Anda di halaman 1dari 18

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn.

W DENGAN
CORPUS ALINEUM LUKA TEMBAK DI
DELTOID SINISTRA
DI SUSUN OLEH :
Ns. Fathul Anwar, S.Kep
Ns. Harri Suatma,S.Kep
Rian Isnaini, Amd.Kep
RUANGAN KAMAR OPERASI
RUMAH SAKIT AWAL BROS PEKANBARU
2015

BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian
Corpus alienum (benda asing) istilah ini sering digunakan
di dunia medis,contohnya ada orang luka tembak dengan
peluru masih ada di dalam tubuh belum diambil berarti
corpus alienum peluru.
Luka tembak merupakan suatu cedera pada tubuh yang
diakibatkan oleh senjata api. Senjata api adalah suatu
senjata yang menggunakan tenaga hasil peledakan mesiu,
dapat melontarkan proyektil (anak peluru) yang
berkecepatan tinggi melalui larasnya.

TEORI LUKA

Keparahan luka tembak ditentukan oleh dua faktor :


1.Kerusakan pada jaringan yang disebabkan oleh interaksi mekanik antara
peluru dan lapisan otot/jaringan.
2.Pengaruh rongga sementara yang diakibatkan oleh peluru.
Sekali peluru menembus tubuh, pilin yang diakibatkan oleh alur pilin tidak
memadai untuk mengkompensasi bertambahnya kepadatan jaringan.
Peluru mulai mengoleng, atau terhuyung-huyung pada jalur proyeksinya.
Olengannya adalah sudut antara jalur proyeksi dan poros membujur dari
peluru. Saat peluru meluncur menerobosi jaringan, olengannya bertambah.
Kalau jalurnya cukup panjang, olengannya akan mencapai 90, jadi
menonjolkan sisi pembukaan yang maksimum. Kalau peluru terus
meluncur, maka akan terjadi putaran balik 180 dan meluncur dengan
gerakan mundur.

ANATOMI FISIOLOGI KULIT

SIOLOGI PENYEMBUHAN LUKA

Proses fisiologis penyembuhan luka dapat dibagi ke dalam 4 fase utama :


1.Respons inflamasi akut terhadap cedera: mencakup hemostasis,
pelepasan histamin dan mediator lain dari selsel. yang rusak, dan migrasi
sel darah putih (leukosit polimorfonuklear dan makrofag) ke tempat yang
rusak tersebut.
2.Fase destruktif., Pembersihan jaringan yang mati dan yang mengalami
devitalisasi oleh leukosit polimorfonuklear dan makrofag.
3.Fase proliferatif: Yaitu pada saat pembuluh darah baru, yang diperkuat
oleh jaringan ikat, menginfiltrasi luka.
4.Fase maturasi: Mencakup reepitelisasi, konstraksi luka dan reorganisasi
jaringan ikat.

EMERIKSAAN PENUNJANG

1.
2.
3.
4.

Laboratorium
EKG
Ro.Thorak
CT-Scan

BAB III
TINJAUAN KASUS
PENGKAJIAN
Identitas Klien
Nama
Umur
Jenis Kelamin
Agama
Suku/Bangsa
Bahasa
Pendidikan
Pekerjaan
Tanggal MRS
Ruang Rawat
No Rekam medis
DX.Medis

: Tn. P
: 44 tahun
: Laki - Laki
: Islam
: Minang
: Indonesia
: SMA
: Wira swasta
: 04 Desember 2015

: Edelweis
: 37.22.14
: CORPUS ALIENUM PELURU DENGAN VULNUS
SCLOPENUM FEMUR MEDIA SINISTRA
Tanggal Pengkajian : 04 Desember 2015

KELUHAN UTAMA

Keluhan Utama Saat MRS : Nyeri pada paha kanan sejak empat hari sebelum masuk
rumah sakit, os mengatakan pada saat itu os hendak mencari biawak, setelah os
menemukan biawak os lalu memukul kepala biawak tersebut dengan senapan angin,
secara tidak sengaja pelatuk senapan os tertarik dan senapan mengarah ke paha os, dan
paha os tertembak oleh senapannya sendiri. Os sudah dirawat 4 hari di RSUD Taluk
Kuantan dan os dirujuk karena keterbatasan alat (C-ARM).

