Anda di halaman 1dari 32

BAB I

PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Al-Qur’an dan Al-Hadist adalah pedoman manusia khususnya Ummat Muslim yang
telah ditinggalkan oleh Rasullullah saw kepada seluruh ummatnya. Al-Qur’an merupakan firman
Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw. sebagai pedoman bagi ummat manusia
dalam menata kehidupannya, agar memperoleh kebahagiaan lahir dan batin baik didunia maupun
diakhirat kela. Al-Hadist merupakan perkataan, perbuatan, dan yang menyangkut hal ihwalnya.
konsep-konsep yang dibawa Al-Qur’an dan Al-Hadist selalu relevan dengan problem yang
dihadapi manusia kerena ia turun untuk berdialok dengan setiap ummat yang ditemuinya,
sekaligus menawarkan pemecahan terhadap problem tersebut, kapan dan dimanapun mereka
B.

1.
2.
3.
4.
5.
6.

berada. dari sinilah studi tetang Al-Qur’an sangat penting dilakukan.
RUMUSAN MASALAH
karena luasnya pembahasan tentang Al-Qur’an dan al-hadist ini. Maka didalam makalah
ini kami hanya akan membahas tentang:
Pengertian Al-Qur’an
Fungsi Al-Qur’an
Pendekatan Memahami Al-Qur’an
Ulumul Qur’an
Pengertian Hadist Dan
Fungsi Hadist , Unsur-unsur Hadist, Macam-macam Hadist.

BAB II
PEMBAHASAN
A. AL-QUR’AN SEBAGAI SUMBER AGAMA ISLAM
1. PENGERTIAN AL-QUR’AN
Al-Qur’an menurut bahasa (etimologi), mempunyai arti yang bermacam-macam, salah
satunya menurut pendapat yang lebih kuat, Al-Qur’an berarti bacaan atau yang dibaca. Pendapat

itu beralasan karena Al-qur’an adalah masdar dari kata dasar Qara’a Yaqra’u yang artinya
membaca. Al-Qur’an dalam Arti membaca ini dipergunakan oleh Al-Qur’an sendiri.[1]
Allah berfirman dalam Al-Qur’an surat Al-Qiyaamah : 16-18
Artinya:
“Janganlah kamu gerakkan lidahmu untuk (membaca) Al-Qur’an karena hendak cepat-cepat
(menguasai)Nya”
“Sesungguhnya atas tanggungan Kamilah mengumpulkannya (di dadamu) dan (membuatmu
pandai) membacanya.”
“Apabila Kami telah selesai membacakannya maka ikutilah bacaannya itu.”
Ayat-ayat lain yang senada dengan firman Allah tersebut diatas dapat kita temukan
pada:
Surat Al-a’raf: 204, surat An-nahl: 98, surat Al-isra: 17dan 106, surat Al-muzammil: 20,
surat Insyiqaq: 21.
Menurut makna yang terkandung dari ayat diatas Qur’an itu diartikan sebagai bacaan,
yakni kalam Allah yang dibaca dengan berulang-ulang. Ayat-ayat tadi juga menjadi dalil bahwa
kata Al-Qur’an itu sendiri adalah kalam Allah.
Adapun definisi Al-Qur’an secara istilah (terminologi), Muhammad Ali Ash-shabuni
menulisnya bahwa “Al-qur’an adalah kalam Allah yang tiada tandingan diturunkan kepada Nabi
Muhammad saw penutup para nabi dan rasul dengan perantaraan malaikat jibril as, dan ditulis
pada mushab-mushab yang kemudian disampaikan kepada kita secara mutawatir, serta membaca
dan mempelajarinya merupakan suatu ibadah yang dimulai dengan surat Al-fatihah dan ditutup
dengan surat An-Nas.[2]
Bagian yang lain menyebutkan bahwa Al-Qur’an ialah lafal berbahasa Arab yang
diturunkan kepada Muhammad saw yang disampaikan kepada kita secara mutawatir yang
diperintahkan membacanya yang menentang setiap orang (untuk menyusun walaupun dengan
membuat) surat yang terpendek daripada surat-surat yang ada didalam nya.
Dari dua buah definisi tersebut dapat disimpulkan, bahwa apa yang disebut Al-Qur’an
itu mempunyai kriteria-kriteria seperti:
a.
Al-Qur’an adalah Firman Allah swt
[
[

b.

Al-Qur’an yang merupakan firman Allah itu berbahasa Arab, oleh karena itu Al-Qur’an yang

ditulis atau dilafalkan tidak dalam bahasa arab tidakdisebut Al-Qur’an.
c.
Al-Qur’an diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw melalui perantaraan malaikat jibril,
dengan demikian hadist bukanlah Al-Qur’an karena Hadist tidak melalui perantaraan Jibril lagi
pula hadist bukanlah Firman Allah yang diucapkan dengan bahasa Nabi sendiri.
d.
Al-Qur’an sampai kepada kita dengan jalan mutawatir artinya Al-Qur’an yang diterima oleh
nabi muhammad dari Allah melalui Jibril itu. Beliau ajarkan kepada orang banyak pula begitu
seterusnya, sehingga akhirnya sampai kepada kita dari orang banyak kepada orang banyak ini
merupakan jaminan bagi kebenaran/ keautentikan Al-qur’an, sebab tidak mungkin orang banyak
sepakat untuk berdusta. Bukan Al-Qur’an kalau hanya diriwayatkan oleh seseorang atau
e.

beberapa orang saja.
Al-qur’an adalah Mukjizat Nabi Muhammad Saw yang bersifat memberikan tantangan kepada
siapapun yang tidak percaya terhadap kebenaran kewahyuannya. Mereka ditantang untuk
menandingi atau mengalahkan Al-Qur’an, sekalipun hanya dengan membuat satu surat yang
paling pendek, namun tidak mungkin Al-Qur’an dapat ditandingi sebab kalau dapat ditandingi

f.

bukanlah mukjizat namanya.
Al-Qur’an ditulis didalam Mush-haf. Selain Al-Qur’an itu kitab suci yang paling banyak
dibaca (artinya memang bacaan). Ia juga ditulis dalam Mush-hab dan penulisan telah dikerjakan
sejak masa Nabi Muhammad kerena selalu ditulis ini lah Al-Qur’an juga disebut Al-kitab.
Dewasa ini mush-haf Al-Qur’an juga disebut Mush-haf Usmani kerena penulisannya mengikuti

g.

metode Usman Bin Affan.
Al-Qur’an diperintahkan untuk dibaca (selain itu tentunya untuk dipelajari atau diamalkan),
kerena perintah, berarti membaca Al-Qur’an adalah ibadah pahala. Dalam Hadist Riwayat
Tarmidzi diterangkan bahwa, satu huruf Al-Qur’an dibaca, pahalanya berlipapt sampai sepuluh

h.

kali. Hanya Al-Qur’an yang mendapat perlauan istimewa seperti ini.
Al-Qur’an diawali dengan surat Al-fatihah dan di akhiri dengan surat An-Nas. Lampiranlampiran diluar itu seperti ilmu tauhid, keterangan-keterangan yang menjelaskan tentang

2.

keutamaan membaca Al-Qur’an, bukanlah Al-Qur’an.
FUNGSI AL-QUR’AN
Sumber ajaran taiap agama adalah kitab suci, begiitu pula agama islam, Al-Qur’an
adalah sember ajaran agama islam, sumber norma, dan hukum Islam yang pertama dan
utama.inilah fungsi utama Al-Qur’an. Itulah sebabnya Nabi Muhammad Saw. Bersabda didalam
Hadist Riwayat Malik, ‘’sesungguhnya telah kutinggalkan untukmu dua perkara, yang kamu

dan Almu’minun: 68) . Fngsi ini juga sesuai dengan nama lain yang dipakai oleh Al-Qur’an yaitu Adz-Dzikr. Fungsi ini sesuai dengan name lain dari Al-Qur’an Al-furqon (pembeda). dan agar orang-orang yang berakal mendapat pelajaran (Qs. Dan juga seperti surat Al-isra: 82. sesungguhnya telah datang kepadamu pengajaran dari tuhanmu dan obat bagi apa yang ada didalam hatimu dan petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman. dan surah d.tidak akan sesat selama kamu masih berpegang kepada keduanya. Al-Qur’an berfungsi sebagai peringatan bagi seluruhummat manusia.Haqqah: 48) dan juga seperti surah Al-Hijr: 9. Yakni petunjuk jalan yang lurus. Dan juga seperti surah yunus :57 f. antara yang benar dan yang salah atau yang baik dan yang buruk. dan Al- baqarah: 185). Al-Qur’an merupakan petunjuk bagi umat manusia. secara keseluruhan. Fush-shilat: 44. Al-Qur’an sebaga sumber pertama norma dan hukum islam dapat dijabarkan kedalam fungsia. petunjuk kebenaran yang mengeluarkan manusia dari kegelapan menuju cahaya yang b. Al-furqon: 1). (Qs. (HR. ra. Qs. “Hai manusia.) e. agar menjadi juru pengingat bagi seluruh alam” (Qs.Ali-imran: 183). yaitu Al-Qur’an dan Sunnah Rasul. c. Yunus: 57). “(Al-Qur’an ) ini adalah keterangan yang jelas bagi manusia dan petunjuk serta pengajaran (mau’idhah) bagi orang-orng yang bertaqwa” (Qs. surah Yaasin: 69. Al-Qur’an sebagai obat (penyembuh) bagi penyakit kejiwaan. fungsi yang lebih rinci. Al-Qur’an adalah pembeda antar yang haq dan yang bathil. ‘’Maha besar allah yang menurunkan Al-furqon kepada kepada hamba-Nya. Dan juga seperti surat Ali imran: 3-4. Al-Qur’an merupakan pengajaran atau nasihat (mau’idhah) bagi manusia. Malik). (ini adalah) ketik yang kami turunkan kepada engkau yang penuh berkah agar mereka suka merenungkan ayat-ayatnya. “Dan sesungguhnya Al-Qur’an itubenar-benar menjadi peringatan bagi orang yang bertaqwa” (Qs. dari Ibnu Mas’ud. Al-An’am: 90. Shad: 29) dan juga seperti surat An-nisa: 82. Ibnu Majjah Dan Al-Hakim. Al-Qur’an merupakan bahan renungan atau pemikiran bagi orang-orang yang mau berpikir untuk mendapatkan pelajaran yang berharga. Al-Qur’an adalah korektor bagi kitab-kitab suci yang sebelumnya atau korektor bagi g. terang. surah Shad: 1-29. dan sabda Nabi yang berbunyi “hendaklah kamu mengambil dua macam obat. pengakuan yang dilakukan oleh manusia dalam agama mereka. yaitu madu dan Al-Qur’an (HR.

