Anda di halaman 1dari 22

ASUHAN KEPERAWATAN PADA NY.

A DENGAN GANGGUAN
PROSES PIKIR : WAHAM DI RUANG CEMPAKA
RSJ Dr. RADJIMAN WEDIODININGRAT
LAWANG - MALANG

OLEH :
KELOMPOK 6 :
1. Dwi Andrianti
2. Hernanda Ayu L.
3. Meilia Susanti
4. M. Afif Zakaria
5. Nofryan Reza P.
6. Venti Kusuma Ika W.

AKADEMI KEPERAWATAN DIAN HUSADA


MOJOKERTO
2013

ASUHAN KEPERAWATAN PADA NY. A DENGAN GANGGUAN


PROSES PIKIR : WAHAM DI RUANG CEMPAKA
RSJ.Dr. RADJIMAN WEDIODININGRAT
LAWANG MALANG.

I.

II.

IDENTITAS KLIEN
Nama

: Ny.A

Tanggal Dirawat

: 25-01-2013

Umur

: 47 tahun

Tanggal Pengkajian

: 26-03-2013

Pendidikan

: SMA

Agama

: Islam

Status

: Janda

Pekerjaan

: Ibu rumah tangga

Jenis kelamin

: Perempuan

Alamat

: Jl.Anggrek VII/D.21 RT/RW : I/II Candi Mulyo,Jombang.

Ruang Rawat

: Cempaka

No. RM

: 085456

ALASAN MASUK
a). Data Primer
Klien mengatakan tidak bisa tidur kalau tidak minum obat
b). Data Sekunder
Klien di bawah ke RSJ Lawang karena gelisah, marah-marah,
memakai baju berlapis-lapis dan syal, klien tidak mau mandi karena air
dibilang racun, mengurung diri dikamar, kamar dikunci, klien

mengumpulkan sampah dalam kamarnya, curiga kepada orang lain dan


klien sulit tidur akhirnya keluarga membawa klien ke RSJ Lawang dan
yang merupakan ketiga kalinya.

III. RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG DAN FAKTOR PRESIPITASI


Klien mengatakan sudah bercerai dengan suaminya pada tanggal
13052011 dan sudah punya anak 2 yaitu laki laki dan perempuan.
Namun menurut data di status klien ditinggal pergi suami tanpa pamit
(memberitahu) yaitu pada tahun 1995. Klien mengatakan tinggal serumah
dengan kedua orang tua dan anak pertamanya, namun menurut status anak
pertamanya sudah meninggal 4 tahun yang lalu. Setelah itu klien gelisah,
marah-marah, mengurung diri dikamar, mengumpulkan sampah ke dalam
kamar, memakai baju berlapis lapis. Melihat kondisi yang seperti itu
keluarga menjadi khawatir dan akhirnya keluarga klien memutuskan untuk
membawa klien ke RSJ Lawang untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut
sehingga pada tanggal 25 01 2013 pasien MRS.
IV. FAKTOR PREDISPOSISI
1. Pernah mengalami gangguan jiwa di masa lalu? Iya,
Klien mengatakan dulu pernah mengalami gangguan jiwa yaitu mulai
tahun 1998. Setelah itu klien dibawah ke RSJ Kertosono oleh keluarga,
klien di rawat oleh dr. felix klien rutin control sebanyak 4x, setelah itu
penyakit klien kambuh lagi, kemudian klien dibawah kepondok Lirboyo
Kediri, kemudian klien MRS pertama di RSJ Lawang tanggal 26 07
2011 dan KRS tanggal 11-08-2011, kemudian klien masuk RSJ lagi pada

