Anda di halaman 1dari 35

LAPORAN KASUS

Cerebrovascular Attack
Oleh :
Desty Permataningtyas (0910710053)
Pembimbing :
dr. Moch. Ridwan, Sp. KFR

Definisi
Stroke adalah gangguan fungsional otak
yang terjadi secara mendadak dengan
tanda dan gejala klinis baik fokal
maupun global yang berlangsung lebih
dari 24 jam yang disebabkan gangguan
pembuluh darah otak
(Ginsberg, 2007)

Epidemiologi
• Menurut AHA 2011, stroke merupakan
penyebab kematian nomor 3 setelah
penyakit jantung dan kanker, dan lebih
banyak wanita dibandingkan pria yaitu
sebanyak 60,6% kematian stroke di AS
pada tahun 2007 (Ginsberg, 2007)
• Menurut Survei Kesehatan Rumah Tangga,
stroke merupakan penyebab kematian
utama di Indonesia

Risk Factor .

.

Diagnosa Banding Jenis-jenis Stroke (1) PIS SAH Thrombosis Emboli Umur > 40 tahun Tak tentu biasanya 20-30 50 – 70 tahun Semua umur Onset Perjalanan Aktivitas Cepat Aktivitas Cepat Bangun tidur Bertahap .Cepat Gejala penyerta Sakit kepala Muntah Vertigo ++ ++ _ ++++ ++++ _ _ _ +/- _ _ +/- HT berat/maligna +/_ _ _ +/ASHD ++ ++ _ RhHD _ _ Kriteria Diagnosa Risk faktor Hipertensi Penyakit jantung DM Hiperlipid HHD _ _ .Tak tentu .

Diagnosa Banding Jenis-jenis Stroke Kriteria Diagnosa PIS SAH Thrombosis Emboli Kesadaran  / coma  pelan N/ N/ Kaku kuduk +/- ++++ _ _ Kelumpuhan  Hemiplegi Tangan = kaki  Hemiparese +/Sdh 3-5 hari  Hemiparese Tangan  kaki  Hemiparese Tangan  kaki Afasia _ _ ++/- ++/- LP darah +/- +++++ _ _ Arteriografi Shift midline Aneerysma + Oklusi / Stenosis Oklusi CT Scan Hiperdens ++++ Intraserebral N / Hiperden Ekstraserebral Hipodens Sdh 4 – 7 hari Hipodens Sdh 4 –7 hari .

Trombosis serebri. Emboli serebri 2. atherosklerosis pada pembuluh darah otak • TIA.Klasifikasi 1. 2007) . Stroke non hemoragik/iskemik disebabkan penyumbatan pembuluh darah akibat adanya emboli. Stroke hemoragik disebabkan kenaikan tekanan darah yang akut atau penyakit lain yang menyebabkan melemahnya pembuluh darah • Perdarahan intraserebral. Perdarahan subarachnoid (Goetz.

.

.

Kegagalan energi d. Spreading depression Tahap 3 : Inflamasi Tahap 4 : Apoptosis (Sjahrir. 2003) . Penurunan aliran darah b. Eksitoksisitas dan kegagalan homeostatis ion b.Patofisiologi Stroke Non-Hemoragik/ Iskemik Mengakibatkan perubahan dari sel neuron secara bertahap Tahap 1 : a. Termina (depolarisasi dan kegagalan homeostatis ion) Tahap 2 : a. Pengurangan O2 c.

1999) .Patofisiologi Stroke Hemoragik • Pendarahan Intraserebral (PIS) Penyebab utamanya hipertensi  terjadi jika tekanan darah meningkat secara signifikan  pembuluh arteri robek  terjadi perdarahan pada jaringan otak  membentuk suatu massa  jaringan otak terdesak  fungsi otak terganggu • Pendarahan Subarakhnoid (PSA) Pecahnya aneurisma sakuler Aneurisma sakuler  proses degenerasi vaskuler yang di dapat akibat proses hemodinamika pada bifurcatio pembuluh arteri otak di daerah siklus wilisi (Misbach J.

