Anda di halaman 1dari 37

LAPORAN KASUS

MIOMA UTERI
OLEH :
Mairezi fitri

Definisi :
Mioma uteri adalah neoplasma jinak yang
berasal dari otot polos uterus, yang
diselingi untaian jaringan ikat dan
dikelilingi kapsul yang tipis , dan sering
terjadi pada usia produktif.
Tumor ini juga dikenal dengan istilah
fibromioma uteri, leimioma uteri, dan
uterine fibroid.

EPIDEMIOLOGI
Frekwensi mioma uteri kurang lebih 10%
dari jumlah seluruh penyakit pada alatalat genital dan merupakan tumor pelvis.
Angka kejadian tumor ini sulit ditentukan
secara
tepat
karena
tidak
semua
penderita dengan mioma uteri memiliki
keluhan. Mioma uteri belum pernah
dilaporkan terjadi sebelum menarche.

Ada beberapa faktor yang diduga kuat sebagai faktor predisposisi terjadinya mioma uteri. Fungsi ovarium . Dipercaya bahwa mioma merupakan sebuah tumor monoklonal yang dihasilkan dari mutasi somatik dari sebuah sel neoplastik tunggal. Umur 2. Paritas 3.ETIOLOGI : Sampai saat ini belum diketahui penyebab pasti mioma uteri dan diduga merupakan penyakit multifaktorial. yaitu : 1. Ras dan genetik 4.

PATOFISIOLOGI .

Mioma pada serviks uteri hanya ditemukan sebanyak 3 % dan pada korpus uteri ditemukan 97% kasus. .KLASIFIKASI MIOMA UTERI : Dikenal dua tempat asal mioma uteri yaitu serviks uteri dan korpus uteri.

berdasarkan tempat tumbuh atau letaknya. mioma uteri dapat diklasifikasikan menjadi : .Namun.

1. 4. 3.Gejala klinis . 2. Perdarahan abnormal Rasa nyeri Gangguan dan tanda penekanan organ sekitar Infertilitas dan abortus .

Pemeriksaan penunjang .DIAGNOSIS : Berdasarkan 1. Anamnesa 2. Pemeriksaan Fisik 3.

DIAGNOSIS BANDING : Tumor solid ovarium Miosarkoma. koriokarsinoma Tumor abdomen .

PENATALAKSANAAN : 1. Radioterapi . Terapi Operatif : Miomektomi Histerektomi 2.

serta merupakan 50-75% dari semua sarkoma uterus. Nekrosis dan infeksi. Sarang mioma dapat mengalami nekrosis dan infeksi yang diperkirakan karena gangguan sirkulasi darah padanya. Keganasan umumnya baru ditemukan pada pemeriksaan histologi uterus yang telah diangkat. Torsi (putaran tangkai) :Sarang mioma yang bertangkai dapat mengalami torsi. timbul gangguan sirkulasi akut sehingga mengalami nekrosis.6% dari seluruh mioma.32-0. .KOMPLIKASI : Degenerasi ganas : Mioma uteri yang menjadi leiomiosarkoma ditemukan hanya 0.

seorang wanita harus menjaga agar berat badannya tidak menjadi overweight apa lagi obesitas. .PENCEGAHAN MIOMA UTERI : Setelah mencapai usia 18 tahun. Stop merokok dan hindari asap rokok orang lain. dan menyertakan USG alat reproduksi saat general checkup. Memeriksakan diri ke dokter kandungan secara rutin.

Laporan Kasus Mioma Uteri .

Romlah Jenis Kelamin : Perempuan Umur : 44 Tahun Alamat : Desa Olak Kemang RT.05 Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga Agama : Islam Tanggal masuk RS : 27 Juli 2015 .IDENTITAS PASIEN : Nama : Ny.

ANAMNESA (Auto Anamnesa) Keluhan utama: Perut membesar Riwayat penyakit sekarang : Os datang ke IGD RSUD Haji Abdoel Madjid Batoe Pada tanggal 27 Juli 2015 dengan keluhan perut membesar. . Selama ini os hanya mengeluhkan sering mengalami sakit kepala. Adanya keluhan nyeri perut disangkal oleh Os. Keluhan ini diketahui oleh os baru-baru ini saja. Sebelumnya os sudah memeriksakan dirinya ke Poli RSUD Hamba dengan keluhan yang sama. adanya gangguan BAK disangkal. adanya gangguan saat BAB juga disangkal oleh os.

Riwayat Menstruasi Menarche : Usia 14 Tahun Siklus menstruasi : 28 Hari dan teratur Lamanya : 5-7 hari Riwayat Pernikahan : Menikah 1x.lama menikah 25 tahun. Riwayat Obstetri : Os belum pernah hamil sejak menikah .

Riwayat Penyakit sistemik :Tidak ada Riwayat penyakit keluarga : Os menyangkal adanya riwayat keluarga yang mengalami penyakit yang sama dengan os. .

3˚C RR :20 x/mnt .PEMERIKSAAN FISIK a. Status present Keadaan umum :Tampak sakit sedang Tekanan darah :130/80 mmHg Nadi :80 x/mnt Suhu :36.

b. ikterik -/-. pembesaran tonsil (-) Leher : pembesaran KGB (-). pembesaran kelenjar thyroid (-) . turgor menurun (-) KEPALA Mata: anemi +/+. Pemeriksaan umum Kulit : cianosis (-). edema palpebra -/Wajah : simetris Mulut : stomatitis (-). hiperemi pharing (-). ikterik (-).

