Anda di halaman 1dari 16

SPESIFIKASI TEKNIS

Pasal 1
Uraian Pekerjaan

1. Lingkup Pekerjaan
1.

Nama Kegiatan

:

Pengembangan Padang Penggembalaan di
Kabupaten Dompu

2. Nama Pekerjaan

: Pembangunan Pagar Keliling 5000 M

3. Nama Satker

: Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan
Provinsi NTB ( 06 )

4. Tahun Anggaran

: 2015

2. Item dan Lokasi Pekerjaan :
Pembangunan Pagar Keliling 5000 M
Item Pekerjaan :

PekerjaanPersiapan

Pekerjaan Galian dan Urugan Tanah

Pekerjaan Beton

Pekerjaan Pasangan dan Plesteran

Pekerjaan Pagar

Pekerjaan Pengecatan

b. Pasal 2 Peraturan-Peraturan Teknis Pembangunan yang Dipergunakan 1. Sarana Bekerja Untuk kelancaran pekerjaan Kontraktor harus menyediakan : a. Tenaga kerja/tenaga ahli yang cukup memadai sesuai dengan jenis pekerjaan yang akan dilaksanakan. Peraturan dari Dinas Keselamatan Kerja dari Departemen Tenaga Kerja. c. Gambar Rencana. e. Jenis Pekerjaan : Lingkup pekerjaan yang harus dilaksanakan oleh Kontraktor adalah mengikuti ketentuan dalam Petunjuk Operasional (OP). Peraturan Muatan Indonesia g. kecuali ditentukan lain dalam Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS) ini berlaku dan mengikat ketentuan-ketentuan dibawah ini termasuk segala perubahan dan tambahannya. 5. Perppres 54 dengan lampiran-lampirannya. Alat-alat bantu seperti molen. 4. b. Keputusan-keputusan Majelis Indonesia untuk Arbitrasi Teknik dari Dewan Teknik Pembangunan Indonesia (DTPI). d. . Bahan-bahan bangunan yang akan dilaksanakan tepat pada waktunya. Undang-undang Jasa Konstruksi Tahun 2000. alat-alat pengangkut dan alat-alat lain yang diperlukan untuk pelaksanaan pekerjaan. Peraturan/ketentuan lain yang dikeluarkan oleh jawatan/Instansi Pemerintah setempat yang berkekuatan dengan permasalahan bangunan. Dalam melaksanakan pekerjaan. Peraturan Semen Portland. Berita Acara Penjelasan serta mengikuti petunjuk Direksi. Cara Pelaksanaan Pekerjaan yang harus dilaksanakan dengan penuh keahlian sesuai dengan ketentuan ketentuan dalam Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS). c. alat-alat pertukangan. a.3. f.

b.2. g. Jadwal pelaksanaan (Time Schedule) yang disetujui oleh Direksi Pasal 3 Penjelasan RKS dan Gambar 1. Kontraktor wajib meneliti gambar-gambar dan Rancangan Kerja dan Syaratsyarat(RKS) tambahan-tambahan dan perubahan yang dicantumkan dalam Berita Acara Penjelasan Pekerjaan (Aanwijzing) 2. Berita Acara Pelelangan. b. Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK). Surat Keputusan Kepala Dinas. Berita acara Penjelasan Pekerjaan (Aanwijzing). 1 (satu) papan tulis (Whiteboard) serta perlengkapannya d. 1 (satu) lembar polywood dipasang pada dinding untuk memasang gambar e. 1 (satu) meja tulis berikut kursinya c. Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS). Berita Acara pembukaan penawaran beserta lampiran-lampiran h. d. Kontraktor harus menyediakan dan membuat atau menyewa sebuah direksikeet yang cukup untuk melaksanakan tugas pekerjaan administrasi lapangan bagi pengawas dan Direksi yang lengkap dengan alat-alat kerja minimal berupa : a. Pasal 4 Persiapan di Lapangan 1. . e. Gambar Bestek yang dibuat oleh Konsultan Perencana yang sudah disyahkan oleh Pemberi Tugas termasuk gambar-gambar Detail dan perubahan yang disyahkan oleh Direksi. c. f. tentang pemenang. Perlengkapan PPPK yang dapat dipergunakan oleh semua pihak. 1 (satu) rak untuk menyimpan arsip f. Bila perbedaan-perbedaan itu menimbulkan keraguan sehingga dalam pelaksanaan menimbulkan keresahan bagi Kontraktor wajib menanyakan pada Konsultan Supervisi/Direksi dan Kontraktor mengikuti keputusannya. 1 (satu) set kursi duduk yang memadai dan pantas. Untuk melaksanakan pekerjaan dalam butir 1 ayat 2 termasuk diatas berlaku dan mengikat pula : a.