dan ada pla yang berfokus pada dirayah dan perenungan pemikiran. ia menjelaskan tentang manhaj yang ia pilih. dan meracik antara warisan salaf pengetahuan kaum khalaf.[3] 1) Menggabungkan antara Riwayat dengan Dirayah Prinsip pertama manhaj ini adalah menggabungkan antara Riwayat dengan Dirayah. jika ada tafsir yang berfokus pada riwayat dan atsar.h. Ulumul Qur’an. metode maudhu’i belakangan ini banyak diminatiahli tafsir. Al-Qur’an diturunkan sebagai mukjizat Nabi Muhammad saw. cara menafsirkan Al-Qur’an bentuk ini disebut dengan metode maudhu’i. Para ulam terdahulu cenderung menggunakan metode talili sebagai mana yang sering ditemui dalam karya-karya tafsir. 1996. BEBERAPA PENDEKATAN MEMAHAMI AL-QUR’AN a. metode tahlili merupakan suastu metode yang digunakan untuk memahami ayat-ayat Al-Qur’an dari segala segi dan maknanya. Raja Grafindo Persada. Al-Qur’an diturunkan supaya menjadi mukjizat mengembangkan risalah dan menyampaikan apa-apa yang diterimanya dari tuhan. Al-Qur’an adalah sumber ilmu pengetahuan yang sangat menarik untuk dikaji dan dipelajari sepanjang masa. yaitu mukjizat yang paling besar dari sekalian mukjizat lain yang pernah ada. Diantara ulama mutakhir adalah Imam Muhammad Bin Ali Asy-Syaukani (1250 H) dalam kitabnya Fathul Qadir Al-Jami’ Baina Fannai Ar-riwayah Wad-dirayah Fit-tafsir. menyatukan antara dalil manqul (dalil naqli) yang shahih dan hasil pemikiran yang jelas. Dalam mukkadimah tafsirnya. Hal . Allah menurunkan Al-Qur’an yang susunan arti hukum-hukum dan pengetahuan yang dibawakannya mengandung unsur-unsur mukjizat. dan mengikuti dua jalan: kelompok pertama. 18 . para ahli tafsir mutakhir melahirkan gagasan untuk mengungkap petunjuk Al-Qur’an terhadap suatu masalah tertentu dengan cara menghimpun seluruh atau sebagian ayat dari beberapa surat yang berbicara tentang topik yang sama untuk kemudian dikaitkan antara satu ayat denngan ayat lainnya sehingga akhirnya dapat diambil kesimpulan menyeluruh tentang suatu masalah sesuai petunjuk Al-Qur’an. Al-Qur’an Untuk memahami kandungan Al-Qur’an yang luas dan tinggi para ulama tafsir menggunakan berbagai metode dan corak yang beagam. Jakarta : PT. dan menjelaskan kerakteristiknya. ia berkata bahwa mayoritas mufasir terbagi menjadi dua kelompok. 3. Untuk itu. ayat-demi ayat dan surah demi surah sesuai dengan urutan yang terdapat dalam mush-haf usmani. maka tafsir yang paling tepat adalah mensintesiskan antara riwayat dan dirayah. dalm tafsir mereka hanya memfokuskan [3] Ramli Abdul Wahid. karena metode ini memudahkan untuk menjawab problematika masyarakat yang komleks dan berkembang cepat. H.

An-nisa :105) 4) Mempergunakan tafsir sahabat dan tabi’in 5) Mengambil kemutlakan bahasa Al-Qur’an diturunkan dengan bahasa arab. imam syafi’i berkat bahwa seluruh apa yang dihukumkan oleh Rasullullah saw. dan merasa cukup dengan mengangkat riwayat ini.” Jika engkau tidak menentukan itu. supaya kamu mengadli antara manusia dengan apa yang telah Allah wahyukan kepadamu dan janganlah kamu menjadi penentang (orang yang tidak bersalah). Artinya : Denngan bahasa Arab yang jelas (Asy-syu’ara: 195) maka penafsiran wajib disamping melakukan prinsip-prinsip sebelumnya. dan ilmu-ilmu teknis lainnya dan tidak memberikan tempat bagi riwayat dengan baik. “Cara penafsiran yang shahih adalah Al-Qur’an menafsirkan Al-Qur’an.dari pada riwayat. meskipun mereka mengutipnya namun mereka tidak mngunggulkannya sama sekali. bahkan. dan satu bagian menafsirkan bagian lainnya. adalah dari apa yang beliau dapat dari Al-Qur’an. Allah swt berfiman Surah AnNisa :105. 2) Tafsir Al-Qur’an dengan Al-Qur’an Prinsif kedua manhaj ini adalah menafsirkan Al-Qur’an. maka engkau mengambil sunnah. yang sesuai dengan kaidahnya dan balagah Al-Qur’an menjadi mukjizat. 3) Tafsir Al-Qur’an dengan sunnah yang shahih Shaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata dalam Mukaddimah fi ushul tafsir. . dan apa yang disebut secara simpel pada suatu tempat dijelaskan pada tempat lain. 6) Memperhatikan konteks kalimat Diantara prinsip yang penting dalam memahami Al-Qur’an dengan baik dan menafsirkannaya dengan benar adalah memperhatikan konteks ayat ditempatnya dalam surah AlQur’an dan kontek kalimat ditempat dalam ayat. ia tidak boleh diputus hubungannya dengan yang esebelumny dan yang setelahnya.” (QS. kerena ia adalah penjelas Al-Qur’an. memusatkan perhatiannya dalam menafsirkan Al-Qur’an pada pengertian yang diberikan oleh bahasa Arab. menafsirkan lafal sesuai dengan pengertian yang diberikan oleh bahasa arab dan penggunaannya. karena membela orang-orang yang khianat. ayat itu harus dikaitkan dengan konteksnya yang ada. kelompok kedua. dengan Al-Qur’an kerena Al-Qur’an satu bagian arinya saling membenarkan bagian lainnya. apa yang disebut secara Ijmal (global) pada suatu tempat diperinci pada tempat lain. “Sesungguhnya kami telah menurunkan kitab kepadamu dengan pembawa kebenaran.

tafsirnya. urutan-urutannya. baik berupa ilmu agama. kedokteran. Perhitungan ini masih dilihat dari sudut mufradatnya (kata-katanya). dan mansukhnya ayat-ayat makkiyah dan madaniyah. dan sebagainya kedalam pembahasan Ulumul Qur’an. bagian kedua. Al-Suyuthi memperluasnya sehingga memasukan astronomi. setiap kata didalam al-Quran mengandung makna zahir. 8) Menjadikan Al-qur’an sebagai rujukan utama dalam mencari pemahaman. batin. maupun ilmu-ilmu bahasa arab. yaitu 23 tahun. hanyalah sebagai pembahasan pokok Ulumul Qur’an. bagian pertma. Namu demikian. Orang yang ingin memahami Al-Qur’an dan menafsirkannya harus mengosongkan diri dari keyakinan dan pemikiran-pemikiran yang sebelumnya. ayat muhkamah dan mutasyabidiyah. diturunkan setelah adanya kejadian tertentu atau adanya pertanyaan. ilmu ukur. ilmu-ilmu yang tersebut definisi ini berupa ilmu tentang sebab turun ayat-ayat Al-Qur’an. Hal ini didasarkan kepada jumlah kata yang terdapat didalam Al-Qur’an dengan dikalikan empat. RUANG LINGKUP PEMBAHASAN ULUMUL QUR’AN Dari definisi-defisnisi diatas dapat dapat dipahami bahwa Ulumul Qur’an adalah suatu ilmu yang mempelajari ruang lingkup pembahasan yang luas. pengumulannya. 7) Memperhatikan Asbaabunnuzul (sebab turunnya ayat) Diantara prinsip dalam memahami dan menafsirkan Al-Qur’an adalah memperhatikan asbaabunnuzul. Ash-Shiddiq yang mengandung segala macam pembahasan Ulumul Qur’an itu kembali kepada beberapa pokok persoalan saja sebagai berikut : .450 ilmu. seperti ilmu tafsir. kemukjizatannya. tidak memaksakan kehendak dirinya terhadap Al-Qur’an dan menafsirkannya dengan memaksakannya agar sesuai dengan pendapat dan kehendaknya dan megarahkannya untuk memperkuat keyakinan yang ia anut. penulisananya. terbatas dan tak terbatas. qira’atnya. Demikian luas ruang lingkup kajian Ulumul Qur’an sehingga sebagian ulama menjadikan seperti luas yang tak terbatas. Adapun jika dilihat dari sudut hubungan kalimat-kalimatnya. Ulumul Qur’an meliputi semua ilmu yang ada kaitanya dengan Al-Qur’an. pemikiran 4. seperti balagah dan ilmu i’rab Al-Qur’an. Sebab. Kemudian dia mengutip Abu Bakar Ibnu Al-Arabi yang mengatakan bawa Ulumul Qur’an terdiri dari 77. seperti diakui oleh ulama. maka jumlahnya menjadi tidak terhitung. Al-Qur’an diturunkan pada dua bagian. ia adalah mayoritas isi Al-Qur’an. bagan yang diturunkan secara spontan (tanpa dua bagian tertentu).untuk kemudian diseret untuk memberikan makna tertentu atau memperkuat hukum tertentu yang dilakukan dengan sengajaoleh orang yang mempunyai tujuan tertentu. yang ia Adopsi atau mazhab yang ia ikuti. pada sepanjang masa turunnya wahyu. nasikh.

