Anda di halaman 1dari 6

Pelita Informatika Budi Darma, Volume : ViI, Nomor: 3, Agustus 2014

ISSN : 2301-9425

PERANCANGAN APLIKASI PENYEMBUNYIAN TEKS PADA


CITRA TERKOMPRESI MENGGUNAKAN
METODE SPREAD SPECTRUM
Dal Fendry (0911169)
Mahasiswa Program Studi Teknik Informatika, STMIK Budidarma Medan
Jl. Sisingamangaraja No.338 Simpang Limun Medan
www.stmik-budidarma.ac.id //Email : dalfendry@yahoo.com
ABSTRAK
Keamanan dalam pengiriman informasi yang bersifat rahasia merupakan salah satu faktor penting
yang harus dijaga. Salah satu teknik yang dapat dipakai untuk menangani hal tersebut adalah steganografi.
Steganografi merupakan ilmu dan seni yang mempelajari cara penyembunyian informasi rahasia ke dalam suatu
media sedemikian sehingga manusia tidak dapat menyadari keberadaan pesan tersebut.
Pada skripsi ini, dilakukan studi mengenai bagaimana steganografi pada media citra digital. Citra
digital yang digunakan adalah citra terkompresi dengan format file JPEG, oleh karena itu dilakukan pula studi
terhadap bagaimana representasi dari citra terkompresi JPEG. Kemudian dilakukan juga implementasi
terhadap hasil studi beserta analisis yang telah dikerjakan.
Salah satu cara yang dapat ditempuh untuk mengamankan informasi yang dikirim adalah dengan
penyembunyian informasi ke dalam sebuah wadah (media) sehingga informasi yang disembunyikan sulit
dikenali oleh indra manusia, atau biasa disebut dengan istilah steganografi. Metode steganografi yang
digunakan adalah Metode Spread Spectrum. Metode Spread Spectrum memiliki keunggulan dalam ketangguhan
terhadap berbagai serangan, meskipun di lain sisi metode ini memiliki kompleksitas yang tinggi.
Kata Kunci : Steganografi, citra JPEG, Spread Spectrum
1. Pendahuluan
Steganografi merupakan salah satu teknik
yang digunakan dalam pengamanan informasi,
yaitu dengan menyembunyikan informasi ke dalam
media digital dengan metode tertentu agar tidak
tampak perbedaan secara visual antara file asli
dengan file yang telah disisipi informasi
(stegoimage) sehingga tidak diketahui oleh
steganalis (orang yang dapat memecahkan
stegoimage tanpa mengetahui kunci yang ada).
Data digital yang dapat menjadi tempat/media data
yang akan disembunyikan (stegomedium) pada
steganografi adalah gambar/citra, audio, dan video.
Salah satu jenis media lain yang dapat digunakan
adalah file citra digital dengan format JPEG.
Format gambar JPEG ini merupakan format citra
yang sangat umum dipergunakan karena berkas
dengan format JPEG telah dikompresi dengan baik
sehingga memiliki ukuran yang kecil. Ukuran yang
kecil ini menjadi alasan mengapa orang banyak
menggunakan berkas dengan format JPEG ketika
melakukan pertukaran di dalam media internet.
Salah satu metode steganografi adalah Spread
Spectrum.
Metode
Spread
Spectrum
mentransmisikan sebuah sinyal pita informasi yang
sempit ke dalam sebuah kanal pita lebar dengan
penyebaran frekuensi. Penyebaran frekuensi sendiri
berfungsi menambah tingkat redundansi. Tujuan
menambah tingkat redundansi adalah agar kode
tidak mudah dipecahkan. Untuk mengatasi masalah