tanggal 13-09-2011 kemudian klien sembuh dan dibawah pulang pada


tanggal 08-04-2012. Setelah kurang lebih 9 bulan klien tidak berobat
akhirnya

pasien

kambuh

dengan

gejala

gelisah,

marah-marah,

mengurung diri dikamar, mengumpulkan sampah ke dalam kamar,


memakai baju berlapis lapis, tidak mau mandi karena air dibilang
racun, curiga kepada orang lain, mengurung diri dikamar , dan sulit tidur
dengan kondisi yang seperti itu keluarga khawatir dan akhirnya dibawah
keluarga ke RSJ Lawang lagi pada tanggal 25-01-2013 sampai saat ini.
2. Pengobatan sebelumnya
Klien mengatakan sebelumnya pasien di RSJ Kertosono oleh dr. Felix
dengan rutin kontrol dan minum obat, dan klien kambuh lagi karena
tidak lagi minum obat, klien mengatakan saya tidak bisa tidur kalau
tidak minum obat dulu.
3. a. Pernah mengalami penyakit fisik (termasuk gangguan tumbuh
kembang)? Iya,
Klien mengatakan saya pernah jatuh dari sepeda montor mbak dulu
waktu saya SMA
b. Pernah ada riwayat NAPZA? Tidak,
Klien mengatakan tidak pernah mengkonsumsi narkoba.
c. Riwayat Trauma
1. Aniaya fisik
Klien mengatakan waktu mondok di pondok Lirboyo pada usia 44
tahun, klien pernah di tampar, di guyur pakek air , di banting ke
dalam bak mandi di kamar mandi oleh santri asuhan bapak Jalal
yang bernama Yanuar, Bagus pilin dan Sulton.
7. Aniaya seksual
Klien mengatakan tidak pernah mengalami aniaya seksual
8. Penolakan

Klien ditinggal pergi suami tanpa pamit (memberitahu) yaitu pada


tahun 1995.
9. Kekerasan dalam keluarga
Klien mengatakan semenjak kecil di sayang oleh kedua orang
tuanya, tidak ada yang kasar dengan klien
10. Tindakan kriminal
Klien mengatakan tidak pernah melakukan tindakan kriminal
11. Usaha bunuh diri
Klien mengatakan tidak pernah melakukan usaha bunuh diri
Masalah/Diagnosa keperawatan : - Respon paska trauma (aniaya fisik)
- Respon paska trauma (penolakan suami)

4. Pengalaman masa lalu yang tidak menyenangkan


Klien mengatakan ditinggal suami tanpa pamit / memberitahu pada
tahun 1995. Klien juga mengatakan sewaktu mindok di Lirboyo pada
usia 47 tahun, klien pernah ditampar, diguyur pakai air, dibanting ke
dalam bak mandi di kamar mandi oleh santri asuhan Bapak Jalal. Ada 3
orang yang bernama Yanuar, Bagus, pilin dan Sulton.
Klien mengatakan Wallahi mbak saya pernah ditampar, diguyur dan
saya pernah dibanting, dismackdown dan dimasukkan ke bak mandi.
Sungguh perbuatan yang tidak berprikemanusiaan. Kalau mbak tidak
percaya, mbak tulis namanya pondok lirboyo desa dawuan kidul Kediri
namanya bapak jalal ini yang punya pondok dan yang banting saya
namanya yanuar, bagus, pilin, sulton. Silakan kalau mbak tidak percaya
mbak lakukan sidak di pondok Lirboyo.
Masalah / Diagnosa Keperawatan : Respon Paska Trauma

V. PEMERIKSAAN FISIK
1. Keadaan umum : Baik.
2. Tanda-tanda Vital

TD : 120/80 mmHg, Nadi : 80x/menit, Suhu : 36C, P : 20x/menit.


3. Keluhan Fisik
Klien mengatakan tidak ada keluhan fisik.
Masalah / Diagnosa Keperawatan : Tidak Ada
VI. PENGKAJIAN PSIKOSOSIAL
1. Genogram

Keterangan :
: Laki - laki
: Perempuan
: Cerai / putushubungan
: Meninggal
: Tinggalserumah
: Orang Terdekat
: Klien
v47

: Umur
: Mengalami gangguan Jiwa

Klien mengatakan dalam keluarganya tidak ada yang menderita


gangguan jiwa.
Klien mengatakan tinggal serumah dengan ibu dan ayahnya (orangtua).
Klien merupakan anak pertama dari 6 bersaudara.

Pola komunikasi

Klien mengatakan bahwa sejak kecil pola komunikasi dalam keluarga


adalah baik

Pola pengambilan keputusan

Klien mengatakan bahwa yang mengambil keputusan jika ada masalah


adalah klien senndiri. Selama klien sakit yang meminta untuk dirawat di
RSJ dari dukungan keluarganya.

