Anda di halaman 1dari 15

PT NEWMONT NUSA

TENGGARA

Indonesia.PENDAHULUAN LATAR BELAKANG PT. PT Newmont Nusa Tenggara (PTNNT) adalah perusahaan patungan Indonesia yang sahamnya dimiliki oleh Nusa Tenggara Partnership (Newmont & Sumitomo). Salah satu wilayah tambang PT Newmont adalah wilayah Batu Hijau. Tambang Batu Hijau merupakan tambang terbuka tembaga dan emas dengan skala besar yang terletak di barat daya Sumbawa. PT Pukuafu Indah (Indonesia) dan PT Multi Daerah Bersaing. Newmont Nusa Tenggara merupakan perusahaan tambang yang beroperasi di Kecamatan Jereweh dan Kecamatan Sekongkang. Propinsi Nusa Tenggara Barat. Kabupaten Sumbawa Barat. Newmont dan Sumitomo bertindak sebagai operator PT NNT.   .

Tahapan eksplorasi PT Newmont Nusa Tenggara 4. . Perhitungan cadangan PT Newmont Nusa Tenggara. 2. Genesa bahan galian di PT Newmont Nusa Tenggara 3.TUJUAN Tujuan pembuatan laporan ini yaitu untuk mengetahui tentang : 1. PT Newmont Nusa Tenggara.

134 Ha yang mencakup wilayah Sekotong.127. Proyek pembangunan tambang. . pabrik dan prasarananya selesai pada 1999 dan mulai beroperasi secara penuh pada Maret 2000 dan bila pemerintah memperpanjang ijin pakainya maka NNT akan mengolah tambang sampai dengan tahun 2022 dengan target reklamasi hingga tahun 2033 mendatang. Batu Hijau dan Rinti di Pulau Sumbawa. PT NNT menemukan cebakan tembaga porfiri pada 1990. Pulau Lombok. Newmont Nusa Tenggara merupakan perusahaan modal asing yang menandatangani kontrak karya pada tanggal 2 Desember 1986 untuk lahan seluas 1. yang kemudian diberi nama Batu Hijau. Isi kontrak ini adalah untuk melakukan eksplorasi dan eksploitasi di dalam wilayah Kontrak Karya di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Newmont Nusa Tenggara melakukan beberapa kali penciutan wilayah sehingga wilayah kontrak karya saat ini sekitar 116.900 Ha.PEMBAHASAN PT Newmont Nusa Tenggara PT.

Gambar Wilayah prospek PT Newmont .

Batuan ini membentuk stock dan dike yang semakin melebar ke dalam dan menyempit ke arah permukaan. Sumbawa Barat adalah endapan tembaga-emas porfiri yang terletak di busur Sunda-Banda yang berkaitan dengan intrusiintrusi kompleks tersier.Genesa Bahan Galian Eksplorasi logam tembaga dan emas yang telah dilakukan selama periode 1987 . Batuan tonalit porfir menorobos kontak antara batuan volkanik dan batuan diorit kuarsa ekuigranular.Newmont Nusa Tenggara di wilayahwilayah Kontrak Karya di Pulau Sumbawa dan berhasil menemukan sistem mineralisasi tembaga-emas porfiri dengan cadangan bijih bernilai ekonomis dan layak tambang di daerah Batu Hijau. yaitu tonalit tua dan tonalit muda. SATUAN BATUAN TONALITE Batuan tonalit pada satuan tonalit porfir merupakan batuan pembawa mineralisasi di endapan pofiri Cu-Au Batu Hijau. .1998 oleh PT. Intrusi tonalit ini terbagi menjadi dua.

Klorit-Epidot Klorit-epidot 10. Biotit Sekunder 8. Alterasi tingkat transisi 3.Hancuran Feldspar (Feldspar Destructive) . Alterasi zeolit (zeolit alteration) Alterasi yang berkembang pada daerah Batu Hijau berdasarkan karakteristik alterasi dan asosiasi mineral ubahannya dapat diklasifikasikan menjadi 5 zona alterasi yaitu: 6. Alterasi tingkat sangat akhir (very late alteration 5. Pale Green Mica (PGM) 9. Alterasi tingkat awal (early alteration) 2. Parsial Biotit   7. Alterasi tingkat akhir (late alteration 4.ALTERASI HIDROTERMAL Alterasi hidrotermal yang berhubungan erat dengan mineralisasi pada sistem porfiri Batu Hijau terbagi menjadi beberapa tahap : 1.

