Anda di halaman 1dari 34

Budidaya Anggrek Bulan

(Phalaenopsis Amabilis)

Penyusun :

Eliezer Wahyu Bagus [ X IPS 4 / 7 ]


Louise Natasha Febian [ X IPS 4 / 16 ]
Kevin Gerson Panjaitan [ X IPS 4 / 14 ]

Lembar Pengesahan
1

Makalah Budidaya Anggrek Bulan


Kelas X- IPS 4 Tahun Ajaran 2015/2016
Telah disetujui oleh :

Guru Mata Pelajaran PDK

Drs. Moh. Qodri


NIP.

Pengantar
Puji syukur atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah melimpahkan
rahmatNya sehingga dapat menyelesaikan tugas, yang dibuat berdasarkan
sumber-sumber yang ada serta hasil pengamatan. Laporan ini disusun dengan
maksud untuk dapat dijadikan pedoman tambahan bagi orang yang membaca
laporan ini.
Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak
yang telah membantu dalam penyelesaian laporan ini:
1.
Bapak M. Qodri, S. Pd. selaku Guru Mata Pelajaran Prakarya dan
Kewirausahaan
5.

Internet dan sumber-sumber lainnya

6.

Teman-teman yang terkasih

Namun kami menyadari bahwa hasil yang sederhana ini masih banyak
kekurangaan. Kritik dan saran dari pembaca yang sifatnya konstruktif sangatlah
kami hargai dan butuhkan, guna kesempurnaan makalah ini. kami juga mohon
maaf apabila makalah ini terlalu sederhana dan banyak kesalahan dalam
menyampaikannya. Akhirnya kami berharap semoga makalah ini dapat
bermanfaat bagi kita semua untuk menambah pengetahuan yang kita miliki.

Batu ,

September 2015
Penyusun

Daftar Isi
Lembar Pengesahan
2
Pengantar
3
Daftar Isi

Pendahuluan
5
Sekilas Anggrek Bulan

Sejarah

10

Teknik Budidaya Anggrek (Bulan)


12
Teknik Budidaya Anggrek (Umum)
15
Hama, Penyakit dan Pengendaliannya
21
Peluang Usaha
29
Gambar gambar Anggrek Bulan
30
Sumber-sumber

31

Pendahuluan
Latar Belakang
Tanaman Anggrek Bulan merupakan tanaman puspa pesona bangsa.
Sebagai puspa pesona, tanaman ini patut dibudidayakan agar jauh dari kata
kepunahan. Makalah ini disusun untuk mengenal Anggrek Bulan dan cara-cara
membudidayakan Anggrek Bulan.
Anggrek bulan (Phalaenopsis amabilis (L.) Blume) merupakan jenis
anggrek asli Indonesia yang penyebarannya meliputi daerah Sumatera, Jawa,
Kalimantan, Sulawesi dan Maluku. Anggrek bulan memiliki bunga yang sangat
indah dan bunganya tahan sampai enam bulan (Widyastuti, 1993). Anggrek
bulan yang telah ditetapkan pemerintah sebagai bunga nasional Indonesia yaitu
puspa pesona, bahkan menjadi penyumbang devisa bagi negara.
Saat ini anggrek bulan adalah salah satu jenis bunga yang termasuk
dalam perdagangan bunga internasional baik sebagai bunga potong (cutflower)
ataupun dalam bentuk tanaman berbunga (potplant). Negara tujuan ekspor
potplant anggrek bulan adalah Belanda, Korea, Jepang dan Singapura (Suryana,
2005). Minat yang tinggi terhadap anggrek bulan sebagai tanaman hias maupun
pelengkap dekorasi khususnya di luar negeri menjadikan produksi anggrek ini
tidak lagi skala rumahan tetapi menjadi skala industri. Oleh karena itu,
dibutuhkan penerapan teknologi alternatif yang mampu menyediakan bibit
anggrek bulan dalam jumlah yang banyak. Teknologi yang berpeluang untuk
diterapkan adalah kultur in vitro.
Sejak zaman dahulu bunga telah digunakan manusia sebagai alat untuk
mengungkapkan perasaan. Dari perasaan senang, sedih, cinta, hingga
persahabatan. Selain dimanfaatkan sebagai tanaman untuk mengungkapkan
perasaan, bunga juga merupakan salah satu jenis tanaman yang paling banyak
dimanfaatkan sebagai tanaman hias. Ruangan yang di dalamnya terdapat bunga
akan tampak asri, sejuk, dan nyaman.
Beberapa jenis bunga yang sudah populer dan banyak penggemarnya
antara lain krisan, melati, mawar, dahlia, gladiol, dan anggrek. Dari beberapa
bunga tersebut, anggreklah yang paling banyak digunakan oleh masyarakat,
baik dalam bentuk hidup maupun sebagai bunga potong. Keunggulan anggrek
antara lain jenisnya beraneka ragam yang bisa menyebabkan warna bunga,
bentuk, dan ukurannya beraneka ragam pula. Anggrek relatif mudah dirawat di
bandingkan dengan jenis bunga lainnya, bahkan ada beberapa jenis anggrek
bisa tumbuh hanya dengan digantungkan, sehingga anggrek tidak terlalu banyak
membutuhkan ruangan.
Anggrek termasuk famili Orchidaceae. Dalam bahasa Yunani,
kata Orchidberasal dari orchis yang berarti testicle atau buah zakar. Famili
anggrek merupakan salah satu kelompok terbesar di antara tumbuhan lainnya di
dunia. Anggrek termasuk keluarga besar dari kelompok (subdivisi) tanaman
berbunga atau berbiji tertutup (angiospermae), kelas tanaman berbiji tunggal

(monocotyledone), ordo Orchidales, dan family Orchidaceae (anggrekanggrekan). Famili ini dapat dibagi lagi menjadi 5 subfamili, 16tribe (suku), dan
28 subtribe (subsuku). Menurut para ahli, di dunia ada sekitar 50.000 jenis
spesies anggrek alam yang terhimpun dalam 1.200 genus (induk jenis atau
marga).

Rumusan Masalah
1.
2.
3.
4.

Apa itu Anggrek Bulan?


Bagaimana teknik pembudidayaan Anggrek Bulan?
Apa saja hama dan penyakit Anggrek Bulan?
Bagaimana upaya pengendalian Anggrek Bulan

Tujuan
Makalah ini dibuat untuk :
1. Memenuhi tugas Prakarya dan Kewirausahaan
2. Mengetahui teknik budidaya Anggrek Bulan
3. Mengetahui peluang-peluang usaha melalui budidaya Anggrek Bulan

Sekilas Anggrek Bulan


Anggrek bulan (Phalaenopsis amabilis) merupakan salah satu bunga
nasional Indonesia, Anggrek bulan (Phalaenopsis amabilis) ditetapkan sebagai
Puspa Pesona Indonesia mendampingi bunga melati (Jasminum sambac) yang
ditetapkan sebagai puspa bangsa Indonesia dan padma raksasa (Raflesia
arnoldii) sebagai puspa langka Indonesia.
Penobatan Phalaenopsis amabilis sebagai puspa pesona tidaklah
berlebihan, karena tampilan bunganya memang cantik dan anggun. Bentuk
bunga Phalaenopsis sangat khas, menyerupai kupu-kupu. Oleh sebab itu,
anggrek ini diberi nama Phalaenopsis (Phalaina berarti lebah atau kupu-kupu,
sedangkan opsis artinya penampakan) dan amabilis(cantik atau indah). Untaian
bunganya yang memanjang dan menjuntai kedepan menambah daya tarik
pesonanya. Warnanya putih bersih dan susunan perhiasan bunganya membulat
seperti bulan. Sifat bunganya yang mekar serempak merupakan kriteria
unggulan yang diinginkan para pemulia tanaman hias. Di Indonesia, anggrek ini
biasanya dikenal dengan nama anggrek bulan (Moon Orchid), tetapi masyarakat
dunia lebih suka menyebutnya sebagai anggrek lebah (Moth Orchid).
Anggrek bulan (Phalaenopsis amabilis) merupakan salah satu anggota
genus Phalaenopsis, genus yang pertama kali ditemukan oleh seorang ahli
botani Belanda, Dr. C.L. Blume. Phalaenopsis sendiri sedikitnya terdiri atas 60
jenis (spesies) dengan sekitar 140 varietas yang 60 varietas diantaranya
terdapat di Indonesia.
Di Indonesia, anggrek bulan (Phalaenopsis amabilis) pertama kali
ditemukan di Maluku. Anggrek bulan memiliki beberapa nama daerah seperti
anggrek wulan (Jawa dan Bali), anggrek terbang (Maluku), dan anggrek menur
(Jawa). Pemerintah menetapkan anggrek bulan sebagai puspa pesona
mendampingi melati (puspa bangsa), dan padma raksasa (puspa langka)
berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 1993.
Pesona Anggrek Bulan. Anggrek bulan (Phalaenopsis amabilis) merupakan
jenis anggrek (Orchidaceae) yang mempunyai ciri khas kelopak bunga yang lebar
dan berwarna putih. Meskipun saat ini sudah banyak anggrek bulan hasil
persilangan (anggrek bulan hibrida) yang memiliki corak dan warna beragam
jenis.
Anggrek bulan (Phalaenopsis amabilis) termasuk dalam tanaman
anggrek monopodial yang menyukai sedikit cahaya matahari sebagai penunjang
hidupnya. Daunnya berwarna hijau dengan bentuk memanjang. Akar anggrek
bulan berwarna putih berbentuk bulat memanjang dan terasa berdaging. Bunga
anggrek bulan memiliki sedikit keharuman dan waktu mekar yang lama serta
dapat tumbuh hingga diameter 10 cm lebih.

