Anda di halaman 1dari 20

BAB I

PENDAHULUAN
Menurut kodratnya, manusia adalah makhluk masyarakat. Manusia selalu hidup bersama dan
berada diantara manusia lainnya. Aristoteles seorang ahli pikir Yunani kuno, yang hidup sekitar tahun
384-322 SM, menyatakan dalam ajarannya; manusia adalah zoon politicon. Manusia sebagai makhluk
sosial senantiasa ingin berhubungan dan berkumpul dengan manusia lainnya. Dalam bentuk kongkretnya,
manusia bergaul, berkomunikasi, dan berinteraksi dengan manusia lainnya. Keadaan ini terjadi karena
dalam diri manusia terdapat dorongan untuk hidup bermasyarakat di samping dorongan keakuan.
Dorongan bermasyarakat dan dorongan keakuan yang mendorong manusia bertindak untuk kepentingan
dirinya sendiri.
Dorongan masyarakat yang dibina sejak lahir akan selalu menampakan dirinya dalam berbagai
bentuk, seperti koperasi, hubungan antarpribadi, mengikatkan diri pada kelompoknya dan sebagainya.
Dorongan semacam ini akan jelas wujudnya bilamana mendapatkan bimbingan dan latihan dari orang
sekitarnya. Walaupun telah dibawa oleh setiap individu sejak lahir, sifat keakuan sepenuhnya atau secara
mutlak mendomisili kehidupannya. Domisili secara mutlak dari sifat keakuan tersebut menyebabkan
seorang akan terlepas dari sistem kemasyarakatan yang sebenarnya tidak mungkin dapat dijalani olehnya
karena setiap orang saling bergantung satu sama lain (interdepen dwnsy). Untuk itu, ia harus mengerem
sifat keakuannya pada batas-batas tertentu dan menumbuhkan sifat kemasyarakatan.
Hal-hal tersebut merupakan gejala terbentuknya sebuah wadah berkumpulnya manusia serta
berlangsungnya ruak gerak kehidupan yang kita sebut masyarakat. Masyarakat yang sudah terbentuk,
lazim memiliki tatanan-tatanan, norma-norma serta hal-hal yang berlaku bagi anggota masyarakatnya
yang akan kita bahas lebih luas lagi insya allah.

BAB II
PEMBAHASAN
A. PENGERTIAN MASYARAKAT
Masyarakat (sebagai terjemahan istilah society) adalah sekelompok orang yang membentuk
sebuah sistem semi tertutup (atau semi terbuka), dimana dimana dimana sebagian besar interaksi adalah
antara individu-individu yang berada dalam kelompok tersebut. Kata “masyarakat” sendiri berakar dari
kata dalam bahasa Arab, musyarak. Lebih abstraknya, sebuah masyarakat adalah suatu jaringan
hubungan-hubungan antar entitas-entitas. Masyarakat adalah sebuah komunitas yang interdependen
(saling tergantung satu sama lain). Umumnya, istilah masyarakat digunakan untuk mengacu sekelompok
orang yang hidup bersama dalam satu komunitas yang teratur.
Menurut Syaikh Taqyuddin An-Nabhani, sekelompok manusia dapat dikatakan sebagai sebuah
masyarakat apabila memiliki pemikiran, perasaan, serta sistem/aturan yang sama. Dengan kesamaankesamaan tersebut, manusia kemudian berinteraksi sesama mereka berdasarkan kemaslahatan.
Masyarakat sering diorganisasikan berdasarkan cara utamanya dalam bermata pencaharian.
Pakar ilmu sosial mengidentifikasikan ada: masyarakat pemburu, masyarakat pastoral nomadis,
masyarakat bercocoktanam,

dan

masyarakat

agrikultural

intensif,

yang

juga

disebut

masyarakat peradaban. Sebagian pakar menganggap masyarakatindustri dan pasca-industri sebagai
kelompok masyarakat yang terpisah dari masyarakat agrikultural tradisional. Masyarakat dapat pula
diorganisasikan berdasarkan struktur politiknya: berdasarkan urutan kompleksitas dan besar, terdapat
masyarakat band, suku, chiefdom, dan masyarakat negara. Kata society berasal dari bahasa latin,
societas, yang berarti hubungan persahabatan dengan yang lain. Societas diturunkan dari kata socius yang
berarti teman, sehingga arti society berhubungan erat dengan kata sosial. Secara implisit, kata society
mengandung makna bahwa setiap anggotanya mempunyai perhatian dan kepentingan yang sama dalam
mencapai tujuan bersama.

