Anda di halaman 1dari 25

Jurusan Teknik Sipil

Fakultas Teknik
Universitas Sriwijaya

Disampaikan Oleh:

M. Baitullah Al Amin, M.Eng.
baitullahunsri@yahoo.com

HIDROLIKA

Pertemuan 12 JARINGAN PIPA

Tujuan
2

Mahasiswa dapat memahami prinsip
aliran dalam jaringan pipa.
Mahasiswa dapat menerapkan prinsip
kontinuitas dan energi dalam jaringan
pipa.
Mahasiswa dapat menghitung debit
aliran di setiap pipa dan tekanan titik
(node).

Jumlah atau debit air yg disediakan tergantung pada besarnya kebutuhan (debit) air dibutuhkan (jumlah penduduk. .Pendahuluan 3    Pemakaian jaringan pipa dalam bidang Teknik Sipil salah satunya adalah jaringan distribusi air bersih/minum. Oleh karena itu. Sistem distribusi ini merupakan bagian yg paling mahal dalam pembangunannya. Pemahaman yang baik terhadap analisis jaringan pipa sangat diperlukan. harus dibuat perencanaan yg teliti untuk mendapatkan sistem distribusi yg efisien. jenis industri yang dilayani. dll).

 Metode Hardy-Cross dilakukan secara iteratif. WaterCad (WaterGEMS).Jaringan Pipa 4  Analisis jaringan pipa (loop) cukup rumit dan memerlukan perhitungan yang besar. . oleh karena itu program komputer akan mengurangi kesulitan. Newton-Raphson. Prosedur hitungan diulangi lagi sampai persamaan kontinuitas di setiap titik simpul (node) terpenuhi. Contoh: EPANET. Kemudian dihitung debit aliran di semua pipa berdasarkan nilai awal tsb. pemakaian kalkulator untuk hitungan masih bisa dilakukan. KYPIPE.  Metode untuk menyelesaikan perhitungan jaringan pipa antara lain metode Hardy-Cross. (Bagian ini akan disampaikan pada Pertemuan 13)  Untuk jaringan kecil yang hanya terdiri dari beberapa loop. dll. dan Teori Linier. Pada awal hitungan ditetapkan debit aliran melalui masing-masing pipa (link) secara sembarang. WaterNet.

Jaringan Pipa 5 Aliran masuk Aliran masuk Link/pipa Aliran keluar [Loop] [Loop] [Loop] [Loop] Simpul/node Aliran keluar Gambar 1. Contoh suatu jaringan pipa .

Aliran masuk (inflow) adalah besaran debit yang masuk ke dalam suatu jaringan pipa (misalnya debit dari reservoir dan tangki). . Loop adalah susunan beberapa pipa yang membentuk jaring tertutup. dan sambungan beberapa pipa.Jaringan Pipa 6      Node adalah titik dimana ujung-ujung pipa. Aliran keluar (outflow) adalah besaran debit yang keluar dari jaringan pipa (misalnya debit pemakaian/kebutuhan air). Link/pipa adalah saluran (pipa) yang menghubungkan dua node. tempat aliran masuk dan keluar.

Aliran di dalam pipa harus memenuhi prinsip kehilangan energi primer untuk aliran dalam 2pipa tunggal: 2 LV Q 1 hf  f . A  D 2 D 2g A 4 8 fL 2 hf  Q g 2 D 5 ………………………… (1) 2. Q i 0 ………………………… (2) 3. V 2  2 . Aliran masuk ke dalam tiap-tiap node harus sama dengan aliran yang keluar. Jumlah aljabar dari kehilangan energi dalam satu jaring tertutup (loop) harus sama dengan nol.7 Pada jaringan pipa harus dipenuhi persamaan kontinuitas dan energi. yaitu: 1. h f 0 ………………………… (3) .

Dengan h  KQ 2 demikian: ………………………… (4) f Dengan: 8 fL K g 2 D 5 ………………………… (5) .Jaringan Pipa 8 Persamaan Weisbach: kehilangan energi Darcy- 8 fL 2 hf  Q g 2 D 5 Setiap pipa dari sistem jaringan terdapat hubungan antara kehilangan energi dan debit aliran.

