Anda di halaman 1dari 6

Contoh Proposal Pembangunan Posyandu

Keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat mempunyai peranan yang sangat penting.
Keluaga adalah wahana pertama dan utama dalam pembangunan anggotanya, dan dengan
demikian keluarga adalah wahana pembangunan bangsa. Namun, di banyak negara berkembang
kondisi keluarga sangat lemah, pendidikan pimpinan dan anggotanya rendah, keadaan
kesehatannya kurang
terawat, dan kemampuan ekonomijuga rendah.
Karena arus globalisasi yang melanda dunia dewasa ini, kelucga menghadapi tantangan yang
lebih dahsyat dibandingkan dengan tantangan yang dihadapi keluaga di masa lain. Di masa
depan tantangan itu akan bertambah berat karena dinamika arus globalisasi juga bertambah
dahsyat.Arus globalisasi membawa nilai-nilai baru yang menarik dan merangsang masyarakat
dengan kekuatan maha besar, berlangsung dengan sangat cepat dan tidak memilih sasarannya.
Akibatnya sebagian anggota masyarakat yang mempunyai tingkat sosial ekonomi memadai
dengan mudah bisa melakukan penyesuaian dan menikmati berbagai kemajuan yang ditimbulkan
oleh perubahan sosial yang sangat dinamis tersebut.
Berikut Contoh Proposal Pembangunan Posyandu, dimana diharap kehidupan terutama
kesehatan masyarakat akan lebih baik.
No

: 02/PY D19/HM/VIII/2011

Lamp:
Hal

: Permohonan Dana

Kepada Yth
Kepala Desa Wadas
Di Tempat

Assalamu alaikum wr wb
Puji serta syukur kita panjatkan kehadirat Alloh swt yang masih memberikan kepada kita
kesehatan baik itu diri sendiri, keluarga,serta lingkungan kita. Shalawat serta salam tercurah
selalu kepada tauladan ummat baginda besar nabi Muhammad saw kepada keluarga sahabat
sampai ummatnya hingga akhir zaman.

Berdasarkan Undang-undang nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menyatakan


bahwa Pemerintah wajib memenuhi hak-hak anak, yaitu tentang kelangsungan hidup,
pertumbuhan dan perkembangannya serta perlindungan demi kepentingan terbaik anak. Seluruh
komponen bangsa (pemerintah, legislatif, swasta dan masyarakat) bertanggung jawab dalam
pemenuhan hak-hak tersebut. Di bidang kesehatan, pemerintah wajib menyediakan fasilitas dan
menyelenggarakan upaya kesehatan yang komprehensif bagi anak melalui upaya kesehatan
promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif yang optimal sejak dalam kandungan. Kebutuhan
dasar anak untuk tumbuh dan berkembang, oleh sebab itu kami atas nama pengurus RW 12
perumhan Harmony Mas merasa perlu untuk menyediakan sarana tersebut dan kami pun
memberanikan diri mengajukan pengajuan proposal ini.
Atas perhatian dan realisasiny sangat kami harapkan. Dorongan dan partisipasinya kami haturkan
banyak terima kasih
Ketua Pembangunan Posyandu Dahlia 19

Ketua RW 12

Perumahan Harmony Mas

Perumahan Harmony Mas

Deni Rachmat

Dadan Teja S

PROPOSAL PENGAJUAN PEMBUATAN POS YANDU


I.

Pendahuluan

A. Landasan Hukum
Pembangunan kesehatan merupakan upaya untuk memenuhi salah satu hak dasar rakyat, yaitu
hak untuk memperoleh pelayanan kesehatan sesuai dengan UUD 1945 pasal 28 H ayat (1) dan
Undang-undang nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan. Pembangunan kesehatan harus
dipandang sebagai investasi untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia dan sekaligus
investasi untuk mendukung pembangunan ekonomi dan pendidikan, serta berperan penting
dalam upaya penanggulangan kemiskinan. Oleh karenanya, pembangunan kesehatan bukanlah
tanggung jawab pemerintah saja namun merupakan tanggung jawab bersama pemerintah dan
masyarakat termasuk swasta.
Undang-undang nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menyatakan bahwa
Pemerintah wajib memenuhi hak-hak anak, yaitu tentang kelangsungan hidup, pertumbuhan dan
perkembangannya serta perlindungan demi kepentingan terbaik anak. Seluruh komponen bangsa
(pemerintah, legislatif, swasta dan masyarakat) bertanggung jawab dalam pemenuhan hak-hak
tersebut. Di bidang kesehatan, pemerintah wajib menyediakan fasilitas dan menyelenggarakan
upaya kesehatan yang komprehensif bagi anak melalui upaya kesehatan promotif, preventif,

kuratif dan rehabilitatif yang optimal sejak dalam kandungan. Kebutuhan dasar anak untuk
tumbuh dan berkembang, yaitu
(1)