tersebut digunakan teknik kriptografi, yaitu teknik


pengenkripsian pesan. Kriptografi mengubah isi
informasi asli (plaintext) menjadi sebuah informasi
acak (ciphertext). Proses pengubahan dalam
kriptografi menggunakan suatu algoritma dan kunci
yang hanya diketahui oleh pengirim dan penerima
pesan. Pengirim mengirim pesan yang telah diubah
dan penerima mengubah pesan tersebut menjadi
pesan asli dengan menggunakan kunci yang sama.
Dengan begitu, orang yang tidak memiliki hak atas
pesan rahasia tersebut hanya akan mendapatkan
pesan acak yang sulit dimengerti. Namun, teknik
kriptografi ini memiliki kelemahan.
2. Landasan Teori
2.1 Steganography
Steganography sudah dikenal oleh bangsa
Yunani. Penguasa Yunani dalam mengirimkan
pesan rahasia menggunakan kepala budak atau
prajurit sebagai media. Dalam hal ini, rambut budak
dibotaki, lalu pesan ditulis pada kulit kepala budak.
Ketika rambut budak tumbuh, budak tersebut diutus
untuk membawa pesan rahasia di kepalanya.
Bangsa Romawi mengenal steganography
dengan menggunakan tinta tak nampak (invisible
ink) untuk menuliskan pesan. Tinta tersebut dibuat
dari campuran sari buah, susu, dan cuka. Jika tinta
digunakan untuk menulis maka tulisannya tidak
tampak. Tulisan diatas kertas dapat dibaca dengan

Perancangan Aplikasi Penyembunyian Teks Pada Citra Terkompresi Menggunakan Metode


Spread Spectrum. Oleh : Dal Fendry

16

Pelita Informatika Budi Darma, Volume : ViI, Nomor: 3, Agustus 2014

cara
memanaskan
kertas
tersebut(Munir,
2006:302).
Steganography
adalah
teknik
menyembunyikan data rahasia di dalam wadah atau
media (cover) digital sehingga keberadaan data
rahasia tersebut tidak diketahui oleh orang. Hal
yang fundamental yang diperlukan dalam metode
steganography adalah tidak terlihat jelas, artinya
pesan yang disisipkan pada media tertentu harus
tidak terlihat secara kasat mata. Dua hal lain yang
juga dibutuhkan adalah cara untuk memaksimalkan
kapasitas pesan yang dapat disisipkan, dan juga
menjamin keamanan (security) dari pesan yang
disisipkan
tersebut.
Metode
penyisipan
menggunakan spread spectrum adalah metode yang
umum dan mudah mengimplementasikannya dalam
menyisipkan pesan pada citra digital. Akan tetapi,
berapa kapasitas maksimum pesan yang dapat
disisipkan pada setiap piksel citra digital
merupakan hal yang sangat penting dan perlu
dipertimbangkan dengan kualitas citra yang
dihasilkan setelah disisipi pesan.
Ada dua jenis teknik steganography pada
citra digital, yaitu spatial-domain dan frequencydomain.
Spatial-domain
didasarkan
pada
penyisipan pesan pada intensitas setiap piksel citra
digital secara langsung. Sedangkan pada frequencydomain, pertama-tama intensitas setiap piksel citra
digital ditransformasikan ke frequency-domain
tertentu, dan setelah itu pesan disisipkan pada
koefisien yang diperoleh dari hasil transformasi
tersebut.
Pada program yang diimplementasikan ini,
digunakan metode yang didasarkan pada metode
penyisipan dengan spread spectrum secara spatialdomain (penyisipan secara langsung), dengan
memperhatikan
komponen
tambahan
yaitu
minimum-error replacement, yang berguna dalam
menjaga kualitas citra stego dan pesan yang
dibawanya.
Penyembunyian data rahasia ke dalam
citra digital akan mengubah kualitas citra tersebut.
Kriteria
yang
harus
diperhatikan
dalam
penyembunyian data adalah
1. Fidelity. Mutu citra-cover tidak jauh berubah.
Setelah penyisipan data, citra hasil atau citra-stego
masih terlihat baik
2. Robustness. Data yang disembunyikan harus
tahan (robust) terhadap berbagai operasi manipulasi
yang dilakukan pada citra-stego, seperti
pengubahan kontras, penajaman, pemampatan,
rotasi, pemotongan, dan sebagainya.
3. Recovery. Data yang disembunyikan harus
dapat diungkap kembali (reveal) atau diekstrak
kembali. Karena tujuan steganography adalah datahiding, maka sewaktu-waktu data rahasia didalam
citra-stego harus dapat diambil kembali untuk
digunakan lebih lanjut.