majas (mutafara). idgam (memasukan bunyi huruf yang sakin kepada huruf sesudahnya). persoalan makna Al-Qur’an yang berhubungan dengan lafal. Hasbi Ash-Shiddieqy. muradif (sinonim). yang mufashashal (dirinci). ayat. Menurut T.Pertama. yang mafthum (makna yang berdasarkan pemahaman mutlaq terbatas). persoalan ada Al-Qira’ah (cara membaca Al-Qur’an ). Ayat-ayat yang diturunkan ketika Nabi berada dalam perjalanan disebut safariyah. isti’arah (metapora). awalnya. yang diturunkan dimusim dingin disebut syitaih. ada tujuh belas ilmu-ilmu Al-Qur’an yang terpokok. dan yang belum pernah turun sama sekali. yang berulang-ulang turun. yang mujmal (bersifat global). dan yang diturunkan ketika nabi ditempat tidur disebut firasyiah. Yang mulamula turun. Ayat-ayat yang diturunkan ketika Nabi berada dikampung disebut Hadhariah. persoalan sanad. amm (umum) yang dimaksudkan khusus. persoalan ini meliputi hal-hal yang menyangkut sanad yang mutawattir. yaitu fashl (pisah). 1) Ilmu Mawathin An-Nuzul: ilmu ini menerangkan tempat-tempat turunnya ayat. Kedua. dan akhirnya. Ithnab (panjang). yang terakhir turun. hal ini mengangkat waqt (cara berhenti). yang manthuq (makna yang berdasarkan pengutaraan). Persoalan ini menyangkut dengan ayat-ayat yang diturunkan dimekkah. persoalaan Al-Qur’an yang bersangkutan dengan hukum yaitu yat yang bermakna. Ketiga. musytarah (lafal yang mengan dung lebih dari satu makna). pembaasan yang menyangkut lafal Al-Qur’an yaitu tetang yang gharib (pelih). para penulis ayat dan penghafal Al-Qur’an dan cara tahammul (penerimaan riwayat). yang diturunkan dimusim panas disebut syaifiyah. masanya. Musawah (sama) dan Qashr (pendek). Keenam. . yang turun terpisah-pisah. persoalan Nuzul. amm (umum). yang zahir. Persoalan ini juga meliputi hal yang menyangkut sebab turunnya ayat. dan tasybih (penyerupaan). ayat-ayat yang diturunkan di malam hari disebut lailiyah. Kelima. yang nash. Keempat. imalah madd (bacaan yang panjang). Ijas (singkat). yang pernah diturunkan kepada seorang Nabi. bentuk-bentuk qira’at nabi. yang turun sekaligus. dan tetap dalam keumumannya. Ayat-ayat yang diturunkan dimadinah disebut madaniyyah. Amm (umum) yang dikhususkan oleh sunnah. takhfif hamzanh (meringankan bacaan hamzah).ayat yang diturunkan disiang hari disebut Nahariyah. yang ahad. yang disebut dengan makkiyah. ibtida’ (cara memulai). washl (hubungan). mu’rab (menerima perubahan akhir kata).

Ilmu Tajwid. ilmu ini menerangkan ayat-ayat yang dianggap mansyukh (yang 11) dihapuskan) oleh sebagian mufassir. 1996. ilmu ini menerangkan maksud perumpamaan-perumpamaan yang dikemukakan oleh Al-Qur’an. yang berarti berita. Raja Grafindo Persada. Ilmu Ma’rifat Al-Muhkam Wa Al-Mutasyabih. yaitu sesuatu [ 4] Ramli Abdul Wahid. ilmu ini menerangkan persesuaian dan keserasian antara satu 14) ayat dan ayat didepan dan yang dibelakangnya. HADIST SEBAGAI SUMBER AGAMA ISLAM 1. 8) Ilmu Wujuh Wa Al-Nasa’ir. Imu Bada’i Al-Qur’an . 10) Ilmu Nasikh Wa Al-Mansukh. H. Ilmu Ashad Al-Nuzul. Ilmu Adab Al-Qur’an. ilmu ini menerangkan makna kata-kata yang ganjil dan tidak terdapat dalam kamus-kamus bahasa arab yang biasa atau tidak trdapat dalam percakapan sehari-hari. PENGERTIAN HADIST Hadist atau Al-Hadist menurut bahasa Al-Jadid yang artinya sesuatu yang baru lawan dari Al-Qadim (lama) artinya yang berarti menunjukan kepada waktu yang dekat atau waktu singkat. ilmu ini memaparkan tata cara dan kesopanan yang harus diikuti ketika membaca Al-Qur’an.2) Ilmu Tawarikh An-Nuzul. 13) Ilmu Tanasub Ayat Al-Qur’an . 16) Ilmu Jidal Al-Qur’an. Ulumul Qur’an. 7) Ilmu I’rab Al-Qur’an. Ilmu I’jaz Al-Qur’an. perlu ditakwilkan). ilmu ini menerangkan kekuatan susunan dan kandungan ayat-ayat al- Quran sehingga dapat membungkamkan para sastrawan Arab. Ilmu Qira’at. dari permulaan turunya sampai akhirnya serta urutan turunanya surah dengan sempurna. ilmu ini menjelaskan ayat-ayat yang dipandang muhkam (jelas maknanya) dan mutasyabih (samar maknanya. Hadist juga sering disebut dengan Al-Khabar. Ilmu aqsam Al-Qur’an.13 dan hal 24-26 . 10. Ilmu Gharib Al-Qur’an. Hal. Jakarta : PT. ilmu ini bertujuan menampilkan keindahan-keindahan Al-Qur’an dari 12) sudut kesusastraannya. dan ketinggian balaghahnya. ilmu ini menerangkan baris kata-kata al-Quran dan kedudukannya dalam susunan kalimat.[4] B. 15) Ilmu Amtsal Al-Qur’an. keanehan-keanehan. ilmu ini menerangkan arti dan maksud-maksud sumpah tuhan yang terdapat dalam Al-Qur’an. ilmu ini menjelaskan masa turunnya ayat dan urutan turunnya satu 3) 4) 5) 6) persatu. ilmu ini menerangkan bentuk-bentuk bacaan. ilmu ini menjelaskan sebab-sebab urunnya ayat. ilmu ini menerangkan cara membaca al-Quran dengan baik. ilmu ini menerangkan kata-kata al-Quran yang mengandung 9) banyak arti dan menerangkan makna yang dimaksud pada tempat tertentu. ilmu ini membahas bentuk-bentuk dan cara-cara debat dan bantahan AlQur’an yang dihadapkan kepada kaum musyrik yang tidak bersedia menerima kebenaran dari 17) tuhan.

sehingga kalangan sahabat dan kerabat beliau diberi gelar sebagai Alamin (dapat dipercaya) kehadirannya kedunia ini bagaikan rahmatan lil alamin. . perkataan. Segabian muhaddisin berpendapat bahwa peengertian hadist diatas merupakan pengertian yang sempit dan menurut mereka hadist mempunyai cakupan pengertian yang lebih luas. namun kemudian para ahhli sejarah kembali menghimpunnya. [5] Hadist dengan pengertian khabar sebagaimana tersebut diatas dapat dilihat pada beberapa ayat Al-qur’an seperti Qs. mulai dari bayi. baik dikalangan sunni maupun syiah. menurut ahli hadist. Al-Quran Sumber Hukum Islam Yang Pertama. taqrir. 1989. perbuatan dan ihwalnya. dan Qs. Kedua. Hal. Ada juga yang memberikan pengertian lain:” sesuatu yang disandarkan kepada nabi saw.” Yang dimaksud dengan hal ihwal ialah segala yang diriwayatkan dari Nabi SAW yang berkaitan dengan himmah. perbuatan. melainkan termasuk juga yang disandarkan kepada para sahabat (hadist mauquf) dan tabi’in (hadist maqtu’). sama maknanya dengan hadist. tidak terbatas pada apa yang disandarkan kepada nabi saw (hadist marfu) saja.Ad-dhuha (93):11. karakteristik sejarah kelahiran dan kebiasaan-kebiasaannya. kanak-kanak. perbuatan dan sikap beliau sepanjang hari sejak kecil hingga dewasa terpuji. pengertian hadist ialah : “segala perkataan nabi.yang dipercakapkan dan dipindahkan dari seseorang kepada orang lain. [ 1] 4 Faridl Miftah. maupun sifat beliau’’.Al-kahfi (18):6.At-thur (52):34. Nabi Muhammad sendiri semasa hidupnya memang melarang para sahabat beliau mencatat perilaku beliau kecuali hal-hal yang beliau katakan sebagai wahyu. Baik berupa perkataan. Para pakar islam membagi dua kehidupan Nabi Muhammad saw. Seperti pengertian hadist menurut ahli ushul akan bebeda dengan pengertian yang diberikan oleh ahli hadist. Bandung : Pustaka. atas dua bagian yaitu: pertama. para ahli memberikan definisi (ta’rif) yang berbeda-beda sesuai dengan latar belakang disiplin ilmunya. – Syihabuddin Agus. Namun demikian. hal ini untuk mencegah kerancuan antara hadist dengan Al-qur’an. kehidupan Nabi Muhammad saw mulai dari menerima wahyupertam digoa hiro dalam usia kematangan sampai beliau wafat pada usia 63 tahun. kemudian dewasa (baligh) sampai batas usia 40 tahun. kehidupan beliau sebelum menerima wahyu. Qs. Sedangkan menurut istlah (terminologi).

bahkan menurut jumhur ulama. perkataan. . – Syihabuddin Agus. atau taqrir. Sunnah dalam pengertian inilah. atau yang diberitahukan kepada beliau tetapi beliau sendiri tidak menegur atau menyalahkannya. melainkan termasuk juga yang disandarkan kepada para sahabat (hadist maukuf). dan kebiasaan-kebiasaannya. baik ada dasar dari dalam al-Quran. [6] Sebagai muhaddisin berpendapat bahwa pengertian haist diatas merupakan pengertian yang sempit. kerakteristik. sunnah merupakan Muradif (sinonim) dari hadist. sunnah menurut istilah ialah segala yang dipindahkan dari Nabi Muhammad saw. Al-Quran Sumber Hukum Islam Yang Pertama. hadist. Sunnah menurut istilah. dan yang maqtu’ yang disandarkan kepada tabi’in” Menurut para ulama ushul fiqh. taqrir Nabi muhammad saw yang berkaitan dengan hukum syara’ dan ketetapannya. tidak terbatas pada apa yang disandarkan kepada Nabi saw (hadist marfu’) saja. perbuatan. 1989. pengertian hadist menurut istilah ialah segala perbuatan. melainkan bisa juga untuk sesuatu yang maukuf yang disandarkan kepada sahabat. sebagai mana yang disebut oleh Al-tarmizi. sifat. kelakuan. jalan atau cara yang dibiasakan. kebalikan dari bid’ah serta apa yang diperbuat oleh sahabat. Bandung : Pustaka hal. Hadist juga disebut Sunnah. baik berupa perkataan. perjalanan hidup. perbuatan dan ihwalnya. seperti jalan yang terpuji. Menurut rumusan ulama ushul fiqh. 1-2. dan tabi’in (hadist maqti’).. perkataan. Sunnah menurut bahasa mempunyai beberapa arti. yang mempunyai kaitan hukum. ‘’bahwasanya hadist itu bukan hanya untuk sesuatu yang marfu. baik berupa perbuatan. Yang dimaksud dengan taqrir disini ialah membenarkannya Nabi muhammad saw terhadap perbuata seorang sahabat yang dilakukan dihadapan beliau. Adapun yang dimaksud dengan ihwal adalah segala yang diriwayatkan oleh Nabi Muhammad saw yang berkaitan dengan himmah. menurut mereka. hadist hadist mempunyai cakupan pengertian yang sangat luas. atau tidak.yaitu sesuatu yang disandarkan kepada Nabi saw. sebagaimana yang dirumuskan oleh ulama ahli hadist ialah segala yang dipindahkan dari Nabi Muhammad Saw. maupun taqrir.Menurut Ahli Hadist. dan baik yang demikian itu terjadi sebelum masa kenabian atau sesudahnya. menurut jumhur ulama hadist yang merupakan muradif dari hadist. sejarah kelahiran. [ 2] Faridl Miftah. pengajaran. pengertan Hadist adalah segala perkataan nabi muhammad saw.