partnership. ada pula yang cenderung kompetitif. Produsen membutuhkan pasar. penjajahan. babi (serakah). takut. berkehendak. manusia sebagaihayawan nathiq (hewan yang berbicara). perjanjian. cemas. tiga pilar. pedagang membutuhkan pembeli. regional. transaksi. dalam bermu’amalah ada yang cenderung bersifat kooperatif. atau konstitusi. orang banyak membutuhkan hiburan. ada yang bertabi’at anjing (dengki). dan menderita. dan yang pintar membutuhkan medan aktualisasi diri di depan orang awam. maka mereka merasa bagaikan di dalam “sorga”. Misalnya. serigala (buas). Demikian juga secara lebih luas. nasional. kotor atau bersih). tertekan. barter. dan malahan ada pula yang cenderung destruktif. pengabdian. empat pilar. eksploitasi. damai. Oleh karena itu. dari lokal. ada juga yang cenderung ekslpoitatif. manusia pada umumnya mencita-citakan adanya masyarakat yang menjamin rasa aman dan rasa keadilan. MAKNA SEBUAH MASYARAKAT Manusia adalah makhluk yang berpikir. dan lalat (tidak pilih-pilih. setiap kelompok masyarakat memiliki ketergantungan terhadap kelompok masyarakat yang lain. selektif. Di samping itu ada pula manusia yang bertabiat lebah (konsisten. Sebagai makhluk sosial. Ada pula manusia bertabiat merpati (mersa. ular (licik). frustasi. Itu semua tergantung kepada pilar-pilarnya. Masyarakat yang terjamin rasa aman dan rasa keadilannya. yang kaya membutuhkan tenaga kerja. konsumen membutuhkan barang. Jika pilarnya tidak lengkap atau tidak efektif. setiap manusia memiliki ketergantungan kepada manusia yang lain. hingga internasional. Saling ketergantungan itu melahirkan sistem sosialmu’amalah. Oleh karena itu. dan mengerti akan makna hidup. Meski demikian manusia memiliki rasa keadilan. dan seniman butuh panggung. maka harapan masyarakat tidak akan terwujud. meskipun semuanya bekerja. dan setia). kontrak. Untuk itu. seperti yang . yang miskin membutuhkan pekerjaan. Karena apa yang dikerjakan selalu menjadi kontra-produktif. ayam jago (free sex). indah dan percaya kepada masa depan. Di sisi lain. apakah berfungsi atau tidak. dan selalu meninggalkan yang positif). polisi. Sedangkan masyarakat yang tidak memperoleh rasa aman dan keadilan (masyarakat anarkis) maka mereka merasa berada di dalam “neraka”. pilarnya tunggal atau kembar. saling ketergantungan juga melahirkan penindasan. dll. yang awam membutuhkan orang pintar.B. Sebagaimana telah disinggung di muka bahwa. atau banyak pilar yang saling memperkuat bangunan (masyarakat). merasa. lembaga adat. begitulah seterusnya. pada semua lapisan masyarakat terdapat lembaga yang diharapkan dapat memenuhi rasa aman dan rasa keadilan itu.

Itulah yang memprihatinkan. tapi narkoba disebarluaskan. seperti yang diibaratkan Hadits Nabi tentang penumpang perahu yang melubangi lantai perahu.J. Perbedaan prinsip. Mereka memang dapat dipisahkan hanya saja leterpisahannya akan menimbulakan kesedihan dan kekalutan. Sekolah dibuka. . Dari segi pengelompokannya. atau seperti alat-alat tubuh yang secara fungsional bekerja sama. dank erelan berkorban sebagaimana yang terdapat pada keluarga. kesetiaan.satu menanam. Bouman (1976) lebih lanjut mengemukakan arti masyarakat paguyuban ini sebagai suatu persekutuan manusia yang disertai perasaan setia kawan dan keadaan kolektif yang besar. Ciri masyarakat paguyuban ini dapat dilihat dari adanya ketaatan. Demikian juga individu dalam suatu persekutuan hidup masyarakat paguyuban yang bertalian sangat erat satu dan lainnya. Untuk mencapai tujuan mereka bersama. C. yang satu mencabuti. masingmasing anggotanya rela berkorban untuk kepentingan bersama menurut kapasitas dan kemampuan masing-masing sehingga keterkaitan antarkeluarga menjadi sangat erat. dapat mengakibatkan seluruh bangunan roboh. karena dia ingin jalan pintas memperoleh air. Hubungan yang terjalin antarbeberapa orang ini kemudian melahirkan kelompol orang atau masyarakat yang terjalin dalam satu ikatan. BENTUK-BENTUK MASYARAKAT Atas dasar ketergantungan seorang kepada orang lain dan untuk mencari tujuan bersama. dan sebagainya. Maka. P. masyarakat terbagi atas masyarakat paguyuban (gemein schaft) dan masyarakat patembayan (gessel schaft). Karena pilar-pilar itu saling memperkuat. Bouman mengumpamakan hal ini dengan ikatan organis antar sel-sel dalam tubuh tanaman. hasilnya nol lagi. maka jika ada satu pilar yang tidak berfungsi. nilai. Mereka yang capai tetap hasilnya nol. setiap orang bekerja sama dengan orang lain. 1. seluruh anggota masyarakat terjebak dalam krisis. Masyarakat Paguyuban (gemein schaft) Masyarakat paguyuban dapat diartikan sebagai persekutuan hidup. kepentingan antar kelompok masyarakat melahirkan bermacam-macam bentu masyarakat.

masyarakat patembayan mempunyai pertalian yang lebih renggang. D. Ciri masyarakat in diantaranya: 1. individu sebagai bagian unsure dari kelompoknya. 2. Keterikatan mereka hanya diletakkan pada dasar untuk mencapai tujuan bersama. yang tiap butir-butirnya pasir dapat terpisah dari butir lainnya. Demikian bentuk masyarakat asal ditinjau dari keterkaitannya antara satu dan anggota lainnya. Solidaritas yang sangat kokoh dan bersifat permanen. Contoh masyarakat patembayan ini adalah organisasi masyarakat dalam berbagai bentuk dan ragamnya. merupakan unsure cirri yang vital. 2. Cirri-ciri masyarakat paguyuban ini diantaranya: 1. Bouman (1976) mengibarakan pertalian masyarakat patembayan ini seperti tumpukan pasir.Hal ini membuktikan bahwa keterpisahan dalam kelompoknya sangat tidak disenanginya. TINGKATAN-TINGKATAN MASYARAKAT Ditinjau dari akibat perubahan dan perkembangan yang terjadi. Pemenuhan hak tidak selalu dikaitkan dengan kapasitas pemenuhan kewajibannya. 3. Rela berkorban untuk kepentingan bersama. Masyarkat Patembayan (Gessel schaft) Bila dibandingkan dengan masyarakat paguyuban. 1. P. bantuk masyarakat dapat diklasifikasikan pada masyarakat tadisional dan masyarakat modern. Hak seseorang diberikan dengan memperhitungkan kewajibannya yang diberikan kepada organisasi sehingga sifat keakuan tiap individu pada masyarakat patembayan ini sangat menonjol. Solidaritas antara anggota tidak terlalu kuat dan hanya bersifat sementara. bahkan tidak jarang tiap individu masih membawa misi dan kepentingan sendiri. Masyarakat Tradisional .J. Dengan demikian. Pemenuhan hak seseorang didasarkan pada pemenuhan kewajiban. 2.

