Anda di halaman 1dari 134

Al

ser

;,iJ)OO
'00".)\

\

ANALISIS KELAYAKAN

USAHA

PADA INDUSTRI PENGOLAHAN BATU SPLIT ANDESIT
DI KABUPATEN SUMEDANG PROPINSI JAWA BARAT

OLEH:
YULI MARDIANINGSIH

A.310089

PROGRAM STUDI AGRIBISNIS
JURUSAN ILMU-ILMU SOSIAL EKONOMI PERTANIAN
FAKULTAS PERTANIAN
INSTITUT PERTANIAN BOGOR

2000

p�

'Keat

'8apd.

'Kada Uttd- S{tedd � �
dM

7eJW#ea, 'K<Ud

add,-� "Jtoui,e �
dM

s� � � � �

Mea1Utt �

'f4H9 � "'�· dalt (� �) � �
�(�)����i��

aa. s� � �

f.ta194/M4# 'f4H9 �-�
�- S� /lttd. ?Jta4a. � L� 1Jta4a. mddat
(2.S /In- 1ti4aa' : 5&')

Apabila Engkau sedang bergembira
Mengacalah dalam lubuk hati
Disanalah nanti akan engkau dapati
Bahwa yang pernah membuatmu derita
Berkemampuan memberimu bahagia

Apabila Engkau berduka cita
Mengacalah lagi ke lubuk hati
Disanalah pula engkau bakal menemui
Bahwa sesungguhnya engkau sedang manangisi
Sesuatu yang pernah engkau syukuri (Kahlil
Gibran)

Rp.7. Metode anallsls data adalah analisis deret waktu dengan metode Linear Trend Analysis. NBCR. jembatan dan konstruksi bangunan. Lokasi ini sangat strategis mengingat . Penelitian lnl dilakukan di Kabupaten Sumedang Propinsi Jawa Barat. BEP secara akuntansi dan dimodifikasi.000. dan Rp.000.00. menghitung dan menganalisis parameter-parameter investasi berdasarkan proyeksi penjualan dan biaya yang terjadi selama umur investasi dan membuat kesimpulan apakah industri pengolahan batu split ini layak diusahakan atau tidak.000 m3 per tahun. Selain itu besarnya margin pemasaran di luar wilayah Sumedang yang berdampak pada tingginya harga penjualan batu split serta tingkat persaingan diantara produsen yang relatif kecil merupakan faktor pendukung besarnya potensi pasar batu split di Kabupaten Sumedang. pendirian industri pengolahan batu split andesit di Desa Jatihurip ini memiliki potensi pemasaran cukup baik terlihat dari besarnya permintaan pasar di Kabupaten Sumedang berkisar antara 250. teknis. Sumedang. Dari analisis aspek teknis juga memperlihatkan potensi yang cukup baik bagi pendirian industri ini. dimulai pada bulan Pebruari sampai April 1999.8. Lokasi yang dipilih untuk pabrik pemecah batu ini adalah Gunung Kerud di Desa Jatihurip. analisis finansial dengan parameter investasi NPV.00 per US$ 1.500. dan manajemen.00. IRR dan Payback Period dengan metode discounted cash flow.7.RINGKASAN YULI MARDIANINGSIH. Penelitian dilakukan dengan pengamatan dan wawancara langsung dengan 3 produsen batu split dan 40 konsumen batu split serta studi literatur pada instansi-instansi terkait. Analisis Kelayakan Usaha pada lndustri Pengolahan Batu Split Andesit di Kabupaten Sumedang Propinsi Jawa Barat. Dari hasil analisis aspek pemasaran. (Dibawah bimbingan SOEBIJO BRATAMIHARDJA) Batu split merupakan produk bahan gatian industri yang dibutuhkan masyarakat sebagai bahan baku utama dalam pembuatan jalan. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji potensi dan kendala pendirikan industri pengolahan batu split di Desa Jatihurip Kabupaten Sumedang dilihat dari aspek pemasaran.00. Selain itu digunakan analisis sensitivitas dengan penurunan harga jual produk dan kenaikan biaya produksi sebesar 10 persen dan peningkatan nilai tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika menjadi sebesar Rp.000 m3 sampai dengan 430.

51. Sumber tenaga kerja ini sebagian besar diambil dari wilayah Sumedang atau dari luar wilayah Sumedang.00 dan Rp.330. pemboran dan peledakan dan pengolahan hasil dengan memecah bongkahan tersebut menjadi batu split berukuran kecit. Mesin dan Peralatan yang dibutuhkan dalam proses produksi ini adalah Excavator. jalan dan sebagainya sudah cukup memadai. Ketersediaan tahun.825. IRR sebesar 26. Jika perusahaan menetapkan kapasitas produksi sebesar 150 m3/hari. diperoleh nilai kriteria investasi dengan tingkat diskonto sebesar 25 persen yaitu Rp. sedangkan berdasarkan BEP yang dimodifikasi diperoleh titik impas usaha sebesar 43.500.83 persen serta PBP > 10 tahun.00 per US$ 1. dan IRR 17.8.08.70. Stone Crusher beserta genset dan Dump Truck.448.30.234. NPV sebesar - NBCR sebesar 0. Dengan rnelakukan penyewaan mesin produksi industri ini Jayak dilaksanakan dan menguntungkan dengan nilai NPV sebesar Rp. NBCR sebesar 1. Kualifikasi tenaga kerja yang dibutuhkan didasarkan pada pendidikan terakhir atau pengalaman.728 m3 per tahun. Berdasarkan hasil analisis BEP secara akuntansi diperoleh titik impas usaha sebesar 23. Berdasarkan kriteria investasi. Dari hasi! perhitungan dan analisis aspek finansial.667.00 dengan nilai NPV sebesar Rp. 785.7. IRR sebesar 49. maka pendirian industri ini tidak layak dan menguntungkan. NBCR sebesar 1. Tata letak ditetapkan berdasarkan tata letak sarana penunjang dan tenaga penggerak seperti air. Proses produksi yang digunakan adalah pengupasan tanah penutup dan pembersihan vegetasi.604.031.01 % dan payback period selama 3 tahun 1 bulan 8 hari.89 m3 batu split per tahun.000. menunda pelaksanaan investasi di bidang ini atau melakukan penyewaan mesin produksi sebagi altematif penyediaan faktor produksi mesin dan peralatan produksi.00 industri ini kembali menjadi tidak layak.pada lokasi tersebut terdapat potensi bahan baku yang cukup besar dengan jumlah cadangan batu andesit yang dapat ditambang adalah 900. 7.633.309.000 m3.00 per US$ 1. listrik. .000.789. struktur organisasi yang dibutuhkan didasarkan pada struktur organisasi lini. Dari analisis aspek manajemen.00 % dan payback periode selama 9 tahun 18 hari. maka bahan baku tersebut tidak akan habis selama 25 garis. Sedangkan pada level Rp. Dari hasil analisis sensitivitas industri ini menjadi layak diusahakan dengan peningkatan nilai tukar -�upiah terhadap Dollar Amerika menjadi Rp. Saran yang dapat diajukan agar perusahaan tidak melakukan investasi.505.

310089 SKRIPSI Sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pertanian Pad a JURUSAN ILMU-ILMU SOSIAL EKONOMI PERTANIAN FAKULTAS PERTANIAN INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2000 .ANALISIS KELAYAKAN USAHA PADA INDUSTRI PENGOLAHAN BATU SPLIT ANDESIT DI KABUPATEN SUMEDANG PROPINSI JAWA BARAT YULI MARDIANINGSIH A.

A. lnstitut Pertanian Bogar. MBA NIP 130 388 577 Tanggal Kelutusan 25 Januari 2000 . H. 310089 Judut : Analisis Ketayakan Usaha pada tndustri Pengolahan Batu Split Andesit di Kabupaten Sumedang Propinsi Jawa Barat dapat diterima sebagai syarat ketulusan untuk memperoleh gelar Sarjana Pertanian pada Fakultas Pertanian. Dasen Pembimbing Ors. Soebijo Bratamihardja.DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN INSTITUT PERTANIAN BOGOR FAKULTAS PERTANIAN JURUSAN ILMU-ILMU SOSIAL EKONOMI PERTANIAN Dengan ini menyatakan bahwa skripsi yang ditulis oteh : Nama : Yuti Mardianingsih Nrp : A.

PERNYATAAN DENGAN INI SAYA MENYATAKAN BAHWA SKRIPSI INI BENAR-BENAR HASIL KARYA SAYA SENDIRI DAN BELUM PERNAH DIAJUKAN SEBAGAI KARYA ILMIAH PADA SUATU PERGURUAN TINGGI ATAU LEMBAGA MANAPUN. Begor. Januari 2000 Yuli Mardianingsih A. 310089 .

penulis berkesempatan menjadi asisten mata kuliah Ekonomi Umum pada tahun 1999 dan asisten mata kulian Pengantar llmu Kependudukan pada tahun 1999. Pada tahun 1988 penulis melanjutkan pendidikannya di SMP Dharma Patria Bekasi hingga tahun 1991. Jurusan llmu-llmu Sosial Ekonomi Pertanian. Pada tahun tersebut penulis melanjutkan sekolah di SMA Negeri 1 Bekasi dan lulus pada tahun 1994. lnstitut Pertanian Begor. Selama menjadi rnahaslswa.RIWAYAT HIDUP Penulis dilahirkan di Jakarta pada tanggal 5 Juli 1975. Penulis diterima sebagai rnahasiswa lnstitut Pertanian Bogar pada tahun 1994 melalui jalur Undangan Seleksi Masuk lnstitut Pertanian Begor. Penulis memulai pendidikan di Taman Kanak-kanak Bina Putera Bekasi pada tahun 1981 dan kemudian melanjutkan pendidikan dasar di SD Negeri Rawa Tembaga 1 Bekasi pada tahun 1982 sampai tahun 1987. . Fakultas Pertanian. puteri dari pasangan Sumaryono dan Liliek Sudarmiati. Penulis merupakan anak pertama dari tiga bersaudara. Pada tahun 1995 penulis diterima di Program Studi Agribisnis.

Dalam penulisan skripsi ini penulis mendapat banyak masukan. Semoga penulisan skripsi ini dapat bermanfaat bagi semua pihak. Rimantono CP selaku perusahaan yang akan berinvestasi pada industri ini serta pihak-pihak yang berkepentingan lainnya. MBA selaku dosen pembimbing yang banyak membantu dan membimbing penulis dalam penyelesaian skripsi ini. Bogor. Diharapkan hasil penelitian ini dapat bermanfaat bagi PT. Yuli Mardianingsih . aspek finansial.A. H. Analisis kelayakan yang dibuat mencakup 4 aspek analisis yaitu aspek pemasaran. lndustri Pengolahan penulisan skripsi yang Batu Split Andesit di Penulisan skripsi ini merupakan syarat untuk memperoleh gelar sarjana di lnstitut Pertanian Bogor. PT. Januari 2000 Penulis. bimbingan dan bantuan dari berbagai pihak. Skripsi ini membahas tentang kelayakan pendirian industri pengolahan batu split andesit yang akan dilaksanakan di Desa Jatihurip Kecamatan Sumedang Utara Kabupaten Sumedang Jawa Barat. Rimantono CP yang telah memberi kesempatan penulis melakukan penelitian dan orang tua penu!is atas doa dan dorongannya.KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT karena atas berkat rahmat dan karunia-Nya berjudul Analisis penulis dapat menyelesaikan Kelayakan pada Kabupaten Sumedang Jawa Barat. Pada kesempatan lni penulis mengucapkan terimakasih yang setulus-tulusnya kepada Ors. Soebijo Bratamihardja. aspek teknis dan aspek rnanaiemen organisasi.

Bapak Abas Sutisna selaku Pimpinan CV. Syamsudin selaku Pimpinan GAPENSI Kabupaten Sumedang. SE selaku pimpinan PT. 3. . Pada kesempatan ini. penulis menyampaikan terima kasih sebesar-besamya kepada : 1. Bapak Deden Diharsono. penulis telah banyak mendapat bimbingan. Bapak Ir. Eddy R. H. Joko Purwono. MSc selaku dosen penguji komisi pendidikan yang telah berkenan meluangkan waktu dan memberikan saran berarti. Multi Marindo. Bapak Ors. Bapak Ir. 4. Bapak Hardjono dari Dirjen Pertambangan Umum. lbu Ir. serta seluruh pimpinan perusahaan kontraktor dan perusahaan bahan bangunan atas kesediaannya memberikan informasi berarti bagi penulis.A. Rimantono CP yang telah memberikan kesempatan dan bantuan bagi penulis dalam penelitian ini. Bapak Wawan selaku Kepala Desa Jatihurip Sumedang dan ibu atas dukungan moril sehingga penelitian ini dapat terlaksana. Soebijo Bratamihardja. 2.UCAPAN TERIMA KASIH Dalam penulisan skripsi ini dan selama penelitian dilaksanakan. MS selaku dosen penguji utama yang telah berkenan meluangkan waktu. arahan dan bimbingan yang sangat berarti bagi penulisan skripsi ini. Bapak Odang Herisman selaku Kasie Perencanaan PUK Sumedang dan Bapak Agus dari Workshop PUK Cimalaka yang telah banyak membantu memberikan informasi. memberikan saran dan masukan pada saat ujian sidang. Gumelar. Bapak H. selaku Kepala Teknik Tambang PT. waktu dan pikiran serta memberikan banyak masukan. 5. bantuan dan dorongan dari berbagai pihak. Melani Abdul Kadir Sunito. MBA selaku dosen pembimbing yang telah berkenan meluangkan tenaga. Bapak Pimpinan Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sumedang. data dan literatur penting bagi penulis.

9. Pakde dan Bude Darjie. Almamater tercinta Semoga Allah swr senantiasa melimpahkan rahmat. Dewi yang membantu memberikan saran dan menyediakan literatur bagi penulis. Rita. lka. kasih sayang. Orien yang berkenan menemani dan membantu penulis selama penelitian di Sumedang dan menjadi pembuka jalan sehingga penelitian ini berjalan lancar. 7. Ida. doa dan bantuan tak terkira sehingga penulisan skripsi dapat terselesaikan. dan hidayah-Nya kepada mereka semua. Bapak lri beserta ibu. Debra. 8. Kawan-kawan karibku yang telah memberikan bantuan tak terkira. Tedi. Leli. semoga skripsi ini bermanfaat bagi kita semua. Akhir kata. Qom dan Tante Edi yang selalu memberikan dorongan dan semangat yang berlimpah bagi penulis dan sepupuku Kiki yang bersedia menemani mengurus izin penelitian ke Bandung. Mbak Desra atas nasehat dan sarannya. 10. semoga skripsi ini menjadi hadiah paling istimewa untuk ulangtahun perkawinan perak Bapak dan Mama serta adik-adikku Novie Marlika dan Bagus. dukungan. Deviana Diah Probowati yang bersedia menjadi pembahas seminar dan atas dukungannya selama seminar dan ujian sidang. Penulis . Akhirnya skripsi ini selesai ditulis.6. Kakak-kakakku dan adik-adikku di Riau' 36. 11. Bapak dan Mama tercinta. Susi. Ririn yang selalu memberikan dorongan dan masukan selama penulis menyelesaikan penulisan skripsi ini. Amien. Emah dan sobat-sobatku AGB'31. Teh Neni. Ai yang telah berkenan menyediakan tempat berteduh dan dukungan moril selama penelitian. Eka. yang banyak memberikan semangat dan dorongan.

2..... . ......................... . ....4...... .........'..... ....... . LatarBelakang... ....... .......... .. Karakteristik Produsen. 2...2.. Lokasi dan Keadaan Wilayah.................1..2....1. ......... 5. ....................... HASIL DAN PEMBAHASAN. .. ......... 2......... ...3. . Kependudukan........ Pengertian Proyek dan Penilaian Proyek............ 34 4. Karakteristik Konsumen ........... 38 V.................... Karakteristik Produk dan Pasar Batu Split......DAFTAR ISi Halaman DAFTAR ISi · .......2..4..... . .. . ..... 5.......... 5.... .. ....... 2...... 1.2.. .. . .................. DAFTAR TABEL... 1........ Sarana dan Prasarana .. .. Latar Belakang Pendirian lndustri Pengolahan Batu Split...... ....... .............. ......... 3.....4............ KERANGKA 2....... DAFTAR GAMBAR......... .. .. 33 4. 3.... ........ .... Analisis Aspek Pemasaran ·...............2... . ............. Perumusan Masalah... ............ Anallsis Marjin Pemasaran Batu Split... ...... . .... ... 3... ....... ..................... ... ............. .......... .............. ............. Tahapan Perencanaan dan Pelaksanaan Proyek Analisis Kelayakan Us aha ............7........ .....5........... Lokasi dan Waktu Penelitian.......... Kriteria Kelayakan lnvestasi 2.......... ..............1. ...............2....1..... .... 5........4................. Tujuan dan Kegunaan Penelitian Ill... 36 4......2.. IV..... ............... 22 3.5... ..... ......... Jen is dan Sumber data............ ..... ..... Metode Pengolahan dan Analisis Data......2..... ..................... ............... ....... Analisis Finansial 2......... .. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN 32 4....... ........... . METODE PENELITIAN.....3 Saluran Pemasaran Batu Split di Sumedang ·. ........... .. .. 5........ 2......... 2.. .................. I..... ......... ....... .. ....... .......... .............. . ...1.. .. iii iv 1 1 5 7 PEMIKIRAN 8 Gambaran Um um lndustri Pengolahan Batu Split........... ....... Batas an dan Pengukuran Peubah .. ...... ... .. ...... .......... . ....... Analisis Jangka Waktu Pengembalian lnvestasi Analisis Titik lmpas Usaha. Aspek-aspek dalam Penilaian Proyek...5..... ... ....... ....... ..3......... ......3................1........ ....3...... .6......... ......................... ...................... .. .. ........... Analisis Permintaan Pasar Batu Split di Sumedang 5... ... 2...5......1.. . .......2......... Karakteristik Responden 36 4......3........ Penentuan Responden . . .. ..... Analisis Sensitivitas 1111.... ..... ... .. .. 3.. ............ .. .. ............. .... PENDAHULUAN 1......... 32 4..........5....2....... .... ........ . 40 40 41 41 42 46 47 8 10 12 14 15 15 16 18 19 20 22 22 23 23 25 .2..... ....4...........4.2. ... ............... ..1....... . ...... .......... ......

. .. ... ..... .. ... .5.. ... .. Saran.. .. .3.5.. .5. ..... ..2.. ...1... . Kualifikasi dan Kebutuhan Tenaga Kerja.......... Asumsi Dasar yang Digunakan .. . .. .2............. .. 57 5. ..... .... Proses Produksi yang Digunakan .. ....... .....3.6..... Analisis Aspek Manajemen dan Organisasi.4.. 54 5... . . ....... . .... ......... Mesin dan Peralatan yang Dibutuhkan..3...5. 89 6......... Kesimpulan . KESIMPULAN DAN SARAN .. .1.... .... . . 74 5..3. ... . . . Analisis Aspek Teknis . Analisis Aspek Finansial . ... .. 53 5. 69 5. .. ... .. .. ... .... ... . . ... ...5...3. .5..... Analisis Struktur Organisasi . ..... .... Analisis Biaya Usaha 67 5. ....... ... ... Analisis Manfaat Us aha . . .......... 62 5..5.. ...5... 86 VI......... . Analisis Biaya lnvestasi 67 5.... Tingkat Kelayakan Usaha ... ... . ... .... 82 5....4. .2. ... . ...... 58 5. . . ..... Alternatif Sewa Mesin Produksi dalam Penyediaan PeraIatan Produksi ........ ... ..... .. ..6.. .. ...... .... . 5.1.... .. ..5. .. .... .. . 60 5.... ... ... .. .. . .. ...... ..... .. . 66 5...5..5..... ... . ..... 89 6.... . .. .. Penentuan Kapasitas Produksi ... Fasilitas Penunjang Pengolahan Batu Split dan Aspek Lingkungan. 55 5. Analisis Titik lmpas (BEP) 77 ..... 59 5. ......3. Analisis Biaya Operasional ...... .....3. . .... .. 65 5.. . . ............2.... . . ..... .... ..7. ... . ... ... .5.... . ... .... Analisis Sensitivitas....4. ...... ..... .. ..... ........3..1.. . 90 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN 91 93 ... Jumlah Cadangan Bahan Baku dan Umur Tambang Gunung Kerud...5. 50 5. ..... ...3.... . . .... .... .... ... . .. .... ... 64 5.. Pemilihan Lokasi Usaha. ....... ... ..3.. ... .... . ... . .2..4......-...... ...1. . . .... 50 5..... .4..3.. .. . .... . .. ........... ...

ii .

. .. . .. ... .. .... PV Inflow dan PV Outflow pada Berbagai Unit Penjualan Lampiran 1..00). . . . . Proyeksi Kebutuhan Tenaga Kerja dan Tingkat Gaji/upah Nilai NPV. ... .. .. Kebutuhan Bahan Bakar... . . . .. . . . .. . . .. . .. .. .. . . 4. .. ... . . . Sisa dan Penyusutan Barang lnvestasi (asumsi Umur Estimasi lnvestasi 1 O tahun) ... .. . ... .... .. .. . . .... . . .. . ... -7. . 7..... Perkembanqan Harga Batu Split di Propinsi Jawa Barat . . . . . . Kebutuhan Batu Split Kabupaten Sumedang selama Tahun 1990 . ... . .. .. ..... . Analisis Finansial dengan Peningkatan Nilai Tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika (Rp. .Perkembangan ... .... . .. . . . .. ... ... . Pemboran dan Peledakan serta Pemeliharaan Peralatan ... .. . . . .. ...... . .. .... . .. .... . .. .. . . . . .... .. ... .. . Analisis .. 16. . .. . . . ...... . ..... .. .. dan Peralatan Pengolahan Batu Split.. ...... . 18.... . ... .. . . . . . ... . ... Perhitungan Break Event Point pada lndustri Pengolahan Batu Split. .. . . .. . ...... ... .. 5. . .. . . ... .. ... ... ... . . ... .. . . .. . . . . . ...... ... . .DAFTAR TABEL Ha la man 1. .. . .. Perhitungan NPV. . 6. .. . .. . . 5... ..00/ US$ 1.. .. ..... . 3. .. ... 33 38 43 44 44 48 57 64 81 Halaman Kebutuhan lnvestasi lndustri Pengolahan Batu Split.. ...... .. pad a lndustri Pengolahan Batu Split.. . ....... . ...... .. . ... . . 8. . . .. . ....... PV Inflow dan PV Outflow pada berbagai unit Penjualan . ... .... .. . . . ..... Perkembangan Jumlah Penduduk Kabupaten Sumedang Tahun 19901997 Perbandingan Karakteristik Produsen Batu Split di Sumedang. 12. . .. .. Mesin . . . Nilai Tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika selama Januari-Juli 1999 Perkembangan Suku Sunga Kredit investasi Bank Umum di Indonesia selama Januari-Juli 1999 . ... . 17... . . . . .. . . Analisis Estimasi Rugi Laba pada lndustri Pengolahan Batu Split . .. .000. . .. .. 93 94 95 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 106 106 107 107 108 . .. .. 4. . . . . . . Finansial .. . . 2. . .. .. . . .. . . . ... .. .. ...... .. . ... . . . Karakteristik Responden Konsumen Batu Split di Sumedang .. . . 13... . 9.00/ US$ 1. . 2.. ... ...1999 Proyeksi Kebutuhan Batu Split Kabupaten Sumedang selama Tahun 2000-2010 Kapasitas Terpasang Produksi Batu Split Kabupaten Sumedang Tahun 1999 Harga Pembelian dan Biaya Pemasaran Batu Split pada Berbagai Wilayah Pro du sen . 14. . .. . . . .. .. . ..Kebutuhan .. .Nilai .. .. .. .. . . .. ... Peningkatan Nilai Tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika (Rp... .. .. ... dengan . . .... . .. .. .... 10.. .. Permintaan Pasar Batu Split.. .....Peramalan . ... ... . .. .. . . Analisis .. ..... .. ... . . .. 8. .. .... ... .. ... .. . . 11.... ...00/ US$ 1.... . . .. . . ... .. 8. . .... . .. ....500.... . ....00).. 6. . . 7... . . 15.. ... .. . ... 9.. 7.... . . Analisis Finansial dengan Sewa Mesin sebagai Altematif Penyediaan PeraIatan Produksi .. .. ..000.. . .. .. . . .. . . ... . . .. . .. Perkembangan Harga Bahan Bakar Solar di Indonesia.. .. . .... . . .... .. 3.... . ... . .00) Analisis Finansial dengan Peningkatan Nilai Tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika (Rp.. ... .. . . ... . .Finansial .... . . Kebutuhan Tenaga Kerja pada lndustri Pengolahan Batu Split. .. . . . . .

. .... .DAFTAR GAMBAR Teks 1....... 56 Struktur Organisasi pad a lndustri Pengolahan Batu Split....... 2. 46 Proses Produksi pada lndustri Pengolahan Batu Split....... 3. ...... ... ............ Grafik Titik lmpas BEP Dimodifikasi................. Tata Letak (Lay Out) Pabrik Pengolahan Batu Split.... Grafik Proyeksi Permintaan Pasar Batu Spit di Sumedang selama Tahun 2000-2010 45 Jalur Tataniaga Prociuk Batu Split Kabupaten Sumedang . 3.. 2.... .......... 63 Lampi ran 1.... ......... .... Halaman Halaman Peta Lokasi Desa Jatihurip Kecamatan Sumedang Utara........... 4.. 111 112 113 ................... ........................... ...... . ...

Oleh karena itu. sehingga dapat menjadi media bagi pemerataan kesempatan berusaha dan penyedia lapangan kerja. 27/1980 tentang penggolongan bahan galian.I.1. sebagian besar berada di Propinsi Jawa Barat (699 perusahaan) dan Jawa tengah (538 perusahaan). Pada umumnya bahan galian C ini relatif mudah ·diusahakan serta dapat ditambang dengan teknologi sederhana karena terdapat di atas permukaan bumi. 1. bahan galian golongan C merupakan bahan galian non strategis (tidak untuk pertahanan keamanan dalam suatu perekonomian negara) dan non vital (tidak untuk memenuhi hajat hidup orang banyak). perusahaan pertambangan bijih logam sebanyak 251 perusahaan (7.4%).9 %).1%). Sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. sebagian besar perusahaan pertambangan dan penggalian bahan mineral adalah perusahaan bahan galian C yaitu sebanyak 2412 perusahaan (75. PENDAHULUAN Latar Belakang Penelitian Bahan galian golongan C atau yang Jebih dikenal dengan bahan galian industri adalah komoditas mineral yang mempunyai arti penting dalam peningkatan perekonomian nasional. Hampir setiap jenis industri memerlukan bahan baku atau bahan pembantu yang berasal dari bahan galian industri.· peningkatan di sektor industri dan sarana penunjangnya selalu diikuti oleh meningkatnya kebutuhan bahan galian industri. Berdasarkan data Profil Perusahaan Pertambangan Indonesia Tahun 1997.8%) dan perusahaan pertambangan batubara dan gambut sebanyak 108 perusahaan (3. Dari total perusahaan bahan galian C di Indonesia. Kemudian diikuti oleh perusahaan pertambangan minyak dan gas bumi sebanyak 349 perusahaan (10. .

hingga peningkatan jumlah penduduk dan pertumbuhan pendapatan per kapita merupakan faktor yang sangat mempengaruhi tingkat permintaan bahan galian C ini. persaingan yang semakin ketat. Perusahaan ini pada umumnya merupakan perusahaan perorangan dengan skala usaha kecil sampai menengah yang mempunyai SIPD dari PEMDA setempat. kondisi pasar juga cukup menguntungkan.2 Batu split merupakan salah satu produk bahan galian industri yang sangat dibutuhkan masyarakat. Tingkat konsumsi bahan galian industri sangat erat kaitannya dengan populasi penduduk dan tingkat pendapatan per kapita. Dari sisi permintaan pasar. Di Indonesia. laju penduduk yang cukup pesat dan laju pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi membuat sektor . Di Indonesia. kemajuan IPTEK yang menyebabkan timbulnya proses daur ulang dan subsitusi (Haryadi. Prospek pengembangan batu olahan ini cukup baik. maka umumnya kegiatan yang diusahakan tersebut ada di wilayah tersebut. 1993). perusahaan yang ini bergerak di bidang penggalian batu-batuan berjumlah 725 perusahaan yang sebagian besar terdapat di Propinsi Jawa Barat dan Jawa Tengah. jika ditinjau dari sisi potensi ketersediaan secara geologi dan kondisi pasar yang menguntungkan. Dari sisi geologi. jembatan. olahan ini antara lain hanya berlangsung selama bahan baku Umumnya kendala dalam pengembangan batu adalah ketersediaan lahan yang semakin terbatas. Biasanya batu split ini digunakan sebagai bahan baku utama dalam pembuatan jalan. potensi ketersediaannya cukup besar karena Indonesia sangat kaya akan bahan galian baik logam maupun non logam dan tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Karena sifat bahan baku batu split yang tidak dapat diperbaharui. konsumsi bangunan dan sebagainya. permasalahan lingkungan akibat polusl proses produksi. se. perizinan yang ketat dan membutuhkan waktu yang lama dalam pengurusannya.

24 Agustus 1991 . PECC dan ASEAN merupakan wahana dalam pengembangan pasar bagi komoditas ini di luar negeri. akan menjadi pasar potensial bagi pemasaran bahan galian industri Indonesia. restribusi dan beberpa jenis pajak lainnya. 2. I Suara Karya. 4. PBEC. Pengembangan batu olahan ini memiliki peran yang cukup penting bagi pembangunan ekonomi Indonesia. Negara-negara Asia Pasifik dengan jumlah penduduk sangat besar dan pertumbuhan PDB rata-rata di atas 5% per tahun. 3. Peran tersebut antara Jain : 1. Sebagai industri penunjang terhadap pengembangan industri modern. 8 juta m3 batu dan diprediksi memiliki kecenderungan konsumsi yang meningkat dengan pertumbuhan 4% . 12 Mei 1997 dan Bisnis Indonesia. Menciptakan kesempatan dalam pengembangan wilayah. untuk wilayah Jakarta dan Jawa Barat saja berdasarkan penelitian Balitbang Pekerjaan Umum Jawa Barat kebutuhan bahan galian batu olahan (split) selama Pelita V adalah 6.menengah.4 juta m3 batu dan selama Pelita VI dibutuhkan sekitar 33. iuran prcduksi.7% per tahun sampai dengan tahun 2000 1 • Di samping itu juga adanya kerjasama ekonomi dan perdagangan antar negara seperti APEC. Dapat menyediakan kesempatan kerja. Sebagai contoh.3 industri yang memerlukan komoditas ini sebagai bahan baku utamanya berkembang cukup pesat sehingga permintaan di dalam negeri juga cukup tinggi. baik langsung atau tidak langsung bagi masyarakat wilayah setempat dan menyediakan kesempatan berusaha bagi pengusaha golongan kecil. Dapat meningkatkan pendapatan asli daerah seperti dari iuran eksplorasi.

Meningkatkan penelitian dan pengembangan di bidang pertambangan dan pengolahan bahan galian industri agar kualitas produksi dapat ditingkatkan · sehingga memenuhi spesifikasi yang diminta industri. 27 Agustus 1986. Penerapan kebijakan tersebut dimaksudkan agar mempermudah para investor bergerak di bidang ini. antara lain 1.4 Oalam rangka mengantisipasi peningkatan permintaan bahan galian industri khususnya batu mengeluarkan split. Seminar Pemanfaatan Sumber daya Mineral dalam Pengembangan Industri Modem. selain dipengaruhi o!eh kebijakan pemerintah yang mendukung pengembangan usahanya tersebut. juga tingkat ketersediaan bahan baku utama dan penunjangnya. balk dalam dan luar negeri. serta tingkat keuntungan yang dihasilkan dari kegiatan investasi ini. dalam dekade 1990-an Pemerintah serangkaian kebijakan yang diharapkan Indonesia dapat memacu 2 pertumbuhan produksi dan ekspor serta dapat rnenekan impor. Melakukan peningkatan inventarisasi potensi oleh Dirjen Geologi dan Sumberdaya Mineral dan kantor-kantor wilayah Departemen Pertambangan dan Energi dari dinas pertambangan di daerah 3. pengawasan dan pembinaan sektor ini dapat dilaksanaan dengan lebih cepat. 37 Tahun 1986). 2. Dengan kebijakan ini. Jakarta. Keinginan investor untuk melakukan suatu kegiatan investasi. Semua informasi tersebut dapat diperoleh dengan melakukan suatu studi kelayakan usaha. Dengan suatu studi kelayakan dapat terlihat secara mendalam keragaan usaha dan tingkat kelayakan usaha baik dari 2 Dirjen Pertarnbangan Umum Departernen Pertambangan dan Energi. telah laju : Melimpahkan sebagian wewenang Pemerintah Pusat dalam pengurusan. diharapkan masalah pengurusan. pengawasan dan pembinaan kepada PEMDA Tingkat I setempat ( PP No. potensi pemasaran produk. .

