Anda di halaman 1dari 10

1

EMBRIOLOGI MANUSIA MENURUT AL QURAN DAN SAINS
Perkembangan manusia terjadi melalui dua fase yaitu fase embrionik
(dalam kandungan) dan fase

pasca embrionik (setelah dilahirkan). Fase

embirionik dikaji secara detail pada cabang illmu biologi yaitu Embriologi.
Embriologi adalah ilmu yang mempelajari perkembangan embiro dalam rahim.
Embriologi tidak diketahui secara jelas, kecuali pada abad ke-20. Pada
abad ke 17 para ahli berkeyakinan bahwa manusia diciptakan secara sempurna
dari sperma laki-laki, atau manusia tidak diciptakan dalam berbagai tahap, tetapi
diciptakan satu kali. Pada abad ke 18 para ilmuwan sudah memperhatikan tahap
kehamilan, meremehkan peran laki-laki, dan berpendapat ovum tempat
terciptanya manusia sempurna, sperma hanya sebagai pelengkap proses
pembuahan saja. Selanjutnya ilmu pengetahuan modern mengubah gambaran
tersebut. (Abduhshshamad, 2007).
Sering kita dengar pertanyaan “Apa kaitan antara Al Quran dan Sains?”.
Didalam al Quran terdapat banyak sekali contoh fenomena-fenomena sains yang
dapat kita kaji, antara lain Embriologi. Allah melalui Al Quran sudah menjelaskan
fenomena embriologi tersebut. Beberapa ayat dalam Al Quran sudah menjelaskan
tahapan-tahapan perkembangan manusia dengan detail. Selain itu hadist nabi
Muhammad SAW, juga sudah banyak yang menyinggung tentang perkembangan
manusia tersebut.
EMBRIOLOGI MENURUT AL QURAN
Tahap pertumbuhan dan perkembangan manusia dari asal-usul hingga
dibangkitkan lagi di alam akherat nanti sudah Allah SWT jelaskan dengan rinci dalam
Surat Al-Hajj ayat 5, sebagai berikut :

       
       
      




















     

(QS Al Hajj : 5). kemudian (dengan berangsur. agar Kami jelaskan kepada kamu dan Kami tetapkan dalam rahim.2                                Artinya: Hai manusia. jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur). yaitu sebagai berikut: 1. hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah . dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan (adapula) di antara kamu yang dipanjangkan umurnya sampai pikun. kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi. Konsep perkembangan manusia dalam al quran sudah Allah jelaskan dengan detail tahap-tahapan nya. apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan. dan kamu Lihat bumi ini kering. . Nutfah (Sperma dan Ovum) Dalam bahasa arab nutfah berarti setetes cairan atau sebagian kecil cairan. supaya Dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang dahulunya telah diketahuinya. Maka (ketahuilah) Sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah. kemudian dari segumpal darah. kemudian apabila telah Kami turunkan air di atasnya. Hal ini terdapat pada Q. Pengertian sesungguhnya dari nutfah itu menurut Al-qur’an ialah tetesan cairan yang mengandung gamet pria dan wanita.angsur) kamu sampailah kepada kedewasaan. Rasad (1988) menyatakan bahwa banyak refrensi yang terdapat dalam al quran dan hadis nabi muhammad SAW yang menunjukan kebesaran Allah maha pencipta.S Alqiyaamah:37 yang berbunyi:          Artinya : Bukankah Dia dahulu setetes mani yang ditumpahkan (ke dalam rahim). kemudian dari setetes mani. kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna.

yang berbunyi : . Bucaile (1978) menyatakan bahwa telor yang sudah dibuahkan turun bersarang dalam rongga rahim (cavum uteri). Pertumbuhan ini untuk mengokohkan telur didalam rahim. Alaqah (Segumpal Darah yang melekat) Rasad (1988) menyatakan bahwa Alaqah adalah embrio dalam stadium gumpalan darah. Pencampuran tersebut mengakibatkan bercampurnya gen-gen dari pria dan wanita. Allah SWT dalam Q. Embrio yang dibungkus oleh rongga korion dan amnion serta ditujnag oleh tangkai badan (body stalk) dan kantung kunci (yolk sac). Fase ini embrio pada umur 24-25 hari. Sistim kardiovaskuler sudah tampak dan embrio mendapat maknanan dari ibu. 2. Menetapnya telur didalam rahim terjadi karena tumbuhnya jojot (villi) yakni perpanjangan telur yang akan menghisap dinding rahim akan zat yang dibutuhkannya.3 Selanjutnya dinyatakan pada Q.S Al-Insaan : 2 Allah berfirman:            Artinya: Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan). Dalam Al-qur’an surat Al-mu’minun ayat 14 dijelaskan fase ini. Uterus dalah tempat yang paling baik sesuai untuk perkembangan nutfah yang mengandung gamet pria dan wanita. Jadi jelaslah bahwa nutfah berarti cairan yang mengandung gamet pria dan wanita. karena itu Kami jadikan Dia mendengar dan melihat. sehingga akan menentukan genotip dan fenotip dari calon manusia tersebut.S Al-mu’minun :13 berfirman :        Artinya: kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim).

lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging. Mudghah ini terdiri dari komponen yang berdiferensisai dan yang tida berdiferensiasi. Fase Pembentukan Tulang (Izam) . lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Pendapat lain yang dinyatakan oleh Bucaile (1978) kata Alaq lebih tepat jika diartikan sebagai “sesuatu yang melekat” bukan sebagai “gumpalan darah”. lapisan tengah dan lapisan dalam. kemudian Kami jadikan Dia makhluk yang (berbentuk) lain. dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang. Berukuran ± 1mm dengan berbagai cikal organ tetapi belum berfungsi.5 mm. Panjangnya sekitar 0. hal itu lebih sesuai dengan sains modern. embrio terdiri dari bagian yang berdiferensiasi dan yang tidak berdiferensiasi. Abdushshamad (2007) menyatakan Al quran menamakan periode ini dengan segumpal darah. tahapan selanjutnya yaitu fase Mudghah. Selanjutnya Abduhshshamad (2007) menjelaskan dengan adanya pembuahan maka ovum yang dibuahi membagi diri hinggga terdiri dari tiga lapisan yaitu lapisan eksternal. Hal itu sesuai dengan QS Al Muminun ayat14 dan dalam surat Al Hajj ayat 5 Allah berfirman yang artinya: kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna. Pencipta yang paling baik. Maka Maha sucilah Allah.4                        Artinya: kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah. 4. Mudghah (Segumpal Daging) Setelah melewati fase Alaqah. Rasad (1988) menyatakan fase Mudghah terjadi pada embrio umur 26-27 hari. Setiap lapisan telah disiapkan untuk pembentukan organ-organ tertentu dari janin. 3. atau dengan kata lain setelah stadium segumpal darah. Karena penempelannya yang sangat kuat ke didnding rahim.

Dan tuhanmu memutuskan apa yang dikehendakinya dan bidadari mencatatnya”. mata. Dalam fase ini terjadi Osifikasi pada pusat-pusat pertulangan. Ayat tersebut menjelaskan bahwa setelah tulang-tulang dibentuk akan diikuti oleh pembentukan daging atau otot yang meliputi tulang tersebut. Fase dibungkus daging (Al Kisa’a billahm) Rasad (1988) menyatakan bahwa Dalam surat al muminun ayat 14 allah SWT berfirman yang artinya “lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging”. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Muslim yang artinya ‘ apabila 42 malam telah berlalu pada nutfah. menyakan kepada allah apakah jenis kelamin embrio tersebut.5 Dalam QS Al muminun: 14 allah menjelaskan yang artinya: “dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang” atau dengan kata lain setelah stadium mudghah diciptakan menjadi tulang. Didalam gumpalan daging terlihat sebentukpipa yang membentuk tulang belakang. Setelah itu masuk pada tahap perkembangan selanjutnya yaitu fase dibungkus daging. 5. Allah berfirman yang artinya kemudian Kami jadikan Dia (Fetus) makhluk yang (berbentuk) lain. Bidadari (malaikat). Selama minggu ke 8 dagin menempati posisi sekitar tulang badan. 6. Pada fae ini embrio belum menyerupai manusia. Pada minggu ketujuh barulah tulang-tulang tersebar keseluruh badan dan tulang berbentuk epertti yang sesungauhnya. Anggota badan . Sel-sel yang lunak berubah bentuk menjadi tubuh yang padu dan memadat secara perlahan dari hari kehari berubah menjadi tulang rawan. daging dan tulang. allah mengirimkan bidadari (malaikat) yang membuat kuping. Primordial tulang daging dibentuk sampai usia 40 hari dalam bentuk myotom dan sklerotom. kulit. Fase Fetus (Al Nasyah) Rasad (1988) menjelaskan Dalam surat Al Muminun : 14. Pada akhir minggu ke 8 embrio berubah menjadi fetus yang berarti dimulainya fase Nasa’ah. anggota dan kepala dan pada saat itu embtio mulai dapat bergerak. Abduhshshamad (2007) menjelaskan bahwa area pembentukan tulang dimulai dari lapisan tengah dari sel-sel gumpalan daging.