Kaum feudal yang menjadi tempat bergantung masyarakat banyak. dengan sendirinya menempatkan dirinya sebagai pemimpin atau tokoh masyarakat. Oleh karena itu. sebagai bentuk dari kehidupan bersama. tidak heran bila pada masyarakat tradisional jawa lahir semboyan sabda pandito ratu ( ujaran pada pemimpin) menjadi acuan hukum yang berlaku. pekerjaan-pekerjaan seperti bertani. Karena dominisinya pula. gotong royong atau tolong-menolong merupakan cirri lain dari masyarakat tradisional. Dominasi demikian sangat berpengaruh erhadap sisem politik dan budaya masyarakat tradisional. pangan. mempunyai keterikatan yang sangat erat dengan lengkungan hidupnya. baik yang berupa manusia maupun yang berupa benda. Kebijakan yang diambil oleh para penguasa dengan mudah dapat dijalankan. oleh karena itu. . kepemimpinannya lebih bercoraj pimpinan otokritas sedangkan kaum buruh hanya bersifat pasrah (bahasa jawa nrimo) atas kebijakan para penguasa. Hal ini dapat dimengerti bahwa kehidupan masyarakat tradisional sangat bergantung pada manusia lain dan kondisi alamnya. dan sebagainya dikerjakan bersama. lahirlah elite masyarakat yang bersistem feodal. Bagian besar dari masyarakat yang tidak mempunyai tanah harus menggantungkan penghidupannya pada tuan-tuan anah (feodalis) sebagai buruh sehingga timbul dominasi kaum feodal terhadap kaum buruh. Keadaan ini membentuk sikap dan hubungan yang sangat erat antarindividu.Masyarakat tradisional. Lesederhanan teknologi yang dipergunakan oleh petani dan nelaya menyebabkan ia sangat bergantung pada kondisi alam. Kegiatan pertanian dan nelayan hanya dilakukan pada wajtu tertentu dan hanya dapat mengambil manfaat dari yang sudah tersedia di alam. Kebutuhan sandang. dan papan dipenuhi dari alam sekitarnya. perladangan berpindah-pindah dengan menebangi hutan merupakan salah satu cirri dari masyarakat tradisioanal. Mata pencahariannya berpusat pada sector pertanian dan nelayan. Karena peraturan-peraturan yang ditetapkan hanya mengikuti adat dan kebiasaan yang tidak pernah tertulis. Modal yang paling menonjol pada mereka adalah pemilikan tanah sehingga pada masyarakat tradisional banyak tumbuh tuan tanah yang mempunyai pertanian dan perkebunan. Dalam kehidupan yang serba sederhana ini. Akibat penguasaan lahan pertanian danperkebunan oleh tuan tanah yang jumlahnya relative kecil dibandingakan dengan masyarakat umum. mendirikan rumah.

mereka telah memperhitungkan dan memanfaatkan berbagai keadaan. atau dengan hujan buatan untuk menghindari kekeringan dan sebagainya. seperti teknologi pemupukan untuk mendapatkan kesuburan tanah atau green house (rumah kaca) untuk menghindari cuaca yang berubah-rubah. Seseorang yang telah mempunyai pengetahuan dan keterampilan tertentu dapat mempegunakan pengetahuan dan keterampilan tersebut untuk kepentingan orang lain. gerakan-gerakan ekonomi pada masyarakat modern telah bergeser pada bidang-bidang yang belum dijamah masyarakat tradisional. Masyarakat Modern Masyarakat modern merupakan pola perubahan dari masyarakat tradisional yang telah mengalami kemajuan dalam bebagai aspek kehidupan. tetapo merambat pada sector lain seperti jasa dan perdagangan. tetapi juga berorientasi pada pasar. Salah satu ukuran kemajuan dapat terlihat pada pola hidup dan kehidupannya. dipilih tenaga ahli dan terampil dalam bidang tertentu karena penggunaan suatu teknologi menuntut dan memerlukan tenaga manusia dangan kualifikasi terentu pula. pada masyarakat modern masalah cuaca atau kesuburan tanah yang tidak menguntungkan dapat diantisipasi sedemikian rupa dengan mempergunakan teknologi. Dalam perdagangan. Di bidang mata pencaharian. mereka tidak bergantung pada sektor pertanian saja. Mereka yang tidak dapat aktif dalam sector pertanian misalnya. dapat memilih bidang perdagangan atau jasa sebagai lading tempat mata pencahariannya. Kegiatan ekonomi tidak hanya berorientasi pada kapasitas produksi. dilakukan dengan berbagai cara. sumber daya manusia.2. Untuk itu diperlukan pendidikan khusus guna menyiapkan tenaga ahli yang terampil untuk berbagai keprluan. seperti menggunakan jasa kesehatan. advokat. yaitu dengan memadukan sumber daya alam. Sektor pertanian sebagai salah satu garapannya. agar tidak terjadi gejolak harga. . kesuburan tanah dan lain-lain. perbankan dan sebagainya. Kapasitas produksi dibatasi pada tingkat atau kapasitas penyerapan pasar. Untuk mempergunakan teknologi yang tepat dalam berbagai keadaan. Jadi. Apabila masyarakat tradisional sangat tergatung pada kemurahan alam semata seperti cuaca. konsultan. dan teknologi.