mandor dan kepala tukang yang cakap dalam melakukan pengawasan yang tepat untuk pekerjaan yang memerlukan pengawasan mereka. 3. c. tukang. Tenaga Pelaksana Teknis yang terampil dan berpengalaman dalam bidangnya dan pengawas. Buku Pengawas Lapangan 3. 1. Tenaga kerja terampil. Catatan-catatan mengenai kejadian-kejadian lainnya yang memerlukan pencatatan lebih lanjut. 2. Catatan Kemajuan fisik setiap hari. Mengeluarkan Tenaga Kerja Kontraktor (pekerja. Jenis laporan/catatan yang harus ada diruang Direksikeet adalah : a.2. b. saran dan petunjuk dalam pelaksanaan berupa buku tamu. buku Direksi/pengawas. kepala tukang. Catatan bahan-bahan yang diterima maupun ditolak oleh pengawas di lapangan. teguran. Tenaga kerja inti yang ditugaskan di lapangan minimal terdiri dari : o Sarjana Teknik Sipil = 1 orang o STM Sipil = 1 orang 4. Pasal 5 Tenaga Kerja Kontraktor Kontraktor harus menyediakan tenaga kerja inti untuk diperkejakan di lapangan sehubungan dengan pelaksanaan pekerjaan seperti tersebut diatas. Catatan mengenai cuaca setiap hari. Kontraktor harus membuat Gudang/Los Kerja yang cukup untuk menyimpan bahan-bahan yang diperlukan dan tempat para pekerja. Kontraktor harus menyediakan sarana alat tulis menulis seperti buku harian untukcatatan-catatan. f. Buku Tamu/Direksi g. Catatan Tenaga Kerja yang masuk (bekerja) pada setiap hari e. d. mandor) . setengah terampil dan tidak terampil sesuai dan tepat pada waktunya.

5. Barzhat yang memuat penjelasan tentang rencana kerja pelaksanaan pekerjaan dan penyediaan bahan yang sesuai dengan persyaratan dalam Dokumen Lelang ini. tidak cakap atau ceroboh dalam pelaksanaan tugasnya atau yang menurut pertimbangan Direksi Pekerjaan orang tersebut tidak patut diperkerjakan dan orang tersebut tidak boleh diperkerjakan lagi tanpa ijin tertulis dari Direksi Pekerjaan. Kontraktor wajib memberi tahu secara tertulis kepada Kepala Dinas dan Konsultan Supervisi. Dengan adanya pelaksana. 4. Dalam waktu 7 (tujuh) hari setelah dikeluarkan pemberitahuan. Kontraktor wajib menunjuk seorang Kuasa Kontraktor atau biasa disebut Pelaksana yang cakap untuk memimpin Pelaksanaan pekerjaan di lapangan dan mendapat kuasa penuh dari Kontraktor. Kontraktor wajib sudah menunjuk peleksana penganti yang akan memimpin pelaksana atau Kontraktor sendiri (Penanggung Jawab/Direktur Perusahaan) yang akan memimpin pelaksanaan. Bila dikemudian hari menurut pendapat Pengelola Teknis Proyek dan Konsultan Supervisi. yang menurut Direksi Pekerjaan berperilaku tidak senonoh. Pelaksana kurang mampu/kurang cakap memimpin pekerjaan maka akan diberitahukan kepada Kontraktor secara tertulis untuk mengganti pelaksana. nama dan jabatan pelaksana untuk mendapatkan persetujuan. tidak berarti bahwa Kontraktor lepas tanggung jawab sebagian maupun keseluruhan. penyelesaian dan perbaikan pekerjaan. . Pasal 7 Kuasa Kontraktor di Lapangan 1. Orang yang diberhentikan secara demikian dari pekerjaan harus diganti secepat mungkin dengan seorang pengganti yang cakap yang disetujui oleh Direksi Pekerjaan. 3. 5. Direksi pekerjaan berhak menolak dan mewajibkan Kontraktor memberhentikan seseorang yang dipekerjakan oleh Kontraktor pada atau sehubungan dengan pelaksanaan. Pasal 6 Rencana Kerja (Time Schedule) Time schedule yang dimaksud adalah dibuat dalam bentuk Kurva “S”. Di lapangan pekerjaan. 2.

