Anda di halaman 1dari 3

KEPUTUSAN DIREKTUR

TENTANG
PERLINDUNGAN PASIEN TERHADAP KEKERASAN FISIK
Nomor :……/
DIREKTUR RSIA MURNI ASIH
Menimbang

: a. bahwa perlindungan pasien terhadap kekerasan fisik selama perawatan
di RSIA Murni Asih merupakan hak dari setiap pasien sehingga perlu
adanya kebijakan sebagai acuan dalam pelayanan kesehatan yang
mengaturnya di RSIA Murni Asih Tangerang
b. bahwa kebijakan Perlindungan Pasien Terhadap Kekerasan Fisik di
RSIA Murni Asih ditetapkan dan diberlakukan dengan keputusan
Direktur RSIA Murni asih Tangerang.

Mengingat

: 1. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan
2. Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2009 Tentang Rumah Sakit
3. Undang –Undang Nomor 29 Tahun 2004 Tentang Praktik kedokteran
4. Undang-Undang Nomor 32 tahun 2004 tentang Hak Asasi Manusia
5. Peraturan pemerintah Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan Anak
6. Peraturan Pemerintah No 23 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan

Badan Layanan Umum (BLU)
7. Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 1672/Menkes/Per/XII/2005

tentang organisasi dan Tata Kerja RSIA Murni Asih
8. Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 269/ Menkes/PER/III/2008

tentang Rekam Medis
9. Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 290/Menkes/PER/III/2008

tentang persetujuan Tindakan Kedokteran.
MEMUTUSKAN :
Menentapkan

:

Kesatu

:KEPUTUSAN DIREKTUR RSIA MURNI ASIH TENTANG
PERLINDUNGAN PASIEN TERHADAP KEKERASAN FISIK DI RSIA
MURNI ASIH

Kedua

: Memberlakukan keputusan Direkur RSIA Murni Asih tentang perlindungan
pasien terhadap kekerasan fisik di RSIA Murni Asih

Seluruh petugas rumah sakit harus memahami perlindungan pasien terhadap kekerasan fisik b.Pasien ang berpotensi melakukan tindakan kekerasan terhadap pasien lain atau petugas harus di lakukan pengawasan secara ketat. maka untuk pemulangan pasien segera di laporkan dan di koordinasi dengan Dinas Sosial Kesembilan :Keputusan ini berlaku sejak ditetapkan tanggal ditetapkan. Ketujuh :a.Pengunjng harus memakai identitas c.Petugas sekuriti harus memeriksa tempat-tempat yang tersembunyi secara berkala sesuai prosedur dan memastikan bahwa tempat tersebut aman dan cukup penerangan di tempat-tempat yang rawan terhadap kejadian kejahatan.pemukulan dan pemaksaan terhadap pasien baik yang di lakukan oleh penunggu/pengunjung pasien maupun petugas.Setiap tindakan yang dilakukan oleh petugas harus dengan persetujuan pasien tanpa paksaan .Ketiga : Kriteria kekerasan di lingkungan Rumah Sakit terdiri atas . apabila dikemudian terdapat kekeliruan Surat Keputusan ini akan di ubah dan diperbaiki sebagaimana mestinya.Petugas melakukan pengawasan dan observasi ketat terhadap seluruh pasien secara periodik dan apabila ada hal yang mencurigakan segera ambil tindakan dan atau melaporkan kepada Kepala Unit Pelayanan/penanggung jawab ruangan sesuai kondisi dan situasi Kedelapan :Apabila terdapat pasien terlantar yang tidak memiliki keluarga dan tidak memerlukan perawatan inap di rumah sakit. h. pelecehan seksual. Keempat : Kriteria pasien rawan resiko terhadap kekersan fisik adalah pasien anak-anak. pasien lanjut usia.Pasien dan pengunjung dilarang membawa senjata tajam dan senjata api b. Kelima : Penannan tindakan kekerasan fisik terhadap pasien yang terjadi di lingkungan Rumah Sakit menjadi tanggung jawab Rumah Sakit Keenam : Upaya pencegahan terjadinya kekerasan fisik terhadap pasien adalah sebagai berikut : a.bila perlu pasien di pisahkan dari pasien lain e. dan pasien lain yang kurang bisa melindungi dirinya sendiri.Pengawasan ketat dan pengamanan lingkungan terhadap pasien dengan kecenderungan bunuh diri maupun pasien terjatuh f.Pengunjung dalam pengaruh alkohol dilarang/tidak boleh mengunjungi pasien d. Ditetapkan di : Tangerang .Pasien dengan rawan resiko penculikan harus didampingi orangtua atau keluarga yang telah di setujui dalam perawatan kecuali pasien yang di rawat di ruangan khusus g.Petugas rumah sakit tidak diperkenankan melakukan kekerasan fisik terhadap pasien maupun terhadap keluarga pasien c.

Pada tanggal : 12 januari 2016 ------------------------------------Direktur FLORENSIA ANGKAWIJAYA .