Sering terjadi gerakan-gerakan dari fetus. Selama pertumbuhan dan perkembangannya fetus berada dalam suatu tempat yang telah didesai allah SWT dengan sangat aman dan terpelihara. yang (berbuat) demikian itu adalah Allah. 8. Tuhan kamu. tuba faloppi dan bagina berkembang.6 berdifereniasi dan terbentuk kuku pada kaki dan tangan. . Dia menyusun tubuhmu.S Infithar ayat 7-8 :             Artinya: 7. plasenta denga membrane corionic membrane. Selaput ini dikenal dengan dengan dinding abdomen. Sebagaimana firman Allah SWT dalam Q. dalam bentuk apa saja yang Dia kehendaki. Rambut tumbuh pada kulit dan kulitnya berdiferensiasi menjai epidermis dan hypodermis testes mulai turun dari rongga abdomen dan genetalia interna eperti uterus. Allah SWT berfirman dalam surat az zumar ayat 6:                            Artinya: Dia menjadikan kamu dalam perut ibumu kejadian demi kejadian dalam tiga kegelapan. dinding uterus. yang telah menciptakan kamu lalu menyempurnakan kejadianmu dan menjadikan (susunan tubuh)mu seimbang. Dalam ayat ini terdapat kemukjizatan ilmiah dalam al quran. tidak ada Tuhan selain dia. Disamping perkembangan tersebut. Otot polos terbentuk. masing-masing organ juga mengalami pertumbuhan bersam adengan pertumbuha badan. Tuhan yang mempunyai kerajaan. Maka bagaimana kamu dapat dipalingkan? (az zumar : 6). Alquran memberitahukan bahwa janin mempunyai tiga lapisanmembran.

2. embrional dan fetus (janin) : 1. Periode pertumbuhan akhir Pertumbuhan penyempurnaan bentuk defintif sampei kelahiran. kemudian terjadi fertilisasi. Dalam fase germinal ini terbentuklah saluran yang menempel pada uterus yang dicapai selama 3-4 hari yang kemudian berubah bentuk menjadi “blastocyst“ yang terapung bebas dalam uterus selama satu atau dua hari. Periode antara Perantaraan periode awal dan akhir. Kehidupan janin di dalam rahim ibu (intrauterus) dibagi menjadi tiga fase pertumbuhan yaitu fase germinal. Zigot (hasil pembuahan) berkembang cepat 72 jam setelah pembuahan. yaitu: 1. tingkat blastula. Fase Germinal Berlangsung pada waktu 10 -14 hari setelah pembuahan. dan dari sinilah manusia tumbuh berkembang. 3. 4. 5.7 EMBRIOLOGI MENURUT ILMU SAINS Yatim (1984) menjelaskan bahwa periode pertumbuhan/perkembangan embrio terdiri atas 5 tahap. Periode pertumbuhan awal Pertumbuhan sejak zigot mengalami pembelahan berulang kali sampai embrio memiliki bentuk primitig. Pembelahan ini berlangsung terus sampai menjadi 800 milyar sel atau lebih. Periode persiapan Kedua parent disiapkan untuk melakukan perkawinan. Periode ini terdiri atas 4 tingkat yaitu : tingkat pembelahan. membelah diri menjadi 32 sel dan sehari kemudian sudah 72 sel. Beberapa sel sekitar pinggiran blastocyst membentuk piringan embrionik (embryonic disk) merupakan massa sel yang tebal dan dari sinilah bayi akan . tingkat gastrula dan tingkat tubulasi. Disini embrio mengalami transformasi bentuk dan susuan tubuh secara berangsur sehinggga mencapai bentuk definitive. gamet melakukan perjalanan ketempat pembuhan. Gamet mengalamin proses pematangan sehingga mampu utnuk pembuahan. Periode pembuahan Kedua parent kawin.