ISSN : 2301-9425

Keuntungan dari Spread Spectrum ialah:


1. Sulit dideteksi. Signal Spread Spectrum lebih
lebar daripada transmisi narrow band pada
umumnya. Berhubung communication band telah
tersebar, signal itu dapat ditransmisikan pada lower
power tanpa gangguan dari background noise. Hal
ini disebabkan, karena waktu proses despreading
berjalan, noise pada satu frekuensi ditolak, untuk
meninggalkan signal yang diinginkan. Berhubung
signal itu dipancarkan pada kekuatan yang rendah,
signal akan tampak bercampur dengan noise, jadi
akan sulit untuk dideteksi.
2. Lebih sulit dijam daripada narrow bands. Dasar
dari spreading technique ialah kode yang digunakan
untuk menyebarkan signal. Tanpa mengetahui
kodenya, maka tidak mungkin untuk mendecipher
menguraikan transmisi. Juga, karena kodenya
sangat panjang, maka tidak mungkin untuk
memecahkan kode yang digunakan, maka
interception merupakan hal yang sulit untuk
dilakukan.
3. Multiple users dapat menggunakan band yang
sama. Kegunaan dari binary sequences yang
berbeda ialah membiarkan beberapa Spread
Spectrum systems untuk mengoperasikan secara
independen masing-masing signal dalam band yang
sama. Bentuk pembagian ini disebut Code Division
Multiple Access (CDMA).
4. Digunakan untuk ranging dan radar. Spread
Spectrum dapat digunakan untuk membangun
ranging and radar systems yang lebih tepat. Spread
carrier, bermodulasi dengan pseudo noise sequence,
membuat penerima untuk mengukur dengan tepat
tim dari signal yang dikirim. Spread Spectrum
dapat digunakan untuk mengetim jarak suatu objek,
contohnya ialah radar. Kedua aplikasi sudah secara
umum digunakan pada aerspace field selam
bertahun-tahun.
2.3
1.
2.
3.

Tipe-Tipe Komunikasi Spread Spectrum


Direct Sequence
Frequency Hopping
Time Hopping

2.4 Frequency Hopping


Asal Mula Frequency HoppingSpread
Spectrum (FHSS) merupakan salah satu tipe
spread-spectrum dalam mentransmisikan signal
dengan secara cepat memindah carrier diantara
banyak frekuensi channels, menggunakan sequence
yang dikenali oleh
baik transmitter maupun
receiver. Konsep dari frequency hopping ditemukan
pada 1942 selama Perang Dunia II oleh aktris Hedy
Lamarr dan komposer George Antheil, yanag
menerima nomer paten 2,292,387 untuk "Secret
Communications System". Versi awal dari
frequency hopping menggunakan piano-roll untuk
mengganti diantara 88 frekuensi, dan ditujukan
untuk untuk membuat radio-guided torpedo sulit
dilacak maupun dijam oleh musuh.Frequency
2.2 Keuntungan dari Spread Spectrum
Perancangan Aplikasi Penyembunyian Teks Pada Citra Terkompresi Menggunakan Metode
17
Spread Spectrum. Oleh : Dal Fendry

Pelita Informatika Budi Darma, Volume : ViI, Nomor: 3, Agustus 2014

hopping sering digunakan untuk meminimalkan


effectiveness dari "electronic warfare".pada system
frequency Hopping, sebuah transmitter "hops"
diantara frekuensi yang ada menurut algorithm
tertentu, yang didapat secara random maupun telah
ditentukan. Transmitter bekerja pada sinkronisasi
dengan receiver, dimana memiliki center frequency
yang sama dengan transmitter. Sekelompok data
ditransmisikan pada narrow band.kemudian,
transmitter mengetune ke frekuensi lain dan
mentransmisikannya lagi. Receiver mampu untuk
menghop frekuensi dari bandwidth beberapa kali
dalam sedetik. Frequency hopping membutuhkan
bandwidth yang lebih lebar daripada yang
dibutuhkan untuk mentransmit informasi yang sama
menggunakan one carrier frequency. Federal
Communications Commission (Fcc) pada mulanya
mengatur frequency hopping spread spectrum
systems bekerja pada frekuensi 2.4 GHz. Peraturan
itu kemudian diubah agar dapat menggunakan
bandwidth yang lebih lebar, hal ini memungkinkan
perangkat Internet beroperasi pada kecepatan tinggi
dan membantu perkembangan wireless LAN dan
wireless cable modems.

