Anda di halaman 1dari 20

Jurusan Teknik Sipil

Fakultas Teknik
Universitas Sriwijaya

Disampaikan Oleh:

M. Baitullah Al Amin, M.Eng.


baitullahunsri@yahoo.com

HIDROLIKA

Pertemuan 11 SISTEM PIPA

Tujuan
2

1. Mahasiswa dapat memahami prinsip aliran


pipa dengan turbin dan pompa.
2. Mahasiswa dapat memahami pipa yang
dihubungkan seri dan paralel.
3. Mahasiswa dapat menghitung daya yang
dihasilkan aliran untuk turbin, dan daya
yang dibutuhkan pompa untuk
mengalirkan air.
4. Mahasiswa dapat menghitung tinggi
tekanan dan debit dalam sistem pipa.

Garis Energi & Garis


Tekanan

energi total = elevasi + tinggi tekanan + tinggi kecepatan (Pers. Berno


Kolam A

EGL
V12/ 2g

V / 2g
2
2

HGL
Kolam B

a P /
1

b
P2/

D1
ZA

Z1
Z2

D2
ZB

: Kehilangan
energi sekunder akibat masukan (inlet)
a
: Kehilangan
energi sekunder akibat penyempitan saluran
b

Pipa dengan Turbin


4

Kolam
EGL
Kehilangan energi sekunder
kecil, sehingga EGL berimpit
dengan HGL

L
HS

hF
HGL
H
Tek. atmosfer

Tinggi tekanan H (m) : Daya untuk turbin (hp) :

VC
Curat
Untuk memperoleh kecepatan
besar guna memutar turbin air

H = H S - hF
hF = (8fLQ2)/(2gD5)

Turbin

DY = Q H / 75

H = HS - (8fLQ2)/(2gD5) DY = (Q / 75) (HS - (8fLQ2)/(2gD5))

Pipa dengan Turbin


5

Animasi/video skema pipa dengan turbin


untuk pembangkit listrik tenaga air
(PLTA), dimana sumber air berasal dari
waduk dapat dilihat pada file yang
disertakan dalam lampiran.
Animasi: Skema Mikro Hidro (Sumber:
Youtube)
Video: How It Works Hydroelectric Power

Pipa dengan Turbin


6

Hitung daya untuk turbin DY

Contoh 1
Waduk

hF
Q = 500 lt/det
L = 2000 m

HS = 100 m f= 0,020
D = 50 cm

DY = (Q / 75) (HS - (8fLQ2)/(2gD5))

DY = ???
Turbin
VC
= 90%

DY = (0,5 x 1000 x 0,9 / 75) (100 - (8 x 0,02 x 2000 x 0,52)/(3,142 x 9,81 x 0,52)
DY = 580,15
hpJadi, daya untuk turbin adalah sebesar 580,15 hp

Pipa dengan Pompa


7

Daya pompa (hp) :


DY = Q H / 75
dengan:
H = HS + hF1 + hF2

Kolam B

hF2

H merupakan tinggi
tekanan total
(total head) yg harus
disediakan
pompa agar dapat
Kolam Aair dari kolam
mengalirkan
A ke kolam B

HS

P1/

B
2

Pompa
A

P2/

hF1

Pipa dengan Pompa


8

= (8fL1Q2)/(2gD15)
hF2 = (8fL2Q2)/(2gD25)
2
2
5
2
2
5
F1 = (8 x 0,02 x 10 x 0,025 )/(3,14 x 9,81 x 0,15h)F2 = (8 x 0,02 x 1490 x 0,025 )/(3,14 x 9,81 x 0,15 )
hF2 = 20,29 m
F1 = 0,14 m
H = HS + hF1 + hF2
H = 25 + 0,14 + 20,29
H = 45,43 m

F1

Y = 0,025 x 45,43 x 1000 / 75 x 0,90


Y = 16,83 hp

L 1 = 10 m
D1 = 15 cm
f = 0,02
Kolam A

HS = 25 m
Q = 25 lt/det

Kolam B

hF2

DY = ???
= 90%

Pompa
A
1

hF1

2
L 2 = 1490 m
D2 = 15 cm
f = 0,02

Contoh 2

Pipa Hubungan Seri


9

hF1
H1
A

D1
1

hF2

D2

hF3
D3

ersamaan Kontinuitas:
Q = Q 1 = Q 2 = Q3

L1

L2
rsamaan Energi:
+ p1/ + V12/2g = Z2 + p2/ + V22/2g + hF1 + hF2 + hF3
Pada titik 1 dan 2:
p1/ = H1 dan p2/ = H2
V1 = V 2 = 0

ehingga:
1 + H1 = Z2 + H2 + hF1 + hF2 + hF3
Z1 + H1) (Z2 + H2) = hF1 + hF2 + hF3
Atau:
H = hF1 + hF2 + hF3

B
H2

L3

Persamaan D-W:
hF = (8 f L Q2) / (2 g D5)
Sehingga:
H = (8Q2/g2) (f1L1/D15 + f2L2/D25 + f3L3/D35)
Debit aliran:
Q = (2gH)0,5 / 4 (f1L1/D15 + f2L2/D25 + f3L3/D35)0,5