Sumberdaya/faktor produksi yang dikorbankan untuk memperoleh penghasilan tersebut merupakan biaya yang harus dikeluarkan. ekonomi. 1. dan manajemen sehingga para investor tidak salah dalam pengambilan keputusan untuk melakukan investasi. teknis. Selisih antara penghasilan yang diperoleh dengan biaya yang dikeluarkan merupakan keuntungan (laba) yang menjadi salah satu alat ukur keberhasilan kegiatan usaha. maka keuntungan (laba) ini berfungsi untuk memelihara kontinuitas usaha dan sebagai penyangga terhadap resiko usaha yang sewaktu-waktu dapat terjadi. tenaga kerja.2. modal dan ketrampilan sebagai input untuk kemudian diproses dalarn suatu proses produksi yang menghasi!kan output berupa barang atau jasa. Oleh karena itu diperlukan suatu perencanaan investasi yang matang sehingga taktor produksi dapat memberikan daya guna yang optimal atau menghasilkan laba yang optimal dan dapat ketidakpastlan di masa depan. sehingga keuntungan (laba) merupakan faktor penting dalam penentuan pelaksanaan kegiatan usaha. mengurangi resiko investasi yang mengandung . pemasaran. Pada kenyataannya. Output tersebut kemudian dijual melalui suatu proses pemasaran sehingga usaha tersebut memperoleh penghasilan. Dilihat dari sisi perusahaan sebagai badan usaha. Untuk memperoleh semua sumberdaya yang dibutuhkan dalam kegiatan usaha ini memerlukan suatu kegiatan investasi. sumberdaya/faktor produksi yang dibutuhkan dalam kegiatan usaha sangat terbatas dan langka keberadaannya serta rnernpunyai kegunaan alternatif dan kegiatan investasi juga mengandung resiko karena adanya ketidakpastian di masa depan. Perumusan Masalah Suatu kegiatan usaha memerlukan sumberdaya/faktor produksi berupa alam.5 aspek flnanslal.

Analisis ini dilakukan dengan melakukan perhitungan dan analisis terhadap parameter investasi yang didasarkan pada proyeksi penjualan dan biaya yang terjadi selama kegiatan usaha berlangsung sehingga berdasarkan analisis tersebut dapat disimpulkan apakah usaha ini layak diusahakan atau tidak. PT. Untuk itu diperlukan informasi akuntansi berupa aktiva.6 Salah satu bagian dari suatu perencanaan investasi adalah studi kelayakan. merupakan output dari penelahaan secara seksama terhadap rencana investasi/proyek. Studi kelayakan. dengan menggunakan kriteria-kriteria dari parameter tertentu yang kemudian ditarik kesimpulan apakah investasi tersebut akan memberikan manfaat sehingga layak dilaksanakan atau tidak. Rimantono CP perlu melakukan suatu studi kelayakan usaha yang didasarkan pada analisis finansial untuk menilai apakah investasi tersebut layak dilaksanakan atau tidak. Dari uraian tersebut dapat dirumuskan pertanyaan penelitian yaitu apakah investasi pada industri pengolahan batu split ini layak atau tidak dilaksanakan berdasarkan hasll perhitungan dan analisis terhadap parameter-parameter investasi yang didasarkan pada proyeksi penghasilan dan biaya yang dikeluarkan selama umur investasi? . penghasilan dan biaya yang diproyeksikan selama umur investasi. Sebagai salah satu perusahaan swasta yang akan bergerak di bidang pengolahan batu split dan akan melakukan investasi di bidang tersebut di Desa Jatihurip Kabupaten Sumedang Propinsi Jawa Sarat.

3. Pembaca. sebagai bahan informasi dan pengetahuan. 3. sebagai tambahan pengetahuan dan pengalaman dalam disiplin ilmu. maka tujuan penelitian adalah : 1. Tujuan dan Kegunaan Penelitian Berdasarkan latar belakang dan perurnusan masalah diatas. 2. dilihat dari aspek pemasaran. teknis dan manajemen.3. 2. . Mempelajari potensi dan kendala pendirian industri pengolahan batu split di Desa Jatihurip Kabupaten Sumedang Propinsi Jawa Barat. Penulis. Perusahaan. Diharapkan hasil penelitian ini dapat memberikan manfaat dan kegunaan bagi: 1. Menghitung dan menganalisis parameter-parameter investasi berdasarkan proyeksi penjualan dan biaya yang terjadi selama umur investasi. sebagai bahan masukan dalam pengambilan keputusan.7 1. Membuat kesimpulan berdasarkan parameter investasi tersebut apakah industri pengolahan batu split ini layak diusahakan atau tidak.

Batuan intrusif adalah hasil pembekuan magma di tempat yang jauh di bawah permukaan bumi dengan kondisi temperatur dan tekanan yang tinggi. yaitu produk yang berasal dari batuan primer/vulkanik atau batuan lainnya yang mengalami kerusakan disebabkan perubahan temperatur.II. sedangkan batuan effusive adalah hasil dari magma yang mengalir di permukaan bumi dan membeku di salah satu celah atau dekat permukaan dan membeku membentuk batuan celah-celah. KERANGKA PEMIKIRAN 2. Batu andesit merupakan batuan prirner/vulkanis yang termasuk golongan batuan effusive.7 gram/cm3 dan kuat tekannya 600. Batuan Amorf. Berdasarkan kondisi tempat terjadinya. terdapat tiga jenis batuan. Batuan jenis lnl dibedakan atas batuan intrusif dan batuan effusive. Batuan PrimerNulkanis. air dan angin. 2.2400 kg/cm3. senyawa atau campuran kimia yang merupakan produk dari proses-proses alamiah secara fisis maupun kimiawi atau berupa produk sebagai akibat dari aktivitas kehidupan tumbuh-tumbuhan atau hewan. yaitu : 1. Batuan Sekunder/Sediman. yaitu produk yang berasal dari batuan primer dan sekunder yang mengalami pengaruh temperatur dan tekanan yang tinggi. Gambaran Umum lndustri Pengolahan Batu Split Batuan didefinisikan sebagai massa kumpulan mineral yang dapat terdiri dari hanya satu jenis mineral yang disebut batuan monomineral atau yang terdiri dari beberapa jenis mineral yang disebut polymineral. 3. Batu andesit merupakan bahan baku utama dalam pembuatan batu pecah (spli� yang memiliki kualitas yang tinggi dengan volume beratnya 2. Mineral adalah bahan yang mempunyai ciri-ciri yaitu unsur. .2.1. yaitu produk dari pengerasan magma yang berasal dari dalam bumi.2 .

Karena batu andesit ini terdapat di atas permukaan bumi. maka batu split yang berasal dari batu sungai dan sirtu umumnya · relatif lebih rendah kualitasnya. maka sifat pengusahaannya relatif mudah dan penambangannya dilakukan dengan teknologi sederhana serta dapat segera diperdagangkan. dilanjutkan dengan pengupasan bahan penutup berupa tanah untuk kemudian dieksploitasi baik secara manual dengan peralatan sederhana maupun dengan peralatan berat seperti traktor. 27 Tahun 1980. Stone Crusher. Pemecahan dilakukan dengan menggunakan alat berat Stone Crusher. Umumnya kegiatan usaha diawali dengan eksplorasl pada wilayah penambangan yang meliputi kegiatan pembersihan vegetasi di permukaan tanah. Backhoe dan sebagainya. batu split ini dapat diolah dari bahan baku berupa batu sungai atau hasil sampingan dari sirtu (pasir dan batu). Selain batuan yang berasal dari batu gunung. Namun jika dibandingkan dengan batu split yang berasal dari batu gunung. Proses penambangan dilakukan dengan menggunakan bahan peledak (dinamit) atau dengan menggunakan tenaga kerja secara manual. baik yang berasal dari mesin penggilas jalan atau roda kendaraan bermotor.9 Menurut Peraturan Pemerintah No. Hasil peledakannya berupa batu belah untuk kemudian diproses dengan memecahkan produk tersebut menjadi batu split dengan berbagai ukuran kecil. Batu split dari batu . batu andesit termasuk ke dalam golongan bahan galian C atau dikenal dengan bahan galian industri yaitu semua jenis bahan galian yang biasanya dipakai sebagai bahan baku/penolong oleh perusahaan industri dan pembuatan bangunan-bangunan konstruksi. Kualitas batu split ini ditandai dengan kekerasan dan kemasifan batu split tersebut yang tahan (tidak pecah) terhadap tekanan besar.

Perencanaan dapat menjadi pedoman pelaksanaan yang mengarahkan kegiatan ke arah tujuan yang ingin dicapai. 1994). Pengertian Proyek dan Penilaian Proyek Usaha manusia untuk dapat meningkatkan taraf hidupnya dihadapkan pada kenyataan dalam adanya sumberdaya produksi yang langka dan terbatas masyarakat. suatu usaha merumuskan kegiatan di masa Perencanaan merupakan datang dengan mempengaruhi. · Umumnya pemasaran hanya ditujukan kepada konsumen domestik saja. . Konsumen produk ini adalah kontraktor proyek pembangunan jalan.2. perusahaan bahan bangunan dan masyarakat yang memerlukan batu split untuk pembangunan dan rehabilitasi perumahan. 2. Prociuk ini tidak memerlukan proses pengepakan atau penyimpanan yang memakan waktu dan biaya. Untuk ltu. jalan dan konstruksi bangunan. jembatan. konstruksi bangunan. Prociuk batu split ini dapat langsung diperdagangkan kepada konsumen setelah melalui proses produksi. sehingga kegiatan menjadi teratur dan sistematik.10 sungai atau sirtu umumnya lebih rentan dan mudah pecah dibandingkan dengan batu split dari batu gunung. Perencanaan ini penting dilaksanakan karena memberikan manfaat antara lain : 1. mengarahkan dan mengendalikan perubahan-perubahan dalam variabel-variabel yang mempengaruhi kegiatan tersebuf dalam periode waktu tertentu sesuai dengan tujuan yang ditetapkan (Choliq et all. diperlukan suatu perencanaan yang matang dalam penggunaan sumberdaya tersebut sehingga menghasilkan manfaat yang optimal bagi pihak-pihak yang berkepentingan dalam suatu periode waktu tertentu dan mengurangi resiko ketidakpastian di masa datang..

Perencanaan menyajikan alternatif pilihan dan memilih alternatif yang memberikan keuntungan optimal. Untuk mengetahui apakah proyek tersebut dapat memberikan manfaat ·- sesuai dengan yang diharapkan maka dilakukan penilaian proyek. Perencanaan memuat perkiraan terhadap hambatan dan peluang sehingga pelaksanaan dapat terjamin. mengadakan penilaian terhadap peluang investasi yang ada sehingga dapat dipilih alternatif proyek yang paling menguntungkan dan rnenentukan prioritas investasi. Perencanaan ini mutlak diperlukan dalam melaksanakan suatu proyek. Penilaian proyek adalah suatu sistem analisis yang membandingkan biaya-biaya dan manfaatmanfaat untuk menentukan apakah proyek yang diusulkan akan mencapai tujuan sehingga dapat dijadikan alat menilai kelayakan usulan proyek tersebut. menghindari pemborosan sumberdaya. dapat disimpulkan bahwa proyek merupakan suatu kegiatan yang menggunakan sumberdaya/faktor produksi yang menghasilkan manfaat dalam periode tertentu. Sedangkan menurut Gray et all. Perencanaan dapat dijadikan toiok ukur evaluasi keberhasilan pelaksanaan kegiatan.11 2. Proyek didefinisikan sebagai suatu kegiatan yang mengubah sumber-sumber finansial menjadi barang-barang kapital yang dapat menghasilkan manfaat setelah beberapa waktu tertentu (Gittinger. 3. Penilaian proyek dilakukan dengan tujuan mengetahui tingkat keuntungan yang dapat dicapai melalui investasi pada suatu proyek. . Dari uraian di atas. 4. 1986). (1993) proyek didefinisikan sebagai suatu kegiatan yang dapat direncanakan dan dilaksanakan dalam satu bentuk kesatuan dengan mempergunakan sumber-sumber untuk memperoleh manfaat yang dapat berupa penambahan kesempatan kerja atau perbaikan suatu sistem.

dan pertumbuhan permintaan total produk tersebut.12 2. 2. Aspek Pemasaran Menurut Husnan dan Suwarsono (1984). aspek teknis-teknologis. dan berbagai faktor yang ada pengaruhnya terhadap pemasaran produk serta program pemasaran yang sesuai untuk produk (Edris. Secara umum aspek-aspek tersebut adalah : 1. situasi pemasaran dan sifat persaingan. ekonomi. manajemen. aspek manajemen dan aspek finansial. Djamin (1993) membagi analisa dan penilaian proyek ke dalam empat aspek yaitu aspek pasar dan pemasaran. analisis terhadap aspek pemasaran ditujukan untuk mendapatkan gambaran mengenai jumlah pasar potensial yang tersedia di masa datang dan jumlah pangsa pasar yang dapat diserap oleh proyek tersebut dari keseluruhan pasar potensial serta perkembangan pangsa pasar tersebut di masa datang dan strategi pemasaran yang digunakan untuk mencapai pangsa pasar yang telah ditetapkan.3. finansial dan komersial. 1983). Analisis pasar juga bertujuan untuk menentukan besar. Semua aspek tersebut harus dipertimbangkan secara bersama-sama untuk menentukan manfaat-manfaat yang diperoleh dari suatu investasi. Aspek-aspek dalam Penilaian Proyek Perencanaan dan penilaian terhadap_ suatu proyek agar efektif perlu mempertimbangkan beberapa aspek yang secara bersama-sama menentukan keuntungan yang akan diperoleh dari suatu penanaman modal tertentu. deskripsi produk dan harga jual. sifat . Sedangkan Gittinger (1986) membagi aspek-aspek dalam penilaian proyek mencakup teknis. sosial. Aspek Teknis Aspek teknis merupakan aspek yang berkenaan dengan proses pembangunan proyek secara teknis dan operasi setelah proyek tersebut selesai diibangun .

Menurut Sutojo dalam Fandalarasati (1996). struktur permodalan. Aspek Manajemen Analisis terhadap aspek manajemen dilakukan untuk memperoleh gambaran rnenqenai kemnampuan staf dalam menjalankan proyek. pemilihan teknologi dan penggunaan mesin dan peralatan. 1983). Aspek tersebut menyangkut kaitan antara faktor produksi (input) dan hasll produksi (output) yang akan menguji hubungan-hubungan teknis y�ng mungkin dalam suatu proyek. sumber pinjaman yang diharapkan dari persyaratannya serta kemampuan proyek memenuhi kewajiban finansial dan mendatangkan laba. Didalam aspek ini ditentukan jumlah kebutuhan dana modal tetap dan modal kerja awal yang diperlukan. sehingga dapat mengidentifikasikan perbedaan-perbedaan yang ada dalam informasi yang harus dipenuhi baik sebelum perencanaaan proyek atau pada awal pelaksanaan proyek (Gittinger. analisis terhadap aspek teknis meliputi penentuan kapasitas produksi ekonomis (skala usaha) yang merupakan volume atau jumlah satuan produk yang harus dihasilkan selama satu satuan waktu tertentu.13 (Husnan dan Suwarsono. sehingga diketahui jumlah kebutuhan. Yang perlu dikaji dalam aspek ini adalah struktur organisasi yang sesuai dengan proyek yang direncanakan. 3. 1994). kualifikasi. Aspek Finansial Analisis terhadap aspek finansial berupaya melihat apakah proyek tersebut mampu memenuhi kewajiban finansial ke dalam dan ke luar perusahaan serta dapat mendatangkan keuntungan yang layak bagi perusahaan atau pemiliknya (Husnan dan · Suwarsono. 1986). penentuan lokasi proyek dan tata letak pabrik. dan deskripsi tugas tenaga kerja untuk mengelola proyek (Edris. . 1994). bahan baku dan pembantu serta pendukung lainnya. 4.

kriteria-krlteria investasi. Dalam pra studi kelayakan ini dirumuskan tujuan proyek yang direncanakan sebagai dasar dalam menentukan pemilihan lingkup penelitian dan informasi yang diperlukan sehingga proyek akan menjadi cocok dengan lingkungan fisik dan sosialnya dan proyek dapat memberikan hasil yang optimal. 2. Aspek Sosial Ekonomi Aspek sosial ekonomi membahas manfaat-biaya suatu proyek dari sudut pemerintah dan masyarakat secara umum. dimana pada . ldentifikasi Proyek. jangka waktu pengembalian investasi dan analisis sensitivitas. terdiri dari beberapa tahap. Tahapan Perencanaan dan Pelaksanaan Proyek Tahapan dalam perencanaan dan pelaksanaan proyek biasa disebut siklus proyek. 1986) : 1.4. Persiapan Proyek.. 5.14 Analisis ini dilakukan dengan menggunakan analisis proyeksi rugi laba. 2. yaitu (Gittinger.tahap ini dilakukan persiapan dan analisa proyek dalam bentuk pra studi kelayakan yang akan memberikan informasi yang cukup untuk menentukan dimulainya perencanaan lebih lanJut. dimana pada tahap ini dilakukan pengumpulan data untuk mengetahui apakah proyek tersebut potensial untuk dijadikan blsnis yang menguntungkan. Siklus ini merupakan rangkaian dasar dalam perencanaan dan pelaksanaan proyek. cash flow. Biasanya pada tahap ini dimulai . Aspek ini khusus membahas dampak dari proyek terhadap kepentingan negara dan masyarakat secara keseluruhan serta apakah proyek yang diusulkan dapat memberikan kontribusi yang nyata terhadap pembangunan ekonomi secara keseluruhan dan apakah kontribusinya cukup besar dalam menentukan penggunaan sumber daya yang diperlukan.

Analisis finansial didasarkan pada keadaan sebenarnya dengan menggunakan data harga yang ditemukan di lapangan (real price).1.. Hasil analisisnya disebut private return yang merupakan hasil untuk modal saham yang ditanam proyek (Gray. para pembuat keputusan . manajemen dan finansial. et all. Analisis Finansial Salah satu anaisis yang dapat memperkirakan apakah investasi layak atau tidak layak adalah analisis finansial. dimana pada tahap ini dilakukan penilaian apakah proyek memberikan hasil sesuai rencana atau tidak dan menganalis penyimpangan yang terjadi. 3.5. Dengan mengetahui hasil analisis finansial. Evaluasi Proyek. Analisis Kelayakan Usaha 2. deskripsi finansial dan permodalan serta deskripsi legalitas. deskripsi pasar. teknis. CV atau kelompok usaha lainnya yang berhubungan dengan proyek. dalam hal ini perorangan. 4. Analisis finansial dilakukandenqan tujuan untuk melihat suatu hasil kegiatan investasi dari sisi individu. dimana pada tahap ini dilakukan pengkajian mendalam terhadap beberapa aspek kunci rnelalui studi lapang. Biasanya evaluasi proyek dilakukan pada akhir periode. Umumnya aspek yang memerlukan pengkajian mendalam adalah aspek pemasaran.15 dengan melakukan seleksi pendahuluan yaitu pengumpulan data tentang faktor penunjang dan penghambat pelaksanaan proyek. 2. perseroan. 5. 1993). dimana pada tahap ini merupakan pelaksanaan dari proyek tersebut yang disesuaikan dengan perubahan kondisi lingkungan fisik dan sosialnya. Pelaksanaan Proyek. deskripsi ketersediaan sumberdaya. yang dilanjutkan dengan pra studi kelayakan yaitu pengumpulan informasi dari berbagai pihak terkait tentang deskripsi produk.5. Penilaian Proyek.

1986). Marginal Efficiency of Capital (MEC). 1993) yaitu : a) Undiscounted Criterion. 1986). Proyek . Tingkat diskonto ini harus senilai dengan opportunity cost of capital atau biaya marginal kegiatan tersebut dari sudut pandang pemilik modal atau peserta usaha dan biasanya tingkat diskonto merupakan tingkat usaha tersebut untuk meminjam modal (Gittinger. yaitu perbandingan laba (dalam persentase) dan biaya operasional dengan tingkat bunga Bank.inf/ow) dan pengeluaran atau biaya (cost. Selisih diantara keduanya disebut manfaat bersih (net benefit) yang kemudian dijadikan nilai sekarang (present value) dengan mengalikannya dengan tingkat diskonto (discount rate) yang ditetapkan. kelayakan investasi yang tidak Umumnya kriteria ini digunakan pada investasi yang berumur kurang dari lima tahun. Alasan penggunaan metode ini adalah adanya pengaruh waktu terhadap nilai uang selama umur ekonomis kegiatan usaha. Komponen tersebut dikelompokkan dalam dua bagian yaitu penghasilan atau manfaat (benefit. 2.2.16 dapat melihat apa yang terjadi pada proyek dalarn keadaan yang sebenarnya dan para pembuat keputusan juga dapat segera melakukan pehyesuaian apabila proyek berjalan menyimpang dari rencana semula.outf/ow). Salah satu cara untuk melihat kelayakan dari analisis finansial adalah menggunakan metode cash flow analysis (Gittinger. yaitu kriteria memperhitungkan nilai waktu uang. komponennya ditentukan Cash flow analysis dilakukan setelah komponen- dan diperoleh nilainya.5. Kriteria Kelayakan lnvestasi Ada dua kriteria yang dipergunakan untuk menilai kelayakan suatu investasi yang berumur ekonomi lebih dari lima tahun (Djamin. Alata analisis yang digunakan adalah: 1.

yaitu kriteria kelayakan investasi yang memperhitungkan nilai waktu uang dimana nilai manfaat dan biaya selama umur investasi dinilaikan pada saat ini dengan menggunakan discuonted factor. . demikian pula sebaliknya. . pengambilan keputusan tergantung pada pihak manajemen. yang berarti proyek tersebut minimal telah mengembalikan persis sebesar opportunity cost faktor produksi modal. 2. Internal Rate of Return (IRR) yaitu tingkat diskonto pada saat NPV sama dengan nol yang dinyatakan dalam persen. Jika MEC sama dengan tingkat bunga Bank. 3. Ranking by inspection yaitu perbandingan biaya investasi dengan total arus laba bersih (penghasilan kotor dikurangi biaya operasi). Alat analisis yang digunakan adalah : 1. Net Present Value (NPV) yaitu nilai sekarang darl selisih antara manfaat dan biaya pada tingkat diskonto tertentu.. Jika IRR sama dengan tingkat diskonto maka pengambilan keputusan berada di tangan pihak manajemen. Payback period yaitu penilaian kelayakan investasi dengan mengukur jangka waktu yang diperlukan untuk menutup kembali investasi dengan membagi investasi yang direncanakan dengan laba tunai rata-rata per tahun yang direncanakan. Proyek dinyatakan layak jika NPV lebih besar atau sama dengan nol. 2. Tujuan penghitungannya untuk mengetahui persentase keuntungan dari proyek setiap tahunnya dan menunjukkan kemampuan proyek dalam pengembalian bunga pinjaman (Choliq et all. Proyek dinyatakan layak jika IRR lebih besar dari tingkat diskonto yang dianggap relevan dan proyek dinyatakan tidak layak jika IRR lebih kecil dari tingkat diskonto. b) Discounted Criterion.\ 17 layak diterima jika MEC lebih besar dari tingkat bunga Bank. 1994).

Proyek dinyatakan layak jika NBCR lebih besar dari satu dan tidak layak jika NBCR lebih kecil dari satu. Umumnya payback petitx: maksimum yang disyaratkan adalah umur investasi. Payback period adalah suatu periode yang diperlukan untuk menutup kembali pengeluaran investasi (initial cash investment) dengan aliran kas. Kelemahan ini dapat diatasi dengan memodifikasi metode payback period menjadi metode discounted payback period. Setelah manfaat bersih kumulatif dari tahun ke tahun .18 3.5. 2. Dengan metode ini arus kas didiskonto dengan mencari present value yang kemudian dicari payback periodnya (Sartono. untuk menghitung antara nllai sekarang penerimaan-penerimaan kas bersih di masa datang dengan nilai sekarang dari investasi modal. Jika payback period lebih pendek dari payback period maksimum yang disyaratkan rnaka investasi ini sebaiknya diterima atau jika sebaliknya apabila lebih lama maka sebaiknya ditolak. 1996). 1997). pengambilan keputusan diserahkan pada pihak manajemen. Dengan kata lain payback period merupakan rasio antara initial cash investment dengan cash inflow yang hasilnya merupakan satuan waktu (Umar. NBCR menunjukkan manfaat bersih yang diperoleh setiap penambahan satu rupiah pengeluaran bersih.. Analisis Jangka Waktu Penqernbalian lnvestasi Untuk mengetahui jangka waktu pengembalian suatu investasi dilakukan perhitungan dengan menggunakan metode payback period. Jika NBCR sama dengan satu.3. Dalam menilai apakah suatu investasi dapat diterima atau ditolak maka payback period ini akan dibandingkan dengan payback period maksimum yang disyaratkan. Metode payback period memiliki kelemahan utama yaitu tidak memasukkan konsep nilai waktu uang. Net Benefit Cost Ratio (NBCR) yaitu nilai perbandingan antara jumlah present value yang positif dengan jumlah present veiue yang negatif.A.

Pada umumnya perhitungan BEP ini menggunakan pendekatan break event yang menafsirkan profitabilitas sebagai laba Perhitungan titik impas ini umumnya menurut pengertian akuntansi.6. yang biasanya dikenal dengan analisis BEP yang dimodifikasi (Husnan dan Suwarsono. 1997). 1994). dapat dilihat bahwa tahun dimana investasi sudah kembali adalah tahun pada saat manfaat bersih kumulatif pertama kali bemilai posltit 2. BEP menunjukkan suatu keadaan dimana kegiatan usaha tidak mendapatkan laba dan tidak mengalami kerugian. yaitu penilaian titik impas proyek dimana proyek dikatakan pada kondisi impas jika jumlah hasil penjualan produk pada satu periode tertentu sama dengan jumlah biaya yang ditanggung sehingga proyek tersebut tidak mengalami kerugian juga tidak memperoleh laba (Husnan dan Suwarsono. Biaya setiap kegiatan dapat diperkirakan dengan tepat 2. Analisis Titik lmpas Usaha (Break Event Point Analysis) Untuk mengetahui titik impas usaha digunakan analisis Break Event Point (BEP). yaitu : 1. Penggunaan analisis ini biasanya untuk dapat mengeliminasi tidak diperhitungkannya nilai waktu uang. Dalam analisis ini konsep tentang break event adalah jika perusahaan mampu menjual sejumlah produk . menggunakan asumsi (Fatah dalam Susilowaty. Tingkat penjualan sama dengan tingkat produksi 4. Analisis ini biasanya dipergunakan untuk memperkirakan berapa minimal perusahaan harus bisa menghasilkan dan menjual produknya agar tidak menderita kerugian (laba=O). Dapat dipisahkan antara biaya tetap dan biaya variabel 3. Hanya terdapat satu jenis produk Namun. 1994).19 dihitung. analisis SEP ini dapat menggunakan penafsiran profitabilitas sebagai NPV.

20 hingga tercapai nilai NPV sama dengan nol. yaitu harga jual. pengurangan produksi. Dalam perhitungannya tetap digunakan prinsip akuntansi dimana jika unit penjualan · berubah maka biaya variabel akan berubah secara proporslonal mengikuti perubahan unit penjualan yang dihasilkan dan biaya tetap tidak berubah meskipun unit yang dihasilkan mengalami perubahan. biaya per satuan produk dan lain-lain. kenaikan biaya. Dengan demikian analisis ini diperlukan jika terjadi suatu kesalahan dalam menilai biaya atau manfaat serta untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya perubahan suatu unsur harga pada saat proyek tersebut dilaksanakan. Analisis Sensitivitas Analisis sensitivitas dilakukan dengan tujuan untuk mengkaji sejauh mana perubahan-perubahan unsur dalam aspek finansial dan ekonomi berpengaruh terhadap keputusan yang dipilih (Soeharto dalam Fandalarasati. sehingga analisis sensitivitas dilakukan terhadap perubahan berbagai unsur atau kondlsi yang diperkirakan mungkin terjadi selama umur investasi.7. ongkos operasi. keterlambatan pelaksanaan dan hasil (Gittinger. Asumsi terhadap harga jual dapat saja keliru karena mungkin dengan masuknya proyek ke pasar baru akan terjadi peningkatan penawaran produk sehingga harga jual dapat menjadi lebih rendah dari asumsi yang digunakan atau mungkin saja karena tingkat permintaan meningkat . Unsur-unsur tersebut dapat berupa perubahan harga bahan baku. 1996). 1986). mengingat proyeksi-proyeksi yang ada banyak mengandung unsur ketidakpastian tentang apa yang akan terjadi pada saat pelaksanaan proyek di masa datang. perubahan biaya pinjaman. Perhitungan kembali perlu dilakukan. Pada umumnya proyek-proyek yang dilaksanakan sensitif berubah-ubah akibat empat rnasalah utarna. 2. Sensitivitas merupakan perubahan yang relatif besar da!am ukuran kegunaan yang disebabkan oleh satu atau lebih faktor da!am penaksiran parameter.

Demikian pula dengan biaya. keterlambatan dalam pemasaran dan penerimaan peralatan baru ataupun masalah dan persyaratan adrninistrasi dan perizinan yang ada.21 tajam karena berbagai alasan. maka harga jual menjadi lebih tinggi dari asumsi yang diperkirakan. proyek-proyek cenderung sangat sensitif terhadap kenaikan biaya karena biaya seringkali diperkirakan sebelum proyek dilaksanakan dan mungkin faktor diskonto yang digunakan terlalu besar atau karena semua fasilitas harus sudah tersedia padahal manfaat proyek belum dapat direalisasikan. Keterlambatan pelaksanaan dan hasil juga dapat terjadi karena tidak memadainya aspek teknis. .

Jenis dan Sumber Data Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. jembatan. Penelitian ini dilakukan mulai Pebruari sampai dengan April 1999. bangunan dan 7 perusahaan bahan bangunan. Nama dan karakterisitik responden dapat dilihat pada Tabel Lampiran 18. Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini merupakan survei yang dilakukan di Kabupaten Sumedang Propinsi Jawa Barat kepada para produsen pengolahan batu split dan konsumen pemakai batu split yang terdiri dari perusahaan bahan bangunan dan proyek pembangunan. Data sekunder diperoleh dari berbagai literatur pada instansi terkait seperti .Ill. Multi Marinda . Gumelar . terdapat potensi bahan baku dalam pengembangan industri batu split dan pengembangan industri ini merupakan sumber pendapatan yang cukup penting bagi wilayah tersebut serta menyediakan input untuk pembangunan sarana dan prasarana yang vital bagi pembangunan daerah.2. METODE PENELITIAN 3.Cikeruh.1. Sedangkan konsumen yang diwawancarai berjumlah 40 responden yang terdiri dari 33 responden kontraktor ·. kontraktor Penelitian dilakukan di Kabupaten Sumedang dengan pertimbangan bahwa di Desa Jatihurip yang termasuk wilayah administratif Kabupaten Sumedang. 3. proyek-proyek pembangunan jalan. . Data primer diperoleh dengan melakukan pengamatan dan wawancara langsung dengan produsen batu split dan konsumen batu split yaitu para pimpinan kontraktor dan perusahaan bahan bangunan serta pihak-pihak terkait pada Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sumedang.Jatihurip dan Workshop Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sumedang - Cimalaka. Produsen batu split yang diwawancarai adalah PT. CV.

