Anda di halaman 1dari 19

TATARUPA DAN PERWAJAHAN

TATARUPA: HASIL PENATAAN ATAU


PENGATURAN BAHAN DALAM LAPORAN
PERWAJAHAN: KENAMPAKAN
WUJUD AKHIR DARI SUATU LAPORAN
YANG PERLU DI TATA:
- JENIS HURUF
- LETAK SEMUA UNSUR
- ILUSTRASI YANG MENGHIASI
- WARNA YANG DIMANFAATKAN

TATARUPA DAN PERWAJAHAN YANG BAIK


MENDORONG KEMELITAN YAITU
KEINGINAN ORANG MENGETAHUI LEBIH
BANYAK
PERLU DIIKUTSERTAKAN SEORANG YANG
AHLI

PENGETIKAN
a. Kiat mengetik
- Rapi, bersih dan tertata apik
- patuh pada pedoman mengetik:
. penggunaan huruf besar
. cara memenggal kata
. menggaris bawahi kata-kata tertentu
seperti kata asing, nama biologi dalam
bahasa latin
b. Mengetik Judul

PENGOLAHAN MANGAN UNTUK BESI BAJA


- judul laporan diketik seluruhnya dengan
huruf besar (kapital)
- tidak digarisbawahi
- Letak huruf tidak di perjarang
- judul bab dan sub bab dilihat pada
hal berikut serta pada penuntun penulisan
artikel dan skripsi

BAB II. TINJAUAN PUSTAKA

2.1.1.
2.1.2.

2.4.1.
2.4.2.
2.4.3.
2.4.4.

2.1. Sifat Fisik Batugamping


Daya serap air
Ketahanan aus
2.2. Geologi Regional Daerah Penelitian
2.3. Batasan Penelitian
2.4. Landasan Teori
Kualitas batuan
Daya tahan batuan
Petrologi batuan karbonat
Komponen penyusun batuan karbonat

Komponen penyusun batuan karbonat dibedakan atas : non skeletal


grain, skeletal grain, micrite dan sparite (Tucker, 2001)
2.4.4.1. Non skeletal grain. Terdiri dari:
2.4.4.2. Skeletal grains. Skeletal grains adalah butiran dari bagian
resisten organisme dalam batugamping, baik yang masih utuh maupun
yang sudah hancur.

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA ..

10

2.1.

Sifat Fisik Batugamping...

10

2.1.1. Daya serap air ....

10

2.1.2. Ketahanan aus .......................

10

2.2.

Geologi Regional Daerah Penelitian ...

14

2.3.

Batasan Penelitian ...

27

2.4.

Landasan Teori.

28

2.4.1. Kualitas batuan ..

28

2.4.2. Daya tahan batuan .............

30

2.4.3. Petrologi batuan karbonat...

36

2.4.4. Komponen penyusun batuan karbonat .

38

2.4.4.1. Non skeletal grains . .

38

2.4.4.2. Skeletal grains ..........................

43

2.4.4.3. Semen ...........................................................

43

2.4.4.4. Lumpur karbonat...................

44

2.4.5. Porositas batuan karbonat ..............

44

c. Jarak antarbaris

Tidak ada aturan pada laporan teknik


resmi
Rongak ganda (dua spasi) dianggap paling
serasi
Spasi tiga terlalu hambur
Spasi satu mengurangi keterbacaan
Spasi satu digunakan untuk keperluan
tertentu
Beberapa hal perlu dicermati di dalam
penuntun penulisan artikel dan skripsi

d. Lajur tepi
3 cm

4 cm

3 cm

3 cm

Ketentuan di atas bersifat umum. Ada


bidang tertentu yang memiliki
kebiasaan lain. Misalnya: tepi kiri 7
atau 7,5cm dan tepi kanan 1 cm.
Lajur kiri untuk mencantumkan inti
setiap alinea dan ilustrasi kecil-kecil
Tepi kanan nas ada yang papak
(lurus) dan ada yang tidak papak

e. Isyarat alinea atau paragrap

Baris pertama bertakuk, yaitu melekuk ke


dalam, dimulai pada ketukan yang ke
sepuluh, pada yang lain dimulai pada
ketukan kelima atau ketiga
Alinea dimulai dengan kalimat pancir,
yaitu kalimat yang paling depan dan yang
mengandung pokok alinea itu.