Metode Newton-Raphson 3. Metode Teori Linier Metode Hardy Cross. Kerugian: Iterasi lebih sulit karena membutuhkan penyelesaian matriks. Keuntungan: Iterasi lebih cepat dibandingkan H-C.Jaringan Pipa 9  Beberapa metode penyelesaian jaringan pipa tipe loop (jaring tertutup): 1. Kerugian: Lambat. Sama seperti metode Newton-Raphson. Keuntungan: Iterasi lebih mudah dan sederhana. . dan potensi kekeliruan cukup besar. Metode Newton-Raphson. . hanya saja lebih mudah karena variabelnya dilinierkan. . . Metode Hardy Cross 2. Metode Teori Linier.

Hitung jumlah kehilangan energi tiap-tiap loop. Jika pengaliran seimbang maka Σhf = 0. 6 diulangi hingga diperoleh ∆Q ≈ 0. agar kehilangan energi dalam tiap loop seimbang.Metode Hardy-Cross 10 Prosedur perhitungan dengan metode Hardy-Cross adalah sbb: 1. 4.d. Hitung nilai Σ | 2KQ | untuk tiap loop. Dengan debit yang telah dikoreksi sebesar Q = Q0 + ∆Q. Hitung kehilangan energi pada tiap pipa dengan persamaan (4). . Pilih pembagian debit melalui tiap-tiap pipa Q0 hingga terpenuhi syarat kontinuitas. 5. 6. yaitu Σhf. Jaringan pipa dibagi menjadi sejumlah loop sedemikian sehingga tiap pipa termasuk dalam paling sedikit satu loop. 2 KQ  Q  ………………………… (6) 2KQ  0 0 7. Pada tiap loop dilakukan koreksi debit ∆Q. prosedur dari 1 s. 3. 2.

maka ∆Q2 ≈0 sehingga: 2 h f  KQ0  2 KQ0 Q Jumlah kehilangan energi dalam tiap loop adalah nol. sehingga: h  0  h   KQ KQ  Q   2 KQ f f 2 0 2 0 0  Q  2 KQ0  0 . Untuk ∆Q < < Q0.Metode Hardy-Cross 11 Penurunan persamaan (6) sbb: h f  KQ 2  K  Q0  Q  2 2 h f  KQ0  2 KQ0 Q  KQ 2 Dengan Q adalah debit sebenarnya. Q0 adalah debit permisalan (diambil sembarang) dan ∆Q adalah debit koreksi.

Metode Hardy-Cross 12       Hitungan jaringan pipa dilakukan dengan membuat tabel untuk setiap loop. dalam tiap jaringan selalu dimulai dengan aliran yang searah jarum jam. Koreksi debit ∆Q dihitung dengan persamaan (6). Apabila dalam satu loop kehilangan energi karena aliran searah jarum jam lebih besar dari yang berlawanan (ΣKQ2 > 0. Jika suatu pipa menyusun 2 loop. Dalam tiap loop tersebut. dengan catatan aliran searah jarum jam (ditinjau dari pusat jaringan) diberi tanda positif. maka koreksi debit ∆Q untuk pipa tsb terdiri dari 2 buah ∆Q yang diperoleh dari dua loop tsb. jumlah aljabar kehilangan energi adalah nol. Hasil hitungan yang benar dicapai apabila ∆Q ≈ 0. . sedang yang berlawanan bertanda negatif. positif) maka arah koreksi debit adalah berlawanan jarum jam (negatif). Arah koreksi harus disesuaikan dengan arah aliran. Untuk memudahkan hitungan.

Hitung besar debit aliran dan arahnya pada tiap-tiap pipa. .Contoh Soal 13 Sebuah jaringan pipa seperti tergambar. Gunakan persamaan Darcy-Weisbach.

Aliran yg searah jarum jam diberi tanda positif dan yang berlawanan diberi tanda negatif. Pada saat ∆Q = 0. Perlu koreksi debit. Dilakukan perhitungan iterasi (metode Hardy-Cross) menggunakan tabel hingga diperoleh koreksi debit adalah nol (∆Q = 0).Contoh Soal 14 Penyelesaian: 1. Artinya. Dilakukan pembagian jaringan menjadi 2 buah loop. 2. 4. pada akhir hitungan tsb. dan Loop II (BCD). maka Q0 = Q. 3. debit pada tiap-tiap pipa adalah debit . Ditentukan debit aliran melalui tiap-tiap pipa Q0 secara sembarang namun memenuhi hukum kontinuitas. Loop I (ABC).