Manfaat yang diperhitungkan dalarn penelitian ini ada!ah manfaat yang dapat diukur yang terdiri dari penghasilan (revenue) dan nilai sisa. peubah yang dianalisis adalah: 1. CV. Penentuan Responden Responden yang digunakan dalam penelitian ini adalah 3 produsen batu olahan yaitu PT. Departemen Pertambangan dan Energi Republik Indonesia. 3. manajemen dan finansial. Manfaat adalah segala sesuatu yang menambah penghasilan bagi proyek. jembatan dan bangunan dan 7 perusahaan bahan bangunan. aspek teknis. Badan. Gumelar dan Workshop Dinas PUK Sumedang dimana hanya terdapat 3 produsen pengolahan batu split yang terdapat di Kabupaten Sumedang.4. Lingkup wilayah penelitian survei adalah Kabupaten Sumedang Propinsi Jawa Barat. 3. Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumedang. Sedangkan responden konsumen yang diwawancarai sebanyak 33 kontraktor proyek-proyek pembuatan jalan. Dalam melakukan analisis kelayakan finansial dan tingkat pengembalian investasi pada industri pengolahan batu split andesit ini. Penghasilan adalah nilai produksi yang diperoleh dari hasil perkalian antara jumlah produksi .23 Pemerintah Daerah Tingkat I Sumedang.3. Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sumedang. Multi Marinda. Batasan dan Pengukuran Peubah Penelitian ini dibatasi pada pembahasan 4 aspek utama yaitu aspek pemasaran. Biro Pusat Statistik dan sebagainya. Metode yang digunakan da!am penentuan responden konsumen adalah pengambilan sample secara acak sederhana ( Simple random sampling) dengan pertimbangan bahwa produksi atau pengelolaan usaha tidak jauh berbeda.

3.24 yang dihasilkan dengan tingkat harga prcduk yang berlaku di wilayah penelitian. peralatan tambang. Biaya yang diperhitungkan dalam penelitian ini adalah biaya investasi. Biaya investasi adalah biaya yang dikeluarkan pada awal pembukaan usaha. asuransi peralatan dan bangunan. administrasi dan reklamasi serta biaya variabel yaitu biaya bahan bakar. Nilai sisa adalah nilai investasi pada akhir proyek yang didasarkan pada perhitungan penyusutan sesuai perkiraan umur investasi. biaya retribusi produksi dan bagi hasil dengan desa. base camp dan lainnya. Untuk mengantisipasi kemungkinan tidak teridentifikasinya biaya dan kesalahan perhitungan biaya ditetapkan biaya lain-lain sebesar 1 O persen dari total biaya operasional. gudang dan bangunan lainnya. pada saat persiapan dan konstruksi meliputi biaya pematangan lahan dan stock pile. base camp. Biaya operasional mencakup biaya tetap yaitu biaya pemeliharaan alat dan bangunan. Biaya investasi terdiri dari biaya pada saat pra penambangan meliputi biaya eksplorasi dan perizinan. peralatan kantor. pembuatan kantor. gaji karyawan tetap dan tunjangan karyawan. . Biaya adalah segala sesuatu yang mengurangi penghasilan bagi proyek. upah tenaga kerja langsung. 2. biaya peledakan dan pemboran. Biaya operasional adalah biaya yang rutin dikeluarkan untuk menghasilkan produksi. Tingkat upah tenaga kerja langsung dan tidak lanqsunq akan dibahas pada pembahasan berikutnya. pelumas dan sejenisnya. Tenaga kerja adalah tenaga kerja yang terlibat langsung dalam proses produksi dan tenaga kerja yang tidak terlibat langsung dalam proses produksi yang berlangsung selama 8 jam per hari dengan waktu kerja 5 hari per minggu. biaya operasional dan biaya lain-lain. penggantian ban.

25

4.

Manfaat bersih adalah selisih antara arus penghasilan dan arus biaya selama
proyek berlangsung.

3.5.

Metode Pengolahan dan Analisis Data

Analisis data dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif. Analisis kualitatif
dilakukan untuk mengetahui potensi dan kendala dalam pendirian industri batu
split yang mendukung keputusan kelayakan proyek, baik dari aspek pemasaran,
teknis, dan

manajemen.

Sedangkan

analisis

kuantitatif

dilakukan

untuk

mengetahui proyeksi permintaan pasar dari produk batu split di Kabupaten
Sumedang sepuluh tahun mendatang serta untuk mengetahui tingkat kelayakan
usaha dari aspek finansial, tingkat pengembalian investasi dan titik impas usaha.
Untuk mengetahui permintaan pasar produk sepuluh tahun mendatang
dilakukan peramalan dengan menggunakan analisis deret waktu (time series)
dengan metode Linear Trend Analysis. Analisis peramalan deret waktu (time series)
dipilih karena dalam peramalan ini perhatian utama hanya memprediksi apa yang
akan terjadi dengan melihat kecenderungan data masa lalu dan banyaknya faktor
yang mempengaruhi yang sulit diukur (Makridakis, 1994). Metode yang dipakai
adalah metode Linear Trend Analysis dengan alasan yaitu berdasarkan karakteristik
data masa lalu, terdapat kecenderungan data masa lalu yang meningkat dari tahun
1990 sampai dengan 1999, peramalan ini dilakukan dalam jangka waktu yang relatif
panjang (10

tahun),

kondisi pasar produk yang masih tergolong katagori

pertumbuhan (kecenderungan permintaan pasar meningkat) dan tingkat keakuratan
peramalan yang lebih tinggi yang ditandai dengan tingkat kesalahan persentase
absolut rata-rata (Mean Absolute Percentage Error atau MAPE) yang lebih rendah
dibandingkan metode lainnya. Data diolah menggunakan komputer program Minitab
for Windows versi 11.

26

Untuk analisis finansial, sebelum data dianalisis terlebih dahulu dilakukan
pengelompokkan arus biaya dan penghasilan. dari industri pengolahan batu split ini.
Kemudian arus dari biaya dan manfaat masing-masing disajikan dalam bentuk cash
flow.

Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan komputer program Lotus

123 Release 5.00 serta alat bantu kalkulator.

Untuk mengukur tingkat kelayakan usaha, digunakan parameter investasi
yang dipengaruhi oleh nilai waktu uang (discounted criterion) karena umur investasi
lebih dari

lima

tahun

dan lebih umum digunakan serta dapat dipertanggung

jawabkan untuk penggunaan-penggunaan

tertentu (Kadariah, 1978).

Parameter

investasi tersebut adalah Net Present Value (NPV), Net Benefit Cost Ratio (NBCR),
Internal Rate of Return (IRR) dan Payback
cash

Period

dengan metode discounted

flow. Untuk mengetahui titik impas usaha digunakan analisis BEP (Break

Even Point) tradisional dan yang dimodifikasi (Husnan dan Suwarsono, 1994).
Kriteria Analisis Kelayakan Proyek

Dalam menganalisis kelayakan proyek batu split ini digunakan metode
discounted cash flow, dengan pertimbangan bahwa proyek ini mempunyai umur

ekonomis lebih dari lima tahun dan adanya inflasi dan resiko yang mengakibatkan
perbedaan nilai uang sekarang dengan nilai uang di masa datang. Oleh karena itu,
perlu dilakukan diskonto yang bertujuan untuk melihat nilai masa datang (future
value) pada nilai sekarang (present value).

Untuk melihat kelayakan investasi digunakan alat ukur/kriteria, yaitu :
1. Net Benefit Cost Ratio (NBCR), yaitu angka perbandinqan antara jumlah present
value yang positif dengan jumlah present value yang negatif yang dirumuskan
sebagai berikut (Gittinger, 1986) :

27

, untuk Bt - Ct > 0

n

L

t=1
NBCR=

Bt - Ct
(1+ii
, untuk Bt - Ct < 0

n

L

t=1

Bt - Ct
(1+i)1

Jika NBCR > 1 maka proyek tersebut layak dilaksanakan dan jika NBCR < 1
maka proyek tersebut tidak layak diusahakan.

Jika NBCR = 1

maka

pengambilan keputusan tergantung pihak manajemen perusahaan. Metode ini
memiliki kelemahan yaitu ketika investor harus memilih terhadap dua altematif
proyek yang profitable, maka hasil perhitungan hanya menunjukkan raslo saja,
bukan angka absolut sehingga akan terjadi kesalahan pengambilan keputusan
karena proyek dengan NBCR yang lebih besar belum tentu menghasilkan
profitabilitas (N PV) lebih besar.

2. Net Present Value (NPV), yaitu selisih Present Value arus manfaat (penghasilan)
denqan Present Value arus biaya yang dirumuskan sebagai berikut (Gittinger,
1986):

NPV

=

n
L
t=1

Bt - Ct
(1+ii

Jika NPV > 0 maka proyek tersebut layak dilaksanakan dan jika NPV < O rnaka
proyek tersebut tidak layak diusahakan.

Jika NPV = 0 maka pengambilan

keputusan tergantung pihak manajemen perusahaan.

Metode

NPV

ini

digunakan untuk melengkapi hasil perhitungan pada metode NBCR sehingga
keputusan beririvestasi menjadi tepat dan akurat.
3. Internal Rate of Return (IRR), yaitu tingkat diskonto yang membuat NPV sama
dengan nol yang dirumuskan sebagai berikut (Gittinger, 1986) :n
NPV =

L

t=1

Bt - Ct = 0, dimana i =IRR(%)
(1+ii

28 Nilai IRR dapat dicari dengan cara coba-coba (trial and etrotv. 1986) : F = p (1+i)1 Dimana P F i t = nilai uang sekarang = ni!ai uang dimasa datang tingkat suku bunga = waktu = Setelah penghasilan bersih kumulatif dari tahun ke tahun dihitung. Prosedur diskonto dilakukan dengan menggunakan rumus berikut (Gittinger. . Serna kin cepat pengembalian investasi. Keterangan nilai ketiga rumus diatas adalah : Bt = Manfaat (penghasilan) kotor yang diterima pada tahun t Ct = Biaya yang dikeluarkan pada tahun t i = Tingkat diskonto (%) n = umur proyek (tahun) Untuk mengetahui dan menganalisis tingkat digunakan indikator payback period. Jika !RR = tingkat diskonto pihak maka pengambilan keputusan tergantung manajemen perusahaan. Jika IRR> tingkat diskonto rnaka proyek tersebut layak dilaksanakan dan jika IRR < tingkat diskonto rnaka proyek tersebut tidak layak dilaksanakan. dapat dilihat bahwa tahun dimana investasi sudah kembali adalah tahun pada saat penghasilan bersih kumulatif pertama kali bernilai positif. pengembalian Dalam penelitian ini digunakan investasi metode discounted payback periode dengan melakukan diskonto terhadap penghasilan bersih yang diperoleh. maka proyek itu semakin baik untuk diusahakan.

29 Untuk mengetahui pada penjualan produk sebesar berapa proyek mengalami titik impas. juga digunakan analisis BEP yang dimodifikasi. Dari hasil tersebut dibuat persamaan Present Value Inflow dan Present Value Outflow yang kemudian diselisihkan sehingga didapatkan jumlah unit penjualan produk pada saat mencapai titik impas per tahun. Untuk membuat analisis BEP yang dimodifikasi terlebih dahulu dicari Present Value dari penghasilan (inflow) dan Present Value dari biaya (outflow) pada berbagai unit penjualan. kenaikan sebesar 10 persen dan peningkatan nilai tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika. Dalarn penelitian ini analisis sensltlvitas yang dilakukan adalah penurunan harga jual sebesar 10 persen. digunakan analisis sensitivitas. 1997): Total Biaya Tetap BEP = --------TotaI Biaya Variabel atau BEP = Total Biaya Tetap �����������Harga Jual . Analisis BEP ini memiliki ke!emahan utama yaitu tidak memperhitungkan nilai waktu uang dalam analisisnya sehingga untuk dapat menghasilkan analisis yang konsisten dengan analisls finansial dengan discounted cash flow. digunakan kriteria Break Even Point dengan mempergunakan rumus (Fatah dalam Susilowaty.Biaya Variabel/unit 1 Total Penjualan Analisis BEP ini digunakan untuk penentuan batas produksi minimal suatu kegiatan usaha harus menghasilkan atau menjual produknya agar tidak mengalami kerugian. maka dibuat analisis BEP yang dimodifikasi dimana kondisi impas (break event) diartikan sebagai NPV =O (Husnan dan Suwarsono. Penurunan harga jual sebesar 1 O persen didasarkan pada penurunan . Dalam penelitian ini selain digunakan analisis BEP sesuai prinsip akuntansi. 1994). Untuk melihat sampai pada titik berapa peningkatan atau penurunan suatu unsur dapat mengakibatkan perubahan dalam kriteria investasi yaitu dari layak menjadi tidak layak.

00. Metode peramalan kuantitatif dapat dibedakan menjadi d�a bagian. yang mempengaruhi biaya operasional yaitu biaya pemeliharaan dan asuransi peralatan. Sedangkan metode peramalan adalah cara memperkirakan secara kuantitatif apa yang akan terjadi pada masa datang berdasarkan data yang relevan pada masa lalu.7. 1998).8. Peningkatan nilai tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika Serikat dilakukan karena saat penelitian perekonomian Indonesia sedang mengalami resesi akibat krisis ekonomi sehingga mengakibatkan nllai tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika dan tingkat suku bunga perbankan menurun tajam. 1998). Nilai tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika mempengaruhi biaya investasi peralatan tambang dimana biaya investasi peralatan tambang ini paling besar dari total investasi yang dikeluarkan. Peramalan dibedakan atas dua tipe. yaitu metode peramalan dengan menggunakan analisa pola hubungan antar variabel berdasarkan deret waktu (time series) dan metode peramalan dengan menggunakan analisa pola .000.00 dan Rp.00/US$ 1. 1999). Pera ma/an Time Series dengan Metode Linear Trend Analysis Peramalan adalah kegiatan untuk memperkirakan apa yang akan terjadi pada masa yang akan datang. Kenaikan biaya produksi sebesar 10 persen didasarkan pada rata-rata kenaikan harga bahan bakar solar selama tahun 1990-1998 (BPS.00.000. Rp. · Besarnya peningkatan nilai tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika ditetapkan berdasarkan fluktuasi nilai ini selama Januari-Juli 1999 (BPS.500.7.30 harga jual batu split terbesar yang terjadi selama tahun 1990-1998 didasarkan pada data perkembangan harga jual batu split Propinsi Jawa Barat 1990-1998 (BPS. Analisis sensitivitas yang dilakukan adalah peningkatan nilai tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika menjadi sebesar Rp. yaitu peramalan kualitatif yang didasarkan atas data kualitatif pada masa lalu dan perarnalan kuantitatif yang didasarkan atas data· kuantitatif pada masa lalu.

Metode ini menggunakan pendekatan kuadrat terkecil (/east square method) dimana yang dimaksud dengan jumlah kuadrat terkecil adalah jumlah penyimpangan (deviasi) nilai data terhadap garis trend minimum atau terkecil sehingga garis trend akan terletak ditengah-tengah data asli.b X. Metode peramalan time series yang digunakan pada penelitian ini adalah Linier Trend Analysis. yaitu nilai Y apabila X=O b= slope garis kecenderungan (tren) Persamaan garis ini dapat dicari dengan rnenqhitunq nilai a dan b. dimana Y= L i=1 n n Yi n dan X= n L Xi i=1 n n n L XiYi . Nilai a dan b didapatkan dari rumus sebagai berikut : n a = Y .31 hubungan antara variabel dengan variabel lain yang mempengaruhinya disebut metode korelasi (causal method). . Bentuk dan fungsi persamaan trend ini adalah bentuk garis lurus dengan fungsi persamaan yang dirumuskan sebagai berikut : = Y a + bX Dimana Y= nilai variabel dependen (kebutuhan batu split) X= nilai variabel independen (tahun) a= intercept Y.(L Xi ) ( L Yi) i=1 i=1 i=1 b � ----------------------------------------n n n L Xi2 .(L Xi )2 i=1 i=1 Untuk mendapatkan persamaan ini data aktual masa lalu diolah melalui program Minitab for windows versi 11 untuk mendapatkan persarnaan garis trend yang kemudian digunakan untuk meramalkan permintaan pasar 1 O tahun mendatang.

21 desa Swakarsa Madya dan 1 desa Swakarsa Lanjut. pertambangan dan kawasan industri. Curah hujan rata-rata di Kabupaten Sumedang adalah 1. Sedangkan sebanyak 105 desa lalnnya atau 40 persen sisanya. 262 desa dengan 7 diantaranya berstatsu kelurahan. hutan rakyat. 712 hektar lahan persawahan dan selebihnya atau 22. 18 kecamatan. Secara administratif Kabupaten Sumedang terbagi menjadi lima wilayah Pembantu Bupati.7°83' Lintang Selatan dan 107°44' Bujur Timur dengan batas-batas wilayah yaitu sebelah utara berbatasan dengan Kabupaten lndramayu. sebelah selatan dengan Kabupaten Garut dan sebelah barat dengan Kabupaten Bandung. tegal dan ladang. Secara geografis Kabupaten Sumedang merupakan daerah berbukit-bukit dengan ketinggian antara 25 meter sarnpai dengan 1500 meter di atas permukaan laut dan beriklim tropis. berklasifikasi desa Swadaya yang terdiri dari 60 desa termasuk desa Swadaya Mula.1. seluas 44.593 milimeter dengan hari hujan rata-rata sebanyak 92 hari hujan. . Lokasi dan Keadaan Wilayah Kabupaten Sumedang merupakan wilayah yang secara administratif terletak di Propinsi Jawa Barat dengan luas wilayah sebesar 152. berklasifikasi desa Swakarsa yang terdiri dari 83 desa Swakarsa Mula. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN 4. Dari seluruh luas wilayah di Kabupaten Sumedang. terletak di antara 6°40' . perkebunan. 15 persennya digunakan sebagai digunakan untuk perumahan.sebanyak 164 desa atau 60 persen dari total desa.304 hektar atau 29. 10 persennya digunakan sebagai kebun. 33 desa termasuk desa Swadaya Madya dan 71 desa termasuk desa Swadaya Lanjut.220 hektar. seluas 33. Dari 262 desa yang ada . pekarangan.IV. sebelah timur dengan Kabupaten Majalengka.

Penyebaran penduduk di setiap kecamatan pada Kabupaten Sumedang tidak merata yang dapat dilihat dari tingkat kepadatan penduduknya.830 jiwa 1997 Sumber : Sumedang Dalam Angka.63 jiwa per km 2 . 1997). 1997 Dari data perkembangan penduduk di atas terlihat pada tahun 1997 terjadi penurunan jumlah penduduk sekitar 120 jiwa.356 jiwa 1992 843.2.809 jiwa 1990 836. Laju pertumbuhan penduduk rata-rata per tahunnya mencapai 1. Berikut ini data perkembangan jumlah penduduk Kabupaten Sumedang dari tahun 1990 sampai dengan 1997.72%) dan 444.950 Hwa 1996 883.346 jiwa 1993 845. Perkembangan Jumlah Penduduk Kabupaten Sumedang pada Tahun 1990 sarnpai dengan Tahun 1997 Tahun Jumlah Penduduk 831.120 iiwa 1994 848. Adanya penyebaran penduduk yang tidak merata disebabkan karena pusat kegiatan ekonorni. tempat-tempat pendidikan dan hiburan hanya terdapat di beberapa . Tabel 1.031 iiwa 1995 883. Sa[ah satu sebab adanya penurunan ini adalah pada tahun 1997 terjadi pemindahan penduduk dari lokasi proyek Jatigede di Kabupaten Cadasngampar ke wilayah lain di luar Kabupaten Sumedang (Sumedang Dalam Angka. Kependudukan Penduduk Kabupaten Sumedang.480 jiwa penduduk laki-laki (49.350 jiwa penduduk perempuan (50.28%).371 iiwa 1991 841.830 jiwa yang terdiri atas 439.33 4. berdasarkan hasil registrasi penduduk akhir tahun 1997 berjumlah 883.24 persen dengan tingkat kepadatan penduduk sebesar 580.

Sarana dan Prasarana Kabupaten Sumedang secara umum memiliki sarana dan prasarana yang memadai di berbagai bidang.38/km2) disebabkan terdapatnya industriindustri dan perguruan tinggi serta letaknya yang berbatasan dengan Bandung sebagai lbukota Propinsi Jawa Barat sehingga jumlah penduduk cukup besar padahal luas wilayahnya paling kecil dibandingkan kecamatan lain di Kabupaten Sumedang. 75 buah Sekolah Menegah Pertama. Di bidang kesehatan. Kecamatan Cikeruh mempunyai tingkat kepadatan penduduk paling tinggi (2135. 22 buah Sekolah Menengah Umum Kejuruan serta 1 buah perguruan tinggi. puskesmas dan puskesmas pembantu disetiap kecamatan. Sebaliknya dengan Kecamatan Cadasngampar yang memiliki tingkat kepadatan penduduk hanya mencapai 206. poliklinik desa dan pos pelayanan terpadu di hampir setiap desa. di Kabupaten . Pada tahun 1997. musholla. 627 buah Sekolah Dasar. juga telah terdapat fasilitas kesehatan seperti Rumah Sakit di Kabupaten Sumedang.. Minimnya penduduk wilayah tersebut disebabkan karena adanya rencana pemerintah setempat untuk membangun bendungan Jatigede sehingga penduduk kecamatan tersebut harus dipindahkan sedangkan luas wilayahnya cukup besar (Sumedang dalam Angka. masijid langgar. 1997).93 jiwa per km2. terdapat pondok- pondok pesantren. Sebagai contoh. 1997). gereja dan pura di hampir setiap kecamatan (Sumedang Dalam Anqka. Di samping itu juga terdapat sekolah keagamaan seperti Raudatul Atfal. dan 12 buah Sekolah Menegah Di bidang keagamaan. Di bidang pendidikan terdapat 112 buah sekolah Taman Kanak-Kanak. 4.3.34 kecamatan saja. madrasah-madrasah dari tingkat pertama sampai dengan tingkat atas baik sekolah negeri maupun swasta.

990 km merupakan jalan tanah. Lembaga keuangan yang terdapat di Kabupaten Sumedang yaitu Bank baik bank pemerintah maupun swasta.98 persen. sarana transportasi yang ada sudah cukup balk dimarra 968.327 km dan dalam keadaan rusak yaitu 925. Jumlah kendaraan bermotor pada tahun 1997 mencapai 17510 buah dan jumlah kendaraan tidak bermotor mencapai 3770 buah.725 km merupakan jalan beraspal. 41 perusahaan berkatagori sedang dan 5729 perusahaan berkatagori kecil. toko. dalam kondisi sedang 728. berkembang cukup pesat.172 km berstatus jalan kabupaten. Untuk mendapatkan air bersih yang dipergunakan untuk kebutuhan seharihari. 634.8 km berstatus [alan propinsi dan 1517. kelompok simpan pinjam dan badan kredit desa.53 km merupakan jalan kerikil dan 65. sumur gali dan sumur pompa. Panjang ja1an Kabupaten Sumedang adalah 66. Di bidang perekonomian.463 km. pasar. Di bidang transportasi. Koperasi Unit Desa. . penduduk dapat memperolehnya dari PLN setempat. 84.35 Sumedang tercatat jumlah puskesmas mencapai 31 unit dan puskesmas pembantu mencapai 67 unit yang tersebar diseluruh keca�atan. penduduk dapat memperolehnya dari PDAM setempat. Jika dibandingkan dengan tahun 1996 maka jumlah industri yang paling banyak mengalami peningkatan adalah industri kecil sebesar 72.456 km. Sedangkan untuk sarana penerangan. sektor industri Pada tahun 1997 di Kabupaten Sumedang populasi industri di Kabupaten Sumedang adalah 62 perusahaan yang terdiri dari 21 perusahaan berkatagori besar. warung dan kios sudah tersedia secara memadai.72 km berstatus jalan negara. Sarana perekonomian seperti supermarket. Kondisi jalan dalam keadaan baik sepanjang 715.

Dump Truck. Konsumen hasil produksi sebagian besar adalah kontraktor/pemborong proyek-proyek pemerintahan berupa jalan dan jembatan (80%) dan sisanya (20%) adalah masyarakat (konsumen langsung). yaitu dengan kapasitas produksi sebesar 300 m3 per hari atau sekitar 90000 m3 per tahun.2 hektar. Luas wilayah usaha adalah 97.2 hektar. Multi Marinda. Unit kerja ini dibentuk dengan latar belakang sulitnya . Karakteristik Responden 4. Wheel Loader. Stone Crusher. yang terdiri dari 18 tenaga kerja langsung dan 15 tenaga kerja tidak langsung. Kabupaten Sumedang. Perusahaan ini didirikan pada tahun 1984 yang beralamat di jalan Setra Jaya 5 Bandung. responden produsen yang dipakai sebagai sumber informasi adalah 3 perusahaan pengolahan batu split yang beroperasi di wilayah Sumedang yaitu PT.1. Workshop Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten (PUK) Sumedang merupakan salah satu unit kerja pada Dinas PUK Sumedang yang bergerak di bidang pengolahan batu split. Gumelar.36 4.4. Perbandingan karakteristik ketiga produsen batu split ini dapat dilihat pada Tabel 2. Jumlah tenaga kerja yang digunakan adalah 33 orang. Kecamatan Tanjungsari. Aset usana yang dimiliki adalah tanah seluas 97.4. PT. Tanjungsari. generator set dan mesin bor. pemboran dan peledakan dilakukan sendiri dengan mempekerjakan juru ledak sendiri. Multi Marindo merupakan produsen batu split dengan skala usaha yang cukup besar. mesin/peralatan berupa Excavator. Workshop Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sumedang Cimalaka dan CV. Karakteristik Produsen Pada penelitian ini. kompresor. Dalam proses produksinya. Pabrik pengolahannya sendiri terdapat di Oesa Cinanjung. Bahan baku untuk proses produksl diperoleh dari gunung batu andesit yang berlokasi tepat di dekat pabrik pengolahannya yaitu Gunung Jarian.

Bahan baku diperoleh dari penggali dan pemecah batu tradisional yang memanfaatkan batu sungai dan sirtu yang terdapat di wilayah Cimalaka dan Paseh.00 . konsumen hasil produksi sebagian besar adalah kontraktor/pemborong proyekproyek pemerintahan berupa jalan dan jembatan (80%) dan sisanya (20%) adalah masyarakat umum (konsumen langsung). Pabrik pengolahannya terletak di Desa Jatihurip.00 meter kubik tergantung dari kualitas bahan baku. Seperti halnya PT Multi Marindo. sehingga untuk mempermudah penyediaan batu split in! maka diberituklah unit kerja ini pada tahun 1990. 4 unit Wheel Loader dan 1 unit Dump truck. CV. Perusahaan ini didirikan pada tahun 1993 yang beralamat di Jalan Angrek Gg. Jatihurip. Kabupaten Sumedang. per Status kepemilikan aset usaha yang ada adalah sewa.37 para kontraktor mendapatkan batu split di wilayah terdekat di Sumedang. Gumelar rnerupakan perusahaan pengolahan batu andesit yang memiliki skala usaha relatif kecil dengan kapasitas produksi 30 m3 per hari atau sebesar 9000 m3 per tahun. Kecamatan Sumedang Utara. Sumedang dengan kapasitas produksi sebesar 70 m3 per hari atau 16800 m3 per tahun. Aset usaha yang dimiliki adalah tanah se!uas 2300 m2. 12500. Jumlah tenaga kerja yang digunakan adalah 14 orang yang terdiri dari 8 orang tenaga kerja langsung dan 6 orang tenaga kerja tidak langsung. Harga pembelian bahan baku berkisar antara Rp.Rp. Workshop PUK tidak melakukan peledakan/pemboran untuk mendapatkan bahan bakunya. 6000. Workshop PUK Sumedang ini terletak di Cimalaka. Luas wilayah usaha adalah 2300 meter persegi. bangunan seluas 96 m2. mesin/peralatan berupa 1 buah Stone . baik tanah dan bangunan serta mesin/alat berat yang terdiri dari 3 unit Stone Crusher. Bahan baku untuk proses produksi diperoleh dari gunung batu andesit yang berlokasi tepat di dekat pabrik pengolahannya yaitu Gunung Kerud. Alhuda 1/08 Sumedang.

2. Masyarakat 20% dan CV. Masvarakat 40% 4. yang terdiri dari 10 tenaga kerja langsung dan 1 tenaga kerja tidak langsung. buah Dump Truck.Jarian Melalui oeledakan 33 orana Kontraktor 80%. Multi Marindo Skala Usaha Bahan Baku Proses Produksi Tenaga Keria Konsumen 300 m3 oer hari Gununa . jembatan dan bangunan. Dalam proses pemboran dan peledakan dilakukan mengadakan kontrak kerjasama dengan perusahaan peledakan PT. Dahana. hanya terdapat dua perusahaan kontraktor yang . PUK Cimalaka 70 m3 per hari Batu sunqai dan sirtu Tidak melalui peledakan 14 orang Kontraktor 80%. Karakteristik Konsumen Responden konsumen yang dipakai sebagai sumber informasi adalah 33 perusahaan kontraktor proyek-proyek pembangunan dan 7 perusahaan bahan bangunan yang beroperasi di wilayah Sumedang. 1999 CV Gumelar 30 m3 per hari Gununa Kerud Melalui peledakan 11 crane Kontraktor 60%.4. Untuk perusahaan kontraktor. Jumlah tenaga kerja yang digunakan adalah 11 orang.38 Crusher dengan generator set dan 1 produksinya. Tabel 2. Gumelar. pada umumnya skala usaha masing-masing perusahaan kontraktor relatif sama dan sebagian besar mengerjakan proyek-proyek pemerintah seperti [alan. Pemasaran kepada kontraktor/pemborong lebih sedikit karena relatif kecilnya kapasitas produksi CV Gumelar sehingga tldak dapat mencapai jumlah yang dibutuhkan kontraktor/pemborong untuk bahan baku pembuatan [alan atau jembatan. Berdasarkan Daftar Perusahaan Kontraktor yang tergabung dalam GAPENSI Sumedang (1998). Perbandingan Karakteristik Produsen Batu Split Di Sumedang Keterangan PUK Cimalaka PT. Masvarakat 20% Sumber: PT Multi Marindo. Konsumen hasil produksi adalah kontraktor/pemborong proyek-proyek pemerintahan berupa jalan dan jembatan (60%) dan slsanya (40%) adalah masyarakat umum (konsumen langsung).

Untuk kontraktor berskala usaha menengah.3000 m3. batu bata.000.000.000.000. Umumnya mereka mengambil batu split dari wilayah Banjaran. 15. maka hanya sedikit mengerjakan proyek pembangunan swasta.6000 m3 per tahun.00) yaitu CV. berskala usaha kecil Sedangkan 84 perusahaan lainnya dengan omzet penjualan antara Rp. 200. 1. Salawaty.000. Majalengka. kaca. Jatihurip can Cimalaka.000. Hal tersebut disebabkan karena sebagian besar kontraktor mengambil langsung batu split dari produsen dengan pertimbangan harga beli akan lebih murah dan lokasi produsen yang tidak terlalu jauh. pasir.00 sampai dengan Rp. umumnya setiap tahun mengerjakan satu sampai dua proyek pembangunan yang menggunakan batu split berkisar antara 1000 .00 sampai dengan Rp. Dengan keterbatasan skala usaha yang ada.00 sampai dengan Rp. dan bahan bangunan lainnya.00.000.000.000. 500.000.000.39 berskala usaha besar dari 112 perusahaan kontruksi yang terdaftar pada GAPENSI (omzet penjualan antara Rp.000. penggunaan batu split setiap tahun diperkirakan mencapai 1000 5000 m3. Prociuk lain yang dijual selain batu split adalah besi. Dari tujuh responden perusahaan bahan bangunan yang disurvei. Omzet penjualan batu split ini berkisar antara 5 m3 . 500.50 m3 per bulan atau 600 m3 . · Karakteristik responden konsurnen secara jelas dapat dilihat pada Tabel Lampiran 18. 200. kontraktor yang Untuk kontraktor berskala usaha kecll. umurtmya menjual batu split untuk kebutuhan masyarakat wilayah Kabupaten Sumedang dan hanya sedikit yang menjual kepada kontraktor. .000.00 dan 26 perusahaan berskala usaha sedang dengan omzet penjualan antara Rp. Linggar Jati dan CV.