Hal ini menyebabkan embrio sensitif terhadap perubahan suplai gizi dan oksigen. tali pusat dan kantong empedu. Fase Fetus (Janin) . bagian atas yaitu ektoderm. urat daging. 3. Ektoderm Lapisan ini nantinya akan membentuk lapisan kulit luar. Massa ini mengalami deferensiasi menjadi tiga lapisan. hati. embrio mengeluarkan hormone yang menyebabkan berhentinya siklus haid ibu. system syaraf dan tubuh tumbuh dan berkembang cepat. pencernaan. Keadaan tidak normal atau cacat pada waktu lahir dapat terjadi karena adanya gangguan pada masa kandungan tiga bulan pertama. Bagian lain dari blastocyst tumbuh menjadi plasenta. Selama periode pertumbuhan embrio terjadi pembelahan sel. kuku. kelenjar ludah. Fase Embrional Berkembang mulai pada 2 – 8 minggu setelah pembuahan. rambut gigi.sistem ekskresi dan system sirkulasi. organ perasa dan system syaraf termasuk otak dan sumsum tulang belakang. Pada periode pertumbuhan embrional ini sangatlah pekaterhadap pengaruh lingkungannya. Selama fase ini system pernafasan. b. c. a. 2. kerangka. Endoderm Lapisan bagian bawah ini akan membentuk system pencernaan. system pernafasan. Pada masa ini pula yaitu pada usia embrio 4 minggu. bagian bawah endoderm dan lapisan tengah mesoderm. Mesoderm Lapisan tengah (mesoderm) merupakan lapisan yang akan berkembang dan berdeferensiasi menjadi lapisan kulit bagian dalam. Pertumbuhan embrio yang cepat tersebut menunjukkan kebutuhan oksigen dan zat gizi tinggi untuk setiap unit massa embrio. pancreas. dan relative lebih cepat dari periode lainnya. Pada saat ketersediaan oksigen menurun atau kekurangan zat gizi tertentu dapat menyebabkan hambatan pertumbuhan yang permanen.8 tumbuh.

Al Kisa bilahm – An Nasyah. . misalnya ibu yang mengandung merasa takut. 2. total cairan tubuh menurun dari 92 menjadi 72 persen.Alaqah – Mudghah . sedang kalium terdapat dalam cairan intraseluler berkaitan dengan massa sel. berputar. Selama janin tumbuh dan berkembang. dapat disimpulkan sebagai berikut: 1. Selain itu janin mampu melakukan respon terhadap rangsangan suara atau getaran. Namun secara sederhana digambarkan bahwa pertumbuhan terdiri dari dua kejadian/penomena : yaitu pertambahan jumlah sel (hyperplasia). Tahap perkembangan manusia menurut Al Quran yaitu: Nutfah. Proses pertumbuhan berlangsung kontinu yang dimulai dengan hyperplasia dan berakhir dengan hypertrophy. masih banyak yang tidak diketahui tentang interaksi beberapa hormon dan “faktor pertumbuhan”. Selain itu pada janin terjadi pula pertambahan yang nyata pada natrium. Pertumbuhan janin dikontrol secara genetik dan diatur sangat kompleks. dan pertambahan ukuran sel (hypertrophy). sedih atau cemas maka janin akan melakukan gerakan-gerakan yang lebih cepat. Natrium terutama terdapat dalam cairan ekstraseluler dan dalam tulang. bagian-bagian tubuh tumbuh dengan laju yang berbeda-beda dan janin sendiri tumbuh memanjang sampai kira-kira 20 kalinya. Perubahan ini diikuti oleh peningkatan protein dan lemak terutama selama dua bulan terkahir kehamilan. dimana peningkatan protein lebih banyak dari pada lemak. . Kegiatan janin selama dalam kandungan selain menghisap zat gizi dan bernafas. KESIMPULAN Berdasarkan pembahasan yang telah dipaparkan.9 Berkembang delapan minggu setelah pembuahan. janin juga bergerak aktif seperti menyepak. Dari periode ini sampai saat kelahiran bentuk tubuh makin sempurna. Janin juga peka terhadap kondisi kejiwaan ibunya.Izam . melengkung dan menggenggam. kalsium dan besi. Sel tulang pertama mulai tumbuh dan embrio menjadi janin. Tahap perkembangan manusia menurut Embriologi yaitu: Fase Germinal – Fase Embrional – Fase Fetus.

M. Bucaile. Yatim. DAFTAR PUSTAKA Rasad. Tanpa Tahun. Mukjizat Ilmiah dalam Al Quran. Kamil. Bandung: Tarsito. Islam untuk Disiplin Ilmu Biologi. Embryologi Edisi III. 1984. 2007. Maurice. HM. Jakarta: Dirjen Pembinaan Kelembagaan Agama Islam Direktorat Pembinaan Perguruan Tinggi Agama Islam. Bibel. Terjemahan oleh Rasjidi. Abdushshamad.10 3. Quran dan Sains Modern. 1988. Wildan. Konsep Embriologi yang ada dalam Al Quran tidak bertentangan dengan Konsep Embriologi menurut Sains. Jakarta: Bulan Bintang. Dkk. Asri. Konsep embriologi menurut sains dapat menjadi penjelas dari konsep embriologi yang ada dalam Al Quran. 1978. . Jakarta: Akbar Media Eka Sarana.