Contoh hadist qudsiy. menjalankan hadst ini f. Seperti hadist tentang shalat atau haji. perbuatannya yang sampai kepada kita. disebutkan. Hadist Taqriri Hadist taqriri adalah segala yang berupa ketetapan Nabi saw terhadap apa yang datang dari sahabatnya. yakni sahabat. “Dari Abi Dzar. dan keadaan c. disunnahkan sebagaimana sunah-sunah lainnya. didalam riwayat Ibnu Abbas. Hadist Ahwali Yang dimaksud hadist ahwali adalah hadist yang berupa hal ihwal Nabi Saw yang menyangkut keadaan fisik. Allah swt berfirman :”wahai hamba-hamba-Ku. “tahun yang akan datang insya’allah aku akan berpuasa pada hari yang kesembilan”. maka dari itu janganlah kalian berbuat dzalim” (HR. dari Nabi saw. mereka berkata . a. Ciri-ciri hadist qudsiy: 1) Ada redaksi hadist qala-yaqulu allahu 2) Ada redaksi fi ma rawa/ yarwihi ‘anillahi fabaraku wata’ala 3) Redaksi lain yang semakna dengan redaksi diatas. Hadist Qauli Hadist qauli adalah segala sesuatu yang disandarkan kepada Nabi Muhammad saw. Nabi saw membiarkan suatu perbuatan yang dilakukan oleh para sahabat. menurut imam Syafi’i dan para pengikutnya. kerena beliau wafat sebelum bulan Asyura. Nabi Muhammad Saw belum sempat merealisasikan keinginannya. tentang keadaan fisik Nabi . baik berupa perkataan atau pun ucapan yang memuat berbagai maksud syara’. (lebih kerena itu) Aku menjadikannya diantara kamu sekalian hal-hal yang diharamkan. Muslim). setelah memenuhi beberapa syarat baik megenai pelakunya maupun perbuatannya. akan tetapi wahyu tersebut bukanlah bagian dari ayat Al-Qur’an. (HR. setelah selesai menyebut rawi yang menjadi sumber pertamanya. Muslim dan Abu Daud). BENTUK-BENTUK HADIST Hadist Qudsiy Hadist qudsiy ialah hadist yang disampaikan oleh rasullullah saw kepada para sahabat dalam bentuk wahyu. seperti halnya keinginan untuk berpuasa 9 Asyura. akhlak. Hadist Hammi Hadist hammi adalah hadist yang berupa keinginan Nabi saw yang belum terealisasikan. “Ketika Nabi Saw berpuasa pada hari asyura dan memerintahkan para sahabat untuk berpuasa. sifat-sifat dan kepribadiannya. b. peristiwa.2. e.: Ya Rasullullah hari ini adalah hari yang diagungkan oleh orang-orang Yahudi dan Nasrani. sungguh Aku mengharamkan kedzaliman pada diri-Ku. yang berkaitan dengan aqidah. syariah. atau lainnya. Hadist Fi’li Yang dimaksud dengan fi’li ialah segala yang disandarkan kepada Nabi saw berupa d. Nabi Bersabda.

ringkas petunjuknya. Al-badru Bin Jama’ah dan Al-thiby menyatakan bahwa sanad adalah berita tentang jalan matan. Menghimpun hadist-hadist yang terjalin dalam tema yang sama .” (HR. a. tidak terlalu tinggi dan pendek. Unsur-unsur Hadist Sanad Sanad menurut bahasa adalah sesuatu yang dijadikan sandaran. 5. Bayan tafshil : penjelasan untuk menjelaskan ayat-ayat mujmal atau ayat-ayat yang sangat b. memikulkan hadist dari sumbernya yang pertama. Dari semua pengertian tersebut menunjukan bahwa yang dimaksud dengan matan adalah materi atau lafadz hadist itu sediri. c. Bukhari). dan ada juga yang menyatakan silsilah para perawi yang b. Fungsi Hadist Terhadap Al-Quran Dalam kitab suci al-Quran terdapat ayat-ayat yang tidak jelas maksudnya. Beberapa petunjuk dan ketentuan umum dalam memahami hadist a. sedangkan menurut istilah adalah suatu kalimat tempat berakhirnya sanad. keadaan fisiknya 3. Matan Matan menurut bahasa mairtafa’amin al-ardhi (tanah yang ditinggalkan). Bayan nasakh : penjelasan untuk menentukan mana yang mengganti dan yang mana yang diganti dari ayat-ayat yang terlihat seperti berlawanan. Penjelasan diberikan oleh Rasullullah saw. ayat-ayat yang sepert ini memerlukan penjelasan. Ada juga yang menyebutkan bahwa matan adalah lafadz-lafadz yang didalamnya mengandung makna-makna tertentu. ada lima macam bayan atau penjelasan yang diberikan oleh hadist kepada al-Quran. Rawi Rawi berarti orang yang meriwayatkan atau memberikan hadist. melalui hadist /sunnah-sunnahnya. c. Quran. sebagaimana yang dikatakan oleh Al-bara dalam sebuah hadist riwayat bukhari sebagai berikut : “Rasullullah saw adalah manusia yang sebaik-baik rupa dan tubuh. Bayan takhshish : penjelasan untuk menentukan suatu dari ayat yang sangat umu sifatnya. sedangkan menurut istilah terdapat perbedaan rumusan pengertian. meurut pendapat sy-syafi’i. Memahami hadist sesuai petunjuk Al-Qur’an b. yaitu: a. Oleh kerena itu fungsi hadist terhadap al-Quran ialah lil bayan atau untuk memeberikan penjelasan. 4. tiga erkara yang mungkin dimaksudkan. Bayan tasyri’ : penjelasan yang bersifat menetapkan suatu hukum yang tidak terdapat dalam al- e. Bayan ta’yin : penjelasan untuk menentukan mana yang sesungguhnya dimaksud dari dua atau d.Muhammad Saw dalam beberapa hadist disebutkan bahwa tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah.

– Syihabuddin Agus. juga sebagai pembeda atas Nabi Muhammad terhadap Nabi-Nabi sebelumnya. Ilmu Hadist. dalam memahami hadist. Al-Quran Sumber Hukum Islam Yang Pertama. 14 Faridl Miftah. Bandung : Pustaka. Hal. Bandung : Pustaka hal. Hadis terdiri dari beberapa unsur diantaranya. [ . 1999. 1999. f. 1989. KESIMPULAN Al-Quran dan al-hadist adalah sebagai sumber ajaran agama islam yang telah ditinggalkan oleh rasullullah saw.c. Hal. Selain sebagai sumber ilmu pengetahuan. H. Menggabungkan antara hadist-hadist yang tampaknya bertentangan Memahami hadist dengan mempertimbangkan latar belakangnya. CV. Mudasir. Ilmu Hadist. yang merupakan segala macam cara untuk memecahkan semua permasalahan yang ada sepanjang hidup manusia. Pustaka Setia. Al-Quran Sumber Hukum Islam Yang Pertama. mudah-mudahan makalah ini bermanfaat untuk kita semua dan khususnya bagi kami sebagai penulis. CV. Memastikan makna dan konotasi kata-kata dalam hadis BAB III PENUTUP A. Untuk disampaikan kepada seluruh ummt manusia sampai akhir zaman nanti. Bandung. H. oleh karena itu kami mohon maaf. SARAN Kami sebagai penulis sangat menyadari bahwa didalam makalah ini masih banyak kekurangannya. Hal. Pengertian alqur’an adalah kallam Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw. Bandung. Sedangkan Al-hadist adalah segala sesuatuyg mengenai perbuatan maupun perkataan Rasullullah saw dan yang menyangkut hal ihwalnya. [6] Mudasir. tujuannya ketika di ucapkan Membedakan antara sarana yang berubah-ubah dan sasaran yang tetap. d. Membedakan antara ucapan yang bermakna sebenarnya dan yang bersifat majas (kiasan) g. Dan kami sangat berharap atas kritikan dan saran yang bersifat membangun. Adapun kegunaan dari hadist itu sendiri adalah: untuk B. – Syihabuddin Agus. situasi dan kondisinya serta e. matan dan rawi. menjelaskan ayat-ayat al-Quran yang penjelasannya bersifat umum. sanad. al-Quran juga sebagai peringatan bagi ummat manusia. Pustaka Setia. Faridl Miftah. 1989.

Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada. Hal . Hal. dan Al Hadist yang memuat sunnah rasulullah. Jakarta : PT. Unsur utama ajaran agama islam adalah akidah. Ulumul Qur’an. H. dan akhlak yang di kembangkan dengan ra’yu atau akal pikiran manusia [ .Ramli Abdul Wahid. Raja Grafindo Persada. syariah.13 dan hal 24-26 BAB 1 PENDAHULUAN Agama islam bersumber dari Al-Qur’an yang memuat wahyu Allah. Ulumul Qur’an. 1996. 1996. 10. H. 18 [4] Ramli Abdul Wahid.