Wh -/-. hipersonor -/-.Thorax : PULMO Inspeksi : Pergerakan dada simetris. pekak -/Auskultasi : vesikuler +/+. tipe pernafasan normal. retraksi costae -/Palpasi : fremitus taktil simetris Perkusi : sonor +/+. Rh -/- . suara nafas menurun -/-.

murmur(-) . gallop (-).JANTUNG inspeksi : iktus cordis tak teraba Palpasi : thrill -/Perkusi : batas jantung normal Auskultasi : Bunyi jantung I-II. denyut jantung regular.

nyeri tekan -. Pelebaran vena collateral (-) Palpasi : Pembesaran uterus (+). mobile. ukuran besar massa seperti usia kehamilan 18-20 mgg Perkusi : pekak pada bagian massa Auskultasi : bising usus + normal Ekstremitas : edema -/- . TFU 2 jari diatas pusat. teraba massa solid keras.Abdomen Inspeksi : Tampak benjolan (+).

. mobile. teraba massa solid keras. Pemeriksaan obstetric dalam : Tidak dilakukan pemeriksaan.Pemeriksaan obstetric luar : TFU setinggi 2 jari diatas pusat. Ukuran massa ukuran besar massa seperti usia kehamilan 18-20 mgg. nyeri tekan (-).

000/ul Hematokrit : 27.9 % MCV : 63.Darah: AB GDS : 123mg/dl Diagnosis kerja : Mioma Uteri .Laboratorium : Tanggal 27/07/2015 Hb : 9.9 g/dl Leukosit : 8500/ul Trombosit : 230.7 fL Gol.

Rencana Tindakan : Rawat inap Pasang IV Line Histerektomi Pemeriksaan Patologi anatomi .

mobile. TD 100/70 mmHg.Follow Up : Tanggal 28/07/2015 S : Nyeri Perut (-). Mioma uteri A : Mioma Uteri + Anemia P : Informed Consent Anjuran agar os bed rest Anjuran agar os menjaga personal Hygine Konsul Spesialis Penyakit Dalam .Corpus uteri dan adnexa parametrium teraba massa solid keras. Pemeriksaan USG : Pembesaran Uteri Abnormal ec. Nadi 80x/mnt. perut membesar (+) O : Vital sign . Pernafasan 20x/mnt Status obstetric : Palpasi = TFU setinggi 2 jari diatas pusat.

Corpus uteri dan adnexa parametrium teraba massa solid keras. TD 130/90 mmHg. mobile. Nadi 80x/mnt. Pernafasan 20x/mnt Status obstetric : Palpasi = TFU setinggi 2 jari diatas pusat. perut membesar (+) O : Vital sign .Follow Up : Tanggal 29/07/2015 S : Nyeri Perut (-). Ceftriaxone/ 12 Jam . A : Mioma Uteri + anemia P : IVFD RL 20gtt/mnt Inj.

Pernafasan 20x/mnt Hasil post Histerektomi : Didapatkan Massa solid keras. Massa memenuhi seluruh bagian uterus. TD 100/60 mmHg. Nadi 90x/mnt. dengan hipervascularisasi. massa melekat pada jaringan sekitar. .Follow Up : Tanggal 30/07/2015 S : Histerektomi O : Vital sign .

.

A: Mioma Uteri P : Cek Hb Ulang Transfusi WBC 1 Kolf Pasang Drain Histopatologi Anatomi jaringan Therapi : IVFD RL 30 gtt/mnt Inj. Ceftriaxone /12 jam Transamin /12 jam Ketorolak /12 jam Alinamin /12 jam .

6 g/dl Drain (+) Terpasang.Follow Up : Tanggal 31/07/2015 S : Nyeri Post op hosterektomi (+) O : Vital sign:TD 120/80 mmHg. darah (+) A : Hari ke-1 Post Op Hysterektomi dengan Uteri P : Mobilisasi bertahap Transfusi WBC hingga Hb 9 Therapi : IVFD RL 20 gtt/mnt Inj. Nadi Pernafasan 20x/mnt Conjunctiva anemis (+/+) Hb : 7. Mioma . Ceftriaxone /12 jam Transamin /12 jam Ketorolak /12 jam Alinamin /12 jam 80x/mnt.

pernafasan 20x/mnt Drain terpasang baik. Nadi 88x/mnt.7 g/dl A : Hari ke-2 Post Op hysterektomi dengan mioma uteri P : Pantau perdarahan dan mobilisasi Therapi : Ciprofloxacin 2x1 Asam mefenamat 2x1 Metronidazol 3x1 . darah(+) Hb : 8.Follow up : Tanggal 01/08/2015 S : Nyeri pada luka Operasi (+) O : TD 110/70mmhg.

Follow Up : Tanggal 02/08/2015 S : Nyeri Pada luka operasi berkurang O :TD 110/80 mmhg. Pernafasan 22x/mnt Drain terpasang baik. darah (-) A :Hari ke-3 Post op hysterektomi dengan mioma uteri P : Mobilisasi bertahap GV Terapi oral lanjutkan . Nadi 80x/mnt.

Nadi80x/mnt.Follow Up : Tanggal 03/08/2015 S : Nyeri Pada Luka operasi berkurang O : TD120/70mmHg. pernafasan 20x/mnt Mobilisasi baik A : Hari ke-4 Post op Hysterektomi dengan mioma uteri P : Mobilisasi bertahap GV Therapi Oral lanjutkan .

Follow Up : Tanggal 04/08/2015 S : Nyeri pada luka operasi berkurang O : TD 120/70 mmhg. pernafasan 20x/mnt Mobilisasi Baik dan aktif A : Hari ke-5 Post op hysterektomi dengan mioma uteri P : Ganti verban Boleh pulang Kontrol 3 hari berikutnya Terapi oral : Ciprofloxacin 2x1 Asam mefenamat 2x1 Metronidazol 3x1 . 80x/mnt.

TERIMA KASIH .