Kontraktor diwajibkan menyediakan alat-alat Pengobatan (obat-obatan) menurut syarat-syarat Pertolongan Pada Kecelakaan (PPPK) yang selalu dalam keadaan siap digunakan untuk mengatasi segala kemungkinan musibah bagi petugas dan pekerja di lapangan. Pasal 9 Penjagaan Keamanaan Lapangan Pekerjaan 1. Kontraktor diwajibkan menjaga keamanan di lapangan terhadap barang-barang milik proyek. yang berupa barang-barang maupun keselamatan jiwa. untuk Kontraktor diwajibkan menyediakan alat-alat pemadam kebakaran yang siap dipakai di tempat-tempat yang akan ditetapkan kemudian oleh Konsultan Supervisi. Jika terjadi kehilangan bahan-bahan bangunan yang telah disetujui Konsultan Supervisi baik yang belum maupun yang telah terpasang tetap menjadi tanggung jawab Kontraktor dan tidak diperhitungkan dalam pekerjaan (Biaya Pekerjaan tambahan) 4. Untuk maksud-maksud tersebut bila dianggap perlu Kontraktor harus membuat pagar pengaman dari kayu atau bahan lain yang biayanya menjadi tanggungan Kontraktor. Konsultan Supervisi dan Pihak Ketiga yang ada di lapangan.Pasal 8 Tempat Tinggal (Domicili) Kontraktor dan Pelaksana 1. Alamat Kontraktor/Pelaksana diharapkan tidak sering berubah-ubah. Kontraktor bertanggung jawab atas akibatnya. 2. Pasal 10 Jaminan dan Keselamatan Kerja 1. Kontraktor dan Pelaksana wajib memberitahukan secara tertulis alamat dan nomor telepon di lokasi kepada Pengelola Proyek dan Konsultan Supervisi. Apabila terjadi kebakaran. . selama Pekerjaan. 2. 3. Untuk menjaga kemungkinan diperlukan dalam jam kerja apabila terjadi hal-hal yang mendesak.

Pasal 12 Persiapan Dan Survey Investigasi U m u m. membuat tempat penginapan di lapangan untuk pekerja (barak kerja). Kontraktor wajib menyediakan air bersih. Mesin Pemadat timbunan tanah /pasir (Stamper/Stone Walls atau Vibro Roller) 4. Kontraktor wajib menyediakan air minum yang cukup bersih dan memenuhi syarat-syarat kesehatan bagi semua petugas dan pekerja yang ada dibawah kekuasaan Kontraktor. 3. Jumlah. Vibrator (Penggetar Beton) 3. Dan lain-lain peralatan yang diperlukan untuk pelaksanaan pekerjaan tsb. Alat-alat besar sesuai besaran (magnitude) pekerjaan tanah bila diperlukan 7. Pompa air untuk sistem pengeringan apabila diperlukan 6. dan dalam keadaan baik dan siap pakai antara lain : 1. Segala hal yang menyangkut jaminan sosial dan keselamatan para pekerja wajib diberikan oleh Kontraktor sesuai dengan peraturan perundangan yang ada. Pasal 11 Alat-alat Pelaksanaan Sebelum pekerjaan fisik dimulai. 4. semua alat-alat pelaksanaan pekerjaan harus disediakan oleh Kontraktor. kapasitas maupun merk peralatan disesuaikan dengan aktifitas di lapangan yang di koordinasikan dengan Konsultan Supervisi/Direksi. Kontraktor bersama Direksi. Beton Molen 2. Sebelum memulai pekerjaan konstruksi.2. kamar mandi dan WC yang layak dan bersih bagi semua petugas dan pekerja. sebaiknya mengadakan persiapan awal untuk mencapai kesepakatan dan penyamaan persepsi dalam mendukung kelancaran selama berlangsungnya pekerjaan. Perlengkapan Penerangan untuk lembur 5. Lapangan pekerjaan. Persiapan-persiapan yang perlu diperhatikan terhadap lapangan pekerjaan untuk memulai pekerjaan antara lain : .

