Anda di halaman 1dari 2

BAB 1

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Tuberkulosis (TB) adalah suatu penyakit menular yang disebabkan
oleh kuman Mycobacterium tuberculosis yang menyerang organ paru dan
ekstra paru (tulang, kulit, abdomen, dan lain-lain). TB sampai saat ini masih
merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat di dunia walaupun upaya
pengendalian

dengan

strategi

DOTS

(Directly

Observed

Treatment,

Shortcourse chemotherapy) telah diterapkan di banyak negara sejak tahun
1995 (PDPI, 2014).
Dalam laporan WHO tahun 2013 diperkirakan terdapat 8,6 juta kasus
TB pada tahun 2012 di mana 1,1 juta orang (13%) di antaranya adalah pasien
TB dengan HIV positif. Sekitar 75% dari pasien tersebut berada di wilayah
Afrika (PDPI, 2014). Setiap tahun lebih dari 2 juta orang meninggal karena
TB. Indonesia berada pada tingkat ketiga terbesar di dunia dalam jumlah
penderita TB, setelah India dan China (Depkes RI, 2008).
Menurut WHO, kematian wanita karena TBC lebih banyak daripada
kematian karena kehamilan, persalinan dan nifas. Bila tak dikendalikan,
dalam 20 tahun mendatang TB akan membunuh 35 juta orang. Melihat
kondisi tersebut, WHO menyatakan TB sebagai kedaruratan global sejak
1993. WHO telah merekomendasikan strategi DOTS sebagai strategi dalam
penanggulangan TB. Strategi ini memasukkan pendidikan kesehatan,
penyediaan obat anti TB gratis dan pencarian secara aktif kasus TB. Fokus
utama DOTS adalah penemuan dan penyembuhan pasien, prioritas diberikan
kepada pasien TB tipe menular (Kemenkes, 2009).

7

Untuk mengurangi bertambahnya jumlah penderita TB paru dan masalah yang ditimbulkan. Diperkirakan seorang pasien TB dewasa akan kehilangan rata-rata waktu kerjanya 3 sampai 4 bulan. (PDPI. penanganan awal yang dapat dilakukan dimulai dari lingkungan keluarga.Sekitar 75% pasien TB adalah kelompok usia yang paling produktif secara ekonomis (15-50 tahun). Keluarga dalam hal ini sangat berperan sebagai pengawas minum obat maupun pengingat untuk selalu hidup sehat. sehingga pengobatan TB paru dapat berhasil dan penularan dapat diminimalkan (Depkes RI. 2014). 2008). 8 . di mana keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri dari kepala keluarga dan beberapa orang yang berkumpul dan tinggal di suatu tempat di bawah satu atap dalam keadaan saling ketergantungan.