Pola asuh
Klien mengatakan bahwa pola asuh dalam keluarga klien semenjak
kecil adalah menyayangi klien, meskipun dalam kondisi sakit seperti ini
klien tetap diperhatikan. Klien sejak kecil di asuh kedua orang tua
sampai klien dewasa.
Masalah/Diagnosa keperawatan : tidak ada

2. Konsep diri
a. Citra tubuh: pada saat ditanya tentang citra tubuhnya klien menjawab
bahwa dirinya biasa dan bersyukur dengan kondisi tubuhnya.
Menurut ibu bagian tubuh ibu yang paling ibu suka yang mana?

Klien menjawab : Tidak ada mbak, menurut saya semua suka


karena tubuh ini ciptaan Allah SWT, ini sudah di takdirkan oleh
Allah SWT
b. Identitas diri
Klien mengatakan namanya ibu A tinggal di Jombang. Klien
berjenis kelainan perempuan , usia klien 47 tahun , klien mengatakan
sebagai Ibu Rumah Tangga. Klien merasa puas dengan kerjanya
sebagai ibu rumah tangga dan bangga menjadi seorang perempuan
karena kodrat sebagai seorang perempuan (ibu) bisa melahirkan anak
dan status klien adalah seorang janda, klien puas tentang statusnya
karena menurut klien anak-anaknya akan tahu siapa yang
menyayangi mereka sebenarnya.
c. Peran
Klien mengatakan mampu melakukan tugasnya sebagai ibu bagi
anak-anaknya.
Klien mengatakan : saya ingin pulang, enak dirumah dari pada
disini dirumah saya bisa mengurusi anak-anak saya dan melakukan
kegiatan sehari-hari saya dirumah mbak
Klien mengatakan mampu melakukan aktivitas seperti menyapu
,cuci piring, merapikan tempat tidur dank lien berharap bisa pulang
dan mengurusi anaknya kembali dan menjadi ibu yang baik bagi
anaknya.

d. Ideal diri

Harapan terhadap sakitnya : klien mengatakan ingin cepat


sembuh agar bisa cepat pulang. saya pengen cepat sembuh dan
pengen cepat pulang mbak

Harapan

terhadap

keluarga

klien

mengatakan

ingin

keluarganya hidup dengan tenang, aman, damai, dan tentram.


saya ingin keluarga saya hidup tenang, aman, damai dan
tentram.

Harapan terhadap lingkungan : klien mengatakan ingin hidup


bertetangga dengan rukun. saya ingin hidup saya dengan
tetangga rukun.

e. Harga diri

Persepsi klien terhadap dirinya dalam hubungannya dengan


orang lain
Klien mengatakan dengan keadaan dirinya. Alhamdulillah saya
di ciptakan allah swt seperti begini saya bersyukur dengan apa
yang ada dalam tubuh saya, kalau kurang saya akan berusaha
agar lebih baek , kalua kelebihan saya tidak akan sombong.

Penilaian orang lain terhadap klien


Klien mengatakan tidak tahu menurut orang lain tentang dirinya,
tetapi ibu pasien pernah mengatakan kepada klien kalau klien
adalah anak yang penurut dan patuh kepada orang tua. saya

tidak tau mbak terserah orang lain menilai saya gimana saya
tidak tau,,,,
Apa yang pernah keluarga ibu bilang tentang ibu?
Dulu ibu sering mengatakan saya anak ibu yang paling penurut,
patuh, berbakti pada kedua orang tua di bandingkan dengan
saudara-saudara saya semua, cuma saya mbak yang paling nurut
dengan orang tua.
Masalah / Diagnosa keperawatan : tidak ada
3. Hubungan sosial
a. Orang terdekat
Klien mengatakan orang yang paling dekat adalah anak-anaknya.
b. Peran serta dalam kegiatan kelompok/masyarakat:
Di rumah : klien tidak mengikuti kegiatan arisan RT, PKK, maupun
pengajian. Klien mengatakan bahwa punya kegiatan
sendiri yang lebih penting dirumah.
Di RSJ : klien mengikuti kegiatan mencuci piring, senam pagi,
namun klien lebih sering duduk dikursi sambil melipat
tangannya, klien kalau di ajak duduk/berpindah tempat
duduk klien selalu mengatakan nggak mau , saya duduk
disisni saja , saya lebih enak duduk disini.

c. Hambatan dalam bergaul dengan orang lain :