00 diambil tinggi dari titik duga sebagai bidang persamaan ukuran atau ditentukan lain bersama direksi. perawatan atau pemakaian lainnya dapat dipakai air tawar yang dapat diminum atau air sungai yang tidak mengandung lumpur yang cepat mengendap. b) Kontraktor tidak diperbolehkan menggunakan alat-alat milik Pemberi Tugas. S e m e n ( Portland Cement ). a) Air untuk keperluan campuran.a) Papan Nama Proyek. c) Kontraktor terlebih dahulu mengadakan survey untuk mengantisipasi ketersediaan bahan/alat pada lokasi yang paling efektif dan efisien terhadap lokasi proyek. Sarana dan prasarana. Pasal 13 Kualitas Bahan Bangunan 1. b) Pemasangan dan penetapan bowplank dilakukan bersama Direksi. 2. Ditempatkan sesuai petunjuk Direksi/Pengawas Lapangan. basa. gula atau organis. dibuat dari kayu klas III serta menjamin posisi bowplank tidak berubah selama pelaksanaan. . b) Air harus bersih dan bebas dari benda yang mengganggu seperti minyak. kecuali apabila ada perjanjian/persetujuan sebelumnya. a) Kontraktor harus mempersiapkan/menyediakan alat-alat/bahan kerja yang dibutuhkan dalam pelaksanaan pekerjaan. d) Bowplank penandaan. asam. ukuran-ukuran pada patok yang sudah terpasang harus diperiksa kembali oleh Pemberi Tugas untuk mendapat persetujuan tertulis sebagai persetujuan memulai pekerjaan. garam. Air kerja. a) Sedapat mungkin menggunakan semen ( PC ) dengan satu merk bermutu baik dan tidak membatu. Papan Nama Proyek dibuat dari bahan papan/kayu lapis dengan ukuran minimal 80 x 100 cm dengan tiang kayu ukuran minimal 5/7 yang ditanam sedalam  60 cm tulisan pada papan nama harus jelas dan dapat memberikan informasi mengenai kegiatan proyek. c) Peil ± 0.

c) Kadar lumpur pada pasir tidak boleh lebih dari 5 % (ditentukan terhadap berat kering). 4. dengan butir-butir yang beraneka ragam dan bila diayak memenuhi persyaratan berikut (NI-2) :  Sisa diatas ayakan 4 mm.  Sisa diatas ayakan 1 mm.  Sisa diatas ayakan 0. bila perlu diperoleh dengan pengayakan dan pencucian dari pasir sungai dan bila diuji material yang lolos saringan 200 antara 3 % sampai 5 % ( AASHTO T 11 ) atau butiran pasir yang dapat lolos ayakan berlubang persegi 5 mm dan tertinggal dialas ayakan berlubang persegi 0. jika melebihi maka harus dicuci. b) Agregat halus (Pasir) harus berbutir tajam dan keras tidak dapat dihancurkan dengan jari. a) Agregat untuk pekerjaan beton dan pasangan harus terdiri dari partikel yang bersih. Agregat Kasar : a) Agregat Kasar ( Kerikil ) dapat berupa kerikil sebagai desintegrasi alami dari batuan-batuan atau berupa batu pecah secara manual atau hasil stone crusser. kuat dan bebas dari bahan organis. jika melebihi maka harus dicuci. keras.25 mm. b) Ukuran butiran harus dipilih sedemikian sehingga ukuran partikel terbesar tidak melebihi dari 1/5 jarak terkecil antara bidang samping cetakan atau 3/4 jarak minimum antara tulangan dengan acuan.Agregat untuk pekerjaan beton dan pasangan harus terdiri dari partikel yang bersih.075 mm (NI3). minimum 10 % berat. minimum 80 % dan 95 % berat. minimum 2 % berat. .b) Penimbunan semen pada lokasi pekerjaan harus ditempat tertutup atau disediakan gudang yang tahan cuaca dan kedap air. keras. Agregat Halus ( Pasir ) . kuat dan bebas dari bahan organis. d) Pasir untuk keperluan beton bisa dipakai pasir alam sebagai hasil desintegrasi dari batuan-batuan atau berupa pasir buatan yang dihasilkan oleh alat pemecah batu ( Ston Crusser ).Kadar lumpur pada pasir tidak boleh lebih dari 5 % (ditentukan terhadap berat kering). 3.