Anggrek bulan (Phalaenopsis amabilis) tumbuh liar dan tersebar luas


mulai dari Malaysia, Indonesia, Filipina, Papua, hingga ke Australia. Anggrek
bulan hidup secara epifit dengan menempel pada batang atau cabang pohon di
hutan-hutan. Secara liar anggrek bulan mampu tumbuh subur hingga ketinggian
600 meter dpl.
Lantaran keindahannya itu wajar jika kemudian anggrek bulan ditetapkan
sebagai puspa pesona, satu diantara 3 bunga nasional Indonesia. Anggrek bulan
ditetapkan sebagai puspa pesona mendampingi melati (puspa bangsa) dan
padma raksasa (puspa langka).
Meskipun banyak pehobi anggrek yang membudidayakan anggrek bulan. Juga
banyak yang melakukan persilangan sehingga memunculkan varietas-varietas
baru anggrek bulan hibrida, namun kelestarian puspa pesona ini di alam liar
tetap semakin terdesak oleh hilangnya habitat sebagai akibat deforestasi
hutan baik akibat penebangan liar ataupun kebakaran hutan.
Anggrek Bulan di alam liar kini membutuhkan perhatian tersendiri. Jangan
sampai sang puspa pesona memudar pesonanya.
Karakteristik Morfologi
Anggrek bulan termasuk anggrek epifit monopodial yang tumbuh
menjuntai. Batangnya sangat pendek dan terbungkus oleh seludang daun.
Daunnya berjumlah kurang dari 5 helai, berwarna hijau, tebal, berdaging,
berbentuk lonjong bulat telur sungsang atau jorong, melebar di bagian ujungnya,
berujung tumpul, atau sedikit meruncing, dengan panjang 20-30 cm dan lebar 58 cm. Akar-akarnya berbentuk bulat memanjang serta berdaging, bercabang,
berwarna putih dan hijau di bagian ujungnya. Bunga tersusun dalam tandan dan
kadang-kadang bercabang dengan panjang karangan bunga mencapai 50 cm
yang tumbuh menjuntai. Setiap tangkai mendukung 10-12 kuntum bunga
dengan daun penumpu 5 mm berbentuk segitiga. Bunganya cukup harum dan
waktu mekarnya lama. Perhiasan bunga tersusun membulat, dengan diameter 610 cm atau lebih, dan mahkotanya bertumpang tindih dengan kelopak tersusun
membundar. Warna bunga putih bersih dengan sedikit variasi kuning dan bintik
kemerahan di bibir bunga. Bibir kedua cuping sampingnya tegak melebar dan
bagian tepi depannya berwarna kuning dengan garis kemerahan. Buah
berbentuk bulat lonjong, berukuran 7,5 x 1,3 cm.
Habitat dan Persebaran
Anggrek ini dapat tumbuh di dataran rendah hingga pegunungan dan
umumnya hidup pada ketinggian 50-600 m dpl, namun kadang kala dapat
berkembang dengan baik pada ketinggian 700-1.100 m dpl. Tanaman ini tumbuh
epifit atau menempel di pohon-pohon yang cukup rindang dan menyukai tempattempat yang teduh serta lembap, terutama di hutan basah dengan curah hujan
1.500-2.000 mm/tahun. Walau tumbuh di daerah tropis, tetapi anggrek ini
membutuhkan sedikit cahaya matahari (12.000-20.000 lux) sebagai penunjang
hidupnya, karena tidak tahan terhadap sengatan matahari langsung.

Kelembapan udara yang diperlukan ratarata 70-80% dengan suhu udara hangat
di bawah 290C. Anggrek ini tersebar luas di Asia Tenggara, termasuk Malaysia,
Indonesia, Filipina, hingga Papua Nugini dan Australia.
Budidaya
Phalaenopsis bisa ditanam dalam pot atau ditempelkan pada batang
pohon, lempengan pakis, maupun kepingan kayu. Pot yang digunakan bisa
berupa pot tanah liat atau pot plastik dengan memodifikasi media tumbuhnya.
Pada prinsipnya, anggrek memerlukan kelembapan tinggi, namun tidak
menyukai kadar air yang berlebihan. Sirkulasi udara juga harus lancar agar tidak
timbul penyakit. Pot harus diberi lubang pada bagian bawah dan samping agar
tidak ada air yang tersimpan. Media yang digunakan dapat berupa pecahan
genting, arang, dan cacahan pakis. Media tersebut hanya digunakan untuk
tempat menempel dan membantu berdirinya tanaman, sedangkan nutrisi
diperoleh dari pemupukan yang dilakukan dengan cara penyemprotan. Teknik
pemberian pupuk cair yang dialirkan dalam talang ke pot-pot
berisiPhalaenopsis seperti sistem hidroponik, cukup baik hasilnya.
Anggrek ini memiliki karakter tumbuh monopodial, sehingga tidak
menghasilkan anakan ke samping. Dalam hal ini,
perbanyakan Phalaenopsis akan lebih efektif jika dilakukan secara generatif
daripada vegetatif. Proses perkecambahan biji dilakukan di laboratorium, yaitu
dalam media agar-agar buatan yang dilakukan secara steril. Biji anggrek kecil
berupa serbuk tidak memiliki cadangan makanan (endosperm), sehingga perlu
dibantu dengan penambahan unsur hara makro, mikro, vitamin, dan gula yang
diperlukan untuk perkecambahan. Unsur hara paling sederhana yang dapat
digunakan untuk mengecambahkan biji anggrek adalah pupuk daun Hyponex,
namun secara umum media anggrek standar yang banyak digunakan adalah
Vacin & Went dan Knudson C. Media tersebut dapat dimodifikasi dengan
penambahan bahan organik seperti air kelapa, tomat, tauge, kentang, atau ubi.
Hibrida Anggrek Bulan
Hibrida Phalaenopsis, pemanfaatannya lebih banyak untuk tanaman pot
(pot plant) yang diciptakan sesuai dengan selera konsumen, baik dari segi
warna, ukuran, maupun bentuk bunganya. Sampai saat ini, sudah banyak
hibridaPhalaenopsis yang dihasilkan baik melalui persilangan antar spesies
(interspecific hybrid) maupun antar genera (intergeneric hybrid). Berikut ini
beberapa nama silangan Phalaenopsis yang pernah dilakukan baik
sebagaiinterspecific hybrid maupun intergeneric hybrid.

Sejarah
Sejarah Penamaan
Jenis Phalaenopsis yang pertama kali ditemukan adalah Phalaenopsis
amabilis (L.) Bl. di Ambon (Maluku) pada tahun 1750. Dalam buku Herbarium
Amboinense 6:99, Rumphius memberi nama jenis anggrek ini
sebagai Angraecum album-majus. Di waktu yang bersamaan, pada tahun 1752,
Peter Osbeck membawa spesimen jenis yang sama dari Jawa Barat dan
diidentifikasi oleh Linnaeus sebagai Epidendrum amabile, seperti diterbitkan
dalam Species Plantarum (1753), tanpa mengetahui publikasi yang terdahulu
dari Rumphius. Pada tahun 1814, Roxburg juga mengidentifikasi jenis ini
sebagai Cymbidium amabile. Namun pada tahun 1825 Blume memasukkan
tumbuhan ini ke dalam margaPhalaenopsis dan diberi nama Phalaenopsis
amabilis, seperti dipublikasikan dalam Bijdragen (p.294). Nama tersebut
disepakati oleh para ahli taksonomi sebagai nama yang valid dan dipakai hingga
sekarang.
Sejarah Umum
Anggrek termasuk dalam suku anggrek-anggrekan atau famili
Orchidaceae yang dalam bahasa yunani, kata orchid berasal dariorchis yang
berarti testicle atau buah zakar. Zaman dahulu anggrek identik dengan pria,
baik warna, bentuk bahkan strukturnya. Anggrek juga melambangkan kesuburan
dan kejantanan, dahulu muncul anggapan jika mengkonsumsi anggrek muda,
maka seseorang bisa memiliki anak laki-laki, dan jika mengkonsumsi anggrek tua
akan melahirkan anak perempuan, tetapi dalam mitos ini tidak disebutkan arti
konsumsi ini dimakan sebagai bahan makanan atau hanya dinikmati keindahan
bunganya saja. Anggrek termasuk keluarga besar dari kelompok (subdivisi)
tanaman berbunga atau berbiji tertutup angiospermae), kelas tanaman berbiji
tunggal (monocotyledone), ordo orchidaceae (anggrek anggrekan). Tanaman
anggrek dapat tumbuh di dataran rendah, gurun kering, hutan rimba yang panas