Klien mengatakan lebih suka duduk sendiri dan lebih nyaman
apabila duduk di tempat yang biasanya klien duduki, duduk di kursi
yang sama yang kemarin di duduki tidak mau pindah tempat duduk.
Masalah / Diagnosa keperawatan : Isolasi sosial : menarik diri
4. Spiritual

a. Nilai dan keyakinan


Klien mengatakan beragama islam. Tuhannya ALLAH SWT.
b. Kegiatan beribadah
Klien mengatakan selalu sholat 5 waktu, tetapi waktu ditanya:
Ibu tadi sudah sholat belum? Klien menjawab Belum, nanti saja
saya sholat.masak sholat harus bilang-bilang? Cuma saya dan Allah
SWT yang tahu. Saya sholat kalau hati saya iklas dan saya sholat
cukup dengan begini (ambil mengepalkan tangannya kedepan)
Masalah / Diagnosa Keperawatan : Distres spiritual
VII. STATUS MENTAL
1. Penampilan
Klien terlihat rapi,cara berpakaiannya sesuai dan tidak acak-acakan,
klien memakai kerudung, kuku bersih.
Masalah / Diagnosa Keperawatan : Tidak Ada
2. Pembicaraan
Saat diwawancarai klien mampu menjawab dengan tepat. Bicaranya
cepat dan sering menyela, memotong pembicaraan pengkaji. Saat
ditanya antara pertanyaan dan jawaban sesuai/koheren.
Masalah / Diagnosa Keperawatan : Kerusakan Komunikasi
3. Aktivitas motorik/psikomotor
Hipokinesia / hipoaktivitas
Klien terlihat sering menyendiri dan duduk sendirian. Klien mengikuti
kegiatan bila disuruh perawat. Klien terlihat selalu melipat tangan saat
duduk.
Masalah / Diagnosa Keperawatan : Defisit aktivitas
4. Afek atau emosi
a. Afek : Tumpul
Klien kalau tidak diajak bicara diam saja. Ketika diajak bicara,
banyak bicaranya.
b. Emosi : Labil

Klien bosen dengan aktivitas dirumah sakit, karena klien kalau


dirumah biasanya membuat camilan.
Masalah / Diagnosa Keperawatan : Kerusakan komunikasi
5. Interaksi selama wawancara
Saat diwawancarai klien terlihat kooperatif, ada kontak mata, sering
menyela (memotong pembicaraan), sering mempertahankan pendapatnya
sendiri meskipun itu tidak benar. Di buktikan dengan klien mengatakan
ini tanda titisan dari Haji Marzuki.
Masalah / Diagnosa Keperawatan : Kerusakan interaksi sosial.
6. Persepsi sensori
Klien tidak pernah mendengar suara-suara yang btidak ada stimulusnya,
wujud maupun obyek
Masalah / Diagnosa keperawatan : tidak ada
7. Proses pikir
a. Arus Pikir
Logorrhea. Saya itu titisan Haji Marzuki mbak, kalau mbak ndak
percaya silahkan mbak tanya ke keluarga dan tetangga saya, tanda ini
benar-benar titisan mbak, titisan Haji Marzuki.
b. Isi Pikir
Ideas of Reference : Klien mengatakan mendapat titisan dari
Haji marzuki yang dipercayai mempunyai kekuatan. Klien
mengatakan saat melakukan kesalahan tubuhnya terasa gemetar
semua dan klien mengatakan kalau melakukan dosa di dalam
tubuhnya terdapat magnet. Ini mbak (sambil menunjukkkan toh
yang terdapat di paha kiri klien). Ini dulu saya mendapat titisan

dari Haji Marzuki, Haji Marzuki itu buyut saya. Dulu waktu
sebelum meninggal Haji Marzuki ini menggambar dengan arang
di pahanya, terus waktu saya lahir ada ini, katanya ibu dan
bapak saya, saya mendapat titisan dari Haji marzuki. Mungkin
gara-gara ini saya punya kekuatan yang orang lain tidak punya.
Saya itu kalau habis berbuat salah saya gemetaran, mungkin ini
gara-gara toh ini, saya punya kekuatan kebatinan dengan Haji
Marzuki, terus kalau saya mau berbuat dosa tubuh saya ini lo

mbak kayak ada magnetnya.


Misofobi : Klien ketika diajak berjabat tidak mau karena takut

tangannya kotor dan terkena kuman.