d) Terdiri dari butiran yang beraneka ragam dan bila diayak harus memenuhi persyaratan :  Sisa diatas ayakan 31. dan retak menurut lingkaran tumbuh tidak melebihi 1/4 tebal kayu e) Semua bidang permukaan harus rata dan dapat menjamin efesiensi dan efektifitas dalam pengerjaan dan pamakaian f) Kelas kayu untuk pemakaian disesuaikan dengan fungsi masing-masing berdasarkan analisa Rencana Anggaran Biaya. Jika terdapat butiran yang pipih. berkisar antara 90 % s/d 98 % berat  Selisih antara sisa komulatif diatas dua ayakan yang berurutan adalah maksimum 60 % dan minimum 10 % berat. tidak mengandung zat-zat yang dapat merusak beton dan tidak mudah hancur oleh pengaruh cuaca. . harus 0 %  Sisa diatas ayakan 4 mm. Kayu a) Untuk bangunan dan untuk keperluan lainnya secara umum harus bersifat dan bermutu baik serta sehat. 5. tidak boleh melebihi 20 % berat agregat. Batu Pondasi : a) Batu yang dipakai adalah batu kali atau batu gunung atau batu pecah b) Harus kokoh dan tidak mudah pecah / retak c) Ukurannya berkisar antara diameter 15 cm s/d 25 cm atau sesuai petunjuk Direksi d) Batu bulat atau batu pecah tidak boleh menunjukkan tanda lapuk.5 mm.c) Agregat kasar terdiri dari butiran yang keras. dengan ketentuan bahwa sifat dan kekurangannya yang ada tidak akan merusak atau mengurangi nilai konstruksi b) Kayu harus kering udara dan kadar lengas lebih kecil atau sama dengan 30 % c) Besarnya mata kayu atau bidang jelek tidak boleh melebihi 1/4 lebar dan 1/10 tinggi atau besarnya tidak lebih dari 5 cm d) Retak-retak dalam arah radial tidak lebih dari 1/3 tebal kayu. tidak berpori.

sesuai persyaratan PBI’71.Batu Bata : a) Batu bata untuk pasangan tembok merupakan hasil pembakaran pada tungku dengan katagori kelas I atau sesuai petunjuk Direksi b) Bata merah harus mempunyai rusuk-rusuk yang tajam dan siku serta bidangbidang sisi datar c) Ukuran bata harus standart ( Disetujui Direksi ).4 a) Besi Siku sebagai tiang dipakai besi siku yang memenuhi standart PBI’71 b) Tidak diperkenankan memakai baja bekas atau sisa bongkaran c) Jika dilakukan penyambungan pada besi siku harus menggunakan las d) Dimensi / ukuran besi harus sesuai dengan yang tercantum dalam gambar Kawat Duri a) Kawat duri sebagai bahan penyusun pagar dipakai besi siku yang memenuhi syarat yang ada dipasaran b) Tidak diperkenankan memakai bahan bekas atau sisa bongkaran c) Dimensi / ukuran besi harus sesuai dengan yang tercantum dalam gambar .40.5 s/d 5 kali Diameter baja tulangan d) Jika dilakukan penyambungan pada tulangan. e) Dimensi / diameter besi harus sesuai dengan yang tercantum dalam gambar ( mutu TEST ). Besi Siku 40. harus diperhatikan panjang penyaluran tulangan minimal 40 kali Diameter. setiap bidang permukaan rata dan lurus menyiku terhadap bidang lainnya Besi Beton a) Besi beton dipakai baja tulangan yang memenuhi standart PBI’71 b) Tidak diperkenankan memakai baja bekas atau sisa bongkaran c) Disetiap ujung untuk tulangan beton harus dibuat kait sepanjang antara 2. bila diuji memenuhi kekuatan tekan minimal 20 Kg/cm2 d) Tidak terdapat retak-ratak dan mempunyai bentuk beraturan.