Tanda-tanda yang sudah diplot pada peta tersebut kemudian digabungkan dan dibuat penampang tegak atau model penyebarannya (model geologi).TAHAPAN EKSPLORASI EMAS DAN TEMBAGA DI BATU HIJAU 1. sebelum memilih lokasi-lokasi eksplorasi dilakukan studi terhadap data dan peta-peta yang sudah ada (dari survei-survei terdahulu). studi faktor-faktor geologi regional dan provinsi metalografi dari peta geologi regional sangat penting untuk memilih daerah eksplorasi. b. lalu dipilih daerah yang akan disurvei. pengambilan perconto geokimia dan pemetaan geologi pada lokasi contoh/ perconto geokimia terdiri dari conto tanah dan batuan dan endapan sungai dengan jarak yang relatif renggang (5-10 . Tahap Eksplorasi Pendahuluan a. catatan-catatan lama. laporan-laporan temuan dan lai-lain. Setelah pemilihan lokasi ditentukan langkah berikutnya. Survei dan pemetaan Survei ini didasarkan pada peta topografi sebagai peta dasar untuk membuat peta singkapan dengan mencari tanda-tanda endapan tembaga-emas yang dicari (singkapan) atau gejala geologi lainnya. Studi Literatur Dalam tahap ini. Survei lapangan untuk penyelidikan awal berupa survey geofisika kemagnetan bumi.

pengambilan perconto geokimia lanjutan. metode penambangan. rencana kemajuan tambang. Dengan melakukan analisis ekonomi berdasarkan model. maupun penelitian geofisika seperti geomagnetik dan polarisasi terimbas. Interpretasi hasil pemboran dapat memberikan data kedalaman endapan. Tahap Eksplorasi Detail Setelah tahapan eksplorasi pendahuluan diketahui bahwa cadangan yang ada mempunyai prospek yang baik. perencanaan peralatan dan rencana investasi tambang. 4. maka kegiatan eksplorasi ditindak lanjuti dengan tahap pengeboran eksplorasi guna pengambilan conto inti bor dari bawah permukaan tanah. . Studi Kelayakan Pada tahap ini dibuat rencana peoduksi.2. Pengambilan perconto ini dilakukan dengan jarak pengambilan yang relatif lebih rapat (50x 1000 m) 3. maka diteruskan dengan tahap eksplorasi detail yang dipusatkan pada daerah yang beranomali mencakup pemetaan geologi rinci. Pegeboran eksplorasi Bila semua hasil analisa geokiia menunjukan hasil yang menjanjikan. bentuk endapan dan batas-batas keberadaan endapan bahan galian. biaya produksi penjualan dan pemasaran maka dapatlah diketahui apakah cadangan bahan galian yang bersangkutan dapat ditambang dengan menguntungkan atau tidak.

4. Biaya pemboran dan peralatan sumur eksplorasi. Biaya Eksplorasi terdiri dari : 1. Biaya lahan. Biaya ijin untuk memulai eksplorasi 2.BIAYA EKSPLORASI Biaya eksplorasi adalah biaya yang dikeluarkan untuk setiap usaha dalam rangka mencari dan menemukan cadangan endapan bahan galian di daerah-daerah yang belum terbukti mengandung bahan galian lalu biaya tersebut dikapitalisasi menjadi aset pada periode berjalan. persiapan lahan dan lain‐ lain . jalan. Biaya Survey Eksplorasi 3.