kebutuhan seseorang tidak mungkin secara keseluruhan terpenuhi tanpa hidup dengan rekan-rekan lainnya yang sesuku. Memang dalam masyarakat-masyarakat modern. Sebagai perumpamaan. biasanya mempunyai ikatan solidaritas yang kuat sebagai pengaruh kesatuan tempat tinggalnya. dapat dikatakan bahwa masyarakat setempat menunjukan pada bagian masyarakat yang bertempat tinggal di suatu wilayah (dalam arti geografis) dengan batas-batas tertentu dimana faktor utama yang menjadi dasarnya adalah interaksi yang lebih besar antara anggota-anggotanya. Walaupun sekelompok manusia merupakan masyarakat pengembara akan tetapi pada saat-saat tertentu anggota-anggotanya pasti berkumpul pada suatu tempat tertentu. E. dibandingkan dengan interaksi mereka dengan penduduk luar batas wilayahnya. untuk mencapai efisiensi dan efektifitas. Dengan demikian. kriteria yang utama bagi adanya suatu masyarakat setempat adalah adanya social relationship antara anggota-anggota suatu kelompok. baik kelompok itu besar maupun kecil. Suatu masyarakat setempat pasti mempunyai lokalitas atau tempat tinggal (wilayah) tertentu. karena . Apabila anggota-anggota suatu kelompok. sebuah suku atau suatu bangsa. Maka dapat disimpulkan secara singkat bahwa masyarakat setempat adalah suatu wilayah kehidupan sosial yang tertentu. diadakan aturan sebagai alat proteksionisme.Bahkan untuk kepentingan ini. maka kelompok tadi disebut kelompok masyarakat setempat. hidup bersama sedemekian rupa sehingga mereka merasakan bahwa kelompok tersebut dapat memenuhi kepentingan-kepentingan hidup yang utama. MASYARAKAT PEDESAAN (RURAL COMMUNITY) DAN MASYARAKAT PERKOTAAN (URBAN COMMUNITY) a. Untuk menembus pasar luar negeri yang ketat dengan persaingan biasanya ditempuh dengan jalan konglomerat. Masyarakat-masyarakat setempat yang mempunyai tempat tinggal yang tetap dan permanen. istilah yang menunjuk pada warga-warga sebuah desa. Dengan mengambil pokok-pokok uraian di atas. Dasar-dasar dari masyarakat setempat adalah lokalitas dan perasaan sesama masyarakt setempat tersebut. misalnya bila mengadakan upacara-upacara yang tradisionil. Masyarakat Setempat (Community) Istilah community dapat ditrjemahkan sebagai “masyarakat setempat”.

- Tipe-tipe masyarakat setempat Dalam mengadakan klasifikasi terhadap masyarakat setempat. sering dibedakan antara masyarakat pedesaan dan masyarat perkotaan “rural community” dan “urban community”.Jumlah penduduk b Luas. Kriteria-kriteria tersebut di atas. dapat dipergunakan untuk membedakan antara macam-macam jenis masyarakat-masyarakat setempat (community) pedesaan dan perkotaan. Kecilnya masyarakat dan belum berkembangnya masyarakat-masyarakat tadi. masyarakat-masyarakat setempat berfungsi sebagai ukuran untuk menggarisbawahi hubungan antara hubungan. Perbedaan tersebut sebenarnya tidak mempunyai hubungan dengan pengertian masyarakat sederhana. dan sebaliknya hal itu dapat memperluas wilayah pengaruh masyarakat setempat yang bersangkutan. Pembedaan antara masyarakat- .hubungan sosial dengan suatu wilayah geografis tertentu. organisasinya sederhana. pasti ada pengaruh-pengaruh dari kota. terlihat kecil. Sedanglan pada masyarakatmasyarakat sederhana pengaruh dari kota secara relatif tidak ada.perkembangan teknologi alat-alat perhubungan. betapapun kecilnya suatu desa. Secara garis besar. disebabkan oleh pekembangan teknologinya yang lambat. sedangkan penduduknya tersebar. Pengangkutan dan hubungan yang lambat. karena dalam masyarakat modern. ikatan pada tempat tinggal agak berkurang. MASYARAKAT PEDESAAN DAN PERKOTAAN Dalam masyarakat modern.Fungsi-fungsi khusus dari masyarakat-masyarakat setempat terhadap seluruh masyarakat dan d. F. memperkecil ruang lingkup hubungan dengan masyarakat-masyarakat lain. Organisasi masyarakat setempat yang bersangkutan. Masyarakat yang sederhana apabila dibandingkan dengan masyarakat-masyarakat yang sudah modern. dapat dapat dipergunakan empat kriteria berikut ini : a. kekayaan dan kepadata penduduk daerah pedalaman c.