.8 : Syarat-syarat semen portland Indonesia  NI .2 : Peraturan Beton bertulang Indonesia 1971  NI .peraturan lain yang mengikat. tidak terkecuali yang disebut diatas. lokasi lantai jemur yang akan direhab telah dibersihkan dari kotoran dan tanaman serta tumbuhan yang dianggap mengganggu. Sebelum pekerjaan dimulai. Pasal 14 Pekerjaan Persiapan / Pendahuluan 1. dan pembongkaran sesuai ketentuan dan volume kerja di lapangan. Pekerjaan tini juga termasuk Pemasangan Papan Nama Proyek. b) Mutu bahan bangunan yang akan dipakai.20 : Peraturan tras dan semen merah Indonesia  Peraturan . harus tetap mengacu dan meperhatikan Peraturan-peraturan bahan bangunan yang berlaku di Indonesia atau peraturan yang dikeluarkan secara khusus oleh pabrik masing-masing bahan. a) Secara umum pemenuhan kualitas bahan bangunan yang akan dipakai harus diperhatikan untuk mencapai kesempurnaan kekuatan dan keindahan dari bangunan. U m u m.Bahan . Pekerjaan ini sedapat mungkin dilaksanakan memakai tenaga manual (orang) kecuali ditetapkan lain oleh Direksi.5 : Peraturan konstruksi kayu Indonesia ( PKKI ) 1961  NI .10 : Bata merah sebagai bahan bangunan  NI .3 : Peraturan umum untuk bahan bangunan Indonesia ( PUBI ) 1970  NI . Batas-batas pekerjaan (pemasangan profil) telah mendapat persetujuan dari Direksi dan Pengelolah Proyek. Sebagai acuan peraturan-peraturan yang diapaki dan tidak terbatas pada antara lain :  NI .bahan Lainnya.19 : Peraturan genteng dan keramik Indonesia  NI .

balok. Sebagai begisting dipakai kayu papan berkualitan baik sesuai petunjuk Direksi. a. Kerikil dan Semen ( PC ). jarak antara tiang besi siku adalah 250 cm e. Bahan dan material yang akan dipakai sesuai volume yang dibutuhkan harus sudah tersedia pada lokasi pekerjaan. Pasir. kolom praktis dan rink balk sesuai ukuran dalam gambar. . Beton yang terdiri dari beberapa unsur material harus merupakan bagian yang menyatu dan kokoh dengan komposisi campuran yang telah ditetapkan untuk mendapatkan kekuatan yang diinginkan. Pelaksanaan beton bertulang tetap mengacu kepada Peraturan Beton Indonesia ( SKSNI T.40. Begisting Pondasi Beton harus rapi sesuai bentuk yang diinginkan atau menurut petunjuk Direksi dan pada bagian tertentu dipaku atau diikat dengan kawat. Selanjutnya dipasang kawat duri posisi menyilang g. pondasi setempat. 2. Dalam pelaksanaan pekerjaan ini dilaksanakan pekerjaan beton bertulang meliputi kolom. Sebelum dilakukan pengecoran. yang terdiri dari : Besi siku 40. U m u m. b. Material yang dipakai untuk beton harus memenuhi ketentuan pasal 13 persyaratan teknis diatas. 15 1992). 3. terlebih dahulu menyiapkan acuan (begisting). Penyiapan material dan Lahan. Ukuran-ukuran Beton Pondasi Beton Tiang Pagar di sesuaikan dengan Gambar c.Pasal 15 Pekerjaan Beton 1. Setelah tiang besi siku terpasang dan beton pondasi mengeras kemudian kawat duri dipasang 5 susun yang diikat dengan kawat pengikat pada besisiku yang telah dilubangi dengan jarak tertentu f.4. tidak diperkenankan menunda pengerjaan akibat kekurangan bahan atau material. Dimensi. d. Besi kawat duri. Material. sloof. agar posisi acuan tidak berubah selama pengecoran. Posisi pondasi beton harus tegak lurus.

