Anda di halaman 1dari 5

Pengenalan

Pengaturcara PLC umumnya menggunakan ladder diagram. Pengaturcara boleh terdiri


dari rangkaian relay yang berupa simbol-2 sesentuh NO, NC, coil, bus bar vertical kanan
dan kiri dan lain sebagainya. Hal ini bertujuan untuk memudahkan para jurutera atau
juruteknik elektrik mempelajari PLC. Jika jurutera atau juruteknik elektrik sudah
memahami konsep relay, maka akan lebih mudah mempelajari PLC. Jika belum tahu dan
faham tentang relay ,di bawah ditunjukkan tentang fungsi Basic Relay dan Relay wiring
diagram.

Relay wiring diagram vs. PLC ladder diagram


Perbedaan antara Relay wiring diagram dengan PLC ladder diagram dapat di lihat pada
gambar berikut:

Cuba anda perhatikan gambar di atas dengan seksama, apa yang bisa anda simpulkan dari
gambar di atas. OK, Jangan kwatir saya akan kupas satu persatu dari gambar di atas. coba
anda lihat gambar berikut.

Dalam ladder diagram peralatan input baik berupa kontak, switch, sensor dan lain-lain
hanya di tulis dengan simbol NO atau NC saja. hanya saja simbol NO atau NC tersebut
mempunyai alamat spesifik dari peralatan input tersebut. dimana peralatan input tersebut
terhubung, begitu juga peralatan output. Dari contoh di atas, Switch kondisi normalnya
NO, maka dalam pemograman PLC di atas di tulis dengan simbol NO dengan alamat X0.
Begitu juga PB1, alamatnya di X1. sedangkan PB2 kondisi normalnya NC, namun dalam
pemograman PLC di atas di tulis dengan simbol NO juga di alamat X2. Mengapa PB2
dalam program plc di tulis dengan NO dengan alamat X2? hal ini bertujuan agar program
yang di buat cara kerjanya sama dengan rangakaian relay wiring diagram. Pada rangkaian
relay wiring diagram PB2 di fungsikan sebagai tombol reset. maka dalam program ladder
diagram juga di fungsikan yang sama dengan relay wiring diagram. Untuk Coil relay
(R1) pada contoh di atas di tulis dengan simbol M1 di program PLC. M1 di sini adalah

internal relay, relay yang di maksud bukan berupa hardware, tetapi software. M1 di sini
adalah internal relay yang di siapkan untuk di gunakan sebagai pengganti hardware Relay
yang sesungguhnya. Sedangkan Lampu (L1) dalam program di atas di tulis dengan Y20
dalam program PLC. Artinya PLC tidak bisa langsung di hubungkan ke beban. Untuk
mengaktifkan beban, PLC mengirim sinyal ke output module, lalu dari output module di
lanjutkan ke beban. Dari contoh di atas Lampu di hubungkan ke Y20.

Bagi anda yang masih awam dengan PLC, mungkin anda makin pusing dengan gambar di
atas atau mungkin anda berpikiran, pakai plc malah bikin ruwet. anggapan seperti itu
sangat salah, karena dengan plc anda tidak perlu merubah wiring untuk merubah sistem
kerja dari rangkaian di atas. anda hanya cukup merubah program yang ada. Cara kerja
program di atas dapat anda lihat pada table berikut:
Input

Output

Switch

PB1

PB2

Lampu

off

off

off

off

off

off

on

on

on

on

Catatan :
tanda X artinya kondisinya bisa on atau bisa off.
Jika PB2 itu di tekan, maka sambungan PB2 putus. kondisi ini di katakan kondisinya off.
Fungsi PB2 di atas adalah sebagai tombol reset.
Jika PB1 di tekan, lalu di lepas lagi, maka Lampu tetap menyala, karena kontak X1
(PB1) di hold / di tahan oleh kontak M1 internal relay.

Beda Cara Kerja

Jika anda menginginkan cara kerjanya berbeda dengan sebelumnya maka anda cukup
merubah programnya saja. misalkan anda menginginkan cara kerja seperti ini.
Input

Output

Switch

PB1

PB2

Lampu

off

off

off

off

off

on

on

on

on

on

on

off

Dengan cara kerja di atas, maka program ladder diagramnya berubah menjadi seperti
berikut ini.

Coba anda bandingkan dengan program sebelumnya, perbedaannya hanya di kontak X0


saja. gampang bukan. Saya pikir Penjelasan mengenai hal ini terlalu luas dan melebar. hal
ini saya lakukan hanya untuk menunjukkan bahwa pemograman plc itu mirip dengan
rangkaian relay wiring diagram. Dengan plc anda tidak perlu merubah wiring cukup
hanya dengan merubah program ladder diagarm saja.

Key Point / Point Penting


Contoh di atas jangan anda ambil pusing, tinggalkan saja, tidak usah di pikirkan. anda
perhatikan gambar berikut.

Penjelasan dari gambar di atas adalah sebagai berikut:


1. Busbar vertikal yang ada di sebelah kiri adalah busbar daya yang berfungsi
sebagai arah sinyal. artinya aliran sinyal mengalir dari kiri ke kanan
2. Simbol X0 di atas adalah simbol NO dari sebuah device plc. untuk device plc
yang berupa kontak NO atau NC itu bisa berasal dari peralatan input yang
terhubung pada input module PLC, bisa juga kontak dari device internal relay M
atau dari device yang lain, seperti device Y, T,C dan lain sebagainya.
3. Di bawah simbol kontak NO pada alamat X0 terdapat tulisan "switch", ini adalah
komentar yang di tulis oleh designer untuk memudahkan memonitor program
yang sudah di buat.
4. Garis lurus horizontal yang di akhiri dengan garis titik-titik, maksudnya adalah
garis instruksi yang bisa di pakai untuk mengembangkan program yang di buat.
Selanjutnya anda perhatikan gambar potongan selanjutnya dari gambar ladder diagram
pada gambar berikut ini.

Penjelasan dari gambar di atas adalah sebagai berikut:


1. Simbol M0 di atas adalah device yang di gunakan sebagai output / coil.
2. Tulisan master on pada device M0 di atas adalah komentar yang di tulis oleh
designer yang menyatakan fungsi dari device tersebut.
3. Busbar vertical sebelah kanan merupakan busbar daya yang sinyalnya sudah
standby. artinya jika sinyal dari busbar vertikal sebelah kiri sudah sampai pada
terminal paling kiri dari device output / coil, maka device tersebut akan aktif /
bekerja. Jika device tersebut berupa coil dari internal relay M, maka kontak-2
internal relay M akan bekerja.

Bagaimana ? anda sudah punya banyangan mengenai ladder diagram. Jika belum baca
sekali lagi artikel di atas atau baca artikel kami lainnya yang berhubungan dengan
pemograman PLC.