Klien menagatakan dirinya adalah keturuanan ningrat, padahal
sebenarnya dalam keluarganya tidak ada keturunan ningrat

hanya kelaurganya kebanyakan polisi.


c. Bentuk Pikir
Non Realistik. Klien mengatakan punya titisan dari buyutnya yang
bernama Haji Marzuki yang dipercayai punya kekuatan. Klien
mengatakan apabila melakukan kesalahan misal berbohong dengan
perawat tubuhnya akan gemetaran dan klien juga mengatakan kalau
berbuat dosa tubuhnya seperti ada magnetnya.
Masalah / Diagnosa keperawatan : Gangguan Proses Pikir
waham dosa dan waham kebesaran.
8. Kesadaran
Kuantitatif : Composmetis ( GCS 4-5-6 ), klien kesadarannya penuh,
dapat membuka mata dengan spontan, komunikasi verbal baik, dan
dapat bergerak spontan serta mampu melakaukan aktivitas dengan
mandiri dan tanpa perintah.

Kualitatif : Berubah. Klien terlihat menyendiri dan sering duduk-

duduk di tempat duduk yang biasanya klien tempati.


Masalah / Diagnosa Keperawatan : Gangguan Proses Pikir
9. Orientasi
- Waktu :
Saat ditanya perawat ini pagi atau sore? Klien
-

menjawab pagi hari ( kenyataan waktu itu pagi hari ).


Tempat : Saat ditanya perawat ibu ada dimana sekarang?, Ruang

apa? Klien menjawab Di RSJ Lawang di ruang cempaka.


Orang : Saat ditanya perawat ibu ini sedang berbicara dengan
siapa?.

Klien

menjawab

Mbak

mahasiswa

yang

cantik

(kenyataannya memang klien sedang berbicara dengan mahasiswa


praktek wanita).
Masalah / Diagnosa Keperawatan : tidak ada
10. Memori

Jangka Panjang : Klien menagatakan pernah terjatuh dari sepeda


motor sewaktu SMA. Saya dulu pernah jatuh dari mbak waktu naik
motor, ini bekasnya ( sambil menunjukkan pelipisnya yang ada bekas
jahitannya dan ada bekas luka di tangannya ).

Jangka Pendek : Klien mengatakan masuk di RSJ Lawang di antar


oleh keluarga pasien.

Jangka saat ini : Klien mengatakan tadi pagi klien sudah mandi,
makan pagi dan menyapu teras depan.

Masalah / Diagnosa Keperawatan : tidak ada


11. Tingkat Konsentrasi dan Berhitung
o Konsentrasi : Klien mampu berkonsentrasi terlihat saat ditanya,
klien langsung menjawab. Perawat bertanya ibu gimana

perasaannya hari ini? Klien langsung menjawab Senang mbak,


Alhamdulillah.
o Berhitung : Klien mampu berhitung sederhana, saat klien ditanya
tentang

berhitung

angka

sampai

20

klien

menjawab

1,2,3,4,5,6,7,8,9,10,11,12,13,14,15,16,17,18,19,20.
Masalah / Diagnosa Keperawatan : tidak ada
12. Kemampuan penilaian atau pengambil keputusan
Klien mengambil keputusan tanpa bantuan orang lain.dibuktikan dengan
saat diberikan pilihan saatbangun pagin makan dulu atau mandi dulu,
klien memilih mandi dulu. Saat selesai makan, Ny A langsung
membereskan piring dan mencucinya.
Masalah / Diagnosa Keperawatan : Respon Pasca Trauma
13. Daya Tilik Diri
Klien mengatakan bahwas dirinya menyadari dan mengetahui kalau
dirinya mengalami gangguan jiwa.. terbukti saat ditanya :Ny. A
dimasukkan kesini kenapa? Klien menjawab Ya karena saya punya
penyakit gangguan jiwa.
Masalah / Diagnosa Keperawatan : tidak ada
VIII. KEBUTUHAN PERSIAPAN PULANG
1. Makan
Klien makan 3x sehari, makanan selalu dipersiapkan oleh perawat. Klien
mengatakan tiap hari boleh jajan gorengan dank liken mendapat snack.
Klien bisa makan sendiri dan klien langsung mencuci piring dan gelas
setelah selesai makan.
2. BAB/BAK

