Anda di halaman 1dari 76

ANALISIS KREDIT

For Account officer (AO).

Oleh : Astuti

Pengertian Kredit
Kredit adalah penyediaan uang atau tagihan
yang dapat dipersamakan dengan itu,
berdasarkan persetujuan atau kesepakatan
pinjam-meminjam antara bank dengan pihak
lain yang mewajibkan pihak peminjam untuk
melunasi hutangnya setelah jangka waktu
tertentu dengan jumlah bungan, imbalan atau
pembagian hasil keuntungan.

Umum (populer) :
Credire (yunani) > Kepercayaan
Creditum (latin ) > Kepercayaan akan
kebenaran.

Sisi Bank :
kredit adalah kekayaan bank yang dikelola
pihak lain.
Pihak lain = Peminjam, bukan pemilik.
Karateristik bank dibanding bisnis-bisnis
lainya.

Unsur-unsur Kredit
1. Adanya Dua Pihak:
Kreditor

Debiitor

Hubungan pemberi kredit dan penerima


kredit merupakan hubungan kerja sama yang
saling menguntungkan

Unsur-unsur Kredit
2. Adanya Kepercayaan;

Ke
pemperca
ber yaa
i kr n
K
edi
pen epa
t
da
e
r
das ima
ar
a n a a ta s
lisa

Unsur-unsur Kredit
3. Uang atau Tagihan
Tunai , BG, L/C. Kartu Kredit

Unsur Unsur Kredit


4. Persetujuan.
1. Tidak boleh atas dasar paksaan
2. Harus didukung oleh bukti persetujuan,
dikuatkan oleh pejabat
berwenang (notaris/PPAT).
SPH/PK
(Surat Pengakuan hutang)

Unsur Unsur Kredit


5. Wajib lunas
1. Pinjaman
2. Dana dari pinjaman

6. Jangka waktu tertentu


1. Risiko
2. Jangka waktu dana tertentu
3. Siklus usaha

7. Bunga dan imbalan.


1. Biaya dana
2. Biaya OHC
3. Risiko

Unsur Unsur Kredit


8. KEKAYAAN BANK
1. Sisi aktiva
2. Harus dimonitor

9. KEYAKINAN (unsur penting !!!)


1. Kredit = kekayaan bank
2. Berisiko = lepas dari tangan bank
jangka waktu.
3. Dana dari (kepercayaan) masyarakat.

FUNGSI KREDIT
1.Menjadi motipator dan dinamisator
peningkatan kegiatan
perdagangan dan
perekonomian
2. Memperluas lapangan kerja bagi masyarakat.
3. Memperlancar arus barang dan arus uang.
4. Meningkatkan hubungan internasional.
5. Meningkatkan produktifitas dana yang ada.
6.Meningkatkan daya guna barang.
7.Meningkatkan kegairahan berusaha masyarakat.
8.Memperbesar modal kerja perusahaan.
9. Meningkatkan iIncome Percapita masyarakat.
10. Mengubah cara berfikir atau cara bertindak masyarakat untuk
lebih ekonomis.

Diirut PT. Budiman


PT/CV
Kekurangan Dana
Utk. Ekspansi Usaha

Individu

Membutuhkan dana

Credit

Mengapa kredit
diperlukan???
Dari sisipemimjam :
1. Kekurangan dana sendiri.

Kanaikan penjualan
Penundaan pelunasan utang
(kedua sebab ini muncul bersamaan)
Tenggang waktu pendapatan.
Subtitusi hutang pihak ke tiga.
Untuk semangat bisnis.

2. Reputasi. Orang yg punya hubungan


dengan bank punya reputasi tersendiri.
3. Tertib manajemen keuangan.

Proses Pelayanan Kredit


Penetapan Rencana Strategi :
Menentukan Target (sasaran) penentuan
(pasar Sasaran)
segmentasi bisnis. (pengelompokan
Usaha)
untuk memudahkan pelayanan, hasil yg
optimal, memudahkan pengembangan.
.Risiko Perkreditan yang bisa ditolelir.