Riwayat Kesehatan Sekarang


Pada saat pengkajian tanggal 4-12-2015 jam 7, Os Nyeri pada paha kanan dengan vas 4,
Os juga mengatakan takut dan ceman akan di lakukannya tindakan pembedahan untuk
pengangkatan peluru yang ada di paha nya. Nyeri pada paha terasa pada saat kaki di
gerakkan.
Riwayat Kesehatan Dahulu
Os mengatakan belum pernah masuk rumah sakit dan mengalami penyakit ini.riwayat
penyakit diabetes tidak ada,hipertensi tidak ada,hepatitis tidak ada dan penyakit menular
tidak ada.
Riwayat Penyakit Keluarga
Keluarga mengatakan, di dalam angota keluarga tidak ada riwayat penyakit
keturunan,diabetes, hipertensi, dll.
Riwayat Psikososial
Pasien berperan sebagai tulang punggung keluarga, pasien bekerja sebagai wira swasta,
pasien telah memiliki isteri dan anak.

Hasil
laboratorium
Hemoglobin 13.3 g/dL klinik:
( 13.0-18.0 )
LED 16 mm
( 0- 20 )
Leukosit 09.15
( 4.4 -11.3 )
Basofil 0.4 %
( 0-2 )
Eosinofil 1.7 %
( 0-5 )
Neutrofil 67.9 %
( 47-80 )
Lymfosit
21.3 %
( 13-40 )
Monosit 8.7 %
( 2-11 )
Hematokrit 39.6 %
( 41- 53 )
Trombosit 166
( 150-500 )
Eritrosit
4.55
( 4.5 5.9 )
MCV 87.0 fL
( 80-100 )
MCH 29.2 pg
( 26-34 )
MCHC 33.6 g/dL
( 31-36 )
Protrombin time 10.8 detik ( 9.9-11.8 )
APTT 31.9 deik
( 25.9 -36.6 )
SGOT 30 U/L
( 0.0 -40 )
SGPT 37 U/L
( 0.0 4.1 )
Ureum 16 mg/dl
( 0.0 50.0 )
Kreatinin 1.45 mg/dl
( 0.67 1.17 )

Pemeriksaan Radiologi
Hasil pemeriksaan RR-Femur tanggal,04-12-2015 :
Kesan : Tampak Corpus Alienum Densitas Logam ukuran 1x0,6 cm pada regio
femur proximal bagian medial dextra. Jarak corpal dari permukaan kulit /marker
sekitar 3,6 cm (AP view).
Teraphy Pengobatan
Injeksi Ceftriaxone 1gr/12 jam.
IVFD RL 20 tpm

ANALISA DATA
Pre Operasi
Hari/
Tanggal

Data

Jumat,

Data Subjektif :

04-12-2015

Pasien mengatakan cemas dengan rencana pembedahan yang akan


dilakukan.
Pasien mengatakan ini operasi pertama kali nya
Pasien mengatakan baru pertama kali dirawat di Rumah Sakit.
Data Objektif :
Pasien tampak gelisah.
Pasien tampak tegang
Pasien tampak cemas
Pasien bertanya tentang operasi.
Tampak pada paha kanan pasien ditutupi perban
Skala kecemasan 3
TTV:
TD : 150/90 mmHg
N :89x/ menit
S : 36,0C/ aksila
RR : 22x/ menit

Analisa Masalah

Ketakutan

Psikologi

Gangguan rasa aman


Kecemasan

Etiologi

Rencana
pembedahan

Tindakan

ANALISA DATA
Post Operasi
Hari/
Tanggal

Jumat,

Data

Data Subjektif:

04-12-2015 Pasien mengatakan nyeri pada paha kanan.


Pasien mengatakan kalau banyak bergerak paha nya terasa nyeri.
Pasien mengatakan nyeri pada bekas sayatan operasi.
Pasien mengatakan nyeri nya dengan skala 4
Pasien mengatakan ada selang di paha kanan nya
Data Objektif:
Kesadaran : Compos Mentis
Wajah tampak meringis
skala nyeri (4-6).
Nilai VAS 4
Terpasang drain di sekitar luka operasi.
Produksi drain warna merah sekitar 1 cc
TTV :
TD : 150/86 mmHg
N :62x/ menit
S : 36,0C/ aksila
RR : 20x/ menit

Analisa Masalah

Terputus nya kontinuitas


jaringan

Merangsang ujung syaraf

Hypotalamus

Gangguan rasa nyaman


nyeri

Etiologi

Post operasi
.

