Anda di halaman 1dari 10

RANCANGAN KEGIATAN PELATIHAN DAN PEMBUDIDAYAAN OVITRAP

RT 07, 08, 09, 10, 11, 12, 13, 14, 15, 16 DAN 17 – RW 2
DUSUN KARANG AMPEL,
DESA KARANG WIDORO KECAMATAN DAU
A. LATAR BELAKANG
Pengendalian nyamuk Aedes aegypti dan Ae albopictus merupakan program pilihan
pemerintah dalam pencegahan penyakit Demam Berdarah Dengue, mengingat belum ada
obat dan vaksin antivirus dengue. Namun demikian, program ini belum berhasil
menurunkan indeks Aedes karena selama ini sangat bergantung kepada insektisida. Selain
biaya yang mahal dan efek yang pendek (hanya nyamuk dewasa yang mati), penggunaan
insektisida telah menimbulkan resistensi nyamuk Aedes. Resistensi Ae aegypti terhadap
organofosfat di Salatiga berkisar antara 16,6 – 33,3 persen, sedangkan terhadap malathion
0,8% mencapai 66 – 82 persen. Penelitian di Bandung menunjukkan bahwa Ae aegypti
juga resisten terhadap d-Allethrin, Permethrin, dan Cypermethrin dengan Lethal Time 90%
(LT90) berkisar antara 9 – 43 Jam. Kondisi ini menimbulkan pemikiran untuk membatasi
penggunaan insektisida.
Departemen Kesehatan memprioritaskan program pembersihan sarang nyamuk
(PSN) dengan gerakan 3M Plus (menutup dan menguras tandon air bersih, serta mengubur
barangbarang bekas). Meskipun mudah, murah, dan terjangkau, namun program ini belum
berhasil menurunkan populasi nyamuk Aedes karena partisipasi masyarakat yang kurang
maksimal. Disamping itu, PSN menimbulkan nyamuk Aedes kehilangan banyak tempat
perindukan di dalam rumah, dan mencari tempat lain diluar rumah. Ovitrap adalah alat
perangkap telur nyamuk yang digunakan dalam surveilans
Aedes aegypti pada populasi yang rendah. Alat ini dikembangkan oleh Fay dan
Eliason (1966) dan disebarluaskan oleh CDC. Ovitrap standar berupa gelas plastik 350
mililiter, tinggi 91 milimeter dan diameter 75 milimeter dicat hitam bagian luarnya, diisi air
tiga per empat bagian, dan diberi lapisan kertas, bilah kayu, atau bambu sebagai tempat
bertelur (ovistrip).
Berbagai modifikasi ovitrap telah dilakukan. Polson et al (2002) menggunakan
atraktan air rendaman jerami 10% dan membuktikan jumlah telur terperangkap delapan kali
lipat dibanding ovitrap standar. Santos et al (2003) menambahkan variasi konsentrasi air
rendaman jerami dan dikombinasikan dengan Bacillus thuringiensis varisraelensis (Bti).
Jumlah telur yang terperangkap lebih banyak pada air rendaman jerami 10% daripada