Al Baihaki).hukum artinya menetapkan sesuatu atas sesuatu atau meniadakanya. kehendak Rasul sekarang terhimpun dalam Al-Hadist. selama kalian berpegang pada keduanya.karna orang yang meninggalkanya akan di kenai hukumn . dan (kehendak) ulil amri di antara kamu…” Kehendak Allah kini terekam dalam Al-Qur’an.ysitu hukum atau undang-undang yang ditentukan oleh allah SWT sebagaimana yang terkandung dalam kitab suci al-quran dan hadist.hukum taklifiy terbagi menjadi lima macam: Al-ijab Yaitu tuntutan secara pasti dari syariat untuk dilaksanakan dan tidk boleh(dilarang) ditinggalkan . Allah telah menetapkan sumber ajaran islam yang wajib diikuti oleh setiap muslim. yakni terdiri dari tiga sumber yaitu al-Qur’an (kitabullah). taatilah (kehendak) rasul(-Nya).terlebih dahulu harus diketahui pengertian hukum islam.” (H. yaitu Kitab Allah (Alquran) dan sunahku (Hadis).hukum islam disebut juga syariat atau hukum allah SWT.HUKUM ISLAM a. Sebelum membahas pengertian sumber ajaran dan hukum islam. taatilah (kehendak) Allah. kehendak penguasa atau ulil amri termaktub dalam kitab-kitab hasil karya orang yang memenuhi syarat karena mempunyai ‘kekuasaan’ berupa ilmu pengetahuan untuk mengalirkan ajaran islam dari dua sumber utamanya yaitu Al-Qur’an dan Al-Hadist dengan ra’yu atau akal pikirannya. as-Sunnah (kini dihimpun dalam hadis).yang memenuhi syarat untuk mengembangkannya. Hukum taklifiy adalah tuntutan allah SWT yang berkaitan dengan perintah untuk melakukan suatu perbuatan atau meninggalkanya. dan ra’yu atau akal pikiran manusia yang memenuhi syarat untuk berijtihad. “Aku tinggalkan bagi kalian dua hal yang karenanya kalian tidak akan tersesat selamanya. Sumber ajaran Islam dirumuskan dengan jelas dalam percakapan Nabi Muhammad dengan sahabat beliau Mu’az bin Jabal. Yang di kembangkan disini adalah ajaran agama yang terdapat dalam Al-Qur’an dan Al’Hadist. Ketetapan Allah itu terdapat dalam surah An-NIsa’ ayat 59: “Hai orang-orang yang beriman. BAB II PEMBAHASAN A.syariat islam juga merupakan hukum dan aturan islam yang mengatur seluruh sendi kehidupan umat manusia baik muslim maupun bukan Ulama ushul fikih membagi hukum islam menjadi dua bagian yaitu hukum taklifiy dan hukum wadh’iy.R. Dalam sabdanya Nabi Muhammad SAW menyatakan.

345 huruf (atau lebih tepat dikatakan 325. Alquran adalah Kalam Allah ta’ala yang diturunkan kepada Rasul dan penutup para Nabi-Nya. sekarang terletak di surah Al-Alaq 1-5. Ayat-ayat yang turun di Mekah di sebuat ayat-ayat Makkiyah. Tujuannya.tetapi tuntutan itu tidak secara pasti jika tuntutan tersebut dikerjakan maka akan mendapat pahala (kebaikan) namun apabila ditinggalkan tidak akan mendapat hukuman (tidak berdosa) Al-ibahah yaitu firman allah SWT (al-quran dan hadist) yang mengandung pilihan untuk melakukan perbuatan atau meninggalkanya Al-karahah Yaitu tuntutan untuk meninggalkan suatu perbuatan tetapi tuntutan itu di ungkapkan melaui untaian kata yang tidak pasti.An-nadb Yaitu tuntutan dari syariat untuk melaksanakan suatu perbuatan. mula-mula di Mekah kemudian di Madinah. diawali dengan surat al-Fatihah dan diakhiri dengan surat an-Naas. Sedangkan secara terminologi (syariat). 5 ayat pertama di turunkan di gua Hira’ pada malam 17 Ramadhan tahun pertama 13 tahun sebelum Hijrah atau pada malam Nuzulul Qu’an ketika nabi Muhammad berusia 40-41 tahun.maka pelakunya tidak dikenai hukuman At-tahrim Yaitu tuntutan untuk tidak mengerjakan suatu perbuatan dengan tuntutan yang pesti sehingga tuntutan untuk meninggalkan suatu perbuatan itu wajib dipenuhi jika perbuatan itu dikerjakan maka pelakunya akan mendapatkan hukaman(dianggap berdosa) B. 144 surah. Al-Qur’an tidak di susun secara kronologis.tetapi jika perbuatan tersebut di kerjakan juga. 6666 ayat. Ayat terakhir yang di turunkan di padang arafah. qiraa’atan.499 kata atau 325. ketika Nabi Muhammad berusia 63 tahun pada tanggal 8 Zulhijjah tahun ke 10 Hijrah. Menurut keyakinan umat Islam yang di akui kebenarannya oleh penelitian ilmiah. atau qur’anan yang berarti mengumpulkan (al-jam’u) dan menghimpun (aldlammu). Al-Qur’an adalah kitab suci yang memuat firman-firman Allah. Al-Qur’an Secara etimologi Alquran berasal dari kata qara’a.345 suku kata kalau dilihat dari sudut pandang bahasa Indonesia). yaqra’u. sedangkan ayat-ayat yang turun di Medinah di . Muhammad shallallaahu ‘alaihi wasallam. dan 74. untuk menjadi pedoman atau petunjuk bagi umat manusia dalam hidup dan kehidupannya mencapai kesejahteraan di dunia ini dan kebahagiaan di akhirat kelak. kini terletak di surah Al-Maidah. Al-Qur’an adalah sumber ajaran islam pertama dan utama. SUMBER HUKUM ISLAM a. sama benar yang di sampaikan oleh Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad Rasul Allah sedikit demi sedikit selama 22 tahun 2 bulan 22 hari. Al-Qur’an yang menjadi sumber nilai dan norma Islam itu terbagi ke dalam 30 Juz.yakni anjuran untuk meninggalkan suatu perbuatan. Ayat-ayat Al’Qur’an yang di turunkan selama ±23 tahun itu di bedakan antara ayatayat yang di turunkan ketika Nabi Muhammad masih tinggal di Mekah dengan ayat yang turun setelah Nabi Muhammad hijrah ke Medinah.hal itu menjadikan tuntutan tersebut sebagai alkarahah.

H Nasr. Atau dengan rumusan lain Al-Qur’an tidak hanya sebagai pedoman umat islam. raja-raja. Al-Qur’an yang di turunkan oleh Allah dengan cara tidak sekaligus akan tetapi sedikit demi sedikit selama 22 tahun 2 bulan 22 hari itu berisi antara lain: Akidah Syari’ah Akhlak Kisah-kisah manusia masa lampau Beritaberita tentang masa yang akan datang Benih dan prinsip ilmu pengetahuan. Ilmu Ushuluddin. yaitu hukum yang mengatur manusia dengan sesama manusia dan alam sekitarnya. yakni: Hukum ibadah. Berisi sesuatu yang sulit di jelaskan dalam bahasa modern. zakat. Hukum ini tercermin dalam Rukun Iman. orang-orang suci. Hadist menempati posisi kedua setelah Al-qur’an. perkataan. Al-Qur’an mempunyai 3 jenis petunjuk bagi manusia: Ajaran tentang susunan alam semesta dan posisi manusia di dalamnya Berisi ringkasan sejarah manusia. Sunnah menurut syar’i adalah segala sesuatu yang berasal dari Rasulullah SAW baik perbuatan. dan penetapan pengakuan. sebagai pedoman abadi. Adapun ilmu yang mempelajarinya disebut Ilmu Akhlaq atau Tasawuf. b. Hukum Amaliah. Sunnah berfungsi sebagai penjelas ayat-ayat Alquran yang kurang jelas atau sebagai . Adapun ilmu yang mempelajarinya disebut Ilmu Fikih. tetapi juga sebagai inspirator. atau Ilmu Kalam. Hadist Hadist atau sunah Rasul ditinjau dari segi bahasa adalah “jalan yang biasa dilalui”. para nabi sepanjang zaman dan segala cobaan yang menimpa mereka. baik sebagai makhluk individual atau makhluk sosial. yaitu semua bentuk perbuatan sebagai manifestasi dari kepercayaan ajaran tauhid Janji dan ancaman. yaitu kepercayaan ke-Esa-an Allah SWT dan semua kepercayaan yang berhubungan dengan-Nya Ibadah. yaitu hukum yang mengatur hubungan manusia dengan Allah SWT. tetapi juga menjadi kerangka segala kegiatan intelektual muslim. rakyat biasa. Al-Qur’an mengandung tiga komponen dasar hukum. Hukum ini tercermin dalam konsep Ihsan. dan haji Hukum muamalat. dan Sunnatullah atau hukum Allah yang berlaku di alam semesta Menurut S. serta manusia dengan lingkungan sekitar. Ilmu yang mempelajarinya disebut Ilmu Tauhid. sebagai berikut: Hukum I’tiqadiah. Sebagai sumber hukum islam. pemandu gerakan umat Islam sepanjang sejarah. puasa. yakni hukum yang berkaitan dengan perilaku normal manusia dalam kehidupan. Hukum Khuluqiah. yakni hukum yang mengatur hubungan rohaniah manusia dengan Allah SWT dan hal-hal yang berkaitan dengan akidah/keimanan. Sedangkan khusus hukum syara dapat dibagi menjadi dua kelompok. Bisa di simpulkan bahwa Al-Qur’an adalah sumber ajaran islam yang posisinya sentral. perbuatan maupun ketetapan. antara manusia dengan sesama manusia. Pokok-pokok kandungan dalam Alquran antara lain: Tauhid. Hukum amaliah ini tercermin dalam Rukun Islam dan disebut hukum syara/syariat. baik perkataan. seperti para Nabi dan Rasul dalam menyiaran syariat Allah SWT maupun kisah orang-orang saleh ataupun kisah orang yang mengingkari kebenaran Alquran agar dapat dijadikan pembelajaran. yaitu janji pahala bagi orang yang percaya dan mau mengamalkan isi Alquran dan ancaman siksa bagi orang yang mengingkari Kisah umat terdahulu. Secara terminologi pengertian hadist atau sunnah yaitu segala sesuatu yang disandarkan kepada Nabi Muhammad saw. Bukan hanya dalam perkembangan dan pengembangan ilmu-ilmu keislaman. misalnya salat.sebut ayat-ayat Madaniyah. yakni hukum yang mengatur secara lahiriah hubungan manusia dengan Allah SWT.

