Anda di halaman 1dari 26

BERLICO

Validasi Metode Analisa

Validasi Metode Analisa


Tujuan:
Untuk membuktikan bahwa semua Metoda Analisa yang
digunakan dalam pengujian maupun pengawasan mutu,
senantiasa mencapai hasil yang diinginkan secara konsisten
(terus-menerus)
Cakupan (Ruang Lingkup) :
Dilakukan untuk semua Metoda Analisa yang digunakan
untuk Pengawasan Kegiatan Produksi
Dilakukan dgn Semua Peralatan yang telah dikalibrasi dan
diuji kesesuaian sistemnya (Alat & Sistem sudah dikualifikasi)
Menggunakan Bahan Baku Pembanding yang sudah
dibakukan dan disimpan ditempat yg sesuai
Untuk Metode Analisa Adopsi (prosedur sudah ada dari
dokumen resmi, misalnya FI, USP, BP, NF, dll), parameter
yang diuji hanya Akurasi & Presisi (verifikasi)
Untuk
Metode Analisa modifikasi atau eksplorasi
(prosedur belum ada), semua parameter harus diuji
(validasi), yaitu Spesifitas/Selektifitas, Linearitas,
Akurasi,
Presisi, Limit of Detection, Limit of
Quantitation, dan Robustness

Parameter Validasi Metode


Analisa
1. Spesifitas/Selektifitas
Kemampuan suatu metode analisa untuk membedakan
senyawa yang diuji dengan derivat/metabolitnya
Digunakan placebo dan zat yang memiliki struktur yang
mirip (related substance)
Misal HPLC peak harus terpisah sempurna (Rs 1,2
1,5)

Cara Penetapan
Diperiksa larutan standar dengan konsentrasi
100% dan larutan campuran (standar dan
Placebo pada panjang gelombang max sebanyak
tujuh kali (Badan Pom)

Contoh Hasil Pengujian Selektivitas


Kons.(%)
100
100
100
100
100
100
100

Area
standar
195975
194723
195968
196953
197489
197785
198984

standar+placebo
195717
196408
196170
194595
195794
194870
197040

Rata-rata
SD
RSD (%)
Bias

196839,57
1409,14
0,72

- 0,53

195799,14
853,23
0,44

Nilai bias (-) lar.standar setelah di(+)


placebo
area yg lebih kecil dp larutan standar
tanpa penambahan placebo
Pengujian memenuhi syarat yg ditetapkan
yaitu: 2%

Parameter Validasi Metode


Analisa
2. Linearitas (linearity)

Kemampuan suatu metode analisa untuk menunjukkan


hubungan secara langsung atau proporsional antara
respons detektor dengan perubahan konsentrasi analit
Diuji melalui Statistik : Linear Regrassion ( y = mx + b)
dan koefisien korelasi
Biasanya digunakan minimum 5 sampel

Cara Penetapan

Diperiksa deret larutan standar dengan


konsentrasi 70, 80, 90, 100, 110,120 dan
130% masing-masing satu kali.

Contoh Hasil Pengujian


Konsentrasi (%)
70
80
90
100
110
120
130

Area
136861
156102
178990
197738
218207
239455
256705

Dari hasil terlihat bahwa area berbanding


lurus dengan konsentrasi.
Area makin besar bila kepekatan (kons)
analit makin tinggi
memenuhi pers linear : y= 2019,48X 4225,64
dengan koefisien korelasi : 0,9996
memenuhi kriteria penerimaan : > 0,9950

Parameter Validasi Metode


Analisa
3. Akurasi (Accuracy)
Kemampuan suatu metode analisa
untuk
memperoleh
nilai
yang
sebenarnya (ketepatan pengukuran)
Akurasi dinyatakan sebagai prosentase
(%) perolehan kembali (recovery).
Ketepatan metode analisa dihitung dari
besarnya rata-rata (Mean, x) kadar yang
diperoleh dari serangkaian pengukuran
dibandingkan
dengan
kadar
yang
sebenarnya.

Cara Penetapan

Diperiksa larutan standar dengan konsentrasi


80,100 dan 120% masing-masing sebanyak 3 kali
(Badan Pom)

Contoh Hasil Pengujian


Konsentrasi(%)
80
80
80
100
100
100
120
120
120
Rata rata :
SD
RSD (%)

Area
156780
157120
157610
198606
200568
201073
241119
242172
241315

Perolehan Kembali(%)
98,68
98,89
99,20
100,00
100,99
101,24
101,17
101,61
101,25
100,34
1,15
1,15

- Hasil pengujian akurasi menunjukkan nilai


perolehan kembali yg didapat berkisar antara
98,68% dan 101,61%.
- Nilai Koefisien Variasinya 1,15% memenuhi
kriteria penerimaan < 2%
- Menunjukkan bahwa metode analisis penetapan
kadar dengan menggunakan HPLC memberikan
hasil yang akurat

