Anda di halaman 1dari 2

Ni Putu Tika Pradnyandari/10700103

Jelaskan sampai mana kerusakan kulit pada penyakit di bawah ini!


1. Psoriasis vulgaris : dermis pars papilare
Cara pemeriksaan dan diagnosis psoriasis vulgaris :
Karsvlek phenomena (phenomena bercak lilin) yaitu skuama psoriasis dikerok
akan terlihat warna keruh seperti kerokan lilin.
Austpitz sign yaitu bila cara mengerok tadi diteruskan akan terlihat titiktitik perdarahan oleh karena terkena papila dermis pada ujung-ujung yang
memanjang.
Koebner phenomena yaitu bila pada kulit yang masih normal terkena trauma
atau garukan maka akan timbul lesi baru yang bersifat sama dengan yang telah
ada.
Sumber : Dep/SMF Kesehatan Kulit dan Kelamin FK Unair/RSDUD Dr.Soetomo
Surabaya. Atlas Penyakit Kulit dan Kelamin Edisi 2. 2009. Pg.132
2. Pemfigoid Bulosa : epidermis stratum spinosum
Gejala klinis yang khas dari penyakit ini adalah terbentuknya bula yang tegang diatas
kulit yang normal atau eritematus. Berisi cairan yang jernih, kadang-kadang
hemoragik, disertai rasa gatal.
Lesi dimulai dengan makula yang eritematus atau urtikaria. Bila bula pecah akan
terbentuk erosi yang mempunyai tendensi untuk mengadakan reepitelisasi,
menyembuh tanpa sikatrik dan meninggalkan bekas hiperpigmentasi. Erosi :
kelaian kulit yang disebabkan kehilangan jaringan yang tidak melampai stratum
basalis dan sembuh tanpa meninggalkan jaringan parut.
Sumber : Dep/SMF Kesehatan Kulit dan Kelamin FK Unair/RSDUD Dr.Soetomo
Surabaya. Atlas Penyakit Kulit dan Kelamin Edisi 2. 2009. Pg.148
3. Pemfigus Vulgaris : epidermis stratum korneum
Pemfigus vulgaris adalah salah satu bentuk bulos dermatose yang bersifat kronis,
disertai dengan adanya proses akantolisis dan terbentuknya bula pada epidermis.
Ditandai dengan timbulnya bula yang lembek, berdinding tipis, mudah pecah, timbul
pada kulit dan mukosa yang tampaknya normal atau eritematosa.
Sumber : Dep/SMF Kesehatan Kulit dan Kelamin FK Unair/RSDUD Dr.Soetomo
Surabaya. Atlas Penyakit Kulit dan Kelamin Edisi 2. 2009. Pg.145
4. Impetigo Bulosa : epidermis stratum lusidium
Penyakit ini mengenai kulit pada lapisan superfisialis (epidermis). Kuman penyebab
dapat ditemukan dan dibiakan dari cairan bulanya. Pada impetigo bulosa, dari cairan
bula ditemukan toksin epidermolitik yang dianggap sebagai penyebab terjadinya bula.
Masuknya kuman melalui mikrolesi di kulit dan menular.

Kelaianan pada kulit : timbul bula yang bertambah besar, kurang cepat pecah dapat
tahan 2-3 hari. isi bula mula-mula jernih, kemudian keruh, sesudah pecah tampak
krusta kecoklatan yang tepinya meluas dan tengahnya menyembuh, sehingga tampak
gambaran lesi sirsiner.
Sumber : Sumber : Dep/SMF Kesehatan Kulit dan Kelamin FK Unair/RSDUD
Dr.Soetomo Surabaya. Atlas Penyakit Kulit dan Kelamin Edisi 2. 2009. Pg.27
5. Luka bakar dengan penyembuhan warna hitam : epidermis stratum basalis
Hiperpigmentasi pada luka bakar ringan adalah karena respon terlalu aktif dari
melanosit.
6. Luka bakar dengan penyembuhan warna putih : dermis
Hipopigmentasi terlihat pada luka bakar dalam adalah karena penghancuran melanosit
dari kulit.