Anda di halaman 1dari 4

LAPORAN PRAKTIKUM INSTRUMEN ANALITIK

REFRAKTOMETRI
SEMESTER GENAP TAHUN AJARAN 2014
MODUL
PEMBIMBING

: REFRAKTOMETRI
: RINIATI, S.Pd, M.Si

PEMBUATAN
PENYERAHAN

: 8 MEI 2014
: 22 MEI 2014
DISUSUN OLEH
KELOMPOK : 7

SAHARA TULAINI

(131411025)

SHOFIYA WARDAH N

(131411026)

SIFA FUZI ALLAWIYAH

(131411027)

SITI NURJANAH

(131411028)

KELAS

1A

PROGRAM STUDI DIPLOMA III TEKNIK KIMIA


JURUSAN TEKNIK KIMIA

POLITEKNIK NEGERI BANDUNG


2014

I.

TUJUAN PERCOBAAN
Nunggu siti

II.

DASAR TEORI
Nunggu siti

III.

ALAT DAN BAHAN


Tar sama aku, aku lupa bawa modul hehe

IV.

SKEMA KERJA
Membersihkan prisma pada refraktometer dengan
alkohol

Meneteskan larutan yang akan diukur indeks


biasnya ke atas prisma pada refraktometer

Menutup dan membiarkan berkas cahaya masuk


melewati larutan

Mengamati dan memutar knop pengatur agar cahaya pada layar dalam
alat tersebut menjadi dua warna dengan batas yang jelas.
V.
DATA PENGAMATAN
VI.
DATA PENGAMATAN

Mengamati dan membaca skala indeks bias yang


ditunjukkan oleh jarum layar skala melalui mikroskop

No
1
2
3
VII.

Nama Cuplikan
Kafein
Butanol
Etanol

Indeks Bias (n) T = 0C


1,3359
1,3975
1,3632

Alat
1,3360
1,3978
1,3633

PEMBAHASAN
Pembahasan oleh Sahara Tulaini (131411025)
Pembahasan oleh Shofiya Wardah Nabilah (131411026)
Refraktometer

adalah

alat

yang

digunakan

untuk

mengukur

kadar/konsentrasi/indeks bias bahan terlarut misalnya : Gula, Garam, Protein dsb.


Prinsip kerja dari refraktometer sesuai dengan namanya adalah dengan memanfaatkan
refraksi cahaya. Alat yang digunakan untuk menentukan indeks bias tersebut adalah
refraktometer. Tujuan percobaan yaitu mengetahui cara memnggunakan alat dan
menghitung indeks bias dari beberapa jenis larutan. Pada percobaan kali ini dilakukan
pengukuran indeks bias untuk larutan kafein, butanol dan etanol.
Sebelum dilakukan pengukuran indeks bias terlebih dahulu bersihkan prisma
pada refraktometer dengan alcohol, hal ini dilakukan untuk mencegah larutan yang
nantinya akan diukur terkontaminasi oleh zat lain.Setelah di bersihkan mulai
dilakukan pengukuran indeks bias dengan cara meneteskan larutan yang akan diukur
indeks biasnya pada prisma refraktometer kemudian tutup prisma dan biarkan cahaya
masuk melewati larutan. Lalu amati layar pada refraktometer, atur agar cahaya pada
layar refraktometer menjadi dua warna dengan batas yang jelas dengan cara memutar
knop pengatur. Setelah itu baca skala yang terdapat pada layar refraktometer.
Setelah dilakukan percobaan didapat nilai indeks bias dari larutan kafein yaitu
sebesar 1.3359, indeks bias dari larutan butanol sebesar 1.3975, dan indeks bias dari
larutan etanol sebesar 1.3632. Untuk membandingkan dan menguji kebenaran dari
percobaan yang telah dilakukan, kami mencoba pengukuran indeks bias dengan
menggunakan refraktometer digital dan didapat nilai indeks bias yang mendekati
sama, indeks bias kafein yaitu 1.3360, indeks bias butanol 1.3978, dan indeks bias
etanol 1.3633.
Pembahasan oleh Sifa Fuzi Allawiyah (131411027)

Pembahasan Oleh Siti Nurjanah (131411028)

VIII. KESIMPULAN
1. Diperoleh indeks bias larutan sampel, yaitu :
Indeks bias sampel kafein secara manual sebesar 1,3359; dan pada alat sebesar

1,3360.
Indeks bias sampel butanol secara manual sebesar 1,3975; dan pada alat

sebesar 1,3978
Indeks bias sampel etanol secara manual sebesar 1,3632; dan pada alat sebesar
1,3633.
Melalui pengamatan tersebut, dapat disimpulkan bahwa, perbedaan hasil

pengukuran manual dengan alat tidak terlalu besar,


2. Harga indeks bias dipengaruhi oleh banyaknya jumlah atom C pada senyawa.
Semakin banyak atom C, maka harga indeks bias semakin besar. Sumber:
http://hertynfrianka.blogspot.com/2010/11/analisis-gugusan-alkohol.html

IX.

DAFTAR PUSTAKA
http://hertynfrianka.blogspot.com/2010/11/analisis-gugusan-alkohol.html
tinggal yang citi