Siklus Proses Kredit


Permohonan
Pemrakarsa
kredit

Tambahan
kredit

7b

7c
Kredit
bermasalah

Analisa & Evaluasi


kredit

7a
Pelunasan

Monitoring
Pengwasan
kredit

Putusan,
Perjanjian
Pencairan
kredit

Rekomendasi
Putusan Kredit

4
Penetapan
Struktur &
Tipe Kredit

Negosiasi
Kredit

TAHAPAN PERSIAPAN
ANALISA

Persiapan Analisa Kredit


Persiapan analisa kredit, segala aktivitas yang
di lakukan mengumpulkan informasi dan data
yang diperlukan untuk bahan analisa sehingga
akan memperlanca proses analisa kredit.
Beberapa faktor yang perlu di perhatikan
dalam analisis Kredit.
A. Faktor sumber daya manusia (SDM).
B. Faktor data analisis.
C. Faktor teknis Analisis.

A. Faktor Sumber Daya Manusia (SDM)


Analis Kredit dalam hal ini Account Officer (AO) harus
memiliki keterampilan yg bersifat teknis maupun
pengetahuan
bersifat
teoritis
disamping
harus
mempunyai mental yang kuat.
Syarat syarat bagi seorang Account Officer :
Sudah terbiasa dengan formolir analisis dan cara menganalisis.
Memiliki pengetahuan tentang pengertian yang tepat mengenai
prinsip-prinsip perkreditan.
Mengetahui praktik/kebiasaan dalam perdagangan/perusahaan;
Mempunyai wawasan luas dalam bidang kauangan/permodalan,
manajemen, akuntansi, dan ekonomi;
Mempunyai mental yang
kuat sehingga tidak mudah
terpengaruh;

Peran Account Officer ;


Account Officer ; merupakan Point Of
Contact antara bank dengan nasabah
yang harus memelihara hubungan
antara
nasabah
dan
wajib
memonitor kegiatan usaha nasabah
secara terus-menerus.

Disamping itu account Officer (AO)


harus mengetahui :
Ketentuan yang berlaku dan larangan-larangan yang
ada atas kredit yang dimohon. SOP Perkreditan.
Besar kredit yang diminta dan untuk apa kredit
tersebut dipergunakan;
Rencana pembiayaan dan pelunasan nasabah serta
sumber dana pelunasan kredit atau cash Flow usaha
nasabah;
Informasi dan data utama yg diperlukan sehubungan
dengan kredit yang diminta.
Informasi dan data tambahan apa yang perlu
dilengkapi.
Dari mana sumber dan bagaimana cara informassi
dan data dimaksud dapat diperoleh.

B. Faktor Data Analisis.


1. Melakukan
penelitian
secara fisik
(on The Spot)
ke; rumah
ymp kelokasi
usaha, dan
lokasi
jaminan.

2. Data yang di
dapat secara
(On Site ) data
laporan
keuangan
(neraca, laba
rugi) bisa
dengan
bantuan
akuntan Publik.

C. Teknik Analisis
Analisis harus dilakukan dg cara teliti sesuai tetentuanketentuan / sesuai SOP, teknis analisis
a. analisis kuantitatif;
b. analisis kualitatif.

Informasi dan data yang diperlukan


1. Informasi dan data umum tentang calon nasabah.
2. Informasi dan data khusus untuk kredit:

Modal Kerja (MK)

Investasi

Konsumtif.

Ekspor / impor
3. Data mengenai aktivitas yang berjalan.
4. Data mengenai rencana usaha pemohon.
5. Izin rekomendasi.

2. Sumber dan cara memperoleh


Informasi
a. Sumber informasi:

Sebagian besar sumber informasi bersumber dari


nasabah.
Dari pihak ketiga ( aparat satempat yg mengeluar
perijinan, relasi bisnis, bahkan dari BI).

b. Cara memperoleh Informasi.

Interview dan pengisian formolir yang disediakan oleh


bank.
Pemeriksaan setempat/ on the spot.
Meminta informasi antarbak dan Bank Indonesia ( SID)
Bank to bank information antarkantor cabang bank.
Informasi nasabah individu (IDI) dari bank Indonesia
(SID).

3. Feasibility Study
Feasibilty study; adalah study yang
memgambarkan
keadaan
dan
prospek suatu proyek, baik dari segi
teknis maupun ekonomis.

a. Kegunaan Feasibilty
Study
1. Bahan Pengwasan

Untuk bahan
pengawasan,
digunakan saat
permohonan
kredit dan ketika
kredit sedang
berjalan.digunak
an

2. Memperlancar
proses analisi
kredit

Data yang dibutuhkan


bank cukup terpenuhi
dan dapat
dipertanggung
jawabakan FS dibuat
oleh konsultan. Didalam

mengenai:

Penilaian atasjalanya
proyek.
Realisasipenggunaan
kredit.
Kredit yang diperlukan

b.Kredit yang memerlukan Feasibility :


Untuk setiap permohonan kredit
Investasi untuk jumlah tertentu,
disamping project proposal.
Pada saat nasabah mengajukan
kredit baru, maupun kredit lama
sepanjang dibutuhkan.