Klien menggunakan toilet sebagai sarana BAB/BAK. Klien mengatakan


dapat melakukan BAB/BAK ditoilet secara mandiri. Klien mamu
membersihkan dan merapikan pakaian kembali setelah BAB/BAK.
3. Mandi
Klien mengatakan mandi (2x sehari tanpa disuruh perawat). Klien
mampu mandi dengan sabun, sikat gigi dan pasta gigi.
4. Berpakaian / berhias
Klien mampu menggunakan baju sendiri tanpa bantuan. Klien memakai
baju dengan sesuai. Klien tak suka dandan.
5. Istirahat dan tidur
Kalau tidak ada kegiatan klien duduk sendiri di kursi yang biasa ia
tempati. Klien mengatakan tidak pernah tidur siang. Setelah makan
malam biasanya klien tiduran di kamarnya sampai malam hari agar klien
bias tidur.
6. Penggunaan obat
Klien mengatakan mampu minum obat secara mandiri setelah obat
diberikan oleh perawat. Klien mengatakan jadwal minum obatnya yaitu
2x sehari saat pagi dan malam.
7. Pemeliharaan kesehatan
Klien mengatakan tidak bias tidur kalau tidak minum obat. Klien
mengatakan jika badannya terasa tidak enak,klien lapor ke perawat dan
terkadang minta ditensi.
8. Aktivitas di dalam rumah
Di Rumah : Klien mengatakan mampu melakukan aktivitas sebagai Ibu
Rumah Tangga seperti memasak, menyapu, mencuci baju.
Di RSJ : Klien mengatakan saat di dalam ruangan klien ikut menggambil
makanan ke dapur, menyapu, mencuci piring.
9. Aktivitas di luar rumah
Klien mengatakan tidak pernah ikut kegiatan arisan, pengajian maupun
perkumpulan RT.

Masalah/ Diagnosa Keperawatan :


- Regiment terapeutik tidak adekuat
- Isolasi sosial.
IX. MEKANISME KOPING
Mekanisme koping klien mal adaptif : klien mengatakan jika ada masalah
klien tidak membicarakannya dengan orang lain. Klien suka menyendiri,
klien sering duduk-duduk sambil melipat tangannya, klien suka duduk
menyendiri.
Masalah/Diagnosa Keperawatan : mekanisme koping individu inefektif.
X.

MEKANISME PSIKOSOSIAL DAN LINGKUNGAN


1. Masalah dengan dukungan kelompok : Klien mendapat dukungan dari
keluraga klien demi kesembuhan klien.
2. Masalah dengan lingkungan : Klien mengatakan jarang bergaul/
berinteraksi dengan tetangga dan cenderung duduk sendiri sambil
melipat tangan, klien tidak pernah ikut kumpul-kumpul, arisan,
pengajian, PKK dengan tetangganya.
3. Masalah dengan pendidikan
Klien mengatakan sekolahnya tamat SMA (Darul Ulum Jombang), tetapi
klien juga mengatakan sempat kuliah di UNDAR mengambil jurusan S1
Sosial Politik Ilmu Pemerintahan tetapi masih semester 3 klien sudah
tidak kuliah lagi.
4. Masalah dengan pekerjaan
Klien mengatakan tidak bekerja hanya seorang ibu rumah tangga.
5. Masalah dengan ekonomi
Klien mengatakan semua biaya pengobatan dan hidup klien selama sakit
di tanggung oleh anaknya.
6. Masalah dengan pelayanan kesehatan
Klien mengatkan sebelum di bawa ke RSJ Lawang klien tidak patuh
minum obat sehingga sakit klien kambuh lagi,