10

sampai dengan dataran tinggi, termasuk puncak gunung yang bersalju. Paling
banyak spesies anggrek berasal dari daerah tropis karena disebabkan oleh
agroklimat di daerah tropis itu sendiri sangat cocok untuk pertumbuhan anggrek
(Ayub, 2005).
Anggrek termasuk dalam keluarga tanaman bunga-bungaan yang memiliki
lebih banyak jenisnya daripada keluarga tanaman bunga-bungaan lainnya. Para
ahli tumbuh-tumbuhan berkeyakinan bahwa anggrek memiliki lebih dari 25.000
jenis yang tersebar di seluruh dunia. Tetapi karena kerusakan hutan, kita banyak
kehilangan spesies yang belum dikenali dan tidak tahu dengan pasti berapa
jumlahnya. Indonesia trekenal di seluruh dunia dengan kekayaan anggreknya
yang memiliki lebih dari 4.000 jenis anggrek yang tersebar hampir di semua
pulau. Kalimantan, Papua, Sumatera, Jawa termasuk pulau-pulau yang terkenal
di dunia karena kekayaan anggreknya. Anggrek yang paling terkenal dari
Indonesia adalah anggrek bulan (Phalaenopsis amabilis) yang diangkat sebagai
Bunga Nasional dan dijuluki Puspa Pesona, dan Anggrek Kantung
(Paphiopedilum javanicum). Anggrek memiliki karakteristik sebagai berikut :
Memiliki tiga sepal (daun kelopak bunga). Salah satunya yang terletak
pada bagian belakang (punggung) yang menghadap keatas dinamakan sepal
dorsal.
Memiliki tiga petal (daun mahkota bunga) yang letaknya selang-seling
dengan daun kelopak bunga. Salah satu dari petal yang terletak di bawah
berbentuk seperti lidah yang disebut labellum (bibir bunga), membuat bunga
simetris antara kiri dan kanan.
Putik dan benang sari (bagian jantan dan betina) yang bergabung
bersama pada bagian yang disebut column.
Tepung sari yang biasanya berkumpul bersama pada bagian yang disebut
pollinia. Buahnya memiliki biji yang sangat kecil dan banyak.
Tangkai bunga dapat berkelak-kelok saat pertumbuhannya, tergantung
pada arah sumber cahaya.
Anggrek bulan (Phalaenopsis) secara resmi dinobatkan sebagai bunga
nasional Puspa Pesona sejak tanggal 5 Juni 1990. Putih bersih warnanya,
berlidah kuning, terdiri atas 46-60 spesies, 22 jenis diantaranya tumbuh alami di
Indonesia. Sangat menarik sekali jika anggrek bulan ini dibudidayakan baik
secara sederhana maupun modern seperti dengan teknik kultur jaringan.
Anggrek alam dilestarikan sebagai sumber plasma nutfah bagi terciptanya
hibrida-hibrida anggrek baru. Taiwan dan Singapura sudah merintis agribisnis
anggrek bulan. Taiwan yang berpusat di Sei Ha Farm Enterprise (terbesar di
dunia), dengan luas areal 3,3 hektar, per tahun bisa memproduksi 1,5 juta bibit
untuk di ekspor ke Jepang, Malaysia, Amerika Serikat dan sejumlah negara
Eropa.
Di Indonesia, plasma nutfah anggrek bulan ini tumbuh alami di Maluku, Sulawesi,
Ambon, Kalimantan, Sumatera dan Jawa. Tanaman anggrek bulan ini tergolong
11

jenis epifit yakni menempel pada pohon (di alam). Ditandai dengan karakter
pertumbuhannya yang akarnya melekat pada kulit pohon. Seluruh bagian
tumbuhan (akar, batang, daun) mengapung di udara, sementara akarnya terdiri
dari dua macam, yakni akar lekat dan akar udara. Batang anggrek bulan kadang
tak terlihat dikarenakan tertutup oleh pelepah daun. Bentuk daunnya lanset atau
bundar panjang, berukuran antara 20-30 cm dengan lebar antara 3-12 cm.
Memiliki jumlah bunga per tangkai sangat variatif, 3-25 kuntum bahkan lebih,
tergantung spesiesnya juga. Anggrek bulan ini memiliki beberapa ciri khas yang
menarik sekali, yakni memiliki tiga sepal daun bunga (calyx), 3 petal daun
mahkota bunga (corolla), dan gymnostenium (putik dan benang sari menyatu).
Sosok anggrek bulan ini bisa dibilang sangat mempesona sekali karena selain
memiliki calyx, corolla dan bibir bunga dengan bentuk bermacam-macam, juga
kaya akan warna dari putih bersih, putih kekuning- kuningan, merah, ungu,
sampai kombinasi warna-warna lain, tergantung jenisnya.

Teknik Budidaya Anggrek (Bulan)


Budidaya
Untuk budidaya anggrek bulan di luar habitat aslinya maka perlu memanipulasi
keadaan lingkungan sekitar tempat tumbuh, agar menyerupai kondisi habitat
aslinya. Misalnya, Phalaenopsis amabilis. Anggrek jenis ini sering tumbuh di
pohon jati, bungur, heuras, kiara, dan lain-lain. Tapi pada umumnya anggrek
bulan butuh lingkungan hidup yang lembab. Kan tetapi ada beberapa yang tak
memerlukan kondisi lembab. Contohnya Phalaenopsis cornucervi yang suka
lingkungan yang agak kering. Di habitat alaminya, plasma nutfah anggrek bulan
tersebar dari dataran rendah ke pegunungan.
Phalaenopsis amabilis dapat tumbuh dengan baik dan normal pada ketinggian
50- 600 m di atas permukaan laut (dpl). Suhu udara yang disukai anggrek bulan
yakni berkisar antara 15-35 derajat celcius (suhu optimal bagi pertumbuhannya,
21 derajat). Kelembaban udara (RH), spesifikasi iklim yang ideal antara 65%70%, Intensitas sinar matahari, semi teduh atau semi naungan berkisar antara
15%-30%. Untuk menciptakan lingkungan tumbuh anggrek bulan yang ideal
dapat dibangun green house, bisa juga menempelkannya pada batang pohon
rindang, atau diletakkan di beranda rumah lalu di beri naungan. Anggrek bulan

12

membutuhkan medium tumbuh yang berfungsi sebagai tempat hidup dan


tempat menyimpan hara (zat makanan) serta air
Anggrek Bulan Hasil Persilangan
Pembibitan
Anggrek dapat diperbanyak dengan beberapa cara generatif dan vegetatif.
Pembiakan secara generatif adalah sebagai berikut :
Perbanyakan dengan biji buah yang telah masak. Pembiakan ini memerlukan
perlakuan yang khusus diantaranya biji harus steril dari hama dan penyakit.
Buah anggrek tumbuh setelah terjadi penyerbukan, baik secara disengaja oleh
manusia ataupun secara alami oleh angin dan serangga. Di dalam buah anggrek
tersebut terdapat ribuan biji yang berukuran sangat kecil dan halus bagaikan
tepung. Perbanyakan secara generatif ini dilakukan dengan menyebarkan biji
anggrek ke media tanam. Secara alami tempat penyebaran biji anggrek ini
hanya di sekitar akar atau tempat tumbuh saat buah terbelah dan biji-biji
bertebaran. Bisa juga di tempat-tempat yang agak jauh ketika biji-biji anggrek
terbawa oleh angin, serangga, atau hewan lainnya. Sementara itu penyebaran
biji dengan teknologi yang cukup modern bisa dilakukan dalam media agar yang
dilakukan di laboratorium khusus.
Penanaman
Budidaya anggrek pada umumnya menggunakan pot yang berbahan dasar tanah
liat dengan media tanam arang. Pot tanah memiliki keunggulan yakni tidak
panas dan dapat merembeskan air siraman anggrek. Dalam melakukan budidaya
anggrek, media tanamnya yakni bisa menggunakan arang kayu, pakis ataupun
pecahan bata dan genting. Untuk penanaman bibit anggrek yang baru keluar
dari botol, maka harus menggunakan pakis lembut dan arang kayu yang terlebih
dulu dipanaskan biar steril dari bakteri dan hewan lainnya. Bibit dari botol
dikeluarkan secara perlahan, dan ditanam dalam kompot dengan media
tanamnya yakni bagian bawah pot adalah arang kayu, dan bagian atasnya pakis
lembut, disini difokuskan akar bibit anggrek agar tertutup pakis lembut dan
dibiarkan terjaga lembab. Bibit yang di kompot dibiarkan selama sekitar 1-2
bulan dan baru dipindah dalam single pot. Penanaman dalam single pot ini
dilakukan satu per satu dalam satu pot tanah.
Untuk penanaman bibit anggrek usia remaja yakni sekitar 6 bulanan, juga sama
halnya dengan bibit anggrek botolan, yakni ditanam dalam campuran media
tanam arang kayu : pakis kasar perbandingan 2 : 1. Akan lebih baik jika ditanam
dengan media arang kayu saja, karena arang kayu disini memiliki beberapa
keunggulan bagi anggrek, diantaranya yakni mampu mendorong pembentukan
akar baru, aerasi dan drainasenya sangat baik, mampu menyimpan air dengan
baik, tidak mudah lapuk dan berjamur, dan tidak mengandung zat racun
berbahaya bagi anggrek. Untuk penanaman anggrek jenis Phalaenopsis amabilis
juga tidak jauh berbeda dengan anggrek-anggrek pada umumnya, yakni bisa
dengan menggunakan papan pakis ataupun di dalam pot tanah.
Dalam membudidayakan angrek perlu diperhatikan sifat-sifat angrek, sehingga
media tanam yang digunakan sesuai dengan habitat asilnya, adapun kKlasifikasi