Aspek Yuridis; status hukum, kapasitas


calon debitur, akte pendirian & Perubahan, legalitas /
perijinan.
Aspek organisasi /Mgt; bentuk dan sifat
Organisasi,
kemampuan
menejer,
kewibawaan,
pengalaman dan pendidikan, karanter.

Aspek-aspek
Feasibility
Study

Aspek
Ekonomi Makro; apakah ada kebijakan
pemerintah yng berpengaruh negatif, bagaimana
perdagangan
produk
Regional,
nasional
atau
Internasional, adakah LSM yg memboikot produk, adanya
kebijakan Moneter, Fiskal dan sistem tarif bea
masuk.apakah produk dan jasa usaha nasabah termasuk
yang dilarang.
Aspek Teknis ; a. Lokasi usaha, b.luas areal/barang
modal dan kapasitas, c. tenaga kerja komposisinya
(asing, dlmngri), d. bahan baku
Aspek
Keuangan; penilaian kembali komposisi
keuangan, pengkalkulasian Hpp produk baik
lama/baru,
harga
jual
produk
lama/baru,
pendapatan mingguan,perbulan, pertahun, jadwal
penarikan pelunasan kredit.
Aspek pemasaran:. saluran distribusi, kemampuan
bersaing produk konsumen tunggal atau bukan,
penjualan tunai/kredit, selera konsumen terhadap
produk, propek produk (umur produk), pasar
nasional, luar.
Aspek Sosial ; seberapa besar proyek tersebut
menyerap
tenagakerja,
pengaruhnya
terhadap
kegiatan ekonomi setempat, apakah perusahaan telah
melakukan CSR, Amdal.

4. Peran Konsultan

Bagi Bank:
Meneliti, mempelajari, dan menganalisa
suatu proyek yg akan dibiayai dg adanya
Feasiblity Study yg disusun oleh konsultan
pihak bank (AO) akan lebih cepat, tepat
dan cermat dalam analisa kredit.
Membantu mengawasi suatu proyek yang
telah mendapat bantuan bank (kredit).

Bagi Nasabah :
Sebagai penasihat bila terjadi kesulitan-

kesulitan usaha.
Dapat memonotor pencapaian
usaha dan propek uasaha dimasa
yang akan datang.

5. Prinsip Kehati-hatian (Prudential


Banking)
Beberapa indikator mengenai prinsip
kehati-hatian yang perlu diperhatikan
oleh account officer:
Aktiva Tertimbang Menurut Risisko (ATMR).
Capital Adequacy Ratio (CAR)
Net Open Position (NOP atau PDN)
Loan to Deposit Rasio (LDR)
Batas Maksimum Pemberian Kredit
(BMPK). Penyediaan dana yang
diperkenankan bank kepada peminmjam,

Dasar
Hukum
Pasal 8 UU No.7 th 1992 / UU No.10
1998
Dalam memberikan kredit, bank
umum wajib mempunyai keyakinan
atas
kemampuan
debitur
untuk
melunasi hutangnya sesuai dengan
jangka waktu yang telah diperjanjikan.

Pedoman analisa Kredit


Pasal 8 UU No.10 tahun 1998
(penjelasan):
. Sebelum memberikam kredit,
bank harus melakukan penilaian yang
seksama terhadap Watak(Character),
Kemampuan
(Capacity),
Modal
(Capital) Agunan (Collrateral), dan
prospek
usaha
(condition)
dari
debitur.

Analisa/penilaian Permohonan
kredit
Accounr
Officer
Debitur

Maksud:
Kajian yang dilakukan dengan maksudk untuk mengetahui atau
menilai kelayakan suatu permohonan kredit yang diajukan oleh
debitur atau calon debitur. melalui hasil analisa kredit, dan
dapat diketahui apakah usaha nasabah leyak ( Feasible) dan hasil
usahanya
dapat
dipasarkan
( marketable)
dan
profitable
menguntungkan (profitable).
profitable
Tujuan:
Memberikan keyakinan yang memadai bagi bank bahwa usaha/proyek
yang akan dibiayai dengan kredit cukup layak dan debitur mempunyai
kemauan dan kemampuan memenuhi kewajibanya kepada bank secara
tertib, baik pembayaran pokok maupun bungan
sesuai dangan
kesepakatan Debitur & kreditur..

