Anda di halaman 1dari 12

BAB III

PEMBAHASAN

3.1 Perawatan Injektor Mesin KHD
Perawatan injektor merupakan tindakan yang dilakukan untuk mencegah kerusakan
injektor sehingga tidak menimbulkan kerugian yang lebih besar, terutama kerusakan pada
sistem bahan bakar. Faktor tersebut bisa dari mesin itu sendiri ataupun dari cara orang yang
mengoperasikannya. Faktor dimana injektor rusak dikarenakan kesalahan pengoperasian atau
prosedural oleh operator atau kurangnya pengetahuan cara perbaikan dan perawatn injektor
oleh pihak yang mencoba merawat injektor tersebut sehingga disebut dengan human eror.
Akan tetapi faktor ini sangat sulit diketahui karena terkadang tidak diketahui telah terjadi
kesalahan.
Dalam perawatan ini penulis akan membahasnya sesuai dengan diagram alir di bawah
ini.

Mulai
Mengetahui sistem kerja komponen
Melakukan perawatan preventif
Gangguan injektor
Mendiagnosa gangguan dan mengatasinya
Selesai
Gambar 3.1. Diagram Alir Perawatan Pompa

16

2 Injector Adapun perbaikan pemeliharaan secara berkala meliputi : 1. membuang air kondensat dan kotoran dari tangki-tangki dengan membuka kran d. melakukan pekerjaan P0 b.010.6. membersihkan mesin b.35 mm Firing Order : 1. membersihkan peralatan bantu dari debu dan kotoran 3. P0 (24 jam) : a. membuka dan membersihkan separator d.50 mm Ex : 0. melumasi dan menggemuki secara manual c. P1 (125 jam) : a. P2 (250 jam) : a. yaitu injector (injection nozllle). membuka dan membersihkan saringan c.5.4. Untuk lebih jelasnya spesifikasi data mesin dapat dilihat sebagai berikut : Merk Mesin : DEUTZ KHD Type Mesin : BV 8 M 628 Rpm : 1000 rpm No Seri : 628.08. mengganti dan menambah pelumas c.8.3 Gambar 3.2.329 Tekanan Injector : 350 – 360 bar Clearance : In : 0. memeriksa dan menambah zat kimia air pendingin .7. memeriksa dan menambah air pendingin 2. melakukan pekerjaan P1 b.17 Pada penulisan ini akan dilakukan pengamatan secara spesifik pada salah satu komponen peralatan utama pada mesin KHD 2 tipe 8 M 628.

memeriksa DC system e. memeriksa sistem saat penyalaan (timing) c. P3 (500 jam) : a. Pemeliharaan setiap 12000 jam yaitu meliputi uraian pekerjaan (P4) 3. mengganti saringan (filter) oli Keterangan : 1. memeriksa dan membersihkan injector g. membersihkan sistem pendingin (radiator. P5 (3000 jam) : a. melakukan pekerjaan P2 b. mengukur/ memperbaiki defleksi poros 6. memeriksa kelonggaran roda gigi dan bearing e.18 4. P4 (1500 jam) : a. menyetel valve (katup) h. Pemeliharaan setiap 18000 jam yaitu meliputi uraian pekerjaan (P5) . melakukan pekerjaan P4 b. memeriksa viskositas minyak pelumas d. memeriksa kekencangan baut dan shim d. memeriksa berfungsinya black start 5. memeriksa minyak pelumas governor d. memeriksa kualitas air pendingin e. Pemeliharaan setiap 6000 jam yaitu meliputi uraian pekerjaan (P3) 2. memeriksa fungsi governor c. melakukan pekerjaan P3 b. memelihara kondisi peralatan dan memperbaiki bila ada kerusakan c. cooler) f.

Special tool e. Injector tester f.3 Injector tester .19 Tabel 3.1 Jenis perawatan mesin Jenis Perawatan Kegiatan Perawatan Mesin (Jam) P1 125 P2 250 P3 500 P4 1500 P5 3000 P3 (Top Overhaul) 6000 P4 (Semi Overhaul) 12000 P5 (Mayor Overhaul) 18000 Rutin Berkala Waktu Operasi 1. Kuas g. 8 (delapan) buah injector c. 8 (delapan) set nozzle baru d. 1 (satu) unit mesin diesel b. Alat dan Bahan a. Majun Gambar 3.

4 Kunci pas ring Gambar 3.20 Gambar 3. Lakukan langkah kerja pemeliharaan/ service pada komponen-komponen injeksi bahan bakar diesel. Setelah selesai. serta bersihkan tempat kerja. efektif dan sebaik mungkin.5 Special tool Gambar 3. Persiapkan alat dan bahan secara cermat.7 Mesin diesel 3. Langkah kerja a. Lakukan langkah kerja pemeliharaan/ service sistem injeksi bahan bakar diesel d. . b. kembalikan alat dan bahan yang telah digunakan ke tempat semula.6 Injector Gambar 3. Buatlah catatan penting kegiatan praktik secara ringkas f. Perhatikan SOP dengan seksama dan cermat c. e.

