Anda di halaman 1dari 9

Teknologi Injeksi YMJET-FI

Kepanjangan dari Yamaha Mixture JET-Fuel Injection, YMJET-FI adalah sistem


pengontrol bahan bakar secara elektronik yang di terapkan pada motor Yamaha.
Cara kerja YMJET-FI secara teknis mengatur konsumsi bahan bakar lebih akurat
sesuai kebutuhan mesin motor Yamaha.

Rincian Teknologi Injeksi YMJET-FI adalah dengan adanya sistem ECU (Engine
Control unit) yang menerima informasi perputaran RPM mesin seperti TPS (Throttle
Position Sensor), IATS (Intake Air Sensor), IAPS (Intake Air Pressure sensor), ISC (Idle
Speed Sensor), O2 sensor atau sensor udara dan Crank Angle Sensor, lalu ECU
(Engine Control unit) ini memberikan respon sinyal ke Yamaha Mixture JET-Fuel
Injection (YMJET-FI) untuk memberikan supplay udara melalui Air Assist atau Main
Air Passage. Jika perputaran mesin motor Yamaha dibawah 5.000 RPM udara akan
diberikan melalui saluran Air Assist. Sedangkan jika perputaran mesin motor
Yamaha di atas 5.000 RPM udara akan melalui saluran Main Air passage. Intinya
dengan perputaran mesin motor atau RPM semakin sedikit udara yang diberikan
semakin sedikit pula bahan bakar yang digunakan, dengan kata lain sistem YMJETFI ini mengatur penyemprotan bensin lebih akurat sesuai kebutuhan perputaran
mesin. Dengan teknologi ini supply udara dapat dilakukan on-demand sesuai
kecepatan yang diinginkan pengendaranya dan membuat bahan bakar lebih efisien
hemat 30 persen. Untuk situasi berkendara ekstrem, seperti percepatan, deselerasi
dan beban tinggi, ECU mampu mengontrol secara imbang kebutuhan bensin dan
udara tetap pada kondisi ideal.
Sedikit penjelasan tentang sistem ECU (Engine Control unit),
Sitem ECU (Engine Control unit) mengontrol rasio udara dan bahan bakar
rinciannya Jika Throttle Position Sensor menunjukkan pedal gas ditekan lebih
dalam, Mass Flow Sensor (MFS) mengukur jumlah udara tambahan yang tersedot ke
dalam mesin dan ECU akan menyuntikkan lebih banyak bahan bakar ke dalam
mesin. Jika cairan pendigin Engine Coolant Temperature Sensor menunjukkan
mesin panas, bahan bakan akan diinjeksi lagi.
Sitem ECU (Engine Control unit) mengontrol waktu pengapian rinciannya
ECU mengatur waktu yang terjadinya percikan waktu pengapian untuk

menyediakan daya yang lebih baik dan hemat. Jika ECU mendeteksi ketukan, suatu
kondisi yang berpotensi merusak mesin, maka ECU akan menilai masih terlalu
cepat memberikan percikan api dan ECU akan menunda waktu percikan. Karena
ketukan cenderung terjadi lebih pada putaran mesin yang lebih lebih rendah, ECU
akan otomatis mengontrol transmisi penurunan ke gigi yang lebih rendah sebagai
upaya pertama untuk mengurangi ketukan.
Sitem ECU (Engine Control unit) mengontrol kecepatan mesin saat Idle
rinciannya ECU terintegrasi di sistem Idle Speed Control. RPM dipantau Crankshaft
Position Sensor yang memainkan peranan utama dalam fungsi mengontrol waktu
injeksi bahan bakar, mengatur kapan dilakukannya percikan, dan buka tutupnya
katup. Sistem idle speed control harus mengantisipasi beban mesin pada saat idle.
Perubahan pada saat idle biasanya datang dari sistem HVAC, power steering
systems, power brake systems, dan electrical charging dan supply systems.
Temperatur mesin dan status transmisi, dan durasi dari camshaft juga
mempengaruhi kinerja mesin dan atau nilai kecepatan idle yang diinginkan.
Sitem ECU (Engine Control unit) mengontrol durasi buka tutup katup dengan
rincian ECU akan mengkalkulasi beban mesin pada RPM yang tepat untuk
memutuskan bagaimana membuka katup awal atau terlambat, terbuka lebar atau
hanya setengah terbuka. Pembukaan katup dilakukan setepat mungkin.
Yamaha Motor Indonesia akan menghentikan produksi motor non-injeksi di tahun
2014, semua Motor Yamaha di Indonesia akan menggukan sistem Teknologi Injeksi
YMJET-FI pada tahun 2014.
Diposkan oleh haris yuwono di 05.09 Tidak ada komentar: Link ke posting ini
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke FacebookBagikan ke
Pinterest

SISTEM BAHAN BAKAR INJEKSI (EFI) SEPEDA MOTOR


April 18 2013

Perkembangan Sistem Bahan Bakar Injeksi


Sistem bahan bakar tipe injeksi merupakan langkah inovasi yang sedang
dikembangkan untuk diterapkan pada sepeda motor. Tipe injeksi sebenarnya sudah
mulai diterapkan pada sepeda motor dalam jumlah terbatas pada tahun 1980-an,
dimulai dari sistem injeksi mekanis kemudian berkembang menjadi sistem injeksi
elektronis. Sistem injeksi mekanis disebut juga sistem injeksi kontinyu (K-Jetronic)
karena injektor menyemprotkan secara terus menerus ke setiap saluran masuk
(intake manifold). Sedangkan sistem injeksi elektronis atau yang lebih dikenal
dengan Electronic Fuel Injection (EFI), volume dan waktu penyemprotannya
dilakukan secara elektronik. Sistem EFI kadang disebut juga dengan EGI (Electronic
Gasoline Injection), EPI (Electronic Petrol Injection), PGM-FI (Programmed Fuel
Injenction) dan Engine Management.
Penggunaan sistem bahan bakar injeksi pada sepeda motor komersil di Indonesia
sudah mulai dikembangkan. Salah satu contohnya adalah pada salah satu tipe yang
di produksi Astra Honda Mesin, yaitu pada Supra X 125. Istilah sistem EFI pada
Honda adalah PGM-FI (Programmed Fuel Injection) atau sistem bahan bakar yang
telah terprogram. Secara umum, penggantian sistem bahan bakar konvensional ke
sistem EFI dimaksudkan agar dapat meningkatkan unjuk kerja dan tenaga mesin
(power) yang lebih baik, akselarasi yang lebih stabil pada setiap putaran mesin,
pemakaian bahan bakar yang ekonomis (iriit), dan menghasilkan kandungan racun
(emisi) gas buang yang lebih sedikit sehingga bisa lebih ramah terhadap
lingkungan. Selain itu, kelebihan dari mesin dengan bahan bakar tipe injeksi ini
adalah lebih mudah dihidupkan pada saat lama tidak digunakan, serta tidak
terpengaruh pada temperatur di lingkungannya.
Prinsip Kerja Sistem EFI
Istilah sistem injeksi bahan bakar (EFI) dapat digambarkan sebagai suatu sistem
yang menyalurkan bahan bakarnya dengan menggunakan pompa pada tekanan
tertentu untuk mencampurnya dengan udara yang masuk ke ruang bakar. Pada
sistem EFI dengan mesin berbahan bakar bensin, pada umumnya proses
penginjeksian bahan bakar terjadi di bagian ujung intake manifold/manifold masuk

sebelum inlet valve (katup/klep masuk). Pada saat inlet valve terbuka, yaitu pada
langkah hisap, udara yang masuk ke ruang bakar sudah bercampur dengan bahan
bakar.
Secara ideal, sistem EFI harus dapat mensuplai sejumlah bahan bakar yang
disemprotkan agar dapat bercampur dengan udara dalam perbandingan campuran
yang tepat sesuai kondisi putaran dan beban mesin, kondisi suhu kerja mesin dan
suhu atmosfir saat itu. Sistem harus dapat mensuplai jumlah bahan bakar yang
bervariasi, agar perubahan kondisi operasi kerja mesin tersebut dapat dicapai
dengan unjuk kerja mesin yang tetap optimal.
Konstruksi Dasar Sistem EFI
Secara umum, konstruksi sistem EFI dapat dibagi menjadi tiga bagian/sistem
utama, yaitu; a) sistem bahan bakar (fuel system), b) sistem kontrol elektronik
(electronic control system), dan c) sistem induksi/pemasukan udara (air induction
system). Ketiga sistem utama ini akan dibahas satu persatu di bawah ini.
Jumlah komponen-komponen yang terdapat pada sistem EFI bisa berbeda pada
setiap jenis sepeda mesin. Semakin lengkap komponen sistem EFI yang digunakan,
tentu kerja sistem EFI akan lebih baik sehingga bisa menghasilkan unjuk kerja
mesin yang lebih optimal pula. Dengan semakin lengkapnya komponen-komponen
sistem EFI (misalnya sensor-sensor), maka pengaturan koreksi yang diperlukan
untuk mengatur perbandingan bahan bakar dan udara yang sesuaidengan kondisi
kerja mesin akan semakin sempurna. Gambar di bawah ini memperlihatkan contoh
skema rangkaian sistem EFI pada Yamaha GTS1000 dan penempatan komponen
sistem EFI pada Honda Supra X 125.

Keterangan gambar :
1. Fuel rail/delivery pipe (pipa pembagi)
2. Pressure regulator (pengatur tekanan)

3. Injector (nozel penyemprot bahan bakar)


4. Air box (saringan udara)
5. Air temperature sensor (sensor suhu udara)
6. Throttle body butterfly (katup throttle)
7. Fast idle system
8. Throttle position sensor (sensor posisi throttle)
9. Engine/coolant temperature sensor (sensor suhu air pendingin)
10. Crankshaft position sensor (sensor posisi poros engkol)
11. Camshaft position sensor (sensor posisi poros nok)
12. Oxygen (lambda) sensor
13. Catalytic converter
14. Intake air pressure sensor (sensor tekanan udara masuk)
15. ECU (Electronic control unit)
16. Ignition coil (koil pengapian)
17. Atmospheric pressure sensor (sensor tekanan udara atmosfir)

Gambar Penempatan Komponen Sistem EFI Honda Supra X 125


Diposkan oleh haris yuwono di 04.19 Tidak ada komentar: Link ke posting ini
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke FacebookBagikan ke
Pinterest

HONDA PGM FI
Cara Membaca dan Reset Kedipan MIL Honda PGM FI

Reset Kedipan MIL Honda Injeksi

Era motor injeksi sudah dimulai dan sudah selayaknya seluruh elemen pecinta
teknologi sepeda motor mengetahui dan teredukasi teknik secara baik mengenai
produk knowledge motor sistem injeksi.
Mal fungsi pada sepeda motor dengan system PGM FI bisa dideteksi dengan
menyalanya lampu MIL ( Malfunction Indicator Lamp) pada dashboard. Jika
diperhatikan, nyala lampu ada yang berkedip cepat ada juga yang pelan. Kedipan
yang panjang berlangsung selama 1.3 detik, dan kedipan cepat selama 0.3 detik.
Satu kedipan panjang dihitung 10, dan untuk kedipan cepat dihitung 1. Nyala
lampu tersebut berulang secara periodic dengan kedipan yang sama.
Setiap kedipan sesuai dengan jenis kerusakan pada motor. Untuk motor Supra X
Helm In PGM Fi muncul 3 kali kedipan, jarak antar kedipan selang waktu nya sama
atau berbeda?
Kalau 1 kedipan berlangsung agak lama, kemudian disusul 2 kedipan cepat, berarti
jumlah 12 kedipan. Mal fungsi terdapat pada Injector. Mal fungsi tersebut bisa
karena arus yang masuk ke injector kurang atau putus, terjadi hubungan singkat di
kabel injector, atau yang fatal Injector mengalami kerusakan.
Untuk lebih jelasnya bisa cek ke Ahass setempat untuk pengecekan lebih lanjut,
karena untuk memperbaiki system PGM FI menggunakan alat khusus.
Pada kesempatan kali ini, saya akan sharing cara mudah melakukan reset sistem
memori ECM "Reset Kedipan MIL Honda Injeksi" pada sepeda motor honda sistem
injeksi. Berdasar pengalaman selama beberapa tahun menjadi teknisi / mekanik,
saya masih melihat bahwa sebagian besar konsumen pecinta sepeda motor Honda
belum mencatat secara baik tentang teknologi injeksi ini. Karena untuk
mengetahui gejala kerusakan secara dini dari data kedipan lampu MIL (Malfunction
Indikator Lamp) yang sudah disediakan oleh Honda pada panel speedometer saja
lumayan masih kebingungan. Padahal dengan mengetahui sinyal kedipan MIL para
teknoker injeksi akan lebih care dalam merawat sepeda motornya.
Sebelumnya harus mengetahui terlebih dahulu cara membaca kedipan MIL :
Kedipan panjang bernilai 10 (sepuluh)
Kedipan pendek bernilai 1 (satu)
Contoh :
jika ditemukan kedipan pendek sebanyak 7 kali maka nilai MIL nya adalah 7 (tujuh)
; jika ditemukan kedipan panjang 1 kali + 2 kali kedipan pendek maka nilai MIL nya
adalah 12 (duabelas).
Error sistem antara satu dengan berikutnya ada jeda kurang lebih 3-5 detik.
OK, berikut beberapa indikator error sistem injeksi yang mampu ditangkap oleh

MIL, diantaranya :
Kedipan 1 = Sensor MAP (Manifold Absolute Pressure)
Kedipan 7 = Sensor EOT (Engine Oil Temperature)
Kedipan 8 = Sensor TP (Throttle Position)
Kedipan 9 = Sensor IAT (Intake Air Temperature)
Kedipan 12 = Sensor Injektor
Kedipan 21 = Sensor O2
Kedipan 29 = Sensor IACV (Intake Air Cut Valve)
Kedipan 33 = ECM (Engine Control Module)
Kedipan 54 = Sensor BAS (Bank Angle Sensor)
Cara "Reset Kedipan MIL Honda Injeksi" :
A. Pastikan kode kegagalan fungsi (MIL) dan lakukan perbaikan terlebih dahulu
B. Langkah Reset :
Putar kunci kontak ke ON (Pastikan MIL menunjukkan kedipan kode kegagalan
fungsi baca kode kegagalan tersebut sampai terjadi pengulangan kode yang sama)
Matikan kunci kontak ke OFF
Pasang DLC Shorts Connector
Putar kunci kontak ke ON
Di saat MIL menyala ( 5 dtk) dan mulai berkedip, lepas DLC kemudian pasang
kembali (jika MIL menyala dan tidak berkedip lagi / berkedip cepat tanpa henti,
reset berhasil)
Putar kunci kontak ke OFF
Lepas DLC Shorts Connector
Putar Kunci Kontak ke ON
Selesai
Berikut gambar Tools DLC Shorts Connector :

Semoga sharing ini bisa membantu para pecinta Sepeda Motor Honda Injeksi, dilain
kesempatan saya akan sharing mengenai sistem injeksi sepeda motor yamaha dan
lainnya.
Untuk pemesanan tools silakan lihat halaman produk dan halaman order pada blog
ini.

TROUBLE SHOOTING SUPRA X


125 R PGM-FI
BERDASARKAN MIL
Sistem injeksi menawarkan banyak kemudahan bagi mekanik maupun
pengguna, istilahnya user friendly. Diantara bentuk kemudahan tersebut
adalah dengan adanya MIL (Malfunction Indicator Lamp) sebenarnya
pengguna sepeda motor PGM-FI injeksi bisa melakukan self trouble
shooting ( trouble shooting mandiri), meskipun pada akhirnya pengguna
rata2 tidak mau repot dan tetap menjadi pekerjaan mekanik.
ALOKASI KERUSAKAN
JUMLAH KEDIPAN LAMPU
KOMPONEN
12 kedipan

Injektor

54 kedipan

Bank Angle Sensor (sistem


safety)

7 kedipan

Oil Temp

1 kedipan

Manifold abs. Pressure

8 kedipan

Throttle Position

9 Kedipan

Intake Air Temp

33 kedipan
ECM
Berikut ini kode kerusakan dengan MIL dan alokasi kerusakannya pada supra
PGMFI :
Spesifikasi penting yang bisa digunakakan untuk membantu trouble shooting:
1.
Idle speed atau stationer 1.400100 (rpm)
2.
Tekanan bensin 294 kPa (3.0kgf/cm,43 psi)
3.
EOT (Engine Oil Temperature) 20C-100C
4.
Stelan katub in/ex 0.05 mm 0.02
5.
Tekanan kompresi 1.275 kPa
Referensi :
Anonim. (tt), Panduan Penjualan Supra X 125R PGM-FI
Anonim.(tt), Buku Manual Supra X 125R PGM-FI

Anda mungkin juga menyukai