035. meningkatkan pendapatan daerah kesempatan kerja bagi penduduk di wilayah tersebut. Di samping itu.V.300 m2 yang merupakan tanah kas desa. Gunung Kerud ini terletak disebelah utara Kata Sumedang dengan jarak kurang lebih 5 kilometer. Berdasarkan hasil pengujian secara fisik yang dilakukan di laboratorium Balai Besar penelitian dan Pengembangan lndustri Bahan dan Barang Teknik pada tahun 1986. 1988). maka batuan andesit ini dapat digunakan sebagai bahan bangunan jalan dan agregat beton. dan menciptakan . bersifat masif dan mengandung mineral-mineral hitam (horenblenda/piroksen) dan diperkirakan memiliki jumlah cadangan batu andesit sebesar 3.500 m3 (Kusumah. Luas wilayah Gunung Kerud ini adalah 2. Gunung Kerud ini merupakan bentang alarn yang termasuk perbukitan rendah. Batuan yang menyusun Gunung ini terdiri dari satuan tufa dan lava andesit dengan ketinggian puncak Gunung Kerud sekitar 548 meter diatas permukaan air taut.1. Batu andesit yang dihasilkan Gunung Kerud ini berwarna abu-abu muda hingga abu-abu gelap. HASIL DAN PEMBAHASAN 5. Berdasarkan hal tersebut. Latar Belakang Pendirian lndustri Pengolahan Batu Split Di Desa Jatihurip Kabupaten Sumedang terdapat gunung batu yang dikenal dengan nama Gunung Kerud yang memiliki potensi pengembangan yang cukup besar sebagai bahan baku pengolahan batu split. PT Rimantono CP mencoba untuk melakukan pengelolaan usaha di bidang tersebut dengan mempertimbangkan besarnya potensi pemasaran di masa datang untuk konsumsi Kabupaten Sumedang khususnya serta besarnya potensi bahan baku batu olahan ini di Desa Jatihurip untuk dikelola secara profesional. berbutir halus sampai agak kasar. bertekstur porfiritik. pembukaan usaha tersebut akan dapat meningkatkan perekonomian desa.

Pelaksanaan pembuatan jalan dan jembatan ini diserahkan kepada para kontraktor pembangunan jalan dan .2. Pengolahan yang dimaksud disini adalah pemecahan bongkah andesit hasil peledakan menjadi ukuran yang lebih kecil sesuai ukuran yang diinginkan dengan menggunakan mesin pemecah batu ( Stone Crusher) dan tidak melibatkan unsur kimiawi dalam proses pengolahan. Analisis Aspek Pemasaran Aspek pernasaran merupakan faktor yang penting untuk dikaji dalam suatu analisis kelayakan usaha. Batu split yang dihasilkan ini sebagian besar digunakan sebagai bahan baku pembuatan jalan dan sebagai campuran beton untuk pembuatan jembatan serta untuk pembangunan gedung dan bangunan lainnya sehingga dapat diidentifikasi konsumen produk ini adalah para kontraktor pembangunan jalan dan jembatan. bersifat masif dan mengandung mineral hitam. Batuan ini berwarna abu-abu muda hingga abuabu gelap.1.2. Tujuan analisis aspek pemasaran ini adalah untuk mengetahui peluang pasar yang dapat diserap oleh proyek dan mendapatkan gambaran mengenai situasi pemasaran produk yang akan dihasilkan. Karakteristik Produk dan Pemasaran Batu Split Prociuk yang dihasilkan oleh industri pengolahan batu andesit ini adalah batu split dengan ukuran 1-2 cm. jalan dan jembatan merupakan proyek pemerintah yang dibangun dengan anggaran pemerintah. 5.41 5. perusahaan bahan bangunan dan masyarakat yang memerlukan. berbutir halus sampai agak kasar. Umumnya untuk Kabupaten Sumedang. Sebagian besar konsumennya adalah kontraktor proyek pembangunan jalan dan jembatan. Batu split ini merupakan hasil pengolahan dari gunung batu andesit yang diperoleh dengan cara penambangan terbuka melalui pemboran /peledakan dengan menggunakan bahan peledak dan peralatan mekanis.

2. sedangkan pemeliharaan jalan adalah perbaikan jalan yang sudah ada. perkerasan dan .42 jembatan. Kebutuhan batu split ini dihitung dengan mengalikan panjang dan lebar jalan yang dibangun dengan ketebalan 10 cm untuk pemeliharaan jalan dan ketebalan 15 cm untuk peningkatan jalan. baik pengaspalan. Kebutuhan batu split ini diketahui dengan melihat perkembangan pembangunan jalan selama tahun 1990 sampai dengan tahun 1999. pihak pemerintah daerah setempat melakukan tender dengan para kontraktor tersebut. Analisis penentuan permintaan pasar ini kemudian akan menentukan besarnya pangsa pasar yang dapat diraih dan kapasitas produksi yang ditetapkan dapat dicapai oleh perusahaan kelak. 5. Analisis Permintaan Pasar Batu Split di Sumedang Untuk mengetahui besarnya permintaan pasar dan peluang pasar batu split yang ada di witayah Sumedang dilakukan analisis penentuan permintaan pasar produk batu split. Sejak bulan Juli/Agustus inilah biasanya permintaan akan produk batu split mulai meningkat karena pembuatan jalan dan jembatan dimulai pada bulan ini.2. Penentuan permintaan pasar dllakukan dengan meramalkan kebutuhan batu split untuk pembuatan jalan di masa datang di Kabupaten Sumedang. Umumnya tender dilakukan pada bulan Juni-Juli setiap tahunnya sehingga pembuatan jalan dan jembatan oleh para kontraktor akan dimulai pada bulan Juli/Agustus sampai dengan waktu yang telah disepakati. Peramalan yang dilakukan berdasarkan pada data pembangunan jalan karena pembangunan jalan merupakan pasar terbesar dari produk batu split ini di wilayah Sumedanq dan ditunjang oleh ketersediaan data yang akurat. Untuk dapat melaksanakan proyek pembuatan jalan dan jembatan ini. Yang dimaksud peninqkatan jalan adalah pembangunan jalan baru atau peningkatan kualitas jalan dari jalan tanah atau berkerikil menjadi jalan aspal dan sejenisnya.

5 207. maka didapatkan proyeksi kebutuhan batu split selama sepuluh tahun mendatang seperti terlihat pada Tabel 4.643 462.810 402.631 537.077.650.054 280.538 579. 3 Wawancara dengan Kepala Seksi Perencanaan Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sumedang pada bulan April 1999.887.790 598.497.5 211. Kebutuhan batu split selarna tahun 1990-1999 dapat dilihat pada Tabel 3 dibawah ini.046.8 209.780.232.8 93.250 871.1999 Tahun 1990/1991 1991/1992 1992/1993 1993/1994 1994/1995 1995/1996 1996/1997 1997/1998 1998/1999 1999/2000 Luas Jalan yang Dibangun (m2) Pemeliharaan Jalan 609.080 1.930 Kebutuhan Batu Split (m3) 99.5 219.825 1.385.335. kelas tanah yang termasuk kelas 3 (tanah pasir dan liat)" .0 100. .498 263.960 Peningkatan Jalan 259.179. Ketebalan 10-15 cm ditentukan berdasarkan arus lalu lintas yang tidak terlalu padat dan . Kebutuhan Batu Split Kabupaten Sumedang selama tahun 1990.5 147.573 614.5 Sumber : Bappeda dan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Kabupaten Sumedang.650 793. Dari pengolahan data yang dilakukan. Tabel 3.048 1.645 1.310 1.352.226.7 192.270.564.168 1.43 sebagainya.520 395. Berdasarkan data tersebut diatas dilakukan proyeksi terhadap kebutuhan batu split selama 1 O tahun mendatang dengan menggunakan analisis deret waktu (time series analysis) dengan metode Linear Trend Analysis seperti yang telah diuraikan pada metode penelitian.986 391.0 254.422.212. 1999.

CV Gumelar dan Dinas PUK Sumedang . Sedangkan tingkat produksi batu split untuk Kabupaten Sumedang dapat diketahui dengan melihat kapasitas produksi pabrik pengolahan batu andesit yang terdapat di Sumedang yaitu PT. · 1. Tabel 5.420 400.000 m3 TOTAL PRODUKSI Sumber : PT Multi Marinda. khususnya pembangunan jalan berkisar antara 270.44 Tabel 4.919 Berdasarkan uraian diatas.254 382.087 364. 2. 126. Multi Marinda (300 m3/hari) Workshop PUK (70 m3/hari) 21000 m3 CV Gumelar (30 m3/hari) 9000 m3 Pemecah batu tradisional (500 m3/bulan) 6000 m3 4. Workshop PUK Sumedang. Workshop PUK Sumedang dan CV Gumelar dan kapasitas produksi pemecah batu tradisional yang diperkirakan sebesar 500 m3 per bulan. 1999.588 309.754 327. Kapasitas Terpasang Produksi Batu Split Kabupaten Sumedang Tahun 1999 . Kapasitas terpasang produksi batu split di Sumedang pada tahun 1999 dapat dilihat pada Tabel 5 berikut ini. 3.921 346.586 418. . No.000 m3 per tahun.442 291. Kapasitas Produksi Produsen Tingkat produksi/ tahun 90000 m3 PT.753 436. Proyeksi Kebutuhan Batu Split Kabupaten Sumedang Selama Tahun 2001 Sampai Dengan Tahun 2010 · Tahun 2000/2001 2001/2002 2002/2003 2003/2004 2004/2005 2005/2006 2006/2007 2007/2008 2008/2009 2009/2010 Sumber : data diolah Proveksi Kebutuhan Batu Split (m3) 273. maka potensi pasar sepuluh tahun mendatang untuk produk batu split di wilayah Sumedang.000 m3 sampai dengan 430. Multi Marindo.

. Rts ....59E+08 lirre Gambar 1. 1axm 0 10 Rts Rra:asts -.. Grafik Proyeksi Permintaan Pasar Batu Split di Sumedang selama Tahun 2000-2010 .AcW .3+ 18163. Foecasts MAPE: 10 MAD: 14987 MSD: 3.45 Trend hlalysis for Li rar Trerc M:rl:i 'Yt = 7E1.4*1 kW ·' r ...

pengecer. biro periklanan dan sebagainya (Limbong. �..000 m� sampai dengan 300.. agen pengangkutan. � 1 Swasta . Saluran Pemasaran lndustri Pengolahan Batu Split... .46 Dari uraian diatas.2.. Sehingga dengan kualitas produk yang dihasilkan cukup baik dan penetapan harga jual yang bersaing. perusahaan penyimpanan. pedagang besar.. Saluran Pemasaran ini dapat dilihat pada Gambar 2. diperkirakan pangsa pasar yang dapat diraih oleh proyek ini adalah sebesar 25 persen dari total peluang pasar yang kosong atau sebesar 13 persen dari total permintaan pasar. . Pemerintah .3.000 m3 setiap tahunnya atau 53 persen dari total permintaan pasar.. Pada dasamya saluran pemasaran yang terdapat pada industri pengolahan batu split ini cukup sederhana.. Masyarakat Umum Gambar 2.. .. Kontraktor Proyek Pembangunan Supir. Pelaksana Proyek. PRODUSEN - . maka dapat diketahui peluang pasar yang kosong adalah sebesar 144. 1987). . . Leveransir . . ..�.- Ja Perusahaan Bahan Bangunan �. Saluran Pemasaran Batu Split Saluran pemasaran merupakan serangkaian lembaga-lembaga yang dapat terlibat selama proses penyampaian barang dan jasa ke konsumen baik produsen. . 5.

persaingan harga merupakan hal yang penting. pelayanan sebelum dan sesudah penjualan tidak penting. Sistem pembayaran yang digunakan adalah pembayaran tunai pada saat pembelian atau menggunakan uang muka sebesar 10-30 persen dari total pembelian. sifat saluran pemasaran pendek dimana jika ada penyalur hanya untuk pembeli yang membeli sedikit. 5.2. Berdasarkan karakteristik barang industri dan pertimbangan pemasarannya (Limbong.4.47 Berdasarkan hasil wawancara dengan responden produsen batu andesit ini. para supir yang melakukan pengangkutan ke lokasi pembuatan jalan. . barang industri yang termasuk komponen dan barang setengah jadi ini memiliki ciriciri yaitu harga per unit relatif rendah. kerusakan terhadap merk umumnya tidak penting dan biasanyanya tidak ada kontrak pembelian selanjutnya. Karena lokasi produsen dan konsumen yang relatif dekat dan untuk mendapatkan harga beli yang lebih murah maka sebagian besar kontraktor melakukan pembelian sendiri ke lokasi produsen. maka produk batu split ini termasuk kedalam barang industri yaitu komponen dan barang setengah jadi. frekuensi pembelian tidak sering. konsumen produk batu split ini sebagian besar adalah kontraktor-kontraktor proyek pembuatan jalan dan jembatan (60%-80%) dan sisanya adalah perusahaan bahan bangunan dan masyarakat umum (20%-40%). jumlah pembelian relatif besar. pelaksana proyek atau leveransir sebagai perantara. 1987). Sedangkan masyarakat umum melakukan pembelian dengan langsung mendatangi pabrik pengolahan atau melalui perusahaan bahan bangunan. Analisis Margin Pemasaran Berdasarkan tujuan pemakaiannya. Sebagian kecil melalui perusahan bahan bangunan. Pada umumnya para kontraktor langsung berhubungan dengan pihak produsen dalam pembelian produk batu split ini.

sehingga mereka rela membeli produk dengan harga lebih mahal karena adanya biaya transportasi dan bongkar muat yang lebih besar. Cibeureum. 37. 20. 4. 4. 3.000 - Rp. 32. 3. 2.000- Rp. 38. 43. 40.500 Rp. Harga Pembelian dan Biaya Pemasaran Batu Split pada Berbagai Wilayah Prod us en � Ket r nq 1.000 Rp. 5. Jikalau melalui perantara umumnya melalui supir pengangkut produk. 5. 49. Paseh dan sekitamya dan Tanjungsari.48 Berdasarkan hasil survei kepada responden konsumen. 26. 30. 35.000 2. 30. 3.000 Rp. 2. Adapun harga pembelian.000 Rp. 15.000Rp. 40.000 Rp.000 - Rp. 3.000 Rp.000- Rp.000 Rp. Biaya Transportasi dan bongkar muat 3.000- Rp.000- Rp.000 Rp.000- Rp. Rp. Keuntungan Perantara 4. 35. 5. 3. . Alasan para konsumen memilih membeli di wilayah Banjaran dan Majalengka yang terletak di luar Kabupaten Sumedang karena jumlah ketersediaan produk lebih besar dan kualitas produk yang lebih tinggi dibandingkan produsen yang ada di wilayah Sumedang.000 Rp.000 Rp.000 Rp.000 Rp.000 - Rp.000 - Rp.000 Banjaran Rp. 15.000. 55.500 Rp. 45. Harga Jual Sumber Rp. 5.000 Rp.000 Rp. 10.000 - Rp. Umumnya mereka langsung berhubungan dengan produsen tanpa melalui perantara.000 Survei pada 33 kontraktor dan 7 perusahaan bahan bangunan di Kabupaten Sumedang pada bulan April 1999. biaya pengangkutan dan bongkar muat dapat dilihat pada Tabel 6 berikut ini : Tabel 6. diperoleh informasi bahwa sebagian besar konsumen membeli produk batu split di luar wilayah Sumedang yaitu Banjaran-Bandung dan Majalengka dan di wilayah Sumedang yaitu Cimalaka.000- Rp.000- Rp.000 Rp.000- Rp. 3. Harga Pembelian Cimalaka& sekitarnya Tanjungsari Jatihurip Majalengka Rp 30.000 - Rp.000 - Rp. 43. pelaksana proyek pembangunan tersebut perusahaan bahan bangunan atau leveransir dengan keuntungan berkisar antara 5% - 10%. 3. 2.

000. biaya transportasi dan bongkar muat berkisar antara Rp. karena Lebih rendahnya harga be!i di ketersediaan produk yang lebih besar Namun untuk batu split yang berkualitas tinggi.00 . 25.Rp.Rp. 3.00 .00 per m3 batu split dengan keuntungan perantara berkisar antara Rp. 19.000.oo .000.000. 35.00 - Rp.00 per m3 batu .000.Rp.ooq.00 sehingga selisih antara harga pembelian di tingkat produsen dengan harga pembelian di tingkat konsumen (margin pemasaran) yaitu sebesar Rp.000.000. Namun dengan keterbatasan kapasitas produksi dan kualitas produk yang !ebih rendah dari produsen batu split di Sumedang. terdapat tiga wilayah sentra produksi batu split yaitu Cimalaka. 8.00 per m3 batu split dengan keuntungan perantara berkisar antara Rp.00 per m3 batu split. 20. 15. 2.000.000. Untuk daerah Majalengka.Rp.500. biaya transportasi dan bongkar muat berkisar antara Rp. harga pembelian berkisar antara Rp.000.00 per m3 batu split sehingga selisih antara harga pembelian di tingkat produsen dengan harga pembelian di tingkat konsumen yaitu sebesar Rp. 13.00. 5.000.00 sampai Rp. 26.000.000. 3.Rp.00 . 5.00.00 per m3 batu split sehingga selisih antara harga pembelian di tingkat produsen dengan harga pembelian di tingkat konsumen sebesar Rp.500.00 per m3 batu split. Jatihurip dan Tanjungsari. 3. 30. 19.Rp.000. Banjaran lebih disebabkan dibandingkan wilayah lain. 15.00 per m3 batu split dengan keuntungan perantara berkisar antara Rp. 4.00 sarnpai Rp. Di wilayah Sumedang sendiri.000.00 per m3 batu split bahkan di daerah Banjaran harga pembetian bisa mencapai Rp.000.000. Banjaran dan Biaya transportasi dan bongkar muat untuk wilayah Sumedang sendiri berkisar antara Rp.000.00 . 30.Rp. 4.00. 35.00 . 5.00 sampai Rp. Sedangkan di wilayah Banjaran.000.49 Dari Tabel 6 terlihat. harga pembelian bahan baku dari produsen berkisar antara Rp. 10. maka para konsumen lebih memilih melakukan pembe!ian di luar wilayah Sumedang yaitu di Maja!engka.000.

Berdasarkan pertimbangan faktor-faktor penentuan lokasi. 5. telekomunikasi serta sarana pembuangan. Peraturan dan kebijakan pemerintah setempat. Analisis Aspek Teknis 5. Pemilihan Lokasi Usaha Menurut Djamin (1993). Faktor tenaga kerja. jalan. Faktor ketersediaan sumber bahan baku. masatah bahan bakar dan sebagainya. menyangkut sarana kelistrikan. undang-undang perburuhan serta hak penggunaan tanah. 5. yaitu menyangkut potensi pengembangan pemasaran dan lokasi para pesaing. 3. Faktor pemasaran.1. Faktor tenaga penggerak. Lokasi yang dipilih untuk pabrik pemecah batu ini adalah Gunung Kerud yang terletak di Desa Jatihurip Kecamatan Sumedang Utara Kabupaten Sumedang Jawa Barat dan berada pada alur lalulintas antara Bandung dan Cirebon. lokasi ini sangat strategis mengingat pada lokasi tersebut terdapat bahan baku yang sangat besar deposit batuannya .50 split. 4. menyangkut ketersediaan. Oengan demikian dapat disimpulkan bahwa pendirian industri pengolahan batu split di wilayah Sumedang ini mempunyai . penentuan lokasi didasarkan pada pertimbanganpertimbangan sebagai berikut : 1.3. 6. tingkat upah. prospek yang cukup balk melihat kapasitas produksi dan kualitas produk dari produsen batu split di Sumedang yang belum memenuhi kebutuhan pasar dan besarnya margin pemasaran di luar wilayah Sumedang yang berdampak pada tingginya harga penjualan batu split.3. adanya tenaga terdidik dan sebagainya. Faktor lingkungan seperti sarana angkutan. 2. perpajakan. air dan bahan mentah lainnya. biaya hidup.

sehingga bila ditambang 36. Tata letak (lay out) merupakan keseluruhan proses penentuan "bentuk" dan penempatan fasilitas-fasilitas yang dimiliki suatu perusahaan (Husnan dan Suwarsono. jalan dan sebagainya sudah cukup memadai. Tata letak bangunan pabrik pengolahan dan kantor pada umumnya didasarkan pada lima prinsip (PPM.51 yang saat ini mencapai kurang lebih 900. listrik. Berdasarkan analisis pemasaran batu split di Sumedang. hindari gerak bolak-balik. Selain itu. 1990) yaitu pergunakan ruangan seekonomis mungkin.000 m3 batu split untuk proyek-proyek pembangunan khususnya jalan. rnaka deposit batuan tersebut akan habis dalam jangka waktu 25 tahun. Ketersediaan bahan baku ini menjadi faktor utama yang penting bagi perusahaan dalam industri pengolahan batu split karena kebutuhan bahan baku yang sangat besar dan ketersediaannya yang relatif langka.000 M3 per tahun. gerakan bahan sependek mungkin. jumlah produsen batu split yang sedikit di Kabupaten Sumedang membuat pemasaran batu ini mempunyai prospek yang cukup baik karena tingkat persaingan yang ada. penyusunan tata letak didasarkan pada tipe tata letak berorientasi produk (layout garis) karena proses produksi yang dilakukan secara berurutan sehingga penyusunan mesin-mesin alat berat disusun secara berurutan dari mulai pengambilan bahan sampai dengan proses produksi . bahan bakar. relatif kecilnya Di samping itu kebutuhan tenaga kerja yang cukup trampil juga tersedia di sekitar lokasi karena masyarakat di sekitar lokasi juga merupakan pemecah batu tradisional serta ketersediaan sarana penunjang dan tenaga penggerak seperti air. terlihat potensi pasar yang cukup besar dengan tersedianya peluang pasar sebesar 144. Pada pabrik pengolahan batu split ini.000 m3 batu split sampai dengan 300. 1994). luweskan terhadap kemunqkinan perubahan dan jangan menghalangi kemungkinan perluasan.000 M3.

lnstalasi pengolahan batu split dan gudang handak untuk penyimpanan Excavator dan 2 unit Dump Truck didirikan di sebelah timur Gunung Kerud dengan tujuan agar tersedia wilayah yang luas untuk para pekerja da!am proses produksi sehingga ruang gerak mereka lebih fleksibel serta kemudahan pengangkutan hasi! produksi ke gudang logistik. 1 buah ruang kantor seluas 9 m2. Pada lokasi tersebut. maka pendirian bangunan kantor. Berdasarkan peta lokasi Gunung Kerud. Bangunan ini terdiri dari ruang penerimaan tamu seluas 14 m2. 1 buah ruang base camp seluas 9 m2. 2 buah ruang kantor seluas 6 m2. Bangunan kantor dan base camp didirikan seluas 50 m2 dan menghadap ke utara (ke arah Gunung Kerud) dengan pertimbangan utama pada kemudahan pengawasan produksi oleh manajemen perusahaan dan pemanfaatan lahan secara efisien untuk keluwesan gerak proses produksi. Untuk pendirian gudang logistik berdasarkan pertimbangan kemudahan pengangkutan produk oleh konsumen dan terhindarkan masyarakat sekitar dari gangguan lalu lintas kendaran pengangkut produk oleh konsumen. maka gudang logistik untuk penyimpanan produk jadi dibangun dekat dengan jalan raya Kabupaten yang terletak kurang !ebih 500 meter dari lokasi pabrik . dapur seluas 3 m2 dan kamar kecil seluas 3 m2.52 dan pemuatan ke konsumen. adanya arus produk dalam proses yang lancar dan tidak terdapat arus balik jika suatu aliran pembuatan baranq telah sampai pada tahapan tertentu dan batu split merupakan produksi secara massa. Salah satu alternatif penyusunan tata letak (lay ouf) pabrik dapat dilihat pada Gambar Lampiran 3. base camp dan gudang handak untuk penyimpanan rnesin-rnesin/alat berat dilakukan di sebelah selatan Gunung Kerud dengan pertimbangan di bagian selatan relatif lebih luas dan kontur lahan relatif lebih rata dibandingkan di bagian lainnya. tersedia 4000 m2 tanah yang dibebaskan untuk pembangunan kantor dan instalasi pengolahan batu split.

5.000 m3 per tahun.3. Gudang logistik ini didirikan di atas tanah seluas 500 m2 dengan luas bangunan 100 m2. dapat diketahui pasar yang kosong adalah sebesar 144.000 m3 per tahun atau 150 m3 per hari. mesin produksi dibantu dengan tenaga pemecah batu tradisional mampu memproduksi sebesar 150 m3/hari atau 36. Sedangkan berdasarkan kernampuan teknis. Ketersediaan bahan baku bukan merupakan kendala dalam penentuan kapasitas produksi karena jumlah deposit cadangan batuan yang cukup besar yaitu 900.300. Kemampuan teknis.53 pengolahan.2.000 m3 batu split . sehingga tingkat produksi yang diharapkan dapat tercapai sebesar 36. Penentuan kapasitas produksi ditentukan oleh beberapa faktor yaitu : 1.000 ms. Ketersediaan bahan baku Berdasarkan hasil analisa pasar. Penentuan Kapasitas Produksi Kapasitas produksi merupakan kemampuan suatu pabrik untuk mengolah masukan menjadi keluaran. 2. Kemampuan pasar menyerap produk. yaitu kemampuan peralatan dan mesin produksi untuk memproduksi jumlah yang telah ditentukan. Berdasarkan keterangan diatas maka kapasitas produksi yang digunakan adalah 150 m3/hari dengan pertimbangan kemampuan teknis . Perencanaan kapasitas produksi sangat penting bagi suatu pabrik atau industri karena kapasitas produksi erat kaitannya dengan ketersediaan bahan baku dan kemampuan pasar untuk menyerap produksi pabrik. hal ini akan menentukan berapa banyak jumlah produk yang dapat dijual oleh suatu industri.000 m3 batu split per tahun dan diperkirakan pangsa pasar yang dapat diraih sebesar 25 persen dari total peluang pasar yang kosong atau 13 persen dari total permintaan pasar. 3.

Berdasarkan hasll penelitian sebelumnya 4 . 1988 . 5.000 m3 = 150 m3 X 20 hari X 12 bulan Kapasitas produksi /tahun · = 4 25 tahun Toto Teddy Kusumah.500 m2. Jika perusahaan menetapkan kapasitas produksi sebesar 150 m3/hari • rnaka dapat diketahui umur tambang batu andesit di Gunung Kerud yaitu : Jumlah cadangan batu andesit 900. Dari 93. maka volume cadangan batu andesit yang dapat ditambang di Gunung Kerud ini adalah 990. International Institute For Aerospace Survey and Earth Sciences (ITC).000 m3.750 m2 luas penyebarannya. Jumlah Cadangan Bahan baku dan Umur Tambang Gunung Kerud Bahan baku untuk proses produksi dalam usaha ini adalah batu andesit yang terkandung di Gunung Kerud.54 mesin produksi dan perusahaan baru dalam tahap awal produksi sehingga hanya akan mengisi 25 persen dari peluang pasar yang kosong.3.500 m2 = 990. Ketinggian/ketebalan rata-rata dari batu andesit yang dihasilkan di Gunung Kerud sebesar 36 m dengan luas penyebaran seluas 93. Dari data tersebut.750 m2.3.000 m3 Jika terdapat waste/kotoran sebesar 1 O persen. yang termasuk wilayah administratif Desa Jatihurip adalah seluas 27. maka jumlah cadangan batu andesit yang terkandung di Gunung Kerud ini adalah : Volume cadangan = ketinggian rata-rata X luas penyebaran andesit = 36 m X 27.

melakukan kontrak kerjasama dengan PT Rimantono CP PT. Adapun proses produksi yang digunakan adalah sebagai berikut : 1. Pengolahan dilakukan dengan melakukan pengecilan ukuran bongkah batu andesit hasil peledakan dengan . 2. maka dimulai proses penambangan dengan diawali pemboran untuk pembuatan lubang tembak bagi proses peledakan.3.55 5. Pemboran dan Peledakan Setelah dilakukan pengupasan tanah penutup. Ketebalan tanah penutup yang terdapat di Gunung Kerud ini sekitar 1 meter dan sebagian daerahnya telah gundul sehingga proses ini hanya memerlukan waktu beberapa hari saja. maka dilakukan pengolahan hasil peledakan yang terdiri bongkahan batu andesit. Pengolahan hasil Setelah peledakan selesai dilakukan. Dahana sebagai salah satu perusahaan yang mempunyai izin melakukan peledakan di wilayah Sumedang. Proses ini biasanya hanya dilakukan pada awal dimulainya kegiatan usaha dengan menggunakan Excavator dan hasil pengupasan ditimbun pada daerah cekungan yang aman. Proses Produksi yang digunakan Untuk mendapatkan batu andesit di Gunung Kerud sebagai bahan baku produk batu olahan ini. Proses produksi pada industri pengolahan batu split ini dapat dilihat pada Gambar 3.4. sebelumnya dilakukan penambangan batuan dengan sistem tambang terbuka dan menggunakan peralatan mekanis dan bahan peledak. Setelah itu dilakukan proses peledakan dengan menggunakan peralatan mekanis dan bahan peledak. Pengupasan tanah penutup dan pembersihan vegetasi Pengupasan tanah penutup dan pembersihan vegetasi di Gunung Kerud yang tertutupi oleh tanah dan tanaman dilakukan untuk mempermudah proses penambangan batu andesit. 3.

................ 1" PEMECAHAN BONGKAH BATU HASIL PELEDAKAN �r PENGOLAHAN PECAHAN BATU MENJADI SPLIT ... 1 ................56 Pengupasantanah penutup dan pembersihan vegetasi 1ir PENAMBANGAN Pemboran dan Peledakan ...... PEMUATAN KE KONSUMEN Gambar 3..... ......................... u................... : ABU BATU • ! HASIL SPLIT 1-? r..........----· ....M --... Proses Produksi lndustri Pengolahan Batu Split .....M BATU BELAH � �� r...--.............

57 memecah bongkahan tersebut menjadi batu split berukuran 1-2 cm. Mesin dan Peralatan yang dibutuhkan Adapun Mesin dan Peralatan yang dibutuhkan dalam proses produksi ini dapat dilihat pada Tabel 7 sebagai berikut: Tabel 7.5. Excavator yang digunakan adalah Komatsu PC-200/1 m3 sebanyak 1 unit. Proses pemecahan ini menggunakan alat berat yaitu Stone Crusher dan tenaga kerja manual yaitu pemecah batu tradisional dengan menggunakan alat sederhana seperti palu. Generator Set 150 KVA 1 unit 8 Tahun Sumber : Usulan Penulis didasarkan pada wawancara dengan Responden Produsen Batu Split di Sumedang pada bulan Pebruari-April 1999 Excavator merupakan alat penggali yang digunakan dalam proses pengupasan tanah penutup dan pembersihan vegetasi serta pengangkutan hasil peledakan ke tempat penimbunan hasil peledakan yang terletak tidak jauh dari Gunung Kerud ini. Dump Truck digunakan mengangkut hasil pengolahan batu andesit (split 1-2 atau 2- 3) yang slap dijual untuk disimpan di Gudang Logistik. Sedangkan Stone Crusher merupakan alat utama pengolahan batu andesit hasil peledakan dan pemecahan batu oleh tenaga pemecah batu tradisional. Hasil dari proses produksi ini adalah batu split berukuran kecil yaitu 1-2 cm. Excavator Komatsu PC-200/1 m3 1 unit 10 Tahun 2. Generator set adalah alat . Dump Truck 12-16 m3 2 unit 10 Tahun 3. linggis dan balincong. pahat. 5.3. Stone Crusher 150 m3/hari 1 unit 10 Tahun 4. Kebutuhan Mesin dan Peralatan Pengolahan Batu Split No. Stone Crusher yang digunakan dengan kapasitas 150 m3/hari sebanyak 1 unit. Kapasitas Jenis Peralatan Jumlah UmurTeknis 1.