13

Angrek menurut sifat hidupnya adalah: (1) Anggrek Ephytis adalah jenis anggrek
yang hidupnya menumpang pada batang / pohon lain akan tetapi tidak
merusak / merugikan pohon yang ditumpangi. Alat yang dipergunakan untuk
menempel yakni akarnya. Sedangkan akar yang fungsinya untuk mencari
makanan adalah akar udara. (2) Anggrek Semi Ephytis adalah jenis anggrek yang
menempel pada pohon / tanaman lain yang tidak merusak yang ditumpanginya.
Jenis anggrek ini akar lekatnya juga berfungsi seperti akar udara yakni sekaligus
sebagai alat untuk mencari makanan untuk berkembang. (3) Anggrek Tanah /
Terrestris adalah anggrek yang mampu hidup di atas tanah (media tanamnya
tanah).
Media Tanam
1. Dengan Papan Pakis
Siapkan papan pakis dengan ukuran 20-30 cm, lebar 15-20 cm dan tebal 2-3 cm,
lalu ambil bibit anggrek yang baik dan tempelkan tepat di tengah papan pakis
lalau kuatkan dengan kawat berbentuk U yang dijepitkan pada batang papan
pakis tersebut.
2. Dengan Pot Tanah
Siapkan pot tanah diameter 20-30 cm atau disesuaikan dengan ukuran tanaman
angrek yang akan ditanam. Medium tanah (pengisi pot), berupa pecahan
genting, bata ataupun arang. Sabut kelapa yang telah dibersihkan dan direndam
dalam larutan pupuk atau pestisida juga dapat digunakan. Ambil pot terpilih
yang telah diberi lubang disekeliling pot. Masukkan dan atur selapis pecahan
batu bata atau arang pada dasar pot, lalu isikan medium tanam berupa serabut
kayu ke dalam pot hingga penuh. Ambil bibit anggrek bulan dari komunitas
secara hati-hati, agar akar-akarnya tidak rusak atau patah. Lalu tanamkan pada
tengah pot, timbun akarnya secara tipis-tipis untuk menjaga kelembaban nya
agar akar anggrek tidak kering.
Media tanam khusus untuk tanaman anggrek bulan
a. Media untuk anggrek Ephytis dan Semi Ephytis
Serat pakis yang telah digodog (agar bakteri mati)

Kulit kayu tanpa getah (bebas getah)


Serabut kelapa yang telah direndam air selama 2 minggu
Ijuk
Potongan batang pohon enau
Arang kayu / pecahan batu bata

Bahan-bahan tersebut disesuaikan dengan ukuran besar kecilnya tanaman


terutama banyak sedikitnya akar tanaman. Untuk anggrek Semi Ephytis yang
akarnya menempel pada media untuk mencari makanan, perlu diberi
makanan tambahan seperti kompos, pupuk kandang / daundaunan.
b. Media untuk anggrek Terrestria
Jenis anggrek seperti ini yakni mampu hidup di tanah, maka perlu ditambahkan
pupuk kompos, sekam, pupuk kandang, pakis dan lainnya. Pada dasarnya,
anggrek terrestria ini mampu hidup dengan media tanah yang biasa (gembur).

14

c. Media untuk anggrek semi Terrestria


Bahan tanam untuk anggrek ini perlu pecahan genteng dan bata yang agak
besar, ditambah pupuk kandang, sekam dan serutan kayu

Teknik Budidaya Anggrek (Umum)


SYARAT PERTUMBUHAN
Iklim
Angin dan curah hujan terlalu berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman
anggrek.
Sinar matahari sangat dibutuhkan sekali bagi tanaman ini. Kebutuhan cahaya
berbeda-beda tergantung pada jenis tanaman anggrek.

15

Suhu minimum untuk pertumbuhan anggrek adalah 12,7 derajat C. Jika suhu
udara malam berada di bawah 12,7 derajat C, maka daerah tersebut tidak
dianjurkan untuk ditanam anggrek (di dataran tinggi Dieng).
Tanaman anggrek tidak cocok dalam suasana basah terus menerus, akan tetapi
menyukai kelembaban udara di siang hari 65-70 %.
Media Tanam
Terdapat 3 jenis media untuk tanaman anggrek, yaitu:
Media untyk anggrek Ephytis & Semi Ephytis terdiri dari:

Serat Pakis yg telah digodok.


Kulit kayu yang dibuang
getahnya.
Serabut kelapa yg tlah
direndam air selama 2
minggu.

16

Ijuk.
Potongan batang pohon enau.
Arang kayu .
Pecahan genting/batu bata.

Bahan-bahan dipotong menurut ukuran besar tanaman & akarnya. utk anggrek
Semi Epirit yg akarnya menempel pada media utk mencari makanan, perlu diberi
makanan tambahan spt kompos, pupuk kandang/daun-daunan.
Media utk anggrek trestria : Jenis anggrek ini hidup di tanah maka perlu
ditambah pupuk kompos, sekam, pupuk kandang, darah binatang, serat pakis &
lainnya.
Media utk anggrek semi trestria : Bahan utk media anggrek ini perlu pecahan
genteng yg agak besar, ditambah pupuk kandang sekam/serutan kayu. Dipakai
media pecahan genting, serabut kayu, serat pakis & lainnya. Derajat keasaman
air tanah yg dipakai adalah 5,2.
Ketinggian Tempat
Ketinggian tempat yg cocok bagi budidaya tanaman ini dpt dibedakan menjadi 3
macam yaitu:
Anggrek panas (ketinggian 0-650 m dpl) : Anggrek panas memerlukan suhu
udara 26-30 derajat C pada siang hari, 21 derajat C pada malam hari, dengan
daerah ketinggian 0-650 meter dpl. Contoh jenis anggrek ini adalah:

Dendrobium phalaenopsis
Onchidium Papillo
Phaphilopedillum Bellatum

Anggrek sedang (ketinggian 150-1500 m dpl) : Anggrek sedang pada suhu udara
siang hari 21 derajat C & 1521 derajat C,pada malam hari, dengan ketinggian
150-1500 m dpl.
Anggrek dingin (lebih dr 1500 m dpl) : Anggrek dingin jarang tumbuh di
Indonesia, tumbuh baik pada suhu udara 15-21 derajat C di siang hari & 915
derajat C pada malam hari, dengan ketinggian = 1500 m dpl. Contoh: anggrek
jenis Cymbidium.

PEDOMAN BUDIDAYA
Pembibitan
Persyaratan Bibit : Bibit anggrek yg baik, sehat & unggul mempunyai beberapa
ciri, yaitu: bentuk batang kuat, pertumbuhan pesat, daun subur, bunga lebat &
indah.
Penyebaran Biji : Bibit anggrek basal dr biji yg disemaikan. Adapun penyebaran
biji anggrek sbg bikut:
Peralatan yg digunakan utk penyebaran biji harus bsih.
Mensterilkan biji : Sebelum biji disebar harus disterilkan dulu dengan 10 gram
kaporit dilarutkan dlm 100 cc air kemudian saring kertas filter, dimasukkan ke
dlm botol. Biji dimasukan dlm botol & digojog 10 menit. (biji anggrek yg semula
kuning kecoklatan bubah warna menjadi kehijauan). Kemudian air dibuang &
diganti dengan aquades, digojog bulang kali (23 kali).

Penyebaran biji anggrek : Botol-botol yg tlah disterilkan dpt digunakan utk


menyebaran biji anggrek. Sebelum botol dibuka, leher botol dipanaskan di atas
lampu spritus utk menghilangkan kuman. utk memasukan biji anggrek ke dlm
botol digunakan pipet yg dibersihkan dulu dengan cara pemanasan di atas
lampu spritus sampai merah kemudian dicelup kedalam spritus. Botol yg tlah
tbuka kemudian diisi biji anggrek & diratakan keseluruh permukaan alas
makanan yg tlah disediakan. Sebelum botol ditutup kita panaskan lagi di atas
spritus kemudian ditutup kembali.
Teknik Penyemaian Benih :
Memeriksaan dengan mikroskop, baik atau tidaknya biji anggrek, yg kosong
bwarna putih & yg isi kuning coklat/warna lain.
Mempersiapkan botol yg bmulut lebar bsih & tdk bwarna agar dpt meneruskan
cahaya matahari yg dibutuhkan & mudah dilihat.
Tutup botol dr kapas digulung-gulung sampai keras, ujung diikat tali utk
memudahkan dicopot kembali, atau kain sisa yg dipotong potong. Kerapatan
tutup botol menjaga agar bakteri/jamur tdk masuk sehingga tdk tinfeksi atau
tkontaminasi.
Mempersiapkan lemari kaca (ent-kas) yg bsih dr bakteri/jamur dengan kain yg
sdh dicelup formalin udara dlm lemari disterilkan dengan kapas dipiring
dituangi formalin supaya menguap mensterilkan kaca (ent-kas).
Pembuatan sterilsasi alas makanan & utk membuat alas makanan anggrek
biasanya dipakai resep Khudson C (NORTHEN) 12 yaitu:

Ca(NO3)2H2O : 1,00 gram


KH2PO4 : 0,25 gram
MgSO47H2O : 0,25 gram
(NH4)2SO4 : 0,25 gram
Saccharose : 20 gram
FeSO4 4H2O : 0,25 gram
MnSO4 : 0,0075 gram
Agar-agar : 1517,5 gram
Aquadest : 1000 cc