Kasih sayang dan perlindungan;

(2) Makanan bergizi seimbang (sejak lahir sampai 6 bulan hanya ASI saja, sesudah 6 bulan
sampai 2 tahun ASI ditambah Makanan Pendamping ASI);
(3)Imunisasi dasar dan suplementasi kapsul vitamin A:
(4)Pendidikan dan pengasuhan dini;
(5)Perawatan kesehatan dan pencegahan kecacatan, cedera dan lingkungan yang sehat dan aman;
(6) Orangtua berkeluarga berencana.
Untuk memenuhi hak-hak dasar anak tersebut diperlukan upaya-upaya yang menyeluruh yang
melibatkan sektor kepemerintahan, dunia usaha/swasta dan masyarakat. Dalam undang-undang
nomor 32 tahun 2004 tentang pemerintahan daerah dan nomor 33 tahun 2004 tentang
perimbangan keuangan antara pemerintah pusat dan daerah, telah diatur peranan pemerintah
daerah (propinsi kabupaten/kota) dan pusat dalam penyelenggaraan pembangunan nasional
termasuk dalam pemenuhan hak-hak dasar anak.
Kesepakatan global yang dituangkan dalam Millenium Development Goals (MDGs) yang terdiri
dari 8 tujuan, 18 target dan 48 indikator, menegaskan bahwa tahun 2015 setiap negara
menurunkan kemiskinan dan kelaparan separuh dari kondisi pada tahun 1990. Dua dari lima
indikator sebagai penjabaran tujuan pertama MDGs adalah menurunnya prevalensi gizi kurang
pada anak balita (indikator keempat) dan menurunnya jumlah penduduk dengan defisit energi
(indikator kelima).
Sejalan dengan upaya mencapai kesepakatan global tersebut dan didasari oleh perkembangan
masalah dan penyebab masalah serta lingkungan strategis, Pemerintah telah menyusun Rencana
Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2005-2009 Bidang Kesehatan, yang
mencakup program-program prioritas yaitu: program Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan
Masyarakat; program Lingkungan Sehat; program Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit; dan
program Perbaikan Gizi Masyarakat. Salah satu sasarannya adalah menurunnya prevalensi gizi
kurang menjadi setinggi-tingginya 20% (termasuk penurunan prevalensi gizi buruk menjadi 5
%) pada tahun 2009.
B. Masalah Gizi Buruk
Berita munculnya kembali kasus gizi buruk di NTB dan NTT seperti diberitakan oleh Kompas
(26/5 dan 27/5 2005) dan media masa lainnya, menunjukkan bahwa masalah kekurangan gizi di
negeri tercinta ini masih tersembunyikan. Kejadian sekarang ini mirip seperti kejadian tahun
1998, ketika dilaporkan meningkatnya kejadian gizi buruk di berbagai media masa (Kompas