keluarga. dan menyimpulkan air rendaman kerang Paphia undulata dan udang windu paling menarik bagi nyamuk Ae aegypti betina gravid. Sant’ana et al (2006) menggunakan air rendaman rumput Panicum maximum (Jacq) 15 – 20 hari sebagai atraktan. Hasilnya membuktikan bahwa air rendaman udang windu lebih menarik secara bermakna dibanding air rendaman jerami dan air hujan. Hasil uji lapangan di Brazil terbukti dapat mereduksi densitas Ae aegypti (penurunan CI) secara nyata. Tujuan Umum . dan terbukti dapat meningkatkan jumlah telur nyamuk Aedes terperangkap secara signifikan. Modifikasi ovitrap menjadi perangkap nyamuk yang mematikan (lethal atau autocidal ovitrap) dilakukan Zeichner dan Perich (1999) dengan menambahkan beberapa jenis insektisida pada media bertelur (ovistrip). Sithiprasasna et al (2003) memodifikasi ovitrap menjadi perangkap larva-auto (autolarval trap) dengan memasang kassa nylon tepat pada permukaan air. kelompok dan masyarakat. Sayono (2008) membandingkan dayatarik Aedes terhadap air rendaman jerami 10%. Desa Karang Widoro. khususnya Dusun Karang Ampel RW 02 merupakan daerah beresiko DHF. Thavara et al (2004) mengevaluasi empat jenis atraktan yaitu air rendaman kerang (Anadara granosa. baik di laboratorium maupun di lapangan. Paphia undulata. dengan efektifitas 45 – 100 persen.ovitrap yang hanya ditambah Bti. dan air hujan yang dikemas dalam lethal ovitrap dari kaleng bekas yang diberi kasa nyamuk sebagai penutup permukaan air. Penggunaan LO dari kaleng bekas selama 4 minggu ini dapat menurunkan indeks ovitrap hingga 20. ammonia. Praktek klinik keperawatan komunitas bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang ditujukan pada individu. Terbukti dari survey yang telah dilakukan terdapat 1 insident DHF pada bulan Desember 2015 di RW 02. Namun demikian. air rendaman udang windu 10%. serta konsentrasi air rendaman jerami 30% yang ditambah Bti mendapatkan telur paling banyak. Zat-zat atraktan tersebut menghasilkan senyawasenyawa CO2. TUJUAN 1. Oleh karena itu diperlukan kerjasama dari semua pihak untuk mencegah masalah tersebut yakni memutus rantai perkembangbiakan nyamuk aedes agepty ini. efek penggunaan LO dari kaleng bekas ini terhadap indeks Aedes belum diketahui bila diterapkan berbasis komunitas.5%. B. dan Mytilus smaragdinus) dan udang windu (Penaeus monodon). dan octenol yang mudah dikenali dan merangsang saraf penciuman nyamuk.

Achmad. Tujuan Khusus Mahasiswa dan kader Jumantik diharapkan mampu memberikan edukasi pada warga mengenai :     Manfaat dan keunggulan ovitrap Keefektifan dan efisiensi penggunaan ovitrap daripada bahan insektisida Pembudidayaan dalam penggunaan ovitrap di lingkungan rumah-rumah warga Pelatihan pembuatan ovitrap sederhana : kader mampu membuat ovitrap secara mandiri C. STRUKTUR KEPANITIAAN Ketua & sie acara : Festy Adinda Putri Sekertaris & MC : Esa Febri M Bendahara & sie. PELAKSANAAN KEGIATAN Kegiatan Pelatihan Pembuatan Ovitrap dilaksanakan pada: Hari/tanggal : Rabu. Kristiyani Herda Sie PubDek Dok : Indari Penyuluh materi dan demonstrasi ovitrap : Bayu Purnomo. konsumsi : Achmad Sie Korlap & humas : Nofita Dewi.Mahasiswa dan kader Jumantik mampu bekerjasama dalam memantau populasi perkembangbiakan dan pembudidayaan penggunaan ovitrap 2.00 – selesai WIB Tempat : Rumah Bapak Eko ( selaku kepala desa Karang Widoro) Peserta : Kader Jumantik RT 07-17 Dusun Karang Ampel Desa Karang Widoro D. Pembukaan (5 menit)  Sambutan dari perwakilan Puskesmas / Bidan / Perawat Desa 2. 20 Januari 2016 Pukul : 13. pengaplikasian dan pembudidayaan ovitrap . Inti Acara (40 menit)  Penyuluhan Materi mengenai Nyamuk Aedes Aegypti  Penyuluhan Materi mengenai Demam Berdarah Dengue (DBD)  Pengenalan ovitrap  Penyuluhan tentang keunggulan. Aditya N C. SUSUNAN KEGIATAN 1.

10.000. SUSUNAN KEGIATAN Rabu.00-16.30 E. 4000) = Rp. 15.00  Lakban hitam = Rp.00 14.000.500.00  Cat hitam (@2 x Rp.15-14. ANGGARAN DANA PEMASUKAN Iuran Anggota 9 x Rp.00  Kassa perangkap nyamuk (1.00-14. 20 Januari 2016 13.000.2000) = Rp.50.00 Penyuluhan Materi mengenai Ovitrap dan demontrasi pembuatan ovitrap 16.00-15.00 E.00 PENGELUARAN  Gelas plastik (@15 x Rp.5m) = Rp.3.30 15.00 =Rp.15 14.000. 15.00  Kain Hitam = Rp. 8.000. EVALUASI KEGIATAN 1.000. Struktur Penutup sekaligus Pendistribusian ovitrap ke lingkungan warga . 30.30-16.30 Registrasi Pembukaan Sambutan dari Puskesmas / Bidan / Perawat Desa Penyuluhan Materi mengenai Kader Jumantik dan Jumantik Kit 15.000. 1. 79. 450.00 + Total = Rp.00-14.000.00  Padel stick = Rp. Penutup (10 menit)  Demonstrasi pembuatan ovitrap sederhana D.