ISSN : 2301-9425

sudah terpenuhi dilanjutkan ke dalam proses


penyisipan . Sebelum penyisipan dilakukan, fungsi
akan membaca gambar dan mengambil header dari
gambar JPEG yang sudah disisipkan sebelumnya,
kemudian gambar dari body ini nanti akan disisipi
pesan. Sebelum peroses penyebaran, yang
dilakukan adalah mengubah pesan ke bentuk biner.
Hasil pengkonversian biner dari pesan
coba adalah 01100011 01101111 01100010
01100001. Kemudian biner pesan disebar dengan
besaran
skalar
pengalinya
empat,
akan
menghasilakan segmen baru yaitu :
01100111 01101011 01100110 01100101
01100011 01101111 01100010 01100001
01100111 01101011 01100110 01100101
01100011 01101111 01100010 01100001
Kemudian langkah selanjutnya adalah
pembangkitan
pseudonoise
dengan
bibit
pembangkitan yang ditentukan berdasarkan kata
kunci budi.
b= 01100010
u= 01110101
00010111
d= 01100100
01110011
i= 01101001
00011010
26 (decimal)
Setelah mendapatkan nilai dari kata kunci (26),
kemudian nilai tersebut digunakan sebagai bibit
awal pembangkitan bilangan acak. Perhitungan
bilangan acak sesuai dengan rumus pembangkitan
bilangan acak LCG adalah sebagai berikut :
Xn+1 = (aXn+ c) mod
a = 17
c=7
m =84
Xn = bilangan bulat ke-n
Perhitungannya adalah sebagai berikut.
X1 = (17 * 26+ 7) mod 84 hasilnya X1 = 29
X2 = (17 * 29 + 7) mod 84 hasilnya X2 = 80
X3 = (17 * 80 + 7) mod 84 hasilnya X3 = 23
X4 = (17 * 23 + 7) mod 84 hasilnya X4 = 62
X5 = (17 * 62 + 7) mod 84 hasilnya X5 = 53
Demikian seterusnya untuk X6, X7, X8...Xn
Sebagai contoh dilakukan lima kali penyebaran dan
hasilnya adalah 29 80 23 62 53 jika diubah dalam
bentuk biner menjadi 00011101 01010000
00010111
00111110
00110101.
Untuk
mendapatkan hasil modulasi, segmen pesan akan
dimodulasi dengan pseudonoise signal menggunkan
fungsi XOR (Exlusive OR).
Segmen pesan:
01100111 01101011 01100110 01100101
01100011 01101111 01100010 01100001
01100111 01101011 01100110 01100101
01100011 01101111 01100010 01100001

3. Pembahasan
3.1 Spread Spectrum
Metode spread spectrum adalah sebuah
teknik pentransmisian dengan menggunakan
pseudonoise code, yang independen terhadap data
informasi, sebagai modulator bentuk gelombang
menyebarkan energi sinyal dalam sebuah jalur
komunikasi (bandwith) yang lebih besar daripada
sibyal jalur komunikasi informasi, oleh penerima,
sinyal kumpulkan kembali menggunakan replikasi
psedonoise code tersinkronisasi. Berdasakan
defenisi, dapat dikatakan bahwa stenografi
menggunakan
metode
spread
spectrum
memperlakukan cover-object.
Baik sebagai derau(noise) ataupun sebagai
usaha
untuk
menambahjab
derau
semu
(pseudonoise) ke dalam cover modulasi, dan
penyisipan menggunakan metode spread spectrum
ini terdiri dari tiga proses, yaitu pengambilan pesan
dari matriks frekuensi, demodulasi dan despreading. Berikut gambaran mengenai perhitungan
yang terjadi di dalam metode spread spectrum.
Pada proses encode dapat digambarkan sebagai
berikut. Dengan sebuah gambar dengan mengecek
ukuran pesan yang dimasukkan apakah lebih kecil
dari ukuran gambar pada yaitu memasukkan ke
dalam rumus :
PanjangPesan=((ukuranpesan)+28)*4*8
Angka 28 adalah untuk tag pemberian tanda
pada gambar yang sudah disisipkan , angka 4
adalah besar faktor pengali yang berguna untuk
penyebaran bit serta angka 8 adalah bit gambar.
Setelah mengecek ukuran file. Selesai kemudian
Pseudonoise signal:
pengecekan ukuran gambar, metode stenografi
00011101
01010000
00010111
00111110
yang digunakan dan kata kunci, jika syarat semua
00110101
Perancangan Aplikasi Penyembunyian Teks Pada Citra Terkompresi Menggunakan Metode
18
Spread Spectrum. Oleh : Dal Fendry

