Anda di halaman 1dari 4

Pertanyaan Diskusi

1. Penyebab beberapa karyawan penting di PT Maju Makmur tidak mengetahui secara


mendetail isi PSAK adalah karena tidak adanya sosialisasi yang dilakukan secara
berkala oleh perusahaan untuk memberikan pemahaman kepada karyawan tentang
PSAK. Pada perusahaan umum dijumpai karyawan tidak memahami dasar akuntansi
yang digunakan karena bekerja sesuai dengan kebiasaan maupun sekedar mengikuti
arahan dari atasannya.
2. PSAK 16 tentang Aset Tetap menyatakan bahwa: Penyusutan adalah alokasi
sistematis jumlah yang dapat disusutkan dari suatu aset selama umur manfaatnya.
Pada PSAK yang sama disebutkan bahwa definisi umur manfaat adalah periode suatu
aset yang diharapkan dapat digunakan oleh entitas. Berdasarkan kedua pengertian
tersebut maka aktiva hanya dapat disusutkan setelah umur manfaat dimulai atau saat
aktiva telah digunakan. Apabila perusahaan membebankan penyusutan atas suatu
aktiva sebelum digunakan maka akan menyalahi standar tersebut.
3. Pekerjaan menghitung bunga kapitalisasi untuk proyek konstruksi tidak seharusnya
dilakukan oleh auditor. Perhitungan bunga kapitalisasi merupakan tanggung jawab
manajemen perusahaan yang kemudian dituangkan dalam laporan keuangan untuk
dilakukan audit oleh auditor independen. Selain itu perhitungan kapitalisasi bunga
merupakan bagian dari laporan keuangan yang berupakan bentuk tanggung jawab
manajemen. Oleh karena itu hal tersebut tidak dapat dilakukan.
4. Sewa guna usaha toko ke 7 PT Maju Makmur yang berada di kota madiun tidak wajar
apabila dilaporkan sebagai operating lease. Hal ini berdasarkan pada kriteria dari
operating lease dimana Lessee biasanya tidak mempunyai hak membeli pada waktu
kontrak sewa berakhir sehingga tidak terjadi perpindahan hak milik barang serta
kontrak sewa ini bersifat cancelable yaitu dapat diputuskan pihak lessee sewaktuwaktu atau sebelum masa kontrak berakhir. Dari kriteria tersebut, maka sewa guna
usaha pada toko ke 7 tersebut tidak dapat dilaporkan sebagai operating lease karena
yang disewakan merupakan aset tetap berupa bangunan yang seharusnya akan
dilaporkan sebagai sewa guna usaha dalam bentuk capital lease. Namun dari
perjanjian yang diketahui dengan Langgeng Santosa hal ini tergolong transaksi
dengan pihak istimewa (related party transactions) yang tidak seharusnya dilaporkan

sebagai operating lease. Apabila dilakukan transaksi dengan pihak istimewa, maka
seharusnya hal tersebut dilaporkan dalam laporan keuangan konsolidasi perusahaan
induk dengan perusahaan anak.
5. Jika entitas memiliki transaksi dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan
istimewa dalam satu periode, maka entitas harus mengungkapkan:

Sifat dari hubungan dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa.

Informasi mengenai transaksi dan saldo, termasuk komitmen, yang diperlukan


untuk memahami potensi dampak hubungan tersebut dalam laporan keuangan.

Sekurang-kurangnya, pengungkapan meliputi:


a. nilai transaksi
b. jumlah saldo, termasuk komitmen
c. penyisihan piutang ragu-ragu terkait dengan jumlah saldo tersebut
d. beban yang diakui selama periode dalam hal piutang ragu-ragu atau
penghapusan piutang dari pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa.

Pengungkapan yang disyaratkan dilakukan secara terpisah untuk masing-masing


kategori berikut:

Pihak yang memiliki pengendalian, pengendalian bersama atau pengaruh


signifikan atas entitas.

Entitas anak, joint venture, entitas asosiasi dari entitas.

Personel manajemen kunci dari entitas dan entitas induknya.

Pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa lainnya.

Beberapa contoh transaksi yang diungkapkan oleh perusahaan jika terdapat transaksi
dengan pihak yang berelasi, antara lain:

Pembelian atau penjualan barang (barang jadi atau setengah jadi)

Pembelian atau penjualan properti dan aset lain

Penyediaan atau penerimaan jasa

Sewa

Pengalihan riset dan pengembangan

Pengalihan dibawah perjanjian lisensi

Pengalihan dibawah perjanjian pembiayaan (termasuk pinjaman dan kontribusi


ekuitas dalam bentuk tunai atau natura)

Komitmen untuk berbuat sesuatu jika peristiwa khusus terjadi atau tidak terjadi di
masa depan, termasuk kontrak eksekutori

Penyelesaian liabilitas atas nama entitas atau pihak berelasi.

6. Opini audit going concern adalah opini yang dikeluarkan oleh auditor untuk
mengevaluasi apakah ada kesangsian tentang kemampuan perusahaan untuk
mempertahankan kelangsungan hidupnya (IAI,2001:SA Seksi 341). Laporan audit
dengan modifikasi mengenai going concern merupakan suatu indikasi bahwa dalam
penilaian auditor terdapat risiko auditee tidak dapat bertahan dalam bisnis. Dari sudut
pandang auditor, keputusan tersebut melibatkan beberapa tahap analisis. Auditor harus
mempertimbangkan hasil dari operasi, kondisi ekonomi yang mempengaruhi
perusahaan, kemampuan membayar hutang, dan kebutuhan likuiditas di masa yang
akan datang. Dengan adanya kondisi dimana salah satu toko PT Maju Makmur yang
berlokasi di Sidoarjo banyak memberikan kerugian bagi PT Maju Makmur, maka
seharusnya KAP AS&R sudah seharusnya menganalisis ulang mengenai
keberlanjutan krisis pada toko yang berlokasi di Sidoarjo tersebut. Jika memang
harapan dalam menghasilkan profit dari toko di Sidoarjo tersebut sangat kecil maka
sudah seharusnya auditor memberikan opini mengenai going concern dari bisnis
yang berada di Sidoarjo tersebut dengan kesangsian apabila toko tersebut dapat
melanjutkan profitabilitasnya, tidak dengan memberikan pendapat wajar dengan
pengecualian seperti auditor yang sebelumnya. Tetapi apabila memang toko tersebut
menunjukkan trend yang cukup baik dalam perkembangannya maka opini yang wajar
dapat diberikan oleh auditor pada laporan keuangan PT Maju Makmur.
7. Ya, hal tersebut merupakan salah satu bentuk ancaman yang diberikan kepada KAP

AS&R mengenai independensi auditor. Apabila dengan adanya ancaman tersebut


KAP AS&R terpengaruh independensinya maka hal tersebut merupakan hal yang
tidak patut dicontoh. Tapi dengan adanya ancaman tersebut, reaksi yang seharusnya
diberikan KAP AS&R adalah reaksi yang tidak takut terhadap ancaman apapun
karena independensi dari auditor eksternal merupakan kunci utama dari kemajuan
suatu KAP. Dengan adanya ancaman tersebut maka seharusnya KAP AS&R tetap
menjalankan program audit dan perikatan yang telah ditentukan sebelumnya dengan
baik dan sesuai. Apabila memang terdapat banyak kejanggalan maka sebagai auditor

yang independen, KAP AS&R wajib juga mencantumkannya dalam laporan auditor
independen dan akan mempengaruhi opini audit yang nantinya akan diberikan pada
laporan keuangan PT Maju Makmur.