PERHITUNGAN CADANGAN Perhitungan cadangan ini merupakan hal yang paling vital dalam kegiatan eksplorasi. S2 = Luas penampang L = Jarak antar penampang V = Volume cadangan . Perhitungan yang dimaksud di sini dimulai dari sumberdaya sampai pada cadangan yang dapat di tambang yang merupakan tahapan akhir dari proses eksplorasi. Hasil perhitungan cadangan tertambang kemudian akan digunakan untuk mengevaluasi apakah sebuah kegiatan penambangan yang direncanakan layak untuk di tambang atau tidak. S2 = Luas penampang ujung M = Luas penampang tengah L = Jarak antara S1 dan S2 V = Volume Rumus kerucut terpancung : V = L/(( S1 + S2 + √S1S2 )) Keterangan : S1 = Luas penampang atas S2 = Luas penampang alas L = Jarak antar S1 dan S2 V = Volume Rumus luas rata-rata (mean area) : V = (S1 + S2)/L Keterangan : S1. Beberapa rumus perhitungan cadangan secara manual dimana hasil perhitungan secara manual ini dapat dipakai sebagai alat pembanding untuk mengecek hasil perhitungan yang lebih canggih dengan menggunakan komputer yaitu : Rumus prismoida : V = (S1 + 4M + S2) L/6 Keterangan : S1.

Newmont Nusa Tenggara . Newmont Nusa Tenggara .Cadangan emas terbukti dan terkira di Lokasi Batu Hijau. Cadangan tembaga terbukti dan terkira di Lokasi Batu Hijau.

Sumbawa Barat dan telah/sedang ditambang sejak tahun 2000 untuk masa operasional penambangan hingga tahun 2025. Batu Hijau dan Rinti di Pulau Sumbawa.Newmont Nusa Tenggara di wilayah-wilayah Kontrak Karya di Pulau Sumbawa dan berhasil menemukan sistem mineralisasi tembaga-emas porfiri dengan cadangan bijih tembaga-emas bernilai ekonomis dan layak tambang di daerah Batu Hijau. Newmont Nusa Tenggara merupakan perusahaan modal asing yang menandatangani kontrak karya pada tanggal 2 Desember 1986 untuk lahan seluas 1.1998 oleh PT.PENUTUP Kesimpulan PT.134 Ha yang mencakup wilayah Sekotong.127. . Pulau Lombok. Eksplorasi logam tembaga dan emas yang telah dilakukan selama periode 1987 .

Hasil perhitungan cadangan tertambang kemudian akan digunakan untuk mengevaluasi apakah sebuah kegiatan penambangan yang direncanakan layak untuk di tambang atau tidak. persiapan lahan dan lain‐lain. biaya survey eksplorasi. Beberapa rumus perhitungan cadangan manual ini yaitu : rumus prismoida. pengeboran eksplorasi. Biaya ini meliputi: biaya ijin untuk memulai eksplorasi. jalan. . dan studi kelayakan.1998 oleh PT. Perhitungan cadangan secara manual masih sering dilakukan pada tahap-tahap paling awal dari perhitungan yang dapat dipakai sebagai alat pembanding untuk mengecek hasil perhitungan yang lebih canggih dengan menggunakan komputer. biaya pemboran dan peralatan sumur eksplorasi dan biaya lahan. Biaya eksplorasi yaitu biaya yang dikeluarkan untuk setiap usaha dalam rangka mencari dan menemukan cadangan endapan bahan galian di daerahdaerah yang belum terbukti mengandung bahan galian. Tahapan eksplorasi pada tambang batu hijau meliputi tahapan ekslorasi pendahuluan yaitu studi literatur. rumus kerucut terpancung dan rumus luas rata-rata (mean area). Perhitungan untuk cadangan dimulai dari sumberdaya sampai pada cadangan yang dapat di tambang yang merupakan tahapan akhir dari proses eksplorasi.Newmont Nusa Tenggara di wilayah-wilayah Kontrak Karya di Pulau Sumbawa. suvey dan pemetaan . biaya sampling. tahapan eksplorasi detail.Kegiatan eksplorasi logam tembaga dan emas di Tambang Batu hijau telah dilakukan selama periode 1987 .

SEKIAN DAN TERIMA KASIH .