Pelita Informatika Budi Darma, Volume : ViI, Nomor: 3, Agustus 2014

ISSN : 2301-9425

penyusutan (de-spreading) segmen tersebut


menjadi:01100011 01101111 01100010 01100001
Maka hasil proses modulasi antara segmen pesan
Hasil akhir 01100011 01101111 01100010
dengan pseudonoise signal menggunakan fungsi
01100001 merupakan segmen pesan yang sama
XOR adalah
ketika disembunyikan pada proses encode. Hasil
01111010 00111011 01110001 01011011
tersebut kemudian diubah ke bentuk karakter akan
01111110 00111111 01110101 01011111
menjadi budi.
01111010 00111011 01110001 01011011
01111110 00111111 01110101 01011111
Hasil dari proses modulasi inilah yang akan
4. Algoritma
disisipkan ke bit-bit gambar. Sebagai contoh,
4.1 Algoritma
Adapun
algoritma
dan
langkah-langkah
kemudian diubah ke bilangan desimal dari
penyelesaian masalah dalam proses penyisipan ini
modulasi antara segmen pesan dan pseudonoise
adalah sebagai berikut :
signal.
1. Kompresi gambar ke bilangan biner.
Red = 122 59 113 91 126
2. Kompresi kata atau teks ke bilangan biner.
Green = 63 117 95 122 59
3. Penyisipan teks ke dalam gambar.
Blue = 113 91 126 63 117
4. Proses ektraksi teks dari gambar.
Kemudian diubah menjadi biner dan disisipkan
hasil proses modulasi antara segmen pesan dengan
pseudonoise signal menjadi sebagai berikut.
4.1.1
Algoritma Kompresi Gambar Ke Biner
Input : gambar citra berwarna.
Langkah tersebut berlanjut sampai modulasi antara
Output : GetJumlahData nilai matriks dari citra.
segmen pesan dan pseudonoise signal disisipkan
Proses : PictureBox1.Image = gambar
semua. Proses terakhir setelah proses terakhir
For Pc = 0 To gambar.Height - 1
penyisipan adalah mengembalikan headersupaya
For Pb = 0 To gambar.Width - 1
gambar tidak mengalami kerusakan. Pada proses
vM = gambar.GetPixel(Pb, Pc).R
ekstraksi prosesnya adalah kebalikan dari proses
vH = gambar.GetPixel(Pb, Pc).G
encode. Pilih gambar yang akandiekstrak, gunakan
vB = gambar.GetPixel(Pb, Pc).B
kata kunci yang sama seperti saat encodeyaitu
Rt = (vM + vH + vB) / 3
budi. Langkah awal adalah membaca gambar
gambar.SetPixel(Pb, Pc, Color.FromArgb(Rt, Rt,
apakah gambar tersebut sudah pernah disisipi
Rt))
gambar atau belum. Apabila belum kemudian suatu
If jumlah <= 15 Then nbin = "0000" &
fungsi akan mengambil header gambar terlebih
nbin
dahulu, selanjutnya pada bodygambar dilakukan
DesimaltoBiner = nbin
proses penyaringan agar mendapatkan bit-bit hasil
P1.Image = gambar
modulasi. Hasil dari proses penyaringan yang
jBit = ""
dilakukan akan mendapatkan bitbit sebagai berikut:
PictureBox1.Image = gambar
01111010 00111011 01110001 01011011
Pc = 0
01111110 00111111 01110101 01011111
For Pb = 0 To gambar.Width - 1
01111010 00111011 01110001 01011011
vM = gambar.GetPixel(Pb, Pc).R
01111110 00111111 01110101 01011111
vH = gambar.GetPixel(Pb, Pc).G
Setelah semua bit-bit hasil modulasi diperoleh,
vB = gambar.GetPixel(Pb, Pc).B
kemudian dilakukan proses demodulasi dengan
jBit
=
jBit
&
pseudonoise signaldari kata kunci yang sama pada
Microsoft.VisualBasic.Mid((DesimalToBiner(vM))
proses modulasi agar memperoleh bit-bit yang
, 8, 1) & _
berkorelasi.
Hasil penyaringan:
Microsoft.VisualBasic.Mid((DesimalToBiner(vH)),
01111010 00111011 01110001 01011011
8, 1) & _
01111110 00111111 01110101 01011111
01111010 00111011 01110001 01011011
Microsoft.VisualBasic.Mid((DesimalToBiner(vB)),
01111110 00111111 01110101 01011111
8, 1)
Pseudonoise signal:
xpin = xpin + 1
00011101
01010000
00010111
00111110
If xpin > 3 Then Exit For
00110101
Hasil demodulasi:
Next
01100111 01101011 01100110 01100101
GetJumlahData
=
01100011 01101111 01100010 01100001
todecimal(Mid(jBit, 1, 8))
01100111 01101011 01100110 01100101
01100011 01101111 01100010 01100001
Proses berikutnya membagi empat hasi demodulasi,
4.1.2 Algoritma Kompresi Kata To Biner
yang berguna untuk menyusutkan hasil demodulasi
Input
: kata teks yang disisipkan.
menjadi isi pesan yang sebenarnya. Proses
Perancangan Aplikasi Penyembunyian Teks Pada Citra Terkompresi Menggunakan Metode
19
Spread Spectrum. Oleh : Dal Fendry

