Anda di halaman 1dari 23

AC MOBIL

Kelompok 2
Nugroho Purwoko

(13/02834)

Ananto Wijanarko

(13/02835)

Ilham Romadhona(13/02858)
Aditya Firmansyah

(13/02868)

Bagas Satria Buana

(13/02872)

Ac mobil

AC berfungsi untuk mengkondisikan udara dalam


ruang mobil

Beban AC

Prinsip kerja AC

kompresor

Kompresor berfungsi untuk mengkompresi


refrigerant sehingga refrigerant tekanan
dan temperaturnya meningkat.

Kondensor
Kondensor berfungsi
melepas kalor
refrigerant yang
telah dikompresi oleh
kompresor sehingga
temperaturnya turun
tetapi tanpa terjadi
penurunan tekanan.

Motor fan kondensor


Motor fan kondensor
berfungsi untuk
memutar fan pada
kondensor untuk
menghembuskan
udara pada
kondensor dengan
tujuan memperbesar
laju pelepasan kalor.

RECEIVER/DRIER/FILTER
Fungsi :
Membersihkan/mem
filter refrigerant dari
kotoran
Memisahkan cair dan
gas
Menyerap uap air
Pengaman tekanan
Melihat aliran
refrigerant melalui
Sight glass

EXPANSION VALVE
Expansion valve mempunyai fungsi Menurunkan
tekanan dan temperatur refrigerant dari kondensor
dengan cara melewatkan refrigerant ke penampang
yang lebih kecil, sehingga tekanan dan temperatur
refrigerant turun.

Evaporator

Evaporator berfungsi menyerap kalor dari lingkungan


dengan cara melewatkan/menyirkulasikan udara
dengan fan/blower melalui sirip-sirip yang ada pada
evaporator.

blower

Blower berfungsi untuk menyirkulasikan


udara yang ada didalam mobil dengan cara
menghisap udara dari bawah dashboard lalu
menghembuskannya melalui evaporator.

Penempatan evaporator (1)

Penempatan evaporator (2)

Penempatan evaporator (3)

Proses pengambilan data


1. Hitung kecepatan
udara yang keluar
dari kondensor dan
evaporator
menggunakan
anemometer

2. Hitung temperatur
pipa pada condensor
in dan condensor out
menggunakan
thermometer digital

3. Hitung temperatur
pipa evaporator in
dan evaporator out
menggunakan
thermometer digital

Data Hasil Pengujian


5 Menit
Posisi

Kecepatan
(m/s)

Temperature (C)

Qe
(J/S)

Qc
(J/S)

Eva
p

Con
d

Evap

Cond

In

Out

In

Out

Low - Low

1.4

0.7

31.
1

26.3

70.
7

30.3

+/- 0.016

+/- 0.067

Low Medium

2.5

31

29.6

66

30.8

+/8.351x

+/0.0839

Low- High

2.4

0.5

30.
8

29.3

72

30.5

+/- 8.59 x

+/0.0396

High Low

1.2

1.5

28

27.3

70.
9

31.5

+/- 2.004
x

+/- 0.141

High
Medium

2.1

1.4

29.
4

29.1

68.
4

31.4

1.503 x

+/- 0.123

High - High

1.3

31.
9

30.5

72

32

+/- 6.681
x

+/- 0.124

+/-

Data Hasil Pengujian


10 Menit
Posisi

Kecepatan
(m/s)

Temperature (C)

Qe
(J/s)

Qc (J/s

Eva
p

Con
d

Evap

Cond

In

Out

In

Out

Low - Low

1.1

1.5

30.
9

26.5

65

40

+/- 0.01

+/- 0.089

Low Medium

1.9

1.5

31.
7

29.6

72

42.8

+/- 9.52 x

+/- 0.104

Low- High

2.6

1.6

33

31.7

75.
9

42.9

+/- 8.065
x

+/- 0.125

High Low

1.3

1.8

30.
5

28.2

73.
1

39.8

+/- 7.134
x

+/- 0.143

High
Medium

2.4

1.8

32.
4

30.4

68.
9

38.2

+/0.0114

+/0.1318

High - High

4.2

1.6

32.
4

31.5

66.
8

38

+/- 9.019
x

+/- 0,109

Data Hasil Pengujian


15 Menit
Posisi

Kecepatan
(m/s)

Temperature

Qe
(J/S)

Qc
(J/S)

Eva
p

Con
d

Evap

Cond

In

Out

In

Out

Low - Low

1.9

1.4

30.
1

27.7

67.
5

30.1

+/0.0108

+/- 0.124

Low Medium

2.3

1.1

28.
3

27

67.
3

40.8

+/- 7.134
x

+/- 0.069

Low- High

3.3

0.9

31.
2

28.3

74

30.9

+/0.0228

+/0.0925

High Low

1.4

1.9

30

29.2

70.
2

31.1

+/- 2.672
x

+/-

High
Medium

1.9

0.9

30.
6

29.4

72.
3

31.7

+/- 5.440
x

+/0.0871

High - High

0.9

32.
1

31

74.
5

34.1

+/0.0104

+/0.0867

0.177

KESIMPULAN
Sistem ac pada mobil tidak jauh berbeda dengan
sistem ac split dan ac window. Komponen pada
sistem ac mobil adalah kompresor, kondensor,
reciever & drier, katup ekspansi, dan evaporator.
Pada sistem ac mobil menggunakan selang karet
karena getaran pada mobil cukup besar.
Perbedaan variasi putaran fan pada kondensor
dan evaporator menghasilkan laju perpindahan
kalor (Q) yang bervariasi juga.
Semakin tinggi putaran fan semakin besar laju
perpindahan kalornya (Q).