Anda di halaman 1dari 10

Kelompok 6

HANS PRANATA
3203013190
YOHANA DJ
3203013191
MARIA F. B. WATU
3203013195
ELSANFHI D. FANGGIDAE
3203013203
ELYSABETH CHRISTY
3203013244
NITA V. PANJAITAN
3203013206
YUNANDA ARIMBI
3203013208

Sejarah dan Perkembangan Lion Air

Berdiri pada 19 Oktober 1999


Mulai beroperasi pada 30 Juni 2000
Anak Perusahaan : Lion Bizjet, Wings Air, Batik Air,
Malindo Air, Thai Lion Air
Lion Air sendiri adalah maskapai swasta terbesar di
Indonesia.
Dengan jaringan rute di Indonesia, Singapura,
Malaysia, Vietnam dan Arab Saudi serta rute carter
menuju China dan Hongkong
Mendirikan Wings Air dan Batik Air sebagai

Pelayanan Lion
Air

Sistem Pengendalian Manajemen


PT Lion Mentari Airlines
Penentuan Harga
Penentuan harga pada PT Lion Mentari Airlines adalah
melakukan penerapan lowcost carrier.
Sebenarnya, Sistem Pengendalian Manajemen Lion Air sudah
hampir memenuhi standar-standar peraturan dan etika
penerbangan di Indonesia. Namun, organisasi jasa ini memiliki
realisasi yang kurang maksimal sehingga terjadi banyak masalah,
contohnya :
1. Pengendalian
Operasi

Foreign objectdebris(FOD) pada tiga pesawat


lion air yang tidak dipublikasikan
Telat aplikasi dokumen penggantian pesawat
Lambannya pengambilan keputusan di lapangan
Terbatasnya jam operasional bandara lain
Pertimbangan aspek keselamatan.

2.
Ketenagakerjaa
Banyak terjadi masalah dari internal pegawai Lion Air yang
n
mengeluh atas kinerja yang tidak sesuai dengan upah yang mereka
dapat, serta sering tersiar berita bahwa pilot Lion Air sering mogok.

3. Segi pengarahan
( actuanting)
Pengelolaan keterlambatan seharusnya dilakukan oleh
maskapai secara lugas dan cepat sehingga dapat menangani
masalah secara menyeluruh, dan bukan hanya
membebankan kepada para front-liner mereka di lapangan .

4. Segi pengawasan
(controlling)
Lemahnya pengawasan regulator kepada operator.

Beberapa kasus delay yang barubaru ini dihadapi oleh Lion Air
Pada tanggal 18 februari 2015 terjadi delay selama belasan
jam menyebabkan penumpukkan penumpang di terminal 3
Bandara Soekarno-Hatta. Parahnya Manager on Duty tidak ada
ditempat dan management Lion Air seakan membiarkan.
Akhirnya kekesalan penumpang memuncak dengan memblokir
lounge keberangkatan. Mereka menuntut pemilik Lion Air untuk
menemui mereka.
21 November 2015 Lion Air JT 898 Jakarta-Makassar
delay hingga enam jam di Bandara Soekarno-Hatta.
Alasannya, karena pengajuan penggantian pesawat baru
dilakukan Lion Air tiga jam setelah jadwal keberangkatan
yang seharusnya.
Manajemen Lion Air tidak mengkoordinasi dengan bagian
penjualan tiket yang akhirnya penjualan tiket melebihi dari
kapasitas seat.

Tiga pesawat Lion Air yang kena Foreign Object Damage


sehingga menyebabkan rentetan jadwal penerbangan terganggu
dan juga rusaknya tiga pesawat tersebut. Selain itu juga karena
kekurangan pesawat cadangan.
Disini Lion Air telah memberikan pilihan untuk refund full, namun
mereka mengalami kendala refund tiket karena keterbatasan
dana tunai di bandara yang bertepatan dengan hari libur
# Selaku pengguna jasa angkutan udara, diharapakan agar
Mentri Perhubungan menindak tegas maskapai yang
bermasalah. Kejadian ini bukan hanya menyangkut kerugian
materi dan waktu, namun juga menyangkut nama baik
Indonesia di dunia penerbangan karena cukup banyak turis
asing yang juga menjadi korban akibat delay tersebut.

Etika Organisasi Jasa Penerbangan


Regulasi terkait
Penerbangan

- Undang-undang Angkutan Udara


- Kepmen :Peraturan Persyaratan SIUP Penerbangan
- Kepmen: Peraturan Pergitungan Biaya Pokok
Penerbangan Berjadwal
- Kepmen: Peraturan Keselamatan Penerbangan
- INACA : Etika Bisnis Jasa Penerbangan (INACA)

Kebijakan Manajemen
terkait Etika

Penentuan Nilai-nilai Perusahaan


Penentuan Kebijakan Perusahaan
Ad/ART Perusahaan
Rencana Kerja Jangka Panjang Perusahaan

Kondisi
Konsumen
- Undang-undang Konsumen
- Kepmen: Perlindungan Konsumen
- SOP Perusahaan
- SOP handling Penumpang
- Kebijakan Perusahaan terkait pelayanan
pelanggan/penumpang