Pelita Informatika Budi Darma, Volume : ViI, Nomor: 3, Agustus 2014

Output
teks.
Proses

: katatobiner nilai biner dari

: For i = 9 To jBit Step 8


xByte = Mid(pesan, i, 8)
j=j+8
Kata = Kata & Chr(todesimal(xByte))
Next i
GetPesan = Kata
Dim nDes As Long
Dim katabiner As String
Dim nBin As String
Dim chex As String
Dim i As Double
Dim ckata As String
katabiner = ""
For i = 1 To Len(txt)
ckata = Mid(txt, i, 1)
nDes = Asc(ckata)
chex = Hex(nDes)
MsgBox(nDes)
nBin = Hex2bin(chex)
katabiner = katabiner & nBin
Next
katatobiner = katabiner

4.1.3 Algoritma Penyisipan Teks Pada Gambar


Input : xhuruf teks yang disisipkan.
gambar citra berwarna.
Output :toMSB nilai matriks hasil penyisipan
teks pada gambar
Proses
: P2.Image = gambar
i=1
For pc = 0 To gambar.Height - 1
For pb = 0 To gambar.Width - 1
VM = gambar.GetPixel(pb, pc).R
VH = gambar.GetPixel(pb, pc).G
VB = gambar.GetPixel(pb, pc).B
xhuruf1 = Mid(k1, i, 1)
xhuruf2 = Mid(k1 i + 1, 1)
xhuruf3 = Mid(k1, i + 2, 1)
k3
=
k3
&
"
"
&
toMSB(DesimaltoBiner(VM), xhuruf1) & " " &
toMSB(DesimaltoBiner(VH), xhuruf2) & " " &
toMSB(DesimaltoBiner(VB), xhuruf3) & vbCrLf
VM
=
todesimal(toMSB(DesimaltoBiner(VM), xhuruf1))
VH
=
todesimal(toMSB(DesimaltoBiner(VH), xhuruf2))
VB
=
todesimal(toMSB(DesimaltoBiner(VB), xhuruf3))