Rimantono CP telah melakukan hal tersebut. base camp. Air bersih yang diperlukan dalam proses produksi diperoleh dari sungai dan selokan yang mengalir disekitarnya dan sumber air lainnya seperti sumur bor. 5. Listrik untuk penerangan kantor dan gudang dan sebagai sarana penunjang kegiatan produksi menggunakan sumber energi melalui diesel berkekuatan 150 KVA sebanyak 1 buah dan PLN.3. Lingkungan merupakan salah satu aspek yang mempengaruhi kelayakan analisis aspek teknis.6. dan gudang handak seluas 150 m2 dan gudang logistik seluas 100 m2. dimana generator set yang digunakan berkekuatan 150 K:\/A. kantor tambang. Selain itu dibangun pula kantor tambang. gudang logistik dan gudang handak. maka pihak perusahaan melakukan upaya perlindungan dengan cara menjaga kebersihan menyediakan lingkungan kantor tam bang dan sekitarnya dan . untuk mencegah atau mengurangi adanya dampak lingkungan yang mungkin terjadi maka secara umum perusahaan perlu melakukan beberapa upaya sebagai berikut: 1. Hal ini berarti dengan adanya surat izin analisis dampak lingkungan tersebut maka dapat dikatakan investasi dibidang ini tidak memiliki kendala berarti dan tidak berpengaruh negatif terhadap lingkungan. Dalam menjaga dan mencegah terjadinya hal-hal yang merugikan pihak perusahaan yang berhubungan dengan kesehatan dan keselamatan kerja para pekerja. Fasilitas Penunjang Pengolahan Batu Split dan Aspek Lingkungan Sarana dan prasarana pendukung bagi pengelolaan usaha ini terdiri dari fasilitas air dan listrik. Dalam penelitian ini tidak dibahas secara mendalam mengenai analisls dampak lingkungan dengan pertimbangan bahwa untuk memulai investasi ini perusahaan diwajibkan o!eh pemerintah setempat untuk membuat izin ana!isis dampak lingkungan dan PT. Namun.58 pembangkit tenaga listrik untuk mesin alat berat Stone Crusher dan alat lainnya.

Setiap jabatan/posisi memiliki .59 alat perlindungan diri kepada para pekerja berupa helm pelindung. penimbunan tanah penutup terhadap lahan bekas penambangan dan pengaturan bentuk lahan dan drainase. safety shoes dan sarung tangan serta peralatan P3K. Untuk mencegah dampak negatif terhadap lingkungan alam selama penambangan seperti perubahan topografi. Manajemen yang menangani operasionalisasi suatu industri terdiri dari beberapa orang yang memiliki jabatan-jabatan tertentu dan terkoordinasi dalam suatu hirarki struktur organisasi. hidrologis dan kualltas udara. harus melakukan reklamasi pada wilayah Secara umum reklamasi yang akan dilaksanakan berupa penimbunan kembali dan revegetasi bekas lahan penambangan dengan cara mengamankan sebagian top soil untuk revegetasi. Pengelolaan ini hanya dapat dilakukan oleh tenaga manajemen yang memahami seluk-beluk industri yang bersangkutan serta mernilikl dedikasi dan motivasi yang tinggi untuk mengembangkannya. pabrik dan bahan baku memerlukan pengelolaan industri yang baik yang menghasilkan produk secara optimal. 5. maka perusahaan penambangan. stabilitas lahan. 2. 3. Analisis Aspek Manajemen Organisasi Faktor-faktor produksi seperti modal. 4. Pada daerah-daerah yang dianggap membahayakan para pekerja maupun konsumen split andesit ini diberikan rambu-rambu peringatan akan bahaya tersebut dan tanda larangan untuk naik ke instalasi pengolahan selain karyawan perusahaan.4. pemeliharaan alat secara periodik untuk menekan kebisingan dan membuat penampungan pelumas bekas. dilakukan dengan cara penyemprotan air pada sumber debu. Untuk menangani limbah pengolahan berupa debu dan kebisingan suara.

operator. 5. manager akan dibantu oleh 2 orang kepala bagian yaitu kepala administrasi/pemasaran dan kepala bagian produksi/tambang. Kepala bagian teknik tambang akan membawahi kepala seksi keamanan/gudang. Hubungan timbal balik dan pengaruh jabatan satu dengan yang lainnya juga harus dibatasi secara tegas dan jelas agar struktur organisasi yang disusun dapat berfungsi secara harmonis dan pencapaian tujuan organisasi dapat diwujudkan secara efektif dan efisien. lndustri ini akan dipimpin oleh seorang manager.Y. Tugas pokok dalam suatu perusahaan mencakup tugas teknis.. Setiap jabatan mengandung tugas dan tanggung jawab yang jelas dan memiliki batasan yang jelas dengan jabatan yang lain.1. mekanik. relatif banyak digunakan oleh perusahaan sejenis. Kesemuanya akan membentuk struktur organisasi yang digambarkan pada bahasan dibawah ini.4. administrasi umum dan hubungan masyarakat.60 suatu kumpulan tugas yang merupakan bagian dari tuqas-tuqas pengelolaan perusahaan secara keseluruhan. Struktur organisasi ini merupakan struktur organisasi lini (line organization) dan struktur organisasi ini dipilih karena efektif bagi perusahaan yang masih belum berkembang. Analisis Struktur Organisasi Struktur organisasi merupakan diagram yang menggambarkan jabatanjabatan yang ada dari manajemen suatu organisasi serta hubungan antara jabatanjabatan tersebut. sifatnya sederhana dan mudah dimengerti serta jelas batasan wewenangnya sehingga proses pengambilan keputusan dan pengarahan dapat dilakukan dengan cepat (Herudjito. 1996). Kepala seksi keamanan . dan buruh harian. lndustri pengolahan batu andesit ini yang tengah dikaji kelayakannya ini dirancang memiliki struktur organisasi seperti Gambar 4. Dalam menjalan tugasnya. bagian Kepala bagian administrasi/pemasaran akan membawahi staf administrasi/keuangan dan staf pemasaran.

laporan neraca. pengarahan. 2. sedangkan untuk jabatan yang memerlukan keah!ian khusus jika diperlukan dapat diambil dari luar wilayah Sumedang. pengawasan dan evaluasi merupakan tugas dan wewenangnya. Para karyawan ini sebagian besar diambil dari wilayah terdekat dengan lokasi pabrik di wilayah Sumedang. Koordinasi. dan mengatur Dalam menjalankan tugasnya. kep�la bagian administrasi/pemasaran ini akan dibantu oleh 1 orang stat di bidang keuangan/administrasi dan 1 orang staf di bidang pemasaran. Manager Manager industri pengolahan batu andesit bertanggung Jawab atas kelangsungan operasi perusahaan secara keseluruhan mulai dari pengadaan bahan baku. menyiapkan anggaran belanja sesuai dengan rencana produksi dan penjualan.61 /gudang akan membawahi 3 orang satpam dan 1 orang di bagian logistik. arus kas dan rugi laba perusahaan. terhadap setiap taktor produksi Manager selaku pimpinan tertinggi perusahaan bertanggung jawab atas nama perusahaan untuk urusan-urusan ekstemal yang berkaitan dengan pemerintah dan masyarakat secara umum. Staf pemasaran bertanggun� jawab dalam merencanakan pemasaran produk sampai ke tangan konsumen dan bertanggung jawab atas kelancaran proses . proses produksi hingga pemasaran produk. Kepala Bagian Administrasi/Pemasaran Kepala bagian administrasi/pemasaran bertugas membantu manager dalam merencanakan dan mengendalikan pemasaran produk pengelolaan keuangan dan administrasi perusahaan. Tugas dan tanggung jawab masing-masing jabatan secara garis besar yaitu : 1. Stat keuangan/administrasi bertanggung jawab dalam rnelakukan administrasi dan keuangan perusahaan yang meliputi pencatatan pemasukan serta pengeluaran perusahaan.

2 supir dan 20 orang buruh harian . Satpam dan Buruh Harian Posisi-posisi tersebut merupakan lapisan terbawah dalam struktur organisasi perusahaan dan merupakan tenaga pelaksana dengan tugas masing-masing sesuai dengan seksinya. 3. ketersediaan tenaga kerja dan ketersediaan bahan baku yang disesuaikan dengan rencana penjualan.62 pengiriman produk dari gudang sampai ke tangan konsumen dan transaksi yang terjadi serta membuat laporan penjualan secara periodik. Kepala bagian produksi akan membawahi kepala seksi keamanan/gudang. 5. Selain itu. 4 orang operator. 2 orang mekanik. Operator. Kualifikasi dan Kebutuhan Tenaga Kerja Keberhasilan pelaksanaan tugas-tugas operasional pada suatu perusahaan tergantung pada kernarnpuan tenaga kerjanya. kepala bagian produksi bertugas untuk mengendalikan dan memantau kegiatan produksi dan membuat laporan produksi secara periodik. 5. Untuk itu perlu adanya kualifikasi atau persyaratan yang sebaiknya dimiliki oleh seorang tenaga kerja yang mengisi posisi atau jabatan. Kepala Bagian Produksi/Teknik Tambang Kepala bagian produksi/tambang bertanggung jawab terhadap jalannya produksi dan penambangan dan bertugas merencanakan produksi berdasarkan kapasitas riil mesin. Pada industri pengolahan batu andesit ini kualifikasi secara . 4. Mekanik.4. Kepala Seksi Keamanan/Gudang Kepala seksi keamanan/gudang akan bertanggung jawab terhadap keamanan mesin-mesin/alat berat dan hasil produksi serta pabrik secara keseluruhan dimana kepala bagian keamanan/gudang ini akan dibantu oleh 4 orang satpam. Tugas-tugas tersebut dilakukan di bawah koordinasi pimpinan yang bersangkutan. Supir.2.

MANAGER I KEPALA BAGIAN Produksi/Tambang 1 Orang Seksi Pemasaran KEPALA SEKSI Keamanan/Gudang 4 Orang SATPAM KEPALA BAGIAN Pemasaran/Adminstrasi 1 Orang Seksi Administrasi/Keuangan 1 Orang Operator Excavator 1 Orang Operator Stone Crusher 2 Orang Supir Dump Truck 2 Orang Mekanik 20 Buruh Harian Gambar 4. Struktur Organisasi pada lndustri Pengolahan Batu Split .

Proyeksi Kebutuhan Tenaga Kerja dan Tingkat Gaji/upah No Posisi/Jabatan Jum lah 1 Kualifikasi Gaji/Upah (Rp.000. .00 4 Kasie Keamanan/Gudang 1 Min SLTA 300.000.000.000. Tabel 8.000.000. Analisis Aspek Finansial Analisis finansial merupakan tahap akhir dalarn melakukan kajian kelayakan pendirian suatu usaha.5. Usulan penulis didasarkan pada hasil wawancara dengan responden produsen batu split di Kabupaten Sumedang pada Bulan Pebruari-April 1999. dengan asumsi bahwa seseorang yang telah menyelesaikari jenjang pendidikan tertentu atau memiliki pengalaman tertentu akan memiliki keahlian yang sesuai dengan jenis dan tingkat pendidikan/pengalaman tersebut.00 12 Buruh harian 20 - 300.00 7 Operator Excavator 1 Min STM/Politeknik Mesin 300.00 1 Manager 2 Kabag.) Min Sarjana S1 1.000.00 11 Satpam 4 Min SD/berpengalaman 100. Produksi/tambang 1 Min D3/S1Teknik Tambang 750.000.000.000.00 Sumber : 5. Analisis finansial bertujuan untuk mengetahui jumlah dana dan jenis-jenis penggunaannya dalarn pendirian dan pengoperasian industri.000.000.00 5 Staf Pemasaran 1 Min SM EA/SLTA 400.00 9 Supir Dump truck 2 Min SMP/memiliki SIM 300. Proyeksi kebutuhan tenaga kerja berikut tingkat gaji/upah tenaga kerja tercantum pada Tabel 8.00 8 Operator Stone Crusher 1 Min STM/Politeknik Mesin 400. Pasa�Keuangan 1 Min 03/S 1 Ekonomi 750.00 10 Mekanik 2 Min STM 200.64 umum didasarkan pada pendidikan terakhir atau pengalaman.000.00 6 Staf Keuangan 1 Min SMEA/SLTA 400.00 3 Kabag.

bukan berdasarkan umur tambang karena lamanya umur tambang Gunung Kerud (25 tahun). Perhitungan penyusutan dilakukan dengan metode_garis lurus. Harga seluruh mesin dan peralatan serta biaya-biaya pada analisis ini bersumber dari survei lapang kepada perusahaan yang menjual/menyewakan alat berat dan alat lainnya dan didasarkan pada nilai tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika yang berlaku pada bulan penelitian (Pebruari .5. 6.April 1999) yaitu Rp 9. Kegiatan investasi diasumsikan berakhir pada akhir tahun ke-0.000 m3 per tahun. 8. Harga tersebut adalah harga pabrik (biaya angkut ditanggung pembeli) .65 5.1.000. Harga jual batu split ditetapkan sebesar Rp. 4.00 per m3. Sumber modal seluruhnya direncanakan berasal dari modal sendiri. · . Kapasitas produksi pengolahan batu split ini ditetapkan sebesar 150 m3 per hari atau 36.00/ US$1. Umur ekonomis proyek ditetapkan 10 (sepuluh) tahun. Asumsi Dasar yang Digunakan Perhitungan-perhitungan yang dilakukan dalarn analisis ini didasarkan pada asumsi-asumsi dasar sebagai berikut : 1. 32. 2. 7. Selanjutnya pada tahun ke-1 sampai tahun ke-10 lini produksi bekerja pada kapasitas produksi yang ditetapkan. 5.00. 3. Umur ini ditetapkan berdasarkan umur teknis mesin/alat berat yang digunakan dalam proses produksi. Dalam menentukan nilai produksi diasumsikan hasil produksi batu split yang terjual adalah 100 persen dari total produksi dan terjual habis pada tahun yang sama.000.

00 yang diperoleh dari sisa umur bangunan sebesar 10 tahun. tanpa memerlukan waktu yang relatif lama untuk proses produksi. 32.00 per tahun.500. 5.5. Nilai sisa yang terdapat pada analisis ini dihasilkan dari bangunan. hasi1 produksi per tahun adalah sebesar 36. Analisis Manfaat Usaha Manfaat yang digunakan dalam analisis finansial pada penelitian ini adalah manfaat yang dapat diukur (tangible benefit). Tingkat diskonto yang digunakan adalah 25 persen.000. Penggunaan tingkat diskonto 25 persen didasarkan pada rata-rata tingkat suku bunga kredit investasi bank umum Indonesia pada bulan penelitian. Untuk peralatan tambang dan kantor pada akhir umur ekonomis diasumsikan tidak mempunyai nilai sisa. . Manfaat berupa penjualan produk pada industri ini mulai terjadi pada tahun ke-1 karena hasll produksi dapat langsung dihasilkan dan dijual. Untuk bangunan mempunyai umur ekonomis sebesar 20 tahun sehingga terdapat nilai sisa sebesar Rp 42.152. 10 Tahun 1994).66 9. Pada industri pengolahan batu split lni. Perusahaan dikenakan pajak keuntungan (PPH) sebesar 10 persen untuk keuntungan sampai 25 juta rupiah. Manfaat yang dapat diukur terdiri dari PenghasHan pada industri pengolahan batu split ini merupakan nilai produksi yang diperoleh dari hasil perkalian antara jumlah hasil · produksi dengan harga jual.00 sehingga penerimaan yang dihasilkan adalah Rp. Nilai sisa didasarkan pada perhitungan penyusutan terhadap barang modal sesuai umur ekonomisnya.000.000. 1.2. sebesar 15 persen untuk keuntungan 25 juta rupiah sampai 50 juta rupiah berikutnya dan 30 persen untuk keuntungan diatas 50 juta rupiah (PP No. 10. penghasilan (revenue) dan nilai sisa.000 m3 batu split dengan harga jual per m3 adalah Rp.

Apabila temyata dalam prakteknya di .00.000. Berdasarkan hasil survei kepada perusahaan sejenis. 1. 5.00 /m3 batu split yang dihasilkan kepada Pemerintah Desa Jatihurip. 25. Analisis Biaya lnvestasi Biaya investasi pada industri pengolahan batu split ini meliputi biaya pra penambangan. izin AMDAL dan surat izin sejenisnya diperlukan biaya sebesar Rp. rnaka perusahaan tidak perlu melakukan pembebasan tanah.3.000. Sedangkan biaya operasional adalah sejumlah dana yang dikeluarkan untuk berlangsungnya proses produksi dalam suatu industri.200. persiapan dan konstruksi bangunan dan fasilitas penunjang.67 5. Biaya investasi merupakan biaya yang harus dikeluarkan untuk mendapatkan faktor-faktor produksi yang digunakan dalarn proses produksi. Biaya eksplorasi yaitu biaya penyelidikan pertambangan apakah Gunung Kerud sebagai bahan baku produksi layak dan boleh diusahakan.5. Biaya investasi pra penambangan meliputi biaya eksplorasi dan biaya perizinan.000.00. Karena status Gunung Kerud sebagai tanah kas desa (kepemilikan Gunung Kerud sepenuhnya milik desa). Sedangkan untuk perizinan yang meliputi pengurusan izin SIPD (Surat lzin Pertambangan Daerah).25. biaya eksplorasi adalah sebesar Rp.000.1.3. Berdasarkan perjanjian yang dilakukan dengan Pemerintah Desa setempat maka perusahaan dapat menguasai lokasi Gunung Kerud dan menggunakan lokasi tersebut sebagai lahan usaha selama umur investasi (10 tahun) dengan memberikan imbalan berupa bagi hasll dari hasil penjualan batu split sebesar Rp. peralatan tambang serta peralatan kantor dan sejenisnya. Analisis Biaya Usaha Biaya yang akan dianalisis pada lndustri pengolahan batu andesit meliputi biaya investasi dan biaya operasional.5. Setelah kegiatan investasi berakhir rnaka status Gunung Kerud akan kembali menjadi milik desa (tanah kas desa).

500. base camp dan gudang handak seluas 150 m2 dan pembangunan gudang logistik seluas 100 m2.000.000. lnvestasi lain yang diperlukan adalah mesin dan peratatan yang metiputi peralatan berat seperti Excavator. Mesin dan peralatan ini umumnya merupakan buatan luar negeri dimana harga pembelian dihitung berdasarkan Dollar Amerika. Dump Truck dan generator set.50. Untuk tahap persiapan dan konstruksi. sedangkan untuk gudang handak dan gudang logistik diasumsikan menghabiskan biaya Rp. Ha_rga pembelian diperoleh dari survei lapang pada perusahaan-perusahaan yang menjual atau menyewakan alatalat berat. 25.000. biaya yang diperlukan adalah pematangan lahan dan stock pile seluas 5.000. untuk pematangan lahan dan stock pile seluas 5.00 untuk bangunan kantor. 85.000.00 per m2 bangunan. sehingga biaya yang dikeluarkan untuk bangunan diatas adalah sebesar Rp. Total harga pembelian mencakup harga beli mesin. base camp dan gudang handak serta gudang [ogistik sebesar Rp.000. 250.68 lapangan terdapat biaya pembebasan tanah karena adanya sebagian tanah penduduk yang terpakai untuk lahan usaha maka biaya pembebasan tanah tersebut akan dikembalikan pihak Pemerintah Desa Jatihurip melalui pendapatan bagi hasil tersebut.000 m2 diperkirakan mengeluarkan biaya Rp.00.000. Untuk pembangunan gedung kantor dan base camp diperkirakan menghabiskan biaya sebesar Rp.00 per m2 sehingga investasi untuk pematangan lahan ini menghabiskan biaya Rp.00 per m2 bangunan.000.00. Total biaya yang dikeluarkan pada tahap persiapan dan konstruksi adalah Rp.000. Berdasarkan hasil survei kepada perusahaan-perusahaan kontruksl.2.00.10.000 m2. Stone Crusher. biaya transportasi dan bongkar muat sebesar 15 persen dan biaya instalasi hingga tini produksi siap . pembangunan gedung kantor.000.000.

506.00.00. 123.00.000.00 dan ditambah biaya transportasi dan instalasi menjadi peledakan US$ sebesar Rp.5.000.000.000.000.000.000.00 per unit.000.00. Total biaya investasi mesin dan peralatan adalah sebesar Rp. Untuk penggalian dan pembersihan vegetasi serta hasil peledakan diperlukan 1 unit Excavator dengan harga pembeliannya sebesar US$ 65.69 beroperasi sebesar 10 persen dari total harga beli mesin.3. Total biaya investasi untuk peralatan kantor adalah sebesar Rp.131.375.000. pembelian peralatan administrasi sebesar Rp.000. pembelian peralatan base camp.00. P3K dan keselamatan kerja sebesar Rp.000.000.000.000.000.00 dan ditambah biaya transportasi dan instalasi menjadi Rp.00.500. Hal ini dilakukan untuk mengurangi pengaruh dari variasi musiman dan memudahkan perhitungan.250. Untuk diperlukan 45.000. Biaya operasional mencakup biaya tetap dan biaya variabel.000. 980.00 dan peralatan komunikasi sebesar Rp.00. 2. Sedangkan untuk pengangkutan hasil diperlukan 2 unit Dump Truck dengan harga pembelian US$ 27.750. Analisis Biaya Operasional Perhitungan biaya operasional pada analisis ini dilakukan dengan basis tahun.00 dan ditambah biaya transportasi dan instalasi menjadi Rp.000. 16.250.000. 5. Kebutuhan investasi inl dapat dilihat pada Tabel Lampiran 1. 7. Biaya investasi untuk peralatan kantor meliputi biaya pembelian alat kantor dan rneubelalr sebesar Rp.000.000. 309.2. 3.731. 1. Biaya tetap merupakan biaya produksi yang diperkirakan relatif tetap dari .00 beserta generator set dengan harga pembelian sebesar US$ 11. Secara keseluruhan biaya investasi yang dibutuhkan pada industri pengolahan batu split ini adalah Rp.00 dan Stone Crusher ditambah biaya dengan pemecahan harga transportasi dan batu hasil pembelian sebesar instalasi menjadi Rp. 5. 1.00.

81. Perhitungan penyusutan ini berdasarkan metode garis lurus.00. biaya gaji karyawan tetap dan tunjangan.220. Adapun komponen biaya tetap dapat dijabarkan sebagai berikut: 1. Gaji . Gaji Karyawan Tetap dan Tunjangan Gaji karyawan tetap dan tunjangan diperkirakan berdasarkan standar upah yang berlaku pada industri-industri sejenis serta sesuai ketentuan pemerintah tentang upah. oleh karena itu perlu dilakukan perawatan dan pemeliharaan secara rutin dan perbaikan bila terjadi kerusakan. 2. Besamya biaya pemeliharaan ini diasumsikan tetap yaitu sebesar Rp. Taksiran gaji karyawan tetap dapat dilihat pada Tabel Lampiran 2. Untuk perhitungan Break Even Point (BEP). biaya lain-lain dan biaya pajak. Persentase biaya tersebut adalah untuk bangunan sebesar 2 persen atau 40 persen dari nilai penyusutannya. Perhitungan penyusutan ini dapat dilihat pada Tabel Lampiran 4. Perhitungan secara rinci terdapat pada Tabel Lampiran 3. Pemeliharaan Peralatan dan Bangunan Setiap unit produksi memiliki arti penting dalam industri karena memiliki fungsi tertentu yang saling menunjang dengan unit produksi lainnya. biaya administrasi dan biaya reklamasi. biaya asuransi alat dan bangunan. Biaya variabel ada!ah biaya-biaya yang dapat mengalami perubahan sesuai dengan rencana produksi. Besamya biaya ini diperkirakan melalui persentase tertentu dari nilai investasinya dan disesuaikan dengan jenis dan spesifikasi unit produksi tersebut. biaya tetap ditambah dengan biaya penyusutan modal. Biaya tetap yang terdapat pada analisis ini adalah biaya pemeliharaan alat dan bangunan.000. peralatan tambang/alat berat sebesar 4 persen atau sebesar 40 persen dari nilai penyusutan dan peralatan kantor sebesar 1 persen atau sebesar 10 persen dari nilai penyusutannya.70 tahun ke tahun dan tidak dipengaruhi oleh rencana produksi.

kebakaran atau bencana alam.000. Total biaya premi asuransi diasumsikan tetap sebesar Rp.000. 6. dengan Biaya administrasi ini rneliputi pengadaan alat tulis kantor. 80.71 karyawan tetap dan tunjangan per tahun mencapai Rp. Tunjangan.970. Reklamasi Biaya reklamasi adalah biaya yang dikeluarkan untuk melakukan reklamasi di wilayah pertambangan.700. biaya penggantian ban. 500. 3.000.000. pelumas dan gemuk. biaya upah tenaga kerja langsung.000.00 per tahun. Besarnya premi adalah 1 persen dari total nilai peralatan dan bangunan. 5.000. Administrasi Biaya administrasi administrasi adalah pengeluaran perkantoran dan dana yang berhubungan pembiayaan fasilitas penunjang. Asuransi Alat dan Bangunan Barang-barang modal seperti peralatan dan bangunan pada industri ini diasuransikan untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diduga seperti kecelakaan.00 per tahun. Biaya variabel tersebut adalah sebagai berikut : .000. surat-rnenyurat dan sebagainya. Biaya variabel yang terdapat pada analisis ini adalah biaya bahan bakar solar. biaya telepon dan listrik.00 per tahun. biaya pemboran dan peledakan.00. Biaya ini meliputi penimbunan lahan kembali dan revegetasi yang besamya adalah Rp.00 per bulan atau Rp. 4. 20. Besamya biaya reklamasi didasarkan pada kewajiban jaminan biaya reklamasi yang ditetapkan Pemerintah Daerah setempat. 1. biaya retribusi produksi dan bagi hasil dengan desa. Biaya administrasi diasumsikan tetap dan diperkirakan sebesar Rp. asuransi dan uang lembur diasumsikan sebesar 25 persen dari total upah dan gaji.

10. sedangkan untuk Stone Crusher dan genset diperlukan 150 liter untuk produksi 150 m3 perhari.00 per tahunnya. Biaya pemboran/peledakan ini adalah .560. Dahana selaku perusahaan yang memiliki izin peledakan bekerja sama dengan pihak perusahaan. 1. Berdasarkan hasil wawancara dengan pimpinan CV.000.000.00 per tahun dan untuk gemuk sebesar Rp. rnaka diperlukan pemboran dan peledakan.920.00 per tahun. yaitu 1 unit Excavator. Gumelar yang melakukan kontrak kerjasama dengan PT. Total biaya pengeluaran untuk bahan bakar solar adalah Rp. 1 unit Stone Crusher dan generator set serta 2 unit Dump Truck. Untuk pelumas diperlukan 7 liter pelumas setiap hari dan untuk gemuk sebanyak 1 kilogram per harl sehingga biaya pengeluaran untuk pelumas sebesar Rp. Pelumas dan Gemuk Mesin dan Peralatan yang digunakan untukrnenjalankan produksi memerlukan bahan bakar sebagai alat penggerak mesin dan peralatan.000. 2. Bahan Bakar Solar. 42. Sehingga untuk mencapai kapasitas produksi sebesar 150 m3 diperlukan 1500 lubang peledakan dalam setahun.920. Bahan bakar yang digunakan adalah solar. untuk kapasitas prod_uksi 30 m3 per hari dilakukan pemboran/peledakan yang memerlukan 300 lubang peledakan dalarn setahun. Terdapat 4 mesin/peralatan yang memerlukan bahan bakar solar. Dahana dalam melakukan peledakan. Dump Truck masing-masing memerlukan 50 liter solar untuk pengoperasiaannya sehingga total penggunaan bahan bakar solar untuk semua mesin/peralatan adalah 320 liter per hari.72 1. Untuk Excavator diperlukan sebanyak 70 liter per hari untuk pengoperasiaannya. Pemboran dan Peledakan Untuk mendapatkan bahan baku produksi yang berasal dari gunung batu andesit. Pemboran dan peledakan ini dilakukan oleh PT.

00 per bulan sedangkan operator Stone Crusher sebesar Rp.00 per bulan. 3.73 Rp.000.500. dianggarkan 6 ban untuk 1 unit yang dicadangkan sebagai penggantian ban Dump Truck ini.00. 3. Total biaya penggantian ban adalah . 52.600.800. harga beli satu buah ban Dump Truck adalah Rp. 15.000. sehingga upah yang diterima buruh dalam satu hari adalah Rp. 1 orang operator Stone Crusher.000. Penggantian Ban Dump Truck Untuk pengangkutan hasil produksi ke gudang logistik. Supir Dump Truck menerima upah Rp.000.00. maka diperlukan 20 orang buruh harian sehingga total upah buruh harian ini adalah Rp.00 per hari atau Rp.00 per bulan sedangkan buruh harian menerima upah Rp. Tenaga kerja langsung pada industri ini adalah operator alat berat yang terdiri dari 1 orang operator Excavator.000.000. 18.000/m3 dimana dalam satu hari buruh tersebut dapat memecah batu sebanyak 3 m3. sehingga total biaya pemboran/peledakan per tahun adalah Rp. Rp. Untuk mencapai kapasitas produksi 150 m3. 300. 9.000. 1.00 per bulan.500.000.000.000.00.000. Dalam setiap tahunnya. 3. 2 supir Dump Truck dan 20 orang buruh harian pemecah batu tradisional.000. 58. Total biaya upah tenaga kerja langsung adalah Rp. diperlukan Dump Truck sebagai alat angkut. 300. Tarif peledakan per lubang didasarkan pada tarif yang ditetapkan perusahaan peledakan PT Dahana pada wilayah Jatihurip Kabupaten Sumedang.00 per lubangnya. Upah Tenaga Kerja Langsung Tenaga kerja langsung adalah tenaga kerja yang terlibat langsung dalam proses produksi. 400.00 per tahun. Upah operator Excavatorsebesar Rp.00 per tahun. Berdasarkan hasll survei lapang di wilayah Sumedang pada tahun 1999. 4. 35.

200.800.4. 10. setiap 1 m3 hasil produksi yang terjual dikenakan bagi hasil dengan desa sebesar Rp. rnaka setiap 1 m3 hasil produksi dikenakan biaya retribusi produksi sebesar Rp. Retribusi Produksi dan Bagi Hasil dengan Desa Sesuai dengan ketentuan dari pemerintah daerah setempat. yaitu Net Present Value (NPV). 10 Tahun 1994. Untuk mengantisipasi timbulnya biaya tak terduga dan kemungkinan kesalahan perhitungan. Dari perbandingan tersebut diperoleh nilai manfaat bersih setelah dikurangi pajak (net benefit after tax) yang kemudian dikalikan dengan tingkat diskonto sebesar 25 persen (discount rate) setiap . Nilai NPV. maka total biaya retribusi produksi yang dikeluarkan adalah Rp.000.000. Tingkat Kelayakan Usaha Dari hasil perhitungan terhadap arus manfaat dan biaya. Total biaya yang dikeluarkan untuk bagi hasil dengan desa adalah Rp. Net Benefit Cost Ratio (NBCR) dan Internal Rate of Return (IRR) serta perhitungan payback period.00. perusahaan dikenakan pajak penghasilan sebesar 30 persen dari laba bersih.74 5. 50. untuk menilai kelayakan investasi pada industri pengolahan batu pecah ini digunakan tiga kriteria investasi. 300. Seperti yang tefah diuraikan pada metode penelitian. NBCR dan IRR yang digunakan untuk menilai kelayakan investasi diperoleh dengan membandingkan manfaat dan biaya. 5. maka ditetapkan biaya lain-lain sebesar 1 O persen dari total biaya operasional.5.000. karena laba bersih yang dihasilkan diatas Rp.00. Sehingga dengan kapasitas produksi per hari sebesar 150 m3. Berdasarkan PP No. maka dapat ditentukan apakah investasi yang dilakukan pada industri pengolahan batu pecah ini layak diusahakan secara finansial.000 per tahun. maka sesuai kesepakatan dengan pemerintah desa. 1.00 per tahunnya. 43. Karena status Gunung Kerud sebagai tanah kas desa.200.00.