Pembuatan alas makanan diperlukan pH 5,2, dipergunakan pH meter/kertas


pH tekstil/Indikator Paper. Sterilisasi dengan cara dipanaskan dlm Autoclaf yg
sampai 110 derajat C selama setengah jam atau dengan dandang kemudian
diletakan pada tempat bsih, dengan posisi miring, sehingga makanan setinggi
1/22/3 tinggi botol (dari alas sampai ke leher botol) & didiamkan selama 57
jam utk mengetahui sterilisasi yg sempurna.
Pemindahan Bibit : Setelah tanaman di dlm botol berumur 912
bulan tlihat besar, tumbuh akar. dlm tingkat ini bibit sdh dpt dipindahkan
kedalam pot penyemaian yg bdiameter 7 cm, 12 cm atau 16 cm yg blubang.
Siapkan pecahan genting, & akar pakis warna coklat, di potong dengan panjang
530 mm sehingga serabutnya tlepas satu sama lainnya. Sebelum dipakai

tlebih dulu dicuci bsih & biarkan airnya hilang. Akar pakis setelah dicuci,
direndam dulu dlm alas makanan selama 24 jam yg bupa:

Urea atau ZA : 0,50 mg


DS, TS atau ES : 0,25 mg
Kalium sulfat atau K2SO4 : 0,25 mg
Air : 1000 cc

o Alaternatif lain sbg alas makanan, dpt juga dipakai pupuk buatan campuran
unsur N, P, K perbandingan 60:30:10 atau dpt juga digunakan pupuk kandang yg
tlah dicampur pakis dengan perbandingan pakis: pupuk kandang = 4:1. Selain
itu dpt digunakan kulit Pinus yg di potong kecil sebesar biji kacang tanah, yg tlah
direndam dlm alas makanan spt akar pakis selama 24 jam. utk isian pot ini dpt
juga digunakan arang kayu bakar/serabut kelapa yg dipotong-potong sebesar ibu
jari. Pot yg disiapkan diisi dengan pecahan genting 1/3 tinggi pot/layah,
kemudian isi remukan pakis tsebut setinggi 1 cm di bawah tepi pot/layah (tidak
perlu dipadatkan). Pemindahan bibit ke dlm pot dilakukan dengan mengeluarkan
tanaman di botol dengan memasukkan air bsih ke dlm botol. Dengan kawat
bsih bujung spt huruf U, tanaman dikeluarkan satu persatu (akar lebih dahulu).
Setelah keluar tanaman dicuci kaporit 1 % kemudian dengan air bsih. Seedlings
(semaian) ditanam dlm pot dengan rapat. Apabila di dlm botol sdh tjadi
kontaminasi jamur sebaik lebih dulu direndam di dlm antibiotic (penicillin,
streptomycin yg tlah lewat expirydatenya) 10 menit baru ditanam.
Pemindahan dr Pot Penyemaian : Setelah tanaman pada pot
penyemaian cukup tinggi, maka tanaman dipindahkan ke pot biasa yg
bdiamater 46 cm, yg bisi potongan genting/batu bata merah, kemudian bi
pakis/kulit pinus yg tlah direndam dlm alas makanan sampai 1 cm di bawah tepi
pot.
Pengolahan Media Tanam
Media tanam utk tanaman anggrek tanah dibedakan:
Tanaman dlm pot (dengan diameter 7-30 cm tgantung dr jenis tanaman).
Apabila diameter pot dipilih 25-30 cm maka perlu dipasang tiang di tengahtengah pot, kemudian pot diisi pecahan genting. Anggrek di letakkan di tengah &
akarnya disebar merata dlm pot, kemudian batang anggrek diikat pada tiang. Pot
diisi pupuk kandang yg tlah dicampur sesuai dengan komposisi kira-kira 2/3 dr
pot.
Media tanam dlm tanah dengan sistim bak-bak tanam. Bak tbuat dr batu bata
merah panjang 2 m lebar 40 cm & tinggi bak 2 lapis batu bata merah.
Pembuatan bak ini di atas tanah utk menghindari dr kebecekan, di tanah kering
digali sedalam 10-20 cm kemudian diberi bata ukuran 40 cm x 2 m & jarak
antara pembantas dengan yg lain 3 cm. Tiang penahan dibuat 4 buah yg
ditancapkan ke dlm tanah dengan ketinggian masing-masing 1,5 m. Antara tiang
satu dengan yg lain dihubungkan dengan kayu sehingga keempat tiang tsebut
mrp suatu rangkaian.
Teknik Penanaman

Penanaman tanaman anggrek, disesuaikan dengan sifat hidup tanaman anggrek,


yaitu:
Anggrek Ephytis adalah anggrek yg menupang pada batang/pohon lain tetapi tdk
merusak/merugikan yg ditumpangi atau ditempelin. Alat yg dipakai utk
menempel adalah akarnya, sedangkan akar yg fungsinya utk mencari makanan
adalah akar udara.
Anggrek semi Ephytis adalah jenis anggrek yg menempel pada pohon/tanaman
lain yg tdk merusak yg ditempel, hanya akar lekatnya juga bfungsi spt akar
udara yaitu utk mencari makanan utk bkembang.
Anggrek tanah/anggrek trestris.
Pemeliharaan Tanaman
Penjarangan & Penyulaman : Penjarangan & penyulaman dilakukan pada tempat
yg disesuaikan dengan jenis anggrek, yg sifatnya epphytis atau anggrek tanah.
Penyiangan : utk tanaman anggrek pada penyiangan pada waktu pada kondisi di
dlm botol kemudian dipisahkan ke dlm pot-pot yg sdh disediakan sesuai jenis
anggrek.
Pemupukan : Unsur makro yaitu unsur yg diperlukan dlm jumlah besar yg
meliputi: C, H, O, N, S, P, K, Ca, Mg. utk unsur mikro yaitu unsur yg dibutuhkan
dlm jumlah yg sedikit, antara lain: Cu, Zn, Mo, Mn, V, Sc, B, Si, dst. Unsur makro
& unsur mikro dpt diambil dr udara atau dr tanah, bupa gas atau air & garamgaram yg tlarut di dalamnya. Pemupukan pada tanaman anggrek dibagi dlm 3
tahapan, yaitu:
Pemupukan utk bibit (seedlings) dengan N, P, K. Perbandingan N:P:K=6:3:1.
Unsur N lebih banyak dibutuhkan utk pembentukan pertumbuhan &
perkembangan tanaman. Unsur N diambil dr pupuk ZA/urea, utk P dipakai pupuk
ES; DS; TS, & K dr Kalium Sulfat (K2SO4). Pupuk-pupuk buatan yg mengandung
N, P, K:

Urea : 0,6 gram utk 1 liter air


ES : 0,3 gram utk 1 liter air
ZK : 0,1 gram utk 1 liter air

Pemupukan utk ukuran sedang (mid-size) dengan N, P, K. Perbandingan


N:P:K=3:3:3 yg sama banyak disini tdk memerlukan tambahan pupuk, maka dpt
dususun sendiri pupuk yg mengandung N, P, K dengan cara misalnya :

Urea : 0,3 gram utk 1 liter air


DS : 0,3 gram utk 1 liter air
K2SO4 : 0,3 gram utk 1 liter air

Pemupukan utk ukuran bbunga (flowerings-size) : Tanaman yg sdh bbunga


dipupuk dengan perbandingan N:P:K= 1:6:1. Teknik pemberian pupuk buatan
adalah:

Dalam bentuk padat/powder yg dilakukan dengan menaburkan secara hati-hati,


jangan tsangkut pada daun/batangnya yg menyebabkan daun/batang tadi dpt
tbakar.
Disiramkan, yg mana anggrek dpt menyerap air & garam-garam yg tlarut di
dalamnya. Cara ini banyak dilakukan dimana-mana.
Penyemprotan, cara ini sgt baik apabila tjadi pembusukan akar didalamnya,
maka akarnya ditutup plastik.Pupuk kandang yg sering digunakan adalah kotoran
kuda, sapi, kerbau, kambing, ayam & lain-lain. Kebaikan pemakaian pupuk
kandang selain mengandung bmacam-macam unsur yg dibutuhkan oleh
tanaman juga sgt membantu dlm penyimpanan air, apalagi pada musim
kemarau. Keburukan dr pupuk kandang ini adalah di dlm kotoran banyak bateri
yg mengandung jamur. utk itu dianjurkan disangan lebih dahulu utk
menghilangkan jamur/bakteri di dalamnya. Pemupukan tanaman lebih baik
dilakukan pada waktu pagi-pagi atau pada sore hari sekitar pukul 5.00 sore.
Pengairan & Penyiraman : Sumber air utk penyiraman tanaman anggrek dpt
basal dari:
Air Ledeng, baik utk menyiram karena jernih & steril, tetapi pHnya tinggi maka
perlu diturunkan dengan menambah suatu asam misalnya HCl. PH yg baik
sekitar 5,6-6.
Air sumur, baik utk menyiram karena banyak mengandung mineral dr tanah yg
sgt dibutuhkan oleh tanaman. Air sumur di daerah kapur harus diperhatikan
pHnya.
Air hujan, yg ditampung didalam tong-tong/bak sgt baik utk menyiraman.
Air kali/air selokan, tetapi kita tdk tahu pasti apakah air itu mengandung jamur,
bakteri/lumut yg bisa mengganggu anggrek/tidak. Kalau dilihat dr sudut isi
makanan mungkin cukup baik. Hal perlu diperhatikan bagi petani anggrek adalah
mengetahui sifat-sifat dr isian pot supaya bisa mengatur banyaknya air utk
menyiram. Adapun macam isian pot & sifat diuraikan sbg bkut:
Pecahan genting/pecahan batu merah, yg mana mudah menguapkan air & sifat
anggrek yg tdk begitu senang dengan air sehingga tdk mudah utk lumutan. utk
pecahan genting lebih kecil daya serapnya lebih banyak & utk siraman lebih
sedikit.
Potongan sabut kelapa, pemakaian serabut kelapa lebih baik utk digunakan di
daerah panas karena menyimpan air, tetapi kalau penggunaan di daerah dingin
tdk menguntungkan karena mudah busuk.
Remukan akar pakis yg hitam, keras & baru tdk mudah utk menyerap air, setelah
beberapa bulan banyak menyerap air. Akar pakis yg coklat & lunak lebih mudah
menyerap & menahan air.
Potongan kulit pakis, dimana media ini sukar sekali utk penyerapan air, mudah
tjadi penguapan. Jika potongannya besar, penyerapan kecil & jika potongan kecil
penyerapan air lebih banyak. Bagi tanaman yg sdh besar pedoman
penyiramannya 3-7 hari sekali musim hujan & 1-3 hari sekali pada musim hujan.