Hal hal yang menjadi pokok


Penilaian Account Officer (AO)
Watak/karakter (Character).
Kemauan untuk melunasi.

Kemampuan (Capacity).
Manajemen
Membayar.

Modal (Capital)
Kesanggupan menyediakan modal sendiri.

Agunan (Collateral).
Sumber dari usaha yang dibiayai
Salah satu unsur jaminan.

Kondisi & prospek usaha.


Faktor external

Aspek-aspek analisa Kredit


1.
2.
3.
4.
5.

Aspek
Aspek
Aspek
Aspek
Aspek

yuridis
Pemasaran;
manajemen dan organisasi;
Teknis;
Keuangan;

1. Aspek Hukum
a. Legalitas pendirian usaha:

Apakah sudah menmenuhi syarat sebagai subjek


hukum.
Keabsahan Pendirian perusahaan sesuai hukum;
Bila terjadi berubahan baik pengurus maupu pemilik
sudah sah menurut hukum.

b. Legalitas Usaha:

Apakah nasabah telah memiliki ijin dari instansi


terkait.
Apakah antara ijin usaha telah sesuai dengan
kegiatan usahanya.
Apakah perijinan masih berlaku.

c. Kontrak kerja sebagai dasar permohonan


kredit:

Bila yang mengajukan kredit perusahaan yang bersifat


kontrak kerja maka teliti surat perjanjian kontraknya.

d. Legalitas pengajuan permohonan Kredit.

Bila calon debitur perorangan apakah orang yang mengajukan permohonan


sudah benar (bukti Diri)
Bila calon debitur corporate/perusahaan kebeneranya berdasarkan akta
pendirian AD/AR perusahaan dap siapa yang berhak menandatangani
perjanjian yg mewakilia perusahaan.

e. Legalitas barang jaminan.

Bukti kepemilikan agunan. Exm ( SHM cek ke BPN)


Meneliti surat kuasa menjaminkan dari pemilik barang bila barang bukan milik
sendiri calon debitur.
Meneliti status kepamilikan jaminan .

2. Aspek Pemasaran
a. Produk atau jasa yang dipasarkan ;
Product life Cycle (umur dari barang atau
jasa).
Adanya barang substitusi.
Adanya pesaing yang memproduksi barang
sejenis.
Apakah barang yang dihasilkan barang
setengah jadi (bahan baku produk lain) atau
produk jadi.
Segmen pasar yang akan dituju untuk produk
tersebut.

b. Penentuan volume atau Rencana


pemasaran produk;
Market test approach. Uji coba
pemasaran. Sifat dari market test
Aproach ;
o
o
o

Untuk nasabah yang produknya baru


masuk pasar.
Produk tersebut bukan produk untuk
kebutuhan sehari-haris.
Produk yang baru sama sekali.

Market
Corrolary
Approach;
dg
pendekatan ini Volume pemasaran suatu
barang
atau
jasa
ditentukan
oleh
perkembangan volume pemasaran produk
utama.
Peningkatan
usaha
Real
estate
pembangunan akan meningkat permintaan
akan (semen, pasir, bata merah).
Kanaikan
penjualan
mobil
akana
meningkatkan permintaan ( Ban, sukucadang
lainya).

Industri market Approach;


debitur yang memproduksi barang atau
jasa
tapi tergantung pada sektor
lainya:
contoh :
Kenaikan tingkat kunjungan wisata ke
pulau
bali
akan
meningkatkan
permohonan kamar,
sehingga debitur
untuk membangun kamar
yang baru
dan kebutuhan dana dan
mengajukan
kredit.

c.Mengadakan penilaian terhadap manajemen


pemasaran perusahaan nasabah:

strategi pemasaran yang akan ditempuh,


Apakah Organisai pemasaraan sudah berkualitas.
Pengalaman para salesman,
Biaya yang di anggarkan untuk pemasaran,
Sarana pemasaran yang dimiliki,
Sarana promosi.

d.Mengadakan penilaian tentang kebijakan


dan strategi yang akan di tempuh oleh
nasabah (perusahaan):
program promosi (diskont, )
Program produk service delivery.

e.