Dengan kata lain Qiyas dapat diartikan pula sebagai suatu upaya untuk membandingkan suatu perkara dengan perkara lain yang mempunyai pokok masalah atau sebab akibat yang sama. yaitu suatu proses perpindahan dari suatu Qiyas kepada Qiyas lainnya yang lebih kuat atau mengganti argumen dengan fakta yang dapat diterima untuk mencegah kemudharatan atau dapat diartikan pula menetapkan hukum suatu perkara yang menurut logika dapat dibenarkan. menurut aturan syarak. Ijtihad dapat dilakukan apabila ada suatu masalah yang hukumnya tidak terdapat di dalam Alquran maupun hadist. Sududz Dzariah. Macam-macam ijtidah yang dikenal dalam syariat islam. Istihsan. dalam Al Quran maupun Hadist tidak terdapat dalil yang memerintahkan untuk membukukan ayat-ayat Al Quran. sedangkan menurut istilah adalah tindakan memutuskan suatu yang mubah menjadi makruh atau haram demi kepentingan umat. yaitu menurut bahasa berarti menutup jalan. Akan tetapi menurut Istihsan. yaitu berarti mengukur sesuatu dengan yang lain dan menyamakannya. ‘cis’. yaitu: Sunnah qauliyah. yaitu menurut bahasa berarti kesejahteraan umum. atau sependapat. apalagi sampai memukul karena sama-sama menyakiti hati orang tua. Adapun menurut istilah adalah perkaraperkara yang perlu dilakukan demi kemaslahatan manusia. setuju. yaitu: Ijma’. Akan tetapi. syarak memberikan rukhsah (kemudahan atau keringanan) bahwa jual beli diperbolehkan dengan system pembayaran di awal. Sedangkan menurut istilah adalah kebulatan pendapat ahli ijtihad umat Nabi Muhammad SAW sesudah beliau wafat pada suatu masa. maka dapat dilakukan ijtihad dengan menggunakan akal pikiran dengan tetap mengacu pada Alquran dan hadist. yaitu Alquran dan hadist. Hasil dari ijtihad merupakan sumber hukum ketiga setelah Alquran dan hadist. kita dilarang mengadakan jual beli yang barangnya belum ada saat terjadi akad. Qiyas. Sebagai penjelasan isi Al-Qur’an Menambahkan atau mengembangkan sesuatu yang tidak ada atau samar-samar ketentuannya di dalam Al-Qur’an. Contohnya. yaitu semua perkataan Rasulullah Sunnah fi’liyah. tentang hukum suatu perkara dengan cara musyawarah. padahal minum . yaitu keputusan bersama para ulama dan ahli agama yang berwenang untuk diikuti seluruh umat. sedangkan barangnya dikirim kemudian. Ijtihad Ijtihad berasal dari kata ijtihada yang berarti mencurahkan tenaga dan pikiran atau bekerja semaksimal mungkin. Sunnah dibagi menjadi empat macam.3. • Mushalat Murshalah. yaitu semua perbuatan Rasulullah Sunnah taqririyah. yaitu menurut bahasa artinya sepakat. Sedangkan ijtihad sendiri berarti mencurahkan segala kemampuan berfikir untuk mengeluarkan hukum syar’i dari dalil-dalil syara. Contohnya. yaitu sesuatu yang telah direncanakan akan dikerjakan tapi tidak sampai dikerjakan Ada 3 peranan Al-Hadist di samping Al-Qur’an sebagai sumber ajaran Islam Menjelaskan lebih lanjut ketentuan yang terdapat dalam Al-Qur’an. Contohnya adalah pada surat Al isra ayat 23 dikatakan bahwa perkataan ‘ah’. atau ‘hus’ kepada orang tua tidak diperbolehkan karena dianggap meremehkan atau menghina. hal ini dilakukan oleh umat Islam demi kemaslahatan umat. yaitu penetapan dan pengakuan Rasulullah terhadap pernyataan ataupun perbuatan orang lain Sunnah hammiyah.penentu hukum yang tidak terdapat dalam Alquran. Hasil dari Ijma’ adalah fatwa. 2. Contohnya adalah adanya larangan meminum minuman keras walaupun hanya seteguk.

1 Kesimpulan Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa sumber ajaran islam pada dasarnya mempunyai tiga sumber hukum yaitu Alqur’an “ kalam ALLAH yang merupakan mukjizat yang diturunkan (diwahyukan) melalui malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad SAW yang ditulis dalam mushaf (lembaranlembaran) dan diriwayatkan secara mutawatir serta membacanya adalah ibadah “. BAB III PENUTUP 3. Hadits (sunah rasul) “ jalan yang biasa dilalui atau cara yang senantiasa dilakukan oleh rasul kebiasaan rasul “.seteguk tidak memabukan. Urf. Demikian postingan saya tentang Contoh Makalah Agama Islam moga aja dapat bermamfaat buat anda yang lagi mencari makalah ini. Si pembeli menyerahkan uang sebagai pembayaran atas barang yang telah diambilnya tanpa mengadakan ijab kabul karena harga telah dimaklumi bersama antara penjual dan pembeli.Under Common Share Alike Atribution. dan ijtihad (syari’ah yang tidak ada ketetapannya dalam Alqur’an dan Hadits) ijtihad adalah dasar hukum islam yang ketiga setelah Alqur’an dan Hadits (sunah).com/2012/03/contoh-makalah-agamaislam. Di saat seperti ini. yaitu melanjutkan berlakunya hukum yang telah ada dan telah ditetapkan di masa lalu hingga ada dalil yang mengubah kedudukan hukum tersebut. ia harus berpegang atau yakin kepada keadaan sebelum berwudhu sehingga ia harus berwudhu kembali karena shalat tidak sah bila tidak berwudhu. .healt-insurance. Copyright Portal Berita Terbaru . Contohnya adalah dalam hal jual beli. Sumber Artikel : http://www. yaitu berupa perbuatan yang dilakukan terus-menerus (adat). baik berupa perkataan maupun perbuatan. Larangan seperti ini untuk menjaga agar jangan sampai orang tersebut minum banyak hingga mabuk bahkan menjadi kebiasaan.html . seseorang yang ragu-ragu apakah ia sudah berwudhu atau belum. Dan Hukum Islam ada dua macam yaitu hukum Taklify ialah firman Allah yang menuntut umat manusia untuk melakukan atau meninggalkan sesuatu atau memilih antara berbuat atau meninggalkan dan hukum Wad’i(pertimbngan hukum) ialah firman Allah yang menuntut menjadikan sesuatu sebagai syarat atau penghalang dari sesuatu yang lain. Contohnya. Istishab.

instansi atau negara tidak ada aturan/hukum yang berlaku! Untuk membuat hidupnya teratur dan berjalan lancar dan aman manusia membuat peraturan. Allah menjanjikan kebahagiaan hidup di akhirat kelak kepada siapa saja yang mampu mengarjakan dan mentaati peraturan-Nya dengan baik. Demikian pula Allah swt. sekolah. menciptakan peraturan-peraturan agar kehidupan manusia di dunia bisa tertata dengan baik. LATAR BELAKANG Coba kita renungkan dan bayangkan bagaimana seandainya dalam kehidupan kita baik di lingkungan keluarga. TUJUAN .BAB I PENDAHULUAN A. B.

dan apabila kita membacanya merupakan ibadah. AL-HADIST Hadist menurut lughat atau bahasa artinya baru atau kabar. Hadist menurut istilah ialah segala tingkah laku Nabi Muhammad saw. AlQur’an berisi petunjuk dan pedoman bagi manusia. PENGERTIAN Al-QUR’AN Dari segi bahasa. sedangkan dari segi istilah Al-Qur’an adalah firman (wahyu) Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw. kedudukan danfungsi hkum taklifi dalam hokum islam  Menerapkan hokum talifi dalam kehidupan sehari-hari BAB II TEORI A. Ijtihad sebagai sumber hukum islam  Dapat menjelaskan pengertian. Melalui perantara melaikat Jibril yang merupakan mukjizat dan menggunakan bahasa arab. perbuatan. Hadist. baik berupa perkataan. B.Setelah mempelajari materi ini siswa diharapkan dapat:  Dapat menjelaskan pengertian Al-Qur’an. Al-Qur’an berarti “yang dibaca” atau “ bacaan”. maupun .

Islam selalu memberikan pintu terbuka bagi manusia untuk selalu berfikir. Hadist Nabi Muhammad saw.ketetapannya. 2. atau Nabi diam sebagai tanda persetujuan (boleh) atas perbuatan-perbuatan sahabat Nabi Muhammad saw. yaitu hadist atas dasar perilaku (perbuatan) yang dilakukan Nai Muhammad saw. Orang yang melakukan ijtihad disebut mujtahid. melainkan Allah swt. karena seseorang yang melakukan ijtihad harus memiliki beberapa syarat. Kedudukan hadist dalam ajaran islam adalah sebagai hokum yang kedua setelah Al-Qur’an. 1. 3. yaitu hadist atas dasar persetujuan Nabi Muhammad saw. IJTIHAD Ijtihad berasal dari kata ijtihada. Hadist Qualiyah. Artinya. jika kita akan menyelesaikan atau memfokuskan suatu perkara namun tidak ada dalam Al-Qur’an dan hadist kita diperbolehkan untuk memutuskan tetapi harus dengan cara yang sungguh-sungguh dan sekuat tenaga dengan menggunakan pikiran yang sehat serta bekerja semaksimal mungkin. apabila suatu perkara yang tidak didapattkan hukumnya dalam AlQur’an. Maksudnya. tetapi diperintahkan sebagai firman Allah swt. Mengerti isi Al-Qur’an dan hadist terutama yang berkaitan dengan hukum-hukum. Jika Al-Qur’an dan Hadist merupakan dua sumber hukum islam. Dapat dibedakan menjadi tiga bentuk yaitu: 1. Hal ini bukan berarti bahwa Nabi Muhammad SAW. ijtihad menjadi sumber tambahan dan sebagai kreativitas berfikir dalam islam. Oleh karena itu. Ijtihad bukan saja diperbolehkan. maka hendaknya dicari dalam Hadist. Yaitu surat Al Ma’idah: 48 dan Al Hasyr: 2. Hadist fi’liyah. Secara istilah ijtihada berarti usaha sungguh-sungguh yang dilakukan untuk mencapai putusan hukum (islam) yang belum ada dalam Al-Qur’an maupun hadist. yaitu hadist atas dasar segenap perkataan (ucapan) Nabi Muhammad saw. Sebagai penetap hukum atau memiliki kapasitas sebagai pembuat huum. C. . Jadi. Tidak semua orang bisa melakukan ijtihad. Islam memberikan penghormatan dan penghargaan yang tinggi terhadap pemikiran yang tercermin dalam ijtihad. Terhadap apa yang dilakukan oleh para sahabatnya. Beberapa persyaratan bagi orang yang akan melakukan ijtihad antara lain sebagai berikut. Sendiri yang amemberi keputusan melalui perantara yakni Rasul-Nya. NAbi Muhammad saw. maka ijtihad berfungsi sebagai alat penggeraknya. yang artinya mencurahkan segala kemampuan atau memikul beban. Hadist taqririyah.