13/10/98) Kasus Bayi-HO Pertanda Beratnya Kemiskinan; Merdeka 13/10/98 Fungsikan


kembali Posyandu.
Posyandu ( POS PELAYANAN TERPADU ) ini sebuah nama organisasi yang ada dilingkungan
atau pemerintahan terendah yang memiliki berbagai fungsi Posyandu di Integrasi bisa berupa
dengan kegiatan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Bina Keluarga Balita (BKB), Bina
Keluarga dan Tumbuh Kembang Anak
(BKTKA), Bina Lansia dsb.Di berbagai tempat muncul variasi dari berbagai kegiatan yang
diwadahi dalam posyandu dan mencoba menjadikan posyandu sebagai sarana pemberdayaan
masyarakat. Berkaitan dengan wacana posyandu sebagai sarana pemberdayaan masyarakat,
menarik untuk dikaji berdasarkan pengalaman beberapa daerah yang mencoba menerapkannya.
Sudah seyogyanya Posyandu kalau dimaknai sebagai suatu lembaga kemasyarakaran yang
kegiatannya dari, oleh dan untuk masyarakat (DOUM) dapat memprakarsai berbagai kegiatan
sesuai aspirasi dan kebutuhan masyarakat. Semakin banyak dan bervariasi kegiatan yang dikelola
melalui posyandu, tentu semakin menuntut kemampuan pengelolanya.
Semakin tinggi motivasi para pengelola, semakin tinggi kreativitas yang muncul dan
berkembang untuk menjawab tantangan masalah dan kebutuhan masyarakat dari berbagai aspek
misalnya berkaitan dengan bidang kesehatan, pendidikan dan ekonomi. Jika ditilik dari sisi
pengertian pemberdayaan masyarakat, tentu persepsi dan pemahaman tentang pemberdayaan
akan sangat beragam. Banyak pengertian tentang pemberdayaan.
Masing-masing pihak memberikan pengertiannya. Tentu hal ini tidak untuk dipertentangkan,
karena setiap pengertian yang diberikan atau dirumuskan bergantung kepada latar belakang
pemahaman, pengalaman dan tujuan dari pihak yang mengemukakannya. Salah satu pemahaman
yang dikemukan oleh Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa dalam konsep
Manajemen Pembangunan Desa Terpadu (PDT) adalah Upaya mengembangkan kemampuan
dan kemadirian masyarakat dalam mendayagunakan sumber daya dan potensi yang ada untuk
mempertahankan dan meningkatkan taraf hidup mereka Ini merupakan hakikat dari
pemberdayaan yang dimaksud dalam konsep PDT. Hakikat ini perludidukung oleh semua
komponen yang ada baik pemerintahan desa/kelurahan, lembaga kemasyarakatan, kader dll.
Dengan demikian terwujud sinergitas dari semua pemeran pemberdayaan dalam pelaksanaan
pembangunan di masyarakat bersama masyarakat.
B. Maksud Dan Tujuan
Maksud dari pembangunan Pos yandu dilingkungan Perumahan Harmony Mas antara lain :
-

Memberdayakan potensi Ibu ibu secara positif

Membantu Program pemerintah dalam menjaga kesehatan masyarakat

Mendorong agar terciptanya rasa kebersamaan dalam lingkungan

Menciptakan kerja sama antara pos yandu dengan para dokter yang ada dilingkungan.

Tujuan dari pembangunan pos yandu dilingkunagn harmony mas antara lain :
Dengan sarana tersebut mudah- mudahan tercipta sebuah harmonisasi dalam lingkungan
karena fungsi dan manfaat posyandu tidak hanya dari sisi menjaga kesehatan ibu dan anak saja
tapi sebuah sarana yang multi fungsi dilingkungan masyarakat.
Pemnafaatan sarana pasilitas Umum yang telah tersedia sehingga digunakan pemanfaatan
untuk hal hal fositif.
C. Jenis Kegiatan
-

Pembangunan sarana Pos Yandu

Pembangunan sarana Umum lainnya yang lokasi bisa menggunakan tempat yang sama

D. Aktivitas kegiatan.
-

Pemeriksaan Ibu dan Anak secara Rutin setiap satu bulan sekali.

Pelaksanaan PAUD

Kegiatan- kegiatan ibu- ibu

Sarana Bermain anak-anak

E. Kebutuhan sarana Prasarana Posyandu


-

Bangunan

Meja Dan Kursi

Peralatan Posyandu

a.

Timbangan

b. ATK
c.

Seragam Pos Yandu

F. Gambar dan Anggran Biaya


Terlampir
G. Lokasi
Terlampir

H. Susunan Panitia
Terlampir
I.

Penutup.

Demikian proposal ini kami ajukan demi melengkapi sarana yang telah ada untuk lebih
menunjang aktivitas posyandu tersebut dan dengan sebuah harapan bisa terealisasi karena
pentingnya sebuah sarana tersebut diatas.
Ketua Sekertaris

Mengetahui

Panitia Pembangunan Pos Yandu Dahlia 19

Ketua RW 12

Deni Rachmat Suharto

Dadan Teja

Anda mungkin juga menyukai