Gejala Klinis Pada stroke non hemoragik/ iskemik gejala klinis bergantung pada area vaskular yang terganggu • Infark total sirkulasi anterior (karotis)  hemiplegia. perubahan kesadaran • Infark medula spinalis (Ginsberg. defisit kortikal (disfasia. 2007) . hilangnya fungsi visuopasial) • Infark parsial sirkulasi anterior  hemiplegia dan hemianopia atau defisit kortikal saja • Infark sirkulasi posterior  tanda2 lesi batang otak misal vertigo. hemianopia. diplopia.

Gejala Pendarahan Subarakhnoid (PSA) Nyeri kepala hebat.Gejala Pendarahan Intraserebral (PIS) Nyeri kepala berat.Gejala Klinis Pada stroke hemoragik: 1. fotofobia. nyeri dipunggung dan leher. bila berat dapat terjadi ulkus peptikum . pada pemeriksaan lasegue dan kernig jika nyeri (+) maka terjadi gangguan fungsi saraf mengakibatkan demam setelah 24jam. muntah. mual. mual. waktu beraktivitas dan saat emosi/marah. muntah dan adanya darah di rongga subarakhnoid pada pemeriksaan pungsi lumbal sebagai tanda khas. 2. Serangan sering siang hari. Kesadaran menurun dan cepat koma.

Mencegah komplikasi 2. Mengajari cara adaptasi dengan kondisi yang baru 3.Sasaran Program Rehabilitasi 1. Meningkatkan kualitas hidup •Langkah awal dalam rehabilitasi adalah menentukan letak lesi •Mengantisipasi masalah yang akan timbul •Merencanakan strategi rehabilitasi . Melatih kembali sistem saraf yang telah rusak 4.

Bladder training Feeding exercise Language training Language training Language training Language training Ambulation training . UE = LE ( main stem ) UE > LE (upper div. Ambulation Ex.) Hemianesthesia Homonymous hemianopsia Unhibited Neurogenic bladder (Type 2) Dysphagia DH : Global aphasia (main stem) Broca aphasia.ARTERY ACA MCA MAIN PROBLEMS Hemiparesis ( LE>UE) Foot drop Hemianesthesia UE Apraxia Transcortical motor aphasia Mental confusion REHABILITATION STRATEGY DH Hemiplegia.) Wernicke aphasia NDH : Aprosody Visuo-spatial deficit Neglect syndrome Gait training Orthoses Sensory stimulation Language training Language training Psychological counseling Gait and ADL Sensory stimulation Positioning. Apraxia (upper div.

Language training Sensory deficits. Choreiform movements. Tremor. Raymond-Cestan. Balance and coord. Choreo-athetoid Sup. Millard-Gubler. etc Dysphonia. Deafness. Gasperini . Positioning. Feeding exercise. Ambulation Ex. Hemialternans syndr. Nystagmus. Motor and sensory Exercises Horner’s syndr.: Benedikt. Parinaud.Weber. Foville. exercise Sensory & motor exercise V-B SYSTEM Cognitive training Ataxia. Dysphagia. sensation deficits Pain (Dejerine-Roussy Syndr) Memory deficits Movement & ambulation Ex.ARTERY MAIN PROBLEMS REHABILITATION STRATEGY PCA Hemiparesis Homonymous hemianopsia Ataxia.

.

Mobilisasi. Latihan komunikasi 5. Terapi vokasional 4.Program Rehabilitasi Medik Fase Akut Tujuan: mencegah komplikasi akibat imobilisasi lama Program: 1. Konseling masalah psikososial . mulai dari tempat tidur-dudukberdiri-berjalan 2. Latihan nafas Fase Sub Akut Program: 1. Latihan luas gerak sendi 3. Latihan ADL 3. Positioning dan turning tiap 2 jam 2.

LAPORAN KASUS .

