (sekunder) dengan sistem drainase sekunder dan primer  Melakukan sosialisasi peraturan. . pembangunan dan pemeliharaan.

5.S.27: Kondisi Sarana dan Prasarana Drainase di Kabupaten Konawe Selatan No (i) Jenis Prasarana / Sarana (ii) 1 Saluran Primer .S. Primer A .2 Tidak Ada Efektif Dilaksanak an Pelaksanaan Belum Efektif Dilaksanaka n Tidak Efektif Dilaksanak an Keterangan √ √ √ √ √ Sistem dan Cakupan Pelayanan Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan tiap tahunnya terus melakukan pembangunan dan peningkatan sarana dan prasarana saluran sakunder yang hingga saat ini telah mencapai panjang 5000 m yang tersebar di seluruh wilayah kecamatan di Kabupaten Konawe Selatan tetapi seiring dengan hal tersebut tidak diimbangi dengan layanan dan juga pemeliharaan terkait drainase. dan menghubungkannya dengan sistem drainase sekunder · Kewajiban dan sanksi bagi masyarakat untuk memelihara sarana drainase perkotaan sebagai saluran pematusan air hujan 3.25: Daftar Peraturan Terkait Drainase Perkotaan Ketersediaan Substansi Ada (Sebutkan) DRAINASE PERKOTAAN · Target capaian pelayanan pengelolaan drainase perkotaan di Kab/Kota ini · Kewajiban dan sanksi bagi Pemerintah Kab/Kota dalam menyediakan drainase perkotaan · Kewajiban dan sanksi bagi Pemerintah Kab/Kota dalam memberdayakan masyarakat dalam pengelolaan drainase perkotaan · Kewajiban dan sanksi bagi masyarakat dan atau pengembang untuk menyediakan sarana drainase perkotaan.Tabel 3. Primer B 2 Saluran Sekunder Saluran Sekunder Satuan (iii) Jumlah/ Kondisi Kapasitas (iv) Berfungsi (v) 5000 √ Tdk berfungsi (vi) Frekuensi Pemeliharaan (kali/tahun) (vii) m m Belum ada pemeliharaan . Berikut adalah kondisi sarana dan prasarana drainase di Kabupaten Konawe Selatan: Tabel 3.

270.920.6.3 Pengelolaan Limbah Medis Pertumbuhan (%) 0.11: Realisasi dan Potensi Retribusi Sanitasi Komponen Drainase Perkotaan Tahun 2009-2013 No 1 Retribusi Drainase 1.000 253.7 Retribusi Sanitasi Tahun (Rp) SKPD 2009 2010 2011 2012 2013 - - - - - 217.6 Pengolahan Persampahan 3.5.6.000 Permasalahan Mendesak 3.5.00% 3.6.a Realisasi retribusi 1.000 243.5 Peran Swasta 3.1 Pengelola Air Bersih 3.5.626.b Potensi retribusi 3.812.3 Peran Serta Masyarakat 3.000 239.6 Pendanaan dan Pembiayaan Sampai sekarang belum ada perda yang mengatur tentang retribusi drainase sehingga hal ini menyebabkan tidak adanya realisasi retribusi drainase dan juga belum dapat dilaksanakan pemungutan retribusi terkait drainase di Kabupaten Konawe Selatan tetapi untuk potensi retribusinya dapat diuraikan pada tabel berikut : Tabel 3.2 Pengelolaan Air Limbah Industri Rumah Tangga 3.000 249.5.5.4 Komunikasi Media 3.3.92% .148.