Waktu Penyemprotan Pestisida : Obat-obatan sebaiknya disemprotkan pada


waktu pagi hari, lebih baik pada sore hari sekitar jam 5.00. Penyemprotan bagi
tanaman anggrek sehat, dilakukan rutin kurang lebih 3 bulan sekali.
Penyemprotan bagi tanaman anggrek tserang hama perlu dilakukan bulangulang 3 kali dengan jangka waktu ttentu (untuk kutu) daun seminggu sekali.
Adapun jenis insektisida & dosis yg digunakan utk hama antara lain:
Orthene 75 SP dosis 5-10 gram/10 liter air utk ulat pemakan daun
Bayrusil 250 EC dosis 2 cc/liter air utk ulat pemakan daun
Malathion dosis 3 gram/liter air utk ulat, kumbang, kutu
Kelthane dosis 2 gram/liter air, utk kutu.
Metadeks dosis dibasahi air, dicampur dedak 6-8 cc/10 liter, utk keong & bekicot
air
Falidol E.605 dosis dibasahi air, dicampur dedak 6-8 cc/10 liter, utk keong &
bekicot air. utk hama bekicot ada 2 cara pengendaliannya yaitu:
Menyebarkan obat sekitar pot anggrek dengan mencampur antara obat
Metadeks ke dedak halus di tambah air sedikit.
Membuat larutan 1 cc Dieldrin 50% 25 EP dicampur dengan 1 liter air atau 68 cc
Folediol E 605 kedalam air 10 liter. Kemudian pot tanaman anggrek direndam
dlm larutan tsebut selama beberapa waktu & diulang satu minggu sekali.

Hama, Penyakit dan Pengendaliannya


Penyakit bercak hitam

Penyakit ini cepat menular melalui akar dan alat-alat yang digunakan untuk
merawat tanaman anggrek yang tidak steril. Pada ujung akar, bagian tunas dan
juga daun, akan muncul warna coklat kehitaman sebagai identifikasi awal yang
dapat diperhatikan jika tanaman anggrek terkena penyakit ini. Tanaman akan
terlambat tumbuh, kerdil da akhirnya akan membunuh tanaman anggrek.
Pegendaliann yang daat dilakukan adalah dengan cara memotong dan
membuang bagain tanaman yang terserang penyakit ini atau menyemprotkan
fungisida. Hala yang perlu diperhatikan sebelum menangani anggrek yang
terserang penyakit ini adalah sterilkan alat-alat potong dengan menyiramnya
dengan alkohol atau dibakar terlebih dahulu sebelum digunakan.
Penyakit Rebah Kecamba
Serangan penyakit ini sering terjadi pada proses persemaian anggrek.
Penyebaran penyakitnya terjadi melalui air. Gejala yang bisa diidentifikasi
adalah: muncul bercak bening kecil pada permukaan daun, lalu melebar dari atas
hingga titik tumbuh pada tunas dan ke bawah hingga ujung akar, kecambah
anggrek akan membusuk dan mati. Pengendaliannya dapat dilakukan dengan
membuang bibit yang sakit, dibakar hingga musnah. Semprotkan fungisida dan
keringkan pot beserta kecambahnya
Penyakit bercak bercincin
Penyebab: virus TMVO (Tobacco Mozaic Virus Odontoglos). Gejala: timbul
lingkaran atau garis-garis kekuningan pada permukaan daun. Pengendalian:
hanya dengan pencegahan yakni membuang bagian tanaman yang sakit serta
menstrerilkan semua alat potong.
Penyakit Bercak Coklat
Kecambah jenis Phalaenopsis sangat peka terhadap bakteri ini, terutama pada
saat cuaca dalam keadaan yang sangat lembab. Penyakit ini akan menginfeksi
daun basah atau bekas luka pada daun. Disamping itu, sentuhan daun yang sakit
pada daun yang sehat dapat menjadi media penularan penyakit ini. Gejala yang
tampak jika tanaman anggrek terserang penyakit ini adalah muncul bercak kecil
bening pada pucuk daun dan akan meluas ke seluruh kompot dalam waktu
beberapa hari. Daun kecambah anggrek akan rusak dan mati. Penyakit ini sangat
ganas, menular dan juga mematikan. Sangat sulit untuk mengendalikan penyakit
ini. Jika serangan penyakit yang terjadi sangat parah dampaknya pad atanaman
anggrek maka seluruh kecambah anggrek harus dibuang.
Penyakit buluk
Jenis penyakit ini sering terjadi pada media tanam, kultur spora cendawan
dibawa oleh biji anggrek karena tutup botol tidak steril. Gejala yang muncul
adalah: biji anggrek tidak dapat berkecambah, persemaian dalam botol akan
gagal. Jika kecambahnya telah tumbuh lantas mendapatkan serangan cendawan
maka kecambah tersebut akan mati/layu. Kegiatan pengendaliannya dapat
dilakukan dengan cara mengeluarkan cendawan yang ada pada media dari
dalam botol, sterilkan botol dan media, lalu tutup kembali. Pengendalian cara ini
dilakukan jika tahapan serangan masih dalam tahapan awal serangan. Jika
kecambah anggrek sudah besar dan terkena serangan ini maka kecambah

dikeluarkan dan dicuci dengan fungisida. Setelah itu kecambah ditanam dalam
pot.
Penyakit busuk akar
Disebabkan oleh cendawan Rhizoctonia solani. Gejala yang muncul akar leher
membusuk hingga rhizoma dan umbi batang. Daun dan umbi batang akan
menguning, keriput, tipis dan bengkok. Tanaman akan menjadi kerdil dan tidak
sehat. Potong dan buang bagian tanaman yang sakit untuk mengendalikan
serangan penyakit ini. Luka bekas potongannya disemprot dengan fungisida
(Benlate).
Penyakit busuk
Penyakit ini disebabkan oleh cendawan Sclerotium rolfsi. Gejala yang muncul
terdapat bintil-bintil kecil berwarna coklat pada bagian tanaman yang terkena
penyakit. Pengendalian dilakukan dengan memotong bagian tanaman yang sakit.
Media tanam dan seluruh pot didesnfektan dengan larutan formalin 4% atau
fungisida/antibiotik Natrippene 0,5 % selama 1 jam.
Penyakit layu
Penyebabnya adalah cendawan Fusarium oxyporium. Gejala yang muncu hampir
sama dengan serangan busuk akar, yang membedakannya adalah pada rhizoma
terdapat garis atau lingkaran berwarna ungu. Jika serangan yang terjadi berat,
maka seluruh rhizoma akan berwarna ungu, lalu akan terjadi pembusukan pada
umbi batang, yang menyebabkan tanaman sangat tidak sehat. Lakukan
pemotongan pada bagian yang terserang penyakit lalu bekas potongan
disemprot dengan Benlate untuk tindakan pencegahannya. Setelah itu
pindahkan tanaman pada media tanam yang baru yang masih segar dan bersih
serta memiliki aliran udara yang lancar disekitar tanaman.
Penyakit busuk lunak
Penyebab: bakteri Erwinia cartovora. Gejala: daun dan akar membusuk serta
berbau. Penyakit ini cepat sekali meluas namun khusus pada rhizoma dan umbi
batang, penyebarannya agak lambat. Pengendalian: peralatan kebun harus
steril, bagian yang sakit dipotong dan dibuang. Semprotkan Physan 20, pot
tanaman disemprot dengan formalin 4 %
Penyakit Cymbidium
Virus Mozaic cymbidium merupakan penyebab penyakit ini. Akan muncul bercak
kekuningan pada awalnya yang diikuti jaringan mati berbintik, bergaris atau
lingkaran. Untuk anggrek cathleya, bercak yang muncul berwarna coklat atau
hitam cekung. Kadang ada gejala kematian jaringan di tengah daun yang
dilingkari jaringan normal. Pada daun tua banyak bintik jaringan yang mati.
Pengendalian yang dilakukan hanya bersifat pencegahan yang dilakukan dengan
membuang bagian tanaman yang sakit, serta mensterilkan segala alat yang
dipakai.
Penyakit busuk hitam

Penyebabnya adalah cendawan Phytopytora omnivora. Gejala yang muncul


adalah warna pangkal daun berubah menjadi kehitaman, lalu melunak, busuk
dan akhirnya daun mati. Lankah pengendalian yang bisa diterapkan: semprotkan
fungisida seperti Baycor Dithane M-45, Benlate, Ferban, Physan, Truban atau
Banrot. Untuk zat yang berbentuk tepung gunakan dosis 2 gram/2 liter air.