Identitas o Nama : Ny. S o Umur : 62 tahun o Jenis kelamin : Wanita o Alamat : Karya Timur – Malang o Pekerjaan : Tidak bekerja o No Register RM : 34xx/2014 o No Register RSSA : 1121xxxx o Tanggal pemeriksaan : 29 Desember 2014 (Poli Rehab Medik RSSA) .

muntah (+) dan didiagnosa stroke tipe sumbatan. . Untuk melakukan aktivitas sehari-hari pasien dibantu oleh suami dan anaknya. mual (-). mual (-). muntah (-). Sejak 3 minggu yang lalu pasien dipasang selang sonde (NGT) untuk makan dan selang kencing (kateter). penurunan kesadaran (-). Riwayat Penyakit Sekarang: • Kaki dan tangan kiri terasa lemas sejak 3 tahun lalu tiba-tiba mendadak saat bangun tidur. sakit kepala (-). • Sejak 3 tahun yang lalu hingga saat ini pasien hanya berbaring di tempat tidur. • Kurang lebih 3 minggu yang lalu pasien mengalami keluhan kejang sebanyak 2x selama ± 5 menit. saat kejang pasien tidak sadar. sakit kepala (+). demam (-).Anamnesis (heteroanamnesa dengan suami pasien) Keluhan utama: kaki dan tangan sebelah kiri lemas.

Sebelum terdiagnosa stroke 3 tahun yang lalu pasien bekerja sebagai penjual nasi jagung di pasar. DM (-). DM (-).Riwayat Penyakit Dahulu: Sejak terdiagnosa stroke kurang lebih 3 tahun yang lalu pasien tidak rutin kontrol. . KB oral (-). merokok (-). sering konsumsi makanan asin dan bersantan. Riwayat Penyakit Keluarga : HT (-). penyakit jantung (-). Hipertensi (+) namun tidak rutin minum obat. Stroke (-) Riwayat Sosial: Pasien tinggal bersama suami dan anaknya.

murmur (-) Paru : vesikuler. Rh -/-.Status Interna ▫ ▫ ▫ ▫ ▫ ▫ GCS : 356 Tensi : 180/100 Nadi : 88 x/menit Respirasi : 20 x/menit Jantung : S1S2 tunggal. wh -/- .

Status Fungsional • Right Handed • Gangguan bahasa: Afasia motorik • Ambulasi : Bed lying • ADL : Totally dependent (Barthel score index: 10) • Gait : Sulit dapat dievaluasi .

VII D tipe UMN parese N.XII D tipe UMN Refleks fisiologis ○ BPR +2/+3 ○ TPR +2/+3 ○ KPR +2/+3 ○ APR +2/+3 Refleks Patologis : ○ Tromner +/+ ○ Hoffman +/+ ○ Babinski -/+ ○ Chaddock -/+ ○ Oppenheim -/- Refleks primitif : (-) Saraf otonom : terpasang kateter . Cranialis : parese N.Status Neurologis N.

Status Lokalis MMT (Lovett) : 4 / 2 4/2 Tonus otot : N /↗ (spastik) Sensorik : sulit dievaluasi .

Diagnosa • Diagnosa fungsional : Handicap • Diagnosa medis : Hemiparese sinistra e.c CVA trombosis Hipertensi stage II .

tidak bisa berbicara.Problem Rehabilitasi • Medik : CVA trombosis • Ambulasi : Bed Lying • ADL : Totally dependent (Barthel score index: 10) • Vokasional : terganggu. • Bahasa : afasia motorik . pasien mengalami kelemahan kaki dan tangan kiri.

• Terapi wicara.Program Rehabilitasi Non Farmakologis: Exercise: • Latihan ROM aktif asistif untuk anggota gerak kiri. amlodipin 1 x 10 mg . Physical modalities: Prosthetic-Orthotic: Medikamentosa: ASA 1 x 80 mg. • Mobilisasi.

Terima kasih .