MENGOLAH KATA

Dipengaruhi oleh perkembangan IT


Setelah dasawarsa 80-an mulai dikenal PC dengan
software word processing (mengolah kata)
Saat ini dikenal WordStar (WS), MSWord,
WordPerfect (WP), Linus dan chiWriter khusus
untuk menyusun gambar dalam nas matematika
Perkembangan IT pengolah kata merupakan
revolusi dalam pernaskahan
Naskah dengan sisi kanan papak tidak lagi menjadi
masalah
Jenis huruf tersedia berbagai pilihan
ada fasilitas window, nas dan gambar dapat
dipersatukan

Berbagai segi tatarupa perwajahan


a. Sampul
- merupakan salah satu pengenal pertama
- menentukan pesan yang akan disampaikan
- pembaca langsung memperoleh kesan isi
laporan, penyusunya, & informasi lainnya
- judul merupakan hal yang teramat penting
- jenis huruf dan penempatan judul harus
tepat
- untuk laporan ilmu teknik umumnya dikenal
dari wajahnya atau sampulnya yang berwarna biru
- sampul depan dapat menampilkan gambar atau
foto udara yang dapat diterka ada kaitan antara
judul dan cakupan laporan

sampul belakang dapat juga diisi dengan tanda


pengenal atau badan instansi pembuat laporan
b. Tatawarna
- warna menimbulkan kesan tertentu
- meningkatkan mutu penampilan
- warna tidak berlebihan
- jumlah warna juga menekan biaya cetak
c. Bersifat tangkup dan senjang
- tatarupa ada yang bersifat tangkup
(simeteri), semua terpusat di tengah
- ada yang pusat berat terdapat di sisi kiri, mirip
bendera yang berkibar pada tiang

PENULISAN DAFTAR PUSTAKA


ELEKTRONIK
Dockal, J.A., 2003, Diagenesis in Carbonate Rocks
<http://people.uncw.edu> (Jul, 08 2007).
Dockal, J.A., 2003, Description of Carbonte Rocks
<http://people.uncw.edu> (Jul, 08 2007).
Young, L., 1995., Application of Cathodoluminescence
to Mineralization and Lithogenesis Studying,
<http://w3.pku.edu > (Jun, 04 2007)

MEMBAKUKAN UKURAN KERTAS


TUJUAN: EFESIENSI, YAITU KEHEMATAN, YANG
MERUPAKAN CIRI MASA KINI.
TUNTUTAN: DENGAN BAHAN YANG SAMA,
WAKTU, TENAGA SAMA HARUS DIPEROLEH
HASIL YANG LEBIH BANYAK
PEMBAKUAN LINGKUPNYA NASIONAL (LIPI) DAN
INTERNASIONAL CONTOHNYA ISO (MELIPUTI
STANDARISASI BERBAGAI SEGI KEHIDUPAN ,
TERMASUK PERNASKAHAN YANG BERLAKU).
ADA KESERAGAMAN DALAM HASIL.

NAPOLEON: PENGUASA PERTAMA DI DUNIA YG


MENYADARI MEMBAKUKAN SESUATU
MERUPAKAN PERKARA YANG BENAR-BENAR
PENTING DALAM KEHIDUPAN ORANG
PEMBAKUAN UKURAN KERTAS DI INDONESIA
DIMULAI PADA TANGGAL 23 APRIL TAHUN 1931
DAN TANGGAL 23 NOPEMBER 1933
PEMERINTAH BELANDA MENERBITKAN
MENGUNDANGKAN SURAT PUTUSAN SATU
UKURAN KERTAS (Papier Eenheidsformaten)
UKURAN KERTAS YANG DIMAKSUD ADALAH
KERTAS DERET A, B, C, DAN D. YANG PALING
BANYAK DIGUNAKAN ADALAH UKURAN DERET
A. SEBAGAI TITIK TOLAK DIGUNAKAN LEMBAR
KERTAS DENGAN UKURAN MENDEKATI 1 M2,
YAITU: 841 mm x 1189 mm.

UKURAN KERTAS DERET A (mm)


PEMBAKUAN
A0
A1
A2
A3
A4
A5
A6
A7
A8
A9
A10
A11
A12
A13

841
594
420
297
210
149
105
74
52
37
26
18
13
9

LXP
x
1189
x
841
x
594
x
420
x
297
x
210
x
148
x
105
x
74
x
52
x
37
x
26
x
18
x
13

BEBERAPA KEUNTUNGAN
PEMBAKUAN KERTAS:

TEMPAT PENYIMPANAN MUDAH DAN


SERAGAM
MEMPERMUDAH PEMESANAN HANYA
MEMERLUKAN SANDI (KODE) BAKUAN
SAJA
PENGHEMATAN PADA KERTAS GAMBAR
DAN PEKERJAAN GAMBAR
PENGHEMATAN TEMPAT

UNTUK LAPORAN TEKNIK:

PEMBAKUAN UKURAN KERTAS LAPORAN

LAMPIRAN

PETA
UKURAN BAKU BAGI LAPORAN
a. Ukuran kertas
A4 digunakan sebagai dasar bagi semua
jenis laporan di hampir semua instansi
negeri dan swasta
b. Ukuran kertas gambar
disesuaikan dengan ukuran gambar yang
akan dilampirkan