42.00.700. Pada akhir umur investasi. 16. NPV diperoleh dari hasil kumulatif manfaat bersih setelah didiskonto selama umur proyek. .000. NBCR diperoleh dari hasil pembagian antara jumlah manfaat bersih setelah didiskonto yang bernilai positif dengan jumlah manfaat bersih setelah didiskonto yang bernilai negatif. Hal ini disebabkan pada tahun tersebut terdapat peningkatan manfaat (Inflow ) dengan adanya nilai sisa dari bangunan yang terjadi pada akhir umur proyek yaitu sebesar Rp. Manfaat bersih setelah pajak yang diterima bernilai positif terjadi pada tahun ke-1. Besarnya nilai investasi yang dikeluarkan pada tahun tersebut terutama didominasi oleh besarnya nilai investasi peralatan tambang yang mencapai sebesar 92 persen dari total investasi.745.700. yaitu sebesar Rp. 448.825.500.00.00 dan berlangsung sampai dengan tahun ke-9. IRR diperoleh dengan cara coba-coba (trial and error) dari NPY positif dan akhirnya mencapai negatif yang kemudian diinterpolasi.000.75 tahunnya untuk memperhitungkan nilai waktu terhadap nilai manfaat bersih. yaitu sebesar karena pada tahun tersebut baru dilaksanakan kegiatan investasi sedangkan kegiatan produksi belum berjalan. 470. Pada tahun ke-6 manfaat bersih setelah pajak turun menjadi sebesar Rp.000.00 batu pecah ini masih bernilai negatif. 459. Berdasarkan hasil perhitungan pada Tabel Lampiran 5.505.470.131.00.700. Dari hasil perhitungan.00 karena adanya biaya investasi yang dikeluarkan untuk peralatan kantor sebesar Rp.795. 2.000.Rp.700.500. Pada tahun ke-7 terjadi peningkatan nllai manfaat bersih setelah pajak dibandingkan pada tahun ke-6 menjadi sebesar Rp. didapatkan besarnya nilai NPV pada industri pengolahan batu pecah ini sebesar .995. pada tahun ke-0 manfaat bersih setelah pajak pada industri pengolahan Rp.00 dan nilai ini besarnya tetap sama sampai dengan tahun ke-5. terjadi peningkatan nilai manfaat bersih setelah pajak menjadi sebesar Rp.995.30.000.

30.Rp. setiap pengeluaran sebesar satu rupiah hanya akan menambah nilai pendapatan bersih sekarang sebesar 0. Dengan tingkat diskonto sebesar 25 persen.76 Hal ini berarti bahwa nilai pendapatan laba yang diperoleh dengan memperhitungkan nilai waktu uang selama sepuluh tahun adalah sebesar Rp.83 persen menunjukkan kemampuan proyek dalam mengembalikan bunga pinjaman adalah sebesar 17.188. Pada metode ini terlebih dahulu dilakukan diskonto terhadap manfaat bersih yang diperoleh yang kemudian dikumulatifkan dari tahun ke tahun.30 atau industri ini tidak menghasilkan pendapatan laba bahkan mengalami kerugian sebesar Rp. 448.505. Untuk mengetahui berapa lama biaya investasi dapat tertutupi digunakan perhitungan dengan metode discounted payback period.83 persen lebih kecil dari opportunity cost of capitalnya sebesar 25 persen sehingga tidak layak dan menguntungkan untuk diinvestasikan.90.30 dan nilai NPV dengan tingkat diskonto 18 persen yang bernilai negatif sebesar . maka industri ini tidak layak diusahakan karena IRR lebih kecil dari tingkat diskonto. tingkat IRR sebesar 17.069. rnaka dengan nilai NBCR lebih kecil dari satu. 13.83 persen.278. Dilihat dari nilai NBCR.966.825.789.825. IRR yang terjadi adalah sebesar 17. IRR sebesar 17. Pada saat manfaat bersih kumulatif pertama kali .505.789 rupiah. maka investasi ini tidak layak diusahakan karena nilai NPV yang terjadi lebih kecil daripada nol (negatif).448. 65. Berdasarkan kriteria investasi. industri ini tidak layak diusahakan. Berdasarkan kriteria investasi. Hal ini berarti bahwa untuk setiap nilai sekarang. Dilihat dari kriteria IRR. Tingkat IRR ini diperoleh dari interpolasi NPV yang bernilai O yang terletak antara nilai NPV dengan tingkat diskonto 17 yang bernilai positif sebesar Rp.83 persen. Dengan kata lain. industri pengolahan batu pecah ini mempunyai nilai NBCR sebesar 0.

000 m3 batu split dengan harga jual Rp.Rp. pada akhir tahun ke-fO manfaat bersih kumutatif masih bernilai negatif yaitu .000. Biaya penyusutan dihitung penyusutan garis lurus dengan rumus : Nilai pembelian . 1.5.00. Untuk itu perlu dilakukan perhitungan estimasi Rugi-Laba menurut prinsip akuntansi. atau dengan kata lain perusahaan memperoleh laba =0 (Husnan dan Suwarsono.505. Biaya produksi dianalisis juga berdasarkan investasi.77 bernilai positif maka pada saat itu investasi sudah kembali.5.000. Titik impas merupakan suatu kondisi dimana perusahaan tidak mendapatkan keuntungan dan tidak mengalami kerugian. Berdasarkan hasil perhitungan tingkat pengembalian investasi pada industri pengolahan batu pecah ini. Dengan kata lain.825. komponen prinsip akuntansi.00 diperoleh dari penjualan hasil produksi sebanyak 36. Perhitungan titik impas (SEP) secara umum dilakukan dengan menggunakan prinsip-prinsip akuntansi. Penghasilan sebesar Rp.152. dimana penafsiran profitabilitas adalah laba bersih. industri ini juga tidak layak diusahakan.Nilai Sisa Penyusutan per tahun = Umur Teknis Peralatan dengan metode . 1994).000. 32.30. biaya investasi pada industri pengotahan batu pecah ini tidak dapat tertutupi dan kembali pada akhir umur investasi sehingga berdasarkan kriteria payback period. sehingga tidak terdapat biaya Biaya investasi ini dimasukkan dalam katagori biaya tetap yaitu dalam biaya penyusutan. 5.448. Analisis Titik lmpas (Break Even Point) Usaha Analisis titik impas (Break Event Point) usaha merupakan suatu analisis yang biasa dipergunakan untuk memperkirakan berapa minimal perusahaan harus menghasilkan dan menjual produknya agar tidak mengalami kerugian.

. 759. pemboran dan peledakan. Dalam rnelakukan perhitungan titik impas (BEP). 308.78 Sehingga biaya tetap terdiri dari komponen biaya penyusutan. Jika perhitungan diakumulasikan selama umur investasi.728 m3 batu split dengan nilai penjua1an Rp.662.966. 210. gaji karyawan tetap.279 m3 batu split dengan nilai penjualan sebesar Rp. jika mampu menjual sebesar 65. biaya lain-lain dan pajak dimasukkan ke dalam biaya tetap sehingga tidak terjadi kesalahan perhitungan (over estimate).91 persen dari total penjualan yang direncanakan.91 persen dari total penjualan yang direncanakan.200.939.00 pada tahun ke-t sampai dengan tahun ke-10. Dengan kata lain. penggantian ban. Total nilai penyusutan barang modal adalah Rp.24. pemeliharaan alat dan bangunan. retribusi produksi dan bagi hasil dengan desa.592. Dari estimasi perhitungan penjua[an dan biaya selama 1 O tahun diperoleh laba bersih yang dapat dilihat pada Tabel Lampiran 6. administrasi dan reklamasi. Dari hasll perhitungan -BEP yang dilakukan per tahun.450. Dari hasil perhitungan tersebut. perusahaan memperoleh laba bersih setelah pajak sebesar Rp. Disamping itu terdapat biaya lain-lain yang besarnya diasumsikan sebesar 10 persen dari total biaya tetap dan variabel dan pajak penghasilan sebesar 30 persen dari laba bersih. Nilai BEP ini diperkirakan dicapai setelah tahun ke-6 sebelum tahun ke-7. asuransi. Perhitungan biaya penyusutan dapat dilihat pada Tabe] Lampiran 4. maka perusahaan akan mencapai titik impas jika mampu menjual sebanyak 237.00 per tahun.40 atau 65.000. maka pada tahun ke-1 sampai tahun ke-10 perusahaan mencapai titik impas pada penjualan produk sebanyak 23. Biaya variabel juga terdiri dari komponen bahan bakar dan pelumas. perusahaan akan mencapai kondisi impas (laba=O). 7. upah tenaga kerja langsung.293.949.

yang keuntungan/laba setiap tahunnya pengambilan keputusan. Besarnya nilai penyusutan yang didasarkan pada asumsi linier ini tidak konsisten dengan nilai investasi yang langsung diakumulasikan pada tahun ke-0 karena adanya pengaruh nilai waktu uang. berarti perusahaan sehingga perbedaan mampu menciptakan ini dapat menyulitkan Perbedaan ini dapat terjadi karena adanya perbedaan mendasar pada asumsi dan prinsip perhitungan pada kedua analisis sehingga menyebabkan hasil perhitungan menjadi berbeda. Dari empat kriteria investasi (NPV. sedangkan pada analisis BEP ini perhitungan didasarkan pada prinsip akuntansi dimana biaya investasi disebar disetiap periode produksi dalam bentuk biaya penyusutan dengan asumsi penyusutan llnier. terdapat perbedaan yang tajam antara. sedangkan pada perhitungan titik impas (SEP) ini industri mampu mencapai titik impas.79 Dari hasil perhitungan diatas. Pada analisis finansial yang didasarkan aliran kas memperhitungkan nilai waktu uang sehingga laba bersih setelah pajak dikenakan tingkat diskonto sebesar 25 persen. 2. Pada analisis finansial penyusutan karena yang didasarkan investasi langsung diakumulasikan pada tahun ke-0. NBCR dan PBP) analisis finansial tersebut. Perbedaan-perbedaan yang aliran kas tidak terdapat biaya terjadi adalah : 1. hasil perhitungan titik impas (BEP) ini dengan hasil analisis finansial yang didasarkan pada cash flow. sedangkan pada analisis BEP tidak memperhitungkan niali waktu uang. . disimpulkan menghasilkan keuntungan sehingga industri pengolahan tidak layak dan pada ini tidak mampu tidak menguntungkan dilaksanakan. IRR.

Lebih besarnya manfaat bersih yang dihasilkan pada analisis arus kas disebabkan karena pada arus kas tidak memperhitungkan biaya penyusutan sehingga beban biaya tetap menjadi lebih kecil. 5. 1994). Berdasarkan hal tersebut. nilai waktu Untuk mengatasi kelemahan tersebut. maka dibuat perhitungan titik impas (SEP) yang didasarkan pada asumsi profitabilitas adalah NPV sehingga perusahaan dapat dikatakan mencapai titik impas jika mencapai NPV = 0 yang biasa disebut analisis SEP yang dimodifikasi (Husnan dan Suwarsono. adanya komponen biaya penyusutan dalam biaya tetap sehingga total biaya operasional menjadi lebih besar yang berpengaruh pada biaya lain-lain pada analisis rugi laba menjadi lebih besar dibandingkan pada analisis finansial yang didasarkan pada arus kas. Biaya tetap yang lebih kecil akan menyebabkan manfaat bersih yang diterima menjadi lebih besar. 4. . dapat disimpulkan bahwa perhitungan titik impas (SEP) diatas memiliki satu kelemahan yaitu tidak memperhitungkan uang. dalarn analisis finansial yang didasarkan pada arus kas menjadi lebih kecil dibandingkan pada analisis rugi laba karena pada analisis rugi laba. Pajak yang dikeluarkan perusahaan pada analisis finansial yang didasarkan pada arus kas menjadi lebih besar dibandingkan pajak yang dikeluarkan perusahaan pada analisis rugi-laba karena adanya manfaat bersih yang lebih besar pada analisis arus kas.80 3. Pada analisis finansial yang didasarkan aliran kas. nilai sisa diperhitungkan sebagai manfaat (penghasilan) sedangkan pada analisis SEP penghasilan hanya berasal dari penjualan saja. Biaya lain-lain yang diasumsikan sebesar 10 persen dari biaya operasional.

00 Sumber : Data diolah PVINFLOW (Rupiah) .339.140. industri ini mencapai nilai NPV sebesar .505. pada berbagai unit penjualan hasil produksi. maka dapat diketahui pada unit penjualan berapa (X) perusahaan mencapai titik impas (NPV=O).500.81 Dalam analisis ini. 448.486.825. Dengan asumsi perubahan unit penjualan produksi hanya akan mempengaruhi hasil penjualan dan biaya variabel secara proporsional. Nilai NPV.825.118.477.652.100.00 4.30 36000 4. Unit Penjualan (m3 per tahun) 1.005.30 46800 5. maka perlu dicari pada unit penjualan berapa NPV yang dihasilkan positif sehingga dapat diketahui nilai titik impasnya (BEP).30 pada unit penjualan 36000 per tahun.352.505. 0 2.00 212.885. sedangkan biaya investasi dan biaya tetap nilainya tidak berubah (sesuai dengan prinsip akuntansi) rnaka pada berbagai unit penjualan didapatkan nilai NPV. PVOUTFLOW (Rupiah) NPV (Rupiah) 4.392.461. 3. arus manfaat (inflow) dan arus biaya (outflow) didiskontokan dengan tingkat diskonto 25 persen. PV Inflow dan PV Outflow Pada Berbagai Unit Penjualan No.639.547.00 2.165.00 5.986.Rp. Berdasarkan analisis finansial pada Tabel Lampiran 5. Dengan memasukkan nilai NPV (Y) = O pada persamaan baru.657.500.30 -448.567. PV Inflow dan PV Outflow pada Tabel 9 sebagai berikut : Tabel 9.433. Setelah didapatkan masing-masing nilai PV inflow dan PV outflow pencarian titik inflow dan PV impasnya (SEP) dengan mencari outflow.084. Karena hasil NPV negatif.30 -2. persamaan dilakukan umum dari PV Persamaan umum dari PV inflow dan PV outflow diselisihkan sehingga didapatkan persamaan baru.

547.657.499.5. Kondisi ini terjadi bila tidak terdapat perubahan pada Untuk melihat pengaruh yang terjadi dengan adanya perubahan dimasa datang terhadap arus manfaat dan arus biaya diperlukan suatu analisis sensitivitas.499. + 53.00 per tahun.89 Titik impas didapat dengan memasukkan Y=O yang berarti nilai NPV=O.20 + 61. Rimantono GP ini tidak layak diusahakan berdasarkan pada kriteria investasi diatas.652.487.885.048.223.433.6.272.00.386.000. Nilai X yang didapatkan merupakan nilai titik impas (BEP) yang merupakan nilai penjualan minimal agar perusahaan tidak mengalami kerugian (laba=O). arus manfaat atau biaya.10 X Kemudian PV INFLOW DAN PV OUTFLOW diselisihkan menjadi : I Y= Y= 4.00 X Dan persamaan PV OUTFLOW yaitu : "'�. 80 + 114.885. 1.987.272.2.90X X = 43. Dari hasil perhitungan.657. 10 X _ Y= .048.331 m3 batu split dengan nilai penjualan adalah sebesar Rp.330. 5.987.487.547. .89 m3 batu split atau jika dibulatkan menjadi 43.2.00 X 2.223.· .652.433. dapat disimpulkan bahwa perusahaan berada pada kondlsi impas jika perusahaan mampu menjual produk sebanyak 43.20 + 0 = . industri pengolahan batu split yang dikembangkan oleh PT.592.82 Perincian perhitungan pada Tabel 9 dapat dilihat pada Tabel Lampiran 8.00 + 53. Analisis Sensitivitas Dari hasil analisis finansial. Dari hasil perhitungan.80 + 114. ) Y = 2.330.90 X 61. dengan regresi sederhana didapatkan persamaan PV '-- INFLOW yaitu : y = 4.

Pada saat penelitian dilakukan. maka dilakukan analisis sensitivitas dengan mempertimbangkan situasi perekonomian yang membaik dengan melihat perubahan pada nilai tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika berupa peningkatan nilai Rupiah terhadap Dollar Amerika dari Rp. Relatif besarnya biaya investasi pada mesin dan peralatan ini dilatarbelakangi oleh tingginya nilai tukar (kurs) Rupiah terhadap Dollar Amerika karena umumnya mesin dan peralatan tambang ini buatan luar negeri dimana harga beli didasarkan pada Dollar Amerika. Besarnya biaya investasi ini didominasi oleh besamya biaya investasi pada mesin dan peralatan tambang yang mencapai 92 persen dari total biaya investasi Rp.00 per Dollar Amerika (BPS.131.00 dari total biaya yang investasi dikeluarkan yaitu sebesar Rp. dengan demikian analisls sensitivitas dengan penurunan harga jual dan kenaikan biaya produksi sebesar 10 persen otomatis membuat industri ini menjadi tidak layak karena penurunan harga jual membuat nilai penerimaan manfaat (inflow) berkurang dan kenaikan biaya produksi sebesar 10 persen membuat nilai pengeluaran (outflow) menjadi lebih tinggi sehingga manfaat bersih (net benefit) juga akan berkurang yang mengakibatkan nilai kriteria investasi NPV. NBCR dan payback period masuk dalam katagori tidak layak. nilai tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika adalah Rp.2. 7.980. IRR. Peningkatan sampai dengan Rp.000.000.000.000.00 per Dollar Amerika . terlihat bahwa yang menjadi salah satu sebab industri ini menjadi tidak layak diusahakan karena besarnya biaya investasi yang dikeluarkan yang tidak dapat diimbangi dengan penerimaan manfaat yang dihasilkan selama sepuluh tahun.83 Karena hasil analisis finansial menunjukkan industri ini tidak layak diusahakan.000.000.1.000.00 sampai dengan Rp.00 per satu Dollar Amerika. Dari hasil analisis finansial yang dilakukan.00. Berdasarkan uraian tersebut. 9. 1999). 8.000. 7.

1.84 dilakukan berdasarkan perkembangan nilai tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika yang cenderung naik dan stabil pada kisaran Rp.30. maka didapatkan nilai NPV sebesar Rp.70.00.00 persen. 11.000.000.000.950. 10.00.00. Perubahan ini juga mengakibatkan perubahan pada arus biaya yaitu penurunan biaya operasional sebesar Rp.000.73. Perubahan ini juga mengakibatkan perubahan pada arus biaya yaitu penurunan biaya operasional menjadi sebesar Rp.500.000. juga terjadi penurunan biaya investasi menjadi sebesar Rp. 51.00 yang disebabkan oleh turunnya biaya pemeliharaan alat dan asuransi alat.031 dan IRR sebesar 26.234.650. Berdasarkan perhitungan Payback Periode.000.801. Hasil analisis sensitivitas ini disajikan pada Tabel Lampiran 9.000. NBCR lebih besar dari satu dan IRR lebih besar dari 25 persen serta tingkat pengembalian investasi masih lebih kecil dari umur investasi proyek.00 yang dipengaruhi oleh turunnya biaya investasi tambang sebesar Rp.999.000.1. pengembalian investasi diperoleh setelah 9.0763 tahun (9 tahun 18 hari). 1.691. 454. peralatan 1. 460.00. 7. Pada peningkatan nilai tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika menjadi sebesar Rp.667.000.540. maka didapatkan nilai NPV sebesar .000. maka industrl pengolahan batu split ini menjadi layak diusahakan karena NPV yang dihasilkan positif.Rp. NBCR sebesar 0.00 yang disebabkan oleh turunnya biaya pemeliharaan alat dan asuransi alat.000. 7.000. Berdasarkan hasil perhitungan. NBCR sebesar 1.00 yang dipengaruhi oleh turunnya biaya investasi peralatan tambang sebesar Rp. maka terjadi penurunan biaya investasi menjadi sebesar Rp.000.Juli 1999 (BPS.455.00 per US$ 1.00 selama Januari . 8. 1999).959 dan IRR . Pada peningkatan nilai tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika menjadi sebesar Rp. Berdasarkan kriteria investasi.00 per US$ 1.00 sampai dengan Rp.949. Berdasarkan hasil perhitungan. 7.

00. NBCR lebih kecil dari satu dan IRR lebih kecil dari 25 persen serta tingkat pengembalian investasi lebih besar dari umur investasi proyek.00.00 dengan asumsi bahwa kenaikan nilai tukar ini tidak diikuti oleh turunnya harga jual produk di pasar.00/US$ 1.896 dan I RR sebesar 21.000.049. 1. maka industri pengolahan batu split ini menjadi tidak layak diusahakan karena NPV yang dihasilkan negatif. Berdasarkan kriteria investasi. Berdasarkan hasil analisis diatas.135.760. 467.000. Berdasarkan hasil perhitungan.911.198.579. pada tahun ke-1 O tidak terjadi pengembalian investasi karena akumulasi nilai manfaat bersih masih bernilai negatif.000. maka didapatkan nilai NPV sebesar . maka industri pengolahan batu split ini menJadi tidak layak diusahakan karena NPV yang dihasilkan negatif. jika nilai tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika stabil dan berada pada kisaran setidaknya Rp.64 persen. NBCR lebih kecil dari satu dan IRR lebih kecil dari 25 persen serta tingkat pengembalian investasi lebih besar dari umur investasi proyek. . maka dapat disimpulkan bahwa industri ini dapat layak dilaksanakan.000.7. juga terjadi penurunan biaya investasi menjadi sebesar Rp.000. 1. Berdasarkan perhitungan payback periode. Pada peningkatan nilai tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika menjadi sebesar Rp.30. Berdasarkan perhitungan payback petiode.85 sebesar 23. NBCR sebesar 0.54 persen.Rp.000.000.00 per US$ 1.00 yang disebabkan oleh turunnya biaya pemeliharaan alat dan asuransi alat. Perubahan ini juga mengakibatkan perubahan pada arus biaya yaitu penurunan biaya operasional menjadi sebesar Rp.00 yang dipengaruhi oleh turunnya biaya investasi peralatan tambang sebesar Rp. Berdasarkan kriteria investasi. 8. pada tahun ke-10 tidak terjadi pengembalian investasi karena akumulasi nilai manfaat bersih masih bernilai negatif.

86

5.5.7. Alternatif Sewa Mesin Produksl dalam Penyediaan Peralatan Produksi
Seperti telah dikemukakan pada pembahasan sebelumnya, ketidaklayakan
pendirian industri pengolahan batu split andesit ini disebabkan karena biaya
investasi yang dikeluarkan tidak dapat tertutupi oleh akumulasi keuntungan (laba
bersih) yang dihasilkan selama umur investasi dengan tingkat diskonto sebesar 25
persen.

Biaya investasi ini sebagian besar (92 persen) dikeluarkan untuk membeli

mesin dan peralatan tambang yang digunakan dalam proses produksi.

Mesin dan

peralatan tambang ini umumnya buatan luar negeri sehingga biaya yang dikeluarkan
untuk pembeliannya didasarkan · pada Dollar Amerika.

Pada saat penelitian

dilakukan, kondisl perekonomian Indonesia sedang mengalami resesi dimana nilai
tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika mengalami depresiasi cukup tajam sehingga
mencapai Rp.9.000,00 per US$ 1,00 pada saat itu.

Hal ini mengakibatkan harga

pembelian mesin dan peralatan tambang otomatis meningkat tajam sehingga
mengakibatkan biaya investasi menjadi sangat besar.

Untuk itu muncul alternatif

lain dalarn memperoleh faktor produksi tersebut selain dengan membeli, yaitu
dengan rnelakukan penyewaan mesin dan peralatan tambang yang digunakan
dalam proses produksi.
Alternatif ini muncul didasari pada kenyataan di lapang bahwa ternyata
sebagian

besar industri sejenis di Sumedang

mengalami kekurangan

atau

kehabisan bahan baku batu split dalam proses produksinya, sehingga mesin
produksi yang dimilikinya berada dalam kapasitas menganggur (idle capacity).
Kondisi ini mengakibatkan opportunity cost mesin produksi menjadi sama dengan
nol karena tidak adanya proses produksi sehingga tidak ada keuntungan dari hasil
penjualan produknya.

Oleh karena itu harga sewa mesin produksi menjadi lebih

murah di wilayah Sumedang.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari pihak

87

perusahaan dan Workshop PU Cirnalaka, harga sewa mesin produksi yang terdiri
dari 1 unit Excavator serta I unit Stone Crusher dan genset adalah Rp. 5.000,00 per
m3 hasil produksi atau sebesar Rp. 180.000.000,00 per tahun.
Dalam melakukan perhitungan dan analisis finansial

dengan penyewaan

mesin produksi sebagai alternatif memperolehnya, maka biaya sewa mesin
dimasukkan

dalam katagori biaya variabel karena besarnya biaya tersebut

dipengaruhi oleh perubahan rencana produksi (iurnlah unit yang diproduksi)
sehingga biaya variabel menjadi sebesar Rp. 425.700.000,00 per tahunnya. Biaya
tetap yang dikeluarkan menjadi lebih kecil menjadi sebesar Rp. 176.580.250,00
karena berkurangnya biaya pemeliharaan alat dan asuransi alat menjadi sebesar
Rp. 176.580.250,00.

Biaya pemeliharaan dan asuransi alat berkurang karena

dengan menyewa mesin, perusahaan tidak perlu mengeluarkan biaya pemeliharaan
dan asuransi mesin karena pemilik mesin menanggung biaya tersebut. Perusahaan
hanya mengeluarkan biaya pemeliharaan dan asuransi untuk kendaraan angkut
hasil produksi Dump Truck 2 Unit, bangunan dan peralatan kantor.
Dari hasil perhitungan pada Tabel Lampiran 12 diperoleh hasil bahwa pada
tahun ke-0 manfaat bersih setelah pajak pada industri pengolahan batu pecah ini
bernilai negatif, yaitu sebesar Rp. 769.750.000,00 karena pada tahun tersebut baru
dilaksanakan kegiatan investasi sedangkan kegiatan produksi belum berjalan.
Namun biaya investasi ini menjadi lebih kecil dibandingkan dengan biaya investasi
pada analisis finansial sebelumnya dimana mesin produksi diperoleh dengan cara
membeli. Manfaat bersih setelah pajak yang diterima bernilai positif terjadi pada
tahun ke-1, yaitu sebesar Rp.384.803.825,00 dan nilai ini besarnya tetap sama
sampai dengan tahun ke-5.
menjadi

sebesar

Pada tahun ke-6 manfaat bersih setelah pajak turun

Rp.373.603.825,00

karena adanya

biaya

investasi

yang

88

dikeluarkan untuk peralatan kantor sebesar Rp. 16.000.000,00. Pada tahun ke-7
terjadi peningkatan nilai manfaat bersih setelah pajak dibandingkan pada tahun ke-6
menjadi sebesar Rp.384.803.825,00 dan berlangsung sampai dengan tahun ke-9.
Pada akhir umur investasi, terjadi peningkatan nilai manfaat bersih setelah pajak
menjadi sebesar Rp.414.553.825,00.

Hal ini disebabkan pada tahun tersebut

terdapat peningkatan manfaat (Inflow) dengan adanya ni!ai sisa dari bangunan yang
terjadi pada akhir umur proyek yaitu sebesar Rp. 42.500.000,00.
Dari hasil perhitungan dengan tingkat diskonto 25 persen, temyata industri ini
menjadi Iayak diusahakan.

lndustri ini menjadi layak karena nilai NPV yang

dihasilkan adalah Rp.604.633.309,08, nilai NBCR adalah 1,785, IRR adalah 49,01
persen dan payback period adalah 3, 118 tahun atau 3 tahun 1 bulan 8 hari.
Berdasarkan kriteria investasi karena nilai NPV positif, NBCR lebih besar dari satu,
!RR Iebih besar dari tingkat diskonto 25 persen dan payback period lebih kecil
dari
. umur investasi maka industri ini layak dilaksanakan dan menguntungkan.
Dari uraian diatas,

maka dapat disimpulkan bahwa penyewaan mesin

produksi merupakan salah satu alternatif yang sangat baik dalam memperoleh faktor
produksi utama yaitu mesin produksi bagi perusahaan pada industri pengolahan
batu split ini.

Dengan melakukan penyewaan mesin produksi, maka industri ini

menjadi layak dan menguntungkan diusahakan didasarkan pada hasil perhitungan
kriteria investasi yaitu NPV, NBCR, IRR dan payback period yang relatif tinggi yang
mencerminkan industri ini akan menghasilkan keuntungan yang cukup besar.

Berdasarkan perhitungan titik impas (BEP) yang dimodifikasi dengan memperhitungkan nilai waktu uang.386. Kesimpulan Berdasarkan analisis potensi dan kendala pendirian industri pengolahan batu split andesit dari aspek pemasaran terlihat adanya potensi pemasaran yang cukup baik dilihat dari permintaan pasar batu split untuk Kabupaten Sumedang yang cukup besar yaitu 250.592.331 m3 batu spit per. Sedangkan berdasarkan hasil analisis finansial yang didasarkan pada aliran kas (cash flow). Sedangkan pada peningkatan nilai tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika menjadi sebesar Rp.00 dan Rp.00 per tahun. 7. . Berdasarkan hasil analisis sensitivitas ternyata industri ini dapat layak dlusahakan pada peningkatan nilai tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika menjadi sebesar Rp. maka pendirian industri pengolahan batu split tidak layak dan tidak menguntungkan untuk diusahakan. temyata industri ini baru dapat mencapai kondisi impas (NPV=O) pada saat penjualan produk mencapai 43.00.000. tahun dengan nilai penjualan sebesar Rp. 1.89 m3 batu split per tahun atau dibulatkan menjadi 43. tingkat persaingan yang relatif kecil karena produsen batu split sedikit dan besarnya margin pemasaran produk yang berasal dari luar wilayah Sumedang membuat peluang pemasaran produk ini relatif besar.500.00 industri pengolahan batu split ini kembali menjadi tidak layak dan tidak menguntungkan untuk diusahakan. KESIMPULAN DAN SARAN 6.330. Di samping itu.000. Dari hasil analisis potensi dan kendala dari aspek teknis dan manajemen terlihat bahwa aspek teknis dan manajemen juga mendukung terlaksananya pendirlan industri ini.000 m3 batu split sarnpai dengan 430.00 per US$ 1.000 m3 batu split per tahun.1.VI.00 per US$ 1. 7.000. 8.

633.08.00 maka disarankan PT.90 Berdasarkan hasil analisis finansial dengan altematif sewa mesin produksi.00 per US$1.604. maka jika investasi tetap dilakukan dengan membeli mesin produksi dan nilai tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika berada pada level diatas Rp. rnaka disarankan perusahaan menunda pelaksanaan investasi ini sampai situasi tersebut tercapai. NBCR sebesar 1. aspek teknis dan manajemen yang mendukung maka pelaksanaan investasi dengan menyewa mesin produksi merupakan suatu kesempatan investasi yang sangat baik yang harus dimanfaatkan PT. 7. NBCR. Dengan didukung potensi pasar yang cukup baik. IRR sebesar 49. IRR dan payback period relatif lebih tinggi sehingga tingkat keuntungan yang dihasilkan menjadi cukup besar. . Saran Berdasarkan analisis yang dihasilkan pada penelitian ini. temyata dengan menyewa mesin produksi industri ini menjadi layak untuk dilaksanakan.000. Rimantono CP tidak melakukan investasi pada industri pengolahan batu split ini.7. ternyata industri ini menjadi layak dan menguntungkan dengan nilai NPV yang dihasilkan sebesar Rp. Saran ini lebih diutarnakan untuk dilaksanakan karena perusahaan tidak perlu menunggu kapan waktu yang tepat untuk berinvestasi di bidang ini. Perusahaan disarankan mempertimbangkan penyewaan mesin produksi karena berdasarkan hasil analisis finansial.309. Alternatif ini jauh lebih baik dibandingkan dengan membeli mesin produksi karena nilai NPV.2.785.00. Jika situasi perekonomian Indonesia memiliki kecenderungan membaik yang ditandai oleh stabilnya nilai tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika setidaknya pada kisaran dibawah Rp.00/US$ 1.01 persen dan PBP sebesar 3 tahun 1 bulan 8 hari. Rimantono CP. 6.000.