Tabel 1 : Hama, Gejala dan Penanggulangan


NO

HAMA PENYEBAB

GEJALA

PENANGGULANGAN

Tungau atau Kutu perisai.


Berwarna merah, punya 4
pasang kaki. Hewan ini
sangat kecil, sehingga perlu
diamati
lewat
kaca
pembesar. Sering terdapat
dalam jumlah sangat banyak
sebagai "ledakan hama"
terutama di musim kemarau.

Menempel pada pelepah


daun, berwarna kemerahan
karena jumlahnya banyak.
Bekas
serangan
berupa
bercak
kehitaman
dan
merusak daun.

Pada tahap awal, masih bisa


dibasmi secara mekanis yaitu
dengan cara digosok dengan kapas
dan air sabun. Akan tetapi kalau
serangan sudah kelewat parah
harus disemprot dengan insektisida
dengan konsentrasi larutan 2 cc /
liter air.

Semut. Umumnya semut


hitam dan semut lembut
yang tidak suka bersarang
pada pohon buah-buahan.
Mereka bersarang di dalam
pot atau di balik pot.

Selain merusak akar dan


kadang
tunas
muda,
kehadiran
semut
suka
mengundang
cendawan
penyebab penyakit.

Cara mengatasinya tidak harus


menggunakan insektisida. Akan
tetapi cukup dengan merendam pot
dalam air dan menciptakan
lingkungan yang bersih di rak
tempat
menaruh
pot.
Cara
demikian ini akan membuat jera
semut untuk tidak bersarang di
dalam atau di bawah pot lagi. Cara
lainnya
yaitu
dengan
cara
menggantung pot.

Belalang. Ada beberapa jenis


belalang kecil yang rupanya
suka daun dan pucuk
anggrek.
Daya
rusak
belalang cukup besar oleh
karena belalang bisa dengan
mudah berpindah tempat
dengan cepat dari tanaman
yang satu ke tanaman yang
lain.

Pinggiran daun rusak dengan


luka
bergerigi
tidak
beraturan. Perlu pengamatan
yang teliti sebab ada jenis
belalang yang sangat kecil
yang tidak segera kelihatan
dengan pengamatan sepintas.

Kalau jumlahnya cukup banyak,


segera semprotkan insektisida
yang bersifat racun kontak atau
yang sistemik. Kalau sedikit cukup
dipencet dengan tangan saja.

Trips. Ukuran hama ini


sangat kecil sekali (1 - 1,5
mm), abu-abu atau coklat.
Mempunyai 3 pasang kaki
dengan tubuh ramping.

Suka menempel pada bukubuku batang di daun muda.


Menimbulkan bercak abuabu di permukaan daun.
Hama ini juga senang
merusak
bunga
hingga
bentuk bunga tak menarik
lagi.

Kehadirannya sulit diketahui.


Karena itu agar aman, lebih baik
secara periodik pot anggrek
disemprot dengan menggunakan
insektisida. Paling tidak sebulan
sekali.

Kutu babi. Bertubuh gemuk


dan bulat. Suka menyerang
akar dan bersembunyi di
dalam pot.

Kerusakan
yang
ditimbulkannya
seperti
halnya semut, tapi tidak
menyerang tunas daun.

Perendaman pot sudah cukup


berhasil mematikan dan mengusir
kutu babi dari pot anggrek.

Keong. Cukup beragam jenis


keong perusak anggrek,
misalnya: Subulina octana
(keong belicong), Inozonites
sp yang menyukai anggrek
Phalaenopsis,
mereka
bersembunyi di bawah pot.
Achatina fulica (bekicot),
Bradybaena similaris (keong
semak), Filicaulis bleekeri
(keong
bugi/tak
bercangkang),
Parmarion
pupilaris (keong ponok).

Merupakan
sekumpulan
hama sangat penting, karena
daya rusaknya terhadap daun
sangat
besar.
Mereka
menyerang di waktu malam.
Sementara
siang
hari
bersembunyi di tempat gelap.

Dalam jumlah sedikit cukup


diambil dan dibunuh. Tapi kalau
banyak
ya
perlu
dibasmi
menggunakan pestisida. Atau
dijebak dengan serbuk prusi.

Red spider. Serangga kecil


berkaki 8 ini bergerak
lamban berwarna merah
kecoklatan. Menempel di
permukaan bawah daun.

Bercak putih di bagian bawah


daun, sedangkan permukaan
atas menjadi kuning. Lamakelamaan daun mati dan
gugur.

Kalau masih sedikit, cukup


diambil menggunakan pita perekat
(celotape) lalu dibakar. Atau
mengosok daun dengan kapas yang
dicelup alkohol. Andaikata sudah
merajalela,
terpaksa
gunakan
insektisida yang mengandung
bahan aktif diazinon, ataupun
dicofol.

Kumbang.
Bermacammacam kumbang ada yang
menyerang daun, bunga dan
batang. Kumbang anggrek
kuning menyerang bunga,
kuncup bunga dan daun.
Kumbang ini mempunyai
kaki, mata dan antena
berwarna hitam.

Bagian yang terserang akan


berlubang-lubang.
Khusus
kumbang penggerek batang,
kerusakannya berupa lubang
di tengah batang, dan tidak
nampak dari luar. Larvanya
yang menetas dari telur,
merudak daun anggrek.

Anggrek Dendrobium dan Vanda


paling sering diserang kumbang
kuning.
Pembasmiannya
menggunakan insektisida sistemik
secara rutin. Bersihkan pot dari
kepompong dan telur kumbang,
dengan jalan memindahkannya ke
pot yang baru dengan media tanam
yang baru pula.

Ulat daun. Ada banyak


macam ulat pemangsa daun,
kuncup bunga, tunas daun,
maupun bunga yang sudah
mekar.

Kebanyakan berasal dari


kupu ordo Lepidoptera. Daya
rusak berbagai jenis ulat ini
cukup besar dan perlu segera
ditanggulangi.

Jumlah 2-5 ekor saja sebenarnya


bisa membunuh dengan tangan.
Tapi kalau anda takut atau jijik
boleh
saja
menggunakan
insektisida terutama yang bekerja
secara sistemik. Pisahkan anggrek
yang diserang ulat dengan yang
masih sehat.

10

Kepik. Hewan kecil ini mirip


kumbang, namun sayapnya
lebih bulat dan tubuhnya
gepeng. Tidak jarang terjadi
ledakan hama sehingga
cukup mengkhawatirkan.

Menghisap cairan pada daun


anggrek.
Menyebabkan
bintik-bintik
putih
atau
kuning.
Kalau
banyak
jumlahnya, kumpulan bintik
itu serupa bercak cukup lebar
dan nampak jelas dipandang.
Tanaman
yang
diserang
lama-kelamaan akan gundul
tak punya hijau daun lagi.
Sebab daun menjadi mati.

Semprotkan insektisida yang sama


seperti untuk membasmi serangga
lainnya, seperti ulat, kumbang,
ataupun trips.

11

Kutu tudung. Kutu tudun


atau kutu perisai Furcapsis,
kutu wol, dan kutu daun
sering
dijumpai
dalam
jumlah kecil menyerang
daun anggrek. Kutu tudun
berwarna cokelat (2,5-3
mm), puncak tudungnya
berada di pinggir badan
(punggung).
Selain
menempel daun, ia juga
menyenangi
pseudobulp,
misalnya
pada
anggrek
Oncidium. Juga pada mata
tunas.

Daun yang diserang berubah


menjadi kuning tidak sehat.
Lantas menjadi cokelat dan
akhirnya mati. Selain kutu
tudung,
kutu-kutu
yang
lainnya umumnya berwarna
putih, yang serangannya
meliputi akar gantung (aerial
roots) sampai titik tumbuh.

Cara pembasmiannya sama dengan


memberantas
ulat,
kumbang,
ataupun trips.

Tabel 2 : Hama, Gejala dan Penanggulangan


NO

NAMA PENYAKIT
PENYEBAB

GEJALA

PENANGGULANGAN

Penyakit Buluk. Cendawan


Penicillium
sp.
Sering
terdapat di dalam media
"kultur" (botol persemaian
biji
anggrek).
Spora
cendawan ini terbawa oleh
biji anggrek atau tutup botol
yang tidak steril.

Cendawan lembut, putih


seperti kapas. Kemudian
warnanya menghijau. Kalau
cendawan ini terlalu banyak,
biji anggrek tidak mampu
berkecambah dan persemaian
dalam botol akan gagal.
Kecambah yang telah tumbuh
kalau diserang cendawan
akan layu dan mati.

Pada awal serangan : Media agar


dan cendawan dikeluarkan dari
botol. Lalu botol diisi larutan
fungisida misalnya Benlate, selama
beberapa
menit.
Fungisida
dikeluarkan dan botol ditutup lagi.
Semuanya
dikerjakan
dalam
keadaan steril. Kalau kecambah
anggrek terlanjur besar segera
dikeluarkan dari botol dan dicuci
bersih dalam larutan fungisida.
Kecambah ini lantas ditanam
dalam pot bersama (kompot).