Lakukan pembuangan udara yang ada pada saluran tester. Pembersihan juga dilakukan untuk menghilangkan kotoran yang menumpuk di nozzle. yaitu pengetesan dan pembersihan. Gambar 3.blogspot.8 Pengeluaran udara Sumber : www. dengan menggerakkan tuas sampai solar keluar pada sambungan pipa. pertahankan posisi tekanan ini selama 20 detik. Kemudian injector diukur kemampuan mengalirkan bahan bakar (flow test) dan terakhir akan dilakukan simulasi pemakaian. Ada beberapa tahap pengetesan injector.duniaotomotif22. test tekanan penyemprotan. dilanjutkan tes spray pattern alias pola semprotan nozzle. Leakage test Maksud dari test ini adalah mengetahui apakah ada kebocoran (leakage) baik dari body injector maupun pada jarum di nozzlenya. Gerakkan tuas tester sampai manometer menunjukkan tekanan 80 bar. Lakukan test kebocoran dengan cara : 1. Lihat dan amati kebocoran pada ujung nozzle. Buka keran saluran tekan ke manometer. pertama adalah tes leakage atau kebocoran.21 Proses service injector bisa dibedakan menjadi dua tahap utama. Namun sebelum melakukan penyetelan. .com Setelah itu mulai melakukan langkah kerja sebagai berikut : a. pasang injector pada tester dengan longgar saja.

duniaotomotif22. Untuk inilah biasanya dilakukan penyetelan pada injektor. Jika ada kebocoran di body. sedangkan jika jarum nozzlenya ada kebocoran. sangat berbahaya karena bahan bakar bisa menetes ke bagian luar mesin.22 2. baca tekanan pada manometer. akan membuat pengabutan menjadi tidak baik. apakah ada tetesan atau ujung body nozzle menjadi basah. Amati dan rasakan ujung bodi nozzle dengan jari.9 Pemeriksaan kebocoran Sumber : www.com b. dengan cara gerakkan tuas tester dengan langkah penuh dengan kuat dan cepat. Gambar 3. Injektor harus tidak boleh bocor sama sekali. ada yang menambahkan sim pada injektor di atas pegas (terletak di dalam injektor). Akibatnya tekanan bahan bakar keseluruhan akan turun. Tujuan pengecekan ini adalah untuk mengetahui berapa tekanan yang dibutuhkan agar injektor dapat mengabut. Test tekanan penyemprotan Lakukan test tekanan penyemprotan.blogspot. Injektor yang mengabut pada tekanan terlalu rendah. bahan bakar terus keluar meski injector menutup. Hal ini dapat menyebabkan kebakaran. Dan ada juga yang memutar baut .

2. baca tekanan pada manometer. Dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut : 1. Pastikan solar terisi pada tangki pompa injektor tester. . Pengabutan bahan bakarnya harus bagus. Ada beberapa pola yang bisa digunakan. dengan cara gerakkan tuas tester dalam langkah penuh dengan kuat dan cepat. Jika hasil penekanan tidak sesuai dengan standar tekanan injektor maka lakukan penyetelan dengan cara menambahkan sim ke dalam injektor atau menyetel baut penyetel injektornya. Cara pengecekan injektor ini menggunakan alat pompa injektor tester.10 Test tekanan pengabutan Sumber : www. Pasang injektor pada pipa dari pompa injektor tester. Tekan tuas pompa injektor tester. Dengan diketahui adanya penyumbatan. Gambar 3. Spray test Dari tes ini diketahui pola penyemprotan injector.com c. 4.duniaotomotif22. Dan baca skala penunjukkan tekanan yang ada pada pressure gauge. 3. Lakukan test tekanan penyemprotan. maka bisa coba dilakukan pembersihan.blogspot.23 penyetelan injektor yang terletak di bagian atas dari injektor. sampai didapat tekanan yang standar.

Titik penyumbatannya bisa dilihat dari pola yang terjadi. sehingga bahan bakar sedikit yang keluar. Kalau yang telihat di tengah atau paling kanan. tes ini tetap dilakukan kembali untuk mengecek apakah perawatan yang dilakukan cukup efektif. Perawatan pada mesin diesel yang ada di Pusat Listrik Sambas ini.net Pola terbaik adalah yang paling kiri. Mesin akan bisa kasar. berarti ada penyumbatan. akan diketahui apakah kemampuan injector merata untuk tiap silinder. Sebab saat pertama diukur. (www. . Dari tes ini. d. Flow test Kemampuan total injector akan teruji pada test ini. tidak bertenaga dan mudah terjadi detonasi. Artinya bahan bakar dikabutkan sempurna.scribd. terutama bagian injector ini selalu dilakukan penggantian pada bagian nozzle dengan yang baru. Apakah kemampuannya kembali normal dan merata pada tiap silinder.m-edukasi.com).24 Gambar 3. Setelah dibersihkan atau penggantian pada bagian nozzle. Bisa saja penyumbatannya di bagian pinggir.11 Pengabutan nozzle Sumber : www. alirannya bisa berbeda-beda.