Biasanya mereka bertani untuk mencukupi kehidupannya sendiri dan tidak untuk dijual. Segala sesuatunya didasarkan atas dasar musyawarah. di luar batas wilayahnya. Dan apabila ditinjau dari sudut pemerintahannya. Mereka merasa puas apabila kebutuhan keluarga telah tercukupi.atas dasar sistem kekeluargaan. merupakan masyarakat perkotaan. Di samping itu karena tidak adanya pembagian kerja yang tegas. sebagai seorang pemimpin upacara-upacara adat dan lain sebagainya.masyarakat pedesaan dengan masyarakat perkotaan. sulit sekali untuk memisahkan antara kedudukan dengan peranan seorang kepala desa sebagai orang tua yang nasehat-nasehatnya patut dijadikan pegangan. Penduduk masyarakat pedesaan pada umumnya hidup dari pertanian. Penegendalian sosial masyarakat terasa sangat kuat. pada umumnya memegang peranan yang penting. pada hakikatnya bersifat gradual. karena belum dikenalnya mekanisme dalam pertanian. karena banyak pula daerah yang berpenduduk padat. tukan genteng dan bata. Hal itu kurang benar. yang juga disebabkan oleh kurangnya alat-alat komunikasi. walaupun kita melihat adanya tukan kayu. Sistem kehidupan biasanya berkelompok. akan tetapi inti pekerjaan penduduknya adalah pertanian. Apalagi di desa terpencil. hanya merupakan pekerjaan sambilan saja. Pekerjaan-pekerjaan disamping pertanian. maka hubungan antara penguasa dan rakyat berlangsung secara tidak resmi. Warga-warga suatu masyarakat pedesaan mempunyai hubungan yang lebih erat dan lebih mendalam daripada hubungan mereka dengan hubungan mereka dengan masyarakat pedesaan lainnya. Artinya segala sesuatunya disentralisasikan pada diri kepala desa tersebut. Cara bertani demikian umumnya dinamakan subsistence farming. Cara-cara bertani sangat tradisionil dan tidak efisien. tidak dapat digolongkan dalam masyarakat perkotaan. Seseorang dapat mempunyai pendapat bahwa semua tempat dengan kepadatan penduduk yang tinggi. Agak sulit untuk memberikan batasan-batasan perkotaan. . Itulah sebabnya mengapa sulit sekali untuk merubah jalan pikiran sosial ke arah jalan pikiran yang ekonomis. tukang pembuat gula. Golongan orang-orang tua pada masyarakat pedesaan. Orang-orang akan selalu meminta nasehat-nasehat kepada mereka apabila ada kesulitankesulitan yang dihadapi. seorang penguasa sekaligus mempunyai beberapa kedudukan dan peran yang sama sekali tidak dapat dipisah-pisahkan atau paling tidak sukar untuk dibeda-bedakan. karena adanya hubungan antara konsentrasi penduduk dengan gejala-gejalaa sosial yang dinamakan urbanisme. sehingga perkembangan jiwa individu terasa sukar untuk dilaksanakan.

karena yang terpenting adalah bahwa pakaian tersebut dapat melindungi dirinya dari panas dan dingin. Hal ini disebabkan adanya cara berfikir yang rasionil. hal itu tidak diperdulikan. Di sini terlihat perbedaan penilaian. Bila ada tamu misalnya. masjid. Seperti ketika menghidangkan makanan misalnya. yaitu: 1. Antara warga masyarakat pedesaan dan masyarakat perkotaan. nilai pakaian adalah kebutuhan sosial. seperti halnya masyarakat desa lebih mengutamakan kebutuhan yang berhubungan dengan fungsi pakaian. Di desa-desa yang diutamakan adalah perhatian khusus terhadap keperluan utama (kebutuhan primer) dari kehidupan. makanan. makanan yang dihidangkan harus kelihatan mewah dan tempat menghidangkannya juga harus terlihat mewah dan terhormat. Ada beberapa ciri yang menonjol pada masyarakat kota. yang didasarkan pada perhitungan eksak yang berhubungan dengan realita masyarakat. akan tetapi pada umumnya pusat kegiatan hanya tampak di tempat-tempat beribadat seperti misalnya gereja. perdagangan dan sebagainya. Cara kehidupan mempunyai kecenderungan kea rah keduniawian . sedangkan pada orang-orang kota adalah sebagai alat untuk memenuhi kebutuhan sosial. orang-orang juga beragama. Bagi orang-orang kota. Orang-orang kota sudah memandang penggunaan kebutuhan hidup. sehubungan dengan pandangan msyarakat di sekitarnya. dan sebagainya. orang desa melihat makanan sebagai sesuatu untuk memenuhi kebutuhan biologis. juga terdapat perbedaan dalam kebutuhan dan keperluan-keperluan hidup.Adapun yang dimaksud dengan masyarakat perkotaan atau urban community adalah masyarakat yang tidak tertentu jumlah penduduknya. rumah dan lain sebagainya. Demikian pula soal pakaian. bagi orang desa bentuk dan warna pakaian tidak menjadi masalah. Tekanan pengertian “kota” terletak pada sifat-sifat kehidupannya serta ciri-ciri kehidupannya yang berbeda dengan masyarakat pedesaan. yang diutamakan adalah apa yang dihidangkan tersebut memberikan kesan bahwa yang menghidangkannya mempunyai kedudukan sosial yang tinggi. keagamaan berkurang bila dibandingkan dengan kehidupan di desa. Mereka masak makanan sendiri tanpa memperdulikan apakah tamu-tamunya suka atau tidak. kehidupan masyarakat berada dalam lingkungan ekonomi. diusahakan untuk menghidangkan makanan dalam kaleng. misalnya bahan pakaian yang dipakai merupakan perwujudan dari kedudukan sosial dari si pemakai. Di luar itu. Memang di kota-kota. Pada orang kota. Lain halnya dengan masyarakat kota yang mempunyai pandangan-pandangan yang berbeda. Pada orang-orang desa.