D. Mengetahui dan mengerti soal-soal ijmak. E. 5. Dan bila hakim memutuskan perkara lalu berijtihad ternyata hasilnya salah. contohnya: minum khamr. maka ia memperoleh satu pahala”. Hukum yang dapat dilihat yakni berupa pelaksanaan hukum Islam yang disebut hukum syarak atau syariat yang disebut juga hukum amaliah. yaitu tuntutan untuk meninggalkan suatu perbuatan. Al karahah. Al ijab. 4. Al-Qur’an sebagai sumber utama hukum islam. tetapi persoalan yang tidak ada dalil qat’I (pasti) serta bukan hukum yang bersangkutan dengan akan dan ilmu kalam. Hukum Syarak dapat dibagi atas dua bagian . yaitu tuntutan secara pasti dari syariah untuk dilaksanakan dan tidak ditinggalkan kerena akan dikenai hukuman. yang artinya: “Apabila hakim memutuskan perkara. 3. Sesuai dengan H. yaitu: 1. contohnya: mencari rizki setelah shalat. maka ia memperoleh dua pahala. yaitu tuntutan untuk tidak mengerjakan suatu perbuatan dengan tuntutan yang pasti sehingga untuk meninggalkan suatu perbuatan itu wajib dipenuhi. yaitu hukum yang mengatur hubungan manusia dengan Allah secara lahiriah. 5. Mampu berbahasa arab dengan baik sebagai kelengkapan dan kesmpurnaan dalam menafsirkan Al-Qur’an dan hadist. Adapun ilmu yang mempelajarinya disebut ilmu fikih. 2. Al ibahah. yaitu : . An nadb. At tahrim. SUMBER HUKUM ISLAM DITERAPKAN DALAM KERJA / BISNIS 1. tetapi tuntutan itu diungkapkan melalui untaian kata yang tida pasti. 4. Mengetahui ilmu usul fikih secara luas. yaitu tuntutan dari syariah untuk melakukan suatu perbuatan tetapi tuntutan itu tidak secara pasti. Menurut kebanyakan ulama usul fikih. Masalah yang sedang diijtihadkan bukan hukum syarak yang jelas dasar hukumnya. R.2. kemudian ia melakukan ijtihad dan ternyata hasilnya benar. Bukhori Muslim. hukum taklifi dibagi menjadi lima macam. HUKUM TAKLIFI Tuntutan Allah yang berkaitan dengan peritah untuk melakukan suatu perbuatan atau meninggalkannya disebut hukum taklifi. dan dengan lingkungan sekitarnya. yaitu firman Allah yang mengandung pilihan untuk melakukan suatu perbuatan atau meninggalkannya. 3. contohnya: talak. antara manusia dengan sesamanya.

Muhammad Syahur. Biasanya hal tersebut mengacu pada mazhab yang ada. yaitu hukum yang mengatur hubungan manusia dengan manusia. misalnya hukum tentang: pidana ( jinayat ). Achmad Wahid. Ada beberapa hukum yang tidak disebutkan didalam Alqur’an. makanan dan penyembelihan. b. BElajar Tajwid. Al-Qur’an dan Terjemah. Integrasi Budi Pekerti PEndidikan Agama Islam Kelas 2.a. misalnya : mengenai program pembangunan Negara dan bangsa. c. DB. Khuslan Haludi Abdurrohim Sa’id H. Hukum ibadah. Surabaya: Apollo. Hadist sebagai sumber hukum islam kedua. Dalil hukumnya menjadi sunah karena apa yang dikatakan Rasulullah saw. kemudian menjelaskan hukumnya baik dfengan perkataan. Muhammad Yunus.. Ijtihat juga berfungsi sebagai wadah pencurahan pemikiran kaum muslimin dalam mencari jawaban dari masalah-masalah berikut ini : a. antara lain: Mazhab Syafi’i. Ahmad D Morimha. Mazhab Hambali. Solo: PT Tiga serangkai. kurban. Mazhab Hanafi. PT Al Ma’arif. 2. Masalah esensial. haji. perkawinan ( munakahat ). puasa. Masalah asasi. Ijtihat itu dilakukan apabila tidak ada ayat Alqur’an atau sunah yang jelas atau mutlak. .. misalnya : tata cara sholat. Ijtihat sebagai sumber hukum islam ketiga. Jakarta: Cempaka Putih. 3. menempatkan ijtihat sebagai sumber hukum ketiga dalam ajaran Islam setewlah Alqur’an dan sunah. H. yaitu : hal-hal yang berkaitan dengan ajaran islam seperti masalah-masalah dibidang akidah dan muamalat. PT Al Ma’arif. b. hukuman ( hudud ). Drs. perbuatan maupun dengan penetapan. tatanegara ( khilafah ). Mazhab Maliki. perjuangan ( jihad ). Dr. pengadilan ( aqdiyah ). itu tidak lain dari penjabaran prinsip-prinsip yang sudah ada dalam Alqur’an. PAndidikan Agama Islam. Hukum muamalat. Masalah incidental. hubungan antar bangsa. Muhammad Ma’ruf Ad Dawalibi menyimpulkan Rasulullah saw. Prof. yaitu hukum yang mengatur hubungan manusia dengan Allah. midsalnya tentang isu-isu yang berkembang dalam masyarakat. jual beli. Drs. DAFTAR PUSTAKA Abdullah Asy’ai. zakat. Pengantar Filsafat Islam. warisan ( fara’id ). Rasulullah saw.

II.Sulaiman Rasyid. PT Mutiara Persada Sumber Hukum Islam I. setiap muslim wajib mentaati (mengikuti) kemauan atau kehendak Allah. Pendidikan Agama Islam. Sumber huku Islam adalah asal (tempat pengambilan) hukum Islam. Kehendak Allah berupa ketetapan kini tertulis dalam Al quran. Tim Penyusun PAI. . kehendak penguasa kini di muat dalam peraturan perundangan undangan (dulu dan sekarang) atau dalam hasil karya orang yang memenuhi syarat untuk berijtihad karena mempunyai kekuasaan berupa ilmu pengetahuan untuk mengalirkan ajaran hukum Islam dari dua sumber utamanya yakni dari Alquran dan dari kitab-kitab hadist yang memuat sunnah nabi Muhammad. kehendak rasul dan kehendak ulil amri yakni orang yang mempunyai kekuasaan atau “penguasa”. sumber hokum Islam adalah dalil hukum Islam atau pokok hukum Islam yang wajib diikuti oleh setiap muslim. Menurut Al quran surat Al-Nisa’ ayat 59. Pembagian Menurut pernyataan diatas dapatlah disimpulkan bahwa sumber hukum islam ada tiga. kehendak rasul brupa sunnah terhimpun sekarang dalam kitab hadist. As-Sunnah (Al-hadist) c. Pengertian Menurut umum kamus bahasa Indonesia sumber adalah asal sesuatu. H. Fikih Islam. Bandung: PT Sinar Baru Algesindo. Akal pikiran (ra’yu) manusia yang memenuhi syarat untuk berijtihad karena pengetahuan dan pengalamanya. 2004. Dalam perpustakaan hukum Islam. Al-quran b. yaitu : a.

ayat-ayat Alquran yang berkenaan dengan ibadah dan ayatayat hukum yang berkenaan dengan keluarga pada umumnya adalah jelas dan pasti. Menurut keyakinan umat Islam. karena sifatnya ta’abudy harus diikuti apa adanya. (g) ‘urf. disebabkan kaedah hukum-hukum fundamental itu bersifat terbuka dan taaquly (dapat di pikirkan) di kembangkan oleh manusia dan rumuskan seiring waktu perkembangan masyarakat. Kisah-kisah ummat manusia masa lalu 5. yang di benarkan oleh peneliti ilmiah terakhir. misalnya hukum tata Negara (10 ayat) dan hukum Internasional ( 25 ayat). yang mula mula di Makkah kemudian di Madinah untuk menjadi pedoman atau petunjuk bagi umat manusia dalam dan kehidupanya mencapai kesejahtraan di dunia dan di akhirat kelak. (f) Istihsab. (d) Al msalah Al mursalah. pidana (30 ayat). Tuhan yang maha Esa. Ibadah.Sedangkan untuk memenuhi syarat ijtihad. yaitu hukum-hukum perdata (70 ayat). Hukum keluarga. Menurut para ahli. (b). Alquran adalah kitab yang pali ng banyak dibaca bahkan di hafal oleh manusia. Akhlaq dalam semua ruang lingkupnya a. di antaranya : (a). Berikut adalah penjelasan menganai sumber-sumber hukum Islam : A. pada garis besarnya Alquran memuat soal-soal yang berkenaan dengan: 1. (e) Istihsan. Berita-berita tentang zaman yang akan datang 6. Syariah baik 3. ekonomi keuangan (10 ayat). Menurut peneliti para ahli. maka akal pikiran (ra’yu) menggunakan metode-metode atau cara . hokum acara (13 ayat). maupun b. Qiyas . juga terinci dan jelas dalam alquran . tata Negara (10 ayat). muammalah 4. jumlahnya pun lebih banyak ( 70ayat) dari hukum-hukum lainya. Ijma’ .Mengenai kelompok hukum-hukum muammalah tersebut terakhir ini. asli seperti yang di sampaikan oleh malaikat Jibril kepada nabi Muhammad sebagai Rasul-Nya sedikit demi sedikit selama 22 tahun 2 buan 22 hari.Ia memuat kaidah-kaidah hukum fundamental (asasi) yang perlu dikaji dan di telitidan di kembangkan lebih lanjut. temasuk hukum perkawinan dan kewarisan didalamnya. Al-qur’an Al-quran adalah sumber hukum Islam pertama dan utama. Benih atau prinsip ilmu pengetahuan. Alquran adalah kitab suci yang memuat wahyu (firman) Allah. . Aqidah 2. (c) Istidal. ketentuanketentuanya bersifat dasar dan umum.