Proses  Peserta mengikuti acara Pelatihan Ovitrap dari awal sampai selesai. Sebanyak 15 Ovitrap buatan kader jumantik telah didistribusikan Ovitrap di wilayah titik Spot Ds. 2. Jumlah peserta dalam sebanyak 11 orang.00 WIB s/d 16. Karang Ampel yang dicurigai tempat populasi nyamuk .  Peserta mampu melakukan diskusi dengan mahasiswa tekait pengenalan dan pembuatan ovitrap rumah tangga.  Peserta memperhatikan materi yang di sampaikan. Evaluasi Hasil Kader Jumantik RT 7-17 Dusun Karang Ampel mampu memahami dan mendemonstrasikan cara pembuatan ovitrap.  Tidak ada peserta yang meninggalkan tempat selama acara dilaksakan.Waktu pelaksanaan Pelatihan Ovitrap dimulai dari jam 14. 3. Eko selaku KADES.00 WIB di rumah bpk.

Model monitoring Ovitrap Beberapa model yang dikembangkan untuk memonitor atau mengamati menganalisis dan mengevaluasi data tempat penempatan ovitrap agar lebih memahami kondisi aedes pada suatu daerah yang digunakan sebagai tujuan pengamatan. Untuk menjaga agar kepadatan nyamuk penular yang sudah menurun tidak menjadi tinggi lagi. aegypti B. yaitru antara lain: . tempurung kelapa atau lainya) yang diberi lubang ± 1 cm dari tepi atas untuk menggantungkan ovitrap pada paku dan untuk mencegah air agar tidak meluap serta diberi padel yang berupa potongan bambu atau kain yang berwarna gelap untuk tempat meletakkan telur bagi nyamuk. Albopictus dengan cara menangkap telur nyamuk dalam upaya pemberantasan vektor DBD dan survey entomologi A. Dari beberapa pengertian ovitrap di atas dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa ovitrap adalah: Suatu alat yang digunakan untuk mendeteksi keberadaan nyamuk Ae. Aegypti dan Ae. diperlukan upaya pemantauan dan pencegahan terhadap populasi perkembangbiakan nyamuk Ae. Aegypti dan Ae. Albopictus jika kepadatan populasi nyamuk rendah dan survey larva menunjukkan hasil yang tidak produktif (misal Breteau Index kurang dari 5). PENGERTIAN Menurut WHO ovitrap yaitu: Ovitraps are devices used to detect the presence of Ae. seperti dalam kondisi normal.Lampiran Ovitrap dan Ovistrip A. Sedangkan menurut beberapa penelitian yang lain ovitrap merupakan alat yang digunakan untuk mendeteksi keberadaan nyamuk Ae. Beberapa penelitian ovitrap berdasarkan sebuah penelitian adalah tandon air buatan yang sengaja dibuat untuk keperluan survey entomologi yang biasanya terbuat dari potongan bambu atau container lain yang mudah didapat (bekas kaleng susu dicat hitam. Aegypti and Ae. gelas plastik. Albopictus. PENDAHULUAN Upaya penanggulangan Demam Berdarah yang tepat guna adalah dengan cara memberantas nyamuk Aedes aegypti.