untuk dapat memenuhi kebutuhankebutuhan seorang individu. 3. perbedaan faham politik. Misalnya seorang guru SMA lebih banyak bergaul dengan sesama rekan-rekannya guru SMA. Seorang sarjana ekonomi akan lebih banyak bergaul dengan sesama rekannya dengan latar pendidikan yang sama. dari pada pedagang kelontong misalnya. Yang kesemuanya dalam batasan-batasan tertentu membentuk pembatasan-pembatasan pergaulan hidup. Hal ini sering menimbulkan pertentangan antara . walaupun mereka semuanya berasal dari fakultas yang sama. Kemungkinan-kemungkinan untuk mendapatkan pekerjaan juga lebih banyak diperoleh warga kota kota dari pada warga desa. 6. akan lebih banyak mengadakan hubungan dengan rekan-rekannya yang setingkat daripada dengan para mahasiswa tingkat lain. Jalan kehidupan yang cepat di kota-kota. sehingga pembagian waktu yang teliti sangat penting. 5. Di kota-kota kehidupan keluarga sering sukar untuk disatukan. karena perbedaan kepentingan. perbedaan agama dan sebagainya. Pola pikir rasional yang pada umumnya dianut masyarakat perkotaan. Orang kota pada umumnya dapat mengurus dirinya sendiri tanpa harus bergantung pada orang lain.(secular trend). Pembagian kerja antara warga-warga kota jauh lebih tegas dan mempunyai batas-batas yang nyata. Di kota-kota para individu kurang berani untuk hanya seorang diri untuk menghadapi orang-orang lain dengan latar belakang yang berbeda. Di kota-kota. keahlian yang sama. karena kota-kota biasanya terbuka dalam menerima pengaruh-pengaruh dari luar. Pasti akan dihadapkan pada persoalan-persoalan hidup yang diluar jangkauan kemampuannya. mengakibatkan pentingnya faktor waktu bagi warga kota. Di desa orang-orang lebih mementingkan kelompok atau keluarganya. kedudukan social yang sama dan lain-lain. Yang menonjol di sini adalah manusia perseorangan atau individu. Perubahan-perubahan sosial tampak dengan nyata di kota. kepentingan yang berbeda dan lain-lain. tinggal dengan aneka warna latar belakang sosial dan pendidikan yang menyebabkan individu memperdalami suatu bidang kehidupan khusus yang menyebabkan suatu gejala bahwa warga kota tak mungkin hidup sendirian secara individualistis. Bahkan dalam lingkungan yang lebih sempit mahasiswa dari tingkat II. menyebabkan interaksiinteraksi yang terjadi lebih didasarkan pada faktor kepentingan dari pada faktor pribadi. 4. karena sistem pembagian kerja yang tegas tersebut di atas. dibandingkan dengan kehidupan warga desa yang cenderung kea rah agama (religious trend) 2. Gejala demikian dapat menimbulkan kelompok-kelompok kecil (small group) yang didasarkan pada pekerjaan yang sama. 7. pendidikan yang tak sama.

2. Sehubungan dengan proses tersebut di atas. Proses urbanisasi boleh dikatakan terjadi di seluruh dunia. tergantung pada keadaan masyarakat yang bersangkutan. Tempat tersebut letaknya sangat strategis sekali untuk usaha-usaha perdagangan/perniagaan. Hal ini terutama disebabkan karena pada umumnya produksi pertanian sangat rendah apabila dibandingkan dengan jumlah manusia yang dipergunakan dalam produksi tersebut dan boleh dikatakan bahwa faktor kebanyakan penduduk dalam suatu daerah “over population” merupakan gejala yang umum di negara agraris yang secara ekonomis masih terbelakang. kiranya perlu pula disinggung perihal urbanisasi. yakni lebih senang mengikuti pola-pola baru dalam kehidupan. Daerah yang termasuk menjadi pusat pemerintahan atau menjadi ibu kota (seperti contohnya Jakarta). 2. maka ada beberapa sebab yang mengakibatkan suatu daerah tempat tinggal mempunyai penduduk yang banyak. yaitu : 1.golongan tua dengan golongan muda yang belum sepenuhnya terwujud kepribadiannya. Sehubungan dengan pembedaan antara masyarakat pedesaan dan masyarakat perkotaan. sehingga orang-orang pendatang semakin banyak. . Bertambahnya penduduk kota yang disebabkan oleh mengalirnya penduduk yang berasal dari desa-desa (pada umumnya disebabkan karena penduduk desa merasa tertarik oleh keadaan kota. Secara umum dapat dikatakan bahwa sebab-sebabnya adalah : 1. maupun yang secara relatif belum memiliki industri. Dikarenakan suatu daerah itu mempunyai daya tarik sedemikian rupa. Proses urbanisasi dapat terjadi dengan cepat maupun lambat. baik pada negara-negara yang sudah maju industrinya. seperti misalnya sebuah kota pelabuhan atau sebuah kota yang letaknya dekat pada sumber bahanbahan mentah. Urbanisasi adalah suatu proses berpindahnya penduduk dari desa ke kota atau dapat pula dikatakan bahwa urbanisasi merupakan proses terjadinya masyaarakat perkotaan. Bahwa urbanisasi mempunyai akibat-akibat yang negatif terutama dirasakan oleh negara yang agraris seperti Indonesia ini. Perubahan masyarakat desa menjadi masyarakat kota. Proses terjadi dengan menyangkut dua aspek.

