Anda di halaman 1dari 4

TUGAS MSPM LANJUT

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)


Dan
SANITASI STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SSOP)
PRODI DIII GIZI STIKES KARYA HUSADA KEDIRI
Jl. Soekarno Hatta Kotak Pos 153 Telp (0354) 394909

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR ( SOP )


PEMBUATAN SONDE DENGAN FORMULA RUMAH SAKIT
(FRS) UNTUK PASIEN GIZI BURUK
Pengertian
Tujuan
Kebijakan

Ruang Lingkup
Prosedur

Kegiatan atau proses pembuatan sonde untuk pasien gizi buruk.


Menghasilkan sonde yang higienis dan layak dikonsumsi untuk
pasien.
1. Sonde dibuat dengan proses dan alat yang higienis.
2. Sonde dibuat sesuai volume cairan dan takaran susu
formula.
3. Sonde dapat masuk ke lambung pasien melalui oral, pipa
atau enteral (Naso Gastric Tube) dan bolus atau drip (tetes).
Rumah Sakit , Instalasi Gizi
1. Pembuatan sonde maksimal 30 menit sebelum waktu minum
sonde yang telah ditentukan untuk pasien.
2. Ahli gizi operasional katering memakai Alat Pelindung Diri
(APD) sepertimasker.
3. Ahli gizi operasional katering membersihkan permukaan
meja yang akan digunakan untuk menyiapkan susu formula.
4. Ahli gizi operasional katering mencuci tangan dengan sabun
dan air mengalir, kemudian keringkan dengan lap bersih.
5. Ahli gizi operasional katering membilas peralatan sonde
(saringan,gelas ukur, sendok dan gelas sonde) dengan air
hangat yang mengalir sebelum dipakai.
6. Peralatan bersih yang siap pakai tidak boleh dipegang di
bagian yang dapat berkontak langsung dengan anggota
tubuh.
7. Ahli gizi operasional katering menyiapkan air panas kurang
lebih 700 C dan bahan formula rumah sakit yang akan
diseduh seperti susu skim, gula pasir,minyak sayur dan
larutan elektrolit dengan jumlah yang telah ditentukan
sesuai pesanan sonde.
8. Ahli gizi operasional katering mencampur semua bahan
formula hingga gula pasir mencair kemudian menuang air

Unit Terkait

panas ke dalam gelas ukur sesuai volume yang dibutuhkan .


9. Ahli gizi operasional katering mengaduk sonde hingga larut
dalam air,menuang dan menyaring sonde ke dalam gelas sonde.
10. Ahli gizi operasional katering menutup sonde dengan plastik
wrap.
11. Ahli gizi operasional katering memberi label pada bagian
atas plastik wrap .
12. Ahli gizi operasional katering membersihkan tempat
pembuatan sonde beserta peralatan sonde.
13. Ahli gizi operasional katering mencuci peralatan sonde
dengan sabun cair.
14. Ahli gizi operasional katering menggunakan busa lembut
untuk membersihkan bagian dalam gelas ukur dan sikat
botol untuk membersihkan gelas ukur agar sisa susu yang
melekat bisa dibersihkan.
15. Ahli gizi operasional katering membilas peralatan sonde
dengan air bersih yang mengalir.
16. Sonde yang siap dikonsumsi segera diberikan kepada pasien
sesuai identitas label.
17. Sonde yang siap dikonsumsi maksimal 15 menit diantar
sebelum waktu minum sonde yang telah ditentukan untuk
pasien.
Ahli gizi operasional katering

SANITASI STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SSOP)


PEMBERSIHAN DAN SANITASI FASILITAS PENCUCIAN
DAN SANITASI PRODUK

Pengertian

Tujuan

Ruang Lingkup
Prosedur

Pembersihan dan Sanitasi Fasilitas Pencucian dan


disinfektanisasi Produk adalah kegiatan untuk
membersihkan dan sanitasi area pencucian dan
disinfektanisasi serta peralatan yang digunakan.
Mencegah kontaminasi area pencucian dan
disinfektanisasi dari mikroorganisme patogenik terhadap
manusia dan meminimalkan kontaminasi
mikroorganisme penyebab pembusukan terhadap produk
sayuran.
Rumah Sakit , Ahli Gizi
1. Pastikan form pencatatan dan skedul pembersihan
serta sanitasi tersedia
2. Pastikan petugas khusus untuk pelaksanaan
pembersihan dan sanitasi tersedia
3. Pastikan petugas telah dilatih atau mengikuti
pelatihan pembersihan dan sanitasi
4. Pastikan petugas inspeksi / monitoring
pembersihan dan sanitasi tersedia.
5. Petugas menyapu lantai ruangan dari
kotoran/debu berat dengan menggunakan sapu
plastic
6. Petugas menyiapkan larutan klorin 150-200 ppm
dalam bak tersedia (terbuat dari plastic). Tabel
pembuatan larutan klorin dapat dilihat pada Tabel
diproses sanitasi sebelumnya.
7. Semprotkan larutan klorin menggunakan sprayer
bertekanan tinggi pada lantai.
8. Pastikan seluruh lantai bersih dan tersanitasi
terlebih sudut-sudut ruangan yang tersebunyi
sesudah dan sebelum ruangan digunakan.
9. Pastikan air mengalir dengan baik pada saluran
drainase didalam ruangan dan mengalir ke luar
ruangan menuju pada tempat penampunga limbah
pencucian.
10. Hindarkan air sanitasi tergenang pada lantai dan
saluran drainase.
11. Pastikan bahwa peralatan yang digunakan sudah
bersih dan tersanitasi sebelum dan setelah
digunakan.
12. Peralatan stainless steel seperti conveyor dengan
roller brush, triple sinks, meja stainless steel,
wadah krat plastic dapat dicuci dan disanitasi
dengan menyemprotkan larutan klorin terkecuali

Frekwensi

Penanggung jawab

bagian panel listrik. Panel listrik dapat


dibersihkan menggunakan lap/handuk kering.
13. Peralatan seperti krat plastic untuk wadah hasil
pembersihan dan disinfektanisasi untuk sayuran
dicuci menggunakan deterjen dan disanitasi
menggunakan larutan klorin.
14. Gunakan handuk / lap bersih (tersterilisasi) untuk
mengeringkan air permukaan pada alat yang
dibersihkan.
15. Peralatan dan bahan kimia (klorin) disimpan pada
tempat aman yang telah disediakan.
16. Petugas pembersih dan sanitasi mencatat pada
form pencatatan yang tersedia
17. Petugas inspeksi melaksanakan inspeksi pada saat
kegiatan sanitasi dan melakukan monitoring hasil
kegiatan melalui form pencatatan petugas
pembersih dan sanitasi.
18. Lakukan pengujian kemungkinan kontaminasi
pada ruang atau tempat sortasi dan peralatan
secara regular dengan mengambil sampel (sweb)
pada tempat-tempat kritis berkembangnya
mikroorganisme penyakit manusia.
Pembersihan dan sanitasi ruang dan peralatan untuk
pembersihan dan disinfektanisasi produk dilakukan
sebelum dan setelah fasilitas tersebut digunakan.
Petugas pelaksana pembersihan dan sanitasi, dan
inspector penjaminan mutu dan keamanan pangan.

Nama : Putri Sapta H


NIM : 2013.05.027