Parameter Validasi Metode


Analisa
4. Presisi/ketelitian (Precision)
Kemampuan suatu metode analisa
untuk menunjukkan kedekatan dari
suatu seri pengukuran yang diperoleh
dari sampel yang homogen
Dinyatakan dalam bentuk RSD (Relative
standard Deviation)

Cara Penetapan
Penetapan dilakukan dengan cara memeriksa
larutan standar (atau sampel) dengan
konsentrasi 100% sebanyak 7 kali dengan
pengerjaan dilakukan oleh dua analis
menggunakan alat yang sama

Contoh Hasil Pengujian


Konsentrasi (%)
100
100
100
100
100
100
100
Rata-rata
SD
RSD (%)

Analis 1

Area

195266
195505
196452
195994
197628
198050
198090
196712,14
1201,32
0,61

Analis 2
196926
196920
197320
198325
198485
198714
199823
198073,29
1073,83
0,54

Setiap analis memiliki kemampuan yang


berbeda sehingga hasil yang didapat juga
berbeda.
Nilai RSD analis 1 > analis 2
Analis 2 lebih teliti dp analis 1
Hasil yg diperoleh kedua analis masih
memenuhi kriteria penerimaan yi : < 2%

Parameter Validasi Metode


Analisa

5. Batas Deteksi dan Batas Kuantitas ( limit of


detection and limit of quantitation )
Jumlah

terkecil analit dalam sampel yang dapat


dideteksi yang masih memberikan respon signifikan
dibandingkan dengan blanko

Merupakan

parameter pada analisis renik & diartikan


sebagai kuantitas terkecil analit dalam sampel yang
masih yang dapat memenuhi kriteria cermat dan
seksama

Cara Penetapan
Diperiksa deret larutan standar konsentrasi
0,1; 1; 4; 7; 10; 15; 20; 25 dan 30% masingMasing satu kali (Badan Pom)

Contoh Pengujian
Konsentrasi (%)
30
25
20
15
10
7
4
1
0,1

Area
59359
50363
40154
31936
19846
13958
7873
2002
-

Parameter Validasi Metode


Analisa

5. Limit of Detection
Lowest amount of analyte in a sample that can be detected
but not necessarily quantitated
6. Limit of Quantitation
Lowest amount of analyte in a sample that can be
quantitated with suitable accuracy and precision
7. Robustness (ketegaran)
Merupakan kapasitas suatu metode analisa untuk tidak
terpengaruh oleh variasi kecil dalam parameter metode
(Capacity to remain unaffected by small variations in method
parameters)
Contoh Robustness HPLC : pH fase gerak, jumlah pelarut
organik yg dimodifikasi, konsentrasi buffer (garam),
konsentrasi additive, flow rate, suhu kolom, dll

Pelaksanaan Validasi Metoda


Analisa
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Pemilihan Metode Analisa yang Diuji


Pembuatan Protokol Validasi
Pembuatan Sampel (Larutan/cuplikan baku)
Pelaksanaan Pengujian
Perhitungan hasil Pengujian
Penentuan Kriteria (Batas) Penerimaan
Membuat Kesimpulan
Pembuatan Laporan Validasi

Kriteria Pemilihan M.A. yg diuji


1.
2.
3.

Potensi bahan yang diuji


Stabilitas bahan
Mudah/tidaknya bahan dianalisa

Pembuatan Cuplikan Baku

Dibuat oleh 2 (dua) orang Analis yang cakap, pada hari yang
berbeda sebanyak 6 sampel terdiri dari 3 dosis, sebagai
berikut :
Dosis 1 : 100 % - {(1,5 s/d 3) x (100% - syarat minimum
monografi)}, dibuat 2 sampel
Dosis 2 : 100 % klaim label, dibuat 2 sampel
Dosis 3 : 100 % + {(1,5 s/d 3) x (syarat maximum monografi
100%)}, dibuat 2 sampel
Tiap sampel diuji triplo (3 replikasi), dihitung rata-rata dan RSD.
Hasil yang diperoleh, kemudian ditabulasikan

Intepretasi Hasil Analisa

Hitung Rata-rata % hasil uji (Mean, x)


Hitung Simpangan Baku Relatif (Relatif Standard
Deviation/SD)
Analisa hasil dengan uji ANAVA (t- test) Dibandingkan
antar dosis maupun antar analis

Kriteria Penerimaan
Metode Analisa dinyatakan memenuhi syarat (valid),
jika :
Seluruh parameter uji (Spesifitas/selektifitas,
Linearitas, Akurasi, Presisi, LOD, LOQ dan
Robustness) memenuhi persyaratan yang telah
ditetapkan.

Tidak ada perbedaan bermakna antar analis atau


antar dosis yang diuji atau antar analis (tuji < ttabel).