Penyakit Rebah Kecambah.


Juga
penyakit
anggrek
semasa
masih
dalam
persemaian.
Penyebabnya
cendawan Pythium ultimum
atau Rhizoctonia solani.
Penyebaran penyakit ini
melalui air.

Semula berupa bercak kecil,


bening pada permukaan
daun. Lalu melebar, menulari
ke atas sampai titik tumbuh
pada tunas serta ke bawah
hingga ke ujung akar.
Kecambah anggrek akan
membusuk dan mati.

Bibit yang sakit sebaiknya segera


dibuang, kalau perlu dibakar biar
musnah. Pot dan kumpulan
kecambah
dikeringkan
dan
disemprot fungisida.

Penyakit Bercak Cokelat.


Penyakit pada persemaian
anggrek,
oleh
bakteri
Pseudomonas
cattleya.
Kecambah
jenis
Phalaenopsis sangat peka
terhadap
bakteri
ini,
terutama pada cuaca sangat
lembab. Infeksi melalui daun
basah, atau di bekas luka
pada daun. Sentuhan daun
yang sakit pada daun yang
sehat sudah cukup untuk
menularkan bakteri ini.

Bercak kecil, benin pada


pucuk daun. Dalam beberapa
hari saja sudah meluas ke
seluruh
kompot.
Daun
kecambah anggrek menjadi
lunak dan mati. Penyakit ini
sangat
ganas,
karena
mematikan dan sangat cepat
menular.

Sangat sulit membasmi bercak


cokelat. Pada awal serangan, daun
yang sakit segera dipotong dan
dibakar. Gunakan pisau / guntin
steril. Pada serangan yang parah,
tidak ada jalan lain kecuali
memusnahkan seluruh kecambah
anggrek.

Penyakit Bercak Hitam.


Pada tanaman anggrek yang
sudah
dewasa.
Oleh
cendawan
Phytoptora
cactorum
dan
Phytium
ultimum.
Zoosporanya
mudah
sekali
menular
terbawa air. Juga melalui
alat-alat (gunting, dsb) yang
tidak steril.

Timbulnya warna cokelat


kehitaman
pada
bagian
tanaman yang terserang.
Mulai dari daun, ke atas
sampai tunas. Dan ke bawah
hingga ke ujung akar.
Tanaman terlambat tumbuh,
kerdil.
Kadang
mengakibatkan kematian.

Bagian tanaman yang sakit segera


dipotong menggunakan gunting /
pisau steril, lalu dibuang. Atau
semprotkan fungisida. Sebaiknya
alat pemotong tersebut dicuci
dalam larutan alkohol 70 % dan
dibakar dulu.

Penyakit Busuk Akar. Oleh


cendawan
Rhizoctonia
solani.

Leher
akar
membusuk,
seringkali mencapai rhizoma
dan umbi batang. Daun dan
umbi batang menguning,
berkeriput, tipis dan bengkok.
Tanaman kerdil dan tidak
sehat.

Semua bagian tanaman yang sakit


dipotong dan dibuang. Bekasnya
disemprot
dengan
fungisida,
misalnya Benlate.

Penyakit
Layu.
Oleh Mirip
pada
serangan
cendawan
Fusarium Rhizoctonia, namun pada
oxysporium.
rhizoma terdapat garis-garis
atau lingkaran berwarna
ungu. Pada serangan berat,
seluruh rhizoma menjadi
ungu, diikuti pembusukan
pada umbi batang. Tanaman
sangat tidak sehat.

Bagian yang terserang dibuang lalu


disemprotkan Benlate. Tanaman
segera dipindahkan ke media
tanam baru, yan masih sear dan
bersih. Usahakan terdapat aliran
udara yang lancar pada media
tanam.

Penyakit
Busuk.
Oleh
cendawan Sclerotium rolfsii.

Terdapat bintil-bintil kecil


berwarna cokelat pada bagian
tanaman yang kena penyakit.

Bagian tanaman yang sakit


dipotong dan dibuang. Media
tanam
dan
seluruh
pot
didesinfektans dengan larutan
Formalin 4 %, ataupun fungisida
Natriphene 0,5 % selama 1 jam.

Penyakit Bercak Cokelat.


Oleh bakteri Pseudomonas
cattleya.

Bercak
cokelat
pada
permukaan
daun,
lalu
menyebar ke seluruh bagian
tanaman.

Membuang semua bagian yang


sakit, lalu semprotkan fungisida /
antibiotika Streptomycin atau
Physan 20.

Penyakit Busuk Lunak. Oleh


bakteri Erwinia caratovora.

Daun dan akar membusuk


serta berbau. Penyakit ini
cepat sekali meluas. Namun
khusus pada rhizoma dan
umbi batang, penyebarannya
agak lambat.

Peralatan kebun mesti suci hama.


Bagian yang sakit segera dipotong
dan dibuang. Semprotkan Physan
20 sedang pot tanaman disemprot
dengan formalin 4 %.

10

Penyakit Bercak Bercincin. Timbul lingkaran atau garisDisebabkan oleh virus TMV- garis khlorotik (kekuningan)
O (Tobacco Mozaic Virus- pada permukaan daun.
Odontoglossum)

Hanya dengan jalan pencegahan,


yakni dengan membuang bagian
tanaman
yang
sakit,
serta
mensterilkan
semua
alat-alat
potong.

11

Penyakit
Mozaic
Cymbidium.
Yang
disebabkan
oleh
virus
Mozaic Cymbidium.

Semula
berupa
bercak
khlorotik
(kekuningan)
kemudian muncul nekrosa
(jaringan mati) berbintik,
bergaris
atau
lingkaran.
Khusus pada jenis Cattleya,
bercak tadi berwarna cokelat
atau hitam cekung. Kadang
ada gejala kematian jaringan
di
tengah
daun
yang
dilingkari jaringan normal
(sehat). Daun tua banyak
sekali menunjukkan adanya
bintik-bintik jaringan yang
mati.

Hanya bersifat pencegahan, yakni


membuang bagian tanaman yang
sakit, serta mensterilkan segala alat
yang dipakai.

12

Penyakit Busuk Hitam.


Disebabkan oleh cendawan
Phytophthora
omnivora.
Sesudah
hujan
air
menggenangi pucuk daun
yang terbuka atau pada baian
dekat
akar
anggrek
Phalaenopsis.
Anggrek
Cattleya juga peka terhadap
penyakit ini.

Muncul warna kehitaman


pada pangkal daun, lalu
melunak
dan
busuk.
Akhirnya daun terkulai mati.

Semprotkan fungisida seperti


Baycor, Dithane M-45, Benlate,
Ferbam, Physan, Truban, atau
Banrot. Untuk yang berbentuk
tepung, gunakan dosis 2 ram
dilarutkan dalam 2 liter air.

Peluang Usaha
Tanaman anggrek ini biasanya dijual dalam wadah pot atau bisa juga menjadi
tanaman potong. Dengan banyaknya ragam dan keindahan anggrek ini,
membuat anggrek ini memiliki harg yang cukup mahal. Untuk harga Anggrek
Bulan di pasaran saja bisa mencapai sekitar Rp 50.000 per satuan. Melihat
fenomena seperti ini, tentunya akan menjadi sebuah peluang bisnis yang luar
biasa ketika anda hendak mengambil kesempatan ini. Dengan budidaya Anggrek
Bulan juga lebih menguntungkan karena dewasa ini banyak sekali peminat dari
masyarakat asing yang melirik Anggrek Nusantara.
Objek Usaha
-

Bunga
Media Tanam
Bibit
Pupuk
Vitamin

Tempat Usaha
Untuk membuka usaha budidaya anggrek dapat dilakukan dengan membuka
toko bunga atau melalui usaha online. Usaha online lebih efektif dewasa ini
karena masyarakat zaman sekarang lebih bergantung pada internet dan mencari
hal-hal praktis.
Keuntungan dan Kerugian
Dalam hal keuntungan, dapat dipastikan, jika membuka wirausaha anggrek
keuntungan semakin banyak. Apalagi dapat dipercaya dan berhasil
membudidayakan Anggrek Bulan dengan baik. Banyak peminat dari dalam
maupun luar negeri. Namun, jika masalah penyakit dan hama susah teratasi, hal
ini membawa kerugian.
Perkiraan Harga
1.
2.
3.
4.
5.

Bibit Anggrek : Rp30.000,- hingga Rp50.000,Bunga Anggrek : Rp50.000,- hingga Rp250.000,Media Tanam : Rp11.000,- hingga Rp50.000,Pupuk dan Vitamin : Rp40.000,- hingga Rp150.000,Insektisida : Rp30.000,- hingga Rp150.000,-

Gambar bunga Anggrek Bulan

Sumber-sumber
http://pesonatanamanhias.blogspot.co.id/2014/10/cara-merawat-danbudidaya-anggrek-bulan.html
http://budidaya-petani.blogspot.co.id/2014/02/cara-budidaya-anggreklengkap.html
http://beritaanggrek.blogspot.co.id/2013/04/penyakit-pada-tanamananggrek.html
http://tissuecultureandorchidologi.blogspot.co.id/2011/06/pengendalianhama-dan-penyakit-pada.html
https://surya61.wordpress.com/budidaya-produktif/budidaya-angrek/
http://www.matapencaharian.com/peluang-bisnis-anggrek-bulan.html
http://jualanggrek.com/