Muncullah kemudian satu disiplin ilmu tersendiri mengenai ini yang di sebut dengan istilah Ulum Al-Hadist . yang mana sekarang dengan kumpulan ini di buat menjadi sbuah kitab dan menjadi pedoman ummat Islam sebagai sumber hokum Islam yang kedua setelah Alquran yang kedudukanya sebagai penjelas dan penegas Alquran. ‫لاشهدلان للاله لاللال و لاشهدلان محمدلارسول ل‬ 2. Akal pikiran (al-Ra’yu atau Ijtihad) Karena dalil Alquran dan Assunnah terbatas. Tanpa Assunah sebagian besal isi Alquran akan tersembunyi dari mata manusia. seorang muslim bisa mengenal nabi dan isi Alquran. Sholat. Tanpa Al-Sunnah orang tidak akan tahu bagaimana cara mengerjakanya. 114 surat. terjadi pada tanggal 17 romadlon bertepatan dengan 6 Agutus 610 M. 74. perbuatan dan sikap diamatau sunnah suqutiyah. menjadi sumber kedua hokum Islam. . tidak akan dapat di kerjakan tanpa petunjuk berupa perbuatan nabi sehari-hari. yang menjadi tiang pusat ibadah Islam. dapat dipahami dengan mudah oleh orang yang mempelajarinya. lebih dari 6000 ayat. seperti telah disebut diatas. Menurut keputusan Mentri Agama tanggal 6 Desember 1946. Surat Al-Nisa’ : 59/80. ayat Alquran ada yang (a) muhkam ada pula yang (b) muatasyabih. yang dapat dipahami oleh orang yang ahli dalam ilmu Alquran. Di dalam Alquran teertulis misalnya perintah untuk mendirikan sholat.Menurut surat Al-imron ayat 7. Sunnah nabi yang mengatakan bahwa “ apa yang di haramkan oleh Rosululloah . Ayat muhkam adalah ayat yang memuat ketentuan-ketentuan pokok yang jelas artinya. Alquran . berupa perkataan. Sedangkan ayat mutasyabih adalah ayat perumpamaan yang mengandung kiasan. maka sumber hokum islam yang ke tiga adalah akal pikiean manusia yang memenuhi syarat untuk berusaha. C. yaitu berusaha merumuskan garis-garis atau kaedah-kaedah hokum yang mengaturnya tidak terdapat dalam ke dua sumber utama hokum Islam itu ( Alquran dan Hadist. Sunnatur rasul atau Sunnah nabi Muhammad. Al-imron : 132. Alquran yang menjadi sumber nilai dan norma ummat Islam itu terbagi dalam 30 juz. ayat Alquran pertama ditrunkan kepada Nabi Muhammad ketika beliau berumur 40 tahun.499 kata atau 325. Melalui kitab-kitab hadist . Al-Hasyr: 7 3. B. terjadilah gerakan untuk mencatat dan mengumpulkan Sunnah nabi yang di sampaikan secara turun menurun dari satu generasi ke generasi berikutnya.345 huruf. Assunnah atau Al-hadist Assunnah atau Al-hadist adalah sumber hukum Islam kedua setelah Alquran. sama dengan apa yang di haramkan oleh allah (HR Ahamad dan Hakim) Oleh karena pentingnya kedudukan sunnah sebagai sumber nilai dan norma hukum Islam. Syahadatain . Dasar hukumnya adalah : 1.

Menguasai sumber-sumber hokum Islam 5. (6) istishab. Metode-metode berijtihad Ada beberapa metode atau cara untuk berijtihad. . Diantara metode atau cara berijtihad adalah (1) ijma’. Mengetahui isi dan system hokum Alquran 3. baik ijtihad dilakukan sendiri-sendiri maupun bersama-sama dengan orang lain. Dilakukan secara kolektif besma para ahli yang lain. maka bererti Ijma'. Ketentuan Ijma' . (2) qiyas. Jujur dan ikhlas 7. jika kamu benar benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Menguasai ilmu-ilmu sosial 8.  "Umat takkan bersefakat dalam yang salah" Dan "Ummatku takkan bersefakat dalam kesesatan ". (5) istihsan. dan lai-lain. Tetapi jika berlainan pendapat. Diantara dalil-dalil sumber ini ialah :  "Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu. Mengetahui dan menguasai kaedah fiqih 6.W didalam suatu masa tertentu selepas kewafatan baginda mengenai sesuatu hukum syarak yang penjelasanya tidak ada dalam sumber hukum (Alquran dan Al-Hadist) atau sudah tapi belum jelas .Tidak semua orang dapat berijtihad. jika berlainan pendapat maka hendaklah kembali pada Al-Quran dan As-Sunnah. Ijma’ Ijma' ialah suatu persefakatan para mujtahidin umat Muhammad S. Menguasai bahasa arab untuk dapat memehami Alquran dan kitab-kitab hadist yang berbahasa arab 2. (3) istidal. Yang demikian itu lebih utama (baginda) dan lebih baik akibatnya "maksud An-Nisa' :59 Ayat diatas menunjukkan.maksud Al-Hadist. Mengetahui hadist-hadist hokum dan ilimu-ilmu hadist yang berkenaan dengan hokum 4. (7) ‘urf. Yang dapat menjadi mujtahid yakni orng yang berhak berijtihad adalah mereka yang memenuhi anatara lain syarat-syarat berikut: 1. 1. (4) al-masalaih al-mursalah.A.maka kembalikanlah kepada Allah (Al-Quran) dan Rasul (Sunnahnya ).

A.Dari pengertian Ijma' diatas. Qiyas Qiyas ialah menetapkan hukum sesuatu yang tertentu.W sebagai sumber hukum ialah :   "Sebaik .  Umat Muhammad S. .W. dapatlah kita fahamkan bahawa ketentuannya ialah :   Ijma' Mestilah persefakatan semua mujtahidin semasa. Diantara dalil dalil mengenai mazhab sahabat Rasulullah S. Persefakatan tersebut mestilah berlaku dikalangan para mujtahidin sahaja."  "Hendaklah engkau ikut Sunnahku dan Sunnah Khulafa-Ur-Rasyidin selepasku" 2.A. muslim dan mukallaf.  Persefakatan yang dimaksudkan ialah yang mengenai hukum-hukum syara' dan bukannya hukum-hukum hissiyat dan aqliyat atau seumpamanya. Dalil dalil Dari Sumber ini. iaitu:   Sesuatu yang tertentu / telah tertentu (asal) hukum sesuatu yang telah tertentu. Mazhab Sahabat Mazhab sahabat ialah perkataan atau perbuatan seseorang yang sempat bertemu dengan Rasulullah S. yang dimaksudkan ialah mukmin.A. Rukun Qiyas ada empat.  Persefakatan mujtahidin itu mestilah berlaku selepas kewafatan Rasulullah S.W sedangkan ia beriman dan mati didalam Islam yang tidak bertentangan dengan maksud syara'.W.  'llah  sesuatu yang lain (far') Diantara dalil-dalil mengenai sumber ini ialah :   "Maka ambillah (kejadian itu) untuk pelajaran. wahai orang-orang yang mempunyai pandangan"-maksud Al-Hasyr :2 perbuatan Rasulullah S.A.W. Apa jua yang engkau ikutinya nescaya mendapat petunjuk. pada masa yang lain kerana persamaan kedua-duanya dari segi 'illah (sebab). dengan hutang kepada manusia.baik kurun yang aku didalamnya" "Sahabat sahabat ku adalah laksana bintang bintang.A.

Istidal Istidal adalah menarik kesimpulan dari dua hal yang berlainan. yaiu kemaslahatan bersama. berdasarkan pertimbangan kemaslahatan masyarakat atau kepentingan umum. Istihsan Mengambil keputusan hukum dengan meninggalkan dalil khusus menuju ke dalil umum untuk tujuan umum. 4. Masalih al-mursalah Masalih al-mursalah atau disebut juga maslahat mursalah adalah cara menemukan hukum sesuatu yang yang tidak terdapat ketentuanya baik didalam Alquran maupu dalam kitab hadist. 3. yang sama sekali tidak disinggung dalam Alquran dan Sunnah rasul. iaitu :   Qiyas Jaliy (yang amat ketara) Qiyas Khafiy (yang tersembunyi) Qiyas ada tiga jenis. Misalnya menarik kesimpulan dari adat istiadat dan hokum agama yang diwahyukan sebelum Islam. Hal ini idak bertentangan dengan Islam. Misal: transfusi darah Memberikan pertolongan kepada seseorang yang membutuhkan darah. lagi darah ini bukanlah sebuah kootran atau najis. Ada yang telah lazim dalam masyarakat dan tidak betentangan dengan hukum Islam (gono gini atau harta bersama) dan hukum agama yang diwahyukan sebelum Islam tetapi tidak dihapuskan oleh syaria’t Islam. Sebagai contoh dapa dikemukakan pembenaran pemunguan pajak penghasilan untuk kemaslahatan atau kepentingan masyarakat dalam rangka pemerataan pendapatan atau pengumpulan dan yang di gunakan untuk memelihara untuk kepentingan umum. Missal: . yaitu:   Qiyas Aula (utama) Qiyas Musawi ( yang amat ketara)  Qiyas Adna (rendah).Bagian Qiyas Ada dua baagian Qiyas. bahkan diperbolehkan sebab untuk menyelamatkan seseorang dari kematian. 5. dapat ditarik garis hukumnya untuk dijadikan hukum Islam.

lalu si budak itu menjawab. “bahwasanya ia mencuru hanya untuk mempertahankan hidupnya. Dalam hal huang piutang sebaiknya mencatat untuk menjaga agar tidak lupa. PT. Misal: (jual beli). Istihsab Mengambil kesimpulan hukum dengan cara mengambil ketentuan hukum yang tetap berlaku selama belum ada hukum lain yang sama kuatnya atau yang dapat merubah hukum itu. Suatu ketika dimasa Umar. prof SH H . “mengapa budak itu mencuri” ?. Yogyakarta. lalu dibawalahbudak iu dihadapan Umar. maka ahmad harus membayar lagi untuk kedua kalinya kalo fulan memintanya lagi. karena Fulan tidak mencatat kedalam buku bahwa Ahmad sudah membayar. UII press. 7.Rajagrafindo persada  Ahmad azhar basyir H. Melihat hal itu. Dalam hal ini . Asas-asas hukum muammalat. Menurut dalam ajaran ilmu kaedah ilmu ushul fiqh “adat dapat dikukuhkan menjadi hukum (Al’adatu muhakkamah) . sebab simajikan tidak memberinya makan selama berbulanbulan”. membua si fulan lupa. Hukum Islam. Lalu Umar bin khottob bertanya. Jakarta . 6. Referensi  Mohammad daud Ali . 2005. ‘Urf ‘Urf adalah radisi yang berulang-ulang yang biasa dijalankan yang idak bertentangan dengan hukum Islam dan itu bisa dietapkan menjadi hukum. Akhirnya fulan merasa ahmad belum membayar hutangnya. Umar tidak menghukum budak itu. hukum ada yang demikian dapat berlaku bagi umat Islam.Pencurian pada masa Umar bin khottob. sebab tidak ada bukyi aaupun saksi yang mencatat dan melihat ersebut. jual beli buah buahan di pohon yang dipetik sendiri oleh pembelinya. januari . simajikan dikenakan denda atas perbuatanya terhadap budak tersebut. melainkan sebaliknya. ketetapan dalam Alquran “jka ada laki-laki dan perempuan mencuri. maka poonglah tanganya”. ada seorang budak yang mencuri. Misal: hutang piutang Ahamad membayar uang kepada Fulan.