panas yang cukup dan bahan bakar yang sudah dikabutkan. Udara bertekanan disini adalah jumlah udara (oksigen) yang dimasukkan ke dalam ruang bakar haruslah cukup banyak. sehingga proses pembakaran dapat terjadi dengan baik dan menghasilkan daya yang besar sesuai yang diharapkan.2. Penyebab dari pengabutan yang tidak sempurna ada beberapa macam. Bahan bakar ini sudah berbentuk butiran butiran yang ketika di kompres oleh piston akan mudah terbakar. Selanjutnya bahan bakar yang sudah dikabutkan dengan tujuan untuk mempermudah proses pembakaran. yaitu udara bertekanan.2 Gangguan pada injektor Ada beberapa gangguan pada injektor yang sulit dihindari dan dapat menghambat kinerja mesin sehingga tidak bekerja secara optimal bahkan dapat merusak komponen lain. Panas yang cukup didapat dari adanya proses tekanan yang dilakukan oleh piston dalam mengkompres udara. Adapun faktor – faktor yang dapat menyebabkan gangguan dan kerusakan pada injektor antara lain: 3. akibatnya akan menghasilkan panas yang dapat digunakan untuk membantu proses pembakaran. Pembakaran yang baik pada mesin diesel harus memilki tiga hal. seperti piston dan liner. bahkan cenderung masih berupa cairan (bahan bakar) sehingga proses pembakaran yang diingnkan tidak terjadi.25 3.1 Pengabutan tidak sempurna Pengabutan tidak sempurna disini maksudnya adalah injektor tidak dapat mengabutkan bahan bakar dengan baik. diantaranya sebagai berikut : .

Kondisi bagian nozzle kotor yang disebabkan karena menumpuknya sisa bahan bakar di ujung injektor. 3. b.26 a. ini disebabkan diruang bakar ada bahan bakar yang tidak terbakar.2. Untuk mengurangi terjadinya pengabutan tidak sempurna dapat melakukan beberapa hal sebagai berikut : a. Saat mengatur tekanan injektor menggunakan injector tester lebih seksama. . Jika tekanan injektor untuk satu mesin tidak sama maka akan mengakibatkan terjadinya pembakaran yang tidak sempurna. hal ini dapat mengakibatkan engine terganggu atau mati. c. b. c. karena kesalahan sedikit dari proses pemasangan ini dapat berakibat fatal. Dapat menimbulkan asap pembakaran berwarna putih. Tekanan injektor sudah tidak sesuai tekanan awal. sehingga ketika ada bahan bakar yang di alirkan oleh injection pump menuju injektor sudah tidak bisa mengubah bahan bakar menjadi butiran – butiran halus. Perhatikan kualitas bahan bakar. Berikut ini hal – hal yang dapat terjadi jika terjadi kesalahan pemasangan komponen atau pengaturan tekanan injektor : a.2 Pemasangan nozzle yang tidak tepat Saat pemasangan atau penggantian nozzle sebaiknya perlu keahlian khusus dari seorang enggineer. Kondisi bahan bakar yang kurang bersih sehingga dapat menimbulkan kotoran-kotoran yang menyumbat nozzle. Lakukan penggantian atau mencuci filter bahan bakar secara berkala. b.

Proses penggantian spareparts Saat penggantian sparepart harus sesuai Standard Operational Procedure (SOP) yang ada sehingga injektor dapat berfungsi dengan baik. Sementara untuk komponen yang lain cukup dibersihkan apabila kondisinya masih baik. membersihkan injektor harus hati-hati jangan sampai ada kotoran atau debu yang masuk di dalam injektor. Untuk menjaga injektor dari kerusakan dan agar mendapatkan pembakaran yang maksimal. karena kondisi bahan bakar belum berbentuk butiran halus sesuai yang diharapkan. seperti terjadinya penyumbatan atau juga tidak bisa mengabutkan bahan bakar. Jika terjadi kesalahan maka akan mengakibatkan kondisi mesin kurang baik atau tidak hidup serta pengabutan yang diinginkan tidak tercapai. c. karena ini adalah salah satu langkah perawatan yang sangat penting. Kerja piston menjadi berat. Komponen yang sering diganti adalah nozzle yang memiliki fungsi sebagai pengabut bahan bakar. Cleaning Salah satu langkah yang cukup penting juga. Pengaturan tekanan harus baik Saat mengatur tekanan injektor harus dilakukan dengan hati-hati sehingga menghasilkan tekanan yang sesuai standar. maka ada beberapa hal yang perlu menjadi perhatian pada injektor antara lain: a. b. Hal ini bisa berakibat sangat serius.27 c. .