Perbandingan dan pencampuran material.benda yang mengganggu atau merusak campuran beton. g. Kerikil atau batu pecah disiram sebelum dimasukkan dalam adukan. Material harus dibersihkan dari benda . Sebelum pengecoran. a. sampai mendapatkan hasil campuran yang benar-benar homogen disetujui Direksi. pada penghentian penundaan pengecoran. Pekerjaan yang tidak sesuai dengan ketentuan ini harus dibongkar dan diperbaiki atas biaya pemborong. Pengecoran dilaksanakan apabila Begisting dan penyediaan bahan telah diperiksa serta mendapat persetujuan Direksi.2 ) /seizin Direksi. Pengecoran tidak dibolehkan selama turun hujan. c. Adukan material harus menggunakan Mollen. . d. Untuk beton dalam pekerjaan ini dipakai campuran 1 Pc : 3 Psr : 6 Krl dengan mutu beton K125 b. dan tidak mudah keropos. 5. b. maka adukan beton setelah dituang dalam acuan harus digetarkan dengan alat penggetar sehingga beton menjadi padat. kecuali dalam partai kecil dan disetujuai Direksi. Pengecoran. f. Material harus dibersihkan dari benda . e. Tidak diperkenankan mencampur secara manual.benda yang mengganggu atau merusak campuran beton. maka diatas permukaan yang akan dilakukan pengecoran tersebut harus diberi cairan semen. d. e. a. Baik didalam beton maupun pada acuan harus dihindari terjadinya kantongkantong gelembung. Pembongkaran bekisting baru diperbolehkan setelah beton mengalami periode pengerasan sesuai dengan PBI NI 2 ( Peraturan Beton Bertulang Indonesia NI. Sebelum diadakan pengecoran lanjutan. c.4. didalam acuan harus bersih dari kotoran dan disiram air secukupnya.

Sebelum memulai pekerjaan. untuk itu pelaksana harus menyelesaikan pekerjaan sebaik mungkin. halaman harus ditata rapih dan semua barang yang tidak berguna harus disingkirkan dari proyek. pemborong wajib melunasi iuran ASTEK. . mengamankan dan memperbaiki segala cacat yang timbul. Semua yang belum tercantum pada peraturan ini (RKS) akan ditentukan kemudian dalam rapat penjelasan (Aanwijzing). Selama masa pemeliharaan. semua ruangan harus bersih dipel. pemborong wajib meneliti semua bagian pekerjaan yang belum sempurna dan harus diperbaiki. a. 4. b. Pemeliharaan. Meskipun sudah ada pengawas dan unsur-unsur lainnya. semua penyimpangan dari ketentuan bestek dan gambar menjadi tanggungan pelaksana. Beton yang telah dicor diusahakan terhindar dari benda-benda yang merusak dan sinar matahari. sehingga sebelum penyerahan ke II dilaksanakan. 2. Acuan dibuka setelah beton benar-benar dijamin telah kering dan sudah berumur sesuai persyaratan Pasal 16 PEKERJAAN LAIN-LAIN 1. 5. Sebelum penyerahan pertama.6. pemborong wajib merawat. Selain persyaratan teknis yang tercantum diatas pemborong diwajibkan pula mengadakan pengurusan-pengurusan antara lain : a. 3. pekerjaan telah benar-benar sempurna. bila perlu selama proses pengeringan disiram air.

Disetujui Oleh : Pejabat Pembuat Komitmen Dibuat Oleh : PT. 19610930 199103 2 002 Mengetahui : A. SURYADI AK NIP.n. Apabila di dalam rencana kerja dan syarat-syarat ini tidak tercantum uraian peraturan dan ketentuan yang seharusnya termasuk dalam pekerjaan pemborongan. NIP. maka semua pekerjaan harus dilaksanakan agar tercapai penyelesaian yang diharapkan serta dapat menguntungkan semua pihak.Pasal 22 PENUTUP Hal-hal yang belum jelas didalam peraturan dan syarat-syarat ini akan ditentukan kemudian dalam penjelasan Direksi di tempat pekerjaan. 19690905 199703 1 006 . ST. 19651206 1999703 1 003 SYAIFUDDIN.ASRIGUNA KREASI SAMAWA Ir. Kepala Dinas Dinas PU Provinsi NTB Kepala Bidang Cipta Karya SADIMIN.BUDI SEPTIANI Pembina Utama Muda(IV/c) NIP.MT. Hj.ST Direktur Mengetahui : Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB Selaku Pengguna Anggaran (PA) Ir.