ISSN : 2301-9425

Else
toMSB = Left(xbin, 1) & xhuruf
End If
4.1.4
Algoritma Ekstraksi Teks Dari Gambar
Input
: Kata teks yang telah
disisipkan.
Output
: gambar citra berwarna.
Proses
:
xkata= GetJumlahData()
xpx = Int(((Val(xkatat) + 1) * 8) / 3)
P1.Image = gambar
For pc = 0 To gambar.Height - 1
For pb = 0 To gambar.Width - 1
VM = gambar.GetPixel(pb, pc).R
VH = gambar.GetPixel(pb, pc).G
VB = gambar.GetPixel(pb, pc).B
xkata.Text = Len(kata.Text)
k1.
=
DesimaltoBiner(Len(kata))
&
katatobiner(kata)
xjumlah = Len(k1)
xpx = Int(Len(k1) / 3)
xpix = xpix + 1
If xpix > xpx Then Exit For
Next
Next
kata = GetPesan(k2, (xkata + 1) * 8)
5. Kesimpulan Dan Saran
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan analisa dan pembahasan pada
bab-bab sebelumnya maka dapat ditarik kesimpulan
:
1. Perancangan aplikasi penyembunyian teks pada
citra menggunakan metode spread spectrum
masih perancangan yang sederhana, sehingga
perlu dikembangkan lagi untuk kesempurnaan
aplikasi.
2. Steganografi dengan teknik Spread Spectrum
dapat diterapkan pada citra image Jpeg.
3. Aplikasi
steganography
yang
telah
diimplementasikan dapat berjalan dengan baik
sehingga teks yang disisipkan dapat dilihat (di
ekstrak).

5.2. Saran
Adapun yang menjadi saran dari penulis
adalah :
1. Pengamanan data tidak hanya dilakukan pada
citra image melainkan pada citra audio seperti
MP3, Wav, dan lain-lainnya.
gambar.SetPixel(pb,pc, Color.FromArgb(VM, VH,
2. Perlu dibahas lebih lanjut teks yang disisipkan
VB))
diatas 16 karakter.
xpix = xpix + 1
3. Penulis
menyarankan
tidak
hanya
If xpix > xpx Then xpix = gambar.Height
menggunakan Microsoft visual studio .NET
i=i+3
akan tetapi dikembangkan melalui Microsoft
Next
visual basic 6.0, c++, java.
Next
4. Penulis mengizinkan para pembaca untuk
If xhuruf = "" Then
mengembangkan dan memperbaiki penelitian
toMSB = xbin
untuk lebih sempurna dan bermanfaat.
Perancangan Aplikasi Penyembunyian Teks Pada Citra Terkompresi Menggunakan Metode
20
Spread Spectrum. Oleh : Dal Fendry

Pelita Informatika Budi Darma, Volume : ViI, Nomor: 3, Agustus 2014

5.
6.

7.

ISSN : 2301-9425

Perlu adanya analisa lebih lanjut mengenai


gambar yang lebih tinggi.
Perlu adanya analisa lebih lanjut mengenai
teknik Spread Spectrum pada format image
lainnya seperti BMP, GIF, PNG, dan lainlainnya.
Perancangan aplikasi masih dalam bentuk yang
sederhana maka penulis menyarankan agar
dilakukan perbaikan dan penyempunaan
aplikasi yang dibangun.

Daftar Pustaka
[1]. Adi Nugroho, 2006, Hal 77. Analisis dan
Perancangan Sistem Informasi dengan
Metodologi Berorientasi Objek,
[2]. Munir Rinaldi, Pengolahan Citra Digital
Dengan Pendekatan Algoritmik, Informatika
Bandung, 2006.
[3]. Putra, Pengolahan Data Citra, Penerbit
Andi, 2010
[4]. www.google.co.id
[5]. www.photo.net
[6]. www.webstyleguide.com
[7]. http://www.wikipedia.org/wiki/Aplikasi
[8]. http://www.ittelkom.ac.id
[9]. http://wikipedia.org/wiki/teks

Perancangan Aplikasi Penyembunyian Teks Pada Citra Terkompresi Menggunakan Metode


Spread Spectrum. Oleh : Dal Fendry

21