Sistem sosial itu sendiri adalah suatu sistem yang terdiri dari elemenelemen sosial. dan lapisan-lapisan sosial. individu-individu yang terdapat di dalam masyarakat saling berhubungan atau berinteraksi satu sama lain.3.  Masyarakat sebagai Suatu Sistem . Di dalam struktur sosial terdapat unsurunsur sosial yang pokok. G.  Struktur Sosial Struktur sosial mencakup susunan status dan peran yang terdapat di dalam satuan sosial. Elemen tersebut terdiri atas tindakan-tindakan sosial yang dilakukan individu-individu yang berinteraksi satu dengan yang lainnya. Dalam sistem sosial terdapat individu-individu yang berinteraksi dan bersosialisasi sehingga tercipta hubungan-hubungan sosial.  Sistem Sosial Sistem adalah bagian-bagian yang saling berhubungan antara satu dengan yang lainnya. berkembang. ditambah nilai-nilai dan norma-norma yang mengatur interaksi antarstatus dan antarperan sosial. Proses sosial itu sendiri merupakan hubungan timbal balik antara bidang-bidang kehidupan dalam masyarakat dengan memahami dan mematuhi norma-norma yang berlaku. seperti kaidah-kaidah sosial. MASYARAKAT SEBAGAI SEBUAH SISTEM Sebagai suatu sistem. Bagaimana sebetulnya unsurunsur sosial itu terbentuk. kelompok-kelompok sosial. Timbulna industry di daerah itu. misalnya dengan melakukan kerja sama guna memenuhi kebutuhan hidup masing-masing. sehingga dapat berfungsi melakukan suatu kerja untuk tujuan tertentu. dan dipelajari oleh individu dalam masyarakat? Melalui prosesproses sosial semua itu dapat dilakukan. Keseluruhan hubungan sosial tersebut membentuk struktur sosial dalam kelompok maupun masyarakat yang akhirnya akan menentukan corak masyarakat tersebut. yang memproduksikan barang-barang maupun jasa-jasa. lembagalembaga sosial.

maka akan tampak bahwa keberadaan kedua masyarakat itu merupakan satu-kesatuan. karena perilaku anggota dalam masyarakat sangat dipengaruhi oleh apa yang mereka yakini dan apa yang mereka ketahui tentang kebenaran. Loomis. Perasaan Unsur ini merupakan keadaan jiwa manusia yang berkenaan dengan situasi alam sekitarnya. sistem religi. sosiologi melihat masyarakat atau perubahan masyarakat selalu dalam kerangka sistemik. Tujuan . b. artinya perubahan yang terjadi di salah satu aspek akan memengaruhi faktor-faktor lain secara menyeluruh dan berjenjang. maka unsur yang lain akan menerima konsekuensi atau akibatnya. Dengan demikian. masyarakat sebagai suatu sistem sosial harus terdiri atas sembilan unsur berikut ini: a.Apabila kita mengikuti pengertian masyarakat baik secara natural maupun kultural. termasuk di dalamnya sesama manusia. c. dan cara-cara penyembahan kepada sang pencipta alam semesta. Kepercayaan dan Pengetahuan Unsur ini merupakan unsur yang paling penting dalam sistem sosial. Apabila ada perubahan pada salah satu unsur atau aspek. Oleh karena itu. saling fungsional. kita akan tahu bahwa unsur-unsur yang ada di dalam masyarakat yang masing-masing saling bergantung merupakan satu-kesatuan fungsi. Perasaan terbentuk melalui hubungan yang menghasilkan situasi kejiwaan tertentu yang sampai pada tingkat tertentu harus dikuasai agar tidak terjadi ketegangan jiwa yang berlebihan. Menurut Charles P. saling mendukung antara berbagai unsur dan tidak bisa dipisahkan satu sama lain itulah yang kita sebut sebagai sistem. Masyarakat sebagai suatu sistem selalu mengalami dinamika yang mengikuti hukum sebab akibat (kausal). Adanya mekanisme yang saling bergantung. baik yang positif maupun yang negatif.

Apabila seseorang diakui oleh masyarakat sekitarnya. keahlian. e. Tingkat atau Pangkat Pangkat berkaitan dengan posisi atau kedudukan seseorang dalam masyarakat. Kedudukan (Status) dan Peran ( Role ) Kedudukan (status) adalah posisi seseorang secara umum dalam masyarakatnya sehubungan dengan orang lain. Pangkat diperoleh setelah melalui penilaian terhadap perilaku seseorang yang menyangkut pendidikan. . baik melalui perubahan maupun dengan cara mempertahankan keadaan yang sudah ada. dan memberikan atau menyampaikan materi pelajaran kepada siswa-siswanya. Contohnya seorang guru (status) mempunyai peranan untuk membimbing. Kedudukan menentukan peran atau apa yang harus diperbuatnya bagi masyarakat sesuai dengan status yang dimilikinya. Norma sosial dipelajari dan dikembangkan melalui sosialisasi. sehingga menjadi pranata-pranata sosial yang menyusun sistem itu sendiri. Jadi peran ( role ) merupakan pelaksanaan hak dan kewajiban seseorang sehubungan dengan status yang melekat padanya.Manusia sebagai makhluk sosial dalam setiap tindakannya mempunyai tujuan-tujuan yang hendak dicapai. d. pengabdian. hak. Kekuasaan Kekuasaan adalah setiap kemampuan untuk memengaruhi pihak-pihak lain. maka itulah yang disebut dengan kekuasaan. Kaidah atau Norma Norma adalah pedoman tentang perilaku yang diharapkan atau pantas menurut kelompok atau masyarakat atau biasa disebut dengan peraturan sosial. dalam arti lingkungan pergaulan. Norma sosial merupakan patokan-patokan tingkah laku yang diwajibkan atau dibenarkan dalam situasi-situasi tertentu dan merupakan unsur paling penting untuk meramalkan tindakan manusia dalam sistem sosial. pengalaman. serta kewajibannya. prestasi. mengarahkan. f. Seseorang dengan pangkat tertentu berarti mempunyai proporsi hak-hak dan kewajiban-kewajiban tertentu pula. dan ketulusan perbuatan yang dilakukannya. g. kesungguhan. Tujuan adalah hasil akhir atas suatu tindakan dan perilaku seseorang yang harus dicapai.