Target Pemasaran :

f.

Target pemasaran teliti omzet penjualan dan proyeksi tahun


berikutnya.
Teliti antara target yang ditetapkan dengan pencapaian.

Keadaan pemasaran saat ini ;

g.

Realisasi produk dan penjualan, (tingkat pencapaian)


Sistem pemasaran, ( konsinyasi, tunai, kredit) bandingan
ketiganya secara prosentis.
Market share yang telah dikuasai,

Prosfek Pemasaran;

Jumlah produksi/penjualan, daerah pemasaran.


Adanya krontrak-kontrak pembalian dari konsumen.
Meneliti kemungkan adanya pekembangan pemasaran dng
adanya kondisi ekonomi yang membaik.

3. Aspek Manajeman dan


organisasi.
a) Aspek manajeman dan organisasi ;

Pemilik sebagai pengelola atau ada pemisahan.


Sejarah perusahaan apakah perkembangan dari
usaha kecil-kecilan sehingga rasa memiliki
perusahaan tersebut tinggi.
Tidak atau kurang membuat perencanaan secara
tertulus.
Apakah penyelenggarakan catatan akuntansi.
Apakah perusahaan selalu melakukan/membuat
inovasi terhadap produk untuk mempertahankan
umur produk.
Apakah produk atau jasa yang di jual tergantung
terhadap pada satu pelanggan atau pemasok.

a. Manajemen.
1.

Pengertian manajemen:

Mempu menjalankan empat fungsi manajemen dalam perusahaan ,


planing, organzing, actuating dan controling

2.
3.
4.
5.

Kemampuan mengelola perusahaan.


Proses manajemen, Proses perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan
pengawasan.
Jenjang manajemen, Manajer Puncak(top manajemen), manajer menengah (middle
manajemen), manajemen lini pertama (frist-line management)
Aspek manajerial
dalam fungsi manajemen. Fungsi perencanaan, fungsi
pengorganisasian, fungsi pelaksanaan, fungsi pengawsan dan fungsi pengendalian.
Keterampilan Manajerial:
keterampilan teknik (technical skill) keterampilan
komunikasi (human relation) keterampilan membuat konsep (conceptual skill),
keterampilan menganalisis ( diagnostic skill).

b. Bentuk Organisasi. Bentuk


organisasi sangat dipengaruhi
besar kecilnya perusahaan dan
jenis usaha.

4. Aspek teknis
a. Ruang lingkup Aspek Teknis :
dalam aspek teknis yaitu menyangkut
kemampuan :
Memilih tanah dan lokasi usaha,
Mesin-mesin yang digunakan,
Bangunan pabrik, toko, gudang, kantor.
Peralatan penunjang lainya komputer, dll
Cara memperoleh ( proses)
Kebutuhan penunjang (air, listrik, jalan
akases ke lokasi).

b. Proses analisis aspek teknis:


lokasi usaha,
sumber daya manusia (SDM)
pengalaman usaha,
perusahaan, mesin-mesin serta proses
produkasi yang sesuai
pemilihan Mesin dn peralatan.
Lay Out.
sarana dan prasarana.
Memperkirakan kebutuhan biaya.

5. Aspek Keuangan.
Dapat dilihat dari laporan keuangan,;
Neraca
Laporan Laba Rugi,
Laporan sumber dan penggunaan.

Neraca ;
lakukan analisa vertikal, analisa
Horizontal, analisa per Pos dalam
neraca.
Analisa Laba Rugi
lakukan analisa Vertikal, Analisa
Horozontal, dan analisa per pos
dalam Laporan Laba-rugi.

Melihat
tanggung
jawab,
kejujuran,
keseriusan
bisnis,
keinginan
untuk
membayar semua kewajiban dengan
seluruh kekayaan yang dimiliki, sehingga :
Bank dapat meyakini itikad baik peminjam
Bank dapat mengetahui risiko atas kredit
yang diberikan.

ANALISA CARAKTER
Faktor-faktor yang dibahas.
Riwayat hubungan dg bank
Riwayat pinjam
Reputasi bisnis & keuangan
Manajemen
Legalisasi usaha.