DIAGNOSA
KEPERAWATAN
Kecemasan b.d tindakan pembedahan
Gangguan rasa nyaman nyeri b.d Post Operasi

.PERENCANAAN
Terlampir

MPLEMENTASI DAN EVALUASI


Tangal &

Profesi/

Hasil Pemeriksaan ,Analisis,

Instruksi

Nama Jelas

Jam

Bagian

Rencana Penatalaksaan Pasien

Dokter

&Paraf

04-12-15 Perawat
/15:30

Pre Oprerasi
Pasien tiba di OK dari ruangan Edelweis
Subjektif :
Pasien mengatakan cemas dengan rencana pembedahan yang
akan dilakukan.
Pasien mengatakan ini operasi pertama kali nya
Pasien mengatakan baru pertama kali dirawat di Rumah Sakit.
Objektif :
Pasien tampak gelisah.
Pasien tampak tegang
Pasien tampak cemas
Pasien bertanya tentang operasi.
Tampak pada paha kanan pasien ditutupi perban
Skala kecemasan 3
TTV:
TD : 150/90 mmHg
N :89x/ menit
S : 36,0C/ aksila
.RR : 22x/ menit
A: Kecemasan b/d rencana tindakan operasi
P : Lakukan pendekatan untuk mengurangi kecemasan
Ajarkan tehnik relaksasi
Anjurkan pasien untuk berdoa
Berikan lingkungan nyaman
Anjurkan pasien istirahat.
E: Kecemasan teratasi

Fintos

Tangal
Jam
04-12-15
18:30

&

Profesi/ Hasil Pemeriksaan ,Analisis,

Instruksi

Nama Jelas

Bagian

Dokter

&Paraf

Perawat

Rencana Penatalaksaan Pasien

Post Oprerasi
Data Subjektif:
Pasien mengatakan nyeri pada paha kanan.
Pasien mengatakan kalau banyak bergerak paha nya
terasa nyeri.
Pasien mengatakan nyeri pada bekas sayatan
operasi.
Pasien mengatakan nyeri nya dengan skala 4
Pasien mengatakan ada selang di paha kanan nya
Data Objektif:
Kesadaran : Compos Mentis
Wajah tampak meringis
skala nyeri (4-6).
Nilai VAS 4
Terpasang drain di sekitar luka operasi.
Produksi drain warna merah sekitar 1 cc
TTV :
TD : 150/86 mmHg
N :62x/ menit
S : 36,0C/ aksila
RR : 20x/ menit
A :Nyeri acut b/d post operasi
P : Melanjutkan NCP nyeri acut 1,2,3,4
I : Melakukan Intervensi 1,2,3,4
E : Masalah Belum teratasi ,intervensi dilanjutkan
diruangan.

Roli

BAB IV
PEMBAHASAN
Pada bab ini penulis membahas secara rinci mengenai
kesenjangan antara teori askep dengan kasus nyata yang
dialami oleh klien Tn.P saat di rawat oleh penulis melalui
pendekatan proses keperawatan yang meliputi pengkajian,
diagnosa keperawatan, perencanaan, pelaksanaan, evaluasi
dan pendokumentasian.
Pengkajian yang dilakukan penulis terhadap pasien Tn. P
dimulai dengan pengumpulan data meliputi identitas lengkap
pasien. Kemudian penulis mulai mengkaji keluhan utama pasien
dimana pasien mengeluh nyeri paha kanan sehingga menjadi
alasannya masuk rumah sakit. keluarga Pasien mampu
menceritakan kronologis yang terjadi atau yang dirasakan
pasien sehingga menyebabkan keadaannya saat ini, keluarga
pasien pun dapat menjawab dengan baik yang ditanyakan oleh
penulis baik secara Verbal maupun nonverbal mengenai riwayat
kesehatan, pola fungsi kesehatan,

Lanjutann..
dan juga pasien menerima untuk diperiksa oleh penulis.namun pada saat
proses pembedahan di hadapkan dengan penyulit dan dilakukan konsul
meja operasi oleh dr. operator kepada dokter spesialis ortopedi karna peluru
sampai ke tulang maka pembedahan dilakukan kolaborasi sehingga operasi
lama dan kamar operasi bisa jalan 2 maka terjadilah keterlambatan pada
operasi berikut nya, kemudian pada penegakan diagnosa yang muncul di
ruang rawat yaitu kecemasan dan Nyeri, sedangkan di dalam teori dan data
yang di kaji dari pasien bisa kita tambahkan lagi seperti diagnosa resiko
infeksi dan resiko pendarahan.
Diagnosa keperawatan teoritis yang muncul pada pasien dengan Corpus
alienum adalah :
Kecemasan behubungan dengan rencana tindakan operasi yang akan
dilakukan
Gangguan rasa nyaman nyeri berhubungan dengan Post Operasi.

TERIMAKASIH