Cara Pembuatan Ovitrap dan Ovistrip Cara membuat ovitrap yaitu dengan menyediakan bahan-bahan sebagai berikut:  Tabung berwarna gelap Tabung berwarna gelap dengan diameter kurang lebih antara ±10 cm dan tinggi kurang lebih antara ±10 cm. gelas. Model Hotspot Model Hotspot ovitrap dikembangkan untuk menampilkan. Kertas saring/saringan nyamuk Kertas saring atau saringan nyamuk dibuat berwarna gelap yang berfungsi sebagai perangkap telur ataupun nyamuk Kain gelap dan padel . tabung bisa terbuat dari bambu. Lokasi ini kemudian di evaluasi untuk melihat apakah ada suatu kebutuhan ovitrap untuk diganti ke lokasi yang lain dimana tempat penempatan dapat dideteksi untuk mempromosikan lebih efisien penggunaan ovitrap. 4. Dapat juga digunakan untuk suatu ukuran jika dengan tujuan mengontrol area tersebut efektif atau berhasil. Model Inactive ovitrap Model inactive ovitrap dikembangkan untuk mengidentifikasi tempat ovitrap secara minimal atau tanpa tempat penempatan selama periode waktu yang ditentukan. Dengan model ini. tim pengamat dimungkinkan untuk membuat pertanyaan keadaan penempatan ovitrap di area selama periode waktu tertentu. 3. untuk banyaknya yang diseleksi selama periode waktu didefinisikan dengan minggu. ataupun tempat-tempat   yang isa digunakan sebagai wadah ovitrap. 2. kita mengelompokkan kepadatan populasi lebih besar dari pada hanya dengan 1 larva atau 1 pupa atau per ovitrap dan periode waktu selama 4 minggu untuk mengidentifikasi perindukan ovitrap secara konsisten untuk waktu selama 4 minggu tersebut. Model Query Model query dikembangkan untuk membangkitkan atau menghasilkan dan menampilkan grafik bar total kepadatan perindukan ovitrap. Contohnya. mengidentifikasi tempat ovitrap yang mempunyai lokasi terhadap tingkat kepadatan untuk angka setiap minggu selama periode waktu yang ditentukan. Model ini khususnya digunakan untuk mengidentifikasikan area yang mempunyai tingkat kepadatan Aedes tinggi secara konsisten selama beberapa waktu dan menjadi perhatian lebih.1.

Setelah dilakukan pengamatan telur / jentik. jangan diselokan atau air mengalir karena memungkinkan jentik menjadi nyamuk dewasa. . tabung/gelas kemudian diisi dengan air kira-kira ¾ volume tabung dan kemudian ovitrap ditempatkan pada tempat yang akan dilakukan untuk penelitian. pada bibir tabung/gelas juga dipasang kain secara melingkar yang mana kain tersebut di dimasukan hingga menyentuh air didalam tabung/gelas yang bertujuan agar kain tetap lembab. maka air harus dibuang ditempat yang kering atau dimusnahkan. Ovitrap dibersihkan dan selanjutnya dapat digunakan lagi. maka kemungkinan besar populasi nyamuk dapat dikendalikan karena dengan kontrol ketat setiap minggu maka jentik. setelah kering tabung/gelas tersebut diberikan lubang sekitar ¾ dari tinggi tabung/gelas tersebut yang bertujuan agar air tidak meluap keatas.jentik yang dihasilkan tidak akan menjadi nyamuk dewasa. Pada hari ke 5 – 6 atau bisa sampai seminggu kita harus amati keberadaan telur atau jentik aedes yang terperangkap dalam ovitrap. dengan demikian regenerasi nyamuk akan terhambat. Kemudian bahan – bahan dirangkai sebagai berikut : tabung/gelas terlebih dahulun di cat berwarna gelap. Penerapan ovitrap ini bila kita lakukan secara serius. Ditemukannya telur atu jentik aedes hari ke 5 – 6 atau bisa sampai seminggu kita harus amati keberadaan atau berkeliaran nyamuk aedes. seksama dan membudaya dimasyarakat. kemudian pada bibir tabung/gelas di pasang penutup dengan menggunakan kertas saring/saringan nyamuk yang berwarna gelap. Fungsi dari kain dan padel ini sebagai tempat hinggapnya nyamuk untuk kemudian bertelur di tempat ovitrap. serta pasangkan padel di sisi tabung/gelas dengan posisi vertikal/tegak lurus dengan tabung/gelas.Kain berwarna gelap dengan tekstur kasar dan padel yang bisa terbuat dari kayu/bambu. Cara kerja Ovitrap dan Ovistrip Cara kerja dan fungsi ovitrap adalah menangkap telur nyamuk aedes yang berada pada ovistrip untuk kemudian dianalisa dan dihitung jumlahnya.

Dokumentasi: .