Masalah/Diagnosa Keperawatan : Isolasi sosial : Menarik Diri,


Penatalaksannaan Regiment Terapeutik inefektif.
XI. PENGETAHUAN KURANG TENTANG
a.
Penyakit jiwa : Klien mengatakan bahwa klien mengetahui kalau
dirinya mengalami gangguan jiwa tetapi klien tidak mengerti tentang
pengobatannya.
b. Faktor presipitasi : klien dan keluarga tidak mengetahui apa saja
pencetus terjadinya gangguan jiwa .
c.
Mekanisme koping : Klien tidak mengetahui mekanisme koping yang
benar untuk menghadapi masalah.
Masalah Keperawatan :
- Ketidakefektifan penatalaksanaan regimen terapeutik.
- Koping individu inefektif
- Kurangnya pengetahuan tentang penyakit.
XII. ASPEK MEDIS
Diagnosis Medik :
Axis I
: F 20.10 ( Schizofrenia heberfenik episode berulang ).
Axis II
: Ciri kepribadian mudah bergaul.
Axis III
: Tidak ditemukan kelainan
Axis IV
: Masalah psikososial
Axis V
: Graf Scale S : 21-30.
Terapi Medis :
Tb.Trifluoperazine 5 mg 1-0-1
Tb.Sizoril 100 mg 0-0-1/2

ANALISA DATA

Nama Klien

: Ny A

Dx.Medis

: F 20.10

No.RM

: 085456

Ruangan

: Cempaka

No.
1.

DATA
DS :

MASALAH

Klien mengatakan keturunan

Gangguan Proses Pikir :


Waham Dosa dan waham

ningrat.
Klien mengatakan mendapat
titisan dari Haji Marzuki
buyutnya yang dipercaya

mempunyai kekuatan.
Klien mengatakan kalau
melakukan kesalahan tubuh klien

gemetaran.
Klien menagatakan kalau berbuat
dosa tubuhnya seperti ada
magnetnya.

DO :

Klien menunjukkan tanda titisan

dari Haji Marzuki.


Klien sering duduk menyendiri

dan sambil melipat tangannya.


Klien kalau diajak berjabat tangan
tidak mau dan selalu menolak,
karena takut tangannya kotor.

kebesaran.

2.

DS :

Isolasi Sosial : Menarik Diri


Klien mengatakan lebih suka
duduk sendiri, lebih nyaman
apalagi duduk ditempat yang
biasanya klien duduki.

Klien mengatakan tidak pernah


mengikuti kegiatan arisan,
pengajian, dan PKK.

Klien mengatakan kegiatannya


dirumah lebih penting daripada
ngobor tau maian kerumah
tetangga.

Di RSJ klien mengikuti kegiatan


senam, cuci piring, dan menyapu
teras.

DO :

Klien lebih sering duduk sendiri


di tempat duduk yang biasa klien
duduki.

Klien lebih sering diam

Klien kalau tidak diajak bicara


diam saja.

Klien saat diajak bicara ada


kontak mata.

Klien jarang berkomunikasi


dengan orang lain atau temannya

diruang cempaka.
3.

DS :

Distress Spiritual
Klien mengatakan selalu sholat 5
waktu, tetapi waktu ditanya:
Ibu tadi sudah sholat belum?
Klien menjawab Belum, nanti
saja saya sholat.masak sholat
harus bilang-bilang? Cuma saya
dan Allah SWT yang tahu. Saya
sholat kalau hati saya ikhlas dan
saya sholat cukup dengan begini
(ambil mengepalkan tangannya
kedepan).

DO :

Klien jarang melakukan sholat 5

waktu,
Klien sholat tidak menggunakan
mukenah

hanya

dengan

mengepalkan tangannya kedepan.

DAFTAR MASALAH KEPERAWATAN


1. Respon paska trauma (aniaya fisik)
2. Respon paska trauma (penolakan suami)
3. Isolasi sosial : Menarik diri
4. Distress Spiritual

5. Kerusakan komunikasi
6. Defisit aktivitas
7. Kerusakan interaksi sosial
8. Gangguan proses pikir
9. Gangguan proses pikir : waham dosa dan waham kebesaran
10. Regiment terapeutik inefektif
11. Mekanisme koping individu inefektif
12. Kurangnya pengetahuan tentang penyakit.
POHON MASALAH
Kerusakan
Komunikasi
Distress Spiritual

Isolasi Sosial : Menarik Diri

Effect

Perubahan Proses Pikir : Waham dosa dan


waham kebesaran

CP

Penatalaksanaan regiment
... Causa
Koping individu in efektif
PRIORITAS
MASALAH KEPERWATAN
terapeutik
inefektif
Kurangnya
tentang
1. Gangguan Proses Pikir
: Waham pengetahuan
dosa dan waham
kebesaran.
2. Isolasi Sosial : menarik diri. penyakitnya.
3. Distress Spiritual

Anda mungkin juga menyukai