Riwayat hubungan dg bank

Riwayat hubungan dengan Bank lain :

Bank pemberi kredit


Berapa jumlahnya
Sejak kapan
Apa alasan pindah bank

Riwayat hubungan dengan bank pemeberi


kredit:
Nasabah lama non kredit.
Nasabah lama kredit

Nasabah lama
kredit
Besarnya kredit yang lalu
Performance kredit selama
berhubungan
Kerjasama

Ketepatan waktu
Penyampaian
Kebenaran informasi
Keterbukaan untuk memberikan semua
informasi yang dibutuhkan bank

Cara berhubungan dengan bank.


Mendesak (biasanya untuk membayar hutang)
Iming iming.

Riwayat peminjam
Latar belakang bisnis
Pengalaman bisnis
Kecenderungan
berbisnis
Risk taker vs risk
averse
Hubungan group

Reputasi bisnis & Keuangan


Apakah ybs, dipercaya oleh
pemasok/pelanggan
Kedudukan calon debitur dalam
industri (new comer, leader ,
follower).
Pernah menarik cek kosong
Pernah melanggar hukum.

LEGALITAS USAHA
Status badan hukum
Badan hukum
Non badan hukum

Legalitas usaha
Perizinan
Status penanaman modal
PMA
PMDM

Analisa terhadap kemampuan yang


dimiliki oleh calon debitur dalam
menjalankan
usahanya
guna
memperoleh laba yang diharapkan.

Kegunaan analisa ini adalah untuk mengetahui /


mengukur sampai sejauh Mana calon debitur
mampu untuk mengembalikan atau melunasi
utangnya (ability to pay) secara tepat waktu dari
usaha yang diperolehnya.

Kemampuan Manajerial
(kualitatif)

Kemampuan Finansial
(Kuantitatif)

Menajeman Puncak:
Penetapan Visi, Misi tujuan dan
strategi perusahaan.
Perencanaan menejemen,meliputi
penyusunan rencana kerja, SOP,
Buget.
PoaC.

Kemampuan :
Manajemen produksi
Manajemen pemasaran,
Manajemen keuangan.
Manajemen personalia.

KEMAMPUAN
FINANCIAL

Kemampuan sendiri perusahaan


dalam memikul beban pembiayaan
yang dibutuhkan / kempuan
perusahaan menyediakan modal.
Kemampuan menanggung beban
risiko (risk Sharing)
Kesungguhan debitur dalam
mengelola usahanya

Indikator Utama : DER


Semakin tinggi DER:
Rendahnya kemampuan perusahaan
menanggung beban pembiayaan.
Semakin tingginya risiko yang dihadapi
perusajaan.

DER merupakan alat ukur ketergantungan


debitur terhadap pihak luar perusahaan.
Besarnya modal sendiri tidak
mencerminkan kemampuan perusahaan
dalam pembayaran hutangnya.

Prinsip-prinsip dalam menilai modal sendiri


1. HARUS

ADA PEMISAHAN ASSETS SECARAJELAS

2. HARUS ADA PEMISAHAN SECARA JELAS


ATAS HUTANG.

3. PERHITUNGAN NILAI ASSET HARUS


DIDASARKAN PADA PRINSIP AKUNTANSI
4.NILAI EQUITY DIPEROLEH DARI PENGURANGAN
TOTAL ASSET DENGAN SELURUH UTANG

5. DEBITUR YG MEMILIKI BEBERAPA USAHA


AGAR DIBUAT NERACA KONSOLIDASI

Keyakinan bank atas kemampuan


dan kesanggupan debitur untuk
melunasi hutangnya sesuai yang
diperjanjikan
Jaminan Kredit :
First Way Out Cash Flow
Second Way Out
Agunan

1. Jaminan pokok adalah:


Usaha/proyek yang dibiayai dengan
kredit.
2. Jaminan tambahan.
Barang/ hak kebendaan baik yang
ada maupun yang tidak adakaitanya
dengan usaha/proyek yang dibiayai.

Menurut UU no.10/1998
Agunan adalah : jaminan tambahan
yang deserahkan oleh debitur
kepada bank dalam rangka
pemberian fasilitas kredit atau
pembiayaan berdasarkan prinsip
Syariah.

Jenis-jenis Agunan
1. Agunan perorang an :
Personal Guaranted.
Corporate Guaranted.