Pipa Hubungan Seri


10

H1 = 10 m

D1
1

H = 25 m

hF2
D2

hF3
D3

L1

2
L2

H2 = 10 m

L3

Latihan 1
Karakteristik
L1 = 600 m
L2 = 400 m
L3 = 450 m

pipa:
D1 = 0,75 m f1 = 0,016
D2 = 0,50 m f2 = 0,014
D3 = 0,60 m f3 = 0,018

Pertanyaan:
1. Tentukan debit pipa
2. Tentukan tekanan pada titik
sambung C dan D

11

Pipa Hubungan Seri


(Ekivalen)
hF1
H1
A

D1
1

hF2

D2

hF3
D3

L1

2
L2

B
H2

L3

adang penyelesaian pipa seri dilakukan dengan suatu pipa ekivalen yang mempunyai
ng seragam. Pipa disebut ekivalen apabila kehilangan tenaga pada pengaliran di
a ekivalen sama dengan pipa-pipa yang diganti.

Kehilangan tenaga dalam pipa ekivalen:


Panjang pipa ekivalen:
2
2
5
H = (8Q /g ) (feLe/De )
Le = (De2/fe) (f1L1/D15 + f2L2/D25 + f3L3/D35)

Pipa Hubungan Seri


12

H1 = 10 m

D1
1

H = 25 m

hF2
D2

hF3
D3

L1

2
L2

B
H2 = 10 m

L3
Latihan 2

ntukan panjang pipa ekivalen terhadap pipa terpanjang (pipa 1) !

Pipa Hubungan Paralel


13

ersamaan Kontinuitas:
Q = Q 1 + Q 2 + Q3

H=hF1=hF2=hF3

2
3

Persamaan Energi:
H = hF1 = hF2 = hF3

Atau:
H = (8f1L1Q12) / (2gD15) = (8f2L2Q22) / (2gD25) =
2
5
(8fAliran
/ (2gD
3L3Q3 ) Tiap
3 )
ebit
Pipa:

1 = (0,25(2g)0,5) (D15/f1L1)0,5 H0,5


2 = (0,25(2g)0,5) (D25/f2L2)0,5 H0,5
3 = (0,25(2g)0,5) (D35/f3L3)0,5 H0,5
ebit Aliran Pipa Ekivalen:
Persamaan Panjang Pipa Ekivalen:
0,5
5
0,5
0,5
= (0,25(2g) ) (De /feLe) H (De5/feLe)0,5 = (D15/f1L1)0,5 + (D25/f2L2)0,5 + (D35/f3L3)0,5

Pipa Hubungan Paralel


14

hF1

hF1 + hF2

hF2

2
HS = 60 m
Q = 300 lt/det

1
Pompa

Latihan 2

Karakteristik
L1 = 450 m
L2 = 400 m
L3 = 450 m

pipa:
D1 = 0,60 m f1 = 0,02
D2 = 0,30 m f2 = 0,02
D3 = 0,45 m f3 = 0,02

Pertanyaan:
1. Tentukan panjang pipa ekivalen
terhadap pipa 1
2. Daya pompa (efisiensi 75%)
3. Debit masing-masing pipa bercaba

Pipa Bercabang
15

hF1

hF2

B
hT = hF3

ZA
T

ZB

3
C

Persamaan Kontinuitas:
QT = 0
Q1 = Q2 + Q3
Atau
Q1 + Q2 = Q3
(tergantung karakteristik pipa 1 & 2, dan elev. Muka air kolam A

Pipa Bercabang
16

Prosedur perhitungan menentukan tekanan di titik T:


1. Anggap garis tekanan di titik T mempunyai elevasi hT .
2. Hitung Q1, Q2, dan Q3 untuk keadaan tersebut.
3. Jika persamaan kontinuitas dipenuhi maka nilai Q 1, Q2,
dan Q3 adalah benar.
4. Jika aliran menuju T tidak sama dengan aliran
meninggalkan T, dibuat anggapan baru elevasi garis
tekanan di T, yaitu dengan menaikkan garis tekanan
di T apabila aliran masuk lebih besar daripada aliran
keluar dan menurunkannya apabila aliran masuk lebih
kecil dari aliran keluar.
5. Ulangi prosedur tersebut sampai dipenuhinya
persamaan kontinuitas.

Pipa Bercabang
17

Dengan menganggap bahwa elevasi muka air


kolam C sebagai bidang referensi dan dianggap
bahwa elevasi garis tekanan di T di bawah elevasi
muka air kolam B (hT < ZB), maka persamaan
aliran mempunyai hubungan sebagai berikut.
Persamaan energi:
ZA hT = hF1 = (8f1L1Q12) / (2gD15)
ZB hT = hF2 = (8f2L2Q22) / (2gD25)
hT = hF3 = (8f3L3Q32) / (2gD35)

Persamaan kontinuitas:
Q1 + Q 2 = Q 3

Pipa Bercabang
18

+196,7 m
Latihan 3
hF1

hF2
+190 m

B
2
ZA

hC
C
Garis referensi

Karakteristik
L1 = 2440 m
L2 = 1200 m
L = 1220 m

pipa:
D1 = 610 mm f1 = 0,029
D2 = 406 mm f2 = 0,029
D = 350 mm f = 0,029

ZB
D +162,6 m

Tentukan debit masing-masing pipa!

Pustaka
19

Untuk penjelasan yang lebih detil dan


lengkap, Saudara disarankan membaca
buku Hidraulika II (Prof. Bambang
Triatmodjo).

SELESAI