Sanksi dapat berupa hadiah ( reward ) dan dapat pula berupa hukuman (punishment). Antara lingkungan keluarga. Partisipasi Masyarakat . PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENDIDIKAN 1. Masyarakat sangat berperan penting dalam pengembangan pendidikan seorang anak. jalan. Selain di dalam lingkungan keluarga dan lingkungan sekolah pendidikan juga dapat berlangsung didalam lingkungan masyarakat. Karena masyarakat merupakan pembantu pada proses pematanagn individu sebagai anggota kelompok dalam suatu masyarakat.h. Dengan demikian fasilitas di sini sama dengan sumber daya material atau kebendaan maupun sumber daya imaterial yang berupa ide atau gagasan. Fasilitas (Sarana) Fasilitas adalah semua bentuk cara. i. Masyarakat merupakan kelompok sosial terbesar dalam suatu negara. Oleh karena itu hendaknya masyarakat ikut berpartisipasi dalam pendidikan anak baik secara langsung maupun tidak langsung. Sanksi diberikan atau ditetapkan oleh masyarakat untuk menjaga tingkah laku anggotanya agar sesuai dengan norma-norma yang berlaku. dan benda-benda yang digunakan manusia untuk menciptakan tujuan sistem sosial itu sendiri. Pendidikan di dalam lingkungan masyarakat tentunya berbeda dengan pendidikan yang terjadi pada lingkungan keluarga dan sekolah. metode. sekolah dan masyarakat memiliki keterikatan yang sangat kuat. Sanksi Sanksi adalah suatu bentuk imbalan atau balasan yang diberikan kepada seseorang atas perilakunya.

Adanya kesempatan . Selain kleuarga dan sekolah. kebudayaan. Sedangkan peran pada pendewasaan dan pematangan individu merupakan peran dari kelompok masayarakat. Partisipasi adalah proses aktif dan inisiatif yang muncul dari masyarakat serta akan terwujud sebagai suatu kegiatan nyata apabila terpenuhi olehh tiga faktor pendukungnya. Sedangkan partisipasi masyarakat merupakan ikutsertaan masyarakat dalam perencanaan. spontan atau terorganisir. pemanfaatan hasil dan evaluasi program pembangunan. secara berkelanjutan atau sesaat. seharusnya anggota masyarakat merasa bahwa tidak hanya menjadi objek dari kebijakan pemerintah namun harus dapat mewakili masyrakat itu sendiri dengan kepentingan mereka. yaitu : 1. Perwujudan partisipasi masyarakat dapat dilakukan secara individu atau kelompok. Dalam implementasi partisipasi masyarakat. Peran dominan orang tua pada saat anak-anak dalam masa pertumbuhan hingga menjadi orang tua.Tuntutan pengembangan sumber daya manusia darri waktu kewaktu semakin meningkat. masyarakat memiliki perran tersendiri terhadap pendidikan. Adanya kemampuan 3. Hal ini dipahami sebagai upaya mobilisasi untuk kepentingan pemerintah dan negara. Selama ini penyelennggaraan partisipasi masyarakat di Indonesia terbatas pada keikut sertaan Anggota masyarakat dalam implementasi atau penerapan program-program pembangunan. Adanya kemauan 2. dan agama yang memiliki cita-cita. Dan pada masa tersebut orang tua harus mampu memenuhi kebutuhan pook seorang anak.peraturan-peraturann dan sistem kekuasaan tertentu. pelaksanaan. Masyarakat adalah kumpulan individu dan kelompok yang diikat dalam kesatuan negara. Oleh karena itu layanan pendidikan harus mampu mengikuti perkembangan tersebut.

masyarakat yang merupakan kelompok social terbesar dalam sebuah Negara pastinya ikut andil dalam perkembangan Negara itu sendiri. masyarakat dinilai menjadi sebuah lingkungan yang tinggi pengaruhnya terhadap anggota masyarakat itu tersendiri. .BAB III KESIMPULAN Dinamika masyarakat memiliki ruang lingkup yang cukup luas. sistem sosial. Dengan itu. sehingga semua tatanan masyarakat beserta keteraturannya di ambil alih oleh pemerintah dengan peraturan-peraturan yang berlaku sebagai contoh: berlakunya anjuran keluarga berencana (KB) untuk mengantisipasi melonjaknya populasi masyarakat. sebagai wadah muamalah. partisipasinya dalam pendidikan serta pengaruhnya yang signifikan terhadap pola tingkah laku anggota masyarakatnya. Kemudian. itu dapat dilihat dengan memperhatikan tingkah laku masyarakat pedesaan dengan masyarakat perkotaan yang memiliki ciri khas masing-masing.

wikipedia. Bandung: CV Pustaka Setia.html http://kafeilmu.DAFTAR PUSTAKA Mawardi dan Nur Hidayati. Jakarta 1982 http://alfinnitihardjo.org/wiki/Masyarakat .ohlog. CV Radjawali. Sosiologi suatu pengantar.oh112681.com/masyarakat-sebagai-sistem. 2000. Ilmu Sosial Dasar. Soerjono Soekanto .com/2011/01/partisipasi-masyarakat-dalam-pendidikan.html#ixzz1pMBgsG4T id.