2. Agunan Kebendaan :
a. Benda bergerak.

Berwujud (BPKB, bangunan di atas tanah orang lain,


Surat Ijin Tempat Usaha /SITU,
Tidak berwujud ( Sertifikat Deposito dll).

b. Benda tetap:

Menurut sipatnya (tanah, sawah, kolam dll)


Menurut UU (kapal dg bobot mati 20 Ton)

PENILAIAN AGUNAN
1. Metode
penilai :
Metode
pendekatan
pasar.
Metode
pendekatan
kalkulasi
Metode
pendekatan
pendapatan

2. faktor-faktor yg
mempengaruhi
penilaian tanah &
bangunan:
Standar
kehidupan sosial
Perubahan dan
penyesuaian
kehidupan.
Peraturan
pemerintah dan
perundanundangan.

Hal-hal yang perlu


diperhatikan
Account Officer harus memperhatikan
hal-hal sebagai berikut :
1. Perjanjian accesoir harus benar-benar
sempurna tanpa cacat menurut hukum.
2. Personal guarantee ( harus ada
persetujuan suami istri).
3. Corporatee
guarantee
(
yang
perludiperhatikan anggaran dasar dan
akte pendirian ).

STATUS HUKUM ATAS TANAH


/ STATUS KEPEMILIKAN

Hak
Hak
Hak
Hak
Hak
Hak
Hak
Hak

Milik
guna usaha (HGU)
Gunan Banguan (HGB)
Pakai.
Sewa
Pengusahaan Hutan;
Pembukaan Tanah;
memungut hasil hutan:

Hak milik tanah, hak turun temurun, terkuat dan terpenuhi yang dapat dipinyai
orang atas tanah (bukuti kepamilikanya SHM) pengikatan Hipotik.
Hak guna Usaha , hak untuk mengusahakan tanah yang dikuasai langsung
oleh negara dalam jangka waktu tertentu lama 25 tahun -35 tahun dpt
diperpanjan selama 25 tahun (SHGU). Pengikatan dengan Hipotik.
Hak Guna Banguan, hak untuk mendirikan dan mempunyai bangunan di
atas tanah milik orang lain dengan jangka waktu paling lama 30 tahun.
(SHGB). Pengikatan dg Hipotik.
Hak Pakai, hak untuk menggunakan dan/atau memungut hasil dari tanah
yang dikuasai langsung oleh negara atau milik orang lain. Dan diberikan
ijin Okupasi.
Hak pengusahaan Hutan; hak yang memeberikan wewenang kepada
pemegangnya untuk melakukan sesuatu dan mengolah kayu dalam areal
hutan tertentu, dikeluarkan oleh Dirjen/kementrian Kehutanan. (HPH).
Hak Sewa; hak untuk menggunakan tanah milik orang lain untuk keperluan
bangunan dengan membayar kepada pemiliknya sejumlah uang sebagai
uang sewa.
Hak memungut hasil hutandan hak membuka hutan; hak ini bukan hak
atas tanah karena tidak memeberikan kewenangan untuk menggunakan
tanah tertentu. Maka tidak dapat dijadikan agunan.

SYARAT AGUNAN KREDIT


Mempunyai nilai
ekonomis yang tinggi.
(marketable) mudah dijual
bila nasabah wanprestasi.

Memenuhi aspek
yuridis. Jaminan tsbt memenuhi syaratsyarat yuridis untuk dipakai sebagai
agunan.

Termasuk dalam analisa kondisi disini : politik,


sosial, ekonomi, budaya, yang mempengaruhi
keadaan
perekonomian
yang
kemungkinan
mempengaruhi kelancaran usaha nasabah.
Peraturan pemerintah. (larangan trhadap produk, batasbatas terhadap produk tertentu Ex Motor).
Situasi politik, dan perekonomian dunia;
Keadaan lain yang mempengaruhi pemasaran.
Teknis produksi : pengunaan TI, ketersediaan bahan
baku, cara penjualan Konsinyasi, Tunai, Kredit dll.

PERAN ACCOUNT OFFICER (AO)


DALAM ANALISA KREDIT

ACCOUNT OFFICER
(AO)

DEBITU
R

Point Of Contac

BANK

Account Officer Harus :


1.Memelihara hubungan baik dg nasabah
2.Wajib memonitor kegiatan nasabah / debitur
3.Mampu melakukan cross selling
atas produk-produklainya,
dalam meningkatkan
Fee Base Income.

THE END