Contoh Soal 15 Iterasi 1!!! 15 [ Loop II ] 70 35 35 [ Loop I ] 30 .

Contoh Soal 16 Iterasi 1 Loop I Pipa 7425  13 590  1325 QII   5 290 QI  KQ02 2KQ0 AB 2 x 702 = 9800 2 x 2 x 70 = 280 BC 1 x 352 = 1225 2 x 1 x 35 = 70 CA 4 x 302 = -3600 2 x 4 x 30 = 240 ΣKQ02 = 7425 Σ |2KQ0| = 590 Loop II Pipa KQ02 2KQ0 BD 5 x 152 = 1125 2 x 5 x 15 = 150 DC 1 x 352 = -1225 2 x 1 x 35 = 70 CB 1 x 352 = -1225 2 x 1 x 35 = 70 ΣKQ02 = -1325 Σ |2KQ0| = 290 .

Contoh Soal 17 Iterasi 2!!! 20 [ Loop II ] 35 -1 370-13=57 5= [ Loop I ] 30 17 30+13=43 .

Contoh Soal 18 Iterasi 2 Loop I Pipa  609  1 596 811 QII  3 294 QI  KQ02 2KQ0 AB 2 x 572 = 6498 2 x 2 x 57 = 228 BC 1 x 172 = 289 2 x 1 x 17 = 34 CA 4 x 432 = -7396 2 x 4 x 43 = 334 ΣKQ02 = -609 Σ |2KQ0| = 596 Loop II Pipa KQ02 2KQ0 BD 5 x 202 = 2000 2 x 5 x 20 = 200 DC 1 x 302 = -900 2 x 1 x 30 = 60 CB 1 x 172 = -289 2 x 1 x 17 = 34 ΣKQ02 = 811 Σ |2KQ0| = 294 .

Contoh Soal 19 Iterasi 3!!! 17 [ Loop II ] 58 21 [ Loop I ] 42 33 .

Contoh Soal 20 Iterasi 3 Loop I Pipa 113 0 610  85 QII  0 278 QI  KQ02 2KQ0 AB 2 x 582 = 6728 2 x 2 x 58 = 232 BC 1 x 212 = 441 2 x 1 x 21 = 42 CA 4 x 422 = -7056 2 x 4 x 42 = 336 ΣKQ02 = 113 Σ |2KQ0| = 610 Loop II Pipa KQ02 2KQ0 BD 5 x 172 = 1445 2 x 5 x 17 = 170 DC 1 x 332 = -1089 2 x 1 x 33 = 66 CB 1 x 212 = -441 2 x 1 x 21 = 42 ΣKQ02 = 85 Σ |2KQ0| = 278 .

debit aliran di tiap pipa sudah dianggap benar.Contoh Soal 21   Karena ∆QI ≈ 0 dan ∆QII ≈ 0. maka iterasi dapat dihentikan. Dengan demikian. Jadi. debit aliran di tiap pipa adalah:      Pipa Pipa Pipa Pipa Pipa AB = 58 BC = 21 AC = 42 BD = 17 CD = 33 .

Tugas 22 100 Lt/d 40 Lt/d N-1 N-2 P-1 P-3 [I] P-2 P-4 [ II ] P-6 N-4 30 Lt/d N-3 P-5 P-7 N-5 N-6 30 Lt/d .

dan P-5  D = 250 mm P-6 dan P-7  D = 200 mm Elevasi setiap node adalah 10 m Tekanan hidrolik di N-1 (h1 = P1/γ) adalah 50 m. . P-4.Tugas 23    Faktor gesekan untuk semua pipa adalah f = 0.02 Panjang untuk semua pipa adalah L = 200 m Diameter pipa adalah sbb:       P-1 dan P-2  D = 200 mm P-3. Kehilangan energi sekunder diabaikan.

Tugas 24  Hitunglah:     Debit aliran di setiap pipa menggunakan metode Hardy-Cross Kehilangan energi primer di setiap pipa Tekanan hidrolik di setiap node Buktikan Σhf = 0 di setiap loop .

SELESAI .