Jawa Barat. Edisi Ketiga. Pengantar Evaluasi Proyek. 1994. Edisi Kedua. Teknik dan Manusiawi. D. Herudjito. J. Kantor Statistik Kabupaten Sumedang. AMP YKPN.P. Dasar-dasar Manajemen Pendekatan Proses. Gramedia Pustaka Utama. C. Pra Studi kelayakan Pendirian lndustri Pengolahan Yoghurt di Kabupaten Bandung. Analisa Ekonomi Proyek-Proyek Pertanian. Penerbit FEUI. Kabupaten Sumedang Dalam Angka Tahun 1997. M. Akuntansi Untuk Usahawan (Management Accounting). Gray. Nugroho. Fungsi. Bogar. Evaluasi Proyek (Suatu Pengantar). UI Press. Jakarta. 1999. et all. Statistik Ekonomi Keuangan Indonesia (Indonesian Financial Statistic). Djamin. Perkembangan Bahan Galian lndustri dan Prospeknya dalam Dekade 1990-an di Indonesia dalam Proceeding dan Kolokium Evaluasi Kegiatan Penelitian dan Pertambangan 1992/1993.. Perencanaan dan Analisa Proyek. Jakarta. J Gittinger. Jakarta. Sumedang. Bandung. Jurusan Teknologi lndustri Pertanian. Sistem. 1999. Pengantar Statistik Ekonomi dan Perusahaan. 1998. Jurusan llmu-llmu Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian lnstitut Pertanian Bogar. lnstitut Pertanian Bogar. Z. UPP AMP YKPA. Lembaga Penerbit FEUI. 1996. Haryadi. Penuntun Menyusun Studi Kelayakan Proyek. Bandung. 1996. 1997. D. Bandung. Jakarta 1993. Statistik Harga Perdagangan Besar Indonesia. Fakultas Teknologi Pertanian. Studi Kelayakan Proyek. 1983. 1981. Jakarta Bank Indonesia. Pusat Penelitian Pertambangan dan Energi. Et al.September 1999. Hartanto. 1986. H dkk. 1993. Bogor Husnan dan Suwarsono. Jdris. Jakarta. . Y. Budiyuwono. Fandalarasati. 1994. Lembaga Sinar Baru. Jakarta. 1993. Yogyakarta. Choliq. Edisi Ketiga.A. 1993. UPP Penerbit Pionir Jaya. lndikator Ekonomi Juni . Yogyakarta.DAFTAR PUSTAKA Sadan Pusat Statistik.

1994. Edisi Kelima. Y. Sulistyowati. 1993. Jakarta. P. Sevilla.U. Analisis Kelayakan Finansial Unit Usaha Pakan Ayam Broiler pada Koperasi Petemak Unggas Kujang Lestari. Jakarta. Pemerintah Kabupaten Dati ll Sumedang. Umar. Jurusan llmu-llmu Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian lnstitut Pertanian Bogar. E. Puspitasari.H. Jakarta. Jakarta. Studi Ketayakan Pendirian Pabrik Pakan Ternak Bikatein dari Ubi Kayu di Kabupaten Lampung Tengah. Akuntansi Manajemen : Konsep. Pustaka Sinar Harapan. Jakarta. Limbong. S. 1979. Begor. · Soedarsono. Jurusan Teknologi tndustri Pertanian. Yogyakarta. Laporan Pengendalian Umum Pelaksanaan Proyek Pembangunan Kabupaten Dati II Sumedang. Pusat Pengembangan Manajemen. . Kursus Manajemen Multimedia. H. 1993. 1990. Pengantar Metode Penelitian. Bogar.P. Lampung. Konstruksi Jalan Raya. C. BPFE-Yogyakarta. A. Jakarta Mulyadi. Metode-metode Peramatan untuk Manajemen. 1987. Soekartawi. Dasar Penyusunan Evaluasi Proyek. lnstitut Pertanian Bogor. 1997. Bina Rupa Aksara. Badan Penerbitan Sekolah Tinggi llmu ekonomi YKPN. 1990-1998. 1985. Manajemen Pemasaran : Analisis. Erlangga. Yogyakarta. Manajemen. J. Badan Penerbit Pekerjaan Umum. 1994. Fakultas Teknologi Pertanian. Pengantar Tataniaga Pertanian. Pusat Pengembangan Manajemen. Bogar. Metode dan Kasus. Sartono. 1996. 1996. Jakarta. 1997. Sumedang. Studi Kelayakan Bisnis Gramedia Pustaka Utama. tmplementasi dan Pengendalian. Manajemen Keuangan. W. Makridakis. Kabupaten Bogar. Perencanaan. Manfaat dan Rekayasa.92 Kotler. Penerbit Ul-Press.

Pra Penambangan Keterangan --�· Biaya Pengeluaran (Rp. Kebutuhan lnvestasi lndustri Perigolahan Batu Split WO� ---.Tabel Lampiran 1.) .

Biaya Perizinan penambangan (SIPD) ----�r Persiapan dan sub total Konstruksi 50.000.000.000.000.-- 25. Biaya Eksplorasi b.00 25.000.00 a.000.00 .

00 1. 131.00 25.000.000.00 25.00 1. c.00 123.250. Alat kantor dan Mebeulair b.00 618.000.00 506.000.000. Dump Truck 10 m3 2 unit · -c.000.000.cf:-stone Crusher 1 unit --- �--- ·-.000.00 16.00 .250.00 7.4 --- -·-- sub total sub total Peralatan Kantor.000.000.000.000.00 5. P3K dan Keselamatan Kerja d. Excavator 1 unit -·�b . Genset 250 KVA 1 unit -�--·----·'>· -�. Base Camp dll a.000.000. Peralatan Administrasi c.000. Pematangan lahan dan stock pile seluas 5000 m2 Pembuatan bangunan kantor 50 m2 Pembuatan gudang handak 100 m2 P�mbuatan gudang logistik 100 m2 3 - Peralatan Tambang --·-·-··· a.000.000.00 3.00 85. Perlengkapan Base Camp.000.750.000.000.000.000.000.00 2.---·--�-�- a.000. b.000.980.000.000.00 731.750. Peralatan Komunikasi sub total Total Biaya lnvestasi --WO� 10.00 25. d.000.

00 139.000.00 750.000.900-.000.00 600.000.00 80.000.725.00 400.000.000.625.000. Kepala Seksi Keamanan/Gudang -· Seksi Penjualan/Pemasaran Seksi Keuangan/Administrasi ---·---Mekanik Mesin/Peralatan Satpam/Keamanan >--· Sub total -�·· --·--Asuransi Karyawan dan tunjangan (25%) Total UpahTK tidak langsung Total Upah -- Jumlah Tingkat Upah/Gaji/bln 1 Orang 1 Orang 2 Orang 20 Orang 300.000.800 .00 400.0() 2.000.000.00 58.600.00 .000.00 400.00 400.00 400. Posisi /Jabatan 1 Tenaga Kerja Langsung Operator Excavator Operator Stone Crusher Supir Dump Truck Buruh Harian Total Upah TK Langsung 2 Tenaga Kerja Tidak Langsung ' Manager Kepala Bagian Pemasaran Kepala Bagian Produksi!Tambang .000.000.00 1.00 1 Orang 1 Orang 1 Orang 1 Orang 1 Orang 1 Orang 2 Orang 4 Orang 1.000.00 750.0.00 100.00 400.00 200.000 .000.00 300.000.00 6.000.00 300.00 400.000.800.000.000.000.000.00 400.000.00 4.Tabel Lampiran 2.000.00 300.00 4.400.00 3.000.70. Kebutuhan Tenaga Kerja pada lndsutri Pengolahan Batu Split No.00 Total Biaya/bln Total biaya/thn 300.00 750.00 27.000.000.000.000.900.000.000.000.000.00 180.00 11.325.00 750.00 52.500.000.

650.000.000.ro:- -f Bahan L---- 1------�.250. Stone Crusher 2 Pera Iatan Kantor dll 3 Sangunan 4 Biaya pra tambang Total . Excavator 70 liter/hari -c.375. 147.500. Pemboran dan Peledakan serta Pemeliharaan Peralatan -·r:.625.000.000. ------- i- Keterangan · Bakar dan Pelumas Kebutuhan Biaya per satuan Total Biaya/ {Rp.000.500.�---Total Siaya Pemeliharaan 6 Asuransi peralatan dan bangunan 1 % dari nilai alat & bangunan/tahun --.00 0.00/thn Rp.I Jumlah (unit) 1 2 1 1 unit unit unit unit.700.00 42.-----·-�·----····----I No.200.00 4./tahun) Rp.00/thn Pemeliharaan bangunan 2% dari nilai bangunanltahun Pemeliharaan alat kantor 1 % dari nilai peralatan kantor/tahun �--···. 5 62.000.00 18.000.00/kg 49.000. 6.500.00 32.00 - Bahan bakar Solar a.000. 35.00 10.00 1. 125./tahun) 73.00 61.000.000. Excavator b.200.750.220.00 0.000. 20.00 0.00/ban 4% dari nilai peralatan berat/tahun Rp.00 .00 50.000.00 42.000.00 52.450.00 20. 1.00 · 85.970.00 123.750.b.000.250.000. 6.000.250.920. Estimasi Nilai Sisa dan Penyusutan Ba rang lnvestasi (asumsi Umur lnvestasi 1 o tahun) ---.00 12.000.000.500.000.00 618.00 0.000.000.00/lubang 6 ban/tahun Rp.00/thn Tabel Lampiran 4.500.000.00 Rp.00 0.00/ltr Rp. 1.00 Nilai Penyusutan (Rp.000.000.000. Jenis lnvestasi 1 Peralatan Tambang a. Dump Truck c.000.000. ! I I I I -I Harga --···--··--.00 210.000.000.000.000.00 0.00 3.000. Kebutuhan Bahan Bakar.400. Stone Crusher & Genset I 150 liter/hari 50 liter/hari/unit 320 liter/hari 7 liter/hari 1 kg/hari Dumptruck 2 Unit Total biaya bahan bakar solar <--� Pelumas (oli) Gemuk Total Biaya Bahan Bakar 2 femboran/peledakan I '--3 Penggantian ban Dump Truck 4 Pemeliharaan Alat dan Bangunan I I -·----.970.000.) Pembelian (Rp. 79.000.00/thn 81.----------------------- Nilai Sisa (Rp.00 Rp.000.875. 320.00 50.00 506. Genset d.000.00 2.� _E>_e_'!:leliharaan alat berat 1500'1ubang/tahun Rp.) 731.000.00/ltr Rp.560.Tabel Lampiran 3.500.00 5.920.

000.000..644.00 64..000.000.920.00 20.00 464.00 - Biaya Variabel Bahan bakar Pelumas (oli) Gemuk Pemboran dan Peledakan -· ---.00 189.000.406.000.00 10. Tunjangan dan Asuransi --· Pemeliharaan alat dan bangunan -··-- --�--- Asuransi alat dan bangunan Administrasi •••----w•-·- Reklamasi sub total Biaya Penyusutan Biaya lain-lain Total Biaya Tetap Total Biaya Operasional 3 Laba Produksi 4 Pajak Penghasilan (30%) 5 Laba Produksi Setelah Pajak 49.) -�-.00 210.00 ---- 80. 152.000. 700.00 1.890.944.000.920.00 245.450.000.500. Estimasi Rugi Laba pada lndustri Pengolahan Batu Split Tahun ke-1 s/d Tahun ke-1 O Keterangan Jumlah (Rp.00 132.000.000..--··· Upah Tenaga Kerja Langsung Penggantian Ban -1 -----·--.000.800.000.-� .00 52.200.000.00 58.00 441. - Retribusi Produksi Bagi Hasil dengan Desa ---- Total Biaya Variabel Biaya Tetap Gaji Karyawan Tetap.000.y>enJualan 2 Biaya Operasional -· 1.800.Tabel Lampiran 6.000.00 6.604.00 10.00 81.000.00 710.000.000.000.560.00 18.700..356.000.000.00 43.000.000.000.220.00 1.20 - .949.800.970.00 308.

592. 152.700.00 36000 Thn ke-6 1.000.24 23.000.94 759.727.700.00 Biaya Variabel Rupiah 245.800.825.24 23.00 597 .800.293 .-·-Thn ke-7 1.700.700.24 23.000.00 6.00 6.800.00 245.00.24 23.24 23.94 759.000.Tabel Lampiran 7.94 759.000.24 23.- - 10 Biaya Variabel Biaya VariaRupiah bel (Rp/m3) 2.00 245.00 .966.508.00 597.350. 700.825.000.36000 "'""--· Thn ke-8 1. 152.000.662.00 245.152.00 Biaya Variabel (Rp/m3) 6.727.000. 152.825.700.000.966.825.000.00 597.000.24 23.966 .152.0q 36000 I Thn ke-5 1.000.152.966.966.293.-··-·---------.94 759 .000.00 36000 Thn ke-4 1.000.700.00 245.973.00 245.825.00 597 .700.966.000.966 .00 6.350.800.825.00 36000 .152.825.00 36000 Thn ke-3 1.966.966.00 6.350.520.727.700.00 6.350.000.727.00 245.727.00 36000 Thn ke-2 1.00 360000 5.825. 152.800.727.152.000.350.000.00j 36000 Biaya Tetap Rupiah 597.00 6.727.250.00 597.00 597.94 759. Perhitungan Break Event Point pada Industri Pengolahan Batu Split Tahun Nilai Penjualan Jumlah Pen jualan (m3) Thn ke-t 1.000.00 .000.000.825.825.24 23.94 759.350.000.00 245.24 23.00 Titik BEP Jumlah I Nilai Penjualan 237279 I 7 .94 759.00 36000 Thn ke-9 -1.800.293.000.293.000.00 6.00 245.000. 152.94 759.293. --·· ·-··· ·-·-·--·· .000.00 ·-� .00 245.94 759.00 597 .1_ 36000 Ihn ke-10 lJ.350.727.293.727.000.00 6.00 68.00 597.000.350.939.000.00 6.350 .000.000.00 Titik BEP Jumlah Nilai Penjualan 23. 700.293 .000.293.000.00 597.293.800.000.94 7 59 .800.966.000.800.727.24 Akumulasi Perhitungan Break Even Point lndustri Pengolahan Batu Split Selama Umur lnvestasi 10 tahun -.293.350.457.800.Tahun Nilai Penjualan Jumlah Pen· Biaya Tetap jualan (m3) Rupiah 1 s / d 11..

104 Tabel Lampiran 13. Analisis Peramalan Permintaan Pasar Batu Split Trend Analysis Data: Tahun Kebutuhan Batu Split .

9 358708947 Row Period Forecast 1 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 273422 291588 309754 327921 346087 364254 382420 400586 418753 436919 2 3 4 5 6 7 8 9 10 .4*t Accuracy MAPE: MAD: MSD: Measures 10.0000 Batu Split 0 Fitted Trend Equation Yt = 73591.1 + 18166.1855 14986.99888 93212 100047 147565 192233 209078 211651 219227 207780 254386 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 Linier Trend Analysis Data Length NMissing Kebutuhan 10.

79 R-Sq(adj) Analysis of Variance DF SS MS Source 1 27226517772 27226517772 Regression 8 3587089467 448386183 Error 0.000 = 86.9% F p 60.09 7.72 0.4% p T 5.000 0.105 Regression Analysis The regression equation is Y = 73591 + 18166 X Coef St Dev Predictor 73591 14465 Constant 18166 2331 Cl S = 21175 R-Sq = 88.000 .

17% 1993 Rp 380.00% 1996 Rp 380.16% 1990 11497 18.97% 1992 Rp 300.71% 1989 8816 1989 9395 6.95% 1996 1997 70.03% 1992 14801 4. Perkembangan Harga Bahan Bakar Solar di Indonesia Tahun Harga/Liter % kenaikan 1989 Rp 200.106 Tabel Lampiran 14.60% 1991 Rp 272.00 9.00% 1995 Rp 380.00 0.00 1990 Rp 226.50 16.00% 1998 Rp 495.00 0.12% Sumber: Statistik Harga Perdagangan Besar Beberapa Propinsi di Indonesia 19871998.28% 1995 11367 -9. Perkembangan Harga Batu Split (Kerikil) di Propinsi Jawa Ba rat Tahun Harga % kenaikan/Pe nurunan 1987 7519 14.07% 1993 13658 -8.28% 1991 14199 19.30% Rata-rata kenaikan 9.42 23.00 0. BPS .42% 1998 38430 Rata-rata kenaikan 11.00 0.25 11.68% Sumber: Statistik Harga Perdagangan Besar Beberapa Propinsi di Indonesia 19871998.05% 1994 Rp 380. BPS Tabel Lampiran 15.00% 1997 Rp 380.37% 1994 12498 -9.00 21.

00 Juni Juli Rp. 6.39 Juni 22.446. Bulan Nilai Tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika Januari Ro.00 April Rp.00/ US$1.00/ US$1. 8.02 Mei 23.104. BPS .00/ US$1. BPS Tabel Lampiran 17.849. 8.00 Februari RP.89 Maret 26.00 Maret Rp.00 Sumber : lndikator Ekonomi September 1999.778.00/ US$1.00/ US$1.107 Tabel Lampiran 16.00/ US$1. 8.96 Februari 25.632. 9. 7.419.00 Rp. Perkembangan Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dollar Amerika selama Januari .10 April 24.75 Juli 21. Perkembangan Suku Sunga Kredit lnvestasi Bank Umum di Indonesia selama Januari-Juli 1999 Suku Sunga (%) Bulan Januari 25.00 Mei Rp. 8.74 Sumber: lndikator Ekonomi September 1999.992.Juli 1999.00/ US$1.

. Perpipaan Pemerintah 1000-4000 m3 8. Lestari GEL 15 juta . Bangunan. CV.200 juta Jalan. Pengairan. 200 juta . Bangunan. Eka Rasa 15 juta . CV. Swasta 3000-6000 m3 18. Perpipaan. CV. Nama Perusahaan . CV. CV. Kelistrikan Pemerintah. KARYA 15 juta .500 juta Jalan. CV. Kahuripan GEL 15 juta .Tabel Lampiran 18. CV. CV. Gafin & Co. . Karya Sejati 15 juta .200 juta Bangunan Pemerintah 500-1000 m3 11. CV. GEL 15 juta . Pengairan Pemerintah 1000-4000 m3 5.200 juta Jalan dan Bangunan Pemerintah 1000-3000 m3 No.200 juta Jalan dan Bangunan Pemerintah 1000-3000 m3 17.200 juta Bangunan Pemerintah 500-1000 m3 3. a) Kontraktor Proyek Pembangunan 1. CV. Megah Jaya 15 juta . Lingga Jaya GEL 15 juta . FA. Pengairan Pemerintah 1000-3000 ma 14. CV. CV. Karakteristik Responden Konsurnan Batu Split di Sumedang . !VAN 200 juta .200 juta Jalan dan Bangunan Pemerintah 1000-3000 m3 4. Swasta 1000-4000 m3 9. . Bangunan. Guna Jaya 15 juta . . CV.� . Bangunan. Komara Jaya 15 juta . Inti GEL 15 juta . CV. CV. Kanta Mas 15 juta . ITO &Co. Bangunan. Bangunan.200 juta Jalan dan Bangunan Pemerintah 1000-3000 m3 6.500 juta Jalan. Delta Mandiri GEL 15 juta . Perpipaan Pemerintah. Karya Jaya 15 juta . Omzet Penjualan (Rp/tahun) Proyek yang dijalankan Konsumen 0 00 . CV..200 juta Bangunan dan Pengairan Pemerintah 500-1000 m3 12.200 juta Bangunan dan Kelistrikan Pemerintah 500-1000 m3 15.1 milyar Jalan. Pengairan.200 juta Bangunan Pemerintah Penggunaan Batu Split/tahun 500-1000 m3 2. CV.200 juta Jalan.200 juta Jalan dan Bangunan Pemerintah 1000-3000 m3 16. Anry Putra GEL 15 juta . Perpipaan Pemerintah 1000-3000 m3 10.200 juta Jalan. Lingkar Jati 500 juta .200 juta Jal an dan Pengairan Pemerintah 1000-4000 m3 7.200 juta Jalan dan Bangunan Pemerintah 1000-3000 m3 13.

Perpipaan Pemerintah. Tirta Rasa Jalan.19. Perkasa Jaya 24. Satya Graha 15 juta . Sindang Lingga 15 juta . CV. Sinar Mukti 15 juta . CV. Pratama 15 Juta . Perpipaan Pemertntah. Swasta 1000-4000 m3 15 juta .200 juta Jalan dan Bangunan Pemerintah 1000-3000 m3 200 juta .200 juta Jalan dan Bangunan Pemerintah 1000-3000 m3 28. CV. CV.200 juta Jalan dan Bangunan Pemerintah 1000-3000 m3 29.200 juta Jalan.200 juta Jalan dan Pengairan Pemelintah 1000-2000 m3 25. CV.200 juta Jalan dan Bangunan Pemelintah 1000-3000 m3 CV. Pengairan. CV. Kelistrikan Pemertntah 1000-3000 m3 Jalan. CV. CV. Bangunan. Pangadegan 200 juta .200 juta Jalan dan Bangunan Pemerintah 1000-3000 m3 26. Nurcahya 22. Bangunan. GEL 15 [uta . Swasta 1000-5000 m3 200 juta . Moresko GEL 20. SRI 15 juta . PIALA 15 juta .200 juta Bangunan dan Pengairan Pemerintah 1000-2000 m3 27. CV. CV.200 juta Jalan dan Bangunan Pemerintah 1000-4000 m3 32.200 juta Jalan dan Bangunan Pemerintah 1000-3000 m3 33.500 juta 23.500 juta Jalan. Tangkil & Co.200 juta Jalan Pemerintah 2000-5000 m3 31. Bangunan. Sinta Aroma GEL 15 Juta . Pengairan Pernerintah 1000-3000 30. Bangunan. CV. CV. Pengairan Pemertntah 1000-4000 m3 15 juta . Perdana Karya GEL 15 juta . CV. CV. Niskala 21.500 juta ms - 0 '° A .200 [uta Jalan. Pengairan. Bangunan. 15 juta .

b ). Perusahaan Bahan Bangunan
No.

Nama Perusahaan

Wilayah Pemasaran

Konsumen

Wilayah Pembelian

Penjualan Batu Split/tahun

Batu Split

1.

PB. Barokah Jaya

Tanjungsari s/d Bandung

Masyarakat

Banjaran - Bandung

2.

PB. Budi Agung

Sumedang Utara dan

Masyarakat

Jatihurip, Cimalaka

Kontraktor &

Cimalaka, Majalengka

1000 - 6000 m3

1200 - 3600 m3
600-2400 m3

sekitarnya
3.

PB. Lingkar Jati

Sumedang

Masyarakat

4.

PB. Maju Jaya

Sumedang

Masyarakat

Cimalaka, Majalengka

600-2400 m3

5.

PB. Parigi Jaya

sumedang

Kontraktor &

Cimalaka, Majalengka

1000 - 6000 m3

Masyarakat

6.

PB. Saluyu Jaya lndah

Tanjungsari s/d Sumedang

Masyarakat

Banjaran - Bandung

1200 - 4800 m3

7.

PB. Sukma Asih Pratama

Tanjungsari s/d Sumedang

Masyarakat

Banjaram - Bandung

1200 - 4800 m3

-

0

Gambar Lampiran 1. Peta Desa Jatihurip Kecamatan Sumedang Utara

DS!"�A 'l'TlUli.Ar,!AnG(;ALA DMi

u

111

c:u::ou;

nr , 2/I

H

� ....
,)

...;·

,,.

nw.r

;--,

,..,.

-

0

_,

.;--:;

r,,

H

C-f
-,(,

,<

>-:,

C/)

!!:\

1-:

..,-;
: : )

- .,
�·,

�.:-:;·

i;.

-

:s

:-

S I '!: U

�J.11tnn Ykr1n

.. :31:1 'c OD '.Vil .:f.\l.ol'./'

BatJn

-.-.-.

xxxxxxx

L u R

;3
..

'l[j_l

. JC,; r· J

fl

II(; n ;J '.'15-.l H\:I.

,J nl 01:

j� ll LH l P"

.. J Ill e n ,)e;;n

':n,.

'

Gambar Lampiran 2. Grafik Titik lmpas BEP Dimodifikasi

6 .OOiJ. 000 .000.00

5 GOO 000 .000 00

4 000 000.C:OU 00

.c

- 4l} - P\/ INFLO\N

·� 3 000 000. 000 00

- - PV
OUTFLOW .

.�

,
2 000.000.000 00

,

,

,

,

,

Unit

I

I

·! 000. OC:O. 000 00

I

,

.,
0

oo

.,

I

I

, �����:..������������......
1

2
m3

�����������- �����- '
3

,_.

......
Iv

N DESA JATI HUIUP Bangunnn·kantor dan base camp dan fasilitas air serta penunjang la innya selu11s 50 m2 Instalasi pengolahan batu berupa Stone Crusher dan Genset seluas hO m! Bangunan Gudang Handak seluas 60 m2. KERUD EJ PEMUKIMAN K 81'ER. ' D Gambar Lampiran 3./\NGAN A B c JALA.:t·K'. 100 m2. + 500 meter . Tata Letak (Lay Out) Pabrik Pengolahan Batu Split ·"- � A � ft) w . 1 D Bangunan Gudnng Logistik seluas.[ a � U+- CC] '30 m GUNU.

Bangunan Kantor 1 2 3 4 5 6 7 B.j''I'umbang Ruang Kepala Pemasaran beserta 2 Staf Base Camp dan Logistik 7 Dapur Kamar Kecil Bangunan Gudang Handak 8 Handak Exavat or 9 : Handak Dump Truck 10: H0ndak Dump Trucl< Lanjutan Gambar 3. Tata Letak (Lay Out) Pabrik Pengolahan Batu Split 3 5 i 1000 . : : : : 1 Ruang Penerimaan T amu · Ruang Manager Ruang Kepala Pr-oduk sf.8 9 1 SKALA 10 4 2 I 6 KErERJ\NGAN A.

795.00 672.00 1.560.995.000.00 0.00 656.00 43.700.00 52.000.000.80 376.000.000.800.000.00 85.000.00 1 .000. 149.00 201.00 43.000.00 459.000 . 149.920.00 1. 152.00 �.00 0. 152.200.920.00 58.131.00 0.000.800.920.000.700. 796.000.00 I - ' I 0.00 18.00 58.000.00 0.00 0.00 10.0J 6.00 245.00 58.000.220.00 0.000.970. 152.000.60 470.00 479.00 10 1.00 672.920.0J 81. 149.000.00 0.000.000.00 0.OO 43.560.000.00 1 .000.00 1.00 0.000.855.000.800.200.21 98.00 6.00 43.00 18.00 6.26.00 81. 131 .500.000.149.00 6.970.00 0.220.00 0.000.00 43.000.000.000.000.000.000.00 0.800.70 Jumlah NPV NBCR IRR 1 .000.CO 52.220.00 10.000.000.560. 798.473.co oro 0.300.000.00 1.00 233.000.00 201.OO 43.000.800.449.000.000.000.700. 152.00 -: Paybac1c Period · · (448.00 2.00 0.000.449.00 1.800.00 49.000.000.00 0.000.80 43.700.000.00 0.000.00 18.000.000. 152.000.000.000.970.CX:XlOO 18.000.000.000.000.000.00 479.000.00 0.00 80.700.220. 149.000.CO 245.00 479.00 10.601 0.000.00 0.970. 131.00 1.00 0.00 1.000.00 479.00 0.000.00 0.000.00 43.00 6.851.700.00 0.00 1.000.920.00 1.220.CO 1 .559.000. 700.000.000.700.83% >10 tahun i -- I Ii I · ·- ·- 1 233.OO 201. 149.00 43.423.920.000.00 20.00 479. 149.CD 80.00 214.300.449.000.00 0.995.00 0. Base Camp dll Total Biaya lnvestasi Eiiaya Operasional Biaya Variabel Bahan bakar Pelumas (oli) Gemuk Pemboran dan Peledakan Upah Tenaga Kerja Langsung Penggantian Ban Retribusi Produksi Bagi Hasil dengan Desa 50.00 18.000.00 245.000.00 0.000.700.00 20.00 479.00 80.41 0.00 479.000.00 Net Benefit (A-8) PPH30% Total Biaya Variabel s/ 1 .000.00 672. 194.000.560.000.00 a.700.000.000.000.a:6.000.995.589.000.500.00 0.970.855.96 Tabel Lampiran 5.00 1 .00 0.00 10.00 1 .00 20.500.GO 58.00 1.00 0.00 49.00 Biaya Tetap Administrasi Reklamasi Biaya lain-Jain Total Blaya Tetap Total Biaya Operasional - TOTAL OUTFLOW Net Benefit after tax DF25% NPV (+) 479.000.000.00 6.000.00 0.000.000.200.700.00 0.00 0.000.CXXJ.00 479.00 58.000.000. 700.000.000.000.220.000.000.000.000.800.000.000.000.00 10.000. 152.505.CD 6 7 8 9 1.000.149.00 43.00 1.800.00 245.00 58.C65.920.00 201.152.00 80.800.000.000.00 0.000.200.700.920.CO 1.00 58.000.00 0.851.00 - 154.00 0.000.000.000.000.00 16.300.700.00 0.00 I 49. 149.970.000.000.CXXJ.00 193.149.00 715.CD 10.000.2 0.00 Gaji karyawan tetap dan tunjangan Asuransi alat dan bangunan 0.700.00 245.000.149.560.00 0.000.000.000.745.800.00 0.00 233.560.CE7. 149.00 0.00 233.00 43.559.00 672.000.00 470.00 16.CO 0.149.00 479.00 49.00 1.000.920.00 0.00 0.559.000.000.200.00 43.851.00 0.00 0. 201.000.000.248.00 245.800.000.00 245.000.00 81.000.851.00 0.000. 149. 152.000. 149.00 233.995.851.00 0.000.000.00 479.00 0.700.000.00 479. 152.00 1.000.855.90 . 152.00 0.00 (2.682.000.00 470.000.co a.00 1.000.51 241.co 2.00 0.00 0.00 1.00 80.920.00 479.CO 49.00 1 .00 43.00 10.64 301.800.000.300.00 10.000.00 0.000.000.000.00 52.000.CXX>.000.00 233.851.995.00 1.700. 152.00 81.00 233.000. 700.00 470.000.000.000.920.000.920.000.00 52.00 81.000.00 470.000. 152.200.00 672.00 10.700.00 20.449.000.00 0.00 81.000.855.00 0.00 233.00 0.500.000.560.00 43.000.00 43.000.449.00 201 .00 1.000.800.000.00 43.300.000.559.000.00 52.000.559.000.000.000.970.560.000.00 1 .00 81.00 81.200.449.000.000.000.000.000.851.00 80.800.560.000.0C9.000. 152.000.920.000.00 0.200.700.800.149.500.:D:l.000.000.000.000.00 58.000.000.000.000.220.00 81.000.500.00 10.000.000.00 1 .00 52.000.000.00 80.100.00 0.000.00 (2.00 0.000.000.000.970.00 20.00 80.00 0.174.000.277.000.000.00 10.800.000.40 80.00 672.00 18.500.00 1 .449.00 18.149.000.220.000. 149.000.00 0.494.00 4 '--· 1 .000.000.00 0.000. 40 120.970.00 43.00 (2.000.200.00 20. 149.800.300.00 6.00 10.00 0.00 500.000.000.CXXJ.00 201 .000.000.700.000.000.000.00 18.700.00 o.800.000.00 672.149.00 245.000.00 479.449.000.00 0.855.00 1 .920.00 0.00 1 .00 10.000.000. 152.152.000.46'3.000.00 Pemeliharaan alat dan bangunan 0.00 6.00 0.000.000. 700. 152.000.1'3 63.560.000.CXXJ.559.00 245.000.559.000.000.000.00 0.825.11 53.920. 700.000.00 0.000.500.000.970.579.000.00 672.000.00 10.559.920.000.00 58.00 0. 152. 1. 113.131.000.00 479.00 470.00 245.000.00 0.000.00 43.000.000.33 197.00 0.00 16.CO 10.000. 127.00 81.00 10.00 52.00 10.000.000.000.00 49.00 0.000.000.700.000.000.237. 789.000.351.00 1 .000.500.00 479.000. Anallsls Finansial pada lndustri Pengolahan Batu Split INFLOW Nilai Penjualan NilaiSisa TOTAL INFLOW 0 1 . 152. 131.700.500.00 18.920.800.� 470.437.851.000.000.300.00 470.DO oco 3 1.00 49.000.00 49.000. 700.00 479.500.000.00 10.00 1 .000.00 1.00 479.00 0.00 ! OUTFLOW Blaya lnvestasi Pra Penambangan Persiapan dan Konstruksi Peralatan Tambang Peralatan Kantor.00 233.000.789382681698733 17.00 58.855.220.00 43.00 49.00 0.000.851.920.300.000.800.00 20.000.200.000.000.00 6.00 1 .00 20.00 495.00 0.449.000. 700. 149. 152.855.00 6.000.00 1 .00 0.00 479.000.000.855.000.00 1 .00 52.500.00 201.00 233.000.449.486.00 10.995.00 42.00 1 .00 49.000.00 20.00 18.17 79.000.OO 0.700.000.000.00 10.559.000.920.000.000.920.00 43.995.00 0.00 0.995.220.30 0.000.000.00 80.000.000.560.300. 700.000.559.000.000.00 52.00 0.00 20.00 52.000.

890.989.00 .00 91 .339.00 43.678.000.00 0.440.855.00 0.215.300.211 .00 245.00 7 1.00 43.00 146.00 348.855..00 114.000.000.000.000.600.00 50.000. 152.EC0.000.648.204. 700.00 146.803.000.000.00 50.300.00 223.00 0.00 491 .576.00 189.Bre.00 41.00 392.000.00 841.00 245.00 59.00 0.00 146.300.00 0.00 189.000.20 10 42. 700.00 0.890. 131 . 700.00 8 1.211.890.824.00 2.00 8 0.00 201.497.00 0.00 189.890.300.100.639.004.000.942.000.000.930.00 0.992.559.ll -- .700.300.00 614.00 301.00 681.00 0.464.441.211. 152.410.559.36000.000.00 0.000.000.40 9 0.497.000.800.00 0.559.00 146.215.300.-.00 5 0.000.00 0.497.00 0.000.890.00 0.00 0.663.496.00 0.00 169.000.00 18.00 841.890.00 0.824.000.233.000.00 201.410.00 279.00 319.400.00 50.00 4.965.(1.700.00 0.000.00 189.00 212.930.300.00 5 1.000.989.600.004.890.00 245.00 0.300.00 5 1.211.000.00 251.000.890.00 18.00 74.663.352.663.00 18.004.497.990.000.000.000.088.000.211.800.00 17.842.700.004.497.00 0.00 201.652.300.300.00 (62.441. 152.300.000.000. 700.00 1 0.486.00 377.526.890.700.OO 681.215.00 3 1.00 18.000.600.00 200.00 0.663.215.369.885.00 189.547.000.00 50.00 0.40 6 1. 753.989.930.410..00 5.00 2. 152.000. 700.00 (62..000.211.084.00 319. 198.441.000.00 2.000.441.00 275.000.00 0. 700.00 189.215.00 319.00 0.00 189.000. .855.00 841.989. 131 .000.OO 681.30 0 0.890.000.00 16.000.000.577.000.437.00 189.00 189.000.000.392.300.855.000.00 189.00 281.00 0.00 0.497.000.00 (62.152.211.00 43.961 . 152.00 8 1.152.00 50.00 0.00 2.00 841. 152.000.00 0.211 .00 24.000.00 (62.618.055.000. 140.00 245.240.00 201 .00 189.231.930.000.00 281.000.00 (62.497.00 538.00 0.00 4 0.559.00 245.000.080.00 281 .00 281.000.00 0.00 0.00 43.000.600.00 10 1.958.000.410.00 43.890.000.000.00 189.00 281.010.855.00 223.00 193.000.000. 752. � . 170.890.131.00 0.441.00 0.212.00 4 1.00 189.000.000.000.cx::9. 152.00 146.000.00 (62.00 201. 792.00 245.890.754.410.00 189.46800 m3 Thn INFLOW ke- (Rupiah) OUTFLOW lnvestasi Blaya Varlabel Blaya Tetap (Rupiah) Blaya Lain-Lain Pajak Total Outflow I jRuplah) 0.559.000.00 241 .000...001 0.00 112.641. 152.522.850.00 766.300.00 0.000.004.000.763.000.000.000.00 18.00 16.000.273.500.564.003.559.00. 700.000.280.00 245.920. 100.00 0.00 319.817.00 673.000.00 I I -46800 PVOUTFLOW (Rupiah) 0 NPV ( 30000 PVINFLOW 0.00 7 1.300.00 544.000.855.000.000.00 19.00 319.00 0.500.433.855.131.000.00 0.000. 194.00 3 0.00 841.00 319.00 2.663.·-" .890.00 0.000.989.3:X>.00 0.00 189.986.4.000.497.000.890.000.000.30 0 0.00 281.000.00 43.890.000. 191.890.000.000.000.000.000.00 189. 700.000. 700.362.00 50.00 2.948.00 841.357.000.705.00 189.00 0. 700.000.500.00 319. 700.000.000.00 146.00 852.000.00 958.00 0.000.441 .300.000.3:X>.00 189.000.600.890.000.930.410.00 189.00 6 1.972.00 681.004.559. 131.242.930.463.00 854. 700.000.567.610.000.200.477.000.00 189.00 9 1.00 430.810.00 0.663.00 293.000.930.00 146.00 16.00 281.00 1 1.856.000.00 0.674.00 1 1.287.930.000.825.410.000.000.00 319.000.410.505.00 189.300.200.00 50.500.000.000.00 43.000.000.00 91.00 435.00 0.00 50.000.00 116.00 201.3:X>.000.890.000.00 737.3:X>.559.000.000.000.00 50.989.600.000.559.00 (67.411.00 681.000.890.000.00 189.500.00 201 .00 (62.600.000.890.00 (62.000.441.700.989.&S.000.989.00 164.00 344.415. 722.408.890.000.000.00 681.000.800.00 276.371.862.005.00 0.016.000.600. 131.300.000.000.000.00 841.000..663.000. 790.00 43.00 189.536.890.300.000.000.000.600.00 Total NPV 5.000.240.811.00 0..215.000.00 157.30 NPV (448.890.700.000..890.00 0.00 4 1. 118.00 0.410.300.00 0.10 4.300.211.00 154.00 189.20 10 1.00 319.000.00 214.00 2 1.913.300.00 74.497. 131.00 2.00 18.00 681 .989.559.00 0.000.254.00 189.930.00 189.398.00 0.890.000.00 50. 700.00 589.40 9 1.000.00 141.000.000.000.000. 771 .10 4.300.00 143.00 281.00 472.00 0.930.00 0.000.441.00 2.000. 165. 702.300.99 Tabel Lampiran Unit (m3) 0 B.547.00 2.320.00 30.30 "' Total .00 0.000.00 2 0.000.368.00 841.00 18.000.00 189.00 176.00 0.213.300.890.201.000.00 18.000.000.00 93.890.004. "' ·• .00 189.OO 002.215.00 319.00 921.00 245.410.OO 693.596.592.00 0.00 201.00 47.391 .410.000.989.00 181.00 0.40 6 0.00 197.004. 131.00 146.00 2 1.300.000.890.00 314.00 0.663.00 18.000.00 43.00 681.461. 700.00 0.792.004.00 245.000.000.00 1.890. Perhitungan Present Value Manfaat {Inflow) dan Present Value Biaya (Outflow) pada Unit Produk 0.00 3 1.657.855. 131 .540.000.00 245. (49.710.OO 7 0.00 --· Total I 127.00 158.00 43.700.SO O ID 2.215.00 18.300.00 169.000. (2.

80 55.691.000.973.00 (1.890.700.00 0.890.466.000.000.60 124.383.00 81.00 o.949.700.051.000. 152.00 204.00 0.700.00) INFLOW Total Inflow OUTFLOW Biaya lnvestasi Persiapan dan Konstruksi Peralatan Tambang Peralatan Kantor Total Biaya lnvestasi Blaya operasional Biaya Variabel Biaya Tetap Biaya Lain-lain Total Biaya Operasional Total Outflow Net Benefit (A-8) PPH 30% Net Benefit after tax DF25% NPV (+) NPV (-) Jumlah NPV IRR Payback Period (tahun) 0 0.000.000.935.00 697.935.000.000.000.00 454.00 167.890. 700.000.00 454.000.000.000.053.00 41. 7.051.00 0.00 0.90 .383.949.700.00 · 209.00 167.000.00 221.000.00 454.000.000.00 (1.00 1.000.000.359.949.000.051.000.00 487.949.00 1.078.000.00 245.00 697.00 0.904.00 0.00 0.00 454.00 454.00 0.000.00 245.00 209.00 0.00 739.000.000.00 487.00 454.359.00 41.00 167.00 209.000.000.000.00 487. 700.00 167.000. Analisis Finansial dengan Peningkatan Nilai Tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika (Rp.000.00 454.000.00 0.00 487.00 (1.890.40 102.359. 152.359.300.00 0.500.00 41.000. 00 249.00 0.753.949.700.00 390.00 454.000.00 51.700.00 41.497.00 41.935.00 0.348.00 10 1. 115.00 697.935.00 454.- 209.949.00 41.700. 115.0763 0.890.00 245.949.000.00 0.359.00 697 .700.000.00 0.000. 115.00 41.00 1· 85. 700. 700. 152.691.315.000.00 0.00 312.691.949.00 245.000.000.392.00 0.00 454.00 0.00 681.00 0.667.00 0.00 0.742. 152.300.000.00 0.848.00 245.00 41.000.000. 115.000.00 6 1.oo] 0.000.000.70 (1.051.00 209.00 454.691.359.00 1.00 209.00 454.300.000.300.051.000.00 200.000.890.00 0.700.000.000.00 0.00 454.00 41.935.000.00 0.000.00 1.00 0.00 167.00 9 1.051.000.000.00 ·.359.00 0.300.00 0.000.000.00 454.000.00 7 1.685.00 i 4 1.667 .000.000.00% 9.00 0.890. 152.00 0.00 0.000.540.949.00 -· 245.00 454.890.00 167 .00 209.909.00 1 1.00 i 160.935.40 167.935.000.000. 197.000.949.60 65.949. 152.00 16.359.000.00 0.000.000.865.000.300.700.000.000.000.000.00 487 .000.00 0.000. 152.00 167.949.000.00 0.00 16.000.700.00 0.000.234.949.700.000.000.051.00 697.000.000.00 487.890.551.000. 152.00/ US$ 1.00 0.949.637.00 487.00 245.00 0.300.00 0.000.00 454.890.00 697.560. 115.000.359.735.000.949.00 476.00 2 1. 115.700.00 209.00 245.00 0.300.000.949. 115.000.00 697 .278.949.234.000.100 Tabel Lampiran 9.00 454. 194.00 245.00 0.000.949.000.935.00 0.00 167.000.042.00 0.00 0.00 454.00 8 1. 700.00 167.300.1 II ' I I .00 0.00 454.00 41.823.369.00 517.000.000.00 0.000.00 3 1.000.00 487.000.000.00 245.359.00 697.000.051.691.00 470.000.949.949.00 5 1. 152. 115.300.00 0.700.70 26.00 16.00 0.700.000.00 0.000.000.000.051.691.

000.00 460.00 0.000.000.00 691. 152.00 ' 0.909.00 0.801.500.000.000.00 483.00 0.000.00 173.700.00 0.000.300.00 483.00 483.17 245.00 0.00 0.00 483.00 483.000.700.00 0.00 476.000.455.000.000.00 173.00 0.00 0.00 460.909.00 0.000.390.00) (73. 700.00 202.00 0.00 0.999.300.00 0.000.000.390.00 0.000.00 1.300.000.00 207.999.300.000.999.000.300.00 207.00 460.00 691.390.00 0.00 0.00 460.300.64% >10 tahun NFLOW rotal Inflow )UTFLOW 3iaya lnvestasi 'ra Penambangan 'ersiapan dan Konstruksi 245.000.80 245.000.00 0.000.001.300.00 0.001.00 0.000.00 0.000.00 41.700.700.700.70 (1.000.999.000.000.00 460.000.00 0.000.999.300.909.000.00 �.000.00 207.300.•.00 173.00 472. 152.00 41.300. 700.00 0.909.001.000.00 41. 7. 152.00 173.390.00 0.00 0.00 207.450.001.001.00 0. 0.999.00 41.000.00 7 0.650.00 0.000.000.000.801.000.00 460.700. 700.00 0.00 0.000.00) 0 0.00 41.999.00 0.999.00 691.00 460.300. 152.000.000.000.000.26 ---- 245.00 'eralatan Kantor Total Biaya lnvestasi 16.999.00 460.00 41.000.00 0.700.00 245. 700.544.700. 152.000.909.00 483.501.00 10 1.000.33 245.390.00 207.909.909.000.00 173.000.00 691.727.000.00 0.00 16.000.00 0.00 173.00 460.�·· .300.00 0.00 3iaya operasional 3iaya Variabel 3iaya Tetap 3iaya Lain-lain Total Biaya Operasional rotal Outflow �et Benefit {A-B) 'PH 30% Jet Benefit after tax JF25% 0.000.00 0.000.00 0.000.909.390.00 0.700.00 41.500.00 1.000.300.00 0.000.000.00 0.801.00 460.000.00 0.00 0.050.00 460.000.00' 1.00 0.00 50.0I) 245. 700.300.000.000.00 16.00 173.000.00 460. 152.700.11 .00 207.000.999.00 691.00 0.801.049.00 0.000.00 207.999. 152.00 173.000.000.00 .00 483.000.00 460.700.00 460.000.000.51 4 5 1.700.000.00 0. 700.21 245.001.000. Analisis Finansial dengan Peningkatan Nilai Tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika (Rp.00 0.000.000.00 0.999.00 0.41 6 1.700. 194.00 513.700.000.700.000.500.00 675.999.00 'eralatan Tambang 1.000.700.64 3 1.999.00 173.00 0. 700.801.001.00 41.999.00 0.000.00 460.700.000.00 691.00 0.000.999.00 460. 152.000.9592137977235 23.000.00 460.000.000.00 460.000.300.000.00 0.000.000.00 207 .00 0.000.13 245.000.00 0.00 460.00 0.000.000.300.700.001.390.300. 700.000.909.000. 9 1.00 (1.000.500.00 41.000.390.00 41.00 173.000.00 0.300.000.00 0.00 0.000.00 (1. 152.000.30.001.700.999.00 0.00 0.00 220.950.00/ US$ 1.101 - Tabel Lampiran 10.909.999.390.00 85.000.00 733.000.000.00 1 1.00 245.00 691.000. 700.00 0.00 1.390.00 691.00 483.999.00 IPV (+) IPV (-) umlah NPV JBCR �R 'ayback Period 1.00 1.00 2 1.: �· 8 1.000.999.

00 0.00 0.0 00.00 0.000.700.00 42.265. 152.000.000. 12.890.00 178.00 245.00 42. 000.00 10 1.000.760.00 467.000.00 0.000.485.000.000.00 727.00 467.000.90 · -· 245.00 0.951.572. 152.459.403.049.00 0.000.00 0.000.890.000.000. 152.00 178.911.550.00 483.700.951.00 218.465.00 205.000.486.00 0.00 467.00 (1.465.580.00 0.00 205.64 306.00 467.000.000.000.000.40 0.000.00 479.00 178.00 0.190.049.000.40 ----245.00 178.420.00 6 1.797.300.00 467.000. 8.000.00 0.000.000.00 0. 700.00.486.049.00 467 .300.NPV NBCR IRR Payback Period 0 0.54/o >10 tah.00 467.000.00 0.000.459.000.00 479.00 467.685.00 9 1.00 0.000.485.00 467.00 0.17 80.459.00 684.465.000.000.00 467.00 0.890.00 467.00 0.00 0.000.049.000.000.000.000.00 1.951.687.00 479. 152.000.890.00 178.000.00 467.951.000.049.465.00 178.000.00 42.000.579.00 50.00 205.80 ··383.�9.000.000.00 0.00 205.33 157.00 4 1.700.000.000.465.000.000.049.00 479.300.485.264.000.00 0.00 479. 135lm) 0.000.000.00 205.049.000.000.(49.000.000.000DO (198.00 0.465.89608627142)6 21.00 684.000.00 0.937 .00 0.890.700.00 42.300.049.:0 ' 3 1.000.00 (1.00 5 1.80 245.049.00 684.00 205. 152.000.049.00 245.00 0.000.560.000.00 0.00 0.00 42.00 0.00 0.00 0.00 467.00 1.00 0. 00 467.00 1.485.00 1.00 684.911.951.000.300.049.049.00 42.00 178.000.700.00 16.00 245.000.00 0.000.000.11 54.00 0.00 0.00- 7 1.00 205.700.712.000.000.0 00. 152.60 245.700.000.079.465.858.000. 152.951.00 0.890.000.00 467.700.485.000.049. 749.911.864\70 (1.000.000.700.485.00 0.613.00 467.26 122.00 684.00 245.00 684.00 16.000.00 178.000.465.51 245.00 684.951.700.102 Tabel Lampiran 11.000.00 42.00 1.00 0.700.00) INFLOW Total Inflow OUTFLOW Biaya lnvestasi Pra Penambangan Persiapan dan Konstruksi Peralatan Tambang Peralatan Kantor Total Biaya lnvestasi Biaya operasional Biaya Variabel Biaya Tetap Biaya Lain-lain Total Biaya Operaslonal Total Outflow Net Benefit (A-B) PPH 30% Net Benefit after tax DF25% · NPV (+) NPVH Jumlah.00 0.049.000.000.00 178.048.000.000.00 0.300.890.00 0.500.890.00 468.700.000.459.911.000.049.485.00 0.000.000.000.00 0.485.000.000.60 8 1.000.235.00 0.00 479. 700.000.300.951.00 178.00 467.000.00 0.300.00 16.049.00 42.215.438.000.00 0.00 0.00 479.194.13 64.700.00 0.000.685.41 196.00 467.000.300.00 668.459.459.951.'.00 0.00 (1.00 0.00 245.00 0.21 100.248.00 2 1.459.700.00 0.000.00 42. Analisis Finansial dengan_PenTngkatarNilai Tukar Rupiah terhadap Dollar Arnerlka (Rp.300.00 0.00 0.00 479.00 0.911.700.00 245.00 684.890.000.00 0.000.00 0.00 205.700.00 0.00 467.00 0.000.00 0.00 0.00 1 1 r 152.459.459.000.000.00 509.00 200.237.00/ US$ 1.049.00 0.00 42.700.049.000.911.451.000.00 0.00 85.000.00 0.00 .'59.

_. :. m_oo-.:80:.�_5= o-1 �:.cm..00 =---3©·oJo +-----0-00--1 Kendaraan Dump Truck 2 Unit 618..00 54.719. 152.00 . s_o_2. .:.cm.XXJ. 750.000.J..00 43.'. oo_..-:-d_k_a_ oo:C.. Analisis Finansial dengan Sewa Mesin sebagai Alternatif Penyediaan Peralatan Produksi INFLOW 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 O t--------------1-------1·-------+------l------�-------t----·--� .-------�-..4:.:..00 54.ooo_oo--l oo_.250.000....'-ooo_oo--+---o-8'. 1_.750...200.001 o_..:383_.:.5::.800.:. :2.:3_0_9..oo . 5.00 0.915.:. 76R� _ 126. _8_.00 --- 1 602.250.:.o---l Total Biaya lnvestasi 769.000.:..00 4..5..:s....00 164.. 5--'.750..752. 1 oo..:C.719.''-500_oo1 ---''c.'-50_o_o-+-_6_0_..700. .COJ.250.. 5--.:•c.00 1 602. 5_7 .__1_80_ooo_ooo·oo-< ieo..00 80..:_so_o_o-1--1--'. 00_ . rS-wa�M-s-n_P_ro_d ks_ -l------0-00� 180000 i-::-:---:----:---------+-------J----''--'c.cm.800..0_2:_2_s_.000.J_o-'_o_o_�_o+-_4_-'�'-_0��-o_o_�_o-1-_4_5�_0_0-'.00 602.----· 549.33 0.250..1.915.-1 00_.1_--1-'ooo-'C-XXJ--oo--+ Biaya lain-lain 0..:2:._1_0-'. ooo_..2.--.0. :s.00 180.719. oo:c..cm.oo_ 7. o:.__.:.'-400-.'_B_a_e_a_m--2p. .. :_cm_oo-++--6--'. 1 �-o Biaya Tetap 1--.00 0.2.2_5_•_o-+-_4 �c.750.__..800. 700.-l--------o_oo+-----0-00--+ o_� o_oo .. . oo-.oo-+---8_ooo . :5...._ 00 :_000_00-+--62-'.-.:.00 602...00 54.=== (769.00 :=============!===:.280.: x>:c.:+-----=-2=!.:..:.00::.CXXJ.. ..000.oo .3_-'�'-0_0_�_0�_4_2_�..CXXJ.000. .oo.750._s_�_o-1-_3_�-'-�--'�:.oo 1_ooo_....00 0.200.000.00.ax>._OO-l---62�400�CXX).oo 80..--· 602.ccormco 180._o-o+---1-s_ooo.00 o. 5 :.750..00 54.00-:CXXJ.750.o.CXXJ. : 3 .o-1-_s_o_2-'2.. _.:.•:_ooo_oo-l·--80-'7.CXX>_..2.:..1 6:o_ oo_..o..00 58. ._64_ .CXXJ.:.665.21 0.750..00 54. ro_.oo-i 1.00J.00 Net Benefit (A-BJ f--P_P_H_3:J_% --+ 1..o_o� 164_9:_ _5_.:2. ..250..752.aoo. .soo.o: :. m'o-oo-oo--+---6. . oo.000._oo---16..: .'-CXXJ-.XX>-00--1 t-:-P:-_m:-bo=r_n_a_n:-P_e-:e.750......00 0._2--'cm-'C.. o---1 _s_...750.--+--6-''---ooo o:.oo oo-17.00 592.:. oo..:'c. 5_:.oo 43. _a_i_a_rya_wa e_ta�p_d_a u_n�a_�a_n o_oo 2 7 ooo 00--1 2_6_no_....250.._oo--1- 0.:s.00 58.92?.� 0.1----'--.00 ---'--'---------··-'--. .:a. 1s_OOJ..:.= :+------. _5_.:c.oo-oo-i � f-R_e_l_m_s_ o_oo� 1.000.00 58. 2_55+ o-+84_..752. Retribusi Produksi o. . m.000.:5.35_7-' 5 00 ..00 54.oo 1.__.O.00 549.: 0'.. OJ--'._3_74.--------------l--------1----------f--------+----·----·-------4--------..--+----'--.o-1 6_0_..800._o_o-'1.:2..�.280. .785493093959 l--------------l---------1------··---�-------+------4--------<-----��.oo-+rB_a_a_n_B_a_ka_r_d_a P u-:-m_s -1-------0_00+--62-'-400.44B_oo-+--_7-'o.800.: CXX:J.1 1s_ooo...000..00-1 o.' '-_0-'-2t-----T_o_t_l_B_a�y:_a_o_.000.oo o.:�:.280.800.. 3:J 7:s__4__3:_ooo.----------. .'-2.s:.:.00 .ooo_.�--t_:_� -.=4. 6_0_2.ax>_oo--! 0...00 O.00 58..00 --f.800. 202_1_s+fN--P-V ('+--)'------------l-_1:.o_ oo..: _:_oo-+.CXX>.00 0.:.-ooo_oo-._o _8_.00--'.:':.250.118 I '---'------------'---------'---·------'--------'----------.-- - 602..:.00-0'.01% .00 t ---l+----r-------ll--------+--------------------------::---:--:---:-:--:--'--:::-------'--::-'.......08 NBCR 1..000.i .:.000..+--10-. _ oo-17�35-'s-oo oo--l --7�35_. 00--'.__.: .= ..n. 5.00 --·--.oo+ 164.s._ o.00 549.--------+----------1-------l--�----t------� Payback Period 3. .p:_e_ra_s_o_n_a_�-----.l-------+-------1--------l-------4----------! Jumlah NPV 604.--'--'----l TOTAL INFLOW o.G.:2�soo=-=-ooo�o:..ax> .500.OO i--�--�-------+-------+---'--.00 54.XXJ. _8_.:.752.00 549. .l Bagi Hasil dengan Oesa o. :.00 0.:...::. __..:.719..00 0._o_o_.._0--l o-+o.:.280.'-COJ--c'.0-' 00-00-+-62-_400--C'.800. 1 4 6_2-'_2s_o.000:�� 1.:. oo. _oo---17�35_7 : .00 58.00 54. :.200.250..000.OOJ.:0.--.-o_o-'-o1.oo-+ 2_.'-ooo--'cm-oo--+--B�ooo.8.c.000..00 42..:.:.oo o_oo-l o_oo.::._. 6..000.280. 2.00 549.00 1.c..000...925. 00 -----------��� ..------------+--------i---------i------·+---------.oo-.oo 43..:_oo-1 (76�750�o�oo 384�0�825� 3_�_:_�_.157.oo oo--'ooo-.1_64_9:_ _5-'-25_o.719.o-o.000. ...280.0 0 0 0 0 o.1s2...00 0.!5.:.oo-.000.:62... o.0 0 0..'-5_0 0_0-+--1-7_.__o-'_o_o_o_o-1 _o_o_o_o-+ o_o_0_� 4_so_o_o_o OUTFLOW t::-:---:---:----:----------j-------1-------!-------+--------+---------..�� · _o_0_-1o_0_ 1 o Biaya Operasional . . � .800.:.00 43.000.'-000-00+-·_00 ooo_ooo._25 64_64_7_04_2_oo_.000.000. .CXX>..' --500_oo 7..s._oo--J 6.000.=.oo_.OOJ. :2:. o-'-2_5_0_o---1 1o_ 8_o�2_so_.� _.'_00J--o'.00 1 618..00 533..:.:.00 1.:+----=:5=:.280.-----------------+--------1---------1----------"f--------l Biaya lnvestasi Pra Penambangan 50.. ..!?.oo-+ 2_..700.0._oo 2_:.'. 0 0 0 .000.200.CXXJ._o_o_�_o4_2_:.309.750.OOJ_00-...'---_0_o_o-1-_6_0_2.:5:. ..200..CXXJ.5.'-_o_o_o-+-_1_1_s-'s.oo o--j 9.'---ooo_oo-+ 6.l o_oo-+ o_oo�P�e=s=a=p===a=n=K:o=n=t=ru=k=i========:====as�. :l.�-00 __!.2.o� o_o_o+------_oo_ .u_a_n 1 �A:-d-:-m�n_s_r-:-a_i o_oo-i---6-'ooo._CXXJ_CXXJ. 00--'_cm_OO-l----62--4' 00-'C.00 -'o.215.._1 52.oo-.oo--l I o_oo-1 7�35_7.280.n.�= .. _o-'_5_o_o_l1----1_7_6.soo::..750.00--12_.OO 43.00 --------'.915. .._.00 0._1-------+--------1------�-------l Nilai Penjualan 0.700..OCO. .:c. . 1s-'_ax> o:. -+---'-----'----j �t�B�ya�rlabel o�o 42�10�000�0 42�100�00�0 42�10�000�0 425Jo�oo�oo 42�100�0�00 4_2_.752..750.ooo.000.000.: ..1.:= -:..:.CXXJ.00 164.OO J.'-7_0-'ooo.26 0.oo-...o::.:.-'OOO._0= 1.OO ------l----'---'--+---------!-------..:8.000.:_so_o_o-1--6---.925.77_0_.200.:... o-+-_1_7_6-'5.00 1..oo 1 eo..'_ooo_oo-t--_.719._� --+ --+.._oo-1-_1_80-o'180_o:_ oo--'.ax>..000. --------_:_::...000. 00_.s...oo 58. .oo 164.1--------'-------L-------'---·-----�----------" ._o..oo-+-i1.800..cm.925._6. i s_2.00 54.cm_oo--1 2_..000.00 180.:.: ..+_-'-1_5_.CXX>.00 0.51 0._3�_2_5_�_o�_ _ 602.1_--1-'CXX-J'-ooo-oo-..oo 1.o 246_2:_ _7_._1.5_3-'�-2_5_�--1 384�03.00 0.219.2. 00:o.:o.. 152.cm.:.: ... :5.1-------l---------------·-·-------<--------(769..750.00 549.+--62-4'-00--'_CXXJ_00--16_. 80.00 1 .000.._ 769.OO 58.65:t� 1---9_7-8'80_.m_..752._1 44_35_7_259_.ooo. : .800.c. _5 17_6-'-511_s�5_8_:.:oo=-=-oo:. 5 :.00 58. 58 40-. 16.719.�oo��========---ooo_ ---------_-00-1------·0.:.800..-----..+_. :..00 .000.o_oo oo-+---'C-XXJ--'-ooo_oo--1. . 1_a-o' oo-.m-oo-.00 602.750. :.cm. _00_.752._aoo_ax>.m�ooo_. :_ --1--------+'--------l---------l---------·-.�_.---------1-------4---------1-------I------� j _j_ rP m ih ra_n_l_t_d_a ba_n-=g:..oco.oo-+--6-'c. m_oo--1 Upah Tenaga Kerja Langsung +-------_oo-1---5-2.9.17 0.co 1 o..:o.13 0..000.:.ooo._--1-._ooo_oo--+ 2 n_o_ooo.__--!---'---''---�---'-._OO--l------0-_00-+------0-00_1 o_oo-._·· _ 16..:. _o-'cm.--'.------=:-::-=�----j---0.XXJ 1. _P_e= g_a ia_n_B_a_ ----"o_oo_.: .00 549.:5:.._803:..752. 152.5. ..oo+_.=. .00 54._oo-j oo·o-o.B25•o OF 25% 1.-----····..:.oo 1 N�Benefilafter�x 3_8_4.200.CXX>.752.oo-.752.00 1.CXXJ... ... o-1-_1_7_:.200.200.=oo=o oo=o=oo:=========�:oo��=========o�. 152.00 80. :5..00 43.000.00 1 o...oo_oo--l BO_:7_ 00_.1.250.._1_6.700 :C_ XX>. ._a_n . 00:o.000....750.925.750.200.719.00 0..:._---l ---------.925.000.000.>.750.00--_00_1 62_4:_ 00--' '-000-00-.750.oo .750._--1:---_:__: .750. .. .00 549. ._so_0_0_ o_+-_0_2-'_5 _so _0--'_s_o_o-i o s_o_o-i 2_8_0.� -------1 ---1 --� ---! f--P_e_a_a_a_n_Ka_n_o--. .OO 1 oo_.0-8i --+----------------<-------<1--------+--------l-------1--------l-------NPV(-l (769.00 58.!5.633._ooo_oo+ 80_.OO 1 .000._n_o_CXXJ .: 00!o. 5_-C'-XXJ--'_cm_oo-.. 26 n_o_CXXJ . 152. .00 602.00 0.103 Tabel Lampiran 12.oo--+ 1 1_0. o:2..152.+-----= = = -1-----. .oo oo-1---1_0-a'1_0...000.00 t----'--'-------------· 1---'-----'--'---�---------------�--------------------+--------.000.o.c-.OO 1. 3:.ooo oo-+1 _ooo ooo_oon . 700.+-----0...750._28.s_oo_oo1 ---7 3'5--'''-500-oo-1+ rA= ra_s 1_t_d_a ba_n-=g:.00 10._5_•_o�= 3_8_... 11 Biaya Variabel I------�------+------+------+-------.915. 3 :.�_3-'_2_5_•_0-1-_3 _3_7_3��-0_...__:_.:...1.: m. :. 1_1_2--'..280.000.. . 115.. 152. 0J_. o_0_� TOTAL OUTFLOW -1--- ..:.00+--62--4'.:.OO 1.750. .·------·----·------._-1----.164.:s:.� .oo 43.250.00 80.-------1-----''---'---l----'-----'--+---'---'----+---'--'---+--------...: _ 25=.oo 10.925... :ax>.00 0.:._1_9.:.CXXJ..00 100.7. 25:. .:..1----------1-------l-------l--------l--------lRR 49. 0� _8_._ooo_oo . :9...719. d.oo � 43.:._5= o_�_3_�_:_�_o_�:.o.:2.00 t-------_T_t_a_B_i_�a_e_t_�+o_0 6-'_s_o. s 5_.oo 177.152._�:C_XX.00J..:7. 1 0_._CXXJ_oo-.11 ._5_:C..750..00 0..750. :2:...XXJ ...OO 58...OO 1.41 0.i-.750..: .. 152.oo-+---.-------o.00 1... i .'-2_o 8-.oo o.oo-+ 26-' _no--C'.ecormco 10.XX>.00_ 1 1 Nil ai S isa 0..cm.'-ooo-1.000.000.64 0.